Sabtu, 31 Desember 2016

Membaca, Menulis, dan Mendidik

Oleh Aswab Mahasin

Manusia hidup mempunyai banyak hal, sedangkan manusia mati hanya meninggalkan tiga hal; bacaannya, tulisannya, dan hasil didikannya. Begitupan sejarah dunia, dibentuk oleh tiga hal; pertama, buku menjadi pedoman pergerakan, seperti halnya gerakam komunis dengan rujukan Das Kapital karya Karl Marx, kedua, tulisan menjadi peninggalan monumental, seperti karya Imam Ghazali, Plato, dan Mbah Hasyim Asy’ari, dan ketiga, Konfusius seorang guru (pendidik) dan filsuf Cina pengajarannya memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat Cina, Korea, Vietnam, dan Jepang. Masih banyak contoh dan mungkin ribuan eksmplar buku, tulisan, dan guru yang sempat menyetir sejarah bangsa dunia.

Membaca, Menulis, dan Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca, Menulis, dan Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca, Menulis, dan Mendidik

Lantas, apakah kita hanya berhenti dan puas akan gemerlapnya dunia, tanpa tiga peninggalan agung tersebut? Kita sepakat menjawab, tidak! 

Setiap manusia, siapapun dia, ingin terlibat dalam proses sejarah dunia. Khususnya menebarkan kemanfaatan tanpa putus. Ironisnya, kesadaran tersebut masih jarang dimiliki, dengan jutaan buku bacaan, kita lebih memilih membaca status medsos, dengan banyak kesempatan menulis huruf (baca: buku), kita lebih memilih menjadi generasi merunduk, dan dengan banyak kesempatan menularkan pengetahuan/ilmu, kita lebih memilih membisu.

Permasalahannya, kepentingan kita terhadap buku hanya di ladang formal, sekolahan dan perkuliahan. Di luar itu, seakan-akan buku tidak memiliki fungsi. Mungkin kita beranggapan fungsi buku di luar institusi formal tidak mempunyai nilai tambah, lalu kita mengacuhkan itu sebagai gizi pengetahuan. Tanpa kepentingan dengan guru atau dosen, tanpa konsekuensi hukuman, dan tanpa nilai A atau B yang kita dapatkan. 

Padahal di luar itu semua, prinsip terpenting buku adalah isi yang kita baca, di manapun kita berada. Begitupun dengan tulisan/menulis, tugas makalah, skripsi, dan sejenisnya—kita kerjakan mati-matian, menganut paham SKS (Sistem Kebut Semalem). Lantas setelah itu selesai, puncak akhir dari tulisan kita hanyalah skripsi, mungkin didapatkan dari copas di sana-sini.Setelah itu, kita hanya menjadi penulis chating di Medsos saja.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedangkan mendidik,tentunya hal yang jauh dari kita, karena realitas sejarahnya, semua pendidik adalah pemakan buku yang rakus dan melek literasi. Lantas, apakah kita demikian?

Pembaca Buku Indonesia

Sudah menjadi keterikatan logis, seorang pembaca buku yang baik adalah pendidik yang baik, begitupun sebaliknya seorang pendidik yang baik adalah penulis yang baik, dan sebaliknya lagi seorang penulis yang baik adalah pembaca yang baik.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sekarang kita lihat bagaimana minat baca di Indonesia. Menurut “Most Littered Nation In The World”, yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal dari segi penilain infrastruktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia di atas negara-negara Eropa. Selain itu, berdasarkan Survei UNESCO minat baca masyarakat Indonesiabaru 0,001%. Artinya dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca.

Data tersebut memang memprihatinkan. Namun, permasalahan ini harus kita lihat secara utuh. Mungkin ada faktor-faktor lain yang menyebabkan minat baca Indonesia rendah, apakah faktor ekonomi, fasilitas, atau akses terhadap buku itu sendiri. Kita tidak bisa menyamaratakan kondisi sosial Indonesia dengan parameter survey mengenai dukungan infrastruktur dalam memfasilitasi minat baca. 

Objek penelitiannya mungkin di kota-kota besar, tidak menutup kemungkinan di kota-kota kecil atau pedesaan minat baca sebenarnya tinggi, tapi ada faktor lain yang memengaruhi. Indonesia itu luas, dan tidak semua daerah mampu mengakses informasi dengan mudah, apalagi harga buku seperti di luar jawa melambung tinggi, jangan samakan antara Jakarta dengan Papua dan jangan samakan antara Yogyakarta dengan daerah Timur lainnya. Saya optimis, minat baca Indonesia itu baik tidak seperti apa yang dikatakan survey di atas. 

Solusi Ideal

Minat baca tidak begitu saja tumbuh mendadak, apalagi menulis, begitupun mendidik. Rangsangan itu harus dimulai pada tahap paling dini. Saya tidak melihat keseriusan pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Terobosan pemerintah paling terakhir hanya menggratiskan ongkos kirim. Bagi saya ini masih jauh dari harapan. 

Perpustakaan-perpustakaan desa/kecamatan, dibeberapa titik yang saya tahu tampak tidak ada aktifitas konkret, kotor, lusuh, dan tidak terurus. Seandainya pemerintah serius menggarap lapangan ini(saya tidak bosan-bosannya mengingatkan) khususnya pemerintah, harusnya merawat dan menghidupkan Taman Bacaan Masyarakat di setiap tingkatan kecamatan dan dibarengi dengan aktifitas-aktifitas menarik, tentu ceritanya akan berbeda. 

Selain itu, yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk membangun minat baca sejak dini adalah “ruang steril anak”, laiknya taman pintar mini/area cerdas. Setiap hari libur sekolah (minggu) anak-anak disuguhkan dengan aktifitas-aktiftas kreatif, percobaan sains atau dongeng-dongeng yang dapat mengembangkan motorik anak. Indah sekali, jika pemerintah membuat ini merata di seluruh Indonesia, dengan cara bertahap pun tidak masalah. 

Jikalau pemerintah keberatan dengan hal tersebut, tentu Anda bisa menilainya sendiri. Tetapi, kita masih punya pegiat-pegiat literasi dengan sukarela dan ikhlas menyemarakan gemar membaca, sekarang luar biasa. Banyak sekali terobosan yang dilakukan, dari mulai perahu perpustakaan, sepeda ontel pustaka, dan sejenisnya. 

Selain itu, saya membayangkan satu hal, mungkin ide ini terlalu lucu, tapi ini serius, begini; setiap lima tahun sekali Indonesia menggelar pesta demokrasi, di situ banyak Calon Legislatif (Caleg) dari tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Nasional. Mereka tersebar di semua titik “daerah pemilihan” (mulai tingkat desa). Dan kita semua tahu, setiap Caleg mengeluarkan dana yang tidak sedikit pada saat proses kampanye, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Provinsi mencapai 300.000.000 – 1.000.000.000, sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, menurut informasi yang saya dapat bisa mencapai 2.000.000.000 – 5.000.000.000. Fantastis bukan?

Pada tahun 2014 menurut berita-berita yang tersebar, ada 200.000 Caleg yang bertarung memperebutkan kursi di DPR dari seluruh tingkatan. Anda sekarang bisa membayangkan, berapa perputaran uang pada saat kampanye Caleg tersebut, kalau kita ambil rata-rata saja dari seluruh tingkatan, kita munculkan angka 500.000.000 (karena ada juga Caleg yang tidak pakai uang), rata-rata angka tersebut kita “kalikan” 200.000 (dari total jumlah Caleg), maka akan menemukan hasil 500.000.000 x 200.000 = Rp 100.000.000.000.000 (100 Triliun).

Anehnya, uang sebanyak itu pada ujungnya hanya menjadi sampah, karena tidak sedikit juga dana difungsikan untuk memasang iklan, membuat banner, pamflet, sticker, kaos, tanggalan, dan sejenisnya. Sungguh, bagi saya model kampanye seperti ini sama sekali tidak memiliki fungsi. Apalagi serangan fajar yang nominalnya hanya 20.000 – 50.000, kecerdasan macam apa yang mau ditularkan.

Nah, di sinilah saya membayangkan dan berandai-andai. Kalau saja nanti pada tahun 2019 seluruh Caleg se-Indonesia mendeklarasikan “kampanye cerdas” satu sama lain bersepakat mengalokasikan dana kampanyenya 50.000.000 – 100.000.000, dikhususkan dana tersebut dialokasikan untuk membuat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan ruang steril anak di setiap daerah pemilihannya, peristiwa ini akan menjadi sejarah baru dalam dunia poilitik praktis Indonesia. Dan hal tersebut bukanlah perkara yang susah, minimal disetiap tingkatan kecamatan, atau paling minimal disetiap rumah Caleg.

Saya yakin akan banyak orang yang tertawa dengan ide gila ini. Namun, kita semua bisa membayangkan, andai saja ini terjadi di negeri kita, efeknya akan luar biasa. Tidak menutup kemungkinan minat baca, minat menulis, minat belajar, dan minat mengajar akan tumbuh subur. Dan menjadi model gerakan sosial baru dalam kontestasi politik nasional. Budaya-budaya positifpun tentu akan terinstal dengan sendirinya. 

Namun, apakah hal itu mungkin terjadi? Bagi saya, untuk memberikan persepsi cerdas terhadap masyarakat, saya berharap itu “terjadi”. Selama ini masyarakat diajak berpesta dengan kebiasaan “politik uang”. Jarang sekali saya mendengar, kampanye di Indonesia mempunyai sisi manfaat yang berkepanjangan dan abadi. Pendidikan politik kita yang harus dirubah. 

Saya optimis, Indonesia akan mencapai pada pendidikan politik praktis yang cerdas. Semoga dari ratusan juta penduduk Indonesia yang membaca ini, ada salah satu dari mereka mencalonkan diri menjadi anggota DPR di tahun 2019, dan pada saat proses kampanye memberikan manfaat lebih kepada masyarakat. 

Ide ini tidak diperuntukan bagi mereka calon-calon DPR yang takut kalah. Tapi, bagi mereka yang ingin menebarkan kemanfaat lebih dan memajukan bangsa ini melalui jalur pendidikan nyata. Karena menurut Pauolo Freire ada keterikatan dan keterkaitan antara pendidikan dan politik. 

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 24 Desember 2016

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa

Medan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan zakat kepada 108 kaum duafa, Sabtu (18/8) di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut, Jalan Sei Batanghari No. 52 Medan.

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa

Penyaluran zakat kepada fakir miskin dan anak yatim itu dipimpin langsung Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi, Wakil Ketua H Musa Ritonga, Pembina H Musaddad Lubis, dan Pengawas Yulpipa.

Hadir dalam acara itu Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan, Sekretaris Misran Sihaloho, Wakil Rais Syuriyah H Imron Hasibuan, H Abdul Hamid Ritonga, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Sumut KH Asnan Ritonga, Wakil Ketua Tanfidziyah H Abdullah Nasution, Wakil Sekretaris H Khairuddin Hutasuhut, Emir El-Zuhdi Batubara dan pengurus lainnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi dalam sambutannya mengatakan, zakat yang disalurkan kepada 108 orang fakir miskin dan anak yatim itu dihimpun selama lima hari, yakni sejak LAZISNU Sumut di-launching pada Senin (13/8) hingga Jumat (17/8). Masing-masing penerima zakat memperoleh uang Rp150 ribu.

Dia meminta penerima zakat agar memanfaatkannya dengan baik, dan jangan melihat nominalnya, tapi mari mendoakan muzakki (pembayar zakat) agar terus menerus diberikan limpahan rezeki oleh Allah SWT.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Nispul juga mengharapkan kaum duafa mendoakan LAZISNU Sumut agar terus mendapat kepercayaan dari muzakki untuk menyalurkan zakat, infak dan shadaqah (ZIS) ke depan. Sebab, jika LAZISNU berkembang dan dipercaya masyarakat, akan semakin banyak kaum duafa yang terbantu.

“Kita bersyukur, dalam lima hari beroperasi, LAZISNU diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menyalurkan zakat puluhan juta rupiah. Ini sebagai langkah awal yang baik untuk mengelola dan mengembangkan LAIZSNU menjadi lembaga yang amanah dan profesional dalam penghimpunan dan penyaluran ZIS,” kata dosen IAIN Sumut ini.

Sedangkan Ketua PWNU Sumut H Ashari Tambunan meminta kepada LAZISNU agar mengelola dan mengembangkan lembaga ini menjadi salah satu pilar pemberdayaan ekonomi umat yang amanah. Untuk itu, sepanjang tahun, LAZISNU harus terus bergerak menghimpun, mengelola dan menyalurkan ZIS untuk pemberdayaan ekonomi umat.

“Saya optimis, umat Islam khusunya warga NU akan menyerahkan ZIS-nya kepada LAZISNU Sumut jika lembaga ini dikelola dengan sungguh-sungguh, amanah, transparan dan akuntabel,” kata Ashari Tambunan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hamdani Nasution

 Message 11 of 493

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Khutbah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 22 Desember 2016

Jamaah Mantab Gelar Semaan Al-Quran di Ciputat

Tangerang Selatan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Di tengah gersangnya Ibukota dari lantunan ayat-ayat Al-Quran, para huffazh (penghafal Al-Quran) yang tergabung dalam jamaah Mantab dan Dzikrul Ghofilin menggelar semaan Al-Quran dan pembacaan dzikir.

Kegiatan tersebut serasa bak oase di padang Sahara. Selaksa embun amat lekat dari wajah mulia para kiai muda yang hafal 30 juz tersebut. Kegiatan rutin ini digelar di Masjid Pondok Hijau jalan Pondok Hijau Raya Pisangan-Ciputat Timur-Tangerang Selatan, Sabtu (05/04) malam.

Jamaah Mantab Gelar Semaan Al-Quran di Ciputat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Mantab Gelar Semaan Al-Quran di Ciputat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Mantab Gelar Semaan Al-Quran di Ciputat

Pantauan Ustadz Felix Siauw Terbaru di sepanjang jalan Legoso Ciputat yang melewati Ma’had Aliy UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tampak spanduk dan umbul-umbul Semaan Mantab. Penanda semaan pun dipasang di tiap pertigaan hingga di sekitar masjid Pondok Hijau. Dari kejauhan, terdengar sayup-sayup bacaan Quran dikumandangkan melalui pengeras suara di tiga menara masjid yang tinggi menjulang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Hadir dalam forum rutinan tersebut, Dekan Ushuluddin Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (IPTIQ) Jakarta Dr H A Husnul Hakim beserta para santrinya. Selain itu, keluarga besar penyelenggara semaan Hj Linda Purnamarani turut meramaikan kegiatan tersebut. Beberapa purnawirawan dan anggota polisi aktif juga khusyuk menyimak pembacaan Alquran. Acara makin semarak ketika usai pembacaan juz ke-30 dilantunkan sholawat dari kitab karya al-Barzanji.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Pengasuh Padepokan Quran Ayatirrahman Serpong Tangerang Selatan KH Muhammad Musthofa, para penghafal Alquran tersebut berasal dari beberapa kota di Jawa Timur, antara lain Gus Mambaul Huda putra KH Farid bin KH Ahmad Shiddiq Jember, Gus Kholis Surabaya, Gus Muqorrobin, dan lain-lain. Sementara para penyemak (sami’in sami’at) datang dari berbagai penjuru wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

Dalam ceramahnya selaku pimpinan rombongan, Gus Kholis yang mewakili KH Farid menjelaskan, nama semaan Quran Mantab itu berasal dari Bahasa Arab: Man Taaba (Orang-orang yang bertobat). Jadi, organisasi ini berisi orang-orang yang ingin bertobat atas segala dosanya.

“Suatu ketika, Gus Joyo Kusumo yang jadi anggota DPR diperintahkan Gus Miek untuk menyelenggarakan semaan Quran di Jakarta Raya agar Indonesia aman, selamat dari marabahaya, tidak jatuh banyak korban. Hal tersebut diulangi tiga kali,” ujar Gus Kholis.

Lalu, tambahnya, Gus Joyo menemui Gus Dur untuk meminta pendapat tentang titah KH Hamim Jazuli yang akrab disapa Gus Miek tersebut. “Gus Dur kemudian bilang, ya udah kita laksanakan aja. Saya juga diperintah (semaan) oleh Gus Miek,” katanya menirukan Gus Dur. Acara semaan pun, lanjutnya, akhirnya dilaksanakan di bilangan Kalibata. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

 

Ilustrasi: Seman Mantab Dzikrul Ghofilin (Jumat Wage)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Amalan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 06 Desember 2016

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

Wonosobo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Cara sekolah mengajarkan sesuatu pada muridnya tak mesti dilaksanakan di kelas. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif NU Kecamatan Kejajar, ? Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melatih siswa-siswinya secara rutin ? melakukan aksi tanam 1000 pohon di Desa Kreo, Kecamatan Kejajar.

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

“Kegiatan ini guna menanamkan jiwa cinta terhadap lingkungan dan juga merawat lingkungan. Harapan kami agar para siswa cinta terhadap lingkungan,” terang Supriyadi, pembina Pramuka MTs Ma’arif NU Kejajar kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Kamis (13/11).

Disebutkan pula, 1000 pohon yang ditanam itu merupakan hasil dari pembibitan di sekolah. Setelah tumbuh agak besar, ditanamlah di beberapa lokasi di Desa Kreo. “Semoga saja setelah ditanam, nantinya bisa dirawat hingga tumbuh dan hidup menjadi lebih besar serta bermanfaat,” jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Aksi tanam pohon ini terangkai dalam agenda rutin Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). “Secara rutin MTs Ma’arif Kejajar melakukan Persami. Namun, Persami kali ini berbeda dengan persami sebelumnya. Persami kali ini para melakukan aksi tanam 1000 pohon di desa Kreo Kecamatan Kejajar,” tambah Supriyadi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pihak sekolah berharap, aksi yang diikuti sekitar 250 siswa dari kelas VII sampai IX ini berlanjut hingga ke tingkat perawatan dan penjagaan sehingga jerih payah peserta dalam gerakan cinta lingkungan tidak sia-sia. (Fathul Jamil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, PonPes Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 23 November 2016

Tahun Baru Hijriyah di Pesantren At-Tawazun

Subang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pondok Pesantren At-Tawazun Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat merayakan tahun baru Hijriyah dengan tajuk Islamic New Year Celebration. Tujuannya untuk membimbing para santri senantiasa mengingat dan merayakan tahun baru Islam.

Tahun Baru Hijriyah di Pesantren At-Tawazun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriyah di Pesantren At-Tawazun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriyah di Pesantren At-Tawazun

Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun KH. Musyfiq Amrullah, dalam sambutannya menerangkan bahwasannya kita sebagai orang muslim harus tahu bagaimana awal mula adanya tahun Hijriyah ini.

“Awal mula adanya tahun Hijriyah ini, ketika Syaidina Umar bin Khatab mendapatkan surat dari kaisar Romawi yang di sana terdapat tanggal pengiriman.”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kiai Musyfiq yang juga Ketua PCNU Kabupaten Subang ini menambahkan, kemudian Sayidina Umar bin Khatab menjawab surat tersebut tanpa menggunakan tanggal karena tidak mau mengikuti bangsa Romawi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Dan pada saat itu, Syaidina Umar mendapat cemoohan dari bangsa Romawi karena tidak terdapat tanggal dalam surat tersebut,” ungkapnya.

Lalu Sayidina Umar dan para sahabat yang lain bermusyawarah untuk menentukan kapan di mulainya tahun Islam. Dalam musyawarah tersebut Umar mengusulkan penghitungan tahun Hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi dari Makah ke Madinah.

Acara yang dimulai pukul pukul 08:30 tersebut, dibuka dengan penampilan tim hajir marawis dan qosidah At-Tawazun. Hadir pada kesempatan itu, seluruh santri putra-putri At-Tawazun beserta Majelis guru.

Acara tersebut dibuka dengan tampilnya pembawa acara dengan menggunakan dua bahasa. Lalu membacakan bismillah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat Suci Al-Quran dan pembacaan shalawat.

Setelah acara dilanjutkan dengan penampila-penampilan santri seperti nasyid, karaoke Islami, drama Islami, sampai pelantunan shalawat dengan menggunakan alat musik tradisional Sunda seperti karinding dan celempung.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal?

Kontributor : At-Tawazun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tegal Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 05 November 2016

Tasyakuran, Rais Syuriyah Potong Tumpeng

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Setelah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Harlah ke-59 IPNU dan ke-58 IPPNU, organisasi di bawah naungan NU itu, menggelar tasyakuran, Sabtu (16/3). 

Tasyakuran, Rais Syuriyah Potong Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasyakuran, Rais Syuriyah Potong Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasyakuran, Rais Syuriyah Potong Tumpeng

Bertempat di aula PB. Sudirman Kantor Bupati Jember, tasyakuran digelar dengan penuh khidmat. Dalam kesempatan itu, Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad didapuk untuk memotong tumpeng, yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua IPPNU Jember, Andre Irawan dan pengurus IPNU-IPPNU yang lain. 

Dalam pengarahannya KH Muhyiddin menyatakan apresiasinya kepada IPNU-IPPNU yang ikut berkiprah untuk kemajuan Jember. Menurutnya, Jember membutuhkan ide-ide segar untuk meningkatkan kemajuan warganya yang hampir seratus persen nahdliyyin. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Bukan cuma ide-ide tapi juga karya nyata,” tukasnya.

Pengasuh Pesantren Nuris itu mengaku bangga dengan kegiatan IPNU-IPPNU sudah mulai merata, termasuk di perkotaan. Sejauh ini, katanya, aktifitas IPNU-IPPNU berpusat di kampus dan sekolah-sekolah di luar.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Sekarang sudah mulai masuk kota. Ini buktinya tasyakuran dan kegiatan lain digelar di jantung kota,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPNU Jember, Andre Irawan menegaskan kegiatan IPNU-IPPNU dalam rangka Harlah kali ini mengambil tema “I love Jember” sehingga diharapkan tertanam kecintaan dan kebanggaan di dada anggota IPNU-IPPNU terhadap Jember. 

“Mencintai Indonesia dengan diawali mencintai Jember, daerah kita sendiri,” jelasnya.

Bentuk kecintaan itu, lanjut Andre, bisa diwujudkan dengan berbagai cara dan karya. Salah satunya adalah mencintai produk-produk Jember. 

“Itulah sebabnya, selama rangkaian tasyakuran ini, kami tampilkan pameran produk Jember,” ucapnya.

Selain KH Muhyiddin, hadir juga dalam kesempatan itu antara lain anggota FKB DPRD Jatim. M Thoriqul Haq, Ketua Fatayat NU Jember, Muqni’ah, para ketua IPNU-IPPNU se-tapal kuda, pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jember dan sekitar 350 hadirin.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Habib Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 26 Oktober 2016

Pelajar NU Sampang Rekrut Kader dari Sekolah Umum

Sampang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Membendung invasi gerakan Islam garis keras di kalangan pelajar, IPNU dan IPPNU Sampang mengadakan “Pelatihan Kepemimpinan dan Aswaja NU” selama tiga hari, Jumat-Ahad (13-15/6). Pelatihan di pesantren Al-Faizin ini, diikuti pelajar asal sekolah-sekolah negeri di Sampang.

Pelajar NU Sampang Rekrut Kader dari Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sampang Rekrut Kader dari Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sampang Rekrut Kader dari Sekolah Umum

Ketua IPNU Sampang Bustomi mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk mengantisipasi masuknya ajaran kelompok Islam garis keras yang saat ini begitu deras menyerang para pelajar. Mereka lazimnya menjadikan sekolah-sekolah umum sebagai basis gerakannya.

“Target pendirian komisariat  IPNU-IPPNU di sekolah-sekolah umum dalam waktu dekat Insya Allah tercapai karena peserta pelatihan yang notabene pelajar sekolah umum sangat antusias dan sangat bersedia untuk membentuk komisariat di sekolahnya masing-masing,” ujar Bustomi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pelatihan kaderisasi kali ini menarik perhatian sejumlah pihak. Salah satu pemateri pelatihan Yulis Juwaidi mengatakan, pelatihan ini istimewa. Sebab, selama ini IPNU-IPPNU hanya merekrut kader-kader pelajar dari sekolah berbasis agama dan pesantren.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Pelatihan ini sebuah langkah besar yang sangat strategis bagi perkembangan IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Kabid Bakesbangpol Sampang ini. (Ali Imron/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 22 Oktober 2016

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

Gunung Kidul, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Warga Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta menggelar "Syawalan dan Pengajian", Ahad (9/8) malam. Penceramah dihadirkan, KH Arif Gunadi menyampaikan sejumlah taushiah, antara lain manusia kuat versi Islam.

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

"Manusia kuat bukan yang sanggup mengangkat besi dua kuintal dengan sekali jinjing. Namun yang mampu menyingkirkan selimut ketika mendengar adzan subuh.  Ash-Shalaatu khairum minan naum. Sholat lebih baik daripada tidur," papar Kiai Arif.

Adapun manusia gagah perkasa, menurutnya, ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya sebagaimana disampaikan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Bulan Ramadhan lalu kita dilimpahi umat yang rajin ke masjid. Tapi setelah itu, setan dibebaskan lagi, dan masjid jadi sepi lagi. Seharusnya iman kita semakin meningkat," ujar Kiai Arif pada kegiatan dihadiri Suyanto, Kepala Desa Dengok, peserta Civic Education For Future Indonesian Leadership (CEFIL) III Yayasan Satunama Yogyakarta, dan penduduk setempat itu pula.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menambahkan, ada enam perkara merusak amal. Pertama Al istighlal bi’uyubil kholqi atau sibuk mebicarakan aib orang lain.

Selanjutnya Qaswatul qulub atau keras hati. Contohnya tidak mau mengakui eksistensi orang lain, tidak mau mengakui kebhinekaan seperti perbedaan agama dan lain-lain.

"Lalu Hubbun dunya atau cinta mati terhadap dunia. Saking cintanya dengan dunia, akhirnya melupakan akhirat," ujar dia lagi.

Selanjutnya, Qillatul haya’ atau sedikit rasa malunya. Kemudian Thulul ‘amal atau panjang angan-angan dan Dhulmun la yantahi atau kezaliman yang tak pernah berhenti.

Sebelum pengajian berlangsung di balai desa setempat dimulai, mengalun sholawat nabi dan syiir tanpo waton yang didaraskan hadirin yang ikut kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah, Meme Islam, Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 14 Oktober 2016

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kelompok-kelompok yang mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila tampaknya kian berani menampilkan diri. Kalau ini tidak diantisipasi oleh semua pihak, maka potensi desintegrasi bangsa dan konflik horizontal dikalangan masyarakat sangat mungkin terjadi.?

Hal itu dikemukakan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang, Khoirun Huda disela-sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor yang dilaksanakan di SDIT Al-Itqon Balaraja, Sabtu (21/5).?

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Lebih lanjut Huda menyampaikan bahwa PKD ini dimaksudkan untuk mencetak para pemimpin muda yang memiliki wawasan dan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah Waljama’ah yang kuat serta nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dikalangan pemuda. “Penanaman nilai-nilai islam Rahmatalil ‘alamin dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat insyaallah dapat menangkal penetrasi faham-faham transnasioanal yang secara masif dilakukan oleh kelompok-kelompok anti pancasila,” tambahnya.

Pengurus Wilayah GP Ansor Provinsi Banten, KH. Ahmad Imron yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, kader GP Ansor juga harus memiliki ? nilai-nilai kebangsaan dan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang selama ini dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU) yakni toleran (tasammuh), seimbang dalam segala hal (tawazzun), Tawassuth (sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan), iktidal (tegak lurus).

Sementara Ketua PC NU Kabupaten Tangerang KH. Encep Subandi memberikan amanat bahwa Ansor harus lebih intens melakukan kegiatan-kegiatan pengkaderan. Dia mengingatkan bahwa tantangan dan ancaman terhadap NKRI juga menjadi tantangan bagi GP Ansor. “Ansor harus lebih siap dan waspada, karena ancaman terhadap Islam Ahlussunnah Waljamaah, NKRI dan Pancasila tidak hanya datang dari kelompok-kelompok radikalisme kanan, tapi juga dari kelompok radikalisme kiri,” tuturnya.

Pelatihan yang berlangsung hingga Selasa (24/5) ini diisi dengan berbagai pengetahuan dan wawasan tentang keNUan, Aswaja, kepemimpinan dan materi-materi yang bersifat kebangsaan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pelatihan yang mengambil tema “ Menciptakan Kader Muda NU yang Handal, Profesional dan Militan untuk Mengawal Keutuhan NKRI” tersebut diikuti tidak kurang 150 peserta yang terdiri dari Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kabupaten Tangerang. (Huda/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru PonPes, Warta Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 13 Oktober 2016

Arisan Qurban Apakah Termasuk Qurban Nadzar?

Assalamualaikum. Di lingkungan kami ada arisan bulanan untuk qurban yang setiap tahunnya dibelikan seekor sapi untuk tujuh orang. Pertanyaan saya: Apakah qurban dengan sistem arisan yang seperti ini termasuk qurban nadzar yang mana kita tidak boleh memakan dagingnya? (Nurgianto, Lampung Barat).

Wa’alaikumsalam wa rahamatullah wa barakatuh. Saudara penanya yang terhormat Menyembelih hewan qurban merupakan salah satu anjuran yang sangat ditekankan oleh ajaran Islam terhadap pemeluknya yang berkecukupan serta ada kelebihan rizki pada saat yang ditentukan, yakni bulan Dzulhijjah mulai tanggal 10 sampai dengan tanggal 13.

Bahkan imam Malik berpendapat bahwa menyembelih hewan Qurban bagi mereka yang berkecukupan hukumnya adalah wajib. Pendapat ini mengacu pada salah satu firman Allah:

Arisan Qurban Apakah Termasuk Qurban Nadzar? (Sumber Gambar : Nu Online)
Arisan Qurban Apakah Termasuk Qurban Nadzar? (Sumber Gambar : Nu Online)

Arisan Qurban Apakah Termasuk Qurban Nadzar?

? ? ?. Artinya: maka shalatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah hewan qurban. (Al-Kautsar ayat 2).

Saudara Nurgianto yang dimuliakan Allah. Anjuran untuk berqurban yang oleh madzhab Syafii dihukumi sunnat ini sekarang mulai mendapatkan sambutan serta apresiasi yang cukup menyenangkan di tengah kehidupan masyarakat mengingat subtansi qurban adalah semangat berbagi demi perbaikan gizi di kalangan kaum muslimin. Oleh karena itu tidak sedikit diantara mereka yang menghimpun dana dengan cara mengadakan arisan demi melaksanakan ibadah yang mulia ini.

Dalam forum halaqah yang diselenggarakan oleh sebuah pesantren di Rembang pada tahun 1997, permasalahan ini pernah dibahas dengan keputusan bahwa qurban yang dilaksanakan oleh seseorang karena arisan tidak otomatis dihukumi sebagai nadzar. Dengan demikian qurban tidak menjadi qurban wajib. Salah satu rujukan yang digunakan adalah Hasyiyah Sulaiman Jamal Ju V Hal. 251 karya Sulaiman bin Umar bin Manshur al-‘Azili al-Azhari:

Ustadz Felix Siauw Terbaru

?-? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya; kesimpulan yang ada dalam kitab ar-Raudh menjelaskan bahwasannya hewan (yang dibeli) tidak otomatis menjadi hewan sembelihan (qurban) berdasarkan transaksi dan niat semata. Dengan demikian, hewan dapat diketahui statusnya (sebagai hewan qurban atau yang lain) dengan ungkapan pemiliknya setelah jual beli dilakukan.

Saudara penanya yang kami hormati, dari rujukan ini, dapat kita pahami bahwa hewan dapat berstatus sebagai hewan qurban nadzar manakala si pemilik memang mengungkapkan niatnya secara jelas, dan bukan karena menanggapi sebuah pertanyaan dari orang lain.

Mudah-mudahan jawaban ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. (Maftukhan)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

 

Informasi program qurban dan donor darah LAZISNU dapat dilihat diklik di link berikut ini. (Red)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sholawat, IMNU, Budaya Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 09 Oktober 2016

Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Masyarakat Madura diliputi duka yang amat mendalam. Pasalnya, ulama kesohor yang Pengasuh Pondok Pesantren Kebun Baru, Kacok, Palengaan, KH Ach. Muafa Asyari menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (24/1) sekitar pukul 09.30. 

Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat

Wafatnya Mustasyar PCNU Pamekasan ini, bersamaan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hujan lebat mengiringi kepergian suami Ny Hj Nur Awaliyah Mawardi.

Saat Ustadz Felix Siauw Terbaru tiba di Pondok Pesantren yang dihuni sekitar 1.300 santri tersebut, masyarakat dari berbagai penjuru Madura sudah mulai menyemut. Para ulama pun merapatkan barisan guna menyembahyangi sekaligus mendoakan kelangsungan masa depan Kiai Muafa di akhirat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Saudara almarhum, RKH Misbahul Munir, Lc, menuturkan bahwa Kiai Muafa didera penyakit komplikasi sejak tiga bulan terakhir. Selama itu, pihak keluarga sudah membawanya ke berbagai rumah sakit yang ada di Madura maupun di luar Madura.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Dan beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Ponpes Kebun Baru, setelah sebelumnya rawat inap di rumah sakit Graha Merta Dr Soetomo Surabaya. Rumah sakit ini, angkat tangan sejak H-3 dari wafatnya beliau," tegasnya dengan wajah sayu. 

Rusdiyanto, salah seorang guru di Kebun Baru, menyatakan bahwa selama hidupnya, Kiai Muafa dikenal sangat berwibawa sehingga disegani banyak kalangan.

Kiai Muafa memiliki dua saudara. "Selain Kiai Misbahul Munir, Kiai Muafa juga bersaudarakan Ny Hj Robiatul Adawiyah Asyari. Dan Kiai Muafa meninggalkan anak angkat sematawayangnya, R Abu Saadad Nurul Ulum," terang H Muhammad Ali Wafa, Ketua II Bidang Madrasiyah Kebun Baru.

Diakui, selama hidupnya, perjuangan Kiai Muafa dalam menebarkan paham Aswaja cukup tinggi. "Bisa dikata, selama hidupnya diperjuangkan untuk NU," terang KH Ahmad Asir, Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Pamekasan.

Untuk diketahui, Kiai Muafa mengawali perjalanan hidupnya dengan mengaji kepada ayahandanya, KH Moh Asyari. Setelah itu, ia melanjutkan petualangannya dalam mencari ilmu dengan masuk Sekolah Dasar dan madrasah milik ayahandanya. Itu, ditempuhnya selama 6 tahun.

"Setelah tamat SD dan MI, dalam sejarahnya, beliau ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah umum, tetapi sang ayah tidak merestui. Lalu, Pesantren Sidogiri menjadi pilihan dalam pelabuhan ilmu agama bagi beliau," tutur Jailani, salah seorang santri.

Dikatakan, awal mula Kiai Muafa menginjakkan kaki di Sidogiri ialah tahun 1973 M. Ketika itu, ia diterima di kelas enam Ibtidaiyah, setelah mengikuti tes layak masuk. Setamatnya kelas enam Tsanawoyah, ia menjadi utusan reguler mengajar setahun di Desa Baddian Tamanan Bondowoso, sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari selama di Sidogiri.

Setelah menjalankan tugas di Baddian, Kiai Muafa masih melanjutkan pendidikannya di Sidogiri dengan masuk Kuliah Syariah. Dalam menjalankan kewajiban sebagai santri, Kiai Muafa sangat antusias dalam segala bidang.

"Sehingga, tak selang beberapa lama, beliau diangkat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Santri Madura (IKSMA) pada 1981-1982. Kemudian pada 1983-1984, beliau diangkat menjadi wakil kepala MMU Ibtidaiyah," beber KH Ahmad Asir.

Pada 1984, Kiai Muafa boyong dari Sidogiri dan langsung ke Mekkah, tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu untuk melanjutkan pendidikannya.

"Selama di Mekkah, beliau menetap di kediaman Syaikh Ismail Al Yamani sekitar tujuh tahun," tekannya.

Setiap hari, Kiai Muafa mengaji kitab Hadits Kutub as-Sittah (Shohih Bukhari, Muslim, Sunan Abu Daud, Thurmudzi, Ibnu Majah, dan An-Nasai. Selain mendalami hadits-hadits Nabi, beliau juga mengaji kitab Ihya Ulumuddin setiap Hari Jumat yang ditempuh selama tiga tahun.

Dalam usaha menggapai cita-cita yang luhur, selama di Mekkah, tambahnya, Kiai Muafa juga berguru kepada Syaikh Mohammad Alawi Al-Maliki. Dari Syaikh inilah, Kiai Muafa mendapat ijazah plus Sanad Kitab Kutub as-Sittah.

"Selain itu, beliau juga berguru kepada Syaikh Abdullah al-Lahji, Syaikh Abdullah Dardum dan Syaikh Yasin Al-Fadani. Dari ketiga ulama tersebut, beliau lebih banyak mengambil ilmu gramatika arab (ilmu nahwu)," tukasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hikmah, Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 25 September 2016

Dua Juta Lebih Makanan Dibagikan ke Jemaah Haji di Madinah

Madinah, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Manajemen Proyek Hibah Madinah untuk Pengunjung dan Peziarah dari Perhimpunan Rumah Amal Madinah mendistribusikan lebih dari dua juta makanan dan satu juta botol air segar selama musim haji tahun 1438 H.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program musiman untuk melayani para pengunjung Masjid Nabawi, demikian diberitakan kantor berita Arab Saudi, SPA, Rabu (9/8).

Dua Juta Lebih Makanan Dibagikan ke Jemaah Haji di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Juta Lebih Makanan Dibagikan ke Jemaah Haji di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Juta Lebih Makanan Dibagikan ke Jemaah Haji di Madinah

Direktur eksekutif manajemen tersebut, Fayez bin Taleb Al-Ahmadi mengatakan bahwa arus kedatangan dan keberangkatan jemaah haji membludak dan lebih dari 50.000 makanan dibagikan pada minggu pertama musim haji di rute migrasi yang menghubungkan Madinah dan Makkah, serta di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz, Bandara Yanbu, Pelabuhan Yanbu, kota ziarah di Khaybar, Stasiun Sasco, dan pekarangan Masjid Nabawi.

Sebelumnya, bertindak sebagai Gubernur Madinah Pangeran Saud bin Khalid Al-Faisal melakukan inspeksi terhadap fasilitas layanan jemaah haji dan mengimbau para pejabat setempat untuk melayani jemaah haji dengan senyum dan rasa bangga.

Saud mendesak mereka untuk meningkatkan pelayanan yang lebih memuaskan. (Red: Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah, Pesantren, Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 24 September 2016

Liga Santri Harus Stabilkan Kegaduhan Persepakbolaan Nasional

Trenggalek, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Beberapa tahun belakangan, wajah persepakbolaan nasional diwarnai dengan berbagai macam kegaduhan, kekisruhan, dan keruwetan. Hal ini menjadi perhatian pecinta sepakbola tanah air, tidak terkecuali kalangan pesantren. RMI-NU sebagai operator liga santri menegaskan bahwa visi LSN 2017 adalah dari santri untuk negeri. Sepakbola santri diharap dapat menjaga stabilitas kegaduhan nasional.

“NU harus menjadi stabilitasi kegaduhan nasional. Berawal dari liga santri ini maka akan berdampak pada pencerahan dan penyegaran terhadap daerah setempat,” kata Direktur Marketing panitia nasional liga santri nusantara (LSN), Abdul Aziz saat bertemu Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, bersama panitia LSN Region Jawa Timur 1, dan pengurus PCNU di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Jum’at (14/7).

Liga Santri Harus Stabilkan Kegaduhan Persepakbolaan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Harus Stabilkan Kegaduhan Persepakbolaan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Harus Stabilkan Kegaduhan Persepakbolaan Nasional

Kompetisi sepakbola antarpesantren ke depan tidak hanya mampu mencetak pemain-pemain andal tetapi juga mencetak pemain yang bermoral tinggi dan berdedikasi untuk kemajuan persepakbolaan Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Dengan bergulirnya LSN di Trenggalek ini, PCNU ingin membuktikan santri juga punya andil untuk memiliki keterampilan, selain syiar agama juga syiar sepakbola. Karena sepakbola adalah hobi yang dimiliki oleh mayoritas negara-negara berkembang tanpa melihat kasta dan derajat,” kata Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah.

Sementara Bupati Trenggalek Emil bersama dengan perangkatnya menyatakan kesiapanya untuk membantu kesuksesan LSN 2017. “LSN tahun ini harus menjadi magnet untuk membuktikan bahwa santri atau pesantren siap bertanding secara profesional dan menjadikan Trenggalek sebagai lautan santri,” kata Bupati termuda se-Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Panitia LSN Jawa Timur 1 yang digawangi oleh Gus Toev sebagai koordinator region dan Gus Anam sebagai panitia pelaksana kembali menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama Bupati Trenggalek dan panitia nasional LSN.

Rencananya kick off LSN Jawa Timur 1 akan dilakukan pada pertengahan September mendatang, dengan sistem pertandingan setengah kompetisi yang melibatkan 32 peserta dari pesantren se-Keresidenan Kediri dan Madiun. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri, Khutbah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 10 Agustus 2016

Ke Depan, Pendekar Pagar Nusa Harus Piawai Menulis

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa KH Fuad Anwar mengajak para pendekar muda untuk menambah keterampilan menulis di luar keterampilan bela diri. Kiai Fuad mengatakan, pendekar Pagar Nusa perlu melihat peluang dan tantangan NU sesuai eranya.

“Dahulu perjuangan para pendekar menggunakan bambu runcing. Sekarang perjuangan harus ditambah dengan pena,” terang Gus Fuad Anwar saat mengisi diskusi rutin di Masjid an-Nahdliyyah PBNU, Selasa (17/11) malam.

Ke Depan, Pendekar Pagar Nusa Harus Piawai Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Depan, Pendekar Pagar Nusa Harus Piawai Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Depan, Pendekar Pagar Nusa Harus Piawai Menulis

Dengan perjuangan melalui pena, publik menjadi mengerti secara benar perjuangan santri dan pendekar NU. “Hari Santri yang sudah ditetapkan jangan sampai diisi oleh orang lain yang kemudian merusak citra santri itu sendiri. Momentum bagi kader muda Pagar Nusa selain menjaga amaliyah-amaliyah olah batin yang diwariskan juga harus menulis sejarahnya sendiri.”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Gus Fuad mencontohkan, selama ini penulis sejarah menulis secara bias terhadap santri sehingga peran santri terpinggirkan.

“Contoh kecil, perang Pangeran Diponegoro , seolah santri adalah pemberontak yang takluk kepada Belanda. Padahal di wilayah Mataraman dan Jawa Tengah santri bergerilya dan berjuang habis-habisan. Karenanya, kini sudah saatnya kita tulis kembali sejarah santri,” terang Gus Fuad.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara narasumber lain forum ini Munawir Aziz mengatakan, Pagar Nusa tetap bisa berperan dalam era digital ini. Untuk siap melakukan perjuangan digital, pendekar Pagar Nusa harus meningkatkan kemampuan fisik dan batin, juga keterampilan menulis untuk membentuk opini dan isu.

“Fisik dan batin harus ditambah dengan keterampilan menulis,” terang Munawir yang kini diamanahkan sebagai Wakil Sekretaris LTN PBNU.

Kegiatan rutin Pagar Nusa ini diadakan setiap Selasa Kliwon malam. Mereka biasa mengawali acara rutin ini dengan isthigotsah. Mereka menutupnya dengan jabat tangan dan makan bersama. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 03 Agustus 2016

Etika Kiai Menjadi Etika Umat melalui Para Santrinya

Solo, Ustadz Felix Siauw Terbaru



Transformasi nilai dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari kepada para muridnya menjadi satu faktor penting tertanamnya etika kebangsaan yang dipegang warga Nahdliyin hingga saat ini. Begitu pula dengan kiai lain seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri dan kiai-kiai lain.

“Etika yang mereka bangun kemudian diturunkan kepada murid-muridnya, hingga kemudian menjadi sebuah etika kelompok yang dilembagakan dalam wadah Nahdlatul Ulama,” papar Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH M Dian Nafi’ pada acara bertajuk “Membangun Indonesia” di Solo, Kamis (10/8).

Etika Kiai Menjadi Etika Umat melalui Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Etika Kiai Menjadi Etika Umat melalui Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Etika Kiai Menjadi Etika Umat melalui Para Santrinya

Proses transformasi tersebut, lanjut Kiai Dian, kemudian berlanjut pada tahapan membangun etika masyarakat. NU maupun banom-banomnya menurunkan nilai-nilai yang mereka pegang kepada masyarakat, melalui berbagai cara.

“Ada yang berbaur lewat ludruk, hadrah dan lain sebagainya,” kata Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari etika masyarakat, lambat-laun kemudian berkembang meluas menjadi etika kebangsaan hingga akhirnya menubuh menjadi etika kenegaraan.

Prinsip tasamuh, i’tidal yang menjadi prinsip warga NU, juga diikuti pada tataran peraturan kenegaraan yang diwujudkan dengan pengakhiran diskriminasi dan sebagainya.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kita butuh transformasi etika ini,” tegas Kiai Dian. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan, Daerah, Makam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 27 Juli 2016

Pendidikan Terpadu GP Ansor Polewali Mandar Bangkitkan Cinta NU dan NKRI

Polman, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan ke-IV di masjid Raya Desa Sattoko Kecamatan Mapilli Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar). Selama tiga hari, Sabtu-Senin (23-25/7), 62 peserta menerima sejumlah materi penguatan ke-NU-an dan keindonesiaan.

Hadir pada kegiatan ini Instruktur PP GP Ansor Mas’ud Saleh, Annangguru Ustad Zainul Abidin, sejumlah PW GP Ansor, dan seluruh Kader GP Ansor Polman. Kegiatan pembukaan semakin ramai dan antusiasnya dengan pemerintah dan masyarakat setempat ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Pendidikan Terpadu GP Ansor Polewali Mandar Bangkitkan Cinta NU dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Terpadu GP Ansor Polewali Mandar Bangkitkan Cinta NU dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Terpadu GP Ansor Polewali Mandar Bangkitkan Cinta NU dan NKRI

Ketua GP Ansor Polman Busra dalam sambutannyya menyampaikan bahwa DTD ini merupakan komitmen pengurus dalam melanjutkan jejang kaderisasi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Khusus untuk kepengurusan kami, DTD ini merupakan yang ke-IV dan insya Allah kami akan terus melanjutkan kegiatan seperti ini guna mengajak para pemuda polman yang berlatarkan NU kultural untuk bergabung bersama barisan GP Ansor,” kata Busra.

Sementaran Mas’ud Saleh menyampaikan kepada hadirin untuk menyayangi NU karena NU sayang kita.

“Bahwa NU lahir dalam semangat kebangsaan dan keislaman Indonesia sehingga citra Indonesia yang Islami dan keislaman yang indonesiawi? itulah yang diajarkan oleh NU, terlebih tradisi budaya masyarakat Sulawesi Barat sedari dulu bercirikan Islam Aswaja An-Nahdhiyah,” ungkap Mas’ud.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia mengajak segenap kader untuk konsisten dalam ber-NU, “Mari meraih ridha Allah SWT dan syafaat Nabi Muhammad SAW dengan cara menjadi kader NU yang istiqamah sebagaimana pesan Hadrattusyekh KH Hasyim Asy’ari,” tutup Mas’ud.

Peserta yang mengikuti DTD kali ini berasal dari berbagai kecamatan. Pendidikan ini berakhir pada senin dinihari dengan jumlah peserta yang dibaiat berjumlah 62 kader. (Sudianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 15 Juli 2016

Habis UAS, STISNU Nusantara Ziarahi Wali-wali Banten

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten mentradisikan ziarah kubur ke wali-wali Allah di sekeliling Banten setelah ujian akhir semester (UAS).

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU H. Muhamad Qustulani kepada nu.online. "Alhamdulillah, UAS di STISNU Nusantara telah selesai minggu kemarin. Hari ini (Sabtu, 23/01/2016) kita akan tutup dengan ziarah kubur keliling Banten," katanya.

Habis UAS, STISNU Nusantara Ziarahi Wali-wali Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis UAS, STISNU Nusantara Ziarahi Wali-wali Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis UAS, STISNU Nusantara Ziarahi Wali-wali Banten

Ia menambahkan, ziarah ke Banten sudah lazim di STISNU karena hal tersebut bagian dari ejawantah visi-misi STISNU yang konsisten dalam menjaga tradisi saleh ulama, dalam hal ini Islam dan budaya lokal. ?

"Mahasiswa tidak boleh hanya bergulat pada tradisi intelektual, tapi juga harus mengembangkan spritualitas sebagai warisan dan ajaran ulama salafis salih," terangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia juga mengabarkan, tidak hanya ziarah, sekira dua minggu ke depan mahasiswa akan ijazah asrar asmaul husna, kemudian mereka berpuasa. “Kami sudah agendakan itu. Harapannya, STISNU menjadi perguruan tinggi yang istiqomah mempertahankan tradisi dan budaya lokal nusantara, tetapi juga mampu bersaing meningkatkan kualitas dan intelektualitas serta spritualitas calon alumninya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rustanto, M. Dai, Presiden BEM STISNU Nusantara mengatakan, berpuasa dan ziarah kubur pasca UAS sudah menjadi bagian dari program selama kepengurusan BEM disamping program-program yang menunjang intelektual mahasiswa.

"Sesuai agenda, kami akan berziarah ke Maulana Hasanudin, Gunung Santri, Syeikh Asnawi Caringin, Cikaduwen, dan Abuya Dimyathi. Diusahakan penutup ziarah, kita sowan ke Abuya Muhtadi Cadasari Pandegelang. Untuk refreshingnya, mampir ke pantai Anyer sejenak, melepas penat pasca UAS," ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa mulai dari semua tingkatan semester. Mmereka didampingi H. Muhamad Qustulani, nuyang juga bertindak sebagai muzawwir (pimpinan ziarah) pada semester ganjil kali ini. (Red.Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama, Internasional, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 04 Juli 2016

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi

Kupang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar silaturahim dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-NTT di Hotel Neo Hotel By Aston Kupang, Jalan Eltari Kupang Kelurahan Liliba Kecamatan Maulafa Kota Kupang, NTT, Sabtu (11/7).

Hadir dalam silaturahim tersebut Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali, Ketua Pengurus Pusat LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad, serta segenap pengurus harian dari 17 PCNU di NTT.

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi

Dalam forum itu, Masyhuri mengingatkan cabang-cabang NU di NTT tentang pentingnya membesarkan organisasi menyongsong peringatan satu abad NU. PCNU-PCNU di NTT diharapkan lebih maju sehingga namanya muncul secara nasional.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Masyhuri menambahkan, mometum menyosong NU ini diawali dengan Muktamar di Jombang Agustus mendatang. PWNU NTT serta cabang-cabangnya mesti menjaga hal-hal yang menjadi prioritas dalam organisasi.  "Saya yakin NU terpancar dari daerah-daerah minoritas," kata Masyhuri.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad mengaku pihaknya sengaja memanfaatkan momen bulan puasa kali ini untuk melakukan silaturahim dan konsolidasi dengan cabang-cabang. (Ajhar Jowe/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru IMNU, Syariah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 27 Juni 2016

LPNU Sumedang Latih Pengelola Koperasi Pesantren

Sumedang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Cabang Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Sumedang melaksanakan kegiatan pelatihan manajerial pengelola koperasi pondok pesantren (kopontren) se Kabupaten Sumedang.

LPNU Sumedang Latih Pengelola Koperasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Sumedang Latih Pengelola Koperasi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Sumedang Latih Pengelola Koperasi Pesantren

Kegiatan telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungketa Sumedang Jawa Barat, Sabtu – Ahad (16-17/3) kemarin.

Para peserta yang hadir untuk mewakili kopontren yaitu yang menduduki jabatan ketua kopontren, bagian keuangan dan bagian teller. Hal ini dimaksudkan supaya bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola kopontren dan calon pengelola terutama dalam bidang manajerial sehingga mampu meningkatkan pelayanan kepada anggota dan masyarakat. Selain itu seluruh pengelola kopontren diharapkan dapat mengelola kopontrennya dengan sistem ekonomi islam.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua LPNU Kabupaten Sumedang, Ai Paridah, SE. mengatakan bahwa perkembangan koperasi pondok pesantren di kabupaten Sumedang mengalami pasang surut. Pada awal tahun 1992 melalui kebijakan pemerintah pusat banyak bermunculan dan tumbuh koperasi di lingkungan pesantren Sumedang. Pada perkembangannya hanya tinggal beberapa saja yang masih bertahan sampai kini. Tentunya berbagai  kesulitan muncul dialami oleh kopontren dalam mempertahankan eksistensinya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

LPNU Kabupaten sumedang sebagai lembaga yang mempunyai mandat memperkuat jaringan ekonomi dilingkungan Nahdlatul Ulama melihat tidak berkembangannya kopontren di Sumedang adalah kurangnya penguatan SDM di kopontren disamping komitmen para pengelolanya. Sumber Daya Manusia merupakan faktor terpenting dalam suatu organisasi, termasuk kopontren. Oleh karena itu kapasitas pengelola kopontren memegang peran strategis dalam pengembangan usaha yang dikelola. 

Para nara sumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini yaitu tenaga-tenaga ahli dari Pejabat di lingkungan Dinas KUKM Kab. Sumedang, Pengurus PCNU Sumedang, Perguruan Tinggi, dan dari praktisi. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancer dan sesuai dengan yang diharapkan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ayi Abdul Kohar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Santri, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 24 Juni 2016

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI

Oleh Ayik Heriansyah



Perppu Ormas yang diterbitkan pemerintah Juli lalu telah memakan korban ormas HTI. Kalangan yang menolak Perppu karena alasan demokrasi dan HAM. Dua ide yang sebenarnya diharamkan oleh HTI. Meski sama-sama mengharamkan demokrasi, berbeda dengan ISIS dan al-Qaeda, HTI menentang demokrasi dengan melancarkan serangan pemikiran dan perjuangan politik tanpa kekerasan fisik. Sedangkan ISIS dan al-Qaeda memerangi demokrasi Barat dengan gerakan bersenjata.

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI

Dalam persepsi ketiga gerakan ideologis transnasional ini, demokrasi cacat konsepsi dan praktik. Di samping secara faktual demokrasi jadi jalan bagi penjajahan Barat di dunia Islam. Demokrasi terbentuk dari dua unsur pokok yaitu kedaulatan dan kekuasaan di tangan rakyat. Pada aspek kekuasaan di tangan rakyat, demokrasi segaris dengan pemahaman kaum Islamis sunni karena dalam teori politik sunni pemilik sejati kekuasaan adalah rakyat. Lain halnya dengan mazhab Syiah yang meyakini kekuasaan milik 12 orang ahlu bait berdasarkan ketetapan Nabi SAW.

Adapun soal kedaulatan ada kesenjangan persepsi tentang konsepsi demokrasi antara kaum radikal dengan ormas mainstream seperti NU dan Muhammadiyah. Kesenjangan yang bermula dari perbedaan cara meletakkan konsepsi demokrasi dalam semesta khazanah Islam. NU dan Muhammadiyah memandang demokrasi sebagai konsepsi politik dengan paradigma ilmiah fiqih siyasah sedangkan kaum radikal melihat demokrasi dengan kacamata ideologi (mabdaiyah) yang bernuansa keyakinan dan politik (aqidah wa siyasah).

Dengan kacamata ideologi inilah terjadi pertentangan antara kaum radikal dan demokrasi. Kaum radikal hitam putih ketika memahami kedaulatan rakyat. Dalam pemahaman mereka kedaulatan adalah wewenang mutlak untuk menentukan halal-haram, baik-buruk, terpuji-tercela dan membuat hukum. Semua wewenang ini hak Tuhan sebagai pencipta manusia (rakyat). Sebab itu kaum radikal menolak demokrasi.

HTI sebagai korban dari Perppu Ormas melakukan upaya-upaya hukum untuk membatalkan Perppu tersebut agar ormas mereka legal kembali. Walaupun sebenarnya sudah jadi rahasia umum bahwa HTI lahir dari gerakan klandestein di masa Orde Baru. Mereka tumbuh dan berkembang dalam suasana bawah tanah tanpa legalitas. Sistem organisasi HTI yang sangat rahasia bukti mereka sejak awal beradaptasi dengan aktivitas tanpa legalitas. Bagi internal organisasi, pencabutan badan hukum tidak banyak berpengaruh. Bagi HTI menggugat Perppu Ormas belum darurat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Oleh sebab itu perlawanan HTI terhadap Perppu Ormas dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) sangat politis. Momen ini justru dimanfaatkan HTI untuk memperbesar opini yang mendelegitimasi pemerintah melalui serangkaian demo sistematis dan terjadwal di seluruh kota besar serta menggalang ulama, lembaga dan ormas lainnya untuk melawan pemerintah. Demo dan aliansi yang dirancang HTI ini menggunakan berbagai nama yang mengatasnamakan umat secara umum.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Namun secara pemikiran gugatan HTI terhadap Perppu Ormas ke Mahkamah Konstitusi menunjukkan sikap paradoks. Mahkamah Konstitusi (MK) salah satu unsur dari lembaga peradilan bagian yudikatif dari konsep Trias Politica. Kelahiran MK seiring dengan perkembangan hukum di negara modern abad 20, oleh MPR kebutuhan akan lembaga yang mengadili masalah konstitusi dijadikan agenda dalam amandemen UUD 1945 tahap pertama 2001. DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003. Dua hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 2003, Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 147/M Tahun 2003 hakim konstitusi untuk pertama kalinya yang dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan para hakim konstitusi di Istana Negara pada tanggal 16 Agustus 2003.

Dari latar belakang berdirinya MK sampai proses pembentukannya, MK murni produk demokrasi. Ust Shiddiq al-Jawi (DPP HTI) pernah menulis menurut Hizbut Tahrir, demokrasi adalah sistem kufur, sehingga implikasinya adalah haram hukumnya mengadopsi, menerapkan, dan mempropagandakannya. Pada tahun 1990, Hizbut Tahrir mengeluarkan kitab karya Syekh Abdul Qadim Zallum berjudul Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr : Yahrumu Akhdzuha aw Tathbiquha aw Ad-Dawatu Ilaiha. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambilnya, Menerapkannya, dan Mempropagandakannya (Bogor : Pustaka Thariqul Izzah, 1994, cet I).

Keberadaan MK sendiri bertentangan dengan pemahaman yang diadopsi HTI. Bagi HTI wewenang legislasi hukum di tangan seorang khalifah. Adapun MK terbentuk dari legislasi wakil rakyat di MPR, DPR dan Presiden. HTI juga berpendapat bahwa produk hukum perundangan-undangan termasuk Perppu harus dinilai keshahihannya dengan standar syariat Islam dalam hal ini fiqih HTI. Sedangkan MK menguji produk perundang-undangan termasuk Perppu berdasarkan kepada UUD 1945, apakah suatu UU/Perppu bertentangan dengan UUD 1945 atau tidak?

Jika demokrasi dan produk-produknya haram, bolehkah memanfaatkan sistem haram? Pada kasus barang dan transaksi haram, HTI berpendapat haram hukumnya memanfaatkannya. Sejatinya HTI juga mengharamkan memanfaatkan MK yang notabene 100% produk demokrasi. Sebagaimana anggota MPR, DPR, presiden, gubernur, wali kota dan bupati, anggota MK juga dipilih dan diangkat untuk menerapkan hukum buatan manusia. Bukankah HTI mengharamkannya?! Kenapa HTI rela diadili dengan hukum buatan manusia, bukankah itu haram?!

Alibi terakhir HTI, menggugat Perppu Ormas ke MK merupakan masalah administrasi (idariyah) yang hukum asalnya boleh (mubah). Administrasi hanya sarana (wasilah). Namun suatu wasilah yang mubah jika akan memperkokoh sesuatu yang haram, hukumnya haram berdasarkan kaidah al-wasilatu ila harami, haramun. Bukankah menggugat Perppu Ormas ke MK berarti akan memperkokoh UUD 1945, undang-undang buatan manusia yang hukumnya haram menurut HTI?!

Sikap pragmatis HTI ini bertentangan dengan prinsip mereka yang menolak asas manfaat (mashlahat) dari sesuatu yang dinilai haram. Kontradiksi antara idealisme pemikiran dengan pragmatisme politik DPP HTI. Dengan menggugat Perppu Ormas ke MK sebagai produk demokrasi sebenarnya HTI telah menjilat ludah sendiri.





Penulis, jamaah Sabtuan NU Kota Bandung. Pegiat di Institute for Democracy Education. Mantan Ketua HTI Babel 2004-2010

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 20 Juni 2016

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Keprihatinan dan duka dirasakan nahdliyin Kota Pontianak yang tergabung dalam aliansi anak muda Nahdlatul Ulama. Mereka yang terdiri atas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) Kota Pontianak, PMII Kota Pontianak, PMII Untan dan IAIN Pontianak, IPNU dan IPPNU Kota Pontianak, serta ILP (Ikatan Lanceng Praben) Kalbar melakukan aksi sosial penggalangan dana yang dimulai dari Rabu (13/9).

Aksi ini rencananya akan dilakukan selama 4 hari yang akan dibagi pada 3 titik, yaitu bundaran Untan, simpang lampu merah Kota Baru, dan Jalan Tanjung Pura.

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya

Ketua LPBI NU Pontianak Suryadi mengatakan, tujuan aksi ini adalah sebagai bentuk keprihatinan dan duka dari kami NU Kota Pontianak. Sebelum melakukan aksi penggalangan dana kami juga melakukan doa bersama terlebih dahulu untuk para korban kemanusian di Myammar dan dilanjutkan menggalang dana di bundaran UNTAN.

“Untuk hari pertama kami khususkan di bundaran Untan. Alhamdulillah hasilnya di luar dugaan kita, antusias masyarakat pengguna jalan yang berhasil mengumpulkan dana Rp. 6.099.300 ini menunjukan dukungan dan juga rasa simpati untuk para korban kemanusiaan dari masyarakat Kota Pontianak,” kata koordinator aksi ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain penggalangan dana di jalanan kami juga akan melakukan penggalangan dana di lembaga pondok pesantren yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya. Sampai hari ini kami sudah bertemu dengan tiga dewan pengasuh pondok pesantren yang selanjutnya kami turun ke kelas-kelas dan juga dewan asatidznya.

Perlu kami sampaikan hasil semua dari penggalangan dana ini akan kami salurkan melalui rek Pengurus Pusat LPBI NU yang kebetulan juga ketuanya juga ketua pelaksana Aliansi Kemanusian Indonesia untuk Myammar (AKIM) sehingga harapan kami dan masyarakat yang ikut nyumbang bisa langsung sampai dengan para korban dan tentu harapannya bisa meringankan bebannya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua PMII Kota Pontianak Mussolli mengatakan, kami dari warga pergerakan juga sangat mendukung aksi sosial yang diadakan oleh PCNU Kota Pontianak di bawah Koordantor LPBI NU Pontianak. Sebagai bentuk dukungan, kami menurunkan puluhan kader dari komisariat Untan dan IAIN bahkan calon kader semangat ikut turun.

Kami bersepakat bahwa segala bentuk penindasan dan kekejaman mesti harus dihapus di muka bumi ini. Khusus yang di Myammar mengingat kejadiannya di luar negeri tentu meraka memiliki atauran sendiri dan kita tidak mudah masuk ke sana sehingga kami hanya bisa berdoa dan juga melakukan aksi sosial ini dengan harapan juga bisa mengurangi beban mereka. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba, Nasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 13 Juni 2016

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan

Oleh Achmad Sahri ?





Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan



Sebuah koran pada tanggal 7 Oktober 2016 memberitakan tujuh dari 25 santri Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di Bengawan Solo. Sebelumnya, sejak Januari 2016, koran Tempo telah memuat dua berita tentang santri tenggelam, yaitu: Hanyut Setelah Cuci Jeroan Kurban, 3 Santri Ditemukan Tewas (14 September 2016) dan Lima Santri Tewas Tenggelam di Sungai Waduk Cangklik (20 Januari 2016).

Kabar tentang kurangnya jaminan keamanan santri saat mereka beraktivitas di lingkungan luar pondok pesantren seperti ini bisa menjadi pertimbangan yang memberatkan di tengah gencarnya gerakan “Ayo-Mondok” yang digalakkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan diamini oleh Kementerian Agama agar orang tua mau mengirimkan anaknya untuk belajar di pondok pesantren.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kurikulum pondok pesantren saat ini sebenarnya sudah jauh lebih variatif daripada pesantren zaman dulu. Selain ilmu agama, santri kontemporer juga dibekali dengan ilmu dunia yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masa depan mereka. Beberapa pesantren, sejak beberapa dekade terakhir juga membuka sekolah kejuruan atau memiliki kegiatan ekstra-kulikuler yang memungkinkan santri mereka belajar ilmu non-agama dan ketrampilan praktis lainnya seperti otomotif, tata boga, tata busana, bela diri dan sebagainya.?

Namun ketrampilan bertahan hidup di alam terbuka seperti renang dan search and rescue (SAR) di perairan (seperti bagaimana mencari dan menyelamatkan orang tenggelam) sangat minim diajarkan di pesantren, jika tidak boleh dikatakan tidak ada.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Anjuran tentang renang

Benarkah renang merupakan sunnah Nabi? Kalau kita telusuri, memang ada beberapa hadits Nabi SAW yang menyinggung perihal renang ini, salah satunya adalah hadits dari Jabir bin Abdillah r.a yang redaksionalnya kurang lebih: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah (mengingat Allah) merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang” (HR. An-Nasa’i).

Kalau kita perhatikan teks hadits tersebut, mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia. Hanya saja Rasulullah SAW tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan. Para ulama umumnya menyebut perintah belajar berenang merupakan perintah dari Umar bin Al-Khattab r.a yang berbunyi: “Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda", sehingga umumnya para ulama sampai kepada kesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah (dibolehkan).

Butuh praktik

Tidak seperti ilmu-ilmu agama yang umumnya dipelajari, dikaji dan didiskusikan dengan membedah kitab tertentu, renang apalagi search and rescue (SAR) di perairan, karena merupakan ketrampilan praktis, tidak hanya selesai pada tataran dipelajari atau dikaji di majelis atau ruang kelas. Renang dan SAR perairan memerlukan praktik dan latihan yang disiplin dan terjadwal untuk dapat dikuasai.?

Sebagai bagian dari kurikulum, jika ke depan akhirnya perlu diajarkan di pesantren, materi ajar seperti buku atau referensi juga perlu diformulasikan. Tentunya yang sejalan dengan lingkup lingkungan pesantren. Tak ketinggalan, guru ‘ngaji’ tentang renang dan SAR perairan ini juga perlu disiapkan. Guru ngaji ini selain harus memahami teknik praktis tentang renang dan SAR perairan, mereka juga harus memahami ketentuan syar’i agar berenang tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti misalnya bagaimana menyikapi aurat.

Sulitnya realisasi praktik renang islami

Memang agak sulit untuk menerapkan praktek renang islami, dimana laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur dalam satu tempat, apalagi jika proses pembelajaran renang dilakukan di kolam renang umum yang tidak membedakan pengunjung berdasarkan jenis kelamin, sebab konsepnya memang dibuat untuk umum, dimana laki-laki dan perempuan dibiarkan berenang dalam satu kolam renang. Kalaupun harus dipisah, pengadaan infrasutruktur kolam renang menjadi berlipat biayanya.

Saat ini, sebagian kalangan sudah mulai sepakat paling tidak sampai ke level memisahkan tempat antara laki-laki dan perempuan sebagai syarat kebolehan. Pengaturan waktu berenang antara laki-laki dan perempuan juga sempat menjadi usulan. Tujuannya bukan sekadar terjaganya aurat, tetapi juga agar tidak terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Satu hal lain yang juga penting adalah belajar berenang diutamakan dilakukan sejak usia dini. Setidaknya ada dua alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan saat usia kanak-kanak, sehingga nasehat Umar bin Al-Khattab r.a untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil menjadi sangat tepat. Kedua, anak yang masih kecil belum terikat dengan aturan membuka aurat dan keharusan menjaga pandangan.

Jadi, apakah sudah saatnya santri juga perlu ‘ngaji’ renang dan search and rescue perairan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.





Penulis adalah calon PhD Student di Marine Animal Ecology Wageningen University & Research Belanda, Alumnus Ponpes Kyai Galang Sewu, Jurang Blimbing, Tembalang, Kota Semarang, Jamaah PCI-NU Belanda, tinggal di Wageningen-Belanda

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Internasional, Tegal, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 12 Juni 2016

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten

Serang, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Ribuan warga menghadiri Haul Ke-124 Al-Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Bantani di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Jumat (21/7) malam. Mereka hadir tanpa diundang untuk mendoakan Syekh Nawawi yang menjadi guru besar para kiai Nusantara.

KH Ahmad Syauqi Maruf Amin, turunan ke empat dari Syekh Nawawi mengatakan, meski kakek buyutnya itu wafat dan dimakamkan di Mala, Mekkah Al-Mukarramah, tetapi hari wafatnya diperingati setiap akhir Syawwal di tempat lahirnya, di Desa Tanara, Serang.

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten

"Haul ini adalah tradisi yang berjalan puluhan tahun lalu. Umat Islam dari berbagai daerah di Nusantara biasa berziarah ke rumah tempat lahir syekh, memperingati haulnya setiap akhir Syawwal," kata Pengasuh Penata itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Warga yang hadir, kata Syauqi, datang tanpa diundang karena mereka tahu bahwa setiap akhir Syawwal di Tanara haul digelar oleh keluarga.

Pada haul Syekh Nawawi tahun ini, Presiden RI Joko Widodo hadir bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja II. tampak hadir Menteri Agama H Lukman Hakim, Menteri BUMN Rini Suwandi W, Menteri PU Budi Karya, Gubernur Banten Wahidin Halim, Walikota Bandung Ridwan Kamil. Mereka mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Peringatan haul ini merupakan penghormatan masyarakat Nusantara untuk beliau. Mungkin karena tak berkesempatan berziarah dan menggelar haulnya di Mala, masyarakat berinisiatif menggelarnya di tempat kelahiran beliau," tambah Syauqi.

Haul ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan tahlil bersama yang ditutup dengan ceramah agama oleh Pengurus MUI KH Cholil Nafis. (Abdul Malik Mughni/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Meme Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 25 Mei 2016

KMNU IPB Siapkan Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya

Bogor, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor (KMNU IPB) menyiapkan Tabligh Akbar dan Peringatan Hari Lahir atau Harlahnya yang ke-6. Kegiatan bertajuk “Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya” akan diadakan di Auditorium Common Classroom TPB IPB, Mei mendatang.

KMNU IPB Siapkan Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IPB Siapkan Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IPB Siapkan Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya

Kontemplasi Budaya merupakan salah satu acara rutin setiap tahun yang diselenggarakan untuk memperingati hari lahir KMNU, menjaga tradisi Ahlussunnah Waljama’ah dan meningkatkan ukhuwah islamiyah.

Tabligh Akbar dan Harlah VI KMNU IPB terdiri atas dua rangkaian acara yaitu Seminar Kenegaraan dan Kebangsaan, serta Diskusi Kebudayaan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Seminar Kenegaraan dan Kebangsaan  ini merupakan acara yang dikemas dalam bentuk talk show yang berisi tentang pentingnya nilai luhur bangsa untuk pembangunan NKRI. Acara ini akan didihadiri oleh Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia) sebagai keynote speaker, Alissa Wahid sebagai moderator, Mahfud MD, (Mahkamah Konstitusi RI), KH Luqman Hakim (tokoh tarekat), serta KH Yazid Bustomi Bin Hasan Basri  (tokoh 45 sekaligus teman dekat Bung Karno)

Adapun tema yang diusung dari acara Seminar Kenegaraan dan Kebangsaan ini adalah “Penghayatan Nilai Luhur Pancasila sebagai Penggugah Jiwa Nasionalis Pemuda”. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pemuda akan pentingnya memahami sejarah pancasila sebagai ideologi bangsa.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara Diskusi Kebudayaan  dalam rangka memperingati Harlah KMNU IPB akan menghadirkan KH. Musthofa Bisri (Gus Mus), Iwan Fals, Zawawi Imron, Cak Nun dan Kiai Kanjeng sebagai pengisi acara  yang dihadiri oleh tamu undangan.

Diskusi Kebudayaan mengusung tema “Budaya, Jendela Cinta Indonesia” yang bertujuan untuk menyadarkan para pemuda akan  kekayaan budaya di Indonesia.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nizam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 20 Mei 2016

Walisongo Menang Telak atas Nurul Fauzi

Bantul, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kesebelasan Walisongo berhasil menang telak atas kesebelasan Nurul Fauzi dengan skor 3-0 pada Liga Santri ajang sepakbola Nusantara 2016 dalam pertandingan 8 besar seri nasional. Pertandingan yang berlangsung di stadion Sultan Agung, Bantul Yogyakarta, Jumat (28/10) tersebut mengantarkan Walisongo ke semifinal yang digelar besok di stadion yang sama.

Gol pertama kemenangan Walisongo terjadi pada menit ke-25 dicetak Ananda Gohan nomor punggung 4. Gol kedua pada menit ke-33 oleh Faisal Bayu nomor punggung 7. Babak pertama berakhir 2-0.

Walisongo Menang Telak atas Nurul Fauzi (Sumber Gambar : Nu Online)
Walisongo Menang Telak atas Nurul Fauzi (Sumber Gambar : Nu Online)

Walisongo Menang Telak atas Nurul Fauzi

Pada babak kedua, Walisongo tidak mengendurkan permainan. Usaha memperbesar kemenangan membuahkan gol ketiga yang kembali oleh Faisal Bayu pada menit ke-40.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menang tiga gol, Walisongo seperti terus bersemangat dipompa suporternya bernama Songo Mania yang terus-menerus menirakan yel-yel dan membacakan shalawat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tim asal Sragen yang berkostum hitam putih tersebut berhasil mempertahankan skor tanpa balas sampai pertandingan usai. Di semifinal, tim tersebut akan berhadapan dengan Al-Asyaariyah. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba, Pesantren, Quote Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 01 Mei 2016

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) giliran diselenggarakan di Jombang Jawa Timur selama tiga hari, Jum’at-Ahad (6-8/3). Pembukaan Jum’at sore kemarin dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan dan para instruktur kaderisasi dari PBNU Jakarta.

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

Lokasi PKPNU sengaja dipilih agak jauh dari pusat kota Jombang, yakni Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung.

PKPNU di Jombang kali ini tidak hanya diikuti para kader dari kabupaten Jombang. Peserta juga datang dari perwakilan kader beberapa cabang NU seperti Batu, Lamongan, Kediri, dan Nganjuk.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Sengaja kita mengundang dari beberapa cabang NU untuk menjadi peserta, karena semua materi dan tim pelatih langsung dari PBNU," kata Sholahul Am Notobuwono, ketua pelaksana PKPNU Jombang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Jakarta, H As’ad Said Ali datang bersama para instruktur kaderisasi dari PBNU diantaranya Abdul Mun’im DZ yang juga wakil sekjen PBNU asal Jombang, Enceng Shobirin Najd dan Adnan Anwar.

Hadir dalam pembukaan PKPNU Jombang KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, KH Hasib Abdul Wahab Chasbullah, KH Wazir Aly, Munif Kusnan Wakil ketua PCNU Jombang, serta KH Salmanuddin dan para pengasuh Pesantren Babus Salam lainnya.

"Saya berharap peserta bisa mengikuti dengan serius pelatihan kader ini, karena moment ini jarang ada. Ke depan para kader bisa menjadi penggerak NU dimasing masing daerahnya," pinta Munif Kusnan mewakili Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik yang hadir di hari ketiga mengatakan, PKPNU di tingkat pusat telah dilaksanakan sebanyak 12 kali di Pusdiklat NU Rengasdengklok Karawang dan diikuti sekitar 270 kader NU dari berbagai daerah di Indonesia. PKPNU juga telah bergulir di sejumlah daerah sebanyak 60 kali yang diikuti 2000-an kader NU.

Ditambahkan Masyhuri Malik, selain PKPNU bagian lain dari kaderisasi PBNU adalah Forum Strategis NU (Forgisnu) yang telah beberapa kali diselenggarkan di Rengasdengklok. Jika PKPNU melibatkan para pengurus dan calon pengurus NU, Forgisnu merupakan forum komunikasi antar kader NU yang telah aktif di luar, baik di dunia profesi dan bidang keahlian, bisnis, birokrasi, maupun akademisi. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 25 April 2016

Bantu Rohingya, Ketua AKIM: Bukan Hanya Jangka Pendek

Tangerang Selatan, Ustadz Felix Siauw Terbaru



Ketua Pelaksana Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) M Ali Yusuf mengatakan, pihaknya memberikan bantuan kepada warga Rohingya bukan hanya yang berorientasi jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.

“Program kita berjangka pendek dan jangka panjang untuk mereka,” kata Ali saat mengisi acara diskusi di UIN Syarif Hidyatullah Tangerang Selatan, Selasa (19/9).

Bantu Rohingya, Ketua AKIM: Bukan Hanya Jangka Pendek (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Rohingya, Ketua AKIM: Bukan Hanya Jangka Pendek (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Rohingya, Ketua AKIM: Bukan Hanya Jangka Pendek

Salah satu program bantuan jangka pendeknya adalah pemberian makanan, logistik, dan obat-obatan. Sedangkan program jangka panjangnya seperti membangun sekolah, rumah sakit, hingga melakukan diplomasi-diplomasi kepada pihak terkait agar tercipta perdamaian yang berkelanjutan.

Selain itu, Ali juga menuturkan kalau merenovasi pasar dan jalan juga termasuk ke dalam program-program jangka panjang yang disusunnya. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Niatnya kita adalah solusi jangka panjang,” tegasnya.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LBBI NU) itu berharap, AKIM bisa menjadi pendorong atas terciptanya solusi di Rakhine State sehingga antara satu pihak dengan yang lainnya bisa saling menerima kembali.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Di satu sisi, Pemerintah Indonesia melakukan diplomasi dengan Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan konflik di Rakhine. Sedangkan di sisi lain, masyarakat Indonesia dan masyarakat Myanmar juga seharusnya lebih intensif untuk mendiskusikan hal ini. Indonesia bisa menjadi contoh bahwa beda agama dan suku bisa hidup bersama dalam satu wilayah. 

Ali menerangkan, dulu etnis Rohingya dengan warga Myanmar lainnya, terutama suku Rakhine, sempat untuk hidup bersama meski ada perselisihan kecil di sana-sini. Namun, setelah junta militer menguasai pemerintaha, etnis Rohingya menjadi termarjinalisasikan bahkan dipersekusi. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru RMI NU, Kiai, Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru