Rabu, 18 Februari 2015

IPNU Band Purworejo Dekati Anak Muda Melalui Musik

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Tak jauh dari Gedung Muzdalifah, yang menjadi arena Kongres IPNU XVIII di Asrama Haji Donohudan kabupaten Boyolali, terdapat sebuah panggung kecil dengan nama “Panggung Apresiasi Kader IPNU”. Di sini sejumlah kader IPNU maupun IPPNU dari berbagai daerah menampilkan bakat mereka, khususnya di bidang kesenian.

Ada yang menampilkan Tari Saman Aceh, seni hadrah, musik etnik, dan tak ketinggalan penampilan grup musik band.

IPNU Band Purworejo Dekati Anak Muda Melalui Musik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Band Purworejo Dekati Anak Muda Melalui Musik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Band Purworejo Dekati Anak Muda Melalui Musik

Pantauan Ustadz Felix Siauw Terbaru, dari hari awal pembukaan kongres hingga hari ketiga, Senin (7/12), salah satu grup band yang “istiqomah” menyajikan hiburan kepada para peserta kongres adalah IPNU Band.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

IPNU Band yang personelnya antara lain Fikri Amrillah ini merupakan grup band yang bernaung di bawah Departemen Seni dan Budaya Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Purworejo.

Saat ditemui di sela kongres, salah satu personel IPNU Band Hidayatullah mengungkapkan, keberadaan IPNU Band yang berdiri pada 2013 ini berawal dari hobi bermain musik kader IPNU Purworejo yang kemudian diwadahi dalam grup band ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lambat laun, keberadaan mereka yang ditunjang dengan permainan musik nan asyik, mulai dilirik sejumlah pihak. “Beberapa kali kami diundang untuk mengisi acara, baik di lingkup NU maupun acara-cara yang diselenggarakan bupati,” kata dia.

Meski demikian jalan yang mereka tempuh tidaklah selalu mulus. Pertentangan justru muncul dari sebagian kiai yang kurang setuju dengan mereka.

Menurut pria yang akrab disapa Dayat itu, adanya grup musik seperti IPNU Band ini justru dapat menjadi daya tarik IPNU untuk mendekati kaum muda.

“Selain IPNU Band kami juga mempunyai NU Backpacker, wadah-wadah seperti ini dapat menjadi media untuk mendekati kaum muda,” ujarnya.

Sementara itu, keterlibatan IPNU Band dalam acara kongres ini merupakan yang pertama kalinya bagi mereka.

“Penampilan kami ini semoga menjadi semacam vitamin, agar teman-teman tidak jenuh, terlalu larut dalam kongres,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ahlussunnah, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 17 Februari 2015

Mengenal Kamus Al-Marbawi

Al-Marbawi adalah nama kamus Bahasa Arab-Melayu yang banyak dipakai kalangan santri nusantara beberapa dekade lalu. Lengkapnya Kamus Idris al-Marbawi karya Syaikh Muhammad Idris Abdul Rauf al-Marbawi.?

Kamus ini terbit pertama kali tahun 1937, dengan aksara Arab dan berbahasa Melayu. Penyusun kamus ini, Syaikh Idris, lahir ? di Misfallah, Mekah, pada 28 Dzulqaidah 1313 H/ 10 Mei 1896. Kedua orang tuanya berasal dari Lubok Merbau, Kuala Kangsar, Perak Darul Ridzuan.?

Mengenal Kamus Al-Marbawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Kamus Al-Marbawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Kamus Al-Marbawi

Ketika berusia 10 tahun, Idris sudah mampu menghafal 16 juz al-Qur’an dan beberapa kitab pelajaran lain. Setelah hampir sepuluh tahun berada di Mekah, pada 1906 Idris dibawa pulang orang tuanya ke Malaysia.

Sekembalinya ke Malaysia, Idris melanjutkan pelajarannya di Sekolah Melayu Lubok Merbau (kini dikenal sebagai Sekolah Kebangsaan Syaikh Mohd Idris al-Marbawi).?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lalu, beliau meneruskan di beberapa pesantren, di antaranya Pesantren Wan Mohammad, Bukit Chandan, Kuala Kangsar (sekarang Madrasah Idrisiah), Pesantren Tuan Hussien al-Masudi (Kedah), Pondok Syaikh Ahmad al-Fatani (Bukit Mertajam), dan Pondok Tok Kenali (Kelantan). Setelah menamatkan sekolah, Idris menjadi guru agama di Perak.

Tahun 1924, Idris melanjutkan sekolahnya ke Universitas al-Azhar dan ke Mekah. Pada masa inilah, Idris menyusun kamus al-Marbawi. Awalnya, kamus ini disusunnya bersama dua orang sahabatnya, Syaikh Juned Tola dan Syaikh Tahir Jalaluddin. Tetapi, karena kedua sahabatnya pulang kampung, dirinyalah yang kemudian menyelesaikannya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamus al-Marbawi terdiri dari dua jilid. Jilid pertama memiliki tebal 384 halaman dan jilid kedua 401 halaman. Juz pertama, seperti dijelaskan di bagian cover dalam, berisi 18.000 kalimat Arab dengan terjemahan Melayu ditambah 700 gambar ilustrasi.?

Juz kedua juga menghimpun 18.000 kalimat Arab disertai terjemahan Bahasa Melayu plus 500 gambar ilustrasi. Kamus ini disusun secara alfabetis Arab dari huruf “alif” hingga “ya”. Polanya berdasarkan fi’li (kata kerja) dan lengkap dengan segala kata turunannya. Selain makna, pada bagian-bagian tertentu, penyusun juga menampilkan contoh bagaimana pemakaian kata itu di dalam Bahasa Arab, khususnya seperti tertulis dalam kitab-kitab keagamaan (kitab kuning) atau kalimat dari ayat Al-Qur’an.

Sejak terbitnya tahun 1937, Kamus al-Marbawi setidaknya sudah dicetak 25 kali, dan telah mengalami penambahan-penambahan dan perbaikan-perbaikan dari penyusunnya.?

Sebelum kemunculan kamus-kamus Arab-Indonesia yang baru dan menggunakan huruf latin, hingga setidaknya tahun 1980-an, al-Marbawi menjadi satu-satunya kamus yang menjadi pendamping kalangan santri ketika membaca dan mempelajari kitab kuning.?

Bahasa Melayu yang digunakan dalam kamus ini memang merupakan lingua franca yang dipakai kalangan terpelajar di nusantara dan kawasan Melayu lainnya serta relatif masih dekat dengan Bahasa Indonesia yang dipakai sekarang.

Sebagai contoh: rais Madrasah = ketua atau kepala sekolah. Contoh lain lagi: akkad al-‘ahda = memperkukuh ikatan janji. Meski pemakaiannya berkurang, bukan berarti al-Marbawi hilang sama sekali, pencetakannya yang terus-menerus dan keberadaannya di toko-toko kitab, menunjukkan bahwa kamus ini masih cukup banyak digunakan.

Syaikh Idris sebenarnya mengarang banyak buku selain Kamus al-Marbawi, di antaranya sejumlah kitab tafsir seperti Tafsir Qur’an al-Marbawi, Tafsir Surah Yasin, Tafsir Nurul Yaqin, dan Tafsir Fathul Qadir.?

Syaikh Idris wafat dalam usia 93 tahun pada hari Jum’at, 13 Oktober 1989 di Ipoh, Perak, Malaysia. Makamnya terletak di Tanah Perkuburan Islam Kampung Lubok Merbau, Kuala Kangsar, Perak. (Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Meme Islam, Pertandingan, Olahraga Ustadz Felix Siauw Terbaru