Rabu, 10 Agustus 2016

Ke Depan, Pendekar Pagar Nusa Harus Piawai Menulis

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa KH Fuad Anwar mengajak para pendekar muda untuk menambah keterampilan menulis di luar keterampilan bela diri. Kiai Fuad mengatakan, pendekar Pagar Nusa perlu melihat peluang dan tantangan NU sesuai eranya.

“Dahulu perjuangan para pendekar menggunakan bambu runcing. Sekarang perjuangan harus ditambah dengan pena,” terang Gus Fuad Anwar saat mengisi diskusi rutin di Masjid an-Nahdliyyah PBNU, Selasa (17/11) malam.

Ke Depan, Pendekar Pagar Nusa Harus Piawai Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Depan, Pendekar Pagar Nusa Harus Piawai Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Depan, Pendekar Pagar Nusa Harus Piawai Menulis

Dengan perjuangan melalui pena, publik menjadi mengerti secara benar perjuangan santri dan pendekar NU. “Hari Santri yang sudah ditetapkan jangan sampai diisi oleh orang lain yang kemudian merusak citra santri itu sendiri. Momentum bagi kader muda Pagar Nusa selain menjaga amaliyah-amaliyah olah batin yang diwariskan juga harus menulis sejarahnya sendiri.”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Gus Fuad mencontohkan, selama ini penulis sejarah menulis secara bias terhadap santri sehingga peran santri terpinggirkan.

“Contoh kecil, perang Pangeran Diponegoro , seolah santri adalah pemberontak yang takluk kepada Belanda. Padahal di wilayah Mataraman dan Jawa Tengah santri bergerilya dan berjuang habis-habisan. Karenanya, kini sudah saatnya kita tulis kembali sejarah santri,” terang Gus Fuad.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara narasumber lain forum ini Munawir Aziz mengatakan, Pagar Nusa tetap bisa berperan dalam era digital ini. Untuk siap melakukan perjuangan digital, pendekar Pagar Nusa harus meningkatkan kemampuan fisik dan batin, juga keterampilan menulis untuk membentuk opini dan isu.

“Fisik dan batin harus ditambah dengan keterampilan menulis,” terang Munawir yang kini diamanahkan sebagai Wakil Sekretaris LTN PBNU.

Kegiatan rutin Pagar Nusa ini diadakan setiap Selasa Kliwon malam. Mereka biasa mengawali acara rutin ini dengan isthigotsah. Mereka menutupnya dengan jabat tangan dan makan bersama. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 03 Agustus 2016

Etika Kiai Menjadi Etika Umat melalui Para Santrinya

Solo, Ustadz Felix Siauw Terbaru



Transformasi nilai dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari kepada para muridnya menjadi satu faktor penting tertanamnya etika kebangsaan yang dipegang warga Nahdliyin hingga saat ini. Begitu pula dengan kiai lain seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri dan kiai-kiai lain.

“Etika yang mereka bangun kemudian diturunkan kepada murid-muridnya, hingga kemudian menjadi sebuah etika kelompok yang dilembagakan dalam wadah Nahdlatul Ulama,” papar Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH M Dian Nafi’ pada acara bertajuk “Membangun Indonesia” di Solo, Kamis (10/8).

Etika Kiai Menjadi Etika Umat melalui Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Etika Kiai Menjadi Etika Umat melalui Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Etika Kiai Menjadi Etika Umat melalui Para Santrinya

Proses transformasi tersebut, lanjut Kiai Dian, kemudian berlanjut pada tahapan membangun etika masyarakat. NU maupun banom-banomnya menurunkan nilai-nilai yang mereka pegang kepada masyarakat, melalui berbagai cara.

“Ada yang berbaur lewat ludruk, hadrah dan lain sebagainya,” kata Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari etika masyarakat, lambat-laun kemudian berkembang meluas menjadi etika kebangsaan hingga akhirnya menubuh menjadi etika kenegaraan.

Prinsip tasamuh, i’tidal yang menjadi prinsip warga NU, juga diikuti pada tataran peraturan kenegaraan yang diwujudkan dengan pengakhiran diskriminasi dan sebagainya.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kita butuh transformasi etika ini,” tegas Kiai Dian. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan, Daerah, Makam Ustadz Felix Siauw Terbaru