Sabtu, 25 Februari 2017

LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE di Wajo

Wajo, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) dengan dukungan dari Department of Foreign and Trade Australia (DFAT) menyelenggarakan Pelatihan “Manajemen Kedaruratan Bencana dan Standar Minimum Kemanusiaan untuk Pengungsi (SPHERE)”, 14-17 Oktober 2016, di Gedung PKK Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana dan Participatory Disaster Risk Assessment(PDRA), dan diselenggarakan untuk pemangku kepentingan kunci di tingkat komunitas Kabupaten Wajo.

LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE di Wajo (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE di Wajo (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE di Wajo

Pelatihan diikuti 30 peserta dari BPBD, lembaga pendidikan, LSM, Fatayat NU, Forum Masyarakat Sibawaki, dunia usaha, media, staf Kelurahan Salomenraleng, karang taruna, PKK, dan tokoh masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua PCNU Kabupaten Wajo Muhammad Alwi saat membuka acara ini menyampaikan bahwa Kabupaten Wajo telah ditetapkan sebagai salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki risiko tinggi terjadi banjir. Oleh sebab itu, selayaknya masyarakat dan pemangku kepentingan di Kabupaten Wajo meningkatkan kapasitas dalam penanggulangan bencana.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE ini merupakan salah satu jawaban untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan, masyarakat, dan stakeholder kunci di tingkat komunitas untuk melakukan upaya penanggulangan bencana,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu hal yang harus menjadi perhatian dalam penanggulangan bencana adalah mengurangi korban bencana dengan menyediakan fasilitas yang memenuhi standar minimum kemanusiaan bagi pengungsi. Harus ada upaya agar masyarakat yang terdampak bencana dapat meninggalkan rumahnya dengan hati yang tenang dan tidak was-was.

“Terkait hal ini, LPBI NU memiliki konsep penanggulangan bencana yang yang khas berdasarkan nilai-nilai budaya setempat yang dijadikan standar dalam menanggulangi bencana. Semoga pelatihan ini bukan hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Pelatihan kali ini dipandu oleh Ujang D. Lesmana dari Reay Indonesia, yang mengampu sedikitnya tujuh rangkaian materi, meliputi : (1) Realitas? Penanganan Kedaruratan Bencana di Indonesia; (2) Pendekatan dan Prinsip Penanggulangan Bencana Secara Holistik; (3) Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana; (4) Pemenuhan Perlindungan dan Kebutuhan Hidup Dasar Bagi Penyintas Bencana, gender, dan kelompok rentan; (5) Manajemen Kedaruratan: Manajemen Pusat Koordinasi (Posko), Manajemen Shelter (pengungsian), (6) Manajemen Pos Kesehatan Darurat, Manajemen Dapur Umum, dan Penanganan Psikososial Korban Bencana; dan (7) Standar Minimum Kemanusiaan untuk Pengungsi (SPHERE).

Deputi Program Manager SLOGAN-STEADY menyampaikan bahwa pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SHPERE merupakan rangkaian pelatihan dari pelatihan-pelatihan yang dilakukan sebelumnya. Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya telah dilakukan pelatihan PRB dan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA). Dalam pelatihan ini, peserta akan belajar struktur komando tanggap darurat serta bagaimana mengelola posko supaya jika terjadi bencana, peserta sudah tangguh sehingga penanganan kedaruratan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 20 Februari 2017

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada

Makassar, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Berita duka datang dari Makassar. Sesepuh NU Sulawesi Selatan Prof Dr H Abd Rahman Idrus telah berpulang ke rahmatullah, Selasa (31/5). Salah seorang tim perumus Deklarasi Munarjati PMII 1972 ini wafat di Rumah Sakit Wahidin Makassar tepat pukul 12.00 Wita.

Abdur Rahman Idrus saat ini diamanahi sebagai Wakil Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Lembaga Kajian Islam Aswaja An-Nahdliyah Universitas Islam Makassar (UIM), dan Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada

Almarhum merupakan salah satu Pendiri UIM yang berembrio dari Sekolah Tinggi Islam Al-Gazali Ujung Pandang, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Al-Gazali Ujung Pandang, Universitas Nahdlatul Ulama Makassar yang didirikan pada 6 Juni 1962 dan saat ini menyongsong Milad Ke-50.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Almarhum termasuk salah satu anggota tim perumus Deklarasi Murnajati pada Musyawarah Besar PMII II di Murnajati Malang Jawa Timur Tanggal 14 Juli 1972, dimana saat itu PMII mendeklarasikan sebagai organisasi independen.

Saat ini jenazahnya telah berada di rumah duka Jalan Sunu 138 Makassar. Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Batu Lappa Desa Panaikang, Kecamatan Minasa Tene Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Rabu (1/6).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Prof Abd Rahman Idrus wafat pada usia kurang lebih 71 tahun. Sampai akhir hayatnya, almarhum senantiasa memikirkan NU dan UIM. Bahkan ia adalah satu sesepuh NU yang sampai akhir hayatnya masih menjadi tempat anak-anak muda NU mencurahkan kegelisahan mereka. Semoga Allah menerima amal baiknya dan mengampuni segala kekurangannya. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 18 Februari 2017

Ribuan Santri Antar Kiai Warsun Munawwir

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. 18 April, Kamis Sore, jam 16.00, ribuah santri dan pelayat mengantarkan janazah KH Ahmad Warsun Munawwir menuju Dongkelan, makam keluarga besar Pesantren Krapyak Yogyakarta. Semua saling berjubel untuk ikut menandu keranda jenazah dari Pesantren Krapyak menuju Dongkelan yang jaraknya lumayan jauh.?

Banser siap siaga, mengatur jalan dan keamanan. Para kiai tak mau kalah, ikut serta berebut keranda. Bahkan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) juga ikut menandu keranda jenazah Kiai Warson.

Ribuan Santri Antar Kiai Warsun Munawwir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Antar Kiai Warsun Munawwir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Antar Kiai Warsun Munawwir

Saat acara menjelang pemakaman, KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, memberikan sambutan ? atas nama keluarga. Sedangkan atas nama masyarakat diwakili KH A Malik Madany, Katib Aam PBNU. ? Adapun doa dipanjatkan oleh KH Zainal Abidin Munawwir dan KH Musthofa Bisri.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Salah satu santri Kiai Warsun, KH Habib Syakur, merasa sangat kehilangan dengan kepergian beliau. Kiai Habib merasa sangat diperhatikan Kiai Warsun, bahkan sampai urusan rumah tangga sekalipun.

“Karena saya merasa bahwa saya adalah salah satu santri yang sangat diperhatikan oleh beliau. Mulai dari urusan kerumahtanggaan hingga hal-hal yang bersifat akademis,” kenangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Bermula dari saya mulai mondok di PP Al-Munawwir Krapyak, Hari Jumat Wage, 6 Desember 1976, saya langsung ndherek di ndalem beliau, yang saat itu masih bersama almarhumah mbah Nyai (Nyai Hj. Sukis, istri almaghfurlah al-marhum KH M. Moenawwir, ibu beliau), al-Mukarram Romo KH Zainal Abidin Munawwir, dan al-marhumah Ibu Nyai Hj. Jamalah Munawwir (kakak beliau). Momong putra pertama beliau (Gus H. Muhammad Fairuz atau Gus Nanang) adalah salah satu pekerjaan harian saya,” lanjutnya.

Salah satu santri yang lain, KH Munawir AF, Musytasyar PWNU DIY, juga merasa sangat kehilangan. Untuk mengantarkan sang guru tercinta, Kiai Munawir menulis sebuah sajak yang sangat menyentuh. ?

GURU..

kalau tdk keliru...?

sdh 53 tahun aku kenal denganmu

sdh 53 tahun Aku menjadi muridmu

dan seterusnya aku adalah santrimu

Kau isi sungsum balungku

Kau kupas jiwa benakku

Kau ikuti tangis dan tawaku

Sampai kurang seminggu kau meninggalkanku

Kau cad hijau kalbuku

kau batik kuning coklat benakku

kau lukis wajahku?

aku jadi begini...

kau pernah kau tandingkan aku

kau pernah marahi daku?

kau pernah perintahkan aku menulis

tetapi pernah juga kau perintahkan aku menangis

aku kacau

aku galau

kau tinggalkan daku sendiri

setelah 53 tahun aku tegak berdiri..

Allahu Yarham19/4/13

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim-Yusuf

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru IMNU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bangun Kemandirian, Ansor Kajen Pekalongan Luncurkan Badan Usaha

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meluncurkan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) bernama "Sahabat Komputer".

Menurut Abdul Muid, salah seorang fungsionaris PAC GP Ansor Kajen, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu program prioritas di Gerakan Pemuda Ansor yang muaranya adalah terwujudnya kemandirian organisasi dan kader.

Bangun Kemandirian, Ansor Kajen Pekalongan Luncurkan Badan Usaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Kemandirian, Ansor Kajen Pekalongan Luncurkan Badan Usaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Kemandirian, Ansor Kajen Pekalongan Luncurkan Badan Usaha

Ia mengatakan, GP Ansor sangat peduli terhadap pengembangan ekonomi berbasis potensi kader dan kondisi lokal. NUMA “Sahabat Komputer” yang bergerak di bidang jasa servis dan pemeliharaan (maintenance) komputer.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ke depan kami bercita-cita terwujud Pusat Bisnis Ansor sebagai pusat informasi, promosi sekaligus inkubasi bisnis Ansor" papar Doel Bae, sapaan akrab Abdul Muid.

BUMA “Sahabat Komputer” yang diluncurkan Jumat (26/2) tersebut berlangsung di lokasi usaha Gedung Serbaguna MWCNU Kecamatan Kajen, Jalan Pahlawan Rowolaku, Kajen, Pekalongan. Prosesi peluncuran ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua MWCNU Kajen H. Saifuddin Zuhri, disaksikan Muspika Kecamatan Kajen, serta segenap pengurus badan otonom NU dan tokoh masyarakat setempat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Abdul Muid menambahkan, untuk mendorong pemberdayaan ekonomi organisasi dan kader, GP Ansor Kajen telah melaksakan program-program riil, antara lain mendata potensi ekonomi kader, mendirikan pusat pelatihan Ansor berupa "LPK Nuansa Mandiri", memberikan pelatihan inkubasi bisnis dengan penekanan pada pelatihan teknis maupun kewirausahaan, juga memfasilitasi dan mendampingi kelompok usaha bersama di beberapa desa di Kecamatan Kajen.

"Harapannya ke depan organisasi dan kader Ansor semakin kuat, mandiri dan mampu bersaing di era global," tuturnya.

Peluncuran badan usaha ini merupakan rangkaian dari kegiatan Konferensi X PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen yang dilaksanakan selama satu hari penuh. Konferensi tersebut melangsungkan agenda pokok berupa evaluasi dan laporan perjalanan PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen masa khidmah 2013-2016, merumuskan pokok-pokok program dan kebijakan organisasi yang akan ditempuh PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen ke depan, serta memilih pengurus baru PAC GP Ansor Kecamatan Kajen Masa Khidmah 2016-2019. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Khutbah, Syariah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 16 Februari 2017

Tata Laksana Shalat Id Menurut Rasulullah

Tulisan ini akan menjabarkan tatacaa Rasulullah saw dalam mempersiapkan diri menuju shalat id. Karena hari idul fitri adalah hari istimewa, maka tatacaranyapun berbeda. sebagaimana perbedaan shalat idul fitri dengan shalat lainnya.

Hal pertama yang diterangkan oleh para ulama tentang uswah hasanah Rasulullah saw yang berhubungan dengan idul fitri adalah bahwa beliau menyempatkan diri makan terlebih dahulu sebelum shalat id.  Sebagaimana sabdanya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Hal ini menurut Ibnul Musayyab untuk membedakan antara pagi hari sebelumnya yang masih berpuasa dan hari idul fitri yang telah berbuka. Juga sebagai pembeda dengan idul adha, karena shalat idul adha sebaiknya tidak didahului makan terlebih dahulu. Begitu teksnya

Tata Laksana Shalat Id Menurut Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Laksana Shalat Id Menurut Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Laksana Shalat Id Menurut Rasulullah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Demikian pula Rasulullah saw berangkat menuju masjid dengan berjalan kaki. Artinya tidak naik kendaraan sebagaimana yang beliau lakukan ketika mengantar jenazah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Imam Syafi’I menerangkan juga bahwa beliau selalu mengambil jalan pulang yang berbeda sekembali dari shalat id. Dan hendaklah sunnah Rasulullah saw yang seperti ini diikuti oeh semua orang.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Telah sampai kepada kita suatu berita bahwa Rasulullah saw kalau pagi-pagi berangkat shalat id melewati suatu jalan, dan apabila pulang melewati jalan yang lain. Dan saya senang yang seperti itu, begitu pula bagi pemimpin maupun orang umum.

Dan satu hal lagi yang terpenting, bahwa selama perjalanan dai rumah hingga tempat shalat Rasulullah saw tidak-hnti-hentinya, membaca bertakbir.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Bahwasannya Nabi saw membaca takbir ketika keluar di hari raya idul fitri dari rumahnya hingga tempat shalat

(red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Quote, PonPes, Khutbah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 12 Februari 2017

Kiai Maruf Jelaskan Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Tangsel, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Ketua Umum MUI KH Maruf Amin mengatakan, ada orang yang berpendapat bahwa tidak ada perbedaan yang mendasar antara bank syariah dan bank  konvensional. Padahal keduanya memiliki banyak perbedaan prinsip yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Mereka berpendapat, perbedaan di antara keduanya hanya bersifat pelabelan semata seperti yang satu karyawannya berjilbab, sementara yang satu lagi tidak. Yang satu mengucapkan, assalamu ‘alaikum dan yang satunya lagi mengatakan selamat pagi kepada nasabah.

Kiai Maruf Jelaskan Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Jelaskan Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Jelaskan Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Kiai Maruf menjelaskan, ada perbedaan mendasar yang membedakan sebuah bank syariah dan konvensional. “Saya katakan, bedanya (bank syariah dan konvensional) seperti langit ketujuh dan sumur bor,” kata Kiai Maruf.

Hal ini disampaikan oleh Kiai Maruf saat menyampaikan pidato kunci dalam acara seminar nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dengan tema Tantangan dan Peluang Pasar Keuangan Syariah di Indonesia di Kampus II UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Rabu (17/5).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Perbedaan keduanya, lanjut Kiai Maruf, bisa pada tataran teknis seperti karyawannya berpakaian secara Islami maupun pada tataran yang substansial seperti praktik pengelolaan dana dan proses pengolahannya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Karena banyak karakteristiknya yang beda. Beda prosesnya,” ucapnya.

Lebih jauh, ia mengumpamakan perbedaan kedua bank itu dengan orang yang berhubungan badan dan melahirkan seorang anak. Menurutnya, jika ada seseorang yang melakukan hubungan badan tanpa menikah terlebih dahulu dan melahirkan seorang anak tentu berbeda hukum dan status anaknya dengan mereka berhubungan badan dengan proses akad nikah.

“Ada orang kumpul. Yang satu dengan qabiltu nikahaha dan yang satu kumpul kebo, lalu keluarlah anak. Ini beda,” kata cicit Syekh Nawawi Al-Bantani itu.

Ridha antara pihak laki-laki dan perempuan yang tidak menikah seperti contoh ini tidak menjadikan sesuatu menjadi halal. Karena kalau dengan ridha sesuatu menjadi halal, maka zina akan dianggap halal. Begitupun dengan praktik bank konvensional.

“Ridha itu syarat dalam akad. Tetapi tidak menjadikan sesuatu menjadi halal,” kata Kiai Maruf. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah, Hikmah, Budaya Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 10 Februari 2017

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis

Pasuruan, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pengurus Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan kembali menerima siswa baru melalui organ taktisnya yaitu Lakpesdam Bimbel School (LBS). LBS adalah sebuah program bimbingan belajar gratis yang dilaksanakan untuk membantu prestasi belajar siswa dari keluarga menengah ke bawah di kawasan pesisir Kota Pasuruan.

Program ini dibuka dalam rangka membantu anak masyarakat tak mampu untuk bersaing dengan putra-putri beberapa masyarakat kelas menengah ke atas yang telah memilih program bimbingan belajar guna menambah kualitas didik putra-putrinya dalam meraih prestasi di sekolah.

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Warga Tak Mampu, Lakpesdam Kota Pasuruan Kembali Buka Bimbel Gratis

Realitas yang terjadi di Kota Pasuruan terutama di daerah pesisir masih banyak orang tua yang belum sanggup dan mampu untuk membiayai putra-putrinya dalam program bimbingan belajar.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pembukaan ini dihadiri oleh segenap pengurus Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan dan Direksi pengajar LBS di Desa Mandaran Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, Kamis (14/9).

Direktur LBS M Ishadi Waskita Jaya menyampaikan, antusiasme anak-anak didik dalam belajar di kawasan pesisir Kota Pasuruan ini harus terwadahi. Pengurus LBS semaksimal mungkin mengabdikan diri untuk membantu proses belajar anak-anak melalui program LBS.

"Mereka mendapatkan bimbingan belajar sebanyak tiga kali dalam seminggu," kata Jaya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi menyampaikan, komitmen untuk berupaya dan berpartisipasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pasuruan menjadi sesuatu hal yang prioritas dalam setiap program kerja Lakpesdam NU Kota Pasuruan. Terlebih sumber daya manusia di kota pasuruan terutama kawasan pesisir adalah berasal dari keluarga Nahdliyin yang potensinya harus dikelola dengan baik.

LBS ini hadir untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya nahdliyin melalui peningkatan kualitas belajar anak-anak generasi muda harapan bangsa. "Terlebih mereka ini banyak terdiri dari keluarga yang tidak mampu. NU melalui Lakpesdam harus hadir untuk menjawab problematika itu," imbuh Waladi. (Zulkarnain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 07 Februari 2017

Formalisasi Agama Bisa Jadi Alat Berangus Oposan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Formalisasi agama dengan alasan untuk menciptakan masyarakat yang Islami ternyata memiliki potensi yang besar untuk disalahgunakan sebagai alat untuk memberangus para oposan. Menurut NU, sebenarnya yang penting mengambil substansi ajaran Islamnya, bukan simbol-simbolnya saja.

Demikian diungkapkan oleh Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj menanggapi maraknya pembuatan perda syariat di sejumlah daerah yang ditakutkan sebagai awal untuk mengganti dasar negara kita menjadi negara Islam. Menurut Kang Said, dalam sejarah formalisasi Islam, hal tersebut telah terbukti. Para oposan selalu dianggap kafir, zindiq, padahal bukan masalah kafirnya, tapi masalah kritisnya.

Formalisasi Agama Bisa Jadi Alat Berangus Oposan (Sumber Gambar : Nu Online)
Formalisasi Agama Bisa Jadi Alat Berangus Oposan (Sumber Gambar : Nu Online)

Formalisasi Agama Bisa Jadi Alat Berangus Oposan

“Karena negaranya negara Islam, maka yang menentang Islam berarti kafir, lha begitu….Korbannya banyak, Hallaj dibunuh karena dibelakangnya ada orang-orang yang teraniaya, orang kulit hitam yang didholimi. Salah seorang pujangga, Sholeh bin Abdul Kuddus, juga jadi korban.  Abdullah bin Mukoffak juga dibunuh dengan alasan kafir karena menentang negara.Islam,” tuturnya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru beberapa waktu lalu. 

Hal yang sama juga berlaku di Saudi Arabia saat ini. Kalau ada yang mengkritik pemerintah dianggap kafir, zindik karena menentang pemerintah Islam. “Padahal bukan masalah agama, tetapi masalah perilaku penguasa yang tidak benar. Senjata yang paling efektif itu agama. Allahu Akbar…. Islam, padahal mereka dibayar kan,” tuturnya.

 

Perda Anti Maksiat

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selanjutnya, Kang Said yang juga lulusan Universitas Ummum Qura Makkah tersebut berharap agar beberapa perda yang dinamakan perda syariat tersebut diganti saja dengan perda anti maksiat.

“Aturan yang melarang tentang perjudian, narkotika, miras dan lainnya, ini gak usah bilang syariat Islam, ini perda anti maksiat. Menggunakan kata syariat Islam ini menyebabkan ekskusif, kemudian resistensi dan selanjutnya bisa menimbulkan retaknya bangsa ini,” imbuhnya.

Berbagai istilah seperti Tim Pembela Islam untuk membela salah satu tokoh di pengadilan juga bisa menimbulkan masalah. “Membela Syaikh Abu Bakar Baasyir sebut saja sebaga tim pembela Abu Bakar Baasyir, gak usah disebut tim pembela Islam. Nanti akan timbul tim pembela Kristen, Tim pembela Buddha, tim pembela Hindu. Ini hak mereka untuk membela, tapi jangan sebut agama, ini bukan negara agama. Kalau ada orang China, Kristen perilakunya baik, ya kita bela,” tegasnya. (mkf)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Kyai, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 02 Februari 2017

Nasihat Umar, Jangan Ceritakan Masa Lalu Putrimu

Diriwayatkan, seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khattab. Ia menceritakan pengalaman hidupnya. ”Seorang puteri saya di zaman jahiliyah saya dikubur hidup-hidup,” katanya.

“Namun aku sempat mengeluarkannya kembali sebelum dia meninggal dunia. Hingga puteriku ini masih mendapatkan masa Islam dan telah memeluk Islam.”

Belum ada yang istimewa dari ceritanya. Kemudian ia melanjutkan, ”Ketika puteriku memeluk Islam sebagai seorang Muslimah, dia terkena salah satu hukuman had karena berzina, hingga puteriku kemudian mencoba bunuh diri dengan melukai nadinya. Lalu aku menemukannya, sementara dia sudah memotong sebagian nadi lehernya.”

Beberapa sahabat lain yang turut mendengar ceritanya tercengang. Lalu lelaki ini melanjutkan kisahnya, ”Maka lantas kuobati puteriku sampai sembuh. Kemudian dia pun bertaubat dengan baik. setelah itu, dia minta dicarikan jodoh.”

Nasihat Umar, Jangan Ceritakan Masa Lalu Putrimu (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasihat Umar, Jangan Ceritakan Masa Lalu Putrimu (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasihat Umar, Jangan Ceritakan Masa Lalu Putrimu

Pun hingga ia berkata demikian, belum jelas apa sebenarnya maksud kedatangannya menemui Khalifah Umar bin Khattab, hingga ia pun berkata, ”Wahai Amirul Mukminin! Apakah aku harus memberitahu calonnya tentang keadaan puteriku pada masa lalu?” Rupanya inilah maksud kedatangannya menemui sahabat Umar dari awal.

Mendengar pertanyaan ini Umar lantas menjawab dengan keras, ”Apakah kamu ingin menyingkapkan apa yang telah ditutupi oleh Allah? Demi Allah, jika kamu memberitahukan tentang kisah hidup puterimu kepada seseorang yang ingin menkahinya, kami akan menjadikanmu sebagai contoh hukuman bagi seluruh penduduk negeri karena telah membuka aib seseorang. Lebih baik nikahkanlah puterimu dalam pernikahan yang suci tanpa harus menanggung malu karena aib masa lalunya.” (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba, Ulama, Aswaja Ustadz Felix Siauw Terbaru