Jumat, 26 April 2013

Siswa Madrasah Raih Emas Beladiri Muaythai Nasional

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Anak desa bukanlah ukuran untuk tidak sukses. Setiap orang bisa meraih cita-citanya, karena yang menentukan adalah semangat juang ketika belajar dan menekuni keahlian yang dimilikinya.

Begitulah kira-kira gambaran untuk Mustakim, salah seorang alumnus Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Ulum binaan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo di Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Siswa Madrasah Raih Emas Beladiri Muaythai Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Raih Emas Beladiri Muaythai Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Raih Emas Beladiri Muaythai Nasional

Dalam turnamen Liga Nasional Muaythai Wakil Presiden (Wapres) Cup Seri ke-5 di GOR Gotong Royong Subang, Jawa Barat, Jumat (8/4) lalu, Mustakim telah berhasil merebut medali emas nomor tarung 43 kilogram.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Anak ini tidak hanya mengharumkan MTs Miftahul Ulum tempat dirinya belajar dulu, namun juga daerahnya Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jawa Timur,” kata Ketua Yayasan Miftahul Ulum Nurul Hasan M. Mushlih, Ahad (10/4).

Menurut Mushlih, saat menempuh pendidikan di MTs Miftahul Ulum, Mustakim telah tampak semangat ketika mempelajari ilmu Beladiri Muaythai dari guru olahraganya, Deby A. Gany. ?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Mustakim tekun berlatih hampir setiap sore, hari-harinya selalu diisi dengan kegiatan latihan fisik dan mental. Semua itu ia lalui dengan baik walaupun sangat berat baginya,” jelasnya. Selain berlatih, dirinya juga meminta Mustakim untuk melatih adik-adik kelasnya yang saat ini masih belajar di madrasah tersebut bersama sang guru Deby A. Gany.

Atlet asal Desa Tunggak Cerme Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo ini, adalah peraih medali emas pertama dari Kontingen Jawa Timur. Secara spontan alumnus madrasah di Jawa Timur ini langsung melakukan sujud syukur setelah dinobatkan sebagai juara dan meraih medali emas setelah menaklukkan Aziz, perwakilan dari kontingen tuan rumah Jawa Barat.

“Meskipun berasal dari desa yang terpencil, namun berkat semangat yang tinggi dan gigih berlatih demi meraih prestasi dan mewujudkan mimpi-mimpinya, Mustakim bisa meraih prestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.

M. Mushlih menegaskan bahwa Mustakim merupakan satu dari 11 atlet kontingen Jawa Timur yang berangkat ke Subang, Jawa Barat. Pada awal pertandingan, ia bermain tenang sehingga mampu mendominasi pertandingan. Pukulan dan tendangan yang dilakukan selalu membuahkan poin. Saat ronde ke 3, lawan Mustakim menyerah dan memilih tidak melanjutkan pertandingan.

“Prestasi yang diraih saat ini tidak hanya sampai di sini. Masih ada even-even lain yang lebih besar diantaranya PON 2016 yang akan digelar di Jawa Barat juga serta beberapa kejuaraan bergengsi di kancah Internasional,” terangnya.

Atas prestasi ini, Mushlih mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan dukungan kepada Mustakim yang saat ini masih tercatat sebagai siswa kelas XI, di salah satu Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Cerita, Makam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 19 April 2013

Siswa Madrasah Baca Qiro dengan Mengenakan Pakaian Adat

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Perhelatan Ajang Kreasi Seni dan Olahraga (Aksioma) serta Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2017 di Yogyakarta menjadi instrumen penguatan karakter bangsa oleh Kementerian Agama.

Hal ini setidaknya terlihat ketika 14 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan mengenakan pakaian adat Jawa dipadu blangkon sebagai penutup kepala pada Senin (7/8) dalam acara pembukaan Aksioma dan KSM di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Siswa Madrasah Baca Qiro dengan Mengenakan Pakaian Adat (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Baca Qiro dengan Mengenakan Pakaian Adat (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Baca Qiro dengan Mengenakan Pakaian Adat

Di hadapan sekitar 12.000 hadirin yang memadati tribun stadion, 14 murid MI yang terdiri dari 9 siswa dan 5 siswi secara serasi melantunkan ayat 11 dari Surat Al-Mujadalah dan Surat Ar-Rahman ayat 33.

Suara emas mereka sejurus dengan warna emas pakaian adat yang mereka kenakan. Semua mata dan kamera tertuju kepada mereka. Bagi anak-anak madrasah, menguatkan nilai-nilai keislaman tidak lantas melepaskan identitas budaya bangsa.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggelegar memenuhi sudut-sudut stadion yang dipenuhi oleh para generasi muda berprestasi dari seluruh penjuru tanah air. Mereka berkompetisi selama satu pekan di bidang sains, seni, olahraga, dan karya tulis ilmiah untuk meraih prestasi tertinggi.

"Saya bangga menjadi bagian dari siswa madrasah. Saya sangat siap berkompetisi dengan siswa-siswi lain dari seluruh Indonesia," ujar Kholida Nailul Muna pada acara pembukaan lalu.

?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Siswa MAN 3 Bantul, DIY ini merupakan salah seorang siswi berprestasi global. Ia meraih juara di ajang matematika internasional di Vietnam pada Juli 2017 lalu.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan bahwa ajang Aksioma dan KSM ini mampu sekaligus menyiapkan bibit-bibit unggul di bidang sains dengan tetap mencintai bangsa dan negaranya.

“Selain berkompetisi, mereka berkumpul dari seluruh Indonesia untuk saling mengenal budaya dari daerah mereka satu sama lain sehingga tumbuh bukan hanya intelektualitasnya saja, tetapi juga integritasnya,” ujar Lukman. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 04 April 2013

Ansor Gebog Bakti Sosial di Kampung Relokasi Bencana

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan kegiatan bakti sosial di kampung relokasi bencana, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Jumat (13/3) pagi.

Ansor Gebog Bakti Sosial di Kampung Relokasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gebog Bakti Sosial di Kampung Relokasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gebog Bakti Sosial di Kampung Relokasi Bencana

Sedikitnya, 50 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar NU (CBP IPNU) membantu mengerjakan perbaikan saluran irigasi dan meratakan akses jalan masuk di kampung tersebut.

Ketua PAC GP Ansor Gebog Dasa Susila mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian? terhadap warga relokasi korban longsor yang terjadi di Dukuh Kambangan, Desa? Menawan, satu tahun silam. Menurutnya, kini kampung relokasi memerlukan penataan infrastruktur seperti akses jalan masuk dan saluran irigasi yang layak.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Ansor menginisiasi baksos (bakti sosial) ini juga untuk mengajak masyarakat Kudus khususnya wilayah utara untuk tetap mengedepankan kepedulian terhadap sesama pasca bencana longsor Dukuh Kambangan, Menawan, lalu," ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru usai kegiatan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pada kesempatan itu, GP Ansor juga memberikan bantuan uang dengan harapan dapat digunakan untuk menambah perbaikan sarana umum di kampung relokasi. Bantuan uang tunai sebesar Rp 1.200.000 diterima kepala Desa Menawan yang kemudian diserahkan koordinator kampung itu.

"Bantuan anggota Banser Ansor tidaklah terlalu besar, namun mudah-mudahan bisa memberi manfaat. Saluran irigasi yang sudah ditata dan dirapikan bisa mengurangi percepatan kerusakan jalan yang masih berupa jalan tanah," tandas Dasa.

Kepala Desa Menawan, Solikin AH sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kegiatan sosial yang dilaksanakan GP Ansor dan generasi muda NU Gebog ini. Ia menjelaskan, di kampung relokasi itu rencananya akan ada 59 rumah yang didirikan. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan, Pertandingan, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru