Rabu, 31 Januari 2018

Menteri Desa Ajak GP Ansor Kawal Pembangunan dan Alokasi Anggaran Desa

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDDT) Eko Putro Sanjoyo mengunjungi Kantor Sekretariat Pimpinan Pusat GP Ansor di Jalan Kramat Raya 65A, Jakarta, Selasa (11/1) malam. Pada pertemuan ini Eko mengharapkan segenap jaringan GP Ansor di daerah untuk ikut mengembangkan potensi dan sumberdaya di desa-desa.

Dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, Eko sangat yakin keberadaan GP Ansor bisa bekerja sama dengan pemerintah. “Ansor bisa membela kepentingan rakyat, bisa ikut membangun desa,” ujarnya.

Menteri Desa Ajak GP Ansor Kawal Pembangunan dan Alokasi Anggaran Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa Ajak GP Ansor Kawal Pembangunan dan Alokasi Anggaran Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa Ajak GP Ansor Kawal Pembangunan dan Alokasi Anggaran Desa

Dalam upaya mencegah potensi penyelewengan dana desa yang digulirkan oleh pemerintah kepada desa, Eko berharap GP Ansor bisa mengawalnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu, persoalan radikalisme, terorisme, dan kekerasan atas nama agama juga menjadi perhatian pemerintah. Karenanya menteri yang menjabat sejak 27 Juli 2016 ini mendorong agar kader GP Ansor menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) supaya bisa masuk ke forum Musyawarah Desa (Musdes). Menurutnya, dengan GP Ansor ikut masuk menjadi anggota Musdes, persoalan radikalisme di desa juga bisa dicegah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam konteks lebih besar, NU diharapkan lebih berperan dalam pembangunan bangsa. “Kita (NU) harus bisa berbuat untuk bangsa Indonesia,” tegasnya.

Turut menemani menteri, Ketum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, Sekretaris Umum Adung Abdul Rahman. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sunnah, Budaya, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 30 Januari 2018

Adakah yang Lebih Kuat Dibanding Gunung?

Di dunia ini, Gunung dianggap oleh sebagian orang, sebagai sebuah simbol kekuatan. Bentuknya yang kokoh dan menjulang, semakin menegaskan anggapan tersebut.

Namun, tahukah anda, kekuatan gunung tersebut ternyata dapat dikalahkan oleh seorang anak Adam. Manusia seperti apakah yang dapat menandingi kekuatan gunung, bahkan lebih dari itu?

Dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa ketika Allah swt. menciptakan Bumi, pada awalnya Bumi terus bergoyang tidak stabil. Maka, Allah pun menciptakan gunung-gunung di atas bumi, sehingga bumi menjadi tenang.

Para malaikat pun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk-Mu yang lebih kuat dari gunung?”

Adakah yang Lebih Kuat Dibanding Gunung? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah yang Lebih Kuat Dibanding Gunung? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah yang Lebih Kuat Dibanding Gunung?

Pertanyaan serupa ‘Adakah yang lebih kuat’, terus diulangi oleh para malaikat, dan dijawab Allah swt. dengan jawaban yang berbeda.

Gunung rata oleh besi. Besi leleh dengan api. Api padam dengan air. Air dapat digerakkan kemanapun oleh angin. Hingga pertanyaan terakhir: ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada angin?”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Allah menjawab, ”Ada, yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

Inilah dahsyatnya kekuatan ikhlas. Manusia yang ikhlas, meskipun mungkin dlohirnya terlihat lemah, namun di sisi Allah, ia adalah orang yang lebih kuat dibanding gunung dan lainnya.

Dengan keikhlasan pula, seseorang akan mendapatkan kemudahan, meskipun mesti melewati kesusahan. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Olahraga, Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru

50 Tahun Harlah Pesantren, Darul Huda FC Targetkan Juara LSN 2017

Bandung, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Perhelatan final Liga Santri Nusantara memberikan semangat untuk kontingen dari pesantren untuk merebut tropi juara. Boleh dikatakan, kejuaraan nasional ini memiliki gengsi tersendiri untuk khalayak santri dan pondok pesantren.

Hal itu dirasakan oleh Darul Huda FC kontingen asal Ponorogo yang menargetkan juara pada Liga Santri Nusantara 3 (LSN). Setelah juara dari Region I Jawa Timur,mereka bersemangat untuk merebut tropi juara. Pasalnya, tropi itu akan dipersembahkan untuk ulang pesantren yang santrinya hampir puluhan ribu itu.

50 Tahun Harlah Pesantren, Darul Huda FC Targetkan Juara LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
50 Tahun Harlah Pesantren, Darul Huda FC Targetkan Juara LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

50 Tahun Harlah Pesantren, Darul Huda FC Targetkan Juara LSN 2017

“Perayaan lima puluh tahun pondok menjadi salah satu motivasi kami untuk merebut juara dengan semangat bertanding dan menjungjung sportivitas,” ujar Habib Mustafa (31) di kota Bandung (20/10).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menambahkan bahwa bekal menjuari region I Jawa Timur itu menjadi penyemangat untuk pergi ke kota kembang ini. Habib sendiri adalah kordinator region Jatim yang mendampingi tim Darul Huda untuk bertanding pada laga Final LSN.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedangkan rombongan kontingen tiba pada Senin malam. Mereka memakai kereta menuju Bandung. Menariknya, kontingen dari region I Jatim ini membawa paket lengkap untuk logistik pertandingan. Mereka membawa satu paket tim dapur sekaligus tim medis. Bahkan beras dua kintal mereka bawa untuk tidur di barak peserta.

Berbarengan dengan itu Anam (35) Panitia Pelaksana region I menyatakan bahwa atmosfer pertandingan pada region  di sana sangat kental dengan kekeluargaan. Hampir seluruh peserta berada dalam satu pondok ketika laga berlangsung hingga selesai. Ia pun bersemangat untuk datang ke Bandung mendampingi kontingen agar merebut tropi juara. Sedangkan Pondok Pesantren Darul Huda sendiri akan membawa bobotoh dari jaringan alumni pesantren itu. (Pungkit Wijaya/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tegal, Nasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 29 Januari 2018

Hasyim: Sekali NKRI Pecah, Bangsa Ini Akan Lemah

Kebumen, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) selamanya tidak akan berpaling dari politik kebangsaan,  yakni komitmen untuk mengisi dan menjaga Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI) agar tetap utuh.

"Sekali NKRI pecah, bangsa ini akan makin miskin dan lemah. Ingat, Rusia saat ini menjadi negara-negara kecil dan miskin," tandas Hasyim Muzadi, Ahad (26/8) sore kemarin, di depan sekitar empat ribu warga nahdliyyin dalam Pleno Akbar Warga NU se-Eks Karesidenan Kedu, di halaman SMK Maarif 1 Kebumen.

Hasyim: Sekali NKRI Pecah, Bangsa Ini Akan Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Sekali NKRI Pecah, Bangsa Ini Akan Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Sekali NKRI Pecah, Bangsa Ini Akan Lemah

Dilaporkan kontributor Ustadz Felix Siauw Terbaru Najahan Musyafak, rapat dihadiri Rois Syuriyah PWNU KH Masruri Mughni, Ketua PWNU Jateng Drs H Moh Adnan MA, Ketua DPRD Kebumen H Probo Indartono SE MSi serta Wakil Bupati KH M Nashiruddin AM. Hingga acara dimulai, rombongan tamu warga NU dari kabupaten dan kota di Kedu terus berdatangan sehingga seluruh kursi tidak mencukupi.

Hasyim mengakui, akibat komitmen itu terkadang NU sering diejek. Misalnya, selama ini tidak ada ayat Alquran tentang NKRI. Namun ia buru-buru mengingatkan, meski secara teks di Al-Quran tak menyebut NKRI secara ekplisit, ada ayat-ayat yang harus dipahami umat Islam untuk menjaga keutuhan bangsa.

Karena itulah Hasyim mengajak warga NU berpolitik secara nasional. NU memang bukan partai politik. Namun warga NU harus paham tentang politik kebangsaan, yang diabdikan kepada kepentingan bangsa dan negara tanpa melanggar ajaran Rasulullah SAW.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menyinggung politik kepartaian, lanjut Hasyim, tatarannya di bawah politik kebangsaan. Apalagi saat ini mendirikan partai politik ibarat mendirikan yayasan. Begitu pecah, dengan gampang mendirikan partai baru. Padahal, ibarat sepeda motor, NU itu motornya dan partai politik hanya helmnya.

Sayangnya, menurut Hasyim, kini NU terancam oleh budaya uang di partai politik. Artinya, para kiai yang didekati oleh partai politik biasanya datang ke acara dengan iming-iming uang. Sebaliknya, untuk datang ke acara NU tidak ada uang, tapi justru harus menyumbang.

"Kami tegaskan, adanya NU itu untuk beramal. NU bukan tempat untuk menggerogoti kesetian kepada bangsa dengan uang. Itulah perluanya saya bertemu dengan ranting agar bisa mendengar langsung dari ketua umumnya," tandas Hasyim.

Sebelumnya dia menyatakan, mungkin ada yang bertanya ada agenda apa pimpinan PBNU harus bersilaturahmi dengan pengurus ranting. Padahal, era sekarang ini penuh dengan kepentingan. Hal itu harus diimbangi dengan silaturahmi dan keikhlasan. Apalagi setelah NU berusia 84 tahun, ada yang menilai NU justru mengalami kemunduran.(njm)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pondok Pesantren, Nasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 28 Januari 2018

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

Way Kanan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 di Kabupaten Way Kanan Lampung akan digelar di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu. GP Ansor tengah mengupayakan pemakaian tempat di Kantor PCNU setempat dalam rangka partisipasi GP Ansor terhadap peningkatan pendidikan di Way Kanan.

"Hari ini kami resmi mengajukan surat peminjaman tempat untuk pelaksanaan Sanlat BPUN 2016 kepada Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Senin (11/1).

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

Menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu, pihaknya sudah mempromosikan program utama Yayasan Mata Air yang secara garis mengenai pendidikan, kepemimpinan, dan keberagaman yang ramah itu kepada kepala sekolah SMA sederajat negeri dan swasta pada acara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat di SMAN2 Blambangan Umpu, Rabu (6/1) dan Kamis (7/1).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Manajemen BPUN Way Kanan berharap kepala sekolah menyampaikan program yang diakui sejumlah pihak berkualitas kepada anak didik atau tetangganya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Syarat peserta adalah siswa yang baru lulus SMA/MA/SMK. Lulus tes seleksi yang diadakan oleh panitia dan benar-benar mempunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah. Mereka harus menyerahkan fotokopi rapor kelas 10, 11 dan 12 lalu dikirimkan ke Netrahyahimsa Institute, Jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 83, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan paling lambat 31 Januari 2016. Informasi lebih lanjut 085382008080.

"Fotokopi rapor digunakan untuk pemetaan dan advis, mau kuliah di mana, jurusan dan fakultas apa hingga peluangnya bagaimana. Tahun ini kami berharap ada 100 pelajar berprestasi tetapi kurang mampu di Way Kanan tahun ini bisa mengikuti Sanlat BPUN,” kata dia.

Sanlat ini merupakan program berkualitas yang siap membimbing pelajar memasuki Perguruan Tinggi Negeri idaman dengan biaya sangat murah, minimal 10 kilogram beras maksimal 20 kilogram beras, berbeda jauh dengan di Bandar Lampung yang informasinya mencapai Rp1,8 juta.

Ia menyarankan, setiap peserta Sanlat BPUN nantinya wajib mendaftarkan Bidik Misi (bantuan biaya pendidikan yang hanya ditujukan untuk calon mahasiswa tidak mampu).

"Saya ikut Sanlat BPUN Way Kanan 2015, lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan mendapatkan Bidik Misi. Alhamdulillah biaya konsumsi juga ditanggung. Jadi jangan ragu untuk ikut BPUN," ujar Dicky Aprizal, alumni Sanlat BPUN Way Kanan yang saat ini menjadi mahasiswa Universitas Lampung. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Humor Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kang Said Persilahkan Parpol Dekati Warga NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mempersilahkan para partai politik untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada warga NU agar memilih partainya karena NU sekarang netral terhadap seluruh partai politik.

Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan dari Gerindra yang dipimpin oleh Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Tak ada persoalan, silahkan menggaet warga NU,” katanya di gedung PBNU, Jum’at (1/10).

Kang Said Persilahkan Parpol Dekati Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Persilahkan Parpol Dekati Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Persilahkan Parpol Dekati Warga NU

Namun demikian, ia yakin warga NU saat ini tak akan dengan mudah dibujuk karena mereka sudah cerdas dan memilih partai politik yang benar-benar memberikan manfaat dan kontribusi bagi bangsa dan negara.  

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia mengaku prihatin, selama ini persoalan-persoalan kerakyatan seperti kemiskinan selalu diwacanakan, tetapi jarang yang memberikan solusi yang kongkrit. Dicontohkannya, di Bondowoso, seorang buruh hanya mendapatkan 600 rupiah per karung untuk mengangkat batu atau di sekitar Madiun, masyarakat menjual kayu bakar di pinggir hutan yang kaya akan potensi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Guru madrasah juga hanya mendapatkan gaji 150-300 ribu, ini jauh dari UMR, padahal jika tak ada madrasah, negara akan kesulitan dalam mencerdaskan anak bangsa,” terangnya.

Tak Seret ke Politik Praktis

Sementara itu Prabowo Subianto menjelaskan kunjungan ke PBNU untuk menyampaikan selamat atas terpilihnya pengurus baru hasil muktamar ke-32 di Makassar.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan mempersilahkan warga NU untuk memilih Partai Gerindra jika memang layak dan menjadi tugas para pengurusnya agar partai ini layak untuk dipilih. Meskipun demikian, ia tidak ingin membujuk NU untuk terlibat dalam politik praktis.

“Saya tak ingin menyeret NU dalam politik praktis. NU diatas semua golongan,” katanya.

Sebagai seorang mantan tentara, ia menjelaskan, dirinya sudah lama dekat dengan para kiai karena setiap menuju medan perang, seorang prajurit selalu meminta doa kepada para kiai.

Ia juga menyatakan, NU merupakan organisasi yang tak ragu dalam komitmennya pada keutuhan bangsa dan ini merupakan kekuatan NU.

Partai Gerindra yang didirikannya cukup berhasil karena mengusung konsep ekonomi kerakyatan serta menentang liberalisasi ekonomi yang tak terbendung yang melanggengkan ketidakadilan. 

Pada pertemuan itu, Prabowo menyatakan komitmennya memberi bantuan pembangunan asrama bagi para mahasiswa NU yang belajar di Kairo Mesir. Hal ini didasari keprihatinan karena mahasiswa dari negara lain seperti Malaysia dan Brunei Darussalam sudah memiliki asrama yang layak.

Bantuan tersebut akan sangat membantu dalam mengkonsolidasikan sekitar 2000 kader NU yang belajar di Mesir untuk menjalankan berbagai aktifitasnya, sekaligus agar terhindar dari pengaruh ajaran Islam garis keras. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Cerita, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Nahdliyin Kasihan kepada yang Mem-bid’ah-kan Maulid

Di tengah-tengah hiruk pikuk kota metropolitan Jakarta, ternyata salah satu ritual keagamaan yang juga sudah menjadi tradisi kaum Betawi yaitu perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW masih menggema di berbagai sudut kota.

Salah satunya adalah perayaan Maulid yang diadakan akhir pekan lalu di Masjid Annur Cipete Utara, Jakarta Selatan. Masjid itu didirikan oleh KH Muhammad Naim (alm), yaitu salah satu Masjid tertua setelah Masjid Baitul Mughni Kuningan dan merupakan kiblat bagi Nahdhiyyin di Jakarta.

Hadir pada kesempatan itu penceramah di antaranya KH. Said Aqil Siradj (ketua PBNU), KH Manarul Hidayah, Habib Hussein bin Ali Al Attas, dan wakil Gubernur saat ini yang juga ketua PWNU DKI Jakarta DR Ing Fauzi Bowo. Ratusan Ulama, Habaib dan sekitar dua ribu jamaah membebali masjid dan halamannya.

Nahdliyin Kasihan kepada yang Mem-bid’ah-kan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Kasihan kepada yang Mem-bid’ah-kan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Kasihan kepada yang Mem-bid’ah-kan Maulid

Acara diawali dengan pembacaan tasbih, tahmid dan tahlil. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ”maulid simthudduror” dan pembacaan ayat suci Al Quran.

Saat itu Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siradj yang mendapatkan kesempatan memberikan ceramah pertama, mengkisahkan kembali awal hijrahnya Nabi Ibrahim as ke kota Mekkah sampai lahirnya Nabi Muhammad SAW.

“Pantaslah Nabi Muhammad saw menjadi orang besar, karena buyut-buyutnya memang orang terpandang di antara suku Quraisy di kota Makkah. Meskipun beliau dibesarkan sebagai yatim piatu dan biasa ngangon kambing orang lain, akan tetapi banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari situ,” kata Kang Said dalam ceramahnya di tengah rintik hujan memberikan kesejukan bagi para jamaah yang hadir.

“Kita bisa lihat bagaimana sabarnya Nabi Muhammad saw dalam berdakwah. Meskipun beliau dilempari batu oleh orang-orang Thaif, beliau tidak merasa dendam pada saat malaikat menawarkan untuk membalas mereka. Bahkan pada akhirnya beliau berhasil mendirikan masyarakat mutamaddin di Madinah, di mana sistem negara bisa berjalan dengan baik dan benar,” katanya lagi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Saat ini, kita pantas sekali merasa kasihan kepada orang-orang yang mengatakan Maulidan itu bid’ah, sebab Nabi sendiri memang senang dipuji-puji. Sebab dalam acara maulid itu terdapat bacaan salawat dan salawat itu sendiri merupakan istighfar”, katanya lagi seraya membacakan QS Annisa 64.

“Masa yang kaya gini ini engga seneng, kan kasihan. Rahmat yang segini besarnya ini kok mereka malah menyempitkan diri. Oleh karena itu marilah kita saling menghargai pendapat orang lain. Mereka harus menghormati tradisi yang merupakan milik warga Nahdliyyin ini.”

Kyai Manarul Hidayat menekankan pentingnya mempertahankan tradisi yang sudah baik seperti perayaan Maulid ini. “Dengan adanya perayaan maulid ini, kita bisa mendapatkan manfaat yang besar dengan mengingat kembali sejarah perjuangan Nabi kita Muhammad saw hingga kita bisa berusaha mencotoh kehidupan beliau sehari-hari”, katanya.

Sementara Bang Fauzi, panggilan akrab untuk Fauzi Bowo yang mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode mendatang mengingatkan akan pentingnya warga Jakarta khususnya Nahdliyyin untuk merapatkan barisan demi menghadapi tantangan besar di kota metropolitan ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Jakarta adalah kota besar yang penuh dengan tantangan besar baik itu yang datangnya dari luar maupun dari dalam. Oleh karena itu, saya mengajak warga Jakarta , khususnya kaum Betawi yang memiliki kultur Nahdliyyin untuk merapatkan barisan. Demi menyongsong hari esok. Marilah kita serahi urusan kota ini kepada ahlinya sebelum kita mengalami kehancuran,” serunya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah satu ulama sepuh Jakarta, KH Mukhtar Lutfi.

(Fahmi Zakwanikontributor Ustadz Felix Siauw Terbaru Jakarta)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pondok Pesantren, Quote, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Setelah meresmikan gedung SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  M Nuh mengunjungi kampus Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Jl Lambao Bae Kudus, Jum’at (29/3) lalu. 

M Nuh  diterima pengurus Badan Pelaksana pendidikan Ma’arif NU Az-zahra, Direktur dan dosen serta seluruh mahasiswi 

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Kunjungi Kampus Akbid Muslimat NU Kudus

Dalam pengarahannya, M Nuh merasa bangga terhadap Muslimat NU yang memiliki tekad luar biasa untuk mencerdaskan anak bangsa.  

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Oleh karena itu pemerintah harus mengucapkan terima kasih karena tugas pemerintah dibantu NU,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia mengatakan bidang yang terkait kesehatan termasuk kebidanan, perawat merupakan bidang dasar yang harus dilakukan secara profesionalitas karena ada fase kekritisan.

“Dalam  melayani orang melahirkan kelahiran, sangat erat akan nasib ibu dan anak sehingga profesionalitas menjadi hal penting,” tandasnya.

M Nuh mengajak para mahasiswi untuk menanam investasi kebaikan dengan melaksanakan kebaikan dan kemuliaan.  Ia menegaskan investasi kebaikan ittu bisa dikonversi menjadi  pemenuhan kebutuhan. 

“Meskipun kita belum butuh, pada saatnya investasi kebaikan itu  bisa sebagai tabungan,” imbuh M Nuh.

Pada kesempatan itu, M Nuh menandatangani prasasti peresmian gedung baru Akbid Muslimat NU Kudus. 

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum GP Ansor H Nusron Wahid dan ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms.

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rais ‘Aam: Cegah Kemunkaran Tak Harus dengan Kekerasan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru 



Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan, organisasi NU sejak didirikan hingga kini, tema pergerakan dan perjuangannya tidak lepas dari amar ma’ruf nahi munkar. Namun, amar ma’ruf nahi munkarnya NU dengan cara santun, lemah lembut atau layyinan.

“Saya sering bicara dengan Presiden dengan Kapolri, amar ma’ruf itu dilakukan dengan cara santun,” katanya di gedung PBNU, Jakarta, Senin (2/10) ketika ditanya bagaimana NU melakukakan amar maruf nahi munkar. 

Rais ‘Aam: Cegah Kemunkaran Tak Harus dengan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: Cegah Kemunkaran Tak Harus dengan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: Cegah Kemunkaran Tak Harus dengan Kekerasan

Menurut Kiai Ma’ruf, amar ma’ruf nahi munkar adalah bagian agama sehingga menjadi tugas umat Islam, termasuk warga NU. 

Cuma, kata dia, dalam menjalankannya bisa jadi dengan cara beda. Ada kelompok di luar NU yang melakukannya dengan cara berteriak-teriak atau demontrasi. Cara semacam itu tidak mutlak berhasil. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Tatapi dengan pendekatan yang santun, pendekatan kesadaran, dengan penuh toleran, itu justru banyak perubahan, dan memberikan manfaat, pengaruh yang besar. Itu yang dilakukan NU selama ini,” lanjutnya. 

Sewaktu-waktu warga NU mungkin juga melakukan cara-cara yang tegas dengan terkontrol, tapi tidak harus selalu begitu. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Jadi, amar ma’ruf itu bagaimana memerintahkan kebaikan dan mencegah kemunkaran. Mencegah kemunkaran tidak harus dengan cara keras, dengan cara demonstrasi, tapi dengan santun, konstitusional, demokratis, tapi arahnya kita mencegah dan terjadi perubahan-perubahan,” jelasnya.  

NU melakukan cara-cara seperti itu, sambungnya, sebagai upaya mencegah benturan-benturan antarkelompok, misalnya antara kelompok nasionalis dengan Islam dan kelompok-kelompok lain. 

“Ternyata yang bisa mengharamonisasikan kan NU,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Khutbah, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga

Dalam keseharian, setiap orang diharuskan untuk selalu menambah kebaikan dan selalu bertambah baik setiap harinya. Seperti kata pepatah: hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. ? Ketika seseorang berhenti dan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah dilakukan, maka itu adalah hal yang kurang bisa dibenarkan.

Begitu pun dalam sikap beragama kita. Sedari mula kita diajarkan untuk menempuh satu persatu ajaran Islam, melaksanakan kewajiban dan kesunnahan yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan ulama yang bisa diteladani. Tentunya tidak bisa berhenti di situ. Banyak ilmu Allah yang belum diketahui. Pemahaman dan perilaku beragama kita tidak boleh dirasa puas dengan capaian-capaian tertentu.

Puasa Ramadan, adalah bagian dari syariat Islam, bahkan dikenal sebagai rukun Islam. Allah memerintahkan umatnya yang beriman untuk menunaikan puasa, dengan tujuan menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan ini akan menghantarkan pelaku puasa menjadi hamba yang dikasihinya, karena sebagaimana disebut dalam banyak ayat Al Quran: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga

Bagaimana ketakwaan seorang hamba sehingga bisa mendekatkan seseorang kepada Allah? Kitab Kifayatul Atqiya’wa Minhajul Ashfiya’ karya Sayyid Al Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi menjelaskan bahwa takwa adalah pusat segala sumber kebahagiaan. Takwa diartikan sebagai sikap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik yang bersifat lahir maupun bersifat batin karena mengenal kuasa dan keagungan Allah.

Kitab yang menjadi syarah dari kitab Hidayatul Adzkiya’ila Thariqil Awliya’ karya Syekh Zainuddin Al Malibari ini menyebutkan bahwa menjaga ketakwaan dan menjauhi hawa nafsu itu ditempuh dengan mengamalkan syariat, thariqat, dan hakikat.

Disebutkan dalam syair:

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

? ? ? ? # ? ? ? ? ?

Syariat itu seperti kapal, dan thariqat itu seperti lautan. Dan Hakikat adalah mutiara (di lautan) yang bernilai mahal.

Lebih lanjut disebutkan, bahwa seseorang yang hendak mencapai derajat muttaqin dan dekat dengan Allah, harus menempuh laku syariat. Ia harus mau “naik kapal” yang telah ditetapkan oleh Allah, menekuninya dengan konsisten. Tidak mungkin seseorang akan mampu mengarungi lautan yang luas, tanpa naik kapal terlebih dahulu. Ia pun jadi tak kenal lautan, tak tahu keadaan. Demikian kurang lebih dalam Kifayatul Atqiya’.

Thariqat sebagai proses suluk dimaknai sebagai sikap untuk menahan diri, konsisten dalam beramal, serta menjaga dari hal-hal yang merusak kebaikan suatu amal. Jika syariat menekankan pada memenuhi rukun dan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan keabsahan ibadah, maka thariqat sebagai proses menuju derajat muttaqin ini adalah menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah tersebut. Jadi bagaimana bisa mencapai derajat yang lebih tinggi tanpa mengenal syariat secara mencalam terlebih dahulu?

Setelah menaiki kapal syariat, lalu ngelangi, mengarungi lautan proses thariqat, maka diharapkan seorang hamba bisa menjaga ketakwaan, menjaga diri dari menuruti hawa nafsu dan godaan setan, lantas menemukan mutiara-mutiara hakikat ibadah sehingga bisa dekat dengan Allah. Semoga syariat puasa yang kita amalkan ini tidak berhenti pada taraf yang dikatakan Rasulullah: “Banyak orang puasa yang tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga”, serta semakin bisa mendekatkan diri kepada Allah sebagai orang yang bertakwa. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah, Habib Ustadz Felix Siauw Terbaru

STAIMAFA Selenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah

Pati, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mathaliul Falah, menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah di Auditorium STAIMAFA, Sabtu (311). Kegiatan ini didorong oleh kondisi perkembangan lembaga keuangan syariah saat ini yang dinilai belum diikuti dengan pemahaman dan keahlian yang mumpuni.

Kegiatan yang digelar bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut menghadirkan narasumber Fanny Rifqi el-Fuad dari BEI dan Prof. Dr. Muhammad (pakar ekonomi syariah). Forum ini menjadi upaya dari STAIMAFA untuk menyiapkan generasi akademis sekaligus praktisi yang memahami ekonomi Syariah tidak hanya konsep, namun juga aplikasi.

STAIMAFA Selenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIMAFA Selenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIMAFA Selenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah

"Kami ingin, agar ekonomi syariah tidak sekadar menjadi wacana, namun juga berdampak luas sebagai gerakan pemberdayaan. Selama ini, pertumbuhan lembaga keuangan syariah di kawasan Pati dan sekitarnya sangat menggembirakan. Maka dari itu, perlu ada peningkatan soft skill dan wawasan yang komprehensif untuk mengedukasi masyarakat," ungkap Wakil Ketua Bidang Akademik STAIMAFA A Dimyati.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pembicara dari Bursa Efek Indonesia, Fanny Rifqi el-Fuad mengungkapkan bahwa sudah saatnya masyarakat mengetahui secara mendasar tentang ekonomi syariah. "Pertumbuhan ekonomi di negeri sudah sangat baik. Pasar saham Indonesia menjadi nomor tiga di Asia, di bawah China dan India. Akan tetapi, belum banyak warga Indonesia yang menjadi pemain," terang Fanny.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam hal ini, Fanny mengajak kepada akademisi, praktisi ekonomi-perbankan dan masyarakat luas untuk memahami secara lebih mendalam. "Sudah saatnya kita menjadi pemain dalam pasar saham Indonesia. Ada banyak perusahaan dengan tingkat pendapatan dan laba yang tinggi, akan tetapi sebagian besar sahamnya dikuasai orang asing. Inilah yang menjadi tantangan bagi kita bersama," ungkap Fanny.

Pakar ekonomi Syariah, Prof. Dr. Muhammad menegaskan bahwa perlu pemahaman yang benar dari masyarakat agar dapat mengapresiasi ekonomi syariah. Menurutnya, selama ini pola dakwah terhadap masyarakat masih ada yang kurang. Yakni, bagaimana Islam itu sebenarnya sangat mendorong umat muslim agar menjadi kaya.

“Bukan mengejar untung, akan tetapi mengejar jumlah wakaf, shadaqah, dan zakat kita. Inilah yang sebenarnya diajarkan oleh Islam. Jika jumlah sedekah kita naik, secara otomatis maka pendapatan usaha kita akan naik," ujar Prof. Muhammad.

Di sisi lain, Prof. Dr. Muhammad menganggap bahwa ekonomi syariah mengajak umat muslim untuk dapat mandiri dan berdaya. "Warga muslim kita harus mampu mengelola ekonomi secara integratif, yakni bagaimana mengelola uang zakat, sedekah dan infak itu dengan tepat dan strategis. Perlu ada nilai tambah bagi uang di sektor sedekah, misalnya di masjid-masjid. Saya mendorong agar warga muslim, dengan komunitas ormas maupun masjid dapat mengelola keuangannya secara maksimal," demikian pendapat Prof. Muhammad.

Acara Sekolah Pasar Modal ini juga dibarengi dengan Pelantikan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) cabang Pati, yang diketuai oleh Mumu Mubarrok, M.EI. Pada agenda ke depan, MES dan STAIMAFA berencana menyelenggarakan sekolah pasar Modal tingkat lanjutan. (Munawir Aziz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan, AlaNu Ustadz Felix Siauw Terbaru

Konferensi Internasional ICIS Digelar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah

Situbondo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Konferensi internasional yang diprakarsai International Conference of Islamic Scholars (ICIS) pekan depan digelar di pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Konferensi bertaraf internasional ini bertujuan meneguhkan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai moderat yang dimiliki Islam.

Konferensi Internasional ICIS Digelar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Internasional ICIS Digelar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Internasional ICIS Digelar di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah

Salah seorang panitia KH Misbahussalam mengatakan, konferensi yang berlangsung pada (28-30/3) akan dihadiri perwakilan ulama dari mancanegara termasuk negara-negara Timur Tengah. Antara lain dari mereka adalah Syekh Wahbah Az Zuhaili (Syiria), Ali Jumah (Mesir) Syekh Muhammad Yisif (Mufti Maroko), Syekh Abdul Karim Ad-Dhibaghi, Syekh Hasani Lancene bin Muhammed.

“Sedangkan dari dalam negeri di antaranya KH Qurais Syihab, KH Maruf Amin, KH Tholhah Hasan, dan peserta dari pengasuh pesantren,” ujarnya ? usai mengikuti rapat persiapan di pendopo pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jumat (21/3).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kiai Misbah menambahkan, konferensi tersebut paling tidak diharapkan dapat menghasilkan putusan untuk memberi masukan dan manfaat terhadap kondisi negara-negara Timur Tengah yang saat ini terus menerus dilanda konflik.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ini mungkin merupakan sumbangan pemikiran bagi negara-negara untuk keluar dari konflik yang berlatar belakang sentimen keagamaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen ICIS KH Hasyim Muzadi menuturkan, pesantren asuhan Kiai Azaim itu dipilih untuk memenuhi permintaan almarhum KH Fawaid Syamsul Arifin. Diceritakannya, almarhum ? KHR Achmad Fawaid As’ad pernah mendatangi rumahnya seraya meminta agar dalam satu abad pesantren yang diasuhnya itu ? diselenggarakan pertemuan ulama internasional.

“Pesantren ini sangat bersejarah. Di tempat ini pernah diselenggarakan Muktamar NU 1984 yang mencetuskan nilai-nilai Islam moderat dan Khitthah NU,” tukasnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

?

Foto: Dokumentasi ICIS III di Jakarta, 2008

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaNu Ustadz Felix Siauw Terbaru

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw TerbaruAura kemeriahan peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai terasa sejak Kamis (22/12) malam. Di lantai 2 gedung Sekolah Dasar Islam Tebuireng (SDIT) Ciganjur berlangsung reuni alumni Pesantren Ciganjur. Alumni yang tersebar di Jabodetabek telah merapat. Sementara yang di luar provinsi dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi haul.

Dr HM Luthfi Zuhdi, salah satu pengajar Tafsir dan Kajian Islam di pesantren tersebut, serta Pemangku Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan puluhan santri serta alumni khidmah mengikuti Tahlil dan Jagongan malam Jumat. Ketua Yayasan KH A Wahid Hasyim, Arif Rahman Hamid, juga tampak bahagia mengikuti "ritual malam Jumat" bersama para santri.

Dalam sambutannya, Luthfi Zuhdi mengatakan bahwa Gus Dur yang disebut banyak orang sebagai sosok kontroversial, bagi dia justru tidak demikian. “Bagi saya, Gus Dur bukan tokoh kontroversial. Biasa saja. Saya melihat justru memang seharusnya beliau begitu,” ujar Luthfi memulai pidatonya.

Sontak para santri yang duduk agak berjauhan dengan para sesepuh tersebut langsung merapat ke depan. Suara Luthfi Zuhdi tidak terlalu terdengar lantaran suasana ramai di kediaman Gus Dur.

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Luthfi Zuhdi: Gus Dur Diciptakan untuk Keseimbangan

“Gus Dur terlihat suka melawan gelombang dan arus besar. Gus Dur yang selalu mengatakan tidak ketika orang-orang berpendapat iya, dan sebaliknya. Beliau berbuat demikian karena hendak mengondisikan sebuah keseimbangan. Beliau memang diciptakan untuk keseimbangan di hampir semua urusan bangsa ini,” terang Ketua Pusat Studi Islam dan Timur Tengah UI ini.

Puncak acara haul yang digelar malam ini, Jumat, 23 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB ini bertema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat. Selain aneka kegiatan mulai khataman Al-Quran di beberapa masjid dan mushala di sekitar Ciganjur, sejumlah tokoh juga akan hadir bersama ribuan pecinta Sang Humanis ini. Misalnya KH Musthofa Bisri (Gus Mus), A Syafii Maarif, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Lukman Hakim Saifuddin, Sabam Sirait, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sejak pagi, suara orang mengaji terdengar dari menara Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Para penghafal Quran di bawah tim JQH NU Depok tampak duduk khidmat melantunkan kitab suci. Dari menara Masjid Darussalam Cipedak yang hanya seperlemparan baru dari kediaman Presiden keempat RI ini juga terdengar aktivitas yang sama. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua PWNU Jabar Jawab Kritik Islam Nusantara

Bandung, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Dr.H Eman Suryaman berpadangan bahwa Islam Nusantara yang diusung oleh NU tersebut merupakan ijtihad sosial-politik. Ia merupakan model, dan bukan ajaran atau paham.

Ketua PWNU Jabar Jawab Kritik Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Jabar Jawab Kritik Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Jabar Jawab Kritik Islam Nusantara

"Betul bahwa Islam sebagai ajaran itu tunggal, tapi sebagai model beragam. Sunnatullah sosiologis-demografi itulah yang beragam. Jadi Islam-Nusantara adalah model dari sekian banyak model ke-Islaman di berbagai suku-bangsa dunia. Jadi jangan seperti yang diisukan oleh orang-orang yang mengatakan Nahdlatul Ulama menusantarakan Islam. Ini tidak tepat keliru memahami. Sekali lagi, harus dibedakan antara Islam sebagai ajaran dengan nusantara sebagai demografi," jelasnya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di Bandung, Selasa (9/6).

Eman perlu mengklarifikasi banyaknya berita yang muncul tentang Islam Nusantara yang dianggap "menusantarakan Islam" sehingga seakan-akan mempermainkan Islam. Hal tersebut oleh Eman dianggap salah memahami maksud karena melihat dua hubungan yang berbeda antara Islam sebagai ajaran atau paham dengan Islam (realitas muslim) dalam ruang sosiologis atau ruang demografis.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Islam Nusantara itu pertama ini menunjukkan bahwa Islam Indonesia berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Jadi perbedaannya ya pada realitasnya, bukan pada ajarannya. Ajaran Islam tetap sama, tapi di luar ibadah itu wilayah ijtihadiah, jadi bisa berbeda. Sesuai sunnatullah," terangnya.

Dengan kata lain, Nahdlatul Ulama ingin menunjukkan bahwa Islam itu tidak harus keras sebagaimana Islam di Timur Tengah yang banyak melakukan peperangan, apalagi atas nama agama, dan musuhnya pun sesama orang Islam. Di Indonesia, menurut Eman punya problem yang berbeda. Karena itu pendekatannya pun mesti melihat realitas, melihat sunnatullahnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kita semua orang Islam berusaha taat pada Allah dan Rasullullah, tapi juga harus melihat sunnatullahnya supaya ketaatan kita pada Allah dan Rasullulullah itu bisa diimplementasikan secara tepat, tidak memaksakan ajaran dengan keadaan, dan bisa berhasil seperti para Walisongo yang dulu punya prestasi membawa model gerakan ke-Islaman di Nusantara tanpa kekerasan," terangnya. (Ferli Husain/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Quote, IMNU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pesantren Darul Ishlah Gelar Maulid dan Harlah NU ke-86

OKU Timur, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pondok Pesantren Darul Ishlah Labuan Batin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bebarengan dengan peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke-85 di halaman pesantren, Rabu (3/3). hadir dalam acara ini Sekretaris Jenderal NU H Marsyudi Syuhud dan Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama H Nurul Yakin.



Pesantren Darul Ishlah Gelar Maulid dan Harlah NU ke-86 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Ishlah Gelar Maulid dan Harlah NU ke-86 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darul Ishlah Gelar Maulid dan Harlah NU ke-86

Selain itu, acara ini oleh bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, herman Deru, Wakil Bupati KH Kholid Mawardi, Ketua Pengurus Cabang nahdaltul Ulama (PCNU) OKU Timur Afiful Ikhwan beserta seluruh jajarannya dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU sekabupaten OKU Timur.?

Acara Maulid dan Harlah NU ini juga sekaligus dibarengkan dengan haul pendiri Pesantren Darul Ishlah KH Mudhofir yang ke-9. Haul pendiri pesantren ini diisi dengan istighotsah yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU OKU Timur KH Afandi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam sambutannya di hadapan PBNU, KH Hasyim Asyari selaku pimpinan pesantren berharap, PBNU dapat mendorong para alumni pesantren untuk mendorong para santri pesantren dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"kami berharap PBNU dapat memfasilitasi para santri untuk terus belajar, termasuk ke luar negeri. Kerena dengan terus belajar, maka akses para santri untuk berkiprah di dunia modern akan semakin luas," tutur KH Hasyim Asyari di hadapan sekitar tiga ribu pengunjung.

Lebih lanjut Hasyim menjelaskan, berbagai produk hukum muamalah syariah (transaksi bisnis) Islam modern merupakan turunan dari penjabaran kitab-kitab klasik yang telah lama digeluti para santri. Sehingga sudah sepantasnya jika para santri juga memiliki akses yang luas untuk berkecimpung di bisnis syariah. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah, Budaya, Meme Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 27 Januari 2018

KH Makruf Amin Siap Tinggalkan PBNU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sebagai salah seorang anggota dewan pertimbangan presiden (watimpres) KH Makruf Amin mengaku siap untuk meninggalkan beberapa jabatan strategisnya, termasuk sebagai rais syuriah PBNU.

“Nanti setelah dilantik, akan saya tanyakan tentang posisi saya di PBNU, kalau tidak boleh rangkap jabatan, berarti saya harus siap,” tuturnya ketika dihubungi Ustadz Felix Siauw Terbaru per telepon, Selasa.

Kiai Makruf mengaku mau menerima posisi tersebut karena bisa memberikan masukan secara langsung kepada presiden. “Kita tidak hanya menghimbau dari luar, mungkin dengan berkomunikasi secara langsung, bisa lebih komunikatif,” tandasnya.

KH Makruf Amin Siap Tinggalkan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Makruf Amin Siap Tinggalkan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Makruf Amin Siap Tinggalkan PBNU

Tentang posisinya di PBNU, Kiai asal Banten tersebut percaya nantinya akan banyak yang bisa menggantikannya karena semua orang NU kumpul disitu. “Ini kesempatan yang tak bisa semua orang bisa memberikan masukan kepada presiden secara langsung.,” tegasnya.

Wantimpres berisi 9 orang dan bertugas memberi masukan kepada presiden sesuai bidangnya masing-masing. KH Makruf Amin merupakan orang yang diberi tugas untuk memberi masukan dalam masalah agama. Posisi ini menurutnya penting dalam upaya menjaga nilai-nilai agama moderat ala NU.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Anggota watimpres sesuai dengan UU dilarang untuk rangkap jabatan dalam partai politik, ormas dan yayasan untuk menjaga independensinya. Namun, Kiai Makruf mengaku belum jelas jabatan apa saja yang nantinya harus dilepaskan.

“Kalau MUI kan bukan ormas, sementara di PKNU, saya kan sekedar pembina, nanti semuanya akan saya tanyakan,” paparnya. (mkf)

Ustadz Felix Siauw Terbaru



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pondok Pesantren, Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 26 Januari 2018

Mahasiswa Undip Ajak Masyarakat Gemar Membaca

Semarang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan kegiatan bakti masyarakat dengan terjun langsung untuk mengkampanyekan gerakan membaca. Bersama RIC Karya kegiatan berlangsung di Pesantren Budaya Lembah Manah yang terletak di Banjardowo Rt 2 Rw 6 Genuk Semarang. Diikuti oleh puluhan anak dengan memberikan beragam kegiatan, Ahad (20/9).

Mahasiswa Undip Ajak Masyarakat Gemar Membaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Undip Ajak Masyarakat Gemar Membaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Undip Ajak Masyarakat Gemar Membaca

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk HMJ Ilmu Perpustakaan Undip Library Visit Day. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka hari perpustakaan nasional yang jatuh pada tanggal 14 September dan menyambut datangnya Idul Adha.

Tidak saja mengkampanyekan dunia baca, para mahasiswa memberikan beragam tiga aktifitas yakni story telling, pemutaran film tentang makna idul qurban dan perlombaan tebak gambar di mana para anak-anak mendapatkan hadiah yang telah disediakan oleh para mahasiwa HMJ Ilmu Perpustakaan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lintang Kristi koordinator acara HMJ Ilmu Perpustakaan Undip mengatakan kegiatan terjun langsung ke taman baca dalam rangka memperingati hari kunjungan perpustakaan dan kami ingin berbagi dengan mengenalkan pentingnya membaca.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Dimana sebelumnya kami berkunjung ke perpustakaan sekolah, kini kami ke taman baca supaya dapat melihat langsung realitas sosial kemasyarakatan,” lanjutnya

Lukni Maulana dari RIC Karya yang mengelola Taman Baca Lembah Manah mengatakan, bahwa mahasiswa itu tidak tidak saja menimba ilmu di kampus, namun ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang mampu diaplikasikan ke masyarakat.

“Sehingga ilmu yang didapatkan di kampus dapat bermanfaat, oleh karena sebaik-baiknya seseorang adalah orang yang bermanfaat,” tuturnya

Anak-anak sangat menikmati kehadiran para mahasiswa yang sangat peduli dengan pendidikan. Apa lagi disediakan hadiah yang dapat menarik anak-anak untuk dapat terlibat langsung dalam kegiatan Library Visit Day. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sunnah, Pendidikan, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Terbaru

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

Makassar, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menyatakan, aliran keagamaan yang boleh hidup di Indonesia harus mendukung keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.?

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Pengusung Khilafah Tak Boleh Eksis di Indonesia

“Tidak boleh ada aliran keagamaan mengusung ideologi politik yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila, seperti ideologi yang mengusung khilafah!" Katanya dalam acara seminar nasional bertajuk "Harmoni Umat Beragama untuk memperkokoh NKRI" yang diselenggarakan di Universitas Islam Makassar (UIM), Selasa (24/3).?

Lebih lanjut Kiai Masdar menegaskan bahwa ide mendirikan Khilafah Islamiyah berpotensi merongrong NKRI.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam forum yang sama KH Cholil Nafis, ketua komisi dakwah MUI? menyatakan, "Hubungan Islam dan negara bagaikan saudara kembar yang saling mempengaruhi. Karena itu, bentuk NKRI dengan dasar Pancasila adalah hasil relasi yang sesuai dengan Islam dan kebutuhan nasional kita,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pengurus Lembaga Bahtsul Masail NU ini menjelaskan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, maka dimanapun keberadaan Islam itu akan memberi rahmat kepada umat manusia. Oleh karena itu perjuangan Islam model ISIS yang memaksakan kehendak dan intoleran serta menggunakan kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri.?

Kiai Cholil memberikan argumentasi bahwa Rasulullah saw telah membuat sebuah tatanan negara majemuk yang menghormati semua aliran dan mengut? makan kemaslahatan, yaitu negara Madinah sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

Mewakili Pangdam VII Wirabuana Kolonel Andi Suyuti, menuturkan bahwasanya dewasa ini konflik, intoleransi dan kekerasan atas nama agama akhir-akhir ini terjadi, Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesia memiliki keragaman budaya, sosial dan agama, permasalahan yang muncul antar kerukunan umat beragama disebabkan banyaknya paham radikal, bentrok antar umat beragama, dan terakhir gerakan radikal.

Tentunya dalam mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama, mustinya membangun SDM berkualitas, tingkatkan kerja sama dalam kegiatan keagamaan, perkokoh toleransi, bangun benteng yang kuat terhadap pengaruh paham radikal dan ikut serta menjaga stabilitas keamanan di dalam bingkai Pancasila, tambahnya.

H Abdurrahman, wakil ketua DPW PKB lebih banyak menyinggung keutuhan Negara, politik kebangsaan, dan tentunya eksistensi nilai-nilai rahmatan lil alamin Ahlusunnah wal Jamaah mesti disebarluaskan.

Prof. Arfin Hamid selaku sekretaris PWNU Sulawesi Selatan menuturkan materi tentang Islam sebagai petunjuk bagi manusia dan seluruh alam.

Menurunya Islam sebagai ajaran tentunya mewajibkan bagi umatnya untuk melaksanakan ibadah dan memberikan kedamaian kepada umat seluruh alam. (andy muhammad idris/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 25 Januari 2018

Rakernas Banser Tuntas, Hasil Keputusan Akan Disebar ke Wilayah dan Cabang

Tulungagung, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Tulunggung berakhir Ahad (7/8). Beberapa keputusan penting telah diambil dalam acara yang berlangsung sejak 5-7 Agustus tersebut.

Rakernas Banser Tuntas, Hasil Keputusan Akan Disebar ke Wilayah dan Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Banser Tuntas, Hasil Keputusan Akan Disebar ke Wilayah dan Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Banser Tuntas, Hasil Keputusan Akan Disebar ke Wilayah dan Cabang

“Alhamdulillah 17? draf? materi ke-Banser-an telah selesai dibahas dalam waktu dua hari ini. Untuk itu akan segera kami tindak lanjuti. Setelah lapor Ketua Umum GP Ansor. Akan segera kami cetak dan dibagikan kepada seluruh pimpinan wilayah dan cabang? Banser seluruh Nusantara,” ujar Kepala Satkornas Banser Alfa Isneini, usai menutup acara Rakernas Banser Ahad pagi.

Menurut Alfa, untuk memudahkan pembahasan 17 materi tersebut, telah dibagi 4 komisi, yakni komisi A, B, C dan D. Berkat kejelian dan kepandaian ketua-ketua komisi maka meski sempat alot, akhirnya draf yang diajukan rampung dibahas.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Beberapa materi memang sudah dibahas dalam konbes (konferensi besar) di Cirebon. Namun perlu penajaman dan uraian tuntas terkait dengan peraturan organisai (PO) Banser,” tandasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Khususnya dalam materi yang mengatur tentang PO satuan khusus. Seperti? Bagana (Banser Tanggap Bencana), Balakar (Banser Relawan Pemadam Kebakaran), Husada (Banser Kesehatan), Baritim (Banser? Kemaritiman) Corp Provost Banser, Protokoler, Balantas (Banser Relawan Lalu Lintas). “Alhamdulillah semua selesai? diputuskan,” katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Makam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Habib Luthfy: Hanya Thariqah Organisasi yang Punya Sanad Hingga Rasulullah

Malang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Meski saat ini ada banyak puluhan bahkan ratusa organisasi keagamaan bermunculan di muka bumi, tak menjadikan Jamiyyah Ahli Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah merasa berkecil hati.

Walaupun masing masing mengklaim sebagai organisasi yang dilahirkan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, akan tetapi tak satupun yang menunjukkan memiliki jalur hingga Rasulullah.

Habib Luthfy: Hanya Thariqah Organisasi yang Punya Sanad Hingga Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy: Hanya Thariqah Organisasi yang Punya Sanad Hingga Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy: Hanya Thariqah Organisasi yang Punya Sanad Hingga Rasulullah

Hal ini sangat berbeda dengan organisasi thariqah yang saat ini berkembang cukup pesat. Karena thariqah memiliki sanad yang menyambung dan tidak terputus hingga ke Rasulullah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Demikian dikatakan Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya saat memberikan tausyiyah di tengah tengah sidang pra multaqo sufi fil alam yang berlangsung di Hotel Tugu Kota Malang Kamis kemarin (13/1).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dikatakan, thariqah tidak hanya berfungsi menjalankan kegiatan keagaaman semata seperti pembinaan jamaah melalui amaliyah ubudiyah saja, akan tetapi juga memilik tanggung jawab terhadap terciptanya perdamaian di muka bumi.

Jika selama ini masih berjalan sendiri sendiri, maka sudah saatnya pada ulama sufi bersatu mengambil peran yang lebih untuk membantu masyarakat dunia, ujarnya.

Habib Luthfy berharap, jika tahriqah thariqah yang mutabar yang ada di muka bumi ini bersatu, betapa luar biasanya potensi yang dimiliki thariqah.

Oleh karena itu, tandas Habib Luthfy pertemuan awal ulama sufi dunia menjadi sangat penting dan diharapkan dapat menghasilkan keputusan keputusan yang mempunyai bobot bagi terciptanya perdamaian dunia dan thariqah Indonesia siap membantu dan memfasilitasi pertemuan lanjutan yang telah direkomendasikan oleh pertemuan ulama sufi.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abul Muis

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU)? Kabupaten Pringsewu menyalurkan bantuan berupa santunan khusus anak yatim piatu di Kabupaten Pringsewu sebesar Rp. 27 juta. Santunan ini diharapkan dapat meringankan biaya hidup para yatim piatu pada Ramadhan kali ini.

Menurut Ketua LAZISNU Pringsewu Khairudin (Heru), bantuan santunan ini berasal dari masyarakat mampu di Kabupaten Pringsewu yang memercayakan kepada LAZISNU untuk penyalurannya.

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu

"Bantuan ini kita sebar ke sembilan kecamatan dengan jumlah yatim piatu sekitar 400 anak," jelasnya saat menyalurkan santunan ini di Kecamatan Sukoharjo, Senin (30/5).

Heru menambahkan, jadwal penyaluran santunan ini dibarengkan dengan Kegiatan Safari Ramadhan yang diadakan PCNU Pringsewu. "Ada sembian kecamatan yang akan dikunjungi secara berurut, yaitu Sukoharjo, Pardasuka, Banyuwangi, Pringsewu, Pagelaran, Ambarawa, Adiluwih, Gadingrejo dan Pagelaran Utara," rincinya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Penyaluran santunan di setiap kecamatan ini juga akan dilaksanakan sosialisasi Koin Pondasi Akhirat yang merupakan program baru LAZISNU Pringsewu dalam rangka memaksimalkan infaq dan sedekah warga.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Untuk tahap awal sudah kita siapkan sebanyak 450 tabungan yang akan diberikan kepada para aghniya dan nantinya akan dikelola oleh LAZISNU di masing-masing kecamatan untuk bantuan sosial dan sejenisnya," katanya.

Ia optimis jika potensi infaq dan sedekah yang ada pada warga dikelola dan dimanfaatkan secara tepat guna memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu. "Ke depan LAZISNU akan mengelola potensi ini dengan model bantuan yang bersifat produktif sehingga mampu mengentaskan permasalahan kemiskinan," tambahnya.

Selain memaksimalisasi sedekah dan infaq khususnya di Bulan Ramadhan ini, LAZISNU Pringsewu juga akan lebih memaksimalkan pengelolaan zakat mal dan fitrah. Program ini sudah menjadi program tahunan dengan melakukan pendataan dan pembentukan amil dan atau UPZ di setiap desa di Kabupaten Pringsewu.

"Karena dari sisi kajian fiqih amil itu harus memiliki legalitas dari pemerintah, dan dalam hal ini LAZISNU sudah mengantungi izin untuk melegalkan amil maka kita bantuaAmil yang ada di masjid dan mushalla untuk legalitas tersebut," terangnya.

Dengan manajemen pengelolaan dan pelaporan amil zakat fitrah dan zakat mal melalui LAZISNU maka ke depan akan dapat terlihat potensi zakat yang ada dan juga akan terkelola dengan baik peruntukannya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 24 Januari 2018

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama, yang diagendakan digelar September mendatang.

"Tadi saya sampaikan, yang dulu-dulu Munas Konbes NU yang hadir adalah Wakil Presiden. Tapi tadi saya juga menyampaikan kali ini jika berkenan Presiden yang hadir, dan Alhamdulillah beliau bersedia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, usai bertemu dengan SBY di Istana Negara, Selasa kemarin (29/5).

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menemui SBY di Istana Negara dengan didampingi oleh Sekjen PBNU H. Marsudi Syuhud dan Ketua Panitia Munas dan Konbes Alim Ulama H. Dedi Wahidi. Mendampingi Presiden dalam kesempatan ini Mensesneg Sudi Silalahi, Menag Suryadharma Ali, dan Seskab Dipo Alam.

?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kiai Said menjelaskan, tema Munas kali ini yaitu Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Di kesempatan yang sama PBNU juga menyampaikan akan digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) NU di Pontianak pada tanggal 3 Juli mendatang yang rencananya akan dibuka Wakil Presiden RI ? Boediono.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Humor Islam, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sistem Khilafah Bukan Syariat dalam Islam

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Penulis buku keagamaan dan keislaman Muhammad Makmun Rasyid menegaskan bahwa khilafah bukan merupakan syariat dalam Islam. Hal ini disampaikan Makmun saat menjadi narasumber pada Diskusi dan Bedah Buku akhilafah di lantai tiga Perpustakaan Univeristas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Senin (28/8).

Sistem Khilafah Bukan Syariat dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Khilafah Bukan Syariat dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Khilafah Bukan Syariat dalam Islam

"Khilafah itu dalam sistem perpolitikan Islam tidak kuat sama sekali. Khilafah itu bukan syariat. Syariat itu murni dari Allah dan Nabi Muhammad. Syariat itu dari fiqih. Bagaimana mungkin sebuah sub menjadi sebuah inti," katanya.

Menurutnya, jika suatu kelompok atau negara ingin menerapkan Islam, maka tidak tepat menerapkan sistem demokrasi. Sebab menurutnya demokrasi itu sistem kufur. Jadi, kalau ada orang yang demokrasi berarti orang yang kufur.

"Yang membuat hancur sebuah negara bukan dari negaranya, tetapi individunya. Sama seperti kafir, yang dicap itu manusianya (individu), bukan negaranya," ujar Makmun.

Penegasan ini disampaikan Makmun pada kegiatan bertajuk Membedah Ideologi Khilafah Ala Hizbut Tahrir Indonesia yang digelar oleh Pustaka Harakatuna. Kegiatan ini juga menggandeng Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) dan Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Unila. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rijalul Ansor Tasik Cetak Dai-dai Toleran dan Nasionalis

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Rijalul Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terus berupaya mencetak dai-dai mudanya yang toleran dan nasionalis. Pasalnya, ruang dakwah sekarang banyak diisi dai-dai pengumbar kebencian terhadap kelompok tertentu.

"Maka kami fokus menciptakan dai toleran dan nasionalis. Dengan materi ceramah yang sudah kami siapkan," kata Ketua PC Rijalul Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Kiai Aa Fuad Mukhlis, Kamis (25/5).

Rijalul Ansor Tasik Cetak Dai-dai Toleran dan Nasionalis (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Tasik Cetak Dai-dai Toleran dan Nasionalis (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Tasik Cetak Dai-dai Toleran dan Nasionalis

Menurut Fuad, dakwah itu harus menyejukkan dan menenangkan. Bukan sebaliknya, menjadi media provokasi terhadap golongan lainnya yang dianggap tidak sepaham. Dai-dai toleran dan nasionalis penting dicetak karena agama dan negara mesti saling menguatkan.

"Mereka yang tidak sepaham dianggap kafir dan sebutan-sebutan kasar lainnya. Itu sudah banyak kita temukan di lapangan. Kalau tidak ditanggapi serius, umat semakin terprovokasi yang mengarah pada perpecehan dan konflik antar anak bangsa," ujarnya.

Dan salah satu upaya menebar Islam toleran dan Islam damai tadi, ucap Fuad, para dai ini diarahkan untuk menyampaikan hal-hal yang ? mempererat dan memperkuat persatuan umat. Tidak ada yang saling menebar kebencian atau menjelek-jelekan golongan tertentu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Nanti dai-dai Rijalul Ansor turun ke masyarakat, menyampaikan makna toleran dan cinta tanah air," tuturnya.

Rijalul Ansor merupakan wadah dibawah GP Ansor bagi menampung anggota yang fokus dibidang kajian keilmuan dakwah. (Nurjani/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah, Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Rejanglebong, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan menyekolahkan Yayan, saudara kembar Yuyun, siswi SMP di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan.

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

"Saudara kembaran laki-laki almarhumah Yuyun ini bernama Yayan, akan kita bawa ke Malang untuk masuk Pondok Pesantren sesuai dengan cita-cita ibu dan bapaknya," kata Mensos Khofifah saat berkunjung ke rumah orang tua Yuyun di Dusun V Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Jumat.

Yayan yang merupakan saudara kembar laki-laki dari almarhumah Yuyun akan masuk Pondok Pesantren di Malang, Jawa Timur, setelah selesainya 40 hari meninggalnya saudari perempuannya itu.

Di rumah duka ini, Mensos Khofifah selain memberikan semangat kepada orang tua korban yaitu Yakin (32) dan istrinya Yana (30).

Menteri juga melakukan ziarah ke makam Yuyun. Selain itu Mensos memberikan sumbangan materiil guna membantu biaya persedekahan.(Antara/Mukafi Niam)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 23 Januari 2018

Ansor Jabar Ajak Kadernya Doakan Muslim Rohingya

Bandung, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengajak kader-kadernya di Jawa Barat agar mendoakan Muslim Rohingya, Myanmar yang menjadi korban pembantaian.

"Terutama, kami minta kepada Majelis Dzikir Rijalul Ansor (Badan Otonom GP Ansor, red) untuk secara serentak berdoa memohon pertolongan dan lindungan Allah SWT untuk keselamatan, khususnya kaum Muslim di Rohingya, umumnya kepada setiap manusia yang ditindas," ujar Deni saat dihubungi, Selasa (22/11/2016).

Ansor Jabar Ajak Kadernya Doakan Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jabar Ajak Kadernya Doakan Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jabar Ajak Kadernya Doakan Muslim Rohingya

Sebagai sesama Muslim, lanjut Deni, sudah menjadi keharusan untuk mendoakan saudara-saudara sesama Muslim yang saat ini sedang dilanda musibah kemanusiaan agar tercipta kedamaian di sana.

"Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah melakukan langkah-langkah konkret untuk terlibat menciptakan kedamaian di Rohingya," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain itu, Deni juga mengajak seluruh kader Ansor di Jawa Barat untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta kecakapan supaya hidup bisa lebih berguna.

"Kita senantiasa bisa mencerahkan dan menggerakkan masyarakat dengan kaidah dan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah bahwa Islam itu agama yang penuh dengan kedamaian," tuturnya.

Dengan pemahaman keagamaan tersebut, mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Purwakarta ini mengajak kepada seluruh kader Ansor untuk senantiasa merujuk kepada para kiai untuk meningkatkan pemahaman keilmuan dan ketakwaan.

"Apa pun untuk meningkatkan kecakapan, maka harus ‘ngaji’ kepada para ilmuwan dan praktisi supaya hidup bisa lebih berguna dengan senantiasa berdoa meminta pertolongan dan petunjuk Allah SWT," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Munafik Modern: Anda atau Saya?

Oleh Habib Muhammad Haidar Assegaf



Suasana Indonesia saat pilkada seperti ini memang selalu panas. Namun yang membuat atmosfer Indonesia, DKI Jakarta khususnya, lebih panas dari sebelumnya, adalah persaingan cagub dan cawagub yang salah satunya merupakan seorang non-Muslim. Tulisan kali ini tidak ingin membahas mengenai hukum memilih pemimpin non-Muslim karena rasanya hal tersebut sudah begitu banyak diulas di berbagai kesempatan. Yang ingin disoroti dalam pembahasan kali ini adalah kenyataan bahwa masih ada orang Islam yang memilih cagub non-Muslim dan reaksi sebagian muslimin yang lain menghadapi kenyataan tersebut.

Munafik Modern: Anda atau Saya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Munafik Modern: Anda atau Saya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Munafik Modern: Anda atau Saya?

Ada hal yang sangat ironis dan seharusnya menjadi bahan perenungan kita semua. Fakta bahwa masih banyak di antara kita, kaum muslimin, yang memilih cagub non-Muslim menimbulkan pro kontra dalam tubuh umat Islam sendiri. Al-Qur’an dijadikan sebagai alat saling serang. Ayat-ayat bagi orang kafir dan munafik pun tak ragu disematkan pada saudara seiman. Tidak tanggung-tanggung, pernyataan bahwa mereka yang memilih cagub kafir adalah orang munafik modern pun sudah bisa kita jumpai dalam masyarakat kita.

Pernyataan keengganan mendoakan, menyolatkan dan mengurusi jenazah siapa saja yang memilih cagub non-muslim dianggap bagian dari keislaman dan tanda peduli pada agama. Sedangkan kalimat tauhid yang diucapkan saudaranya seakan tidak berharga dan bukan apa-apa. Cap munafik, yang lebih parah dari kafir, kini mudah diberikan pada mereka yang masih berada dalam ruang lingkup agama Islam.

Munafik adalah mereka yang menampakkan keislaman,tapi menyembunyikan kekafiran. Tentunya memastikan hal tersebut di zaman ini sesuatu yang sangat sulit. Terlebih pedoman yang sudah masyhur menjadi pegangan para ulama adalah bahwa kita hanya menghukumi apa yang tampak dan urusan batin kembali pada Allah SWT. Karenanya menyatakan bahwa si fulan adalah orang munafik sehingga dia tidak berhak diperlakukan sebagaimana layaknya orang beriman adalah hal yang tergesa-gesa dan kurang cermat.

Surat al-Taubah ayat 84 yang menjadi landasan mereka yang tidak mau menyolati jenazah siapa-siapa yang memilih cagub non-Muslim pun agaknya terkesan dipaksakan. Ayat tersebut turun berkenaan dengan shalat yang Rasulullah SAW lakukan untuk jenazah Abdullah bin Ubay bin Salul, pimpinan orang-orang munafik ketika itu.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Para ulama kemudian memiliki beragam penafsiran dan memetik banyak hukum dan hikmah dari ayat ini. Al-Imam ar-Razi dalam tafsirnya mengatakan bahwa salah satu pendapat memaknai shalatnya Rasulullah SAW tersebut sebagai bentuk aplikasi dari kaidah yang telah kami sebutkan di atas, yaitu kita menghukumi apa yang tampak dan Allah SWT yang menghukumi hal-hal yang tersembunyi. Dan sudah maklum bahwa munafik menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran.

Al-Imam Ibn Katsir ketika menafsiri ayat ini berkata, bahwa larangan menyolatkan jezanah orang munafik tidak terkhusus pada Abdullah bin Ubay bin Salul saja, tapi mencakup semua orang yang sudah diketahui kemunafikannya. Sebagaimana beliau dan banyak ahli tafsir yang lain juga mengetengahkan banyak riwayat bahwa setelah turun ayat ini Rasulullah SAW tidak pernah lagi menyolatkan jenazah orang munafik dan berdoa serta mengurus pemakaman mereka.?

Di sini letak kekurangjelian penggunaan ayat ini sebagai dalil. Sebagaimana kita ketahui bahwa mengetahui apakah seseorang itu munafik atau bukan tidaklah mudah, bahkan bagi para sahabat Rasulullah SAW yang hidup bersama-sama dengan mereka. Sejarah mencatat bahwa ada satu orang yang mengetahui nama-nama kaum munafik satu per satu selain Rasulullah SAW, ia adalah sahabat Hudzaifah yang berjuluk Pemegang Rahasia Rasulullah SAW.?

Setelah Rasulullah SAW wafat, Hudzaifah kemudian menjadi rujukan dalam menentukan apakah seseorang itu munafik atau tidak. Sebut saja Umar bin Khattab, khalifah kedua umat Islam, tidak menyolatkan jenazah yang tidak beliau kenal sampai datang Hudzaifah dan menyolatkan jenazah tersebut (lihat Tafsir Ibn Katsir), karena Hudzaifah mengetahui siapa saja orang munafik dan tidak ada yang mengetahui hal tersebut selain beliau (Syarah Shahih Bukhari oleh Imam al-Aini).?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Yang ingin penulis garisbawahi adalah fakta bahwa setelah wafat Hudzaifah tidak ada lagi orang yang mengetahui kemunafikan seseorang sebagaimana dikatakan para ulama. Adapun jika seseorang menunjukkan tanda-tanda kemunafikan, maka yang harus kita lakukan adalah kembali pada kaidah di atas. Sebab memberi cap seorang sebagai munafik sama berbahayanya dengan memberi stempel kafir.

Pada akhirnya, persatuan umat Islam adalah hal yang kita harapkan bersama. Pelabelan seorang muslim dengan label kafir atau munafik justru membuat persatuan semakin jauh terasa atau bahkan hanya sekedar dongeng belaka.?

Mari kembali pada prinsip bahwa semua yang mengucapkan kalimat syahadat adalah saudara kita seiman, seagama. Ayo kembali pada Pedoman Al-Qur’an untuk saling memperbaiki dan mengajak pada kebaikan. Jika kita melihat bahwa mereka yang memilih cagub non-Muslim itu keliru, bimbing dan beri pemahaman pada mereka. Tugas kita adalah saling menasihati dan mendoakan agar Allah Swt senantiasa menyirami kita dengan hidayah-Nya dan membimbing setiap langkah kita menuju ridha-Nya. Bukankah Rasul SAW senantiasa berdoa : “Wahai Allah beri hidayah kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”?

Mari wujudkan Islam yang bersatu walau dalam perbedaan pendapat, Islam yang mampu bekerjasama dalam mencerdaskan umat, bukan Islam yang saling ribut dan melaknat, juga bukan Islam yang saling menyalahkan dan menghujat.

Penulis adalah Awan Syuriah PCINU Yaman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru RMI NU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ribuan Jamaah Hadrah Peringati Harlah NU

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Jalur utama di depan kantor PWNU Jawa Timur harus ditutup, Ahad (18/5) malam, karena di tempat tersebut sedang dilangsungkan Gebyar Ikatan Seni Hadrah Indonesia  (Ishari) dalam rangka hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke-91.

Ribuan Jamaah Hadrah Peringati Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadrah Peringati Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadrah Peringati Harlah NU

Kegiatan yang diselenggarakan PT AULA Media NU ini dihadiri ribuan jamaah Ishari dari sejumlah kelompok hadrah di beberapa kota di Jawa Timur. Dalam daftar hadir tampak telah bergabung kontingen dari Bangil, Sampang, Malang, Mojokerto, Jombang dan Pasuruan.

“Mereka adalah utusan dari sejumlah cabang yang sangat antusias dengan kegiatan ini,” kata Ir H Yusuf Arif, Ketua PW Ishari Jatim.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Masing-masing datang dengan jumlah anggota yang beragam. Namun dari data yang diterima panitia, ada 1200 peserta. “Ini belum termasuk para kontingen yang masih dalam perjalanan,” kata Ketua Panitia, M Saiful Anwar.

Rangkaian gebyar Ishari diawali dengan ibtida’ bis syahri atau pembacaan shalawat pembuka. Selanjutnya kegiatan diisi dengan beberapa sambutan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

H Abdul Wahid Asa yang mewakili Majalah AULA menandaskan bahwa hal ini merupakan kegiatan pertama dalam sejarah NU di Jawa Timur. “Ini adalah peristiwa istimewa lantaran baru pertama kalinya seni hadrah yang terhimpun dalam Ishari diundang pada acara resmi NU,” kata Dewan Pakar Majalah AULA ini.

Sedangkan Drs KH Nuruddin A Rahman SH yang mewakili PWNU Jatim memberikan semangat kepada para hadirian akan keberadaan dan manfaat hadrah dalam perjalanan dakwah Islam. “Percayalah bahwa seni hadrah adalah warisan dari Nabi Muhammad SAW,” katanya yang disambut antusias peserta. Dengan demikian, Wakil Rais PWNU Jatim ini memastikan bahwa dengan melestarikan seni hadrah, berarti juga turut dalam menjaga tradisi dan warisan nabi.

Pada kegiatan ini tampil sejumlah kelompok hadrah Ishari dari berbagai kota di Jawa Timur. Tidak semata melantunkan shalawat, mereka juga akan mendapatkan hadiah paket umrah yang disediakan sponsor.

Ir H Yusuf Arif, Ketua PW Ishari Jatim, mengaku sangat bangga dan tersanjung dengan undangan ini serta berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara ajeg. “Pada saat yang sama kami berharap atas dukungan dan bimbingan para kiai dan ulama demi terjaganya tradisi Islami ini,” tandasnya.

Apalagi ternyata kelahiran ISHARI hampir berbarengan dengan hari lahir NU. "Kalau Ishari lahir dan didirikan tanggal 15 Rajab, sedangkan NU adalah 16 Rajab meskipun tahunnya berbeda," katanya. Dengan demikian, saat memperingati kelahiran grup hadrah ini, bersamaan dengan harlah jamiyah Nahdlatul Ulama, lanjutnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sikap Resmi PWNU DIY soal Kontroversi Sabdaraja Sultan HB X

? ? ? ?

Sebagaimana diketahui bersama, Sabdaraja yang disampaikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 30 April 2015, dan penjelasannya tanggal 8 Mei 2015, yang di antaranya mengubah gelar “Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati Ing Ngalogo Ngabdurrahman Sayyidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sedasa ing Ngayogyakarta Hadiningrat” menjadi “Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram, Senopati Ing Ngalogo, Langgeng Ing Bawono Langgeng, Langgeng Ing Toto Panotogomo”, telah menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat dan rasa ketidakpastian terhadap masa depan keistimewaan Yogyakarta. Selain perubahan gelar, kontroversi terjadi menyangkut proses sabda yang dikatakan berdasar pada Dhawuh Gusti Allah melalui para leluhur. Sabdaraja ini telah didudukkan lebih tinggi, sehingga dapat mengubah paugeran yang berlaku. Atas pertanyaan-pertanyaan dari warga, maka Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ini merasa perlu untuk menjelaskan sikapnya terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut:

Sikap Resmi PWNU DIY soal Kontroversi Sabdaraja Sultan HB X (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Resmi PWNU DIY soal Kontroversi Sabdaraja Sultan HB X (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Resmi PWNU DIY soal Kontroversi Sabdaraja Sultan HB X

PWNU memandang bahwa Kasultanan bukanlah semata institusi politik-ekonomi, melainkan sarana mengabdi kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tulus dalam menjaga dan menegakkan keamanan, ketentraman, kesejahteraan dan kemaslahatan seluruh warga masyarakat. Kasultanan juga berfungsi menjaga kelestarian dan hubungan harmonis dengan lingkungan alam, dan mengembangkan kebudayaan yang menjadi tuntunan bagi warga masyarakat untuk selalu meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaannya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pernyataan Sultan bahwa perubahan gelar tersebut di atas didasarkan atas Dhawuh Gusti Allah melalui para leluhur, yang tidak disertai penjelasan mengenai proses dan tata-caranya, bisa menyesatkan dan menyimpang dari akidah Islamiyyah. Dalam pandangan PWNU, klaim adanya Dhawuh Gusti Allah yang merupakan wilayah hakikat seharusnya tidak bertentangan dengan tatanan syari’at. Klaim seperti itu  dikhawatirkan bersifat distortif, mengandung ilusi syaithoniyah dan sarat kepentingan pribadi. Hubungan antara Hakikat dan Syari’at bersifat saling menguatkan dan saling mengontrol. Syari’at tanpa Hakekat, akan rusak. Sementara Hakikat tanpa Syari’at, akan sesat.

Pemimpin boleh saja mendapatkan inspirasi dan aspirasi dari mana saja, baik itu berupa saran dari orang-orang terdekat, pertimbangan dari para penasehat, usulan dari masyarakat, ilham dari Allah, atau bahkan mimpi. Akan tetapi yang terpenting adalah ketika pemimpin menggunakannya sebagai acuan dalam menetapkan kebijakan, maka ia harus memikirkan dampak dan implikasi dari keputusannya secara jauh ke depan. Kemaslahatan harus menjadi pertimbangan utama, yang berarti, ia sudah berhitung secara cermat berbagai kemungkinan sisi kebaikan dan keburukan yang diakibatkan oleh keputusan tersebut. Oleh karena itu, pemimpin tidak semestinya menyatakan bahwa ia tidak tahu bagaimana dampak dari keputusannya. Apalagi, bila terbukti bahwa keputusan itu justru mendeligitimasi kedudukannya sendiri, dan meresahkan masyarakat.

Gelar Sultan sesungguhnya merupakan bentuk amanat leluhur. Ia memuat berbagai makna, filosofi, dan bahkan teologi yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dikandungnya. Ia mencerminkan visi dan misi institusi yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Konsep-konsep penting di dalam gelar seperti: Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, Kalifatullah, mengandung makna dan amanat bahwa Seorang Sultan haruslah mewujudkan pengabdiannya yang tulus kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan laku dan tindakan yang menjaga dan mengupayakan keseimbangan alam, religiusitas masyarakat dan kerukunan antar umat beragama serta keadilan sosial di tengah-tengah warganya. Oleh karena itu, Gelar Sultan pada hakekatnya menjadi pengikat dari “kontrak teologis” (Hablun minallah), “kontrak alam” (Hablun minal ‘alam), sekaligus “kontrak sosial” (Hablun minannas). Sultan merupakan personifikasi dari Negari Dalem (Kasultanan) dengan segala kebesaran, keluhuran dan tantangannya. Oleh karena itu, komitmen Sultan untuk mengaktualisasikan tugas dan fungsi gelar dengan sebaik-baiknya sangatlah penting. Perubahan gelar dapat dimaknai sebagai pengingkaran terhadap amanat leluhur.  

PWNU tetap berkomitmen ikut menjaga dan mempertahankan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan nilai-nilai dan paugeran yang berlaku. Apabila dinyatakan bahwa posisi Sabdaraja lebih tinggi dari paugeran, maka sesungguhnya hal ini merupakan langkah mundur yang justru tidak sesuai dengan alam demokrasi, dan malah mencerminkan bangkitnya otoritarianisme, apalagi bila hal itu dilakukan dengan mengatasnamakan Tuhan. Ini bisa menjadi preseden buruk bagi kehidupan sosial kita.

PWNU prihatin terhadap konflik internal yang terjadi pasca dibacakannya Sabdaraja dan mengingatkan semua pihak agar tidak mengambil keuntungan sesaat demi kepentingan pribadi dan golongan. Jalan terbaik untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan pendapat pasca dibacakannya Sabdaraja adalah dengan musyawarah untuk mencapai permufakatan yang bijaksana dan maslahat untuk semuanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

PWNU mengajak segenap komponen masyarakat untuk selalu menjaga Ngarso Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati Ing Ngalogo Ngabdurrahman Sayyidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sedasa ing Ngayogyakarta Hadiningrat agar dalam setiap langkah dan keputusannya dapat senantiasa diberi hidayah dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semua ini dilandasi oleh kasih sayang PWNU kepada Sri Sultan HB X, garwa dalem, putra dalem, rayi dalem, sentono dalem, darah dalem, abdi dalem dan seluruh kawulo Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

PWNU mengajak warga untuk berdoa dan istighotsah bersama-sama, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala supaya menyelamatkan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat demi tegaknya nilai-nilai ke-Islaman yang hamemayu hayuning bawono (rahmatan lil ‘alamin). Nilai-nilai yang akan menopang kesejahteraan seluruh warga, lahir-batinnya, dan diridlai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

Demikian penjelasan ini disampaikan, agar dapat menjadi maklum adanya. Dan semoga Allah senantiasa melindungi kita semua, amin.

 

? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

 

 

 

Yogyakarta, 14 Sya’ban 1436 H / 1 Juni 2015 M

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta,

 

 

 

 

KH. Asyhari Abdullah Tamrin

Rais Syuriyah

KH. Chasan Abdullah

Katib Syuriyah

 

 

 

 

*) Penjelasan ini disampaikan dalam Forum Koordinasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Lembaga dan Lajnah, Pimpinan Badan Otonom, dan PCNU se-DIY.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Aswaja Ustadz Felix Siauw Terbaru