Minggu, 30 April 2017

Menteri Agama Janji Tingkatkan Kualitas Madrasah

Yogyakarta,Ustadz Felix Siauw Terbaru. Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, penyelenggara pendidikan di Indonesia ada dua, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang fokus pada sekolah dan Menteri Agama (Menag) yang fokus pada madrasah.

Menteri Agama Janji Tingkatkan Kualitas Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Janji Tingkatkan Kualitas Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Janji Tingkatkan Kualitas Madrasah

Ia berpendapat bahwa pendidikan agama harus kita tingkatkan, “Dan menteri Agama siap untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah,” katanya. Ia mengatakan hal itu pada dialog pendidikan dalam rangka Harlah ke-90 NU yang digelar di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (15/05).

Dengan agama, lembaga pendidikan kita akan lebih baik. Karena kita sering mendengar krisis akhlak, moral dan sosial, “Di manakah sumber akhlak itu berada? Pastinya dari agama. Lembaga pendidikan agama harus menjadi pendidikan yang utama,” ujar Suryadharma.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menambahkan, kita harus memperhatikan betul lembaga pendidikan agama atau madrasah. Karena saat ini banyak penurunan santri dan rendahnya santri mengkaji kitab kuning, “Menjadi impian kita semua bahwa madrasah dapat mencetak pemuda-pemuda yang bisa memimpin doa, tahlilan, istigotsah, khutbah, dan ceramah.”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Anggaran pendidikan, sambung Suryadharma, terus meningkat, kami terus memotivasi segenap pengurus dan guru di lembaga pendidikan agama. Agar Menteri Agama dapat menjalankan program-program yang menyentuh, meningkatkan kualitas pendidikan serta para menteri dapat turun ke bawah untuk melihat kondisi pendidikan yang berada di daerah.

Ia kemudian menyinggung lembaga Ma’arif NU. Menurutnya, dari sisi bahasa, “ma’arif” sangat mudah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, karena Kepala Mendikbud dan Menag berasal dari warga NU dan sama-sama untuk meningkatkan moral masyarakat kita.

Dialog pendidikan yang dipandu salah seorang Pengurus Pusat LP Ma’arif NU Zainal Arifin Toha tersebut, dihadiri pengurus NU, LP Ma’arif, dan pelajar se-DIY.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Solikhin dan Dwi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 29 April 2017

Ini Profil Ketum IPNU Terpilih, Asep Irfan Mujahid

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Asep Irfan Muhajid terpilih sebagai Ketua Umum PP IPNU masa khidmat 2015-2018 setelah mendapat suara terbanyak dalam Kongres IPNU ? ke-XVIII di Donohudan, Boyolali, Rabu (8/12) dini hari.

Sebelum mendapat mandat sebagai ketua pimpinan pusat, pemuda yang akrab disapa Asep ini mengemban amanah sebagai Ketua PW IPNU Jawa Barat.

Ini Profil Ketum IPNU Terpilih, Asep Irfan Mujahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Profil Ketum IPNU Terpilih, Asep Irfan Mujahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Profil Ketum IPNU Terpilih, Asep Irfan Mujahid

Asep yang juga pernah menjadi Ketua PAC Jatinegara dan PC Ciamis, berijazah S-1, yang ia dapatkan setelah menempuh pendidikan di Tarbiyah STAI Miftahul Huda Al-Azhar Banjar Jawa Barat. Saat ini, dia tengah melanjutkan pendidikannya S-2 di Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Usai terpilih dalam pidatonya di depan peserta penutupan kongres, pelajar kelahiran Ciamis pada 10 Juni 1988 itu mengajak semua kader untuk ikut membesarkan IPNU.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kejayaan NU di masa depan ada di tangan kita, mari kita bersama untuk mewujudkan itu. Kita jadikan dinamika kongres ini sebagai bagian dari pendewasaan,” kata dia.

Pada proses pemilihan Ketua IPNU, Asep berhasil meraih suara terbanyak, mengungguli calon lainnya, Muhammad Said dari DKI Jakarta dan Abdul Rozak dari Jatim. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah, Berita, RMI NU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 28 April 2017

PMII Sukoharjo Peringati Satu Dasawarsa

Sukoharjo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sukoharjo, belum lama ini (8/5) mengadakan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 PMII yang dan Satu Dasawarsa PMII Sukoharjo. 

PMII Sukoharjo Peringati Satu Dasawarsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sukoharjo Peringati Satu Dasawarsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sukoharjo Peringati Satu Dasawarsa

Acara yang dihadiri ratusan peserta baik pengurus, anggota, maupun para alumni tersebut diselenggarakan di Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan Ngadirejo Kartasura Sukoharjo.

Dalam acara yang mengusung tema "Memperteguh Peran Strategis PMII Sebagai Social Mandatory Dalam Kepemimpinan Demokrasi" ini, ketua PMII Sukoharjo, Jampit Ludiro dalam suatu orasi kebangsaan, ia mengatakan dengan lebih dari usia emas, organisasi PMII dalam level nasional telah terbukti sebagai perangkai negeri dan penjaga NKRI.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Itu bagian dari bukti PMII sebagai social mandatory,” kata Mahasiswa IAIN Surakarta itu.

“Sinergitas dan kolektifitas antara kader dan alumni, juga menjadi modal penting dalam menjaga ritme gerakan,” imbuh sang ketua.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pentas monolog “Kemerdekaan” karya Putu Wijaya. Di akhir peringatan Harlah PMII ini, diadakan pemberian kenang-kenangan dari pengurus cabang untuk para mantan ketua, mulai dari periode 1 sampai periode 7.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kiai, Santri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 27 April 2017

Kemenag Pastikan 18 Kontingen Bulutangkis Ikuti Final Pekan Depan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Koordinator perlombaan olahraga bulutangkis Kementerian Agama, Syahrudin, menyatakan kepastian seluruh kontingen dalam partai final. Pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-71 tahun ini, ada 18 kontingen yang akan bertanding di partai utama, terdiri 15 undangan sejumlah satuan kerja dan tiga dari luar.

Kemenag Pastikan 18 Kontingen Bulutangkis Ikuti Final Pekan Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Pastikan 18 Kontingen Bulutangkis Ikuti Final Pekan Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Pastikan 18 Kontingen Bulutangkis Ikuti Final Pekan Depan

“Tamu dari luar yaitu BKN, BPK, dan Ditjen Anggaran (DJA) Kemenkeu,” ujar Syahrudin di sela pertandingan beregu putra tingkat eselon I yang dihelat di Gedung Olah Raga (GOR) Mitra Bungur Senen, Jakarta, Selasa (10/1/).

Untuk 15 satker terdiri tiga tim Kemenag Pusat, sembilan Kanwil Kemenag bakal tampil di partai utama (Lampung, Jabar, Sumsel, Jatim, DKI, Banten, DIY, Bengkulu, dan Jateng). Juga tiga kampus (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Raden Intan Lampung).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pada babak penyisihan digelar empat pertandingan sekaligus. Pasangan Edin Erdiman dan Diar Sunyono (Badan Litbang dan Diklat) versus Ulil Abshar dan Syamsul dari Ditjen Pendis, Rizal dan Diaz (Ditjen PHU) versus Farhan dan Yono (Ditjen Bimas Islam) bertanding di partai pertama. Kemudian, Ditjen Bimas Kristen versus Setjen, dan Ditjen Bimas Katholik versus Setjen. Ditjen Bimas Hindu dan Ditjen Bimas Buddha asben.

“Partai ini digelar untuk memilih tim terbaik yang akan mewakili Pusat pada laga di partai final melawan tim Provinsi pada Selasa pekan depan,” tandas Kasubag Asesmen Jabatan Fungsional di Biro Kepegawaian Kemenag ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia berharap, tahun depan kegiatan tersebut diikuti seluruh satker di lingkungan Kemenag. “Untuk tahun ini, dari sepuluh eleson I di Kemenag ikut kualifikasi. Terpilih hanya tiga. Dengan metode ini kelihatannya teman-teman di pusat senang sekali. Harapan saya ke depan bisa ikut semua,” ujarnya.

Menurut dia, idealnya harus ada dua kali pertandingan untuk menjembatani keinginan sejumlah kanwil yang belum terakomodir. Selain itu, ada pembagian zona agar transportasi peserta tidak mahal. “Jadi, ada selama tiga hari itu hanya grup utama yang tampil. Selebihnya melalui seleksi,” kata Syahrudin.

Di tempat terpisah, Ahmad Damai, salah satu anggota panitia lomba, menambahkan bahwa hasil akhir yang lanjut ke partai utama adalah kontingen Setjen dan Ditjen Pendis. “Kemudian, satu tiket khusus diberikan kepada Itjen di partai final,” ujarnya melalui telepon seluler.

Selain tiga tim Kemenag Pusat, lanjut Damai, 15 kontingen akan memeriahkan partai final yang digelar pada Selasa-Kamis, 17-19 Januari 2017, di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rekrut Siswa Baru, LP Ma’arif NU Kotagajah Berdayakan Peran Alumni

Lampung Tengah, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Memasuki masa penerimaan siswa baru tahun ajaran 2015/2016 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU kecamatan Kotagajah, kabupaten Lampung Tengah, meminta kesediaan alumni untuk menjadi kepanjangan tangan almamaternya. Mereka diharapkan mengajak masyarakat di sekitar tempat tinggalnya untuk menyekolahkan anaknya di LP Ma‘arif NU Kotagajah.

Rekrut Siswa Baru, LP Ma’arif NU Kotagajah Berdayakan Peran Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekrut Siswa Baru, LP Ma’arif NU Kotagajah Berdayakan Peran Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekrut Siswa Baru, LP Ma’arif NU Kotagajah Berdayakan Peran Alumni

Demikian disampaikan Sekretaris LP Ma’arif NU Kotagajah H Subroto kepada kontributor Ustadz Felix Siauw Terbaru daerah setempat di sela-sela penerimaan siswa baru di kantor MTs Ma’arif 02 Kotagajah, Lampung Tengah, Selasa (23/6).

“Penerimaan siswa baru sudah dilaksanakan oleh panitia, dan sudah disosialisasikan sejak satu bulan lalu, khususnya kepada wali murid lembaga pendidikan ini, dan juga para alumni,” tambahnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia mengakui signifikansi peran alumni LP Ma’arif NU Kotagajah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa LP Ma’arif NU Kotagajah yang berdiri sejak 1982 kini telah memiliki MTs Ma’arif 02 Kotagajah dan MA Ma’arif  09 Kotagajah. Sedangkan SMK Ma’arif 05 Kotagajah didirikan tahun lalu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Hingga kini pihak Maarif NU masih membuka penerimaan siswa baru.

Untuk calon siswa MTs Ma’arif 02, warga yang berminat bisa menghubungi sekretariat sekolah langsung atau berhubungan dengan H Muhibin di nomor 0852-7999-9438. Untuk MA Ma’arif  09 Kotagajah, peminat bisa menghubungi Usman Gatri di nomor 0858-4000-1144. Sedangkan untuk SMK Ma’arif 05 Kotagajah, masyarakat dapat berhubungan dengan M Zaimul Umam dengan nomor 0852-2665-0566. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Syariah, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 25 April 2017

Kisah Penggembala Unta dan Pencari Guru Sufi

Di dalam cerita sufi dikisahkan tentang adanya seorang yang berminat kepada tasawuf. Dari seorang temannya dia mendengar tentang adanya guru sufi yang agung. Karena itu, dia pergi ke sana dengan menyewa seekor unta dari seorang penggembala.

Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan yang berat dan lama, akhirnya sampailah dia ke rumah sang guru. Ternyata, orang yang akan dijadikan gurunya itu justru bersikap sangat hormat kepada si penggembala unta, sampai-sampai si penyewa unta itu terheran-heran.

Kisah Penggembala Unta dan Pencari Guru Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Penggembala Unta dan Pencari Guru Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Penggembala Unta dan Pencari Guru Sufi

“Saya datang untuk berguru kepada Anda, tetapi sikap Anda kepada penggembala unta layaknya kepada seorang guru saja,” kata si penyewa unta itu tanpa menutupi kekesalannya. Sang guru, yakni si tuan rumah itu, menjelaskan bahwa si penggembala unta itu memang tidak lain adalah gurunya sendiri.

Cerita seperti itu banyak sekali di dalam tasawuf. Tetapi sebetulnya bukan monopoli tradisi sufisme, sebab hampir semua budaya mengarah ke situ. Dalam pepatah Melayu, misalnya, dikatakan, “Makin berisi, padi makin merunduk.” Idenya ialah tentang sikap rendah hati, seperti ditampakkan oleh si penggembala unta dalam cerita di atas, yang ternyata adalah gurunya guru sufi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Di kalangan ulama ada pandangan bahwa tidak ada yang tahu seorang wali kecuali wali. Maka kalau kita mengatakan bahwa seseorang itu wali, maka efeknya seolah- olah kita mengklaim diri kita sendiri sebagai wali (orang suci). Dalam hal ini, ungkapan Ali ibn Abi Thalib sangat bagus ketika menggambarkan kesucian, “Sebaikbaik kesucian adalah menyembunyikan kesucian itu.”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam paham keagamaan sehari-hari, kita juga mengenal ada yang disebut sebagai orang-orang yang suci, tempat-tempat yang suci, dan waktu-waktu yang suci. Secara implisit, konsep kesucian itu juga sering kali dikaitkan dengan sejumlah ritual dalam Islam, misalnya zakat, sedekah, wudhu, dan lain-lain; konsep ini juga terkait dengan istilah-istilah seperti subh, quds, mash, dan lain-lain. (Red: Mahbib)

Dikutip dari Ensiklopedi Nurcholish Madjid (Jilid 3), 2012 (Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Amalan, Warta Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 23 April 2017

Wabup Sumenep: IPNU-IPPNU Organisasi Teladan Mandiri

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Keberadaan sebuah organisasi di beberapa daerah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan daerahnya. Organisasi itu menawarkan solusi kepada pemerintah daerah dalam pembinaan generasi mudanya.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep saat melaksanakan Latihan Kader Muda (Lakmud) Wilayah Utara di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Dasuk Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (5/5).

Wabup Sumenep: IPNU-IPPNU Organisasi Teladan Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Sumenep: IPNU-IPPNU Organisasi Teladan Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Sumenep: IPNU-IPPNU Organisasi Teladan Mandiri

Ahmad Fauzi Wakil Bupati Sumenep dalam sambutannya menuturkan, besarnya peran dan tanggung jawab kader IPNU-IPPNU Sumenep.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"IPNU-IPPNU Sumenep sampai saat ini tetap konsisten sebagai wadah kaderisasi dan perjuangan putra-putri Nahdlatul Ulama dari berbagai tingkatan, pembinaan terhadap para pelajar terus dilakukan ke setiap sekolah hingga pelosok desa di Kabupaten Sumenep," ungkapnya.

Selain itu sosok yang akrab disapa Mas Fauzi ini menambahkan, IPNU-IPPNU berhasil menjadi OKP teladan mandiri di Kabupaten Sumenep.

"Sebuah organisasi akan ideal dan berkembang salah satu di antaranya jika bisa memiliki kantor permanen. Karena dengan begitu mereka akan lebih fokus dan maksimal menjalankan setiap programnya serta melatih mereka untuk tumbuh sebagai organisasi yang mandiri. Dan itu sudah dilakukan oleh PC IPNU-IPPNU Sumenep," tambahnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Secara pribadi kami sangat berterima kasih terhadap perjuangannya selama ini dalam pembinaan kepada para pelajar, secara tidak langsung IPNU-IPPNU telah ikut serta? membantu pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda Sumenep yang lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.

Menanggapi Sambutan Wabup Sumenep terkait Keberadaan IPNU-IPPNU di Kabupaten Sumenep, Ahmad Wasil dalam Sambutannya Menyampaikan Harapan Besar kepada pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep untuk lebih memperhatikan dan Mendukung Programnya dalam membangun generasi Pelajar Sumenep.

"Pemerintah akan dilihat sukses tidak hanya dilihat dari aspek pembangunan ekonominya melainkan harus lebih memperhatikan pembinaan generasi muda demi masa depan sumenep yang lebih baik, oleh karena itu kami mengajak pemerintah daerah untuk kedepannya bisa memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan Para Pelajar dan Santri" sambut ketua PC IPNU Sumenep.

"Pak Wabup ini adalah Figur yang Sangat peduli dengan berbagai Kegiatan Kita, makanya hari ini kita Undang beliau agar bisa mengetahui lebih dekat seperti apa yang dilakukan oleh kita selama ini. Tambahnya.

Sosok Ketua yang melanjutkan S2 nya ke Surabaya ini juga menjelaskan prihal beratnya tanggung jawab dan perjuangan IPNU IPPNU di kabupaten Sumenep.

"Tugas kita lebih besar dan lebih berat dari yang lain, karena kita ngurus hingga kepelosok desa dengan jumlah yang tidak sedikit. Dalam 1 tahun saja, Kader kita mencapai ratusan anggota, karena kaderisasi kita tidak hanya di tingkat kampus melainkan dari tingkat sekolah, pesantren, kelurahan, desa, kecamatan hingga kabupaten. Nah inilah yang disebut dengan membangun desa menata kota, pungkasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 4 hari 4 malam terhitung sejak tanggal 05-08 Mei 2017 ini turut dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 19 April 2017

KTTI UI: Paham Takfiri Jadi Sebab Konflik Horisontal

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua Program Studi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam (KTTI) Universitas Indonesia (UI) Muhammad Luthfi menyatakan bahwa paham takfiri (saling mengafirkan) sesama muslim menjadi salah satu penyabab terjadinya konflik di Timur Tengah. Hal ini menjadi sorotan, karena kasus serupa (pengafiran) juga dewasa ini marak terjadi di Indonesia.

KTTI UI: Paham Takfiri Jadi Sebab Konflik Horisontal (Sumber Gambar : Nu Online)
KTTI UI: Paham Takfiri Jadi Sebab Konflik Horisontal (Sumber Gambar : Nu Online)

KTTI UI: Paham Takfiri Jadi Sebab Konflik Horisontal

Luthfi menegaskan, kalau kita lihat dalam sejarah Islam, sebetulnya pengafiran merupakan kasus yang sangat tua sekali. Yaitu ketika Islam datang, syiah pada awal masa-masanya dan Sunni juga sama. Khususnya kalau Sunni ketika terjadi perang Shifin, itu sudah saling mengafirkan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Jadi ketika perang Shifin, kemudian terjadi perundingan antara tentara Muawiyah dan Sayyidina Ali, kelompok yang menamakan dirinya Khawarij itu keluar dari rombongan Ali dan mengafirkan para peserta perundingan tersebut karena dalam berijtihad dianggap salah,” ujar Luthfi dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Suriah Indonesia (Al-Syami), Kamis (10/3) di Gedung Pascasarjana UI Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ijtihad yang salah dalam pandangan Khawarij, lanjut Luthfi, adalah dosa besar, sedangkan dosa besar menurut mereka adalah kafir dan kafir ba’da Islam adalah murtad. Sebab itu, boleh dibunuh. Akhirnya mereka mengirimkan empat pembunuh,” terangnya.

Jadi, imbuhnya, pengafiran itu sudah lama terjadi. Adapun jamaah takfiri dewasa ini juga menginduk pada pemikiran-pemikiran yang dulu pernah muncul.

Dalam kasus syiah juga sama, kata Luthfi, yaitu ketika mereka merumuskan ideologi mereka. Mereka mengatakan bahwa ketika Rasulullah wafat, para sahabat memilih untuk meninggalkan Nabi untuk merundingkan khalifah, sedangkan Nabi diurus oleh keluarganya, Ali, Fatimah, dan lain-lain. Di sini syiah mengafirkan para sahabat Nabi karena meninggalkan jenazah Nabi.

“Padahal dalam keyakinan Sunni, seorang yang telah wafat dan diurusi oleh sekelompok muslim itu sudah cukup karena hal itu merupakan wajib kifayah. Nah ini, syiah mengafirkan dalam hal itu,” papar Luthfi dihadapan para peserta seminar yang memadati ruangan.

Menurut Luthfi, itulah salah satu penyebab gejolak panjang di Timur Tengah. Sebab itu dia menyoroti kasus sektarisnisme yang selalu menjadi alasan perang dan konflik. “Dulu yang bisa menyulut adalah Arab melawan Persia. Sekarang judul itu tidak lagi, dibuatlah judul baru Sunni-Syiah. Akhirnya, Sunni-Syiah perang, antar-Sunni juga perang yang tidak termasuk mereka juga ikut perang. Jadi kondisinya sangat kacau,” tuturnya.

Hadir juga sebagai narasumber dalam kegiatan bertajuk ‘Peran Ulama dalam Meredam Krisis Politik dan Ideologi di Timur Tengah’ ini diantaranya, Ketua Persatuan Ulama Suriah Prof Dr Taufiq Ramadhan al-Buthi, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Hasyim Muzadi, dan Duta Besar LBBP Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto, serta Ketua Al-Syami Fathir Hambali dan Sekretaris M Najih Arromadloni. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Meme Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kader NU Bumikan Islam Nusantara di Undip

Semarang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) di Universitas Diponegoro Semarang bersama dengan tiga organisasi kader NU yang lain PMII, Gusdurian, dan Ready menggelar acara Sarasehan Kawula Muda dengan tema “Membumikan Islam Nusantara di Bumi Diponegoro” yang bertempat di Masjid Al-Ikhlas Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu, Sabtu (5/9) kemarin.

Kader NU Bumikan Islam Nusantara di Undip (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Bumikan Islam Nusantara di Undip (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Bumikan Islam Nusantara di Undip

Acara ini dihadiri oleh anggota dari tiap-tiap organisasi yang ada di Undip yaitu PMII, KMNU, Gusdurian, Al-Izzah, dan Ready (Rebana Diponegoro), serta santri-santri Pondok Kyai Galang Sewu.

Sarasehan ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB yang diisi dengan pelantikan pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Diponegoro yang baru oleh Pembina KMNU Undip yaitu Abah Hasyim Asy’ari. Muhammad Syaifudien Bahry (Ketua KMNU Undip) bersama pengurus lainnya menjalani prosesi pelantikan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu dalam diskusi “Membumikan Islam Nusantara di Bumi Diponegoro” bersama Abah Hasyim tentang menyampaikan bahwa Islam berkembang di Bumi Nusantara dengan prinsip "al-muhafadhatu ala qadimi as-shalih wal akhdzu bi al-jadi al-ashlah" (memelihara dan mengamalkan tradisi yang baik, dan beradaptasi dengan perkembangan peradaban yang baik).

“Persis seperti pesan Sunan Kudus, Ojo gumunan lan ojo gampang kepincut. (Jangan mudah terkesima, dan jangan mudah terpengaruh),” pesannya. (Red: Anam)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nasional, Quote Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 16 April 2017

Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar Upaya Lahir dan Batin Muslimat NU

Bogor, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Periodik Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Sri Mulyati mengungkapkan berbagai pelatihan yang dikemas melalui Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar sekilas hanya peningkatan usaha lahir, padahal sesungguhnya pelatihan tersebut juga mengandung makna sebagai usaha batin.

Demikian disampaikannya saat memberikan pengarahan pada kegiatan Pusat Pembelajaran Peyalanan Sosial Dasar di Pondok Pesantren Sunanul Huda, Desa Kalong 1, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/8).

Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar Upaya Lahir dan Batin Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar Upaya Lahir dan Batin Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar Upaya Lahir dan Batin Muslimat NU

“Pengetahuan tentang gizi keluarga sangatlah penting karena terkait dengan perbaikan kesehatan. Demikian juga pengetahuan PAUD karena guru-guru PAUD mendidik anak-anak yang masih dalam usia keemasan (golden age),” urainya.

Usia emas tersebut, sambung Sri Mulyati, memerlukan perhatian seksama dari orangtua, keluarga, pendidik, tokoh masyarakat dan semua unsur bangsa. Karenanya Indonesia saat ini memiliki perhatian yang besar terhadap PAUD.

?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Masa ini (usia emas) tidak akan terulang, karena itu pelatihan penting juga untuk mengenalkan kepada guru-guru PAUD berbagai motivasi anak karena kecerdasan mereka bervariasi,” ujar Doktor lulusan McGill University Montreal Kanada ini.

Selain kedua bidang itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan peningkatan kapasitas kelembagaan melalui kursus terkait keorganisasian. Hal itu sangat penting misalnya untuk mencari pemimpin yang efektif.

Selanjutnya kewirausahaan. Dalam hal ini kewirausahaan yang dikenalkan adalah berbasis kearifan lokal. Menurut Hajah Mulyati kekhasan dan kearifan lokal harus tetap dijaga seperti termuat dalam Mars Muslimat NU yang menjunjung tinggi NKRI, menjaga Pancasila, dan dalam mengamalkan Islam berlandaskan Al-Quran, ijma, qiyas. Hal tersebut juga sesuai dengan harapan majunya Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dosen UNU Indonesia (Unusia) Jakarta ini juga menegaskan kegiatan tersebut harus diniatkan dengan keikhlasan sebagai amal jariah bersama untuk peningkatan kesejahteraan bagi ibu-ibu Muslimat NU dan rakyat Indonesia. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hadits, Halaqoh, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 15 April 2017

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Rabu, jam tiga sore Perpustakaan PBNU tampak lengang. Tampak dua pengunjung yang sedang membaca, Kepala Perpustakaan H Syatiri, dan pegawai yang sedang berkutat dengan kerjanya. Berbagai buku, dokumen-dokumen NU dan banom-banomnya memenuhi rak-rak buku yang berjajar, foto tokoh-tokoh NU terpasang ditembok dengan gagah.

Pelayanannya sangat ramah, pegawai perpustakaan yang dipimpin H Syatiri akan dengan senang hati membantu para pengunjung yang membutuhkan bahan-bahan tentang ke-NUan.

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

H Syatiri saat ditemui di ruangan yang dikelolanya, Rabu (8/2) mengatakan bahwa pengunjung yang datang ke perpustakaan adalah orang yang betul-betul mencari informasi tentang ke-Nuan di antaranya: peneliti, mahasiswa, dan ada wartawan. Karena menurutnya, sumber rujukan informasi tentang ke-Nuan yang cukup memadai dapat ditemukan di perpustakaan PBNU.

Sejak perpustakaan pindah secara fisik dari Kantor Lakpesdam NU di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 2006, kini perkembangan koleksi perpustakaan sangat pesat. Dari 2500 koleksi tahun 2006, koleksi berkembang menjadi 9000 koleksi pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 ini meningkat lagi mencapai 12000 koleksi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tapi peningkatan dan pengembangan Perpustakaan PBNU tidak berjalan mulus, karena persoalan terus menghampiri. Sebagaimana persoalan pendanaan yang diutarakannya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurutnya, saat perpustakaan dikelola Lakpesdam, pendanaannya berasal dari Asia Foundation, tapi di tengah jalan bantuan untuk program pengembangan perpustakaan tersebut terhenti.

“Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Sejak pemutusan bantuan tersebut otomatis perpustakaan yang dikelolanya terkena dampak, tidak ada lagi biaya operasional.

“Sekarang belum bisa membeli buku baru secara rutin. Padahal buku-buku tentang ke-NUan, karya tokoh-tokoh banyak terbit setiap bulan,” imbuhnya.

Tapi H Syatiri tidak kehilangan akal demi berkembangnya Perpustakaan PBNU. Ia berinisiatif dengan cara memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti menghadiri Kongres Muslimat November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan pameran NU Expo di Surabaya Desember 2016.

Tidak berhenti di pameran dan acara-acara seremonial, ia juga menjalin hubungan secara personal dengan para penulis, penerbit, dan pengamat untuk terus mengembangkan perpustakaan PBNU.

“Banyak yang men-support, banyak yang membantu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih punya obsesi mengembangkan perpustakaan untuk dijadikan pilot project. Hal tersebut supaya bisa dikembangkan di perpustakaan wilayah, dan cabang NU. Perpustakaan masing-masing daerah nantinya memiliki khazanah ke-Nuan daerahnya, karya-karya ulama daerahnya, dan juga sejarah NU daerahnya.

“Itu yang masih sangat minim sekali, dan yang harus digarap NU di daerah-daerah,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri, Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 13 April 2017

Kala Sayyidina Ali Berdagang dengan Allah

Dalam keluarga kecil Sayyidina Ali karramallâhu wajhah terdapat 5 orang yang tinggal serumah: Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, Husain dan Haris. Suatu kali satu keluarga ini sudah tiga hari tidak makan. Sedangkan Fatimah, istri Ali hanya mempunyai selembar kain sarung, namun ia rela memberikannya kepada sang suami untuk kemudian dijual. Setelah kain sarung terjual seharga 6 dirham, Ali menyedekahkan uang hasil penjualan kepada orang-orang fakir.

Dalam kitab An-Nawadir dikisahkan, setelah Ali menyedekahkan 6 dirham dari hasil penjualan, ia ditemui malaikat Jibril yang menjelma manusia. Jibril datang dengan membawa unta dari surga. Jibril berkata, "Hai ayahanda Hasan, tolong anda beli unta saya ini!"

Kala Sayyidina Ali Berdagang dengan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kala Sayyidina Ali Berdagang dengan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kala Sayyidina Ali Berdagang dengan Allah

Ali menyahut dengan segera "Wah, saya sedang tak punya apa-apa, aku tak kuat membelinya."

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Ya sudah, belilah dengan tempo saja."

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Lha engkau mau jual berapa?"

"Seratus dirham" kata Jibril yang masih dalam jelmaan manusia.

Benar, jual beli sudah pada kata sepakat. Ali menerima tali kendali sedangkan Jibril meniggalkan lokasi jual beli.

Tanpa berselang waktu lama, Malaikat Mikail datang menghampiri. Ia juga datang menjelma sebagai orang dari penduduk pedalaman (arabi) dan langsung bertanya. "Hai ayah Hasan, apakah engkau akan menjual unta ini?"

"Iya."

"Berapa besar biaya saat kau membelinya?"

"Seratus dirham," jelas Ali.

"Ya sudah, saya beli saja ya? Anda saya kasih untung 60 dirham," tawar orang desa tersebut.

Setelah keduanya sepakat dengan harga 160 dirham serta Ali sudah memegang uangnya, penjual pertama lalu (Jibril yang menjelma) datang kembali ke lokasi.

"Kau telah menjual unta tadi, Ali?" tanya Jibril.

"Iya."

"Kalau begitu, mana uang hakku?" tagih Jibril.

Seratus dirham diberikan sebagai biaya pembelian, sedangkan Ali sekarang masih mendapat sisa uang 60 dirham. Ali pun segera pulang. Dan ketika sampai di rumah, ia ditanya Fatimah. "Dari mana kau suamiku?" (Baca: Mimpi Para Sahabat soal Nasib Sayyidina Umar di Kuburan)

"Aku habis jual beli dengan Allah sebesar 6 dirham kemudian Allah memberikan aku 60 dirham. Pada setiap 1 dirham dibalas 10 dirham."

Lalu Ali bin Abi Thalib datang sowan kepada Rasulullah. Ia menceritakan seluruh kronologi kejadian. Dan Baginda Nabi memberikan penjelasan, "Hai Ali, penjual itu adalah Jibril, pembelinya adalah Mikail. Unta tersebut adalah kendaraan Fatimah kelak saat hari kiamat."

Nabi melanjutkan, "Hai Ali, engkau diberi tiga hal yang tak pernah diberikan kepada siapa pun. Engkau punya istri yang akan menjadi pimpinan wanita ahli surga. Engkau mempunyai dua anak laki-laki yang akan menjadi pimpinan penduduk surge, serta engkau mempunnyai mertua yang menjadi pimpinan para utusan. Bersyukurlah kepada Allah, pujalah Dia atas segala nikmat yang diberikan kepadamu. (Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Anti Hoax, Kiai Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 07 April 2017

Sertifikat Aswaja sebagai Syarat Kelulusan UIJ

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Bagi Universitas Islam Jember (UIJ) Jawa Timur, Nahdlatul Ulama bukan sekedar lebel. Namun ? harus menjiwai dan menjadi ? ciri khas di antara ? pergurun tinggi lain. Itulah sebabnya, materi-materi yang terkait dengan Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) merupakan mata kuliah pokok di perguruan tinggi milik NU Jember itu. Bahkan, UIJ mensyaratkan ? sertifikat Aswaja harus dimiliki oleh mahasiswa yang ? mau ikut ? ujian skripsi.

Demikian disampaikan Rektor UIJ, Abdul Hadi saat membuka pelatihan Aswaja di masjid komplek kampus, Sabtu (25/6). Menurut Hadi, mulai tahun ini pihaknya menerapkan kebijakan lulusan UIJ benar-benar paham soal Aswaja. Minimal tahu amalan-amalan yang menjadi tradisi NU. "Bukti bahwa mereka paham Aswaja, ya sertifikat itu. Jadi itu wajib sebelum diwisuda," katanya.

Wakil Sekretaris PCNU Jember itu menambahkan, kebijakan tersebut diambil karena didorog oleh keinginan untuk mengejawantahkan amanah para pendiri UIJ. Mereka, mendirikan UIJ untuk mecetak kader-kader NU yang mumpuni. Sebagai ujung tombak ? di masyarakat, katanya, lulusan UIJ harus dibekali dengan ? pengetahuan yang cukup tentang Aswaja. Apalagi saat ini, begitu banyak ? aliran-aliran baru yang sama sekali tidak sesuai dengan amaliaah Aswaja.?

Sertifikat Aswaja sebagai Syarat Kelulusan UIJ (Sumber Gambar : Nu Online)
Sertifikat Aswaja sebagai Syarat Kelulusan UIJ (Sumber Gambar : Nu Online)

Sertifikat Aswaja sebagai Syarat Kelulusan UIJ

"Saya berharap agar lulusan UIJ benar-benar kokoh sebagai kader NU. Tidak goyah, walauun dikepung budaya atau aliran lain yang tidak coaok dengan Islam ala Ahlissunnah wal jamaah," jelasnya.

Pelatihan itu sendiri diikuti ? 87 orang. Mereka adalah mahasiswa semester akhir yang sebentar lagi akan menggarap skripsi. Materi pelatihan meliputi wawasan ke-NU-an, praktek memandikan janazah, tahlil, maulid nabi dan sebagainya. (Aryudi A. Razaq/Zunus)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Budaya, Doa, Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 05 April 2017

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Jika tidak ada halangan, tahun ini Pemerintah Kabupten Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Al-Qur’an. Juga peraturan Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah. 

Hal itu menyusul diajukannya dua Rancangan Perda tersebut –bersama 5 Rancangan Perda lain- pada rapat paripurna di gedung DPRD Jember, beberapa hari lalu.

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ini Jember Miliki Peraturan Baca Tulis Al-Qur’an

 

Menurut Ketua Badan Pembuat Perda DPRD Jember, Siswono, Perda tentang Baca Tulis Al-Qur’an sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jember, khususnya dalam rangka mencetak generasi muda yang islami dan paham terhadap Al-Qur’an. 

Lebih dari itu, selama ini Jember telah melebeli diri dengan sebutan kota relijius. "Untuk itulah diperlukan Perda tersebut. Sebab apa, sebab membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan pintu masuk untuk memahami isi dan kandungan Al-Qur’an," ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di Jember, Jumat (18/9).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedangkan mengenai Rancangan Perda tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah, menurut Siswono, dimaksudkan sebagai instrumen untuk mengentas kemiskinan di Kabupaten Jember melalui pemberdayaan zakat dan sedekah secara maksimal. 

Ia mengabaikan pendapat bahwa zakat tidak akan mempu mengurangi kemiskinan karena jumlah orang miskin jauh lebih banyak daripada orang kaya. "Itu kalau dana zakat, Infaq dan sedekah tidak dikelola dengan sungguh-sungguh. Tapi jika dikelola dengan baik dan benar serta transparan, maka tidak mustahil kemiskinan bisa dikurangi oleh pemanfaatan zakat," jelasnya.

 

Semua Rancangan Perda itu merupakan prakarsa DPRD Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengadian pada Masyarakat Universitas Islam Jember (UIJ)Lembaga Penelitian Universitas Jember Lembaga Penelitian Universitas Jember.

 

Setelah resmi diusulkan, akan dibahas bersama oleh eksekutif dan legislatif sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Perda. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Doa Ustadz Felix Siauw Terbaru

9000 Pelajar Sidoarjo Ikuti Istighotsah Jelang UN

Sidoarjo,? Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sekitar 9000 siswa sekolah menengah atas (SMA/MA/SMK) se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti istighotsah atau doa bersama yang diselenggarakan Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Sidoarjo.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan BKPBMI Sidoarjo ini berlangsung di Masjid Agung Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (9/4).

9000 Pelajar Sidoarjo Ikuti Istighotsah Jelang UN (Sumber Gambar : Nu Online)
9000 Pelajar Sidoarjo Ikuti Istighotsah Jelang UN (Sumber Gambar : Nu Online)

9000 Pelajar Sidoarjo Ikuti Istighotsah Jelang UN

Mereka berdoa bersama-bersama memohon kepada Allah SWT semoga di dalam menghadapi/melaksanakan Ujian Nasional yang akan diselenggarakan pada Mei mendatang diberikan kemudahan, kelancaran, dan mendapatkan predikat lulus 100 persen.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif mengatakan bahwa doa bersama ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Untuk tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu doa bersama tingkat MTs/SMP dan tingkat MA/SMK dijadikan satu. Akan tetapi tahun ini dijadikan dua gelombang yakni MTs/SMP, Rabu (8/4) dan MA/SMA/SMK, Kamis (9/4).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Maka dari itu panitia meminta supaya dijadikan dua gelombang. Alhamdulillah pesertanya melebihi target. Padahal undangan yang kami sebesar ke sekolah sekitar 5000. Tapi yang hadir pada doa bersma ini sekitar 9000 siswa/i," terang Syaikhul Maarif.

Tanti salah satu siswi kelas XII dari Madrasah Aliyah Al-Fudlola Porong Sidoarjo mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan doa bersama yang diadakan oleh IPNU-IPPNU Sidoarjo ini. Dirinya juga berharap pada saat mengikuti ujian nasional nantinya bisa lulus serta bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

"Mudah-mudahan saya dan semua siswa khususnya yang mengikuti ujian nasional bisa lulus. Semoga setelah kita mengikuti doa bersama ini tidak berhenti hanya di sini saja(Masjid Agung-Red). Akan tetapi di rumah kita juga perlu memperbanyak doa serta belajar dengan giat supaya keinginan kita semua ini mendapatkan ridho dari Allah sehingga semuanya lulus tanpa terkecuali," pungkasnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru News Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 01 April 2017

Dilantik, Pengurus MWCNU Pajangan Gerakkan Da’i NU

Bantul, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bantul meresmikan kepengurusan MWCNU Pajangan di hadapan sedikitnya 500 nahdliyin. Disaksikan banom NU, MWCNU Pajangan yang baru terbentuk ini diharapkan menyiapkan pada da’i yang mengajarkan pemahaman yang benar soal NU.

Dilantik, Pengurus MWCNU Pajangan Gerakkan Da’i NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Pengurus MWCNU Pajangan Gerakkan Da’i NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Pengurus MWCNU Pajangan Gerakkan Da’i NU

Tampak hadir pada acara ini jajaran Muspika Pajangan yang terdiri atas Ibu Camat, Kapolsek, Koramil, dan KUA. Sementara Rais Syuriyah PCNU Bantul serta beberapa pengurus lainya hadir memberikan doa restu dan dorongan agar NU Pajangan ke depan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta KH Asyhari Abta menyampaikan bahwa Islam Nusantara yang menjadi tema Muktamar Ke-33 NU adalah Islam yang ngemong tradisi seperti Halal Bihalal.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ini adalah tradisi yang baik, maka Islam Nusantara membolehkan diadakan Halal Bihalal,” kata Kiai Asyari.

Lebih jauh ia mengharapkan MWCNU Pajangan memiliki bank da’i sehingga peta dakwah NU dapat tertata dengan baik, mengingat di sebagian wilayah Pajangan masih kekurangan da’i yang siap menjaga Islam Rahmatan Lil Alamin. (Heru Priyanto/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah, Kyai Ustadz Felix Siauw Terbaru