Selasa, 27 Februari 2018

8 Kepengurusan MWCNU di Probolinggo Dilantik Bersamaan

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedikitnya 8 (delapan) kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dilantik secara bersamaan di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo, Jum’at (18/3) malam. Kepengurusan ini dilantik oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Syaifullah.

8 Kepengurusan MWCNU di Probolinggo Dilantik Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
8 Kepengurusan MWCNU di Probolinggo Dilantik Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

8 Kepengurusan MWCNU di Probolinggo Dilantik Bersamaan

Ke-8 kepengurusan MWCNU ini berasal dari Kecamatan Dringu, Tegalsiwalan, Bantaran, Kuripan, Sumber, Tongas, Lumbang, dan Sukapura. Pelantikan ini dilakukan di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus Koperasi Amanah Barokah Sejahtera (ABS) milik PCNU Kabupaten Probolinggo. Dimana dalam kepengurusan itu, Bambang Lasmono dipercaya sebagai ketua.

Hadir dalam kesempatan tersebut Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri serta sejumlah pengurus lembaga dan badan otonom (Banom) PCNU Kabupaten Probolinggo.  

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam sambutannya KH Abdul Hadi menyampaikan pelantikan 8 kepengurusan MWCNU ini dilantik secara bersamaan sebagai bukti kebersamaan pada pengurus NU di Kabupaten Probolinggo. “Indahnya kebersamaan malam ini sebagai bukti bahwa pengurus NU terus menjalin kerja sama dalam melaksanakan tugas kerjanya,” katanya.

Sementara H Hasan Aminuddin berharap kepengurusan ini nantinya mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan tetap berpegang teguh kepada aqidah Islam sesuai syari’at Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Semoga kepengurusan ini mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, keberadaan NU benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Berita, Jadwal Kajian, PonPes Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 26 Februari 2018

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. KH Syaifuddin Amsir, Rais Syuriyah PBNU mengatakan bahwa sebenarnya anak Betawi banyak yang menjadi kiai-kiai besar. Tetapi keulamaan mereka biasanya tidak diketahui oleh orang pada umumnya.

“Orang baru tahu kalau dia seorang kiai besar setelah ulama-ulama Jawa menemuinya,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di lantai tiga gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/11) sore.

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta

Kiai asal Berlan, Matraman Jakarta Pusat ini menunjuk pada sebuah peristiwa di mana Gus Dur menghentikan perjalanannya hanya untuk mendatangi rumah seseorang di bilangan Paseban Jakarta Pusat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut KH Syaifuddin Amsir, masyarakat setempat tidak menduga sebelumnya kalau Gus Dur akan mengunjungi rumah orang tersebut. Padahal masyarakat sekitar hanya mengenal orang yang bersangkutan hanya sekadar mengajar alif-ba-ta.

Orang alim di Jakarta umumnya tidak mengajar kitab fiqih yang tinggi, tambahnya. Mereka hanya mengajarkan pengetahuan hukum agama yang sederhana sekadar untuk memenuhi kebutuhan praktik ibadah keseharian masyarakat Jakarta. Namun, hal ini tidak mengindikasikan bahwa pengetahuan agama kiai di Jakarta sangat minim.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Masyarakat umumnya baru mengerti keulamaan setelah jaringan kiai setempat itu ternyata cukup luas. Para kiai Jakarta ini biasanya berjejaring dengan para kiai lain di Jakarta, Sunda, Jawa, Lombok, bahkan Mekkah.

Keulamaan kiai Jakarta mungkin saja tersembunyi mengingat kondisi keduniaan di Jakarta cukup dominan, meskipun semangat keagamaan lumayan tinggi. Semangat keagamaan yang tinggi tanpa dibarengi semangat menuntut ilmu agama, membuat keulamaan sejumlah kiai tertutup, tandasnya.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tegal, Cerita Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 25 Februari 2018

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah

Purwakata, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menetapkan jam kerja yang berbeda dengan aturan yang ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Jam kerja di Kabupaten Purwakarta itu mengacu pada sunah Rasulullah.

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah

Surat Edaran Men PAN dan RB No 03/2016 menetapkan jam kerja bagi pegawai negeri sipil, TNI, dan Polri selama bulan Ramadan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB. Namun tidak semua pemerintah daerah mematuhi aturan dalam surat edaran itu. Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu di antaranya. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengumumkan jam kerja selama Ramadan bagi PNS dimulai pukul 06.30 WIB dan berakhir pukul 13.30 WIB.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Dedi, langkah pemerintah kabupaten ini mengacu pada sunah Rasulullah yang menyebut bahwa setelah menjalankan makan sahur dan salat Subuh seyogianya tidak tidur lagi, tapi segera bersiap menjalani aktivitas seperti biasa. Dedi menegaskan agar aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta ditaati oleh semua pegawai.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kultur kita, kan, berbeda. Sudah seharusnya setiap tata aturan birokrasi itu mengacu pada kultur dan tidak boleh digebuk rata. Anda boleh hitung jarak rumah ke kantor. Toh tidak terlalu jauh dan tidak akan terjebak macet. Alasan lain yang harus diperhatikan adalah jangan pernah kita membangun kebiasaan tidur setelah salat Subuh. Selain mengundang penyakit, ini tidak sesuai dengan sunah Rasulullah," kata Dedi dalam rangkaian acara silaturahmi menjelang Ramadan yang dilanjutkan dengan olahraga bersama dengan segenap PNS eselon II, III, dan IV di Taman Maya Datar, Jumat (3/6).

Menurut Bupati, jam kerja yang berakhir pukul 13.30 memberikan ruang bagi pegawai untuk mempersiapkan menu berbuka yang sehat bagi seluruh keluarganya. "Ibadah puasa bagi kami di Purwakarta bukan sekadar ibadah personal, tetapi momentum untuk mendidik semua anggota keluarga kami. Ada ruang waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan itu semua dengan pulang pukul 13.30," ujar Dedi.

Dedi mengimbau kepada semua pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta agar fokus menjalankan ibadah puasa dan ibadah?ibadah yang lain. Ia menilai seharusnya semua pegawai diliburkan selama bulan Ramadan kecuali pegawai yang berada pada sektor pelayanan publik seperti puskesmas, rumah sakit, dan layanan kependudukan.

?

"Jika semua libur, tentu tidak akan dipusingkan dengan orang?orang yang datang meminta THR ke kantor. Semua fokus berkontemplasi dalam ibadah," ujar Dedi. (Novianty/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 24 Februari 2018

Mengikuti Upacara Pemakaman di Maqbaroh para Syuhada (4/Habis)

Madinah, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sejak masa pemerintahan Dinasti Umawiyyah dengan pusat pemerintahan di Damaskus, Suriah, makam Baqi yang menampung lebih dari 10.000 sahabat, telah mengalami beberapa kali perbaikan dan perluasan. Hingga pada masa Abdul Aziz dari keluarga Saud berkuasa di hijaz yang memerintahkan untuk meruntuhkan kubah-kubah (cungkup/jawa) di makam Baqi pada tahun 1344 H. /1925 M. Tentu kita ingat, peristiwa ini melatarbelakangi dibentuknya Komite Hijaz oleh para ulama Jawa, yang kemudian disebut-sebut sebagai Embrio berdirinya Nahdlatul Ulama. Perluasan terakhir, seperti kondisinya saat ini, dilakukan oleh Raja Fahd bin Abdul Azis.

Dengan kondisi dan peraturan penguasa sekarang, jamaah perempuan tidak diperkenankan untuk memasuki area pemakaman Baqi. Karenanya, semua pengiring perempuan hanya dapat mengantarkan jenazah, suami, ibu, anak atau saudara-saudara mereka hanya sampai depan pintu gerbang. Bahkan sebenarnya mereka sudah tertahan sejak sebelum memasuki pintu gerbang. Bila ada perempuan yang mencoba nekad masuk areal makam, maka mereka akan berhadapan dengan askar/penjaga.

Mengikuti Upacara Pemakaman di Maqbaroh para Syuhada (4/Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengikuti Upacara Pemakaman di Maqbaroh para Syuhada (4/Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengikuti Upacara Pemakaman di Maqbaroh para Syuhada (4/Habis)

<br /> Begitu juga pun Askar-askar ini, melarang orang-orang berlama-lama di pekuburan. Bahkan para pengiring dari keluarga jenazah yang baru saja dikubur pun dilarang berlama-lama di sana. Begitu upacara pemakaman selesai, para askar akan segera mengusir para pelayat yang masih enggan beranjak.

Jadi jangan pernah Anda membayangkan dapat berlaku seperti di Indonesia, dapat sekaligus berziarah ke makam keluarga pada saat mengantarkan/melayat jenazah baru, sama sekali tidak akan bisa. Maka begitu pun pada beberapa keluarga yang sedang malayat itu, saya melihat mereka harus bersitegang dengan askar-askar sebelum akhirnya terusir dengan mata yang masih basah oleh air mata. Sementara saya, hanya bisa memandangi "pemandangan aneh" itu dengan senyum kecut saja. Kukira semua orang Arab Saudi tidak suka berlama-lama di pemakaman.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara udara malam mulai terasa dingin dan jam di Handphone menunjukkan pukul 10.15 malam waktu setempat. Dalam remang kegelapan, saya hanya bisa memandang beberapa pondasi batu membentuk semacam kotak atau pola-pola tertentu. Di bawah sinar lampu-lampu hotel berjarak sekitar 200 meter di luar pagar makam Baqi ini, saya hanya bisa menduga-duga, mungkin ini bekas-bekas cungkup/kubah makam para sahabat agung dan tokoh-tokoh Islam yang telah berjasa besar untuk agamanya. Atau bahkan mungkin di antara mereka yang berada di balik pondasi-pondasi itu, kemungkinan adalah para ummul mukmnin (isteri-isteri Rasulullah SAW) yang telah mendampingi Rasulullah hingga akhir hayatnya.

Tidak ada lagi seorang pun kini yang tahu, di mana letak persisnya jasad-jasad keluarga dan para sahabat Rasulullah SAW dikebumikan di Baqi. Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bisa ditanyai. Para penjaga hanya akan mengatakan, "Baz/Sudahlah, ruh/pergilah, wallahi maa arif/Saya tidak tahu," jika kita tetap nekat bertanya dengan detail. Hal yang paling mungkin terjadi selanjutnya adalah, para penjaga ini akan menunjuk ke enam papan pengumuman besar yang dipasang di depan gerbang Baqi. Papan yang sama persis seperti yang juga terdapat di Makam Syuhada Uhud. Papan ini berisi peringatan dan tata tertib ziarah kubur versi pemerintah Arab Saudi, lengkap dengan larangan merokok dan memotret dengan gambar dan simbol-simbol larangan yang sangat besar dan berwarna merah mencolok.  

Padahal pada masa-masa menjelang akhir hayatnya, Rasulullah SAW sering berziarah makam yang terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi ini. Saat itu malam telah menapaki separoh perjalanannya. Malam itu Rasulullah Saw. sedang berada di rumah Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq. Mengira sang istri tercinta telah tidur pulas, tiba-tiba beliau mengambil jubahnya dan mengenakan kedua sandalnya pelan-pelan, lalu membuka pintu dan kemudian keluar pelan-pelan. Melihat hal itu, sang istri tercinta, yang ternyata belum tidur, dengan diam-diam bangun karena merasa cemburu, jangan-jangan beliau akan pergi ke rumah istri beliau yang lain, keluar rumah, dan mengikuti jejak langkah beliau yang sedang menapakkan kaki menuju Makam Baqi‘.

 

Setibanya di makam tersebut, Rasulullah Saw berdiri lama. Lalu, beliau berdoa dengan mengangkat kedua tangannya tiga kali. Ketika beliau membalikkan tubuh dan mulai menapakkan kaki menuju ke arah rumah, Aisyah pun kembali dan mendahului beliau. Dan, begitu beliau kembali ke rumah, Aisyah pun “menginterogasi” beliau, mengapa larut malam begitu pergi ke Makam Baqi‘.

“Aisyah!” jawab Rasulullah Saw. “Sesungguhnya Jibril a.s. datang kepadaku ketika engkau melihatku tadi. Dia lalu memanggilku dengan suara pelan, agar tidak engkau ketahui. Maka, aku menjawab dengan suara pelan agar tidak engkau ketahui. Dia tidak mau masuk ke dalam rumah, karena engkau melepas pakaianmu. Kukira engkau telah tidur pulas, sehingga aku tidak ingin membangunkanmu dan aku khawatir engkau terkejut. JibrĂ®l mengatakan kepadaku bahwa Allah Swt. menyuruhku untuk mendatangi penghuni Makam Baqi‘ dan memohonkan ampunan bagi mereka.”

“Bagaimana semestinya yang harus kuucapkan kepada mereka, wahai Rasul?” tanya Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq. “Ucapkanlah, ‘Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepada penghuni makam, kaum mukmin dan muslim. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yang selepas kami. Dan jika Allah menghendaki, maka sungguh kami akan menyusul kalian.’” jawab Rasulullah Saw.

Imam Muslim ketika meriwayatkan dalam sahihnya dari Aisyah r.a. berkata: Pada suatu saat di larut malam Rasulullah saw. keluar dari rumahnya menuju ke Baqi’ dan bersabda, "Assalamu’alaikum wahai orang-orang mukmin pasti datang apa yg dijanjikan dan ditentukan kelak dan kami insya Allah menyusul kalian di belakang. Ya Allah ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad’.

Nama Baqi‘ diambil dari nama akar tetumbuhan yang tumbuh di makam itu. Sedangkan Al-Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang juga banyak terdapat di makam itu. Selain sering mengunjungi makam itu pada masa-masa menjelang akhir hayatnya, beliau juga pernah menyatakan, barang siapa berpulang di Madinah dan dikebumikan di makam itu, beliau akan memberi syafaat kepadanya.

Baqi juga berarti tanah yang lembut. Artinya bebas dari batu dan kerikil. Model tanah seperti ini dinilai amat cocok untuk pemakaman. Dan karenanya, sejak dahulu, Baqi dijadikan pemakaman bagi warga Madinah. (min/selesai/Laporan langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi).Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Bahtsul Masail, Internasional, Budaya Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 22 Februari 2018

Peserta Diklatsar Ansor Kedungbanteng Membludak

Banyumas, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kedungbanteng menggelar pendidikan pelatihan tingkat dasar (Diklatsar) bagi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Sabtu hingga Senin, 23-25 Desember 2017.

Peserta Diklatsar Ansor Kedungbanteng Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Diklatsar Ansor Kedungbanteng Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Diklatsar Ansor Kedungbanteng Membludak

Diklatsar bertempat di lapangan Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas diikuti 292 peserta. 

"Sebetulnya peserta kami targetkan 250 orang. Alhamdulillah, target jumlah peserta terlampaui," kata Ketua Panitia, Ibnu Rusli, Sabtu (23/12).

Peserta diklat tidak saja para utusan dari PAC GP Ansor di wilayah Kabupaten Banyumas, namun juga ada beberapa peserta dari Kabupaten Brebes dan Pemalang. 

Sebelum upacara pembukaan, peserta melakukan Pawai Taaruf bersama tokoh NU Kecamatan Kedungbangteng. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Iring-iringan pawai dipandu tiga penunggang kuda, diikuti 700-an orang. Pawai dimulai dari lapangan Desa Baseh dan berakhir di lapangan Desa Kalisalak.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Berbeda dengan diklat lain yang biasanya berlangsung di dalam ruangan kelas, diklat kali ini menempati tenda yang didirikan di lapangan. Untuk istirahat dan tidur, peserta menempati barak-barak yang disediakan oleh panitia. 

Kurikulum Diklat

Diklatsar dimaksudkan antara lain untuk membangun loyalitas kepada kiai dan ulama melalui materi Ahlussunnah wal Jamaah. Materi lain adalah Keorganisasian; Sejarah dan Visi Misi NU, Ansor dan Banser. 

Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, juga masuk kurikulum diklat. Untuk materi ini menghadirkan narasumber dari Kepolisian. Sedangkan materi Bela Negara dan Tata Upacara Bendera (TUB) menghadirkan narasumber TNI dari Koramil terdekat. 

"Peserta diklat juga dibekali materi lalu lintas. Nantinya, setiap anggota Banser diharapkan dapat menjadi pelopor tertib lalu lintas," kata Kepala Sekretaris Markas Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Banyumas, Sarwono. 

"Materi lain yang lebih spesifik adalah Bela Diri Banser, Caraka Malam, dan Pembaretan," kata Sarwono. 

Terkait implementasi bela negara, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah final. Jadi, siapa pun yang akan mengutak-atik NKRI, menurut Sarwono, maka ia akan berhadapan langsung dengan Banser.

"Jika ada yang mencoba-coba mengganti NKRI dengan model khilafah, Banser pun akan tampil di garda terdepan untuk membela dan mempertahankan NKRI," kata Sarwono. 

"Bagi kami, Resolusi Jihad yang pernah dicanangkan KH Hasyim Asyari, bahwa membela Tanah Air itu hukumnya wajib ain, tetap berlaku," pungkasnya. (Akhmad Saefudin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

IPNU-IPPNU Jember Sasar Anggota Baru

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu. Itulah prinsip yang dipegang jajaran pengurus IPNU-IPPNU Cabang Jember dalam melakukan pengkaderan. IPNU-IPPNU Cabang Jember ? cukup aktif menggarap anak-anak SMA dan yang sederajat dengan sistem jemput bola.

Seperti yang dilakukan Selasa (26/2) di aula kantor PCNU Jember, IPNU-IPPNU Jember menggelar pertemuan dengan 116 siswa kelas satu MAN 01 Jember.?

IPNU-IPPNU Jember Sasar Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jember Sasar Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jember Sasar Anggota Baru

“Ini hanya perkenalan. Kami memperkenalkan kepada anak-anak MAN tentang organisasi ini. Jadi ini tahap perkenalan Bukan perekrutan, itu nanti,” tukas Ketua IPPNU Jember, Ahmad Andrik Irawan kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di sela-sela acara.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Andrik, pengkaderan sangat pentng artinya bagi kelangsungan sebuah organisasi. Tanpa pengkaderan, ? sulit mendapatkan anggota yang baik. Karena itu, katanya, pengkaderan adalah sebuah keniscayaan. “Kami menawarkan ke pihak sekolah, kalau bisa ketemu di sekolah, syukur. Kalau mau ketemu di luar, juga tidak masalah,” jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Andrik mengaku bangga dengan respon calon-calon anggota IPNU-IPPNU. Pasalnya, mereka cukup antusias untuk menjadi anggota. ? Merekalah yang akan memegang ? tongkat estafet kepemimpinan di NU. “Jadi IPNU-IPPNU dan organisasi sayap NU yang lain adalah pemasok kader di tingkat NU,” jelasnya.?

Dalam pertemuan tersebut, para ketua, sekretaris dan pengurus IPNU-IPPNU Jember yang lain juga hadir memberikan gambaran seputar IPNU-IPPNU.

“Untuk kelas dua, kami masih menunggu jawaban dari kepala sekolah MAN 01 untuk perkenalan. Begitu juga sekolah yang lain, kami sudah mengirim surat ? permohonan,” ujar Sekretaris IPPNU Jember, Masdian Zainul Ilmi.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Cerita, Nahdlatul, Budaya Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Pamekasan. Ustadz Felix Siauw Terbaru - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke kantor PCNU setempat di Jalan R Abdul Aziz, Selasa (22/11). Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim beserta pengurus teras PCNU.

"Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturahmi. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban," terang Kapolres AKBP Nowo.

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaannya pada NKRI tidak diragukan lagi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Selain bermaksud silaturahmi, kami juga sepakat untuk menjalin kesepakatan atau kerja sama secara kelembagaan," terang AKBP Nowo.

Kiai Taufiq Hasyim membenarkan bahwa pertemuan kedua pihak menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya, berupa kerja sama tentang penyikapan atas hate speech atau ujaran kebencian.

"Insya Allah, Kamis lusa (24/11) pukul 09:00 WIB kami akan menandatangani kerja sama ini di Mapolres tentang hate speech," tetang Kiai Taufiq. (Khairul Anam/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kyai, Santri, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 21 Februari 2018

Kader IPNU Jember Ini Raih Juara Pertama Cipta Roket

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Warga NU Jember layak berbangga terhadap sosok pemuda yang satu ini. Pasalnya, Koordinator Jaringan Komunikasi Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU Politeknik Negeri Jember Andi Kurniawan menyabet juara pertama dalam lomba Roket Muatan dan Roket Indonesia, Komurindo-Kombat 2016 yang berakhir Sabtu (27/8).

Andi bersama dua rekannya merupakan tim yang mewakili Politeknik Negeri Jember untuk ajang yang digelar di Lembaga Penerbangan Antariksa, Pameung Peuk, Garut. Sebelum mengikuti ajang itu, tim harus berjuang menjuarai lomba di tingkat provinsi hingga akhirnya lolos ke putaran final bersama 36 tim lainya dari perguruan tinggi negeri se-Indonesia.

Kader IPNU Jember Ini Raih Juara Pertama Cipta Roket (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU Jember Ini Raih Juara Pertama Cipta Roket (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU Jember Ini Raih Juara Pertama Cipta Roket

"Alhamdulillah, berkat doa teman-teman kami bisa juara," ucap Andi kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru via saluran telepon seluler.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mahasiswa semester 3 Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Negeri Jember itu mengaku senang bisa merengkuh gelar juara dalam ajang bergengsi tersebut. Roket buatan timnya yang dinamai IR SKY 64 itu mampu memikat perhatian juru dan penonton.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurutnya, semangat yang diberikan rekan-rekannya di IPNU cukup membuatnya yakin untuk melakukan yang terbaik demi almamaternya. Andi juga mengimbau agar siapapun tak perlu berkecil hati untuk mengikui ajang nasional meski yang terlibat adalah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

"Jangan pernah berkecil hati, misalnya karena kita berasal dari Poltek. Kita minder. Jangan. Semua manusia punya kemampuan, tinggal dikembangkan saja," urainya.

Sementara itu, Pengurus IPNU Jember Muhammad Ardi Wiranata menyatakan bangga atas pretasi yang diraih rekannya itu. Menurutnya, Andi adalah sosok yang sangat disiplin dalam belajar dan berorganisasi di IPNU.

Sejak awal, kata Ardi, pemuda asal Kabupaten Kediri itu cukup aktif dalam organisasi. "Saya ucapakan selamat atas Ardi dan tim Politeknik Negeri Jember yang telah berhasil menjadi juara," ucapnya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah, Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 20 Februari 2018

Presiden Iran Disambut Sholawat Badar

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru
Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinedjad tiba di gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada pukul 09.00 WIB. Dengan pengawalan ketat presiden langsung memasuki ruang pertemuan lantai 8 dan disambut hangat oleh Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi bersama hampir semua jajaran pengurus besar NU baik Musytastar, Syuriah dan Tanfidziyah, ditambah perwakilan dari lajnah, lembaga, dan badan otonom NU, juga delegasi dari pengurus wilayah NU seluruh Indonesia.

Sholatullah salamullah. ’ala thoha rosulillah. Sholatullah salamullah ’ala yasin habibillah,” begitu para kiai menyambut kedatangan presiden Iran. Kalimat itu disebut sebagai Sholawat Badar yang pada masa lalu digunakan oleh warga pesantren untuk membakar semangat juang melawan penjajahan. Sholawat Badar adalah Sholawat perang.

Ketua PBNU KH. Hasyim Muzadi sebelum menyampaikan sambutannya kontan menyebutkan salah potongan salah satu ayat al-Qur’an: ”Walillahi junudussamawati wal ’ardl. Wakanallahu azizan hakima” (Bahwa Pasukan langit dan bumi itu kepunyaan Allah. Allah Mahamulia dan Bijaksana: Red).

Hasyim menyatakan, kunjungan para ulama, presiden Iran dan segenap rombongan ke PBNU adalah untuk bersilaturrahmi sembari menegaskan kembali bahwa program nuklir di Iran adalah untuk kepentingan pengembangan teknologi. Kepada PBNU, sebelumnya, pihak Iran menyatakan, program nuklir Iran tidak ada kaitannya dengan penciptaan senjata berat.

”Setelah ada penjelasan seperti itu maka tidak ada lain bagi PBNU kecuali berpendapat bahwa pengembangan energi nuklir adalah hak semua negara yang berdaulat. Indonesia pun berhak mengembangkan energi nuklir. Tidak ada satu negara pun yang berhak untuk menghalangi pengembangan teknologi. PBNU memberikan dukungan moral kepada Iran,” demikian hasim membacakan sambutannya.

Hasyim menyatakan, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak memusuhi negara manapun termasuk Amerika, Inggris, dan Australia. ”Kita tiak benci Amerika, wong banyak anggota kita yang lulusan sana. Kita hanya memusuhi kesewenang-wenangan, keserakahan dan hegemoni yang mereka paksakan,” kata Hasyim. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Aswaja, Santri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Presiden Iran Disambut Sholawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Iran Disambut Sholawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Iran Disambut Sholawat Badar

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Konsep Islam Nusantara terus diperbicangkan oleh akademisi, mahasiswa dan publik. Sebagai gagasan, Islam Nusantara harus dikokohkan dengan konstruksi epistemik dan metodologi agar dapat diterima publik muslim internasional.

Hal ini terekam dalam diskusi yang dihadiri oleh Prof. Dr. Masdar Hilmy dari UIN Sunan Ampel Surabaya, peneliti Islam Nusantara Munawir Aziz, dan Pradana Boy ZTF dari UMM Malang.

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Perlu Kokohkan Metodologi

Agenda ini diselenggarakan di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (7/9) atas prakarsa Perpustakaan UIN Surabaya, Mitra Firdaus, dan Penerbit Mizan. Dalam diskusi ini, mereka membahas buku Islam Nusantara: dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan (Mizan, 2015) dan Islam Berkemajuan (Mizan).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam diskusi ini, Munawir Aziz menjelaskan tentang sisi-sisi penting dari gagasan Islam Nusantara. "Islam Nusantara itu menjadi produk pengetahuan yang berakar pada tradisi masyarakat di negeri ini. Nusantara tidak sekadar konsep geografis, namun juga strategis dan ideologis," jelas Munawir.

Menurutnya, Islam Nusantara menjadi tawaran alternatif gagasan bagi publik muslim internasional di tengah konflik Timur Tengah dan kekacauan Turki.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara Prof Dr Masdar Hilmy menjelaskan bahwa Islam Nusantara perlu diteruskan dengan menjelaskan teori dan epistemologinya. "Harus ada kiai-kiai dan akademisi NU yang fokus untuk membangun gagasan Islam Nusantara. Dengan demikian, Islam Nusantara menjadi konsep yang jelas dan dapat diterima publik internasional," terangnya.

Prof Masdar Hilmy adalah santri Kiai Mashum Lasem dan merupakan Asisten Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel.

Dalam diskusi ini, mereka membahas sinergi Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan yang dapat menjadi gagasan strategis bagi masyarakat muslim negeri ini. Islam Nusantara yang berkemajuan, inilah yang menjadi penerus gagasan untuk Islam yang damai, moderat, ramah dan toleran. (Firdaus/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Fragmen, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Terbaru

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Brebes, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU dengan menggunakan fasilitas gadget mampu menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Lewat program Pilihanku, selama setahun ini Mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget, para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Dalam refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Nia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu merubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.?

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoaks tentang KB,” pujinya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS saja tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.?

Kusnia yang juga Ketua 2 Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dipersilahkan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk mensukseskan program KB.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sebab, BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurang 65 ribu PLKB. “Kehadiran Motivator di tengah-tengan masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.?

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU, karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.?

Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota PC Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama hanya mensosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB. Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu.

Sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensive. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK dan dasa wisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk melakukan ajakan ber KB. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru PonPes, Sejarah, Habib Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 18 Februari 2018

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat sebagai cabang pemekaran baru sangat membutuhkan perhatian PBNU agar NU dapat berkembangan dengan baik. Tabrauw merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong.?

Katib PCNU Kabupaten Tabrauw, Propinsi Papua Barat, ? Adam Yablow (42), kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Senin (3/8/2015) di teras masjid ? Agung Baitul Mukminin mengatakan, PCNU Kabupaten Tabrauw kurang lebih berumur satu tahun. Sebelumnya bergabung dengan PCNU Sorong. Kabupaten Tabrauw ini dibentuk berdasarkan UU RI Tahun 2008 Nomor 56 ? dan diresmikan Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.?

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tabrauw Hasil Pemekaran di Papua Barat Butuh Perhatian

"Tabrauw sendiri dari Sorong dapat ditempuh lewat laut selama 6-7 jam perjalanan dan 4 jam lewat darat. Sedangkan dari Sorong ke Surabaya lewat udara mencapai 3 jam perjalanan. Meski cukup berat tantangannya, kami tidak pernah berhenti mengembangkan Nadhlatul Ulama di tanah Papua ini. Sekalipun hingga kini belum memiliki apa-apa, baik kantor organisasi, sekolah maupun aset lainnya, tapi tetap optimis NU dapat berkembangan Tabrauw ini," kata Adam.? Adam Yeblow sendiri adalah muallaf yang masuk Islam di usia 30 tahun. Lahir di Tabrauw empat puluh dua tahun lalu, kini dikarunia dua putri. Satu masih belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan satu lagi di MTs yang berada di Kabupaten Sorong.?

Adam menceritakan, saat kembali memeluk Islam, sempat empat kali dipukuli badannya, diputar kepala ke bawah dan kaki ke atas. Mereka disiksa oleh aparat yang berbeda keyakinan. Selama satu bulan lamanya Adam wajib melaporkan ke kantor aparat keamanan untuk dimintai keterangan, kenapa masuk Islam.?

"Tahun 1993 saya sudah ada niat kembali menyakini Islam. Namun ? masih kuat ancaman dari pihak yang tidak senang saya kembali Islam. Selama hampir 20 tahun saya menjaga jarak dalam kegiatan keagamaan yang sebelumnya saya anut dan juga tidak terlihat aktif pada kegiatan keagamaan Islam. Tapi tahun 2002 sudah bertekad masuk Islam," kata Adam yang tahun 2010 diangkat menjadi PNS di Kabupaten Tabrauw di Satpol PP.

Adam sendiri menyelesaikan pendidikan di SMA ? Anu Beta Tuba (Mari Kita Membangun Bersama) tahun 1991. Ayahnya sudah wafat sejak kecil, sedangkan ibunya wafat ketika Adam berusia 20 tahun.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Adam, kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw selama ini berjalan baik dan saling menghormati. Dengan jumlah penduduk sekitar 12,5 ribu jiwa, populasi umat Islam sebesar 40 persen. Sisanya, 60 persen terdiri Katolik, Prostestan, Adven dan Pantekosta.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Bukti toleransi kehidupan beragama di Kabupaten Tabrauw, ketika pawai lebaran misalnya, yang ikut pawai bukan hanya umat Islam saja, tapi saudara-saudara kita non-muslim pun turut serta," kata Adam.?

Bagi masyarakat Papua sendiri, beda keyakinan (agama) tersebut tidak menjadi masalah. Seperti peristiwa yang terjadi di Tolikara, saya yakin karena adanya pihak dari luar Tolikara yang memicunya. Masyarakat Tolikara sendiri tidak mungkin melakukan itu, tambah Adam. ? (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kiai, Berita, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 17 Februari 2018

Al-Quran Banyak Berisikan Maulid para Nabi

Karanganyar, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Siapa bilang maulid nabi tidak ada dasarnya? Dalam Al Qur’an terdapat banyak sekali maulid (kisah) para Nabi. Banyak ayat yang menerangkan kisah maulid, diantaranya Nabi Musa, Maulid Nabi Sulaiman, dan Maulid Nabi Zakaria.

“Kalau diteliti pasti ada. Bukan tidak ada, tapi kalau hanya dilihat teksnya saja tidak akan kelihatan,” terang Rais A’am Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Selasa (2/5) lalu, di Pesantren Al-Inshof Plesungan Karanganyar.

Al-Quran Banyak Berisikan Maulid para Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Banyak Berisikan Maulid para Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Banyak Berisikan Maulid para Nabi

Keterbatasan akal dalam memahami teks Qur’an, menjadi salah satu penyebab kesalahan dalam menafsirkannya. Dijelaskan oleh Habib Luthfi, Al-Quran dapat diibaratkan sebagai lautan yang luas, sedangkan akal manusia seumpama hanya seujung rambut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Jadi akal yang masuk Al-Qur’an, bukan Al-Quran yang dimasukkan ke akal,” tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mursyid Thariqah itu mencontohkan kisah Nabi Sulaiman as dengan Burung Hud-Hud. Burung Hud-Hud mengabarkan bahwa ia baru terbang dari sebuah tempat, yakni Kerajaan Saba’. Kabar dari seekor burung, yang tak berakal, dipercayai oleh Nabi Sulaiman.

Pun ketika Nabi Sulaiman hendak memindahkan singgasana milik Ratu Kerajaan Saba’, Bilqis. Salah seorang dari pasukannya yang juga seorang waliyullah, Ahsif bin Balya, menyanggupi perintah tersebut hanya dalam hitungan kejapan mata. Dua hal tersebut, apabila dicerna hanya dengan akal, tentu tidak dapat dipercaya.

Selain menerangkan tentang Maulid, seperti biasa Habib juga memberikan wejangan untuk selalu menjaga NKRI dan UUD 1945. Hal tersebut selaras dengan tema yang diusung, “Dengan Maulid Nabi saw, Kita Tingkatkan Karakter Bangsa, Demi Persatuan dan Kesatuan NKRI”.

Pada kesempatan itu, Habib Luthfi menandatangani peresmian Gedung Kanzus Sholawat yang didirikan di kompleks Pesantren Al-Inshof, disaksikan Wakil Bupati dan Kapolres Karanganyar, serta ribuan jamaah yang hadir.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 16 Februari 2018

Imron Nafifah Pimpin Fatayat NU Blitar

Blitar, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Forum konferensi cabang Fatayat NU Blitar mengamanahkan Ketua PAC Fatayat NU Gandusari, Imron Nafifah untuk memimpin pemudi NU Blitar. Konferensi yang berlangsung di SMP Miftahul Huda, Gogodeso, Kanigoro, Blitar, Selasa (12/8), menitipkan program kerja Fatayat NU Blitar untuk masa bakti selanjutnya kepada Imron, Ketua KPUD Blitar ini.

Ani Mutmainnah dari Fatayat NU Jawa Timur membacakan penetapan Imron Nafifah sebagai Ketua Fatayat NU Blitar. Sementara Ketua Fatayat NU sebelumnya Siti Royanah mengatakan, “Kami berharap dengan terpilihnya Imron ini Fatayat NU Blitar ke depan akan lebih baik.”

Imron Nafifah Pimpin Fatayat NU Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)
Imron Nafifah Pimpin Fatayat NU Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)

Imron Nafifah Pimpin Fatayat NU Blitar

Kami, kata Royanah, akan mendukung semua aktifitas yang akan dilakukan organisasi, khususnya beberapa program rintisan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai mendoakan, “Dengan segala kemampuan, selaku orang tua, kami akan mendukung dan berdoa semoga Fatayat lebih jaya lagi dan barokah.” (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tegal, Sejarah, Tokoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 15 Februari 2018

Perihal Maaf-Memaafkan

Oleh Fathoni Ahmad

Momen Idul Fitri atau Lebaran dimanfaatkan oleh umat Islam di Indonesia untuk melestarikan tradisi silaturrahim. Dalam tradisi lebaran di Indonesia, silaturrrahim tidak hanya dijadikan sarana mengunjungi keluarga, sanak saudara, dan handai taulan, tetapi juga menjadi momen penting di mana manusia yang tidak luput dari salah dan dosa untuk saling maaf-memaafkan.

Perihal Maaf-Memaafkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Maaf-Memaafkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Maaf-Memaafkan

Dengan kata lain, silaturrahim ini menuntut upaya maaf-memaafkan. Muhammad Quraish Shihab (Membumikan Al-Qur’an, 1999) memberikan petunjuk terkait dengan sikap yang perlu dilakukan manusia dalam menghadapi seseorang yang melakukan kesalahan. Jika merujuk pada Qur’an Surat Ali Imran ayat 134, akan ditemukan bahwa seorang Muslim yang bertakwa dituntut atau dianjurkan untuk mengambil paling tidak satu dari tiga sikap dari seseorang yang melakukan kekeliruan terhadapnya, yaitu menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik terhadapnya.

“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 134)

Lain halnya ketika seseorang yang menekadkan diri untuk tidak berbuat baik kepada yang berbuat salah kepadanya. Bahkan ia berani bersumpah untuk tidak berbuat baik terhadap seseorang yang melakukan kesalahan kepadanya. Maka Al-Qur’an menganjurkan agar ia memaafkan dan melakukan apa yang diistilahkan oleh Al-Qur’an dengan al-shafeh. Hal ini seperti yang diterangkan dalam Surat An-Nur ayat 22:

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Dari kedua ayat yang dikutip di atas, dapat dipahami bahwa sebenarnya ada tingkatan yang lebih tinggi daripada sekadar memberi dan meminta maaf (dijelaskan di bagian akhir tulisan ini). Hal tersebut akan terlihat jelas ketika seseorang memahami apa itu istilah maaf. Kata maaf? berasal dari Al-Qur’an al-afwu yang berarti menghapus, karena yang memaafkan menghapus bekas-bekas luka di hatinya, begitu pandangan Quraish Shihab.

Hal itu bisa ditegaskan bahwa bukan memaafkan namanya jika masih tersisa bekas luka di hati dan jika masih ada dendam yang membara dalam hatinya. Boleh jadi ketika itu apa yang dilakukannya baru sampai pada tahap menahan amarah. Artinya, jika manusia mampu berusaha menghilangkan segala noda atau bekas luka di hatinya, maka dia baru bisa dikatakan telah memaafkan orang lain atas kesalahannya.

Oleh karena itu, syariat secara prinsip mengajarkan bahwa seseorang yang memohon maaf atas kesalahnnya kepada orang lain agar terlebih dahulu menyesali perbuatannya, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, serta memohon maaf sambil mengembalikan hak yang pernah diambilnya. Kalau berupa materi, maka materinya dikembalikan, dan kalau bukan materi, maka kesalahan yang dilakukan itu dijelaskan kepada yang dimohonkan maafnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Penulis kira hal demikian juga yang menjadi syarat bertaubat seorang hamba kepada Tuhannya. Taubat menuntut penyesalan yang mendalam atas segala salah, khilaf, dan dosa yang diperbuat seorang hamba. Esensi taubat juga bukan hanya satu arah saja, yakni hubungannya dengan Tuhan, tetapi juga mengubah perilaku sosialnya di tengah masyarakat menjadi laku yang positif. Bahkan dalam urusan meminta ampunan kepada Allah atas segala kesalahannya kepada orang lain, Allah tidak akan mengampuni jika yang bersangkutan belum meminta maaf kepada orang tersebut. Jadi, keseimbangan hidup di bumi perlu diperhatikan ketika ingin memperoleh kebaikan di langit.

Terkait dengan kesalahan ini, kenyatannya memang tidak mudah menyampaikannya kepada orang yang telah kita sakiti. Apalagi jika kesalahan tersebut sebelumnya tidak diketahui orang yang kita sakiti, biasanya dalam bentuk fitnah. Mungkin bukannya maaf yang kita terima tetapi justru kemarahan dan putus hubungan. Dalam hal ini, Quraish Shihab mengungkapkan doa yang dibaca Nabi Muhammad kala menghadapi situasi di atas:

Rasulullah SAW mengajarkan doa: “Ya Allah, sesungguhnya aku memiliki dosa kepada-Mu dan dosa yang kulakukan kepada makhluk-Mu. Aku bermohon Ya Allah, agar Engkau mengampuni dosa yang kulakukan kepada-Mu serta mengambil alih dan menanggung dosa yang kulakukan kepada makhluk-Mu.”

Dalam doa Nabi tersebut tersirat bahwa diharapkan dosa-dosa yang dilakukan terhadap orang lain yang telah dimohonkan maaf kepada yang bersangkutan akan diambil alih oleh Allah walaupun yang bersangkutan tidak memaafkannya. Pengambilalihan tersebut antara lain dengan jalan Allah memberikan kepada yang bersangkutan ganti rugi berupa imbalan kebaikan dan pengampunan dosa-dosanya. Tentu hal ini kembali kepada Allah, Sang Maha Pengendali segala sesuatu.

Maaf tingkat tinggi

Maaf-memaafkan tidak terlepas dari dampaknya terhadap kehidupan yang luas di tengah masyarakat. Meminta maaf membutuhkan sikap ksatria untuk mengakui segala kesalahannya kepada orang lain. Hal ini berangkat dari diktum bahwa meminta maaf tak semudah memberi maaf. Namun tidak lantas bahwa memberi maaf juga persoalan mudah, karena ia menuntut kelapangan dada untuk menerima maaf orang yang pernah menyakiti hatinya.

Mengingat dalamnya arti meminta dan memberi maaf, sebuah pertanyaan terlontar, adakah yang lebih tinggi tingkatannya daripada maaf (al-afwu)? Al-Qur’an mengajarkan bahwa dalam maaf-memaafkan butuh sikap ksatria dan kelapangan dada, ini benang merah yang dapat ditarik. Quraish Shihab menerangkan, tingkatan yang lebih tinggi dari al-afwu adalah al-shafhu. Kata ini pada mulanya berarti kelapangan.

?

Lebih jauh, Pakar Tafsir Al-Qur’an itu menjelaskan, dari al-shafhu dibentuk kata shafhat yang berarti lembaran atau halaman, serta mushafahat yang berarti berjabat tangan. Seseorang melakukan al-shafhu seperti anjuran ayat yang dipaparkan di awal, dituntut untuk melapangkan dadanya sehingga mampu menampung segala ketersinggungan serta dapat pula menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru, inilah esensi dari Hari Raya Lebaran atau Idul Fitri.

Mengutip Al-Raghib Al-Asfahaniy, seorang pakar bahasa Arab dan Al-Qur’an, Quraish Shihab menyatakan bahwa al-shafhu yang digambarkan dalam bentuk berjabat tangan itu, lebih tinggi nilanya daripada memaafkan. Bukankah masih ada satu-dua titik yang sulit bersih dalam lembaran yang salah walaupun kesalahannya telah dihapus? Atau bukankah lembaran yang telah ternoda walaupun telah bersih kembali tidak sama dengan lembaran yang baru?

Dari renungan-renungan tersebut, dapat ditarik esensi bahwa membuka lembaran baru merupakan langkah yang sangat penting. Sama signifaknnya ketika masing-masing orang yang terlibat dalam sebuah kesalahan untuk menutup lembaran lama. Sehingga hakikat Idul Fitri (kembali kepada kesucian) dapat diraih sebagai wujud peneguhan sikap ihsan, karena itulah yang paling disukai Allah. Wallahu a’lam bisshowab.

Penulis adalah Pengajar di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Islam, Nasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

SMK NU Jogoroto Biasakan Siswa Shalat Dhuha Sebelum Masuk Kelas

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sekolah Menengah Kejuruan Nahdhatul Ulama’ (SMK NU) 01 Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur membiasakan siswa-siswanya shalat dhuha berjamaah sebelum masuk kelasnya masing-masing.

Tia Fatmah, Staf Tata Usaha (TU) sekolah ini mengatakan, budaya tersebut dibangun atas kesadaran mereka sendiri. “Sebelum masuk kelas kita biasakan mereka shalat dhuha terlebih dahulu, meskipun tidak gampang membiasakan kegiatan ini, namun alhamdulillah pada saat ini sudah terbiasa atas kesadaran sendiri. Dan yang menjadi imam shalat ya dari salah satu di antara mereka sendiri,” katanya kepada NU online saat ditemui di kantornya. Selasa (20/10).

SMK NU Jogoroto Biasakan Siswa Shalat Dhuha Sebelum Masuk Kelas (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Jogoroto Biasakan Siswa Shalat Dhuha Sebelum Masuk Kelas (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Jogoroto Biasakan Siswa Shalat Dhuha Sebelum Masuk Kelas

Tia, demikian panggilan akrabnya menambahkan, bahwa tujuan kegiatan rutunitas itu sebagai upaya meningkatkan amaliah keagamaan peserta didiknya dan membangun ciri khas di lembaga pendidikan itu. Upaya tersebut diharapkan terus dikembangkan dan dilakukan dengan istiqomah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Biar mereka tenang pikiran dan hatinya sebelum masuk kelas, selain itu kan siswa di sini beragam asalnya, ada yang dari pondok dan juga dari kampung, mungkin yang dari pondok kegiatan seperti ini sudah biasa, namun siswa yang dari kampung otomatis harus melebur juga,” tandasnya.

Selain itu dibudayakan juga ketertiban dalam melaksanakan shalat dhuha berjamaah dari masing-masing siswa, mereka harus shalat pada waktu yang sudah ditentukan sekolah kecuali yang berhalangan syar’i. “Sekitar pukul 07.00 WIB mereka sudah bergegas untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PC NU Jombang ini baru diresmikan pada bulan Juli 2015 lalu oleh Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko dan Wakil Gubernur Jatim, H Syaifullah Yusuf. Pada angkatan pertama sekolah ini menampung sejumlah 30 siswa dengan jurusan yang sama, yakni farmasi. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Budaya, Habib Ustadz Felix Siauw Terbaru

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyatakan keprihatinannya atas karut-marutnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan meminta semua pihak yang terkait bertanggung jawab atas permasalahan ini.?

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

“Sebaiknya tidak mencari kambing hitam dengan hanya menyalahkan satu pihak, tetapi bagaimana menyelesaikan persoalan ini tanpa politisasi,” katanya.

Marsudi, setuju dengan pendapat Taufik Kiemas bahwa Mendikbud M Nuh tidak perlu mundur dari jabatannya, karena kendala yang dialami merupakan kendala teknis.

“Untuk itu, perlu didalami persoalannya dan diinvestigasi secara menyeluruh sehingga diperoleh hasil yang komprehensif,” tuturnya.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia juga menyoroti kenapa anggaran untuk pencetakan naskah Ujian Nasional baru disetujui pada 22 Februari 2013, yang merupakan waktu yang sudah sangat mepet, sementara proses tender percetakan juga baru boleh dilakukan setelah anggaran keluar.

“Hal-hal seperti ini harus ditelusuri sampai ke DPR yang memberikan persetujuan anggarannya,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 14 Februari 2018

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu

Oleh M. Abul Fadlol AF

--Cerita tentang penciptaan Adam dan Hawa yang diproduksi oleh Tuhan dalam al-Qur’an berfungsi sebagai pemutus lingkaran tasalsul. Berangkat dari pertanyaan, siapakah yang lebih dahulu tercipta, apakah Adam atau Hawa?

Secara ilmiah, pertanyaan ini sulit dijawab. Sama halnya ketika ditanya, mana yang lebih dahulu, antara telur dan ayam. Tuhan kemudian memutus rantai ini dengan menjelaskan bahwa proses penciptaan awal dilakukan secara vegetatif dengan Adam sebagai titik awalnya.

Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam, seperti halnya perkembangbiakan pohon singkong dengan bagian tubuh singkong itu sendiri. Baru kemudian, setelah hawa tercipta dari proses vegetatif, hukum ilmiah perkembangbiakan generatif berlaku (QS. Al-Nisa’ : 1).

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tulang Rusuk Nabi Adam Itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tulang Rusuk Nabi Adam Itu

Jika cerita dalam al-Qur’an mengandung sebuah pesan. Apa pesan Tuhan kepada manusia tentang metode penciptaan ganda ini?

Seringkali, cerita penciptaan vegetatif Adam dan Hawa ini dijadikan landasan untuk membangun sistem peradaban patriarkhi. Yaitu peradaban yang memposisikan laki-laki jauh lebih unggul dari perempuan. Alasannya, karena Adam tercipta lebih dahulu. Namun, ini adalah alasan yang cukup lucu.

Pada dasarnya, hukum patriarkhi hanya berlaku atas penciptaan secara vegetatif. Dalam hal ini, patriarkhi hanya berlaku atas Adam dan Hawa. Karena dalam sejarah teologi, hanya kedua manusia itulah yang mengalami perkembangbiakan secara vegetatif. Namun, jika kita lahir dari proses generatif, maka hukum patriarkhi itu tidak berlaku. Karena secera generatif, terdapat sinergitas proses penciptaan yang tidak terpisahkan antara sel sperma laki-laki dan ovum perempuan. Jika peradaban patriarkhi dilandaskan atas cerita penciptaan Adam dan Hawa, maka sungguh, peradaban itu mendeklarasikan dirinya seperti pohon singkong. Mereka yang lebih mengunggulkan laki-laki atas perempuan, sama halnya mengklaim dirinya lahir dari batang singkong, bukan rahim perempuan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Terdapat hikmah yang bijaksana terkait penciptaan vegatatif Adam dan Hawa. Kenapa Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam? Jawabannya : Jika Hawa tercipta dari tulang kaki, maka ia akan menjadi budak yang diinjak-injak. Jika tercipta dari tulang tangan, maka ia adalah buruh yang selalu disuruh. Jika tercipta dari tulang pundak, ia adalah kuli yang memikul beban kaum adami. Namun ia tercipta dari tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru. Ia menjaga nafas dan perasaan sang laki-laki.

Oleh sebab itu, kecenderungan laki-laki adalah mencintai perempuan. Karena perempuan membawa keteduhan atas laki-laki oleh sebab tulang rusuk yang telah dititipkan. Maka wajar, jika pengendali lelaki adalah perempuan.

Bahkan, dalam hadits Nabi, salah satu cobaan terberat laki-laki adalah perempuan dan bukan sebaliknya. Jika dikaitkan dengan jodoh, maka sejatinya jodoh adalah kesesuaian “rusuk”. Mungkin Tuhan telah mematahkan tulang rusuk laki-laki saat ia lahir. Dan menanamkan rusuknya kepada seorang perempuan yang baru lahir pula. Suatu saat, mereka akan dipertemukan. Ya, jodoh adalah proses pencarian tulang rusuk. Laki-laki yang mencari rusuknya dan perempuan yang mencari pemilik asalnya. Dan benarlah kata sebuah lirik lagu, “Jika memang dirimulah tulang rusukku, kau akan kembali pada diri ini” – Gieshel.

Datangnya Islam ke jazirah Arab, salah satunya untuk mengemban misi penyelamatan harkat dan martabat perenpuan. Metode yang digunakan adalah bertahab. Dari yang dianggap barang dagangan dan hewan, menjadi “barang” perhiasan. Dari yang tidak mendapatkan apa-apa, sehingga mendapatkan warisan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sampai puncaknya, deklarasi nabi dengan menyebut redaksi ummi sebanyak tiga kali. Jika nabi pernah berkata : Innal-ulama’a waratsatul-anbiya’ (Sesungguhnya ulama’ adalah pewaris para nabi), maka setiap dari kita berpotensi menjadi seorang ulama’, dengan meneruskan misi-misi nabi itu. Salah satu misi tersebut adalah menjaga dan meningkatkan harkat dan martabat perempuan dalam sendi peradaban. Bukan malah membenamkannya. Dengan kata lain, indikator ketaatan kita terhadap al-Qur’an dan nabi, dipandang dari sejauh mana kita mampu menghargai perempuan sama seperti kita menghargai diri sendiri.

Tuhan tidak menciptakan laki-laki dan perempuan untuk saling menguasai, melainkan saling melengkapi. Cukuplah sejarah patriarkhi Arab menjadi simbol peradaban yang buruk. Al-Qur’an telah mengajarkan kesetaraan hak, kewajiban dan derajat diantara keduanya. Menindas perempuan berarti menindas khittah al-Qur’an. Apalagi jika penindasan itu dilandasi dengan ayat-ayat al-Qur’an itu sendiri. Haafidzuu, saling menjagalah kalian. Dalam kaidah sharaf bermakna li al-Musyarakah baina al-Syakhshain (saling menjaga diantara dua orang). Saling menjaga hak, kewajiban serta derajat yang sama. Tugas memahami dan mengerti adalah tugas bersama. Hapuskan patriarkhi, peradaban singkongistik. Maha suci Tuhan yang menciptakan dua adalah satu dan satu adalah dua.

 “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan adalah saudara” – H.R Aisyah R.A.

 

M. Abul Fadlol AF, Ketua Umum di Himpunan Alumni Pondok Pesatren al-Sa’adah (Himasa) Jatirogo, Tuban, Mahasiswa Tafsir-Hadits UIN Walisongo Semarang

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

China Tekan Muslim Uighur, Pasang Bendera di Mihrab

Xinjiang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pemerintah China meningkatkan tekanannya pada Muslim Uighur dengan memasang bendera di mihrab masjid di China Barat, langkah yang dikecam oleh para aktifis sebagai upaya untuk mendapatkan kesetiaan yang teguh kepada Beijing diatas keyakinan mereka.?

“Mereka pada intinya mengatakah bahwa bendera itu lebih tinggi dari agama,” kata Ilham Tohti, pembela terkemuka hak-hak Muslim Uighur kepada Al Jazeera Rabu (18/9).

China Tekan Muslim Uighur, Pasang Bendera di Mihrab (Sumber Gambar : Nu Online)
China Tekan Muslim Uighur, Pasang Bendera di Mihrab (Sumber Gambar : Nu Online)

China Tekan Muslim Uighur, Pasang Bendera di Mihrab

“Mereka menempatkan bendera ditempat yang sangat sensitif dalam masjid.”

Dengan jutaan Muslim yang sholat menghadap ke Ka’bah di Makkah, Tohti mengatakan bahwa hukum dan otoritas China meminta kesetiaan yang teguh kepada Beijing.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Karena itu, dia mengkritik gerakan ini sebagai upaya untuk “mendilusi lingkungan keagamaan” di area, dimana minoritas Uighur seringkali mengeluh represi etnis dan keagamaan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Otoritas China melakukan pembatasan yang ketat terhadap Muslim Uighur untuk mempraktekkan agamanya. Pembatasan itu meliputi pelarangan wanita Muslimah untuk memakai hijab di tempat publik.

Pihak berwenang juga melarang siswa dibawah usia 18 tahun menjalankan puasa Ramadhan. Pembatasan juga dilakukan pada Muslim yang mencoba beribadah di masjid.

Muslim Uighur merupakan minoritas sebanyak 8 juta yang menggunakan bahasa Turki yang berada di wilayah barat laut Xinjiang.

Xinjiang, yang oleh para aktifis disebut Turkestan timur, telah memiliki otonomi sejak 1955 tetapi terus menjadi subyek penindakan keamanan besar-besaran oleh otoritas China.

Kelompok HAM menuduh pemerintah China melakukan represi agama atas nama kontra terorisme.

Muslim menuduh pemerintah menempatkan jutaan etnis Han dalam wilayah mereka dengan tujuan akhir untuk menghapus identitas dan budaya.

Para analis menilai kebijakan mentransfer suku Han ke Xinjiang merupakan upaya mengkonsolidasikan otoritas Beijing dengan meningkatkan proporsi suku Han dari lima persen pada tahun 1940-an menjadi lebih dari 40 persen sekarang.?

Melindungi bisnis

Para analis melihat pembatasan kegiatan keagamaan yang baru ini merupakan upaya Beijing untuk memastikan keamanan bisnisnya bisa menerobos Asia Tengah.

“China membuka hubungan luar negerinya ke Barat,” kata Tohti.

“Mereka berharap tidak ada masalah ketika mereka memperluas pengaruhnya, khususnya di Xinjiang. Mereka khawatir timbulnya bahaya ini.”

? Upaya China untuk mengamankan kondisi dalam wilayah ini merupakan kunci dari upaya ekonominya.

Pemerintah Beijing juga melakukan tindakan keras pada Uighur yang oleh mereka disebut separatis.

? Akhir Agustus lalu, paling tidak 12 Muslim Uighur dibunuh dalam serangan di Xinjiang barat yang meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 34.

Pada April, 21 orang dibunuh dalam bentrokan di bagian Xinjiang yang sangat didominasi oleh etnis Uighur, dekat jalur sutra kuno, kota Kasghar.

Ibukota Xinjiang, Urumqi, juga terjadi kekerasan yang mematikan pada Juli 2009 ketika Muslim Uighur menunjukkan penolakan atas pembatasan yang dilakukan pemerintah di wilayah mereka, paling tidak 184 orang tewas.

? Pada hari-hari berikutnya, massa dari etnis Han memenuhi jalanan dan melakukan balas dendam sehingga terjadi kekerasan etnis terburuk yang pernah terjadi di China selama beberapa dekade.

Otoritas China menghukum sekitar 200 orang, sebagian besar orang Uighur, atas kekerasan tersebut dan 26 diantaranya dihukum mati.

Beijing melihat bahwa wilayah Xinjiang yang luas merupakan aset tak ternilai karena lokasi yang sangat strategis dekat Asia Tengah dan memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar.

Meskipun semua upaya telah dilakukan, Muslim Uighur melihat bahwa China hanya akan berhasil menumbuhkan perdamaian dengan melindungi kebebasan Muslim Uighur.

“Jika China benar-benar percaya bahwa Uighur merupakan bagian dari negara tersebut, maka harus bertanggung jawab pada mereka,” kata Tohti.

“Orang Uighur miskin dan tidak memiliki hak. Pemerintah China harus meningkatkan standar hidup mereka.” (onislam.net/mukafi niam)

Foto: Onislam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama, Nusantara, Doa Ustadz Felix Siauw Terbaru

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) ternyata tidak hanya memberikan hewan kurban kepada yang masih hidup, tetapi juga menghadiahkan hewan tersebut kepada para pendiri Muslimat NU yang telah wafat. Inisiatif ini dilakukan setiap tahun pada momen Idul Adha.

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua II PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj saat melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban, Ahad (3/9) di Kantor PP Muslimat NU Pengadegan, Jakarta Selatan.?

“Setiap tahun, kami meng-idhohiq-kan atau menghadiahkan hewan kurban kepada para pendiri Muslimat NU,” jelas Nurhayati.

Menurut istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, dengan melakukan inisiatif menghadiahkan hewan kurban kepada yang sudah meninggal menunjukkan bahwa kegiatan berkurban tidak hanya menjadi sarana silaturrahim para pengurus yang masih hidup, tetapi juga dengan yang sudah meninggal.

“Kegiatan kurban Muslimat NU mempunyai tiga tujuan, pertama silatul ‘amal, kedua silaturrahim para pengurus, ketiga silaturruh dengan para pendiri Muslimat yang sudah meninggal dunia,” terangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menjelaskan, silaturrahim bermuwajahah sesama pengurus. Silatul amal, persamaan persepsi atau kerja sama yang baik. Sedangkan silaturruh hubungan batin antara pengurus Muslimat NU yang masih hidup dengan yang sudah wafat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Idul Adha 1438 H tahun 2017 ini, PP Muslimat NU berkurban 16 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah sapi dan kambing tersebut terkumpul atas kontribusi sejumlah pihak.

Nurhayati menerangkan, sapi dan kambing tersebut berasal dari keluarga Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, keluarga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, keluarga Anna Muawanah, keluarga Bapak Tasrif, ibu-ibu Muslimat NU, dan keluarga besar Kementerian Sosial RI.

Ia berharap, semoga hewan kurban di tahun depan makin bertambah banyak sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Melalui ribuan kupon, kami membagikan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga di sekitar Kantor Muslimat,” ujar Nurhayati.

Kegiatan pemotongan hewan dan pembagian daging kurban ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Muslimat NU di tingkat pimpinan pusat dengan melibatkan sejumlah pemotong hewan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama, Budaya, Amalan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dengan menyitir Surat al-Maun, KH Fahmi Amrullah mengingatkan bahwa menjadi Muslim yang taat dengan mengerjakan shalat secara ajek saja bukan jaminan nanti akan selamat. Bahkan ada ancaman yang bersangkutan adalah pendusta agama.

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Rajin Shalat Saja Bisa Disebut Pendusta Agama

"Di Surat al-Maun disebutkan bahwa pendusta agama adalah mereka yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberikan makan orang miskin," kata Gus Fahmi, sapaan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng ini, Sabtu (25/6) petang.

Penjelasan ini disampaikan saat ia memberikan ceramah pada kegiatan Tebar Hikmah Ramadhan 1437 H yang diselenggarakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) di Masjid Ulul Albab Cukir Diwek Jombang Jawa Timur.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sehingga dalam paparannya, mereka yang shalat sekalipun belum bisa menjamin yang bersangkutan sebagai Muslim yang baik dan dijamin masuk surga. "Apalagi Muslim tapi tidak mengerjakan shalat," sergahnya.

Gus Fahmi kemudian menceritakan ada seorang Yahudi Majusi yang berkenan untuk merawat seorang janda dengan sejumlah anak yang dimiliki. Padahal sebelumnya ada penguasa Muslim yang ternyata menolak untuk memberikan perlindungan kepada janda tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Hingga suatu malam, sang penguasa Muslim bermimpi bertemu Rasulullah yang menyediakan istana di surga," katanya di hadapan ratusan fakir miskin, janda dan duda yang memadati masjid setempat.

Ketika ditanyakan untuk siapa bangunan megah tersebut, Nabi Muhammad SAW menyatakan diberikan kepada mereka yang berkenan untuk membantu para janda dan anak yatim. "Spontan, keesokan harinya ia menemui Yahudi Majusi agar berkenan menyerahkan janda beserta anaknya untuk ditampung di kediamannya," terangnya.

Akan tetapi Yahudi Majusi tersebut menolak permintaan sang penguasa. "Karena semalam saya bermimpi disediakan istana megah di surga lantaran menerima janda dan anak yatim ini," jelasnya. Dan saat itu juga sang Yahudi berikrar menjadi Muslim.

Karena itu yang sangat dibutuhkan umat adalah Muslim yang memiliki kepedulian kepada para fakir miskin dan mereka yang lemah. "Juga mereka yang tidak suka pamer, serta memberikan bantuan dengan sesuatu yang terbaik," ungkapnya.

Tebar Hikmah Ramadhan adalah kegiatan rutin LSPT dengan memberikan sembilan bahan pokok, uang tunai serta menu berbuka kepada sejumlah penghuni panti asuhan, janda dan duda tanpa penghasilan tetap, serta masakin di sekitar pesantren.? Untuk Ramadhan kali ini ada sekitar 1500 paket yang diberikan kepada mereka. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru PonPes, Aswaja Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 13 Februari 2018

Untuk Gerakan Keluar, Fatayat NU Lampung Tengah Kuatkan Internal

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Puluhan pengurus Fatayat NU Lampung Tengah masa khidmah 2013-2018 menggelar rapat koordinasi bulanan di lantai II gedung NU Lampung Tengah Jalan Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Ahad (1/5). Pertemuan bulanan ini dilakukan untuk memperkuat agenda-agenda organisasi ke depan sepanjang satu periode kepengurusan.

Sekretaris Fatayat NU Lampung Tengah Aliyanah mengatakan, manfaat rapat koordinasi ini secara internal adalah memperat tali silaturahmi antarpengurus.

Untuk Gerakan Keluar, Fatayat NU Lampung Tengah Kuatkan Internal (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Gerakan Keluar, Fatayat NU Lampung Tengah Kuatkan Internal (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Gerakan Keluar, Fatayat NU Lampung Tengah Kuatkan Internal

Pada kesempatan ini kita juga mengevaluasi beberapa PAC Fatayat NU di Lampung Tengah yang sudah hampir masa khidmahnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Yang tak kalah penting kita ingin hadirnya Fatayat NU Lampung Tengah bisa memberikan warna, berkontribusi positif untuk pembangunan dan kemajuan di kabupaten Lampung Tengah seperti pencegahan dan penanggulangan narkoba di kalangan pelajar,” kata Aliyanah.

Yang tidak kalah urgen adalah eksistensi Fatayat NU Lampung Tengah untuk terus membentengi masyarakat setempat dari gerakan radikalisme. Kita sengaja terus memperkuat ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) NU,” tambah Aliyanah yang juga mahasiswa Pascasarjana STAIN Metro, Lampung. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Anti Hoax, Budaya, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Siapa Sosok Pahlawan Masa Kini?

Oleh Muhamad Nurdin



Hari pahlawan sudah lewat. Apakah pahlawan itu hadir hanya pada 10 November saja? Kalau begitu, siapakah pahlawan itu? Pertanyaan ini layak kita renungkan. Sebab, kita tahu bahwa pahlawan bukan hanya mereka yang memanggul senjata dalam kancah pertempuran yang hingar bingar dan berpeluh darah.

Siapa Sosok Pahlawan Masa Kini? (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Sosok Pahlawan Masa Kini? (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Sosok Pahlawan Masa Kini?

Kita juga sering mendengar ada ungkapan bahwa guru adalah “pahlawan tanpa tanda jasa”. Sebab mereka yang mengabdikan diri pada profesi ini dalam rangka mencerdaskan anak bangsa itu bernasib seperti lilin yang menerangi keadaan di sekitar, sambil membiarkan panasnya api meluluhkan tubuh. Sebuah pemisalan tentang semangat pengorbanan demi kemajuan generasi penerusnya.

Memang, ada secercah peningkatan kesejahteraan lewat sertifikasi guru, tentunya dengan satu tujuan yaitu meningkatnya profesionalisme guru. Dan itu pun belum semua guru kebagian uang “kadedeuh” dari pemerintah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bila analogi pengorbanan demi kemajuan yang lebih besar ini kita tarik lebih dalam lagi, maka akan kita temukan istilah “pahlawan pembangunan”. Tapi siapakah mereka itu?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kepahlawanan selalu identik dengan perjuangan, tapi tidak setiap perjuangan bermakna kepahlawanan. Kepahlawanan ditentukan oleh situasi dan kondisi. Artinya ada yang diagung-agungkan sebagai pahlawan, tapi boleh jadi sebenarnya bukan. Lalu siapa pahlawan sejati? Dan bagaimana dengan pahlawan masa kini?

Dalam sejarah manusia ditemukan nama-nama tokoh yang pada masanya diagungkan oleh kaumnya tapi tidak oleh kaum yang lain. Sebutlah Hitler dengan doktrin Nazisme. Dia adalah pahlawan di mata bangsa Arya, tapi penjahat di mata bangsa dunia. Fir’aun di mata pengikutnya adalah pahlawan, tapi dimata Bani Israil adalah manusia yang busuk. Eskobar sang raja narkoba di mata penduduk di mana ia dilahirkan adalah pahlawan, meski di mata pemerintah dalah penjahat. Atau sebutlah pangeran Diponegoro di hati rakyat Indonesia dia adalah pahlawan, tapi di mata penjajah dia adalah penghianat.

Sejarah kemanusian pula yang tampaknya menguji apakah ia pahlawan atau bukan. Hitler, Fir’aun, atau Eskobar, nantinya tidak saja bangsa dunia yang kemudian menyebutnya sebagai penjahat, akan tetapi bangsa dan kaumnya sendiri yang mencela. Pangeran Diponegoro, Mahatma Ghandi, Jenderal Sudirman, dan lainnya, akhirnya bukan hanya kita yang mengakuinya sebagai pahlawan akan tetapi orang lain pun mengakui ketokohannya.

Mengapa terjadi demikian? Sebab manusia siapa pun orangnya pada akhirnya tak mampu mengingkari nurani kemanusiaannya sendiri. Setiap manusia akan berpikir merenungkan kembali keputusannya, siapa yang layak ia kagumi. Mereka para pahlawan yang semula dicerca oleh anak-anak zaman dengan ketidakpastian sejarah, akan tetapi kemudian dia dihargai lantaran mereka terus menerus membela nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, keadilan dan kebenaran bagi seluruh manusia. Bukan semata-mata untuk diri, keluarga dan sukunya.

Dengan demikian, kepahlawanan adalah sesuatu yang universal, bisa melekat pada siapa dan apa pun bidang profesinya. Seorang pemimpin, seorang rakyat, manager, guru, petani, satpam, adalah pahlawan. Yang penting dia adalah seorang yang berperan pada posisinya dengan sebaik-baiknya.

Lalu bisakah kita menjadi pahlawan? Jawabnya bisa, bukankah dalam diri setiap manusia melekat sikap bertahan dan berjuang. Bukankah ketika agama kita dihina tersinggung, bukankah ketika kita dipaksa berontak, bukankah pada setiap manusia tersedia untuknya lahan perjuangan yang melekat pada profesi yang di jalaninya? Masalahnya kemudian, bagaimana kita selalu melihat setiap apa yang dikerjakan tidak saja bermakna bagi diri kita pribadi, tapi juga bagi kemanusiaan, keadilan dan kebersamaan.

Lalu kenapa kita tidak melihat setiap aktivitas kita sebagai perjuangan? Mumpung masih dalam suasana merayakan hari pahlawan, walaupun sudah terlewat. Semoga kita dapat mengikuti jejak langkah para pahlawan kita. Bukan hanya sekadar untuk menaburkan bunga di pusara mereka, melainkan untuk merenungkan dan meniru jiwa pengorbanan para pahlawan itu.

Bagi guru yang kebetulan merayakan hari jadinya setiap tanggal 25 November, mari kita merawat tradisi yang mulia sebagai guru yang layak digugu dan ditiru. Tetunya dengan meningkatkan kinerja kerja dengan sebaik-baiknya. Jadikan profesi ini sebagai ladang amal dan pengorbanan.

Para guru bisa mencontoh keteladanan lewat Bu Muslimah lewat film laskar pelangi, yang terkenal piawai memompa semangat anak zaman. Walaupun dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Tapi bu muslimah menyuntikan optimisme kepada anak didiknya. Sehingga mereka berhasil menjadi manusia pembelajar.

Ada satu lagi yang harus dijadikan teladan. Bu Een Sukaesih, seorang guru di Sumedang, yang sudah bertahun-tahun mengidap penyakit berat, hingga beliau tidak bisa berjalan. Hari-harinya dihabiskan di tempat tidur. Tapi Bu Een tidak patah semangat, dengan penyakit beratnya itu, dia masih meluangkan mengajar, tentu tidak di kelas formal. Tapi di rumahnya, murid-muridnya berdatangan ke rumah, untuk belajar. Sungguh ini adalah pelajaran heroik yang patut diteladani.

Ke depan, insyaallah hidup guru tidak hanya himne. Karena sekarang pun hidup guru lambat laun tidak seperti Oemar Bakri, dengan tipikal sepeda bututnya. Mereka sudah bergaya dengan mobil-mobil nan mewah. Di dalam tasnya pun tidak lagi ditemukan buntelan nasi, tapi laptop atau notebook terbaru. Viva Pahlawan, Bravo guru. Jayalah anak didik kita.

Penulis Ketua ISNU Kuningan, Kepala Penyelenggara Syariah Kemenag Kuningan, dan penulis buku.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 12 Februari 2018

Khazanah Ramadhan di Kota Seribu Wali

Tepat pada Ramadhan 1436 H/2015, alhamdulillah saya dan sebagian besar teman kuliah saya baik yang berasal dari Indonesia maupun Saudi mendapat kesempatan mengisi waktu libur kuliah di Kota Tarim, Kota yang terkenal dengan sebutan “Kota Seribu Wali”. Tak lain karena dari kota ini terlahir ribuan Wali, bahkan tercatat di Pemakaman Zanbal, Furaith dan Akdar telah terpendam 10.000 jasad wali dan 80 wali qutub (puncak derajat kewaliaan/pimpinan para wali).

Luas Kota Tarim tak ubahnya luas satu kecamatan yang ada di Indonesia. Walaupun terbilang sangat kecil, Kota ini setidaknya memiliki sekitar 367 Masjid. Jarak dari masjid ke masjid beberapa puluh meter saja, bahkan ada yang cuma 5 meter, bahkan ada pula yang berdempetan satu sama lain. Jadi, kalau dalam satu hari kita shalat di satu masjid, maka selama satu tahun penuh kita akan shalat di masjid yang berbeda-beda dengan sajian arsitektur yang berbeda pula.

Khazanah Ramadhan di Kota Seribu Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Khazanah Ramadhan di Kota Seribu Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Khazanah Ramadhan di Kota Seribu Wali

Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, warga Tarim kerap mengadakan Pengajian untuk Tarhib/menyambut kedatangan tamu agung yaitu bulan Ramadhan. Ketika sudah memasuki Ramadhan maka keadaan di Tarim secara khusus dan Yaman secara umum berubah 180 derajat. Siang menjadi malam dan malam menjadi siang. Aktivitas jual-beli dan transaksi lainnya biasa dilaksanakan pada malam hari sampai menjelang terbitnya Fajar. Pasar dan aneka toko, baik toko sembako, sandang dan papan, buku, dan lain-lain semuanya buka di malam hari, hanya sedikit yang bisa kita jumpai di siang hari khususnya selepas shalat Shubuh sampai Dzuhur karena pada waktu ini adalah waktunya orang-orang beristirahat (tidur) tak terkecuali kami para Pelajar dari Indonesia yang turut menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Kota Tarim.

Ada hal yang membedakan Kota Tarim dengan semua Kota Islam yang ada di belahan Bumi manapun. Kota dengan jumlah Masjid terbanyak ini (jika ditinjau dari Luas Daerah dan kepadatan penduduk serta bangunannya) tak seperti Kota lainnya dalam hal pelaksanaan shalat Tarawih. Biasanya, pelaksanaan shalat Tarawih itu dilaksanakan secara serentak sekitar pkl. 19.30 atau pkl. 20.00 waktu setempat, tapi beda halnya dengan Kota Tarim di mana pelaksanaaan shalat Tarawih tiap Masjid berbeda dan terbentang mulai dari masuknya waktu shalat Isya sampai setengah jam menjelang masuknya waktu shalat Shubuh.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ambil saja contoh, Masjid Jamal Al-Lail, Masjid Sahl, dan Masjid Al-Birr misalnya, konsisten menggelar shalat Tarawih pkl. 21.00 sampai 22.00 waktu setempat. Masjid Baalawy dimulai pkl. 23.00. Disusul berikutnya oleh Masjid Al-Muhdhar pada pkl. 00.30. Sedangkan Masjid Jami Tarim, yang merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat, baru memulainya pada pkl. 01.30 dan berakhir pkl. 02.30.

Jadi, dalam semalam seseorang bisa melakukan shalat Tarawih sampai 100 rakaat kalau ia mau dan mampu, karena Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah membatasi jumlah bilangan rakaat Tarawih. Hanya saja sejak masa Khalifah Umar Bin Khattab sampai pada masa para Imam Madzhab, Tarawih dengan berjamaah di Masjid dilakukan dengan bilangan 20 rakaat dan ini yang berlangsung pula di Masjidil Haram dari masa Sahabat sampai sekarang, sedangkan di Madinah dilakukan sebanyak 36 atau 46 rakaat ditambah 3 rakaat Witir dan inilah Madhazbnya Imam Malik. Sedangkan Habib Umar Hafiz sendiri mengambil 3 jadwal shalat Tarawih atau 60 rakaat. Dan kami, Mahasiswa Fakultas Ilmu Syariah Imam Shafie College hanya mengambil jadwal Tarawih di Masjid Baalawy saja.

Masa puasa di Kota Tarim dimulai dari pkl. 03.50 sampai pkl. 18.22 atau sekitar 14 jam setengah. Sedangkan cuaca di Kota Tarim begitu juga di kota-kota sepanjang bentangan Jazirah Arab semuanya sedang dalam suhu yang sangat panas, ditambah lagi pada Ramadhan tahun ini karena efek perang kemarin mengakibatkan pasokan minyak untuk Bidang kelistrikan menurun sehingga berdampak pada pemadaman listrik berkala setiap harinya baik siang maupun malam.

Untuk buka puasa sendiri, biasanya kami hanya menyantap Kue Sambosa, bahomri, kentang goreng dan jenis-jenis gorengan lainnya yang ditemani oleh segelas ashir (juz/sirup). Untuk makan malamnya biasanya menjelang shalat Tarawih atau setelah shalat Tarawih. Dan, untuk Kota Tarim sendiri ada kebiasaan buka bersama yang diadakan oleh keluarga besar di masing-masing kampung dengan jadwal berbeda di tiap kampungnya.

Untuk kajian keilmuan, karena kota ini adalah kota peradabaan Islam sebagaimana dinobatkan oleh UNESCO tahun 2010 lalu, maka ketika memasuki Ramadhan kajian ilmiah setiap Bada Ashar (Rauhah) digelar di hampir semua Masjid di Kota Tarim. Begitu juga kami mahasiswa yang sedang berlibur di Kota Tarim ini dan bertempat di salah satu rumah seorang syekh yang mengajar di kuliahan kami tak libur dari kajian keilmuan. Dari tanggal 1 sampai 20 Ramadhan setiap harinya kami mengaji 3 sampai 4 mata pelajaran, tak jarang pula ada pelajaran tambahan setelah shalat Tarawih sampai menjelang waktu sahur. Di sisi lain setiap selepas shalat shubuh sampai waktu Isyraq (terbitnya matahari sampai setinggi ujung tombak) kami membuat halaqah tahzib, yaitu membaca al-Quran dengan jumlah 5-7 orang secara bergantian, dengan satu orang satu halaman tak ubahnya tadarus yang ada di Indonesia.

Ada kegiatan yang juga menjadi ciri khas Kota Tarim, yaitu Khataman al-Quran. Seperti halnya shalat Tarawih, untuk khataman al-Quran setiap masjid juga mempunyai jadwal tersendiri. Seperti Mushalla Ahlul Kisa di Darul Musthofa biasa mengadakan khataman setiap malam ke-17 bulan Ramadhan. Begitu juga tempat khataman al-Quran yang tak kalah meriahnya adalah Masjid As-Segaf yaitu pada tanggal 25 Ramadhan, Masjid BaAlawi pada tanggal 27 dan Masjid Al-Muhdhar pada tanggal 29 Ramadhan. Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh penduduk Tarim saja, akan tapi banyak juga yang dari luar kota. Bahkan di antara mereka rela datang beberapa jam sebelumnya untuk bisa duduk di dalam masjid. Selain Masjid tersebut di atas, masih banyak lagi Masjid-Masjid yang melakukan acara serupa.

Selain itu, setiap malam 17 Ramadhan kebanyakan habaib dan masyayikh di Tarim pada khususnya dan Yaman pada umumnya biasa membaca Qashidah Badariyah, yaitu sebuah Qashidah yang berisi tentang kejadian dan pujian terhadap Ahli Badar. Qashidah ini dibaca setelah shalat Tarawih dan hanya berdurasi sekitar setengah jam. Pada malam 17 Ramadhan kemaren kami membacanya mulai dari pkl. 00.30 - 01.00 dini hari setelah pulang dari Masjid BaAlawy.

Sekian yang bisa saya sampaikan tentang khazanah Ramadhan di Kota Tarim yang saya ketahui dan saya alami langsung. Semoga Ramadhan ini segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, dan semoga kita bisa meningkatkan amal dan ketaqwaan kita serta dianugerahi malam Lailatul Qadar, Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Imam Abdullah El-Rashied, Mahasiswa Fakultas Ilmu Syariah di Imam Shafie College, Hadramaut - Yaman.

?

Foto: Suasana khataman al-Quran di Masjid Al-Muhdlar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Budaya, News Ustadz Felix Siauw Terbaru