Senin, 31 Maret 2014

KOPRI Az-Ziyadah Kupas Posisi Perempuan dalam Sekolah Islam Gender

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru?

Korps PMII Putri (KOPRI) STAI Az-Ziyadah cabang Jakarta Timur mengupas posisi dan peran perempuan dalam manusia kelas dua pada kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) (26/03) di sekretariat Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jalan Cililitan Kecil III No. 12 Jakarta Timur.

Kiprah perempuan di ranah produktif mulai menunjukkan eksistensinya. Bisa kita lihat bagaimana perempuan dilibatkan secara aktif bekerja di semua lini. Mulai dari bidang ekonomi, sosial, politik hingga agama. Tetapi hampir dari mereka semua tidak duduk pada posisi pengambil keputusan. Maka melihat kenyataan ini apakah telah terwujud kesetaraan gender di antara laki-laki dan perempuan?.

KOPRI Az-Ziyadah Kupas Posisi Perempuan dalam Sekolah Islam Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
KOPRI Az-Ziyadah Kupas Posisi Perempuan dalam Sekolah Islam Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

KOPRI Az-Ziyadah Kupas Posisi Perempuan dalam Sekolah Islam Gender

"Kesetaraan gender tidak bisa diwujudkan hanya dengan membuka kesempatan bagi perempuan. Masalah yang menghambatnya pelik dan mendasar, ini menyangkut cara pandang dan pola pikir," ujar Vinna Nurfajriyah ketua KOPRI STAI Az-Ziyadah dalam sambutannya.

Dalam masyarakat patriarki, gender secara tradisional digambarkan sebagai sesuatu yang berganda dan polar. Tingkah laku dan kepatutan ditandai sebagai khas laki-laki dan yang khas perempuan, ada pemisahan dan pembeda.

"Gender mengacu pada konstruksi sosial atas peran, perilaku, aktivitas serta atribut yang ditentukan oleh masyarakat yang dianggap tepat untuk jenis kelamin tertentu". Tegas Vinna.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kesetaraan gender bukan akibat dari jenis kelamin, fisiologi, hormon, kecenderungan genetik. Kesetaraan gender adalah produk dari konstruksi sosial di masyarakat, hal tersebut tidak bisa diselesaikan hanya sebatas memberi kesempatan, tetapi cara pandang harus berubah.

"Konstruksi sosial masyarakat diperkuat oleh imaji yang muncul di media, berita dan materi pendidikan. Laki-laki harus melakukan hal-hal yang maskulin, serta perempuan harus melakukan hal-hal yang feminim, persis di iklan-iklan. Dengan demikian secara serentak kita dikonstruksi dan dipertahankan atas perintah gender," papar Vinna diakhir sambutannya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) tersebut mendapatkan antusias dari para peserta SIG, para peserta dihadiri oleh berbagai macam wilayah, yakni Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan serta Bekasi. Berkumpul dalam satu forum menyatukan persepsi.

"Alhamdulillah penyelenggaraan SIG perdana ini banyak diminati oleh berbagai wilayah. 40 peserta yang ikut serta dalam kegiatan tersebut semoga dapat menyatukan tujuan," ucap Amiroh Arrazak ketua pelaksana diawal sambutannya. Red: Mukafi NIam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Nahdlatul Ulama, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 30 Maret 2014

Ka’bah Mean Time

Selama ini garis awal waktu (day date line) kita berkiblat ke Inggris. Kota Greenwich, yang letaknya dekat London, ditetapkan sebagai bujur 0 atau disebut Greenwich Mean Time (GMT). Setiap 15 derajat dari sana dihitung berbeda 1 jam dalam hitungan 24 jam. Perhitungan hari pun bermula dari bujur yang berjarak 180 derajat dari Greenwich.

Kenyataan ini dirasa patut mengusik kesadaran umat Islam, sekurang-kurangnya bagi keperluan ritual atau ibadah, untuk bersepakat menetapkan Ka’bah sebagai kiblat penetapan waktu; Ka’bah Mean Time. Caranya, kota Mekah yang terletak pada 40 derajat bujur timur itu ditetapkan sebagai bujur 0 derajat. Sehingga 180 derajat dari Mekah, yakni 140 derajat bujur barat dari Greenwich, ditetapkan sebagai garis awal batas tunggal. Dengan demikian, umat Islam sedunia dapat, misalnya, merayakan Idul Fitri atau Idul Adha pada hari yang sama.

Andaikan ide ini bisa diwujudkan, tentu Ka’bah kita akan semakin populer --meski sebenarnya tanpa itu pun, Ka’bah kita itu sudah jauh lebih populer dibanding dengan kota Greenwich. Hanya saja persoalannya, apa benar penetapan Kabah sebagai bujur 0 derajat akan berdampak positif bagi keperluan ritual, misalnya umat Islam sedunia bisa berhari raya pada hari yang sama?

Ka’bah Mean Time (Sumber Gambar : Nu Online)
Ka’bah Mean Time (Sumber Gambar : Nu Online)

Ka’bah Mean Time

Orang yang mengerti bahwa bola Bumi ini bulat dan mengerti bahwa umat Islam ada di mana-mana di seantero belahan Bumi yang bulat ini, tentu sulit mencema uraian tersebut di atas. Apakah hanya dengan menggeser day date line sejauh 40 derajat ke arah timur, atau lebih awal 2 jam 40 menit dari yang berlaku sekarang, umat Islam akan bisa berhariraya pada hari yang sama?

Orang yang memiliki sekelumit pengetahuan tentang ilmu falak atau ilmu hisab yang mengetahui bahwa awal bulan Hijriyah ditentukan berdasarkan kemunculan hilal di atas ufuk barat dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan day date line (garis batas tanggal) itu tadi, tentu akan geleng-geleng kepala menyimak ide Ka’bah Mean Time ini. Pindah-pindahkanlah posisi day date line itu ke mana suka, umat Islam di mana pun di belahan Bumi ini tidak akan pernah bingung tentang kapan saatnya mereka berhariraya karena pedoman untuk itu sudah konkret.

Umat Islam di satu belahan Bumi tertentu yang belum mengalami terbit hilal tidak akan memaksakan diri untuk berhariraya pada hari yang sama dengan umat Islam di belahan Bumi lain yang telah lebih dahulu mengalami terbit hilal. Sebab, Nabi SAW tidak memberi petunjuk demikian. Sedangkan sunnatullah mengenai gerakan bulan pada lintasannya mengakibatkan belahan bumi yang pertama kali mengalami terbit hilal selalu berubah setiap bulan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Seandainya ide tentang Kabah Mean Time (KMT) ini bisa diterima secara internasional, kita umat Islam tentu saja ikut bangga. Kendati rasanya agak utopis, tetapi mari kita tunggu saja! Wallahu alam.

KH Abdul Salam Nawawi

Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Budaya, Fragmen, Nasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 09 Maret 2014

Jika Ada Masalah, Segera Datangi Masjid

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa masjid dan mushalla merupakan rumah Allah SWT. Sehingga setiap menghadapi permasalahan dalam hidup maka segera datangi rumah Allah.?

Jika Ada Masalah, Segera Datangi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Ada Masalah, Segera Datangi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Ada Masalah, Segera Datangi Masjid

Hal tersebut disampaikan oleh H Hasan Aminuddin ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitur Rohim di Desa Randutatah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Jum’at (7/4) sore.

“Jika ada masalah, segera datangi masjid. Oleh karena itu masjid harus dibuat megah, besar dan bagus sehingga bagaimana orang i’tikaf bisa kerasan dan tidak panas. Kalau mau bangun, tolong yang besar sekali,” katanya.

Menurut Hasan, tidak ada rumah Allah yang dibangun tidak selesai asalkan takmir masjidnya amanah. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu meminta doa kepada kiai yang pelit. Kepada Allah saja jauh apalagi sesama manusia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Buatlah masjid sesuai dengan keadaan masyarakat. Jangan sampai masjidnya besar, tetapi yang mau datang tidak ada, sehingga masjidnya sering kosong. Tugas takmir masjid adalah memakmurkan masjid,” jelasnya.

Hasan menegaskan bahwa setiap pembangunan rumah Allah pasti selesai. Hanya saja yang wajib membantu pembangunan masjid ini adalah tetangga. Masyarakat harus bahu membahu menyelesaikan pembangunan masjid agar memberikan manfaat kepada sesama.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Supaya memberikan manfaat kepada orang lain, ada tiga hal yang dapat diberikan. Yakni, ilmunya, tenaganya dan uangnya. Percayalah dengan hitungan Al Qur’an, setiap yang dikeluarkan di jalan Allah dikembalikan 700 kali. Jika ada orang yang awalnya senang sekarang susah berarti dia tidak pernah bersedekah,” tegasnya.

Kepada masyarakat Hasan meminta apabila mempunyai anak yang belum menikah agar dijaga dengan baik. Sehingga tidak terpengaruh kepada narkoba, minuman keras dan pil koplo. Hal ini dilakukan oleh orang di luar agar generasi muda Indonesia lebih bodoh.?

“Solusinya, dudukkan anak, setiap anak naik kelas dan khatam Al Qur’an ucapkan terima kasih. Jangan nasehati anak, tetapi berilah contoh. karena anak saat ini lebih pintar dari orang tuanya,” pungkasnya.

Sementara Takmir Masjid Baitur Rohim Ustad Maryo menyampaikan bahwa Masjid Baitur Rohim tersebut telah berusia 25 tahun. Pembangunan masjid yang membutuhkan anggaran dana sebesar Rp 1,5 miliar ini dilakukan karena kapasitasnya sudah tidak mencukupi lagi. Saat ini anggaran yang tersedia sudah mencapai Rp 209 juta.

“Bahan-bahan material pembangunan masjid ini berasal dari swadaya masyarakat. Kesadaran masyarakat sangat tinggi sekali. Masjid ini milik bersama dan bukan perorangan. Oleh karena itu mohon bantuan dan kerja samanya agar masjid ini bisa segera selesai,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh Ustadz Felix Siauw Terbaru