Kamis, 30 November 2017

Pemerintah Umumkan Pencabutan Badan Hukum HTI Hari Ini

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia akan mengumumkan pencabutan status hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang langsung diumumkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly hari ini, Rabu (19/72017).

Pemerintah Umumkan Pencabutan Badan Hukum HTI Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Umumkan Pencabutan Badan Hukum HTI Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Umumkan Pencabutan Badan Hukum HTI Hari Ini

Menurut agenda Kemenkumham, pengumuman pencabutan status badan hukum HTI itu akan dilakukan di Gedung Kementerian Hukum dam HAM, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Perppu tersebut mengatur tentang pembubaran Ormas yang terindikasi bertentangan dengan Pancasila dalam ideologi dan gerakan. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Jadwal Kajian, Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

LTMNU: Tangkal Ekstremisme, Makmurkan Masjid!

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Nadlatul Ulama (LTMNU) mengimbau, upaya paling baik menangkal ektremisme adalah dengan memperkuat kegiatan dari dalam. Memakmurkan masjid merupakan cara efektif merealisasikan usaha ini.

LTMNU: Tangkal Ekstremisme, Makmurkan Masjid! (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Tangkal Ekstremisme, Makmurkan Masjid! (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Tangkal Ekstremisme, Makmurkan Masjid!

Sekretaris PP LTMNU Ibnu Hazen mengakui, masjid-masjid NU yang tersebar di beberapa tempat mulai diganggu oleh kelompok-kelompok berhaluan keras. Selain menjadi cermin tentang kelemahan pengurus masjid, persoalan ini menuntut penanganan secepat mungkin.

“Tidak ada jalan lain kecuali memakmurkan masjid,” ujarnya saat ditemui di Kantor PP LTMNU, Gedung PBNU Lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dengan memperbanyak aktivitas ibadah di dalam masjid, jamaah tak hanya menuai maslahat dalam hal ibadah dan hubungan sosialnya, tapi juga menghambat proses masuknya paham kekerasan ke dalam masjid.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Apalagi masjid jamaahnya yang jelas. Jadi perlu diperdayakan dalam hal-hal positif,” imbuhnya.

LTMNU juga menyarankan, Pengurus Cabang NU di setiap daerah untuk senantiasa memperhatikan kegiatan masjidnya. Mereka didorong untuk menggerakkan lembaga dan lajnah yang dimilikinya serentak memakmurkan masjid.

“Kan ada LDNU (Lembaga Dakwah NU) untuk mengisi dakwah, JQH (Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz) dalam hal mengaji, tarekat, dan lainnya,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah warga NU, khususnya di kota Depok, mengeluh atas aksi pembubaran kegiatan ibadah yang dialami di masjid. Secara paksa, beberapa orang tak sepaham membubarkan aktivitas majelis taklim yang dianggap bidah.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Tegal, Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Warga jamiyyah Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin) sudah semakin gandrung dengan media internet dalam memperkuat fungsi keorganisasian baik ke dalam maupun keluar. Dalam hal ini Ustadz Felix Siauw Terbaru sebagai situs resmi PBNU menjadi kekuatan perekat dan pemandu bagi terciptanya konsolidasi organisasi.

“Tahun 1980-an saat membuat website www.bumi-nu.com saya masih merasa sendirian. Namun sekarang lembaga-lembaga di bawah naungan NU sudah memakai media internet untuk keperluan organisasi masing-masing,” kata H Said Budairi, usai menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh NU yang berjasa dalam pengembangan teknologi informasi pada acara Tasyakuran Harlah ke-84 NU dan ke-4 Ustadz Felix Siauw Terbaru di Jakarta, Selasa (28/8) tadi malam.

Selain Said Budairi, 3 tokoh lainnya yang mendapat penghargaan adalah Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Wakil Rais Syuriah NU Sumatra Barat Tuanku Bagindo Haji Mohhammad Letter, dan Pemimpin Pondok Pesantren Luhur Al-Wasilah Garut KH Thonthowi Djauhari Musaddad.

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebutuhan Internet Tak Terelakkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan

Keempat tokoh tersebut dinilai berjasa dalam pengembangan dan pemamfaatan teknologi informasi untuk kebutuhan organisasi NU. Sebelumnya direncanakan hanya tiga tokoh NU yang mendapat pernghargaan. “Namun Alhamdulillah Bagindo Leter bisa hadir,” kata Suwadi DP, Ketua Pelaksana Acara.

Pada malam Tasyakuran Harlah ke-84 NU dan ke-4 Ustadz Felix Siauw Terbaru juga dianugerahkan penghargaan kepada empat websiter terbaik di lingkungan NU, berturut-turut www.pmii.or.id, www.gp-ansor.orgwww.lakpesdamjombang.org, dan www.muslimat-nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Keempat website terbaik itu dipilih dari 22 website yang memenuhi kriteria penilaian, yakni website milik perangkat-perangkat organisasi NU (lajnah, lembaga, dan badan otonom) baik tingkat pusat dan daerah, juga website Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di luar negeri. Aspek yang dinilai adalah kelengkapan teknis semisal desain grafis, standar kepantasan, keamanan, kemudahan navigasi, pencarian internal, dan kelancaran mesin pencari data.

Sementara kelengkapan non teknis meliputi isi website baik menyangkut kontinuitas, konsistensi dan relevansi dengan back-ground instansi, juga menyangkut jumlah pengunjung dan respon publik, inovasi teknologi serta dampak dan manfaat website bagi masyarakat.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Inilah Gambaran Kondisi Manuskrip Keagamaan Nusantara di ASEAN

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Studi Preservasi Manuskrip Keagamaan di ASEAN (Preservation Study of Nusantara’s Religious Manuscripts in the ASEAN countries (Malaysia, Thailand, Singapura, dan Brunei) oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan (LKK) Kementerian Agama RI pada 2015 menemukan, manuskrip keagamaan Nusantara masih banyak tersebar di negara-negara Asia Tenggara. Keadaannya sangat bervariasi, sebagian sudah ditangani secara baik dan sebagian yang lain masih dalam kondisi yang tidak terpelihara.?

Selama penelitian tersebut, total manuskrip dari keempat negara yang berhasil diidentifikasi mencapai lebih dari 1500 manuskrip. Pada umumnya empat negara ini memiliki perhatian terhadap penyelamatan manuskrip keagamaan melalui pemerintah serta masyarakat setempat, terutama lembaga-lembaga yang diberikan amanah untuk menjaganya.?

Inilah Gambaran Kondisi Manuskrip Keagamaan Nusantara di ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Gambaran Kondisi Manuskrip Keagamaan Nusantara di ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Gambaran Kondisi Manuskrip Keagamaan Nusantara di ASEAN

Di Malaysia dan Brunei, penyelamatan telah dilakukan dengan cara membeli naskah yang ada di sekitarnya, termasuk wilayah Indonesia dengan harga yang tinggi. Banyak sekali manuskrip Indonesia yang ditemukan di negara Malaysia dan Brunei Darussalam. Kedua negara tersebut, melakukan pemeliharan manuskrip dengan “baik”, dengan menggunakan alat-alat teknologi canggih. Demikian juga dengan Singapura, penanganan manuskrip juga sudah dalam bentuk digital. Layar sentuh disajikan kepada pembaca untuk menggali informasi di dalam masnukrip yang disediakan.?

Sementara Thailand (Pattani), sangat disayangkan, naskahnya masih belum cukup dan layak perlakuan terhadapnya sehingga keadaannya memperihatinkan dan mengkhawatirkan. Belum lagi masih banyak naskah yang berada di tangan masyararakat yang disimpan secara pribadi tetapi kurang terpelihara dengan baik. Manuskrip di Pattani belum dikatalogkan, apalagi untuk kajian secara intensif dalam hal menggali pengetahuan yang ada di dalamnya.?

Pada umumnya manuskrip yang menjadi koleksi negara Malaysia dan Brunei adalah sebagian besar berasal dari negara tetangganya, terutama Indonesia. Mereka mendapatkannya dengan cara melacak terlebih dahulu kepada broker-brokernya, setelah itu mereka beli dengan harga yang tinggi.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Hasil penelitian mengungkapkan, banyak manuskrip Indonesia yang dibeli Malaysia yang berasal dari wilayah Aceh. Mereka masih akan datang ke Aceh untuk membeli manuskrip-manuskrip Aceh secara besar-besaran pada naskah yang masih tersebar di masyarakat. Selain itu, manuskrip juga berasal dari wilayah mereka sendiri namun dalam jumlah yang sedikit. Di Brunei, misalnya, ditemukan juga koleksi naskah dari Srilanka dan Borneo. Sementara Pattani, koleksi naskahnya adalah dari leluhur mereka yang berawal dari Syekh Daud al-Pattani. Para ulama dan penulis setelahnya banyak memproduksi manuskrip-manuskrip Nusantara yang isinya tentu sangat berguna bagi generasinya dan generasi sesudahnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Quote, Berita Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 29 November 2017

Muhammadiyah Itu NU! Dokumen Fiqih yang Terlupakan

‘Tembok Berlin’ yang selama ini memisahkan Muhammadiyah dan NU membuat jarak yang cukup lebar. Tembok ini sejatinya bukanlah masalah yang besar, hanya saja tembok yang dimaksud adalah khilafiyyah pada masalah  furu’ yang sering menjadi kambing hitam persoalan dalam masyarakat muslim Indonesia. Sehingga pada kondisi-kondisi tentu kedua ormas tersebut nampak sulit untuk mencapai kata bersatu.

Ratusan juta orang yang bernaung dalam ormas Muhammadiyah dan NU barangkali bakal berubah dan tergugah seiring diterbitkannya buku “Muhammadiyah itu NU: Dokumen Fiqih yang Terlupakan”. Buku yang ditulis oleh Mochammad Ali Shodiqin ini benar-benar suara dari dalam Muhammadiyah sendiri, bukan intervensi atau kepentingan dari pihak-pihak tertentu.

Muhammadiyah Itu NU! Dokumen Fiqih yang Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammadiyah Itu NU! Dokumen Fiqih yang Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammadiyah Itu NU! Dokumen Fiqih yang Terlupakan

Bahwa pada dasarnya, dulu Muhammadiyah itu sama persis dengan NU, demikian pula sebaliknya. Namun berita besar ini menyimpan dilema, sebab jika disampaikan akan menurunkan hujah fitnah yang dapat menyuburkan benalu perongrong ukhuwah. Kalau tidak disampaikan, seolah menggelapkan kebenaran yang sepatutnya didakwahkan kepada yang berhak. Jadi dilema ini bagaikan makan buah simalakama (hlm. 2). 

Bermula ketika penulis mendapatkan kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 dari tokoh Muhammadiyah di Yogyakarta. kemudian ia merasa terpanggil untuk menyampaikan sejarah tersebut, lalu  berinisiatif untuk menerbitkannya menjadi sebuah buku.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kitab Muhammadiyah 1924, yang aslinya ditulis dengan bahasa Jawa dan huruf Arab pegon. Bahasa Jawa memang tak bisa dihindari kalau membahas periode awal Muhammadiyah di pusat kebudayaan Jawa, yaitu Kesultanan Yogyakarta (hlm. vii).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 yang dikarang dan diterbitkan oleh Bagian Taman Pustaka Muhammadiyah Yogyakarta tahun 1924 sesungguhnya bukan hanya warisan berharga kaum Muhammadiyah saja, melainkan juga bagi NU. Kitab itu juga kitabnya NU. Isinya sama dengan kitab-kitab pesantren yang banyak diajarkan dalam dunia NU (hlm. 12). Masalahya hanyalah satu hal, bahwa di tahun 1924 itu, NU belum lahir, karena NU lahir tahun 1926. Dua tahun setelah kitab itu terbit. Dan hingga hari ini, isi ajaran fiqih yang diajarkan kitab itu masih terpelihara sebagai amalan orang NU. Amalan itu pula yang telah turun-temurun sejak ratusan hingga ribuan tahun lalu di perairan Nusantara ini, yaitu fiqih mazhab Syafi’i. Jadi walaupun NU belum lahir, namun ulama-ulama pesantren yang kemudian mendirikan NU itu tiap harinya mengamalkan ajaran fiqih, sebagaimana yang ada di dalam kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 (hlm. 13).

Muhammadiyah adalah gerakan dakwah, yaitu menyampaikan ajaran Islam yang sudah ada kala itu di Kesultanan Yogyakarta yang menganut mazhab Syafi’i, bukan berdakwah dengan mengarang ajarannya sendiri dari mulai nol. Pertanyaan mengapa bisa demikian? Dalam buku ini dijelaskan bahwa setelah meninggalnya Kiai Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammmadiyah pada tahun 1912, generasi Muhammadiyah pada beberapa masa selanjutnya tercampur dengan paham Wahabi imbas dari kebijakan-kebijakan pemerintahan Ibnu Saud di negeri Arab pada saat itu. Untuk itu, pada tahun 1926 NU lahir untuk merespon pemerintahan yang membawa paham Wahabi tersebut.

Metamorfosis Muhammadiyah setidaknya dapat dibagi menjadi empat masa, yaitu Masa Syafi’i tahun 1912-1925; masa pembauran Syafi’i-Wahabi tahun 1925-1967; masa Himpunan Putusan Tarjih (HPT) tahun 1967-1995; dan masa pembauran HPT-Globalisasi tahun 1995 hingga kini (hlm. 16).

Penerbitan HPT cetakan ke-1 dilakukan oleh Kiai Badawi tahun 1967. Penerbitan HPT ini sekaligus memulai babak baru sejarah (tarikh tasyri’) fiqih Muhammadiyah yaitu pada masa Himpunan Putusan Tarjih. Hingga cetakan ke-4, yakni pada tahun 1974 di dalamnya memuat 9 buah putusan Muktamar Tarjih 1972 di Pekalongan yang memuat salah satunya adalah penghapusan qunut (hlm. 82). Tidak dimuatnya qunut ini dimaksudkan untuk menghilangkan keraguan, sekaligus untuk perbaikan menurut putusan Muktamar Tarjih tahun 1972. Dengan demikian, seiring hilangnya keraguan dan adanya keyakinan umat serta kebiasaan shalat subuh tanpa qunut maka terhapus pula sejarah bahwa di masa lalu Muhammadiyah pernah melaksanakan qunut sebagaimana qunut-nya umat Islam lain (hlm. 119).

Masih banyak lagi hasil Himpunan Putusan Tarjih, di antaranya masalah menyentuh lawan jenis, niat membaca “ushalli”, shalawat tanpa Sayyidina, mengacungkan jari saat duduk tahiyat, zikir setelah salam, azan Jum’at satu kali, shalat ‘Id di lapangan, dan lain-lain.

Sementara itu, isi kitab Fiqih Muhammadiyah 1924 memuat bab-bab ubudiyah, misalnya Bab Bersuci yang rinciannya meliputi persoalan air, najis, dan tata cara penyuciannya. Bab shalat yan cakupannya meliputi waktu shalat, rukun, sunnah, pembatalan. Bab Jama’ah yang membahas makruhnya jamaah, dan bab-babnya lainnya.

Guna menghadirkan cita rasa sejarah asli masa kiai Dahlan itu, bagi pembaca luar Jawa dan juga generasi Jawa masa kini yang sudah tidak nyambung dengan Jawanya. Maka buku ini disuguhkan dengan tidak  menghilangkan bahasa Jawa, melatinkan teks Arabnya, kemudian mengindonesiakannya. Jadi komposisi bahasa Jawa sekitar 20 persen, dan bukti keaslian ajaran Kiai Dahlan yang bertutur bahasa Jawa dalam kesehariannya.

Yang jelas, buku ini tujuannya bukan untuk menyalahkan satu sama lain. Namun untuk memadamkan api yang selama ini membakar jarak antara Muhammadiyah dan NU. Harapannya masing-masing dapat memahami perbedaan untuk melahirkan persatuan yang lebih erat bagi Indonesia.Judul : Muhammadiyah Itu NU! Dokumen Fiqih yang Terlupakan

Penulis : Mochammad Ali Shodiqin

Penerbit : Noura Books (PT. Mizan Publika)

Cetakan : I, Februari 2014

Tebal : xxii + 310 halaman

ISBN : 978-602-1306-01-1

Peresensi : Muhammad Zidni Nafi’, alumni Ma’had Qudsiyyah Kudus, Ketua CSS MORA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) UIN SGD Bandung 2013-2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Amalan, Olahraga Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 28 November 2017

Kementerian Agama Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H, di kantor Kemenag Jakarta, Kamis (19/7) sore ini bertepatan dengan 29 Sya’ban 1433 H. Sidang itsbat akan dihadiri oleh perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) dan berbagai elemen ormas Islam lainnya, MUI dan para pakar astronomi.

Kementerian Agama Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Agama Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Agama Gelar Sidang Itsbat Awal Ramadhan

Seperti biasa, sidang itsbat didahului dengan paparan dari pakar astronomi sebelum maghrib dan secara resmi sidang dimulai selepas shalat magrib waktu Jakarta.

Dari NU sidang itsbat akan dihadiri langsung oleh Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri yang didampingi oleh beberapa pengurus.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kami siap menghadiri sidang itsbat awal Ramadhan untuk mencari titik temu,” kata KH A. Ghazalie Masroeri kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di Jakarta, Rabu (18/7) dalam acara pertemuan Lajnah Falakiyah bersama lajnah, lembaga dan badan otonom NU terkait mekanisme penetapan awal bulan qamariyah dan penjelasan mengenai kemungkinan terjadinya perbedaan awal Ramadhan, di ruang pertemuan gedung PBNU, Jakarta (18/7) kemarin.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Terkait dengan ketidakhadiran Muhammadiyah dalam sidang ini, Kementerian Agama seperti diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Djamil tetap mengirimkan undangan kepada PP Muhammadiyah.

Seperti diwartakan, Muhammadiyah melalui ketua umum pimpinan pusatnya Din Syamsuddin pada Rabu (27/6) lalu menyatakan tidak akan mengikuti sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan tahun ini. Menurutnya, sidang isbat tidak perlu karena pemerintah dianggap tidak menerima aspirasi dari Muhammadiyah.

Sementara itu NU melalui Lajnah Falakiyah telah mengimbau pihak Muhammadiyah untuk tetap mengikuti Sidang Itsbat di kantor Kementerian Agama hari ini.

“Kita himbau Muhammadiyah untuk tetap ikut sidang itsbat dalam kebersamaan untuk mencari titik temu,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di Jakarta, Ahad (8/7) lalu.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Terbaru

Nasihat Sejuk KH RM. Irfai Nahrawi An-Naqsyabandi kepada Pagar Nusa Ciamis

Ciamis, Ustadz Felix Siauw Terbaru?

Pelatihan calon pelatih Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menyempatkan diri bertabaruk ke KH RM. Irfai Nahrawi an-Naqsyabandi di Pondok Pesantren Kasepuhan Qasrul Arifin Atas Angin Kampung Syarok, Desa Darmacaang, Cikoneng, Ciamis.

Kiai Irfa’i pada pertemuan Ahad sore (2/10) menyampaikan kepada Pagar Nusa, pertama, sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) anggotanya harus berjuang dan mengawal para ulama dalam mempertahankan paham Ahlussunah wal-Jamaah, istiqomah menjalankan ajaran Aswaja tanpa menyalahkan ajaran yang lain, walaupun kita tidak akan pernah memakainya.

Nasihat Sejuk KH RM. Irfai Nahrawi An-Naqsyabandi kepada Pagar Nusa Ciamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasihat Sejuk KH RM. Irfai Nahrawi An-Naqsyabandi kepada Pagar Nusa Ciamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasihat Sejuk KH RM. Irfai Nahrawi An-Naqsyabandi kepada Pagar Nusa Ciamis

Kedua, lanjut Mustasyar PCNU Ciamis ini, Pagar Nusa sebagai generasi muda NU diharapkan sebagai pemimpin masa depan dalam pelatihan-pelatihan bela diri. Berlatih pencak tujuannya untuk menjaga kesehatan dan ketangguhan fisik.?

“Lebih dari itu Pagar Nusa harus memiliki iman dan mental yang kuat laksana baja yang tidak akan melemah, terpengaruh bahkan terpancing oleh berbagai macam provokasi. Kita harus bisa mengatasi segala "haelah" (perhelatan) yang diperbuat oleh orang kafir dan orang yang mengkafirkan kita. Tidak ada pihak manapun yang bisa memecah-belah persaudaraan dan persatuan di antara kita sebagai orang yang beriman,” jelas kiai yang disapa abah oleh santri-santrinya tersebut.

Ia menambahkan, Pagar Nusa harus sanggup untuk berjuang dan mengawal para ulama dalam mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamin, Islam Nusantara. Harus disadari negara kita ini bhineka, terdiri dari bermacam-macam ras, suku, dan agama. Oleh karena itu Pagar Nusa harus berjuang bersama ulama untuk menciptakan perdamaian dan menjaga persatuan bangsa.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Pagar Nusa harus bersikap arif kepada sesama biar pun berlainan agama, ras, dan suku. Menjaga kedaulatan NKRI untuk menolak segala bentuk kekerasan, propaganda dari radikalis dan ekstremis yang akan merongrong kedaulatan NKRI dan memecah belah kesatuan bangsa ini,” tegasnya.?

Di akhir nasihat, ia mengajak mendengungkan yel-yel Pagar Nusa yaitu:



Ustadz Felix Siauw Terbaru



Siapa kita - Pagar Nusa NU

NKRI - Harga Mati

Pancasila - Tetap Jaya

"Mulai sekarang Pagar Nusa harus menggalang (2x)

Menggalang persatuan demi perdamaian (2x)

Agar tercipta kearifan lokal (2x).?

Sebelumnya, setiba di Pondok Pesantren Kasepuhan Qasrul Arifin Atas Angin, anggota Pagar Nusa mendemonstrasikan hasil latihannya di depan Kiai Irf’I yang mengapresiasi dengan gembira atas hasil yang dicapai peserta pelatihan.

Pelatihan calon pelatih PSNU Pagar Nusa dilakukan di kantor PCNU Kabupaten Ciamis dari 1 sampai 2 Oktober. Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta. (Atabik Janka Dausat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Quote Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadirin yang saya hormati,

Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

Saya hanyalah manusia biasa yang tidak punya kontribusi apapun baik terhadap umat maupun bangsa ini. Namun pada malam hari ini Republika memberikan anugerah kepada saya sebagai salah satu tokoh perubahan 2012. Saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas pemberian anugerah ini, semoga bisa menjadi pemicu bagi saya agar bisa berbuat lebih untuk umat dan bangsa ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tentu, masih banyak tokoh yang lebih berhak dan pantas menerima penghargaan ini. Akan tetapi, pertanyaan mendasarnya mungkin bukan terletak pada siapakah yang berhak dianugerahi penghargaan, namun benarkah sudah terjadi perubahan?

Ini merupakan pertanyaan yang tidak menuntut retorika jawaban, apalagi diuraikan dalam sebuah pidato sambutan. Ini ialah pertanyaan yang hanya bisa dijawab melalui kesungguhan usaha dan ikhtiar, yang hanya bisa dirasakan dalam kenyataan dan keseharian.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sekian lama dan sekian banyak tempat yang saya singgahi di penjuru Nusantara, melihat kenyataan yang ada, di mana-mana pertanyaan ihwal "perubahan" tetap sama. Perubahan ke arah yang bermartabat, menuju derajat manusia paripurna, insan kamil. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka." (QS Ar Radu 11)

Islam hadir dan mengajarkan kita untuk berubah dan firman Allah tadi tentunya bisa mendorong kita untuk berubah menjadi lebih baik.

Hingga hari ini impian saya adalah menyaksikan Indonesia yang hidup dan menyadari fitrahnya. Indonesia yang dihidupi manusia-manusia unggul yang tahu betul apa arti kerukunan, keutuhan, dan keselamatan bangsa ini. Itu impian saya, saya belum menyaksikannya. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

Islam adalah agama yang membawa rahmat, peradaban, budaya, dan moral. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, memahami Islam sebagai agama kemanusiaan bukanlah perkara mudah, kadang malah dianggap kesesatan. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, agama lebih gampang dianggap sebagai doktrin yang beku dan instan.

Artinya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al Anbiya: 107)

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak segenap warga bangsa Indonesia, termasuk saya sendiri di dalamnya, untuk menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan yang ada di antara kita. Yakni perbedaan agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Perbedaan ini merupakan anugerah dari Allah untuk kita, dan oleh karenanya saya berharap perbedaan itu justru bisa menyatukan kita. Perbedaan bukan hanya menyatukan, tapi juga memudahkan terjadinya perubahan.

Demikian yang dapat saya utarakan. Sekali lagi mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas penghargaan Republika yang "menambah beban" ini. Semoga apa yang kita kerjakan ini punya nilai manfaat dan keberkahan. Amin.

Jakarta, 30 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 27 November 2017

PW IPNU Kalbar Gelar Seminar Nasional Sekaligus Pelantikan Pengurus

Pontianak, Ustadz Felix Siauw Terbaru. PW IPNU Kalimantan Barat menggelar Seminar Nasional Empat Pilar Kebangsaan sekaligus Pelantikan PW IPNU Kalimantan Barat periode 2014-2017 yang berlangsung di Aula Guru, Kota Pontianak, Sabtu (25/4) lalu.

PW IPNU Kalbar Gelar Seminar Nasional Sekaligus Pelantikan Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
PW IPNU Kalbar Gelar Seminar Nasional Sekaligus Pelantikan Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

PW IPNU Kalbar Gelar Seminar Nasional Sekaligus Pelantikan Pengurus

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta undangan dari berbagai perguruan tinggi dan OKP di kalimantan barat dengan menghadirkan narasumber pemateri dari anggota Drs H Zainut Tauhid dan Hj Irna Narulita dari DPR RI. Acara yang juga dihadiri ketua ketua Forum Peduli Ibu Pertiwi Kalbar, Sutarwo, SE, Perwakilan Dispora Kalimantan Barat dan para Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.

"Saya berharap IPNU Kalimantan Barat akan selalu aktif membawa perubahan yang lebih baik dalam kegiatan di komisariat, ranting, anak cabang bahkan sampai pimpinan Cabang," ujar Ketua III PP IPNU, Ganjar Abdul Mujib singkat.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu, Ketua PW IPNU Kalimantan barat, Rekan Muhammad Amin mengatakan, bahwa sesungguhnya peran aktif pelajar dalam memperjuangkan cita-cita bangsa merupakan tujuan akhir yang perlu dicapai.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"IPNU Kalbar ingin menciptakan visi-misi yang manis, maju, kreatif dan harmonis serta lebih pro-aktif terhadap proses kaderisasi khususnya cabang-cabang di Kalimantan Barat. Untuk itu, saya berharap selalu ada pengarahan dan masukan dari alumni dan senior," pungkasnya.

Sementara itu, H Zainut Tauhid Saadi dalam penyampaian materinya mengatakan, tugas sebagai pengurus IPNU harus menjadi lokomotif dalam berorganisasi bagaimana meningkatkan semua bidang menjadi lebih baik terutama dalam berjuang untuk bangsa dan NKRI.

Dia menambahkan, 4 pilar kebangsaaan kita adalah Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, NKRI yang sering kita singkat PBNU sebuah harga mati bagi Bangsa Indonesia yang sedang diuji hingga detik ini dengan berbagai masalah.?

“Untuk itu saya berharap empat pilar kebangsaan perlu dipertahankan digali potensinya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat," pesannya. (Slamet Funata/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Amalan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Nasaruddin Umar: NU Jaga NKRI, PMII Jaga NU

Makassar, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Wakil Menteri Agama KH Nasaruddin Umar mengatakan, eksistensi Indonesia yang majemuk dan kokoh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga kini tidak lepas dari sumbangsih Nahdlatul Ulama (NU). Tapi peran ormas terbesar di Indonesia ini tak lepas dari kontribusi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Nasaruddin Umar: NU Jaga NKRI, PMII Jaga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasaruddin Umar: NU Jaga NKRI, PMII Jaga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasaruddin Umar: NU Jaga NKRI, PMII Jaga NU

“NU akan selalu setia menjaga NKRI, dan produk intelektual NU berasal dari PMII. Merekalah yang akan menjaga NU dan NKRI,” jelas pria berdarah Bugis ini dalam acara silaturahim Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKAPMII) Sulawesi Selatan di Balai Diklat Kemenag, Makassar, Ahad malam (10/8).

Nasaruddin memuji, peran menonjol mereka adalah sebagai perekat dalam menjaga harmonisasi bangsa. Sehingga kondisi bangsa ini tidak dalam ancaman disintegrasi. “Itu karena PMII yang tetap menjaga sikap kebangsaan,” jelas mantan Katib Aam PBNU

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua IKAPMII Sulsel Kadir Ahmad menuturkan, pelaksanaan silaturahim ini sangat strategis, utamanya dalam menyikapi berbagai tantangan kebangsaan dan keagamaan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Alumni PMII Sulsel berkhidmah dan tersebar di lintas profesi, tentu membutuhkan ruang dalam mendiskusikan berbagai persoalan agar sumber daya yang dimiliki alumni dapat dituangkan dalam perjuangan gerakan sosial-keagamaan di tengah perubahan-perubahan kedepan,” tandas Kadir Ahmad.

Silaturahim ini dihadiri ratusan alumni PMII Se-Sulel lintas generasi, lintas cabang dan kampus. Turut hadir Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco LC, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel HM Gazali Suyuti, Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Masrurah Mochtar, Ketua Yayasan Badan Wakaf UMI Prof? Dr Mochtar Noor Jaya, serta sejumlah tokoh senior PMII Sulsel, seperti Arfah Siddiq, Rahman Idrus, Abdurrahman K, Mukhlis Latif, Ketua GP Ansor Sulsel, M Tonang Cawidu, Ketua PMII Sulsel, Ismail Mangngaga. (Ahmad Arfah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah, Olahraga Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 26 November 2017

Kang Said: Menjilat Penguasa Itu Buruk

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kedekatan pelbagai pihak menimbulkan arti yang buruk bila salah satu pihak bermaksud menjilat dan mengekor kepada pihak lain. Kedekatan dinilai buruk bilamana pihak yang merapat dengan kekuasaan membawa kepentingan politik yang bersifat pribadi atau golongan.

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang lazim disapa Kang Said kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (18/3) petang.

Kang Said: Menjilat Penguasa Itu Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Menjilat Penguasa Itu Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Menjilat Penguasa Itu Buruk

Pernyataan itu merupakan ungkapan Kang Said saat menyikapi tanggapan miring terkait kedatangannya Kamis (14/3) lalu di Istana Presiden RI.

“Kalau dekat dalam arti mengambil muka penguasa, saya pun takkan datang ke istana dalam rangka memenuhi undangan Presiden RI,” tegas Kang Said.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Kang Said yang menjadi Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), kedekatan ormas Islam dengan penguasa akan bernilai baik kalau LPOI memberikan masukan-masukan yang menyangkut kepentingan umum.

Selain masukan, LPOI juga memberikan pernyataan-pernyataan kritis kepada Presiden RI terkait penegakan hukum, korupsi, penanggulangan terorisme, narkoba, kesejahteraan, pengangguran, Kredir Usaha Rakyat (KUR) dan persoalan rakyat lainnya, tambah Kang Said.

Pernyataan kritis dan masukan-masukan itu, lanjut Kang Said, menjadi bagian dari amar makruf dan nahi munkar. Itu merupakan tanggung jawab ormas Islam baik NU maupun ormas yang tergabung dalam LPOI.

Dengan memberikan catatan kritis dan masukan-masukan lainnya, kedekatan dengan penguasa bernilai baik demi membangun masyarakat. Hanya saja kritik dan masukan ormas Islam tidak menggunakan bahasa kasar atau caci maki, tutup Kang Said.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri, Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 25 November 2017

LTN-NU Kawal Pengembangan Media on-Line

Samarinda, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Salah satu agenda rapat Koordinasi Nasional Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) di Samarinda, Sabtu (14/4) adalah mengenai pengembangan media informasi on-line berbasis NU di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Pengurus Pusat LTN-NU Sulton Fathani mengatakan, rapat koordinasi nasional kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, pada Februari 2012 di yayasan Bani Hasyim, Malang. 

LTN-NU Kawal Pengembangan Media on-Line (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN-NU Kawal Pengembangan Media on-Line (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN-NU Kawal Pengembangan Media on-Line

“Pasca acara di Malang itu, saya sudah melihat dan mengawal semua perkembangan website di Jawa Timur dan hingga saat ini sudah ada sekitar 12 website yang sudah update. Bahkan untuk untuk Kabupaten Sumenep dan Pamekasan sudah update tiap hari,” tutur Sulton.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bagi media on-line yang aktif, lanjutnya, PP LTN-NU akan memberikan bantuan dana pengelolaan. Sebaliknya, pihaknya akan mencabut hak kelola media on-line yang diserahkan kepada wilayah dan daerah jika  selama 1 tahun ke depan tidak dikelola dengan baik. “Jadi, website yang mati akan dikubur,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam kesempatan itu, Sulton mengatakan, pihaknya sedang melakukan penguatan di bidang penerbitan, membangun jaringan media NU dengan media-media nasional, serta menggagas media radio dan televisi.

“Selama ini pengurus cabang yang memiliki radio hanya dua daerah, Sumenep dan Ponorogo, ini patut ditiru,” tegasnya.

Selain itu, ia menyarankan agar LTN NU di wilayah dan daerah hendaknya merevitalisasi kantor dan mengangkat staf kantor yang sekiranya bisa intens mengelola kantor tersebut, sehingga menjadi hidup. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syafiqurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Humor Islam, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Terbaru

LAZISNU Tangsel Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah mengadakan beragam kegiatan sosial berupa pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, dan santunan anak Yatim.

Kagiatan dipusatkan di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, (15/12) lalu. Menurut Ketua LAZISNU Tangsel, Ulul Albab, pengobatan gratis diikuti sekitar 500 pasien warga miskin.

LAZISNU Tangsel Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Tangsel Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Tangsel Gelar Rangkaian Kegiatan Sosial

“Dalam aksi sosial tersebut 100 warga terindikasi penyakit gula darah dan HB 50 orang. Ada yang stroke. Dan sisanya penyakit ringan, seperti batuk dan panas,” ujar Ulil di kantor redaksi Ustadz Felix Siauw Terbaru di Jakarta, Kamis (20/12)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain itu, digelar pula penyuluhan bahaya AIDS, narkoba dan pengelolaan sampah dan penanaman 999 pohon di pinggir kali Cisadane, kuburan, dan tanah-tanah kosong di desa itu.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut LAZISNU Tangsel ingin membantu warga miskin di daerah kecamatan Setu. Untuk menyukseskan program ini, LAZISNU bekerjasama dengan IPPNU, Puskesmas Kranggan, PKK Kademangan, Karang Taruna Tunas Harapan Kademangan, LPM Lentera, dan Praktikum Mahasiswa Kesejahteraan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB, dibuka Camat Kecamatan Setu, Bani Khosyatullah, berakhir pukul 14.00 ditutup doa Ketua PCNU Tangerang Selatan KH Abbas Hurobi.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Warga nahdliyyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU) diminta waspada atas munculnya kelompok-kelompok yang membawa paham keagamaan baru yang marak belakangan ini. Pasalnya, tidak sedikit dari kelompok tersebut mengaku menganut paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja), akan tetapi dalam praktek keagamaannya sama sekali tidak mencerminkan paham yang dikenal moderat tersebut.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Nahdlatul Ulama (PP LDNU) KH Nuril Huda saat membuka acara Silaturrahim Pimpinan Majelis Taklim di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/8).

Acara bertajuk “Optimalisasi Peran Majelis Taklim dalam Memantapkan Paham Ahlussunnah Wal Jama’ah” itu digelar hasil kerja sama PP LDNU dengan PP Muslimat NU. Hadir sebagai narasumber tokoh muslimah yang juga Presiden Asosiasi Perempuan Muslim (WML) Amerika Serikat Tiye Multazim, Kepala Biro Perencanaan Departemen Agama Drs Ahmad Junaidi MBA dan Ketua PP Muslimat NU Mahfudloh Ali Ubaid.

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai

Menurut Kiai Nuril, demikian panggilan akrabnya, kelompok-kelompok tersebut berkarakter mudah sekali menganggap bid’ah (mengada-ada), sesat, bahkan kafir terhadap nahdliyyin yang ritual keagamaannya dianggap berbeda. Padahal ritual keagamaan tersebut telah menjadi tradisi nahdliyyin yang selama ini.

“Ada yang ngaku Jama’ah Salafiyah, tetapi prakteknya keluar dari apa yang diajarkan oleh ulama-ulama salaf. Ulama-ulama salaf itu kan sangat menghargai perbedaan madzhab dalam bidang ubudiyah. Tapi golongan ini tidak mengakui (perbedaan madzhab) itu, sehingga mudah sekali mem-bid’ah-kan bahkan mengkafirkan orang lain,” terang Kiai Nuril kepada para pimpinan majelis taklim.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Nuril, NU harus segera dilakukan upaya peneguhan kembali pemahaman sekaligus implementasi dari paham Aswaja di masyarakat. Hal itu, katanya, sangat penting agar kelompok-kelompok tersebut tidak mengusik kelestarian pemikiran dan budaya yang dikembangkan nahdliyyin melalui ajaran Aswaja.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam kesempatan itu, Kiai Nuril juga mengungkapkan, kelompok-kelompok yang mengaku berpaham Aswaja itu tidak hanya berupaya mengganti tradisi keagamaan nahdliyyin. Masjid-masjid yang didirikan dan selama ini dikelola serta takmir masjidnya diisi oleh nahdliyyin mulai diambilalih dengan alasan syarat dengan ajaran bid’ah.

“Kita harus membentengi simbol-simbol NU, seperti masjid-masjid serta tradisi keagamaan NU dari upaya kelompok-kelompok lain yang mau menggeser dan menggantinya,” ungkap Kiai Nuril.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Oleh karenanya, imbuh Kiai Nuril, acara tersebut diharapkan dapat menjadi media perekat dan komunikasi antar-majelis taklim yang berbasis pemikiran dan kultur NU. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Nasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 24 November 2017

Mendes PDTT Kukuhkan Bibit Samad Rianto sebagai Ketua Satgas Dana Desa

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, melantik mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto, sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa, di Kantor Kalibata, Jakarta, Rabu (5/7). Dalam menjalankan tugasnya, Menteri Eko menekankan agar upaya pencegahan menjadi poin utama dari peran Satgas Dana Desa.

"Satgas Dana Desa berperan untuk membantu para kepala desa supaya bisa menjalankan tugas sesuai yang diamanatkan Undang-Undang. Satgas bukan untuk menangkap Kepala Desa. Selain itu, Satgas harus punya kemampuan untuk bekerjasama dengan para Kepala Daerah dan 19 Kementerian/ Lembaga yang memiliki irisan program percepatan pembangunan desa," ujar Menteri Eko.

Menteri Eko menambahkan, Satgas Dana Desa juga akan membantu merumuskan kebijakan dan pengawasan pelaksanaan penggunaan dana desa. Selain itu, Satgas juga memiliki peran untuk membantu mengevaluasi regulasi terkait dana desa, sosialisasi dan advokasi, monitoring dan evaluasi, harmonisasi hubungan antar lembaga serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan terjadinya penyimpangan penggunaan dana desa.

Mendes PDTT Kukuhkan Bibit Samad Rianto sebagai Ketua Satgas Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes PDTT Kukuhkan Bibit Samad Rianto sebagai Ketua Satgas Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes PDTT Kukuhkan Bibit Samad Rianto sebagai Ketua Satgas Dana Desa

"Setiap ada pelanggaran harus ditindaklanjuti. Tingkatkan koordinasi dengan penegak hukum sehingga masukan dari masyarakat bisa ditindaklanjuti dan memberi efek jera. Beri peringatan agar desa lain tidak melakukan hal yang sama," tegas Menteri Eko.

Keberhasilan Satgas Dana Desa, lanjutnya, akan percepat pengurangan kemiskinan, laju urbanisasi, dan mendorong kemajuan negara. Menteri Eko pun mengajak semua pihak membantu Kemendes PDTT dan Satgas Dana Desa untuk mengawal dana desa di daerahnya masing-masing. Jika ada dugaan penyalahgunaan, masyarakat dapat melapor ke Call Center 1500040, SMS Center di nomor 081288990040/ 087788990040 atau via media sosial Kemendes PDTT.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Harapan dari masyarakat dan kita semua sangat besar pada Satgas Dana Desa ini. Pimpinan dan anggotanya dipilih berdasarkan masukan masyarakat dan kajian mendalam. Mereka memiliki rekam jejak yang baik di bidangnya dan memiliki pengetahuan tentang pengawasan dana desa dan pembangunan di Indonesia," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Dana Desa, Bibit Sama Rianto, mengatakan, Satgas yang dipimpinnya berperan penting karena memiliki keinginan kuat membangun desa berintegritas. Dirinya akan terus berupaya menutup lahan korupsi dengan memperbaiki moral, memperkuat sistem, dan memperkuat budaya taat aturan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kita akan cari tahu akar masalah di desa apa, apa penyakit moralnya. Kita akan evaluasi. Kemudian internal Satgas akan rumuskan aturan dan juga memperkuat penelitian," tegas Bibit.

Pembentukan Satgas Dana Desa mengacu pada Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Satuan Tugas Dana Desa. Selain Bibit Samad Rianto sebagai ketua, Satgas Dana Desa juga akan diisi oleh Eko Bambang Riadi sebagai Wakil Ketua dan Douglas Pasaribu sebagai Sekretaris. Satgas Dana Desa juga diisi oleh para anggota berpengalaman, diantaranya mantan anggota kepolisian, kejaksaan, inspektorat, TNI, akademisi, swasta, dan Lembaga Swadaya Masyarakat. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Internasional, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bagi Gus A’ab Hidup adalah Keluarga dan Berdakwah

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Bagi Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus A’ab, Idul Fitri adalah waktu jeda dari kegiatan rutin; mengisi pengajian. Lebaran memang waktunya berkumpul bersama keluarga. Menikmati kebersamaan bersama orang-orang terdekat maupun keluarga jauh.?

Bagi Gus A’ab Hidup adalah Keluarga dan Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Gus A’ab Hidup adalah Keluarga dan Berdakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Gus A’ab Hidup adalah Keluarga dan Berdakwah

Hal ini juga dilakukan Gus A’ab, sapaan akrabnya. Namun biasanya 7 hari setelah lebaran, justru banyak masyarakat yang menggelar halal bihalal, dan lumrahnya ? itu juga diisi dengan pengajian. "Idul Fitri bagi saya adalah waktu istirahat, walaupun hanya sebentar," ucapnya.

Selain sebagai ketua PCNU Jember, dia juga menjabat Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Jember. Yang banyak menyita waktu adalah kegiatannya selaku muballigh. Nama Kiai muda ini cukup moncer di masyarakat. Tidak hanya ahli pidato, tapi juga ahli debat, lebih-lebih soal Aswaja.?

Pada tahun 2007, namanya sempat menjadi buah bibir di kalangan warga NU setelah dalam debat terbuka di IAIN Sunan Ampel Surabaya, dia "menaklukkan" Muammal Hamidy, yang mewakili pengarang buku "Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dikir Syirik". Setahun kemudian, ia berhadapan dengan Ulil Abshar Abdalla dalam debat terbuka di Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo pimpinan KH. Ali Agoes Masyhuri.

Setiap hari bahkan sampai 2 hingga 3 kali menghadiri undangan pengajian. Wilayah dakwahnya, tidak hanya di Jember tapi juga merambah ke kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Bali, Kalimantan, Sumatra, Batam dan bahkan Papua. Di luar negeri, Malaysia, Hongkong dan Thailand sudah beberapa kali ? kali Gus Aab mengisi pengajian di situ.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

4 tahun ? tahun lalu, selama bulan Ramdhan dia keliling Eropa. Beberapa bulan lalu juga berdakwah di Amerika Serikat. Jadual begitu padat, namun Gus Aab masih bisa berbagi waktu dengan keluarga dan tugas formalnya sebagai Dekan. "Misi saya hanya satu, malakukan dakwah, khususnya ? Islam ala Ahlussunah wal Jamaah," ucapnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selepas ? lebaran ketupat ini, seabrek kegiatan sudah menunggu Gus A’ab. Dia dijadualkan ? mengisi ? pengajian di Mojokerto, Kediri, Bangkalan dan Sampang. Tanggal 21 hingga 24 bulan ini Gus Aab akan terbang ke Jayapura untuk mengisi penjajian di beberapa titik di Bumi cenderawasih itu. "Pulang dari Jayapura, saya kembali mengisi pengajian sejumlah kota di Jawa Timur," jelasnya.

Sebagaimana muballigh lainnya, Gus Aab tak pernah memamok "harga" sebagai imbalan dari dakwahnya. Jika lokasi undangannya masih memungkinkan ditempuh dengan kendaraan darat, ? Gus Aab ? membawa mobil sendiri. Tapi kalau tak memungkinakn, maka Gus Aab minta disiapkan tiket panitia pengajian. "Yang penting saya sampai di lokasi pengajian. Soal nanti ? dikasih imbalan itu terserah panitia," tukasnya.

Gus Aab mengaku ? tak setuju adanya anggapan sumbang bahwa dakwah dijadikan bisnis. Katanya, dalam ? dakwah tidak ada bisnis. Soal ada uang sebagai imbalan, itu wajar-wajar saja untuk menjaga kesinambungan dakwah. Sebab, muballigh juga manusia yang punya tanggung jawab ekonomi terhadap keluarganya.?

"Makanya saya agak kaget ketika beberapa waktu lalu, ada seorang muballigh sampai diberitakan minta imbalan Rp50 juta saat mengisi ceramah di Hongkong. Dugaan saya itu ditangani oleh semacam agen. Muballighnya saya yakin tidak seperti itu. Kebetulan seminggu sebelum ribut-ribut itu saya di Hongkong mengisi pengajian juga," terangnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Bantul, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Acara pembukaan Bulan Budaya yang diadakan oleh PWNU DIY dalam rangka memperingati Harlah NU ke-90, Sabtu malam (11/5), berlangsung cukup ramai. 

Hujan yang mengguyur daerah lapangan Piyungan, Bantul, Yogyakarta, sebagai lokasi acara cukup deras. Namun semangat para personil group sholawat sebagai pengisi acara, yang mayoritas sudah tidak dapat dikatakan muda, tetap patut diapresiasi tinggi. 

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Sebagai pra acara, malam itu diisi dengan penampilan dan kolaborasi tiga kelompok shalawat dari beragam jenis, yakni group hadrah ittihadul fata yang membawakan shalawat berbahasa Arab, kelompok sholawat emprak pesantren Kaliopak yang menyajikan shalawat dengan bahasa Jawa dan diiringi tarian, kemudian group shalawat ‘Kuda Mas’ yang memadukan shalawat dengan alat-alat musik Tionghoa.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Alunan musik shalawat yang indah pun menggema malam itu. Selain sarat akan kandungan nilai-nilai agama yang disampaikan melalui seni musik, penampilan ketiga group shalawat yang beragam itu menunjukkan kolaborasi antar etnis yang berbeda, namun tetap dapat disatukan dan bernafaskan Islam pula.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Usai penampilan ketiga group shalawat, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana kegiatan Bulan Budaya, Samsu Hadi Samono. Dalam sambutannya tersebut, dikatakan bahwa rangkaian kegiatan bulan budaya telah dimulai sejak pagi, yakni apel pagi sebagai bentuk kesetiaan terhadap Pancasila, kemudian kirap budaya dan Jatilan sebagai bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat. 

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempertegas kembali budaya-budaya NU yang sesuai dengan Negara Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Camat Piyungan, Agus Sulistiyana, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan jati diri bangsa, melestarikan budaya dan menggalang persatuan. 

“NU itu dapat merekatkan hubungan masyarakat, karena saat ini persatuan sedang terusik”, tegasnya.

Kemudian diperkuat lagi dengan pernyataan KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempertegas kembali relasi Islam dengan budaya, terlebih Yogya yang dikenal sebagai pusat budaya. Bagi NU itu, lanjutnya, menjalankan Islam itu yang penting sesuai dengan syari’at. 

“NU itu mementingkan realitas, bukan sekedar formalitas,” tandasnya.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan wayang secara simbolik, dari Rais Syuriyah NU DIY, KH Asyhari Abta, kepada dalang, Ki Cermo Radiyo Harsono, sebagai tanda pagelaran wayang telah dimulai.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Semifinal AFF U-18, Dukung Rafli Cs Kalahkan Thailand Hari Ini

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Babak Semifinal Piala AFF U-18 mempertemukan Timnas Indonesia U-18 dengan Thailand hari ini, Jumat (15/9) di Stadion Thuwunna, Mynamar. Bomber Muhammad Rafli Mursalim dan kawan-kawan (cs) dipastikan habis-habisan melawan tim tangguh dari Negeri Gajah Putih tersebut.

Timnas Indonesia U-18 berhasil mencapai babak 4 empat besar dengan raihan mengesankan. Hattrick Rafli di pertandingan terakhir melawan Brunei Darussalam yang berakhir dengan skor telak 8-0 mengantarkan Timnas bukan hanya mencapai semifinal, tetapi menobatkan mereka menjadi juara grup B.

Semifinal AFF U-18, Dukung Rafli Cs Kalahkan Thailand Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semifinal AFF U-18, Dukung Rafli Cs Kalahkan Thailand Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semifinal AFF U-18, Dukung Rafli Cs Kalahkan Thailand Hari Ini

Timnas U-18 berhasil mengumpulkan 9 poin sama seperti Myanmar dan Vietnam di posisi kedua dan ketiga. Namun, Indonesia mengantongi selisih gol lebih banyak dari kedua tim tersebut.

Santri ujung tombak Timnas

Dalam gelaran Piala AFF U-18 kali ini, Rafli salah satu pemain muda berbakat yang banyak mendapat sorotan. Selain ketangguhannya dalam men-dribble bola dan kelihaiannya mencetak gol, ia merupakan jebolan Liga Santri Nusantara (LSN), kompetisi sepak bola yang disokong Kemenpora untuk menjaring bakat para murid pesantren.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bersama Egy Maulana Vikry, Rafli merupakan andalan Coach Indra Sjafri di lini depan Timnas. Bahkan Rafli saat ini tercatat sebagai pencetak gol tercepat Piala AFF U-18 ketika Timnas melibas Brunei 8-0. Ia berhasil membuka keran gol Timnas dalam waktu 43 detik saja.

Rafli tercatat sebagai santri dari Pondok Pesantren Al-Asy’Ariyah, Tangerang, Banten. Ia merupakan jebolan LSN 2016. Kompetisi tersebut merupakan hasil kerja sama Kemenpora dan RMI Nahdlatul Ulama (RMINU) sejak 2015 lalu. Ia berhasil membawa Al-Asy’ariyah juara LSN Provinsi Banten.

Namanya sangat mencuat di LSN 2016 bersama Al-Asy’Ariyah. Ia mampu mencetak 15 gol dan menyabet gelar pemain terbaik di ajang tersebut. Walaupun pesantrenya saat itu hanya mampu menduduki tempat ketiga di LSN tingkat Nasional.

Setelah tampil apik di Liga Santri 2016, sulung dari tiga bersaudara itu mendapat panggilan dari Kemenpora untuk mengikuti seleksi timnas Indonesia U-19 untuk area DKI Jakarta. Hasilnya, ia lolos seleksi hingga masuk pemusatan latihan di Cijantung, Jakarta Timur. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia berhasil membuat pelatih Indra Sjafri terpikat. Kini ia menjadi bagian dari Garuda Nusantara. Rafli juga membuktikan bahwa santri bisa berprestasi di ajang olahraga terpopuler sejagat raya ini.

Di pertandingan semifinal Piala AFF U-18 melawan Thailand kali ini, Rafli dipastikan kembali menjadi pilihan utama Indra Sjafri di lini depan sebagai ujung tombak ditopang Egy Maulana Vikry sebagai second striker. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Warta Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 23 November 2017

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan menggelar halaqoh dengan tema Peningkatan Kapabilitas Takmir Masjid NU se-Cabang Kraksaan.

Kegiatan yang digelar di aula Kantor PCNU Kota Kraksaan ini diikuti oleh 130 orang peserta terdiri dari Ketua Takmir Masjid, Remaja Masjid, pengurus Syuriyah, Ketua PAC LTMNU, Takmir Masjid di Kota Kraksaan serta Takmir Masjid di 5 (lima) MWC se-Cabang Kota Kraksaan, Sabtu (14/10).

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kraksaan Tingkatkan Kemampuan Takmir Masjid

Halaqah ini dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH Mannan Abdul Mannan, Ketua LTM PBNU KH Mansur Saeroji, Ketua Lembaga Wakaf PWNU Jawa Timur KH Qosim, Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim serta segenap jajaran pengurus.

Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM Takmir Masjid dalam melaksanakan amanah dan memberi motivasi dengan rasa hikmah yang tinggi kepada takmir masjid dalam mengelola secara profesional dan proporsional dengan melaksanakan muharrik masjid serta kegiatan gerakan infaq dan shodakoh untuk masjid.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar masjid yang ada di wilayah Kota Kraksaan ini sesuai motto dari LTMNU Kota Kraksaan yakni Masjid Itu Ada dan Berada,” harapnya.

Menurut Didik, Masjid Itu Ada dan Berada memiliki maksud bahwa Ada maksudnya fisik dan bangunannya jelas berwujud dan berada artinya ada di dalamnya idarah, imarah, dan ri’ayah. Dengan demikian masjid itu selain tempat bersujud dan rumah Allah SWT juga harus dan wajib dilaksanakan tiga bidang meliputi idarah, imarah, dan ri’ayah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Serta membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaj) An-Nahdliyah di setiap masjid yang tercatat dan terdaftar di LTMNU Kota Kraksaan. Yang telah kami lakukan adalah pemberikan papan nama masjid dan piagam masjid ala NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah, Doa Ustadz Felix Siauw Terbaru

Banser Kota Tasik Jaga Kiai yang Sakit

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru?



Posisi dan kedudukan Banser difungsikan sebagai pengawal ulama serta menjaga akidah Aswaja an-Nahdliyyah. Pun harus siap dalam mengemban tugas membela dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.?

Banser Kota Tasik Jaga Kiai yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kota Tasik Jaga Kiai yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kota Tasik Jaga Kiai yang Sakit

Demikian seperti yang dilakukan anggota Banser menjaga Ketua PCNU Ciamis KH Agus Abdul Kholik saat dirawat intensif di ruang ICVCU RS Jasa Kartini, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/3). Di RS, kiai tersebut, selain ditunggu keluarga besar Pondok Pesantren Cijantung, Ciamis, juga dijaga Banser Kota Tasikmalaya.?

Menurut Satkorcab Banser Kota Tasikmalaya Haedar Burhan, Banser akan selalu siap menjaga para ulama. "Anggota Banser dilatih untuk tanggap dan siap dalam situasi dan kondisi apa pun. Apalagi ini salah satu tugas mulia, menjaga dan mengawal ulama yang sedang sakit," tegasnaya.

Dia juga mengatakan bahwa Banser selalu siap mengemban tugas sesuai instruksi kapan dan dimana pun “Saat ini Banser Kota Tasik disiagakan untuk menjaga kiai yang sedang dirawat di wilayah Kota Tasik. Tentu kami berkewajiban mengawal dan menjaganya,” tambahnya.

Sebelumnya, salah satu putra KH Siradj Cijantung yang juga Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya itu masuk ke Rumah Sakit enam hari sebelumnya setelah kadar gula darahnya naik. (A. Arif/Abdullah Alawi)?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Habib, Makam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Madrasah di Lamongan Peringati Harlah NU dengan Upacara Bendera

Lamongan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU Darussalam Jatipandak, Sambeng,? Lamongan, Jawa Timur, menggelar upacara peringatan hari lahir NU ke-92 yang jatuh pada 16 Rajab 1436 H.

Selain diperingati menurut hitungan kalender masehi, yakni pada 31 Januari, warga NU di berbagai daerah juga merayakan peringatan tahunan tersebut berdasarkan hitungan kalender hijriyah.

Madrasah di Lamongan Peringati Harlah NU dengan Upacara Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Lamongan Peringati Harlah NU dengan Upacara Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Lamongan Peringati Harlah NU dengan Upacara Bendera

Acara yang berlangsung khidmat di halaman madarasah setempat, Selasa (5/5) dan diikuti puluhan siswa, dewan guru, dan undangan dari badan otonom NU, baik Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, serta IPNU dan IPPNU.

”Kita jangan pernah melupakan sejarah. Ulama pendiri melahirkan organisasi (NU) yang cinta damai sebagai perwujudan Islam rahmatan lil ‘alamin bukan Islam yang radikal,” kata kepala MI Darussalam, Kholison.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pria yang juga ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Jatipandak ini mengungkapkan, dengan adanya peringatan Harlah NU ke-92 ini diharapkan meningkatkan kecintaan siswa terhadap NU dan para ulamanya untuk melestarikan nuansa Islam yag ramah terhadap sesama.

“Mari kita doakan di harlah NU ke-92 ini, semoga NU semakin jaya dan memberikan manfaat ke semua umat,” imbuh Kholison.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Setelah menggelar upacara, siswa-siswi diajak doa bersama di aula madarasah sebagai puncak acara harlah NU ke-92.? “ Anak-anak kami ajak membaca tahlil dan istighotsah supaya madarsah ini mendapat berkah dari peringatan harlah NU,” pungkasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Hadits Dhaif dan Hadits Palsu?

Hadits dhaif (kalau merujuk pada ilmu Musthalah Hadits) merupakan tingkatan hadits paling rendah setelah hadits sahih dan hasan. Hadits ini dikatakan dhaif hanya karena penisbatannya yang tidak begitu meyakinkan kepada Rasulullah SAW.

Sebabnya antara lain adalah silsilah sanadnya yang terputus, rawinya yang kurang kuat ingatannya, dan lain sebagainya. Namun apakah hadits ini bisa sama dengan hadits maudhu (palsu)? Hal ini akan dijelaskan dalam tulisan sederhana ini.

Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Hadits Dhaif dan Hadits Palsu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Hadits Dhaif dan Hadits Palsu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Hadits Dhaif dan Hadits Palsu?

Syekh Khalil bin Ibrahim dalam sebuah karyanya Khuthuratu Musawatil haditsid Dhaif bil Maudhu menjelaskan secara panjang lebar terkait perbedaan itu. Ia mengecam sebagian kalangan yang menyamakan hadits dhaif dengan hadits palsu. Keduanya mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Menyamakan keduanya termasuk suatu kesalahan fatal dalam beragama.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Syekh Khalil menjelaskan, di antara perbedaan hadits dhaif dan maudhu adalah sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Artinya, “Hadits dhaif pada dasarnya tetap dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW, berbeda dengan hadits maudhu yang merupakan kebohongan yang diada-adakan (atas nama Nabi SAW).

Selain itu, penyebab dhaifnya sebuah hadits adalah keterputusan sanadnya, atau kelemahan-kelemahan yang bersifat manusiawi dari para perawinya seperti lemahnya daya ingat, sering ragu ataupun tersalah dalam menyampaikan sesuatu. Sedangkan hadits maudhu adalah hadits yang tidak bersumber sama sekali dari Nabi Muhammad SAW. Kemudian hadits dhaif boleh diriwayatkan secara ijmak, sedangkan hadits maudhu tidak boleh diriwayatkan sama sekali kecuali dengan menjelaskan kepalsuannya.

Selanjutnya, hadits dhaif tetap diamalkan berdasarkan ijmak ulama dalam hal-hal yang berkaitan dengan keutamaan (fadhail), anjuran kebaikan, dan larangan keburukan. Sedangkan hadits maudhu haram diamalkan. Serta hadits dhaif akan naik derajatnya menjadi hasan li ghairihi ketika ada sanad lain yang memperkuat kebenarannya. Sedangkan hadits palsu tidak akan mengalami kenaikan status sekalipun mempunyai puluhan ataupun bahkan ratusan hadits pendukung dari jalur yang berbeda-beda.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Ad-Durrul Mandhud sebagaimana yang dikutip juga oleh Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki dalam karyanya Ma Dza fi Sya’ban menyebutkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Para imam dari kalangan ahli hadits dan ahli fikih telah sepakat, sebagaimana yang disebutkan juga oleh Imam An-Nawawi dan lainnya, tentang kebolehan beramal dengan hadits dhaif dalam hal fadhail (keutamaan-keutamaan), anjuran kebaikan dan ancaman keburukan. Tidak dalam perkara yang berkaitan dengan hukum halal dan haram, selama tingkat kedhaifannya tidak terlalu parah.”

Melihat sejumlah perbedaan itu, maka sangat naif kalau ada seseorang yang begitu entengnya membuang hadits dhaif seolah-olah itu bukan (tidak tergolong) sebagai perkataan Nabi sama sekali. Sementara itu di sisi lain, tidak terhitung banyaknya ulama yang mengamalkan hadits-hadits dhaif selama kedhaifannya tidak terlalu parah dan tidak mempunyai hadits pendukung dari jalur atau sanad yang lain.

Berikut ini kutipan beberapa pendapat ulama terkait hal tersebut. Pertama, Imam Nawawi dalam Fatawa-nya menyebutkan adanya konsensus (ijmak) di kalangan ulama terkait kebolehan mengamalkan hadits dhaif untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan akidah dan hukum halal dan haram.

Kedua, boleh mengamalkannya secara mutlak dalam persoalan hukum ketika tidak ditemukan lagi hadits sahih yang bisa dijadikan sebagai sandaran. Pendapat ini dinisbatkan kepada Imam Ahmad dan Abu Daud. Selain itu Imam Abu Hanifah dan Ibnul Qayyimil Jauziyyah juga mengutip pendapat tersebut.

Ketiga, hadits dhaif boleh diamalkan jika ia tersebar secara luas dan masyarakat menerimanya secara umum tanpa adanya tolakan yang berarti (talaqqathul ummah bil qabul). Keempat, boleh mengamalkannya ketika hadits dhaif tersebut didukung oleh jalur periwayatan lain yang sama atau lebih kuat secara kualitas darinya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam At-Tirmidzi dalam karyanya. Wallahu a‘lam. (Yunal Isra)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Anti Hoax, Ulama, Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember

Jember, NU? Online

Merebaknya aliran-aliran keagamaan yang menyimpang dari kultur arus besar masyarakat Indonesia, membuat sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, merasa khawatir terhadap masa? depan NU sekaligus Indonesia.

Karenanya, akhir pekan lalu mereka mengunjungi Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember untuk melihat secara langsung geliat “penyemaian” kader Aswaja di pesantren yang terletak sekitar 6 kilometer ke arah utara kota Jember itu. Tidak sekadar kunjungan, mereka secara khusus mengaji Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) ke pengasuh utama Nuris, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember

“Niat kami di sini memang ingin mengaji dan mendalami Aswaja. Sebab, Kiai Muhyiddin merupakan mahaguru panutan Aswaja di Nusantara ini,” ujar Shaleh, salah seorang PAC GP Ansor Banyuputih kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Rabu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Shaleh, dewasa ini aliran Islam garis keras dan kelompok takfiri begitu deras mengguyur Indonesia. Mereka menyerang? amaliah NU tidak hanya lewat udara (media sosial)? tapi juga merongrong NU lewat darat. Secara kasat mata, mereka sudah berani menampakkan diri dan secara sporadis membuat kegiatan untuk memperkenalkan ajarannya di tengah-tengah masyarakat.

Jika gerakan mereka dibiarkan, katanya, bukan tidak mungkin masyarakat benar-benar akan terpengaruh propaganda yang mereka tebarkan. “Ini saya pikir bahaya. Karena mereka militan, agersif. Kalau mereka sudah kuat, tak segan-segan menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendaknya. Nah, sebelum ini menjadi masif, kami selaku pegiat Aswaja ingin mempertebal ilmu tersebut langsung kepada Kiai Muhyiddin,” tambahnya.

Ia bertekad untuk terus mendakwahkan Islam Nusantara yang merupakan inti dari ajaran Aswaja ala NU. Yaitu Islam yang moderat, penuh toleransi dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. “Apa yang beliau amanahkan akan kami takdzimi, akan kami teruskan perjuangan beliau, terutama dalam menghahdapi aliran-aliran Islam garis keras,” jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selama dua hari, para kader NU tersebut? mengikuti pengajian “Hujjah Aswaja” yang disampaikan langsung oleh Kiai Muhyiddin. Kepada mereka, ia berpesan agar dapat mengayomi umat. “Antum semua ustadz, yang hadir di sini, masyarakat antum di sana itu, adalah umat antum, kawal, ayomi, itu mereka semua umat antum,” tegasnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru

Habib Umar Muthohar: Cari Ilmu Perlu Didampingi Seorang Guru

Klaten, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Habib Umar Muthohar menegaskan, bahwa mencari ilmu perlu didampingi seorang guru. Sebab, siapa yang mencari ilmu tanpa didamping seorang guru, maka Syaitan-lah yang akan menjadi gurunya. Bahkan, tidah hanya itu, sosok guru yang mendampingi juga mesti memenuhi beberapa kriteria.

“Mari kita belajar kepada para kiai, habaib dan masyayikh. Carilah guru yang ilmunya bersambung sanadnya kepada Nabi Muhammad saw,” tuturnya di depan ribuan jamaah pengajian ‘Maulid Nabi Muhammad SAW: Membangun NKRI melalui Maulid Nabi’ yang diselenggarakan di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Habib Umar Muthohar: Cari Ilmu Perlu Didampingi Seorang Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar Muthohar: Cari Ilmu Perlu Didampingi Seorang Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar Muthohar: Cari Ilmu Perlu Didampingi Seorang Guru

Selain memiliki sanad yang jelas, juga perlu diperhatikan figur guru yang memiliki sifat-sifat yang baik. “Ulama yang hatinya ikhlas, bersih dari sifat yang kotor,” ujar A’wan Syuriyah PWNU Jateng itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain Habib Umar, hadir pada kesempatan tersebut Rais Aam Idharoh Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Habib Luthfi mengajak seluruh jamaah untuk menunjukkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia. “Banggalah menjadi warga Indonesia. Malulah dengan leluhur kita, bagaimana mereka menanam kecintaan terhadap tanah air,” tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sebelum mengakhiri wejangannya, Habib Luthfi melontarkan sebuah pertanyaan mendalam, yang bahkan diulang hingga tiga kali. “Sudahkah kamu berjasa untuk Negeri ini, sebagai rasa cintamu kepada Bangsa dan negara?,” tanyanya kepada jama’ah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sanad KH Hasyim Asyari terhadap Kitab Nihayah Imam Ar-Ramli

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan dalam cara memahami hukum agama (fiqih) memilih pendekatan bermadzhab. Di antara banyak madzhab yang pernah ada (bahkan mencapai 13 mazhab) hanya empat saja yang dipilih sebagai acuan bermazhab.?

Hal ini karena keempatnya dinilai lebih muktabar, terkodifikasikan dengan lengkap dan bertahan dari waktu ke waktu. Keempat madzhab tersebut adalah: mazhab Hanafi, mazhab Maliki, mazhab Syafii, dan mazhab Hambali.

Adapun madzhab yang mayoritas dianut warga Negara Indonesia pada umumnya dan warga Nahdliyyin khususnya adalah mazhab Syafi’i yang dibangun oleh Imam Muhammad bin Idris As-Syafii. Salah satu kitab induk yang menjadi rujukan dalam fiqih mazhab syafii adalah Kitab Nihayah yang ditulis oleh Imam Ar-Ramli.?

Sanad KH Hasyim Asyari terhadap Kitab Nihayah Imam Ar-Ramli (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad KH Hasyim Asyari terhadap Kitab Nihayah Imam Ar-Ramli (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad KH Hasyim Asyari terhadap Kitab Nihayah Imam Ar-Ramli

Berikut ini disajikan silsilah sanad kitab Nihayah milik Imam Ramli dari Hadlratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari melalui jalur gurunya Syaikh Mahfudh Termas. Sanad ini bukan hanya sanad Kitab Nihayah saja, namun juga kitab-kitab lainnya yang ditulis Imam Ramli.

Sanad dari KH M Hasyim Asy’ari:

Ustadz Felix Siauw Terbaru

1. Hadlratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfudh Termas

3. Dari Syaikh Sayyid Muhammad Amin Al-Madani

Ustadz Felix Siauw Terbaru

4. Dari Muhammad Abi Khadlir

5. Dari Shalih Al-Bukhari

6. Dari Rafi’ al-Qandahari

7. Dari Muhammad bin Abdullah Al-Maghribi

8. Dari Abdillah bin Salim Al-Bashri

9. Dari Ali bin Al-Jamal

10. Dari Sayyid Umar bin Abdir Rahim Al-Bashri

11. Dari As-Syams Muhammad bin Ahmad Ar-Ramli

Jalur cabang:

1. Abdullah bin Salim Al-Bashri (sanad nomor 8), juga mengambil (belajar) kitab Nihayah ini dari:

2. Ali Syabramalisi

3. Dari Az-Zayyadi dan Al-Halabi

4. Dari Imam As-Syams Muhammad bin Ahmad Ar-Ramli

Dengan demikian maka jika dihitung semua sanad tersebut beserta cabangnya, maka jumlahnya semua ada 14 sanad. Dalam 12 tingkatan.

Sumber:?

1. Kitab Kifayatul Mustafid karya Syaikh Mahfudh Termas

2. Buku Khittah Nahdliyah karya KH Achmad Shiddiq

3. Buku Ahlussunnah wal Jamaah dalam Tradisi dan Persepsi NU

(Ahmad NurKholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 22 November 2017

Lailatul Qadar sebagai Sindiran bagi Kita

Khutbah I



? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Lailatul Qadar sebagai Sindiran bagi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Qadar sebagai Sindiran bagi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Qadar sebagai Sindiran bagi Kita

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bulan Ramadhan adalah bulan paling istimewa. Ia menjadi primadona di antara 11 bulan lainnya. Bulan yang Allah jadikan sepuluh hari pertamanya rahmat, sepuluh hari keduanya adalah maghfirah (pengampunan), dan sepuluh hari ketiganya itqun minan nâr (pembebasan dari api neraka). Allah juga menjanjikan pahala berlipat untuk setiap ibadah dari hari-hari biasanya. Di bulan suci ini pula Al-Qur’an diturunkan atau yang umat Islam kenal dengan peristiwa nuzûlul qur’ân.

Di luar itu semua, ada pula saat-saat yang begitu menarik umat Islam di bulan Ramadhan, yakni peristiwa Lailatul Qadar, sebuah malam yang menyandang predikat “lebih baik daripada seribu bulan”. Artinya, seluruh ritual keagamaan dan amal kebaikan dalam semalam setara dengan aktivitas ibadah selama seribulan bulan atau sekitar 83 tahun. Lailatul Qadar hadir tiap Ramadhan. Dan apabila dihitung, ibadah dalam masa Lailatul Qadar dua kali saja sudah melebihi masa batas usia manusia normal. Lantas, betapa banyaknya pahala yang didapat bila seorang ahli ibadah berumur panjang yang menjumpainya hampir setiap tahun.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada Malam Qadar. Dan tahukah kamu apakah Malam Qadar itu? Malam Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al-Qadr 97: 1-5)

Setidaknya ada tiga keutamaan yang terkandung dalam ayat ini. Pertama, orang yang beribadah pada malam itu bagaikan beribadah selama 1000 bulan atau 83 tahun empat bulan. Ini menjadi karunia spesial bagi umat Nabi Muhammad SAW yang berumur lebih pendek dibanding umat nabi-nabi terdahulu. Kedua, para malaikat pun turun ke bumi, mengucapakan salam kesejahteraan kepada orang-orang yang beriman. Dan ketiga, malam itu penuh keberkahan hingga terbit fajar.

Meski keutamaan Lailatul Qadar tergambar jelas dalam Al-Qur’an dan sejumlah riwayat, namun? hingga kini para ulama masih belum ada kata sepakat tentang kapan persisnya malam istimewa itu jatuh, karena memang tak ada nash yang secara eksplisit merinci tentang hal ini. Sebuah pendapat mengatakan, Lailatul Qadar itu terjadi pada 17 Ramadhan. Ada pula yang mengatakan pada 21 Ramadhan. Ulama lain yakin tepat pada 27 Ramadhan.

Dengan berdasar bahwa Rasulullah kian giat beribadah saat sepuluh terakhir Ramadhan, banyak yang berpendapat malam mulia itu jatuh pada sepuluh malam terakhir tersebut. Dan karena Allah dan Rasul-Nya menyukai bilangan ganjil maka banyak yang berkeyakinan Lailatul Qadar adalah malam 21, 23, 25, 27, atau 29. Sementara kapan waktu pasti itu, masih menjadi rahasia. Hanya Allah yang tahu.

Hadirin jamaah shalat jumat hadâkumullâh,

Waktu beribadah sesungguhnya tak memiliki batasan waktu. Ibadah dalam pengertian luas bisa dilakukan kapan saja, sepanjang masa. Dzikirullâh (mengingat Allah) diharuskan berlangsung setiap detak jantung dan embusan napas kita. Hanya saja, manusia dengan segenap kelemahannya seringkali melalaikan kewajiban itu. Dan dengan rahmat dan kemurahan-Nya, Allah sampai “berkepentingan” untuk mengiming-imingi hambanya masuk surga dan memberi ancaman neraka agar manusia mengingat pencipta-Nya.

Kita melihat, sudah menjadi sebuah kelaziman bahwa Ramadhan yang berlimpah pahala menjadi bulan perubahan mendadak bagi kebanyakan orang. Suasana religius semakin terasa, tempat-tempat ibadah menjadi kian ramai, lantunan ayat-ayat suci lebih sering terdengar, dan tayangan religi dan ceramah di televisi menunjukkan peningkatan frekuensi dan jumlahnya.

Kondisi ini patut kita syukuri. Di tengah zaman serbasibuk dan modern ini, sebagian orang masih mau meluangkan waktu untuk menjalin hubungan kian dekat dengan Rabb-Nya. Hanya saja, situasi “mendadak” dalam perubahan itu menjadi bahan introspeksi kita. Begitu Ramadhan tiba, masyarakat yang sebelumnya tenggelam dalam aktivitas duniawi berbondong-bondong berburu pahala. Hal ini menjadi cermin bahwa betapa untuk beribadah pun sebagian dari manusia masih menyertakan gairah rasa pamrihnya. Semangat karena inilah waktunya mengeruk ganjaran sebanyak-banyaknya: ibadah sunnah berpahala wajib, ibadah wajib berlipat-lipat ganda pahalanya. Apalagi Lailatul Qadar yang menjanjikan banjir pahala yang luar biasa.

Beribadah dengan tujuan mendapatkan pahala bukanlah tindakan dosa. Namun ketika Ramadhan tak memberi perbaikan apa-apa untuk bulan-bulan setelahnya, hal itu patut disayangkan. Karena dengan sikap itu, seseorang memosisikan Ramadhan selayak jeda “libur kerja”, rutinitas tahunan saat-saat manusia “menghibur diri”. Selepas itu, keadaan kembali seperti sebelumnya.

Kabar tentang keutamaan bulan Ramadhan, juga Lailatul Qadar di dalamnya, menjadi pemacu manusia yang cenderung berkarakter manja untuk kembali mendekat kepada Tuhannya. Mengapa waktu Lailatul Qadar dirahasiakan? Ini adalah pukulan telak buat manusia. Hamba yang peka akan segera tersindir. Di balik misteri itu terkandung pelajaran bahwa ibadah mestinya tidak dilakukan dalam satu malam saja. Rahasia itu sesungguhnya adalah semacam pancingan agar hamba lebih sering mendekatkan diri kepada Allah setiap hari di bulan Ramadhan, bahkan setiap hari, jam, menit, dan detik dalam kehidupan kita.

Semoga kita termasuk orang-orang yang berkempatan berjumpa Lailatul Qadar dengan aktivitas-aktivitas positif. Dan Ramadhan tahun ini membawa perbaikan ruhani yang mempengaruhi seluruh gerak-gerik kita untuk mencari ridha Allah subhânahu wataâlâ.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaNu, Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru