Rabu, 22 Juli 2015

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dikukuhkan sebagai Tokoh Perubahan oleh salah satu media cetak nasional pada 30 April 2013 lalu diharapkan dapat mengawal perubahan dari pesantren, seperti dalam slogannya menjelang Muktamar NU di Makassar, yakni “Kembali ke Pesantren”.

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir berpendapat, gelar Tokoh Perubahan bagi Kang Said ini patut dijadikan landasan pacu untuk semakin bersemangat dalam mengawal perubahan, dan perubahan ini mestinya dapat dimulai dari pesantren.

“Kembali ke Pesantren” sebagaimana dijadikan maskot Kang Said menjelang Muktamar di Makassar, perlu dikuatkan kembali, kata Kiai Saifuddin Amsir kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru usai menggelar pengajian kitab hadis Riyadlush Shalihin di Masjid Ath-Thahariyah, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jum’at (10/5) malam lalu.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Bagaimana pun, pesantren adalah basis utama Nahdliyin. Jadi, secara logika, gelar ini justru menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi NU untuk mewujudkan perubahan itu. Harapan saya, Kiai Said benar-benar memberdayakan pesantren,” tegas ulama Betawi ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bagi Abuya, sapaan akrab Kiai Amsir, semangat perubahan telah diilhami oleh al-Qur’an. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu mau merubah dirinya sendiri. Di dalam hadits, dijelaskan barangsiapa melihat kemungkaran (ketidakberesan), maka gunakan kekuasaan atau pengaruhnya untuk mengubahnya.?

Dalam sejarah perubahan NU, lanjut dosen Ushuluddin UIN Jakarta ini, yang paling fenomenal adalah Munas Alim Ulama NU 1983 dan Muktamar NU ke-27 di Situbondo 1984. Sejarah mencatat, hasil Muktamar tersebut mendukung asas tunggal Pancasila. Melalui serangkaian diskusi mendalam yang dipimpin oleh KH Achmad Siddiq dan Gus Dur, akhirnya muktamirin bisa menerima Pancasila sebagai asas organisasi.

“Muktamar ini kan dilaksanakan di pesantren Asembagus pimpinan Kiai As’ad. Jadi, pesantren memang luar biasa pengaruhnya bagi bangsa ini. Meski saya waktu itu belum pengurus PBNU, tapi saya memimpin delegasi dari Jakarta,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ali Musthofa Asrori

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 18 Juli 2015

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sebagai upaya mengatasi krisi aqidah yang mulai marak terjadi, Ranting NU Sumberwetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo mengajak Nahdliyin melakukan istighotsah bersama, Rabu (4/1) malam.

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Ihsan ini diikuti oleh ratusan nahdliyin mulai dari unsur pengurus NU, kiai, ustadz, tokoh masyarakat, Lurah dan Ketua RT/RW se-Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok.

Ketua PRNU Sumberwetan Hamdan Amrullah mengungkapkan, istighotsah ini digelar karena saat ini keberadaan Kota Probolinggo sudah bisa dibilang mulai krisis akidah karena bulan-bulan ini banyak terjadi kejadian pembegalan, pencurian, maraknya hiburan malam dan pesta narkotika yang menimbulkan perzinahan dan lain sebagainya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Istighotsah ini dilakukan sebagai upaya memperkecil angka kemaksiatan dan menghimpun kekompakan para tokoh masyarakat dan warga dari berbagai blok kelurahan, untuk mengurangi ruang gerak pemahaman radikal dan pembaharuan yang ingin mencoba masuk ke daerah perumahan baru-baru ini,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Hamdan Amrullah, istighotsah bersama ini dilakukan rutin setiap bulan berpindah-pindah dari masjid, musholla dan rumah-rumah nahdliyin yang ingin ditempati. Selain istighotsah juga ada doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran dank haul ahli kubur seluruh warga Kelurahan Sumberwetan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan istighotsah ini semakin memantapkan keimanan dan ketaqwaan kita bersama kepada Allah SWT. Karena di Kota Probolinggo saat ini sudah mulai dilanda oleh krisis aqidah yang sangat mengancam keberlangsungan para generasi muda sebagai penerus perjuangan pembangunan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Humor Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 15 Juli 2015

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas

Semarang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, ada empat daerah yang belum ada kepengurusan cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa. Empat daerah tersebut adalah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Purbalingga.

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas

Hal itu dilaporkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Jateng periode 2009-2014 H Sulatin dalam Konferwil II PSNU Pagar Nusa Jateng di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis (14/5) lalu.

Ia mengakui hal itu sebagai utang kepengurusan yang dia pimpin. Karena itu Sulatin mengharap pengurus baru periode 2015-2020 yang terbentuk memprioritaskan pembentukan pimpincan cabang di empat daerah tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Empat daerah yang belum ada kepengurusan Pagar Nusa itu justru basis NU. Pengurus baru nanti perlu memprioritaskan hal itu segera,” tuturnya saat membuka sidang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dia menerangkan, belum adanya kepengurusan di empat daerah tersebut bukan karena tidak ada pendekar Pagar Nusa. Tetapi karena pengurus lama sudah tidak aktif karena faktor usia tua dan ada yang telah meninggal dunia, tetapi belum ada penggantinya.

Karena itulah ia mengharap Pengurus Cabang NU (PCNU) di empat daerah tersebut membantu memfasilitasi pembentukan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa.

Adem Ayem

Sementara itu Konferensi Wilayah II Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah berlangsung adem-ayem saja. Tak ada kasak-kusuk pencalonan. Tak ada gerakan melobi peserta konferensi untuk mencari dukungan.

Konferensi yang berlangsug di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis-Jumat (14-15/5) lalu menetapkan Heru Harun Supriyanto secara aklamasi Sebagai pemimpin Pagar Nusa Jateng yang baru untuk periode 2015-2020. (Muhammad Ichwan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Aswaja, Warta Ustadz Felix Siauw Terbaru