Selasa, 29 Juli 2014

Hadapi Masalah Narkoba sampai Ideologi dengan Bijaksana

Banyuwangi,Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menggelar "NU Bersholawat bersama Ashabus Syafaah" di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Jalen, Kalisetail, Genteng, Banyuwangi. Kegiatan tersebut sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Kamis (24/11) yang diawali dengan pembacaan shalawat, istighotsah, pembacaan Simtud Duror.

"Bacaan shalawat, selain menambahkan pahala amal ibadah, juga dapat mendatangkan rezeki dan menolak bahaya. Karenanya bershalawatlah kalian di setiap keadaan dan dimana pun berada," pinta Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Kiai Masykur Ali, saat sambutan awal selaku tuan rumah.

Hadapi Masalah Narkoba sampai Ideologi dengan Bijaksana (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Masalah Narkoba sampai Ideologi dengan Bijaksana (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Masalah Narkoba sampai Ideologi dengan Bijaksana

PCNU Banyuwangi diwakilkan kepada Guntur Albadri. Ia menjelaskan saat ini NU tengah menghadapi banyak tantangan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Bahaya narkoba yang merongrong generasi pelajar Nahdlatul Ulama. Narkoba adalah musuh kita bersama. Musuh yang secara perlahan-lahan merusak eksistensi kaum muda. Karenanya kami mengimbau untuk menjauhi narkoba sejak dini," ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain bahaya narkoba, menurut dia, NU menghadapi tantangan ideologi kebangsaan. Segelintir kelompok atau golongan sudah mulai banyak membenci empat pilar kebangsaan.

"Mereka mengajarkan anti-Pacasila, dan Undang-undang. Parahnya mereka mengajarkan dan menyebarkan ideologi dengan cara kekerasan dan aksi teror," imbuhnya.

Terakhir, lanjutnya, NU menghadapi tantangan aqidah. Saat ini, NU menghadapi anti-Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja). Mereka mengajarkan dan menyebarkan ideologinya dengan cara radikal dan teror.

"Kita berharap dengan runyamnya masalah yang kita hadapi saat ini, ke depan menjadikan kita semua menjadi umat yang lebih dewasa dan bijaksana. Memang ini adalah masalah yang harus kita selesaikan bersama," tegasnya.

Usai sambutan dari tuan rumah dan Pengurus Cabang NU, dilanjutkan dengan ceramah dari wakil Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung KH Ali Asikin. Ia menerangkan tentang pentingnya amal ibadah yang dilakukan terus-menerus, walaupun sedikit, berdasarkan hadits "afdholul amal adwamuha, wain qolla".

"Maka para jamaah ketika pulang dari sini bisa mengamalkan salah satu amal ibadah kebaikan apa saja secara terus menerus walaupun sedikit," tutur Ketua Lembaga Bahsul Masail kabupaten Banyuwangi.

Acara tersebut dihadiri Pengurus Cabang NU banyuwangi, pengurus lembaga, anggota banom NU, perwakilan pemerintah Kecamatan Genteng, Polsek kecamatan Genteng, dan para santri Ibnu Sina dan Darussalam Blokagung. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaNu, Habib, Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 22 Juli 2014

Ketum PMII Minta Maaf kepada Masyarakat Sulteng

Palu, Ustadz Felix Siauw Terbaru?



Polemik pidato Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma’ruf pada pembukaan Kongres ke-19 PMII di Kota Palu menyebabkan ketersinggungan Gubernur dan masyarakat Sulawesi Tengah.?

Oleh karena itu Amin meminta maaf saat pertemuan yang dimediasi Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKAPMII), PB PMII, serta Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki L. Djanggola di Rumah Jabatan Gubernur Sulteng (17/5).

Ketum PMII Minta Maaf kepada Masyarakat Sulteng (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PMII Minta Maaf kepada Masyarakat Sulteng (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PMII Minta Maaf kepada Masyarakat Sulteng

“Terkait polemik pidato saya kemarin, tidak ada maksud untuk menyinggung Gubernur Sulawesi Tengah dan masyarakat Sulawesi Tengah secara umum. Dengan itu, saya secara pribadi dan atas nama PB PMII, meminta maaf jika pidato saya kemarin telah menyinggung hati masyarakat Palu dan masyarakat Sulawesi Tengah secara umum,” kata Aminuddin pada pertemuan itu.

Gubernur Longki Djonggala, menyatakan penyesalan atas pidato disampaikan Amin. “Yang jelas, saya pun juga sangat menyesalkan sikap adinda saya (Aminuddin Ma’ruf) dengan statement itu. Mungkin karena terlalu semangat, sehingga ya keseleo lidah dan akhirnya dapat memberi arti yang lain,” ujar Longki.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Gubernur memaklumi pidato Amin yang mungkin terpikir dengan kasus-kasus di Jawa dan terbawa dengan arus isu hangat yang diupayakan pemerintah, semisal persoalan HTI.

“Jadi, prinsipnya saya tidak ada masalah dan menerima permintaan maafnya. Hanya saja, tolong kalau boleh, adakan klarifikasi terhadap sambutan itu, seperti yang adinda katakan tidak ada maksud untuk mendiskreditkan baik ulama, umat Islam keseluruhan, dan rakyat Sulawesi Tengah,” tambah Longki.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Gubernur juga berharap bahwa kongres XIX PMII dapat berjalan dengan lancar dan akan tetap mendukung perhelatan akbar pergantian kepemimpinan di tubuh PMII hingga selesai.?

“Saya minta ini secepatnya clear, karena masih ada musyawarah di kongres, dan ini semua dapat berjalan dengan aman, nyaman dan lancar. Juga tidak ada gesekan-gesekan yang memanfaatkan moment ini (kontroversi pidato Aminuddin-red). ? ?

Di akhir pertemuan dan mediasi tersebut, Gubernur Sulteng, Ketua Umum PB PMII, Ketua IKAPMII Sulteng dan Sekretaris PW GP Ansor saling mengadakan foto bersama dan bergandengan tangan di hadapan para wartawan yang juga ikut dalam pertemuan itu.

Sebagaimana diketahui, pada kongres dibuka Presiden Joko Widodo Selasa (16/5), Aminudin mengatakan bahwa kongres PMII sengaja dilaksanakan di tanah Tadulako Provinsi Sulteng dengan tema meneguhkan konsensus bernegara untuk Indonesia berkeadaban; di tanah ini, katanya adalah pusat dari gerakan radikalisme Islam, di tanah ini, katanya, adalah pusat dari gerakan menentang NKRI. (Red: Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Aswaja Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 11 Juli 2014

Ramadhan, SMA N 1 Bulakamba Ngaji Dua Kitab Kuning

Brebes, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Selama bulan Ramadhan 1438 Hijriyah, SMA Negeri 1 Bulakamba, Kabupaten Brebes menggelar bedah kitab kuning. Kajian ini diikuti para siswa yang ingin mendalami keilmuan ala pesantren dengan sistem sorogan dan bandongan.

“Kami ingin para siswa mengenal dunia santri dengan mempelajari kitab kuning yang digunakan para santri di pesantren,” ujar Kepala SMA N 1 Bulakamba H Achmad Fatawi di ruang kerjanya, Rabu (31/5).

Ramadhan, SMA N 1 Bulakamba Ngaji Dua Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, SMA N 1 Bulakamba Ngaji Dua Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, SMA N 1 Bulakamba Ngaji Dua Kitab Kuning

Kitab yang dibedah, kata Fatawi, yakni kitab Sulamut Taufiq yang membahas tentang fiqih dan tasawuf. Kitab kedua yakni kitab Uqudulujain yang membahas tentang rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah.

Uqudulujain penting diberikan kepada para siswa mengingat nantinya akan mengarungi bahtera rumah tangga. Diharapkan ketika berumah tangga memiliki ramah tangga yang harmonis. Rumah tangga yang memiliki metode 3 S, Sayangnya Suami Selangit, bagi sang istri juga Setia Setiap Saat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pembelajaran kitab kuning menggunakan metode sorogan dan bandongan. Dalam metode sorogan, setiap siswa mendapat kesempatan untuk belajar secara langsung dengan ustadz atau kiai.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedangkan, metode bandongan dalam proses pembelajaran kiai membacakan, menerjemah, dan menerangkannya. Sementara para santri mendengarkan, menyimak, dan mencatat apa yang disampaikan oleh kiai yang memberi pengajian tersebut.

“Kami menerapkan kedua metode tersebut agar siswa benar-benar memaknai diri sebagai seorang santri,” paparnya.

Kajian kitab kuning diikuti para siswa yang berminat. Para siswa membeli kitab kuning yang sudah dimaknai selanjutnya mengikuti kajian yang digelar sejak hari pertama Ramadhan hingga H-7 Ramadhan. “Kajian digelar setiap bada dhuhur pukul 12.30 sampai 13.30,” terangnya.

Selain membedah dua kitab, lanjut Fatawi, para siswa juga akan mengikuti lomba Khithabah, Asmaul Husna, Puitisasi Al-Quran, dan Tartil Quran. Lomba diikuti seluruh siswa kelas 10 dan 11dari 22 kelas, usai ujian penilaian akhir tahun yakni pada tanggal 12-14 Juni.

“Peringatan Nuzulul Quran juga akan digelar pada 15 Juni,” pungkasnya.

Dalam pengamatan Ustadz Felix Siauw Terbaru, SMA N 1 Bulakamba bernuansa Islami. Di setiap lorong antarkelas terpasang dengan indah tulisan asmaul husna hasil karya siswa. Mushalla juga berdiri megah untuk kegiatan shalat dan ibadah lainnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru News Ustadz Felix Siauw Terbaru