Sabtu, 12 Desember 2015

Ada Krisis Kader Putri PMII di Jawa Timur

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur tinggal menghitung hari. Acara yang dilaksanakan di Kota Reog Ponorogo tersebut terancam tidak berjalan sesuai rencana. Pasalnya, hingga hari terakhir pendaftaran bakal calon ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII baru satu yang mendaftar, sementara bakal calon ketua PKC Korps PMII Putri (Kopri) tidak ada sama sekali.

"Sampai hari Selasa (12/4) baru satu bakal calon untuk ketua PKC. Sedangkan untuk ketua Kopri belum ada yang mendaftar satu pun," kata ketua tim pencalonan, Aqib Marufin, dalam siaran pers.

Ada Krisis Kader Putri PMII di Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Krisis Kader Putri PMII di Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Krisis Kader Putri PMII di Jawa Timur

Menurut Aqib, akan ada mekanisme baru pada Konkorcab Jawa Timur yang akan berlangsung tanggal 17-31 April mendatang sesuai dengan hasil Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PMII di Ambon.

"Telah disepakati di Muspim bahwa panitia harus melakukan seleksi untuk bakal calon menjadi calon. Untuk Konkoorcab kali ini, pemilihan ketua PKC dan ketua Kopri PKC akan diselenggarakan secara langsung. Jadi, Kopri dapat memilih ketuanya sendiri tanpa melalui formatur," terangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Adanya mekanisme pemilihan secara langsung ketua Kopri PKC ini ternyata kurang direspon cepat oleh kader Jawa Timur. "Mekanismenya pemilihan ketua Kopri tidak lagi formatur tapi pemilihan langsung, tapi ternyata sampai hari terkahir pendaftaran belum ada kandidat Kopri yang mendaftar. Antusiasme dari Kopri cabang-cabang masih terasa kurang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Aqib pun mengimbau agar kader Kopri di tingkat cabang yang memang mempunyai kualifikasi untuk menjadi ketua Kopri Jawa Timur segera mendaftar pada tim seleksi pencalonan Konkorcab PKC PMII Jawa Timur. "Panitia mengharapkan agar kesempatan ini tidak dilewatkan oleh Kopri untuk unjuk gigi. Sudah saatnya kopri memilih ketuanya sendiri," imbaunya. (Isna WF/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kyai, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 15 November 2015

Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Menyikapi situasi politik? Tanah Air yang belakangan kian memanas menyusul akan? dihelatnya? unjuk rasa lanjutan pada 2 Desember mendatang, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor, Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuka posko pendaftaran untuk menghadiri apel kebangsaan di Jakarta pada tanggal 11 Desember? mendatang.

Menurut Ketua PC GP Ansor Kencong, Muhammad Yasin Yusuf Ghazali, posko tersebut mulai dibuka kemarin guna merespon keinginan para kader Ansor untuk menghadiri apel tersebut.

Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan

“Kami mengkoordinir teman-teman yang mau berangkat ke Jakarta untuk maksud tersebut. Daripada berangkat sendiri-sendiri, kan tidak bisa dikontrol,” ujarnya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di Kencong, Selasa (22/11).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Yasin menambahkan,? apel kebangsaan tersebut adalah bagian dari komitmen Ansor untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Ia memperkirakan sedikitnya? 2000 orang akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti apel kebangsaan itu. “Kami target 2.000 orang (dari Kencong) nanti ikut ke Jakarta,” ucapnya.

Hal yang sama juga dilakukan PC GP Ansor Jember. Menurut Sekretaris? PC GP Ansor Jember Kholidi Zaini, saat ini pihaknya sudah mendata para kader Ansor yang akan ikut apel kebangsaan. Dikatakannya,? mereka sangat antusias mengikuti apel tersebut, karena merasa terpanggil untuk mempertahankan NKRI dan sekaligus mendukung pemerintahan? yang sah.

“Sebab, bukan tidak mungkin ada pihak-pihak? tertentu yang sengaja menumpang demo tersebut untuk tujuan makar. Kalau sudah makar, maka bukan hanya Ansor musuhnya tapi semua rakyat Indonesia,” jelasnya sambil menambahkan bahwa Ansor Jember akan memberangkatkan 3000 anggota Banser untuk mengikuti apel tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Kholidi, sesungguhnya demo lanjutan tidak perlu dilakukan lagi. Sebab, polisi sudah menangani kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok tersebut, bahkan telah menjadikannya? sebagai tersangka. Karena itu, ia mengimbau semua? pihak agar bisa menahan diri dan mempercayakan penanganannya? kepada polisi. “Lho kalau demo lagi, apa substansinya. Karena itu, wajar jika merebak dugaan adanya maksud terselubung (makar) di balik demo tersebut,” urainya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nasional, Internasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 23 Oktober 2015

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus

Makassar, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Segenap petinggi Rektorat Universitas Islam Makassar menziarahi sejumlah makam pendiri kampus bersangkutan. Dipimpin Rektor UIM Andi Majdah M Zain, rombongan menziarahi makam H Kalla ayah H Jusuf Kalla, Anregurutta Muhiddin Zain, Kiai Busairi, dan istri Kiai Sanusi Baco.

“Dalam harlah ke-14 UIM, kita ini ingin mengenang para pendiri dengan ziarah ini,” kata Andi Majdah M Zain.

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus

Selain menziarahi pendiri UIM, Andi Majdah M Zain beserta rombongan bersilaturahmi dengan anak-anak yatim di panti Al-Kautsar dan Nahdiyat, Jumat (6/6).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tradisi ziarah kubur dan silaturahmi dengan anak yatim ini sengaja dilakukan tiap tahunnya sebagai bentuk syukur atas harlah UIM setiap tahunnya. Setiap tahun, UIM memberikan beasiswa pendidikan bagi anak yatim yang berminat melanjutkan pendidikan. (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah, News Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 22 Oktober 2015

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan

Depok, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kunjungan tiga hari Sri Paus Fransiscus ke Turki, sejak Jumat (28/11) hari ini hingga Ahad (30/11), disinyalir hendak mempengaruhi kebijakan luar negeri Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) Universitas Indonesia (UI), Dr. Abdul Mutaali,? MA, MIP, menyatakan kedatangan Sri Paus Fransiskus bertujuan mempengaruhi Presiden Erdogan agar tidak mengintervensi konflik Palestina-Israel.

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan

"Sri Paus Fransiskus ingin agar Turki menjaga sikap netralnya dan tidak melakukan intervensi dalam konflik Palestina-Israel. Termasuk konflik internal faksi Fatah dan Hamas," tutur Mutaali di kampus UI Depok, Kamis (4/12) malam.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kompensasinya, lanjut Mutaali, ialah dukungan Paus Fransisus agar Turki bisa bergabung dalam Uni Eropa. Secara simbolis, kedatangan Sri Paus Fransiskus menyiratkan dukungan itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jadi, ungkapnya, Sri Paus Fransiskus hendak meminta maaf secara tersirat kepada Presiden Erdogan.

Pasalnya, pendahulu Paus Fransiskus, Paus Benediktus, pernah menyatakan Turki mustahil bergabung dalam Uni Eropa karena berpenduduk mayoritas Muslim, meskipun menganut sekulerisme.

"Turki berbeda dengan Uni Eropa, mereka Muslim dan Uni Eropa Kristen. Jadi, Turki mustahil bergabung dengan Uni Eropa," ujar Mutaali menirukan pernyataan Paus Benediktus ketika itu.

Menurutnya, Sri Paus Fransiskus memandang penting peran turki dalam geopolitik Timur Tengah karena Turki memiliki dua kartu truf di pentas politik internasional.

Pertama, Turki merupakan anggota "North Atlantic Treaty Organization (NATO)" jauh sebelum berupaya menjadi anggota Uni Eropa. Jadi, Turki merupakan negara sekuler berpenduduk mayoritas Muslim.

Kedua, Turki merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-20 di dunia. Itu sebabnya Turki masuk menjadi anggota G-20 bersama dua negara Muslim lainnya, Indonesia dan Saudi Arabia.

Jika Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-10 terbesar di dunia, jelas Mutaali, maka Saudi Arabia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Dengan kondisi ini, Turki berperan penting dalam geopolitik Timur Tengah.

Faktor pendukung lainnya, paparnya, Iran tidak bisa diharapkan untuk bekerjasama dengan "Barat" karena tidak adanya hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan ideologi kultural yang berbeda dengan negara-negara Timur Tengah lainnya.

"Jadi, Turki sebagai negara tetangga Iran sangat diharapkan oleh Sri Paus Fransiskus untuk menjaga netralitas sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina, termasuk konflik internal faksi Hamas dan Fatah," papar Mutaali.

Mutaali pun menilai Turki merupakan negara yang cukup lihai dan fleksibel dalam pentas politik internasional. Khususnya, dalam menjaga keseimbangan antara negara "Barat" dan Timur (Islam).

Apalagi, tambahnya, relasi diplomatik antara Vatikan dan Turki sudah dimulai sejak Turki masih berbentuk Kekhalifahan Usmani. Jadi, umurnya sudah ribuan tahun. (Muhammad Ibrahim Hamdani/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pahlawan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 21 Oktober 2015

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah Profesor Bambang Pranowo mengatakan polemik terkait pesantren radikal seharusnya tidak terjadi.

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

"Pondok pesantren di Indonesia hampir 50 ribu, sedangkan yang terlibat terorisme mungkin belasan. Itu sangat kecil. Apa yang terjadi kemarin itu sebenarnya soal bahasa dan pengemasan saja," kata dia di Jakarta, Selasa.

Bambang mengemukakan itu menanggapi polemik yang dipicu pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution pada tanggal 2 Februari lalu soal 19 pesantren terindikasi paham radikal.

"Sebenarnya ini psikologis saja. Kalau pernyataan terkait radikalisme ini keluar dari Kementerian Agama, reaksinya biasa saja. Beda kalau lembaga lain seperti BNPT," katanya.

Menurut Bambang, pernyataan Kepala BNPT itu seharusnya dipahami sebagai bagian dari pencegahan terorisme. Sebagai lembaga negara yang bertugas melakukan pencegahan terorisme, BNPT memang harus melakukan program pencegahan di segala lini masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Apalagi, lanjut Bambang, Kepala BNPT hanya menyebut segelintir orang santri dan guru yang terindikasi radikalisme itu.?

"Ini tidak usah dimasalahkan lagi karena tugas pencegahan terorisme kedepan sangat berat," kata dia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ke depan, kata Bambang, soft approach di dalam pencegahan terorisme harus lebih ditingkatkan.?

Untuk itu, BNPT harus lebih erat bergandengan tangan dengan NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, selain ormas lokal yang bertebaran di seluruh Indonesia.

Ketua Rabithah Mahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren NU Abdul Ghofarrozin Sahal Mahfud mengatakan dari puluhan ribu pesantren di Indonesia hampir semuanya berbasis kultural dan kedaerahan, hanya 19 pesantren yang terindikasi radikalisme.

"Pesantren selalu berhasil untuk berdampingan dengan budaya dan masyarakat setempat. Jadi, kalau ada pesantren terindikasi radikalisme, itu jelas telah menyalahi tujuan dan hakikat keberadaan pesantren," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru IMNU, AlaNu Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 20 Oktober 2015

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kehidupan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak hanya berkesan di kalangan umat Islam. Sebuah pujian pun datang dari rohaniawan Katolik Prof Dr Mudji Sutrisno. Ia menilai, Gus Dur sanggup mengayomi semua golongan.

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur

“Gus Dur mengemas Islam menjadi Islam yang ramah, humanis, dan humoris. Bahkan, menurut saya, (jabatan) presiden itu terlalu kecil bagi seorang Gus Dur, mestinya ya tetap jadi guru bangsa, sebab itu melebihi status apapun,” ujar budayawan ini.

Pernyataan tersebut Mudji lontarkan pada acara peluncuran buku “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam di Function Room, Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Ahad (22/9). Selain penulis buku, Hadir pula? Ketua PP Lebumi Zastrouw al-Ngatawi sebagai narasumber.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mudji berpendapat, kelebihan Gus Dur yang lain adalah komitmennya dalam memperjuangkan demokrasi sebagai sistem politik yang mampu melindungi minoritas maupun mayoritas.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam kesempatan yang sama, Zastrouw menyebut Gus Dur sebagai komunikator ulung yang mampu memahamkan pemikiran keagamaan yang sebetulnya rumit menjadi mudah, dan menjelaskan permasalahan yang dianggap sederhana oleh orang lain secara ilmiah dan rasional.

“Gus Dur kalau dalam istilah saya itu Amfibi Sosial, yaitu mampu hidup dan menyesuaikan diri dan meloncat-loncat di beberapa alam, dari alam bawah ke alam atas, dari alam imajiner ke alam empirik,” imbuhnya.

Zastrouw menilai, Gus Dur merupakan sosok yang tidak pernah mendikotomikan antara tradisionalitas dengan modernitas. “Modernitas yang dianggap superior, di mata Gus Dur adalah sesuatu yang biasa, tradisionalitas yang dipandang secara pegoratif dan seolah-olah disepelakan diangkat oleh Gus Dur ke permukaan,” katanya. (Fathoni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pahlawan, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 21 September 2015

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin meminta kepada komisi penyiaran Indonesia (KPI) Pusat agar memfilter tayangan televisi kabel yang mengarah ke ajaran garis keras dan intoleran. Pasalnya, tayangan tersebut dinilai meresahkan masyarakat khususnya untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Desak KPI Filter Tayangan TV Kabel yang Ajarkan Radikalisme

"Maraknya tayangan melalui media televisi kabel yang mengarah ke ajaran garis keras intoleran sangat meresahkan masyarakat belakangan ini. Untuk itu, GP Ansor Sidoarjo meminta KPI untuk memfilter tayangan dan menindak tegas media tersebut agar masyarakat tidak terpengaruh dengan tayangan yang mengarah ke ajaran mereka," kata Rizza kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Jumat (13/1).

Menurutnya, tayangan televisi kabel sudah liar dalam melakukan penyiaran. Pasalnya, banyak tayangan berbau aliran garis keras dan intoleran dengan menggunakan simbol Islam.

Oleh sebab itu, Ansor Sidoarjo menyarankan kepada KPI pusat agar menindak tegas dan memfiter ulang siarannya. Sehingga muatannya tidak provokatif, penuh kebencian dan membahayakan kesatuan, persatuan bangsa.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rizza menyebutkan bahwa masyarakat saat ini hampir 80 persen mengamati media sosial (medsos). Hal ini sangat membayakan paham yang dibawa oleh medsos tersebut jika masyarakat tidak pandai-pandai memperhatikan kontennya.

"Konten yang berbau aliran radikal dan intoleran itu bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat awam dan membahayakan NKRI. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat luas terutama warga Nahdliyin agar berhati-hati dalam menyaksikan atau melihat tayangan atau konten yang mengarah ke radikalisme," imbauannya.

Agar tidak terpengaruh dengan ajaran radikal, Rizza menyarankan kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin sebaiknya menyaksikan tayangan yang disiarkan media-media Islam moderat yang menyuguhkan konten Islami, menebar kedamaian, dan menginspirasi. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nahdlatul, Tegal Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 15 September 2015

Suguhkan Teladan, Majalah Bangkit Angkat Kiprah Mbah Wahab

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Untuk menjawab dan menghadirkan teladan bagi para remaja dan masyarakat Indonesia secara umum, Majalah Bangkit Edisi Maret 2015 mengulas kiprah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH A Wahab Chasbullah.

Suguhkan Teladan, Majalah Bangkit Angkat Kiprah Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Suguhkan Teladan, Majalah Bangkit Angkat Kiprah Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Suguhkan Teladan, Majalah Bangkit Angkat Kiprah Mbah Wahab

Dengan mengusung tema “KH A Wahab Chasbullah: Detik-detik Perjuangan dan Pengabdian untuk NU dan Indonesia”, majalah di bahwa pengelolaan Pengurus Wilayah NU (PWNU) DI Yogyakarta ini berharap para pembaca dapat menimba pelajaran dari tokoh dan ulama yang diulas.

Menurut Pimpinan Umum Majalah Bangkit H M Lutfi Hamid, saat ini Indonesia sedang mengalami krisis keteladanan. Korupsi para pejabat negara sudah sangat akut. Remaja kita juga dihadapkan pada permasalahan sosial, seperti narkoba dan pola hidup yang pragmatis.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ketiadaan figur yang menjadi referensi dan acuan teladan membuat masyarakat terutama remaja seperti hilang haluan. Mereka tidak punya cita-cita luhur dan mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. Mereka hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan pribadi,” jelasnya saat dijumpai di kediamannya, Ahad (15/3) sore.

Lutfi menambahkan, semangat teladan inilah yang pihaknya hadirkan dalam Majalah Bangkit edisi terbaru. “Secara khusus, edisi ini menampilkan peri kehidupan, perjuangan, dan keikhlasan yang dipraktikkan KH A Wahab Chasbullah dalam memperjuangkan NKRI,” tegas Kepala Kanwil Kemenag Sleman kelahiran 5 Januari 1968 itu. (Suhendra/Mahbib)

 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah, IMNU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 23 Agustus 2015

Wayang, Karya Para Wali yang Menyimpan Berkah

Bantul, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Wakil Ketua PWNU DI Yogyakarta M. Jadul Maula meyakini bahwa wayang adalah karangan para wali yang pasti ada berkahnya. Menurutnya, pesan para wali tidak semata-mata terdapat pada dialognya, tapi juga pada tokoh yang terinternalisasi dalam diri kita.

Hal itu dikatakannya saat mengisi acara Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Piyungan Bantul. Hadir pula sebagai pembicara Wakil Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf, yang juga Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin Rembang; dan Guru Besar Antropologi UGM Prof Dr Heddy Shri Ahimsaputra.

Wayang, Karya Para Wali yang Menyimpan Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayang, Karya Para Wali yang Menyimpan Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayang, Karya Para Wali yang Menyimpan Berkah

Menurut Kang Jadul, panggilan akrabnya, meski saat ini banyak yang tidak bisa memahami bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang, ia memandang bahwa alasan itu adalah alasan yang manja. Hal itu terbukti dengan Al-Qur’an yang walaupun tidak semua dapat memahami tapi tidak ada yang menghindari. “Kenapa? Karena ada aspek lain di luar kognitif, yaitu aspek spiritual” tandasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menambahkan bahwa dengan alasan seperti itu berarti kita sudah mulai tidak adil dalam pikiran kita sendiri terhadap tradisi kita. “Inilah yang menjadikan krisis jati diri pada manusia nusantara. Orientasi jati diri bangsa kita saat ini adalah orang Islam pengen jadi Arab, ABG pengen jadi Korea, dan Politisi orientasinya ke Amerika,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Oleh karenanya, sosok yang juga Pengasuh Pesantren Kaliopak itu yakin bahwa wayang dapat menjawab krisis manusia yang selama ini tidak lahir dari diri sendiri dan hanya mencerna dari luar.

Sementara itu menurut Prof Dr Heddy Shri Ahimsaputra, jika dikaji secara antropologi wayang merupakan model of kehidupan atau cermin kehidupan manusia. Karena di sana terdapat pergulatan yang terus menerus antara kebaikan melawan keburukan, sehingga wayang menjadi alat penjelas yang dapat memberikan makna tentang kehidupan.

Selain itu, lanjutnya, wayang juga merupakan model for, model untuk kehidupan manusia. Dengan kata lain, orang Jawa dapat menggunakan wayang sebagai blueprint kehidupan sehingga mengetahui apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah, Pondok Pesantren, Internasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 18 Agustus 2015

Ini Cara Tobat Anak Durhaka Setelah Orang Tua Tiada

Kisah anak durhaka identik dengan cerita Malin Kundang. Terlepas dari benar atau tidak kisah itu, pastinya cerita Malin Kundang sangat mempengaruhi pikiran anak supaya tidak melawan orang tuanya. Kalau ada anak nakal, biasanya dikatakan, “Kamu mau kayak Malin Kundang?” Sontak si anak diam dan takut.

Namun pada zaman modern ini, kisah Malin Kundang tampaknya tidak sakti lagi. Malah yang terjadi, munculnya Malin Kundang baru yang diperankan oleh aktor yang berbeda-beda. Bahkan kelakuan sebagian anak sekarang, lebih parah dari Malin Kundang. Bila Malin Kundang hanya tidak mengakui orang tuanya di depan kekasihnya, anak sekarang tega membunuh orang tuanya sendiri. Ini tidak terjadi satu-dua kali, tetapi berulang kali.

Ini Cara Tobat Anak Durhaka Setelah Orang Tua Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Tobat Anak Durhaka Setelah Orang Tua Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Tobat Anak Durhaka Setelah Orang Tua Tiada

Durhaka kepada orang tua termasuk kategori dosa besar. Durhaka dosa besar kedua setelah syirik. Saking murka-Nya, Allah SWT tidak hanya menyiksa anak durhaka di akhirat, tetapi juga di dunia. Dalam Al-Mustadrak karya Al-Hakim, Abu Bakrah mendengar Rasulullah SAW berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Artinya, “Allah SWT akan mengakhirkan balasan setiap dosa hingga hari kiamat kelak, kecuali dosa durhaka kepada orang tua. Dia mempercepat balasannya pada waktu masih hidup atau sebelum meninggal,” (HR Al-Baihaqi).

Makna durhaka di sini lebih umum. Apapun bentuk perbuatan yang menyakiti orang tua dapat dikategorikan sifat durhaka. Taqiyuddin As-Subki, seperti dikutip Badruddin Al-‘Ayni dalam ‘Umdatul Qari, mengatakan, “Yang dimaksud durhaka ialah segala tindakan yang menyakiti hati orang tua, baik sedikit maupun banyak”. Karenanya, jagalah hati orang tua dan ikuti nasihatnya. Jangan sampai tindakan yang kita lakukan membuat dia marah dan tersakiti.

Andaikan pernah membuat hati orang tua tersakiti, segeralah minta maaf dan memohon ampun kepada Allah SWT. Akan tetapi persoalannya, bagaimana bila kedua orang tua sudah meninggal. Semisal anak yang membunuh orang tuanya, apakah diterima tobatnya? Apalagi orang tuanya meninggal dalam keadaan marah atau tidak ridha dengan yang dilakukan anaknya.

Al-Nawawi dalam kumpulan fatwanya, Fatawa al-Nawawi, berpendapat:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tuntutan kedua orang tua kepada anak durhaka di akhirat, tidak ada jalan untuk membatalkannya. Tapi sebaiknya, anak durhaka yang sudah tobat dan menyesal, memperbanyak istighfar (minta ampun) dan berdo’a untuk kedua orang tuanya. Kalau mampu, perbanyak sedekah atas nama orang tua, mengormati orang yang dihormati oleh kedua orang tua semasa beliau masih hidup, seperti temannya. Menyambung tali silaturahmi (dengan saudara atau teman orang tua), membayar hutangnya, atau melakukan apapun yang mudah baginya.”

Kesempatan bertobat dibuka lebar bagi siapapun, termasuk anak durhaka. Rasul SAW mengatakan, “Orang yang benar-benar bertobat seperti orang yang tidak berdosa,” (HR Ibnu Majah). Selain meminta ampun atas kedurhakaannya kepada Allah SWT, ia juga dianjurkan untuk berbuat baik kepada orang tuanya meskipun sudah meninggal. Cara berbuat baik kepada orang meninggal ialah dengan cara melakukan amalan, semisal bayar hutang, sedekah, silaturahmi, dan lain-lain, sembari menghadiahkan pahalanya untuk mereka.

Seseorang dari Bani Salamah pernah menanyakan hal ini kepada Nabi Muhammad SAW. Ia bertanya, “Apakah mungkin saya melakukan kebaikan untuk kedua orang tua, sementara mereka sudah meninggal?” Rasulullah SAW menyarankan kepadanya agar memperbanyak istighfar dan do’a untuk mereka, menunaikan janji dan menyambung tali silaturahmi yang belum terpenuhi pada waktu mereka masih hidup, serta menghormati teman-teman mereka, (HR Abu Dawud).

Maka dari itu, selagi orang tua masih hidup, perbanyaklah berbuat baik kepada mereka. Apabila keduanya sudah meninggal, seorang anak masih dimungkinkan berbuat baik kepada mereka sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW. Terlebih lagi bagi orang yang pernah menyakiti hati kedua orang tuanya semasa keduanya hidup. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pondok Pesantren, Lomba, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 16 Agustus 2015

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Tasyakur hari lahir (harlah) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang digelar di Gedung PBNU lantai 8, Jumat, (24/2) diwarnai dengan pemotong tumpeng.

Seusai acara sambutan dan arahan dari alumni berakhir, Resepsi Hari Lahir ke-63 IPNU dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Asep didampingi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Ubaedillah Sadewa dan Wakil Sekretaris PWNU Yogyakarta Masyhuri memotong tumpeng. Potongan demi potongan tumpeng pun dibagikan kepada rekan-rekan alumni IPNU.

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PP IPNU Harap Kader Istiqomah Jalankan Organisasi

Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Asep Irfan Mujahid berharap agar IPNU selalu istiqomah dalam menjalankan roda organisasi, merealisasikan amanat yang dimandatkan kepada IPNU sesuai sektor garapannya, yakni pelajar dan santri.

“Mohon doanya dari rekan-rekan senior, para kader, dan seluruh yang hadir di sini, semoga kami selalu diberikan keistiqomahan, kami senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dalam menunaikan amanat organisasi yang dimandatkan kepada IPNU,” harap Asep.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ada peristiwa menarik pada acara tersebut. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) membawa kue bolu yang di atasnya menyala api lilin angka 63.

Pria asal Ciamis itu terlihat kesusahan mematikan nyala api lilin itu. Ia berulang kali mengembuskan tiupannya. Namun api itu tetap hidup, seperti semangat rekan-rekan IPNU yang masih setia sampai akhir acara, meski sudah mendekati tengah malam. (Syakir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaNu, AlaSantri, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 22 Juli 2015

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dikukuhkan sebagai Tokoh Perubahan oleh salah satu media cetak nasional pada 30 April 2013 lalu diharapkan dapat mengawal perubahan dari pesantren, seperti dalam slogannya menjelang Muktamar NU di Makassar, yakni “Kembali ke Pesantren”.

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Diharapkan Kawal Perubahan dari Pesantren

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir berpendapat, gelar Tokoh Perubahan bagi Kang Said ini patut dijadikan landasan pacu untuk semakin bersemangat dalam mengawal perubahan, dan perubahan ini mestinya dapat dimulai dari pesantren.

“Kembali ke Pesantren” sebagaimana dijadikan maskot Kang Said menjelang Muktamar di Makassar, perlu dikuatkan kembali, kata Kiai Saifuddin Amsir kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru usai menggelar pengajian kitab hadis Riyadlush Shalihin di Masjid Ath-Thahariyah, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jum’at (10/5) malam lalu.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Bagaimana pun, pesantren adalah basis utama Nahdliyin. Jadi, secara logika, gelar ini justru menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi NU untuk mewujudkan perubahan itu. Harapan saya, Kiai Said benar-benar memberdayakan pesantren,” tegas ulama Betawi ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bagi Abuya, sapaan akrab Kiai Amsir, semangat perubahan telah diilhami oleh al-Qur’an. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu mau merubah dirinya sendiri. Di dalam hadits, dijelaskan barangsiapa melihat kemungkaran (ketidakberesan), maka gunakan kekuasaan atau pengaruhnya untuk mengubahnya.?

Dalam sejarah perubahan NU, lanjut dosen Ushuluddin UIN Jakarta ini, yang paling fenomenal adalah Munas Alim Ulama NU 1983 dan Muktamar NU ke-27 di Situbondo 1984. Sejarah mencatat, hasil Muktamar tersebut mendukung asas tunggal Pancasila. Melalui serangkaian diskusi mendalam yang dipimpin oleh KH Achmad Siddiq dan Gus Dur, akhirnya muktamirin bisa menerima Pancasila sebagai asas organisasi.

“Muktamar ini kan dilaksanakan di pesantren Asembagus pimpinan Kiai As’ad. Jadi, pesantren memang luar biasa pengaruhnya bagi bangsa ini. Meski saya waktu itu belum pengurus PBNU, tapi saya memimpin delegasi dari Jakarta,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ali Musthofa Asrori

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 18 Juli 2015

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sebagai upaya mengatasi krisi aqidah yang mulai marak terjadi, Ranting NU Sumberwetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo mengajak Nahdliyin melakukan istighotsah bersama, Rabu (4/1) malam.

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Krisis Akidah, NU Sumberwetan Ajak Nahdliyin Istighotsah

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Ihsan ini diikuti oleh ratusan nahdliyin mulai dari unsur pengurus NU, kiai, ustadz, tokoh masyarakat, Lurah dan Ketua RT/RW se-Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok.

Ketua PRNU Sumberwetan Hamdan Amrullah mengungkapkan, istighotsah ini digelar karena saat ini keberadaan Kota Probolinggo sudah bisa dibilang mulai krisis akidah karena bulan-bulan ini banyak terjadi kejadian pembegalan, pencurian, maraknya hiburan malam dan pesta narkotika yang menimbulkan perzinahan dan lain sebagainya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Istighotsah ini dilakukan sebagai upaya memperkecil angka kemaksiatan dan menghimpun kekompakan para tokoh masyarakat dan warga dari berbagai blok kelurahan, untuk mengurangi ruang gerak pemahaman radikal dan pembaharuan yang ingin mencoba masuk ke daerah perumahan baru-baru ini,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Hamdan Amrullah, istighotsah bersama ini dilakukan rutin setiap bulan berpindah-pindah dari masjid, musholla dan rumah-rumah nahdliyin yang ingin ditempati. Selain istighotsah juga ada doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran dank haul ahli kubur seluruh warga Kelurahan Sumberwetan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan istighotsah ini semakin memantapkan keimanan dan ketaqwaan kita bersama kepada Allah SWT. Karena di Kota Probolinggo saat ini sudah mulai dilanda oleh krisis aqidah yang sangat mengancam keberlangsungan para generasi muda sebagai penerus perjuangan pembangunan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Humor Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 15 Juli 2015

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas

Semarang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, ada empat daerah yang belum ada kepengurusan cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa. Empat daerah tersebut adalah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Purbalingga.

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas

Hal itu dilaporkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Jateng periode 2009-2014 H Sulatin dalam Konferwil II PSNU Pagar Nusa Jateng di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis (14/5) lalu.

Ia mengakui hal itu sebagai utang kepengurusan yang dia pimpin. Karena itu Sulatin mengharap pengurus baru periode 2015-2020 yang terbentuk memprioritaskan pembentukan pimpincan cabang di empat daerah tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Empat daerah yang belum ada kepengurusan Pagar Nusa itu justru basis NU. Pengurus baru nanti perlu memprioritaskan hal itu segera,” tuturnya saat membuka sidang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dia menerangkan, belum adanya kepengurusan di empat daerah tersebut bukan karena tidak ada pendekar Pagar Nusa. Tetapi karena pengurus lama sudah tidak aktif karena faktor usia tua dan ada yang telah meninggal dunia, tetapi belum ada penggantinya.

Karena itulah ia mengharap Pengurus Cabang NU (PCNU) di empat daerah tersebut membantu memfasilitasi pembentukan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa.

Adem Ayem

Sementara itu Konferensi Wilayah II Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah berlangsung adem-ayem saja. Tak ada kasak-kusuk pencalonan. Tak ada gerakan melobi peserta konferensi untuk mencari dukungan.

Konferensi yang berlangsug di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis-Jumat (14-15/5) lalu menetapkan Heru Harun Supriyanto secara aklamasi Sebagai pemimpin Pagar Nusa Jateng yang baru untuk periode 2015-2020. (Muhammad Ichwan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Aswaja, Warta Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 20 Juni 2015

Berkarakter Lewat “Kelas Program Layanan”

Segudang prestasi sudah akrab dengan MTs Negeri Sumber Bungur. Tiap pergantian tahun, ragam karya yang diganjar dengan penghargaan selalu menghiasinya. Rupanya, semua itu tidak lepas dari peran aktif serta kepedulian pengasuh pesantren.

Madrasah yang terletak di Desa/Kecamatan Pakong, Pamekasan itu tidak serta merta menjadi sebuah institusi besar yang memiliki kualitas mapan serta kemilau prestasi yang hingga kini terus melekatinya. Akan tetapi, ia merupakan sebuah lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang hingga akhirnya mengkristal.

MTsN Sumber Bungur mulanya berbibit dari pesantren yang terletak di Kampung Sumber Bungur, Pakong. Pesantren Sumber Bungur, namanya. Kendati demikian, Sumber Bungur bukanlah satu-satunya pesantren yang berada di wilayah Kecamatan Pakong.

Berkarakter Lewat “Kelas Program Layanan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkarakter Lewat “Kelas Program Layanan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkarakter Lewat “Kelas Program Layanan”

Pesantren Sumber Bungur sendiri berdiri pada 1921 yang dirintis oleh KH. Muhammad Khalil (w. 1950). Beliau masih memiliki hubungan famili dengan Pesantren Sumberanyar dan Banyuanyar Pamekasan.

Sepeninggal Kiai Khalil, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh saudaranya yang bernama KH. Abd Majid (w. 1957). Kemudian estafet kepemimpinan dinakhodai dua orang putranya: KH. Achmad Madani dan KH. Ali Makki. Keduanya pernah mengenyam pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Banyuanyar dan Buduran Sidoarjo.

Lembaga formal yang dikelola Pesantren Sumber Bungur, bermula dari kehadiran Madrasah Mu’allimin dan pada tahun 1968 berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah. Kemudian pada tahun 1972 sampai sekarang, lembaga pendidikan tersebut berubah status menjadi negeri yang secara otomatis pengelolaannya berada di bawah naungan Kementerian Agama.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam perkembangannya, MTsN Sumber Bungur banyak mengalami kemajuan dan peningkatan, baik dari bertambahnya siswa, lengkapnya fasilitas, maupun tambahan staf pengajar yang profesional di bidangnya. Bahkan, terdapat beberapa siswa dari luar Pamekasan bahkan dari luar Madura yang memang sengaja datang untuk menimba ilmu di dalamnya. Di antara siswa-siswa tersebut ada yang berasal dari Bali, Bandung, Sidoarjo, Surabaya, dan beberapa kota lainnya.

“Sebagai salah satu bukti konkretnya adalah prestasi yang telah dihasilkan dan kemampuan berkompetisi dalam keilmuan yang bersifat umum dan agama dengan sekolah-sekolah lain, terutama sekolah favorit di Kota Pamekasan. Alhamdulillah, kami bisa berkompetisi dan merengkuh prestasi,” terang Kepala MTs.N Sumber Bungur H Mohammad Holis.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Salah seorang guru senior MTsN Sumber Bungur A Syafiuddin menerangkan, banyaknya prestasi dan alumni yang sukses berkat profesionalitas dan kepedulian Pengasuh Pesantren Sumber Bungur. Dorongan kiai terhadap satu-satunya madrasah di Madura yang direkomendasikan Kemendikbud agar full menerapkan kurikulum 2013 itu, supaya terus meningkat, menjadi pemicu utama untuk terus berkarya.

“Pengasuh sangat menghargai prestasi murid. Misalnya ada murid kelas akhir yang berprestasi, beliau dorong untuk melanjutkan ke sekolah unggulan dan juga bertabur prestasi,” terang A Syafiuddin.

Saat ini, terdapat beberapa pretasi yang telah dicapai. Di antaranya di bidang inovasi kurikulum, pembelajaran dan layanan inovatif dengan pencanagan layanan PDCI (Peserta Didik Cerdas Istimewa), pencanangan penguatan kualitas SDM pendidik dan peserta didik, pencanangan kampung pendidikan Sumber Bungur, pencanangan kartu three fungsi (Kartu Pelajar, Kartu Perpus, dan ATM)

Sebagai sebuah madrasah yang peduli terhadap lingkungan, telah dibangun taman bunga di berbagai lokasi strategis di lingkungan madrasah untuk rencana strategis jangka menengah sebagai Madrasah Adiwiyata.

Selain pembangunan fisik dalam bentuk taman bunga, sebagai daya dukung Madrasah Adiwiyata, maka telah disusun pula kurikulum madrasah yang berwawasan Adiwiyata. Alhasil, MTsN Sumber Bungur tahun ini juara 1 madrasah peduli lingkungan tingkat kabupaten. Dan, sedang persiapan jadi delegasi Pamekasan dalam Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.

Prestasi lokal, regional, hingga tingkat internasional, nyaris tiap tahun jadi langganan MTsN Sumber Bungur. Di antaranya: sebanyak 13 siswa juara internasional dalam lomba yang diprakarsai UNSW Global Sidney-Australia, juara Singapore Mathematic Olympic, dan ragam prestasi lainnya.

Tampaknya, ke depan prestasi tersebut bakal kian melejit. Sebab, pengelolaan perpustakaan sebagai taman baca yang menjadi jendela dunia, makin maju saja. Untuk inventarisasi dan proses pelayanan, siswa dapat mengaksesnya lewat perpus.mtsnsumpa.sch.id.

Siswa? juga bisa mengakses dunia literasi tersebut lewat jaringan lokal. Sudah ada server yang ditata dengan baik. Siswa yang punya tabled, bisa langsung memanfaatkannya. Sedangkan siswa yang tidak punya tabled, sekolah menyediakan sementara 20 unit tabled.

Kilas Balik

Madrasah Tsanawiyah Negeri Sumber Bungur Pamekasan ini tidak serta merta menjadi sebuah institusi atau lembaga besar yang memiliki kualitas mapan dan meraih prestasi maksimal seperti sekarang ini. Akan tetapi ia adalah sebuah lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang hingga akhirnya menjadi sebuah lembaga bonafide.

MTsN Sumber Bungur pertama-tama berangkat dari sebuah Pondok Pesantren yang terletak di Kampung Sumber Bungur Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Kendatipun demikian, Pondok Pesantren Sumber Bungur bukanlah satu-satunya Pondok Pesantren yang berada di wilayah Kecamatan Pakong.

Pondok Pesantren Sumber Bungur berdiri pada tahun 1921 yang dirintis oleh K.H. Muhammad Khalil (w. 1950). Beliau masih memiliki hubungan famili dengan Pesantren Sumberanyar dan Banyuanyar. Sepeninggal Kiai Khalil, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh saudaranya yang bernama K.H. Abd Majid yang wafat pada tahun 1957. Kemudian pengasuh pesantren dilanjutkan oleh dua orang putranya, yaitu K.H. Achmad Madani dan K.H. Ali Makki. Keduanya pernah mengenyam pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Banyuanyar dan di Buduran Sidoarjo.

Pondok Pesantren Sumber Bungur memiliki kurang lebih 500 santri mukim yang terdiri dari santri putra dan santri putri. Adapun lembaga pendidikan formal yang mula-mula dikelola pada Pondok Pesantren ini adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (1989), Madrasah Ibtidaiyah (1936), Madrasah Tsanawiyah (1960), Madrasah Aliyah (1987).

Terkait dengan lembaga formal yang dikelola pada Pondok Pesantren Sumber Bungur ini, awal mula berdirinya Madrasah Tsanawiyah bernama Madrasah Mu’allimin dan pada tahun 1968 berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah. Kemudian pada tahun 1972 sampai sekarang, lembaga pendidikan ini berubah status menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri? yang secara otomatis pengelolaannya berada di bawah naungan Pemerintah (dulu Departemen Agama, sekarang Kementerian Agama).? ? Pada tahun 1990 melalui piagam yang ditanda tangangi oleh Menteri Agama, dan serah terimanya di Yogyakarta lembaga pendidikan ini menjadi Madrasah? MODEL.

Dalam perkembangannya, MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan banyak mengalami kemajuan dan peningkatan, baik dari bertambahnya siswa, lengkapnya fasilitas, maupun tambahan staf pengajar yang profesional di bidangnya. Bahkan terdapat beberapa siswa dari luar Pamekasan bahkan dari luar Madura yang memang sengaja datang (ke MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan ) untuk menimba ilmu. Di antara siswa-siswa tersebut ada yang berasal dari Bali, Bandung, Sidoarjo, Surabaya, dan beberapa kota lainnya.

Walaupun letaknya jauh dari Kota Pamekasan, yaitu sekitar 22 Km, akan tetapi eksistensi MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan yang memang salah satu lembaga pendidikan terpilih sebagai sekolah percontohan, tetap tidak terpengaruhi oleh letak geografis yang dapat dikatakan jauh dari perkotaan. Sebagai salah satu bukti konkritnya adalah bahwa prestasi yang telah dihasilkan dan kemampuannya berkompetisi dalam keilmuan yang bersifat umum dan agama dengan sekolah-sekolah lain, terutama sekolah favorit di Kota Pamekasan.

Kelas Program Layanan

MTs Negeri Sumber Bungur terus menawarkan ragam inovasi. Salah satunya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang memercayakan anaknya mengejam ilmu di MTs Negeri Sumber Bungur. Program tersebut, salah satunya berupa kelas program layanan. Terdapat tiga kelas layanan di tahun ini.

Pertama, Kelas Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI). Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) merupakan kelas program baru yang dimiliki oleh MTs Negeri Sumber Bungur. Kelas layanan ini merupakan bagian dari tuntutan perkembangan pendidikan yang semakin membutuhkan inovasi.

Kelas layanan ini diprioritaskan bagi siswa/siswi yang memiliki kelebihan dalam kemampuan menyerap materi pembelajaran, kelebihan kecepatan dalam belajar, sehingga harapannya siswa/siswi kelas layanan peserta didik cerdas istimewa mampu menyelesaikan masa study dalam rentang waktu 2 (dua) tahun.

Adapun dasar hukum pelaksanaan kelas Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) ini adalah: Permendikbud nomer 158 Tahun 2014 tentang teknis pelaksanaan sistem SKS; Permendikbud nomer 59 Tahun 2014; dan Juknis Dirjen Pendidikan Menengah Tahun 2015.

Merujuk dari dasar hukum yang ada, maka sistem layanan yang diberikan pada siswa kelas Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) adalah sistem ketuntasan SKS. Dengan model pemetaan materi essensial pada tiap mata pelajaran.

Adapun kurikulm yang diterapkan adalah kurikulum Differensiasi dan Eskalasi? yang berbasis kekhasan madrasah.

Kedua, Kelas Berprestasi Internasional. Kelas ini adalah sebagai jawaban dari pencanangan dan pelaksanaan dari MEA 2015 (Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015). sehingga kelas program ini perlu untuk diprogramkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait dengan hubungan internasional dan persaingan internasional yang semakin terbuka.

Kelas layanan ini menggunakan Kurikulum Madrasah 2013 yang berdiferensiasi dan eskalasi dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai? pengantar dalam pembelajaran, dengan masa tempuh studi 3 (tiga) tahun.

Target yang ingin dicapai dari kelas ini adalah terbentuknya siswa-siswi berkaraktrer islami yang mampu? berbahasa inggris dan bahasa arab secara aktif dan pasif untuk menghadapi perkembangan internasional. Selain itu, target yang diharapkan dicapai adalah siswa/siswi kelas layanan ini adalah mampu mempertahankan dan meningkatkan tradisi madrasah meraih prestasi ditingkat internasional.

Ketiga, Kelas Mata Pelajaran. Kelas ini adalah sebuah bentuk layanan terhadap kebutuhan masyarakat dan peserta didik yang memiliki kemampuan dan minat tertentu dalam bidang mata pelajaran tertentu. Sehingga MTsN Sumber Bungur membuat strategi yang bersifat mengakomodir kemampuan dan minat peserta didik.

Kelas mata pelajaran ini menggunakan, Kurikulum Madrasah 2013? dan Kurikulum Pengembangan sesuai karakteristik kelas mata pelajaran masing-masing.

Output yang diharapkan dari kelas ini adalah terbentuknya siswa-siswi berkarakter islami yang memiliki kemampuan sesuai bakat dan minatnya, sehingga memiliki nilai guna dalam penerapannya dilingkungan masyarakat. (Hairul Anam/Anam)

Foto: Siswa-siswi MTs Negeri Sumber Bungur juga dididik untuk peduli terhadap pendidikan lingkungan hidup.

? . Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri, Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 12 Juni 2015

Para Kiai di Pacitan Deklarasikan Gerakan Antikorupsi

Pacitan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sejumlah kiai dan aktivis Nahdlatul Ulama sekabupaten Pacitan menghadiri halaqah alim ulama “Membangun Gerakan Pesantren Anti Korupsi” di aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Selasa (8/9) siang. Mereka menyatakan antikorupsi sebagai sebuah gerakan.

Pada acara lanjutan dari pertemuan antikorupsi sebelumnya di Yogyakarta, akhir juli lalu, tampak hadir sebagai narasumber Pengasuh Pondok Tremas yang juga Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, Kemitraan Indonesia Iwan Mistohizaman, Ketua KPU Pacitan Damhudi, dan Akademisi STKIP PGRI Pacitan Mukodi.

Para Kiai di Pacitan Deklarasikan Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai di Pacitan Deklarasikan Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai di Pacitan Deklarasikan Gerakan Antikorupsi

Kiai Luqman dalam sambutanya berharap para kiai dan aktivis pesantren khususnya di pacitan agar berada di barisan terdepan dalam mencegah dan memerangi segala bentuk kejahatan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kita harus punya semangat antikorupsi. Ini harus dilakukan. Siapa lagi yang akan membentengi korupsi kalau bukan kita," demikian kata Katib Syuriyah PBNU itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tindakan korupsi, menurut kiai Luqman, bisa juga dilakukan oleh mereka yang mengerti agama. Ia mencontohkan beberapa kasus korupsi di Indonesia yang ditangani oleh KPK ternyata dilakukan oleh pejabat publik yang notabene mengerti soal agama.

Lebih lanjut kiai Lukman menjelaskan, Kementerian Agama telah mengesahkan Peraturan Menteri Agama nomor 13 dan 18 tahun 2014 ? tentang satuan pendidikan keagamaan dan satuan pendidikan mu’adalah. Melalui peraturan ini pemerintah nanti akan memberikan perhatian pada pesantren melalui fasilitas dan anggaran. Konsekuensinya, pesantren penerima anggaran harus dapat mendayagunakan dan mempertanggungjawabkannya dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan.

"Dalam mengelola bantuan harus benar benar jujur, transparan dan tidak korupsi. Ini tantangan pesantren ke depan," demikian harapnya.

Halaqah ini diakhiri dengan pernyataan sikap sebagai komitmen bersama menolak tindak korupsi dan pencucian uang serta mendukung pemerintah menindak tegas para koruptor.

Forum ini terselenggara berkat inisiatif Jaringan Gus Durian, Kemitraan Indonesia dan Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 23 Mei 2015

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Tanggal 21 Oktober 2016 menjadi hari yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, Shalawat Nariyah akan dibacakan secara kolosal mulai dari Sabang sampai Merauke. Pembacaan Shalawat Nariyah tersebut akan serentak dilaksanakan pukul 19.00 Wib.

Saat dikonfimasi, Sekjen HA Helmy Faishal Zaini menjelaskan bahwa PBNU berinisiatif untuk menghelat hajatan besar ini guna ingin mengharap berkah dari pembacaan Shalawat Nariyah. Lebih jauh pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa di tengah kondisi yang silang sengkarut dan ancaman krisis yang di depan mata seperti saat ini, potensi konflik horizontal sangat besar. Oleh karena itu, PBNU berinisiatif untuk menghelat pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah untuk keselamatan bangsa.

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen: Malam ini Indonesia Akan Diguyur 1 Miliar Shalawat Nariyah

“Kondisi yang serba susah seperti saat ini, menurut hemat kami, akan semakin memicu masyarakat untuk bertindak emosional. Ekonomi yang sulit, sangat mungkin memicu masyarakat untuk berbuat tindakan emosial bahkan irasional. Maka dari itu 1 Miliar Sholawat Nariah ini kami maksudkan terutama untuk mengharapkan keberkahan dan semoga bangsa Indonesia bias selamat dari segala macam bentuk ancaman dan pertikaian,” jelas Helmy. (Fariz Alniezar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Meme Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 10 Mei 2015

Soal Peralihan Kepemimpinan, PBNU Akan Rapat

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Terkait dengan wafatnya Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, organisasi NU tetap menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya. Soal peralihan kepemimpinan, pihaknya akan menggelar musyawarah.

Soal Peralihan Kepemimpinan, PBNU Akan Rapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Peralihan Kepemimpinan, PBNU Akan Rapat (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Peralihan Kepemimpinan, PBNU Akan Rapat

“Secara otomatis, maka wakil rais aam (KH A Mustofa Bisri) akan mengganti atau menempati posisi rais aam. Nah, untuk memperkuat itu, maka akan kita rapatkan dan dituangkan dalam sebuah keputusan organisasi, termasuk siapa yang akan menempati posisi wakil rais aam,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/1).

Kang Said, sapaan akrabnya, mengaku sangat kehilangan tokoh besar NU yang menjadi panutan dalam berorganisasi. Menurut dia, Kiai Sahal termasuk pemimpin yang konsisten menjunjung tinggi khittah NU.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kang Said menambahkan, sebagai rais aam, Kiai Sahal dinilai sangat aktif dalam menjalankan organisasi, termasuk dalam mengikuti forum-forum penting PBNU. “Tiap rapat selalu datang, bahkan sampai selesai,” tuturnya.

Sepeninggal Kiai Sahal PBNU akan terus aktif sembari mempersiapkan penggantinya. “Tapi bagaimanapun juga, kehilangan seorang yang allamah, yang berwibawa yang bersih,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Foto: Rais Aam PBNU alm KH MA Sahal Mahfudh saat memimpin rapat bersama Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama, Nusantara Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 23 April 2015

Disayangkan, Perjuangan NU Hilang Dalam Sejarah

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Peran Nahdlatul Ulama sebelum dan sesudah kemerdekaan sesungguhnya sangat besar baik dalam skala nasional maupun regional dalam hal ini Pekalongan, akan tetapi sebagaimana yang dicatat dalam sejarah perjuangan bangsa, tak satupun yang dilakukan NU tercatat dengan baik, meski hal itu bukan tujuan NU.

Demikian ditegaskan H Asif Qolbihi, ketua DPRD Kabupaten Pekalongan yang bertindak sebagai keynote addres pada acara "Napak tilas kebangkitan dan kemimpinan NU Kabupaten Pekalongan" yang berlangsung di Gedung PCNU setempat Jumat (25/1).

Disayangkan, Perjuangan NU Hilang Dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Disayangkan, Perjuangan NU Hilang Dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Disayangkan, Perjuangan NU Hilang Dalam Sejarah

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pra konferensi cabang NU Kabupaten Pekalongan sebagai upaya untuk mendokumentasikan paparan dan bukti bukti sejarah yang muncul baik yang disampaikan oleh pelaku sejarah maupun pemerhati dengan bukti bukti yang dimiliki saat ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Asif, salah satu bukti bahwa Nahdlatul Ulama Pekalongan telah berdiri sebelum kemerdekaan ialah ditunjuknya Pekalongan menjadi salah satu tempat muktamar NU sebanyak 2 kali sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal ini bukan kebetulan, akan tetapi sebagai bentuk pengakuan, dimana NU Pekalongan memiliki andil yang cukup besar terhadap berkembangnya Nahdlatul Ulama hingga seperti sekarang ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Saat ini sedang kami lakukan merunut kembali sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama sebelum dan sesudah kemerdekaan di Pekalongan berdasarkan bukti bukti sejarah yang ada, dan kini sedang dalam proses yang dilakukan oleh tim," ujarnya.

Salah satu dokumen sejarah NU ialah dalam pertempuran 3 Oktober 1945, para tokoh ulama NU terlibat aktif mengusir penjajah, akan tetapi anehnya, tak satupun para tokoh NU yang terlibat dalam pertempuran itu tercatat dalam sejarah pertempuran 3 Oktober 1945.

Dikataan Asif, jika NU tidak berupaya meluruskan kembali sejarah yang bengkok, dikawatirkan kepada generasi muda NU tidak bisa membaca secara jelas fakta fakta sejarah yang telah dilakukan NU yang nampaknya memang disengaja dihilangkan, agar NU tidak dianggap ikut berjuang dan mempertahankan kemerdekaan RI.

Jika NU Pekalongan sebelum tahun 1962 masih menjadi satu wilayah dengan Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, maka setelah Muktamar ke 19 yang berlangsung di Palembang, NU Pekalongan dipecah menjadi 3 wilayah mengikuti wilayah administrasi, yakni berubah menjadi NU Kabupaten Batang, NU Kabupaten Pekalongan dan NU Kota Pekalongan.

Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH Muslih Khudlori mengatakan, acara menapak tilas perjuangan NU menjadi sangat penting dilakukan dan penting diketahui oleh generasi muda NU. Pasalnya, jangan sampai anak anak muda NU tidak tahu sejarah perjuangan NU khususnya di Kabupaten Pekalongan.

Dengan kegiata ini, harap KH Muslih yang masih diharapkan memimpin NU Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun ke depan ini, dapat dilacak kembali kesejarahan NU di Kabupaten Pekalongan termasuk mengembalikan nama nama jalan yang dahulu pernah diberi nama nama pejuang NU dan sekarang hilang entah kemana. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz PKL

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Olahraga, Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 16 April 2015

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran

Pada masa lebaran masyarakat biasa mengunjungi sesamanya. Mereka melakukan ramah-tamah satu sama lain. Mereka juga saling berjabat tangan sebagai tanda kelapangan dada mereka untuk menerima kekurangan sesama. Malah sebagian orang mencium bolak-balik tangan kiai.

Islam menganjurkan umatnya untuk mencium tangan orang-orang saleh, orang berilmu, dan tentu saja orang tua. Mereka semua itu adalah orang-orang mulia di hadapan Allah SWT.

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Artinya, “Dianjurkan mengecup tangan orang lain karena kesalehannya dari aspek keagamaan seperti karena ilmu agamanya, kezuhudannya. Dan makruh mencium tangan orang kaya atau faktor duniawi lainnya seperti kekuasaannya atau jabatannya.

Kita juga dianjurkan berdiri untuk menghormati orang-orang berakhlak mulia atau memiliki keutamaan lainnya secara agama, tanpa niat riya atau niat mengagungkannya,” (Lihat Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, juz 3, halaman 305).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kalau kepada orang tua yang membesarkan raga kita dianjurkan untuk mencium tangan, apalagi terhadap para kiai, guru agama, dan orang-orang saleh yang mendidik akhlak kita kepada Allah dan makhluk-Nya. Para kiai adalah pembimbing rohani. Hal ini disinggung oleh Syekh Rasyidi dalam Syarah Sittin Masalah-nya Syekh Ramli dalam dua larik berikut ini.

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

Artinya, “Dialah pembimbing rohani # rohani adalah mutiara

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Dialah pembimbing jasmani # jasmani layaknya cangkang kerang.”

Mencium tangan para kiai dan orang-orang saleh dianjurkan kapan saja, terlebih di masa lebaran seperti ini. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Amalan, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 29 Maret 2015

Ulama Yordania Ini Belajar Praktik Madzhab Syafi’i di Indonesia

Brebes, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kegiatan Haflah Akhirussanah dan Haul ke-27 KH M Anwar Mukhtar, Selasa (9/6) mendapat apresiasi dari Habib Musthofa Assegaf. Dia mengaku beberapa kali nyantri di Pesantren Al-Anwar untuk memperdalam ilmu agama selain di Kudus dan Pandeglang. Habib yang masih berusia muda itu mengaku sudah tujuh tahun ini meninggalkan negerinya, Yordania untuk memperdalam praktik madzhab Syafi’i di Indonesia. 

Ulama Yordania Ini Belajar Praktik Madzhab Syafi’i di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Yordania Ini Belajar Praktik Madzhab Syafi’i di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Yordania Ini Belajar Praktik Madzhab Syafi’i di Indonesia

"Di Yordania, mayoritas menganut Hanafiyah saya tengah talim dan para ulama di Indonesia bagaimana praktik madzhab Syafi’iyah yang ternyata lebih terperinci dan detail. Saya terkesan dengan ukhuwah Islamiyah di Indonesia yang terjaga dengan baik, guyub rukun dan menjaga ketimuran. Islam seperti ini tidak ada di negara lain," ujarnya. 

Hadir pula Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Habib Muhdor Assegaf (Tegal), dan Habib Husen Al-Athas menjadi tamu agung bagi keluarga Pesantren Al-Anwar Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah sebagai lokasi kegiatan.

Pengasuh Pesantren Al-Anwar, KH Miftahussurur mengatakan, kegiatan haflah akhirussanah dan haul pendiri ponpes tersebut menjadi peringatan setiap tahun. Selama dua hari, kegiatan tersebut terangkai dalam berbagai acara. Diantaranya, khatmil quran dan ratiban, ziarah, pembacaan manaqib Abdul Qadir Jailani, kerjabakti serta mudarasah dan muhafazhah. Kegiatan tersebut tidak saja melibatkan santri, tapi juga alumni dan jamaah majelis bersama warga sekitar. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara Habib Abu Bakar Assegaf dalam taushiyahnya menerangkan, manusia modern akhir-akhir ini banyak yang mengalami kekosongan jiwa karena sunyi dari mengingat Allah (dzikir) serta meremehkan shalawat kepada Nabi. Padahal, banyak nash dalil yang menunjukan keutamaan dzikir kepada Allah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.  

"Insyaallah tidak akan sia-sia, kita mengagungkan Allah dengan berdzikir di majelis-majelis. Kita tidak melihatnya bahwa di tiap majelis malaikat selalu turun dan akan menjadi saksi kita kelak, semoga kita digolongkan menjadi orang yang mendapat ampunan dan syafa’at Nabi Muhammad SAW," katanya. (Wasdiun/Fathoni) 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Anti Hoax, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 27 Maret 2015

KH Moh Tolhah Mansoer, Ahli Hukum Tata Negara Pertama

Oleh Muhtar Said

Prof KH Mohammad Tolhah Mansoer (akrab dipanggil dengan nama Tolhah) lebih dikenal sebagai seorang Kyai dan penggerak daripada seorang aktor intelektual dalam bidang hukum tatanegara. Padahal beberapa karya dan pemikirannya telah mampu memberikan sumbangsih terhadap perkembangan ilmu hukum tatanegara di Indonesia.

KH Moh Tolhah Mansoer, Ahli Hukum Tata Negara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Moh Tolhah Mansoer, Ahli Hukum Tata Negara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Moh Tolhah Mansoer, Ahli Hukum Tata Negara Pertama

Pada tahun 1969 dibawah bimbingan Prof. Abdul Gaffar Pringgodigdo, Tolhah mampu merampungkan disertasinya yang berjudul “Pembahasan Beberapa Aspek tentang Kekuasaan-kekuasaan Eksekutif dan Legislatif Negara Indonesia”. Disertasinya diselesaikan melalui kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Bagi Tolhah, kekuasaan eksekutif dan legislatif perlu dibedakan, kedua jenis kekuasaan tersebut tidak bisa dicampuradukan ranah kerjanya. Hal ini diperlukan supaya model check and balance diantara keduanya terjaga. Kedua ranah kekuasaan tersebut harus mempunyai pekerjaan yang berbeda.

Untuk menjaga agar dua wilayah kekuasaan itu maka, dibutuhkan Balance of Power supaya tidak ada ketimpangan diantara keduanya. Ketika kedua lembaga kekuasaan tersebut mempunyai kekuatan yang berimbang maka tidak akan ada yang seenaknya memonopoli kebijakan.

Tholhah menyadari betul arti pentingnya balance of power, sehingga pemikirannya itu ia catat dalam karyanya. Melihat itu semua maka, tidak heran jika isi disertasi Tolhah tentang gambaran ideal mengenai ranah kerja eksekutif dan legislatif. Bisa jadi, apabila penemuan-penemuan Tolhah yang tercantum dalam disertasinya itu diterapkan kedalam sistem ketatanegaraan di Indonesia, memungkinkan bisa menjadi pedoman bagi Indonesia menuju good govenernance.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Karya Tolhah menjadi istimewa lagi, karena pada waktu yang bersamaan muncul gelombang liberalisasi politik, ekonomi, dan kebudayaan di seluruh dunia (Jimly Asshiddiqie, 2006 :65). Sehingga Tolhah “ditantang” untuk memberikan karya otentik yang bercirikhas budaya Indonesia, bukan malah menjadi agen dari paham liberal yang mudah diterima oleh banyak kalangan cendekiawan di bumi nusantara ini.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sebagai orang yang lahir dari kalangan santri, Tolhah juga tidak menginginkan adanya faham liberal yang menguasasi sendi-sendi sistem ketatanegaraan Indonesia. Namun, Tolhah sendiri juga tidak menginginkan adanya sistem totalitarian menguasai Indonesia. Dalam hal mencermati fenomena ini, Tolhah menggunakan cara-cara Nahdlatul Ulama (NU) yakni menggunakan cara pandang tawasuth, berpikiran tengah-tengah atau moderat dalam menyikapi sesuatu.?

Ahli Hukum Tata Negara Pasca Proklamasi

Cara pandang moderat ini digunakan oleh Tolhah ketika mengkaji sistem pemerintahan di Indonesia. Pada tahun 60-an sistem pemerintahan Indonesia terdapat ketidakjelasan pemisahan kekuasaan antara legislatif dan eksekutif. Pada masa ini, eksekutif lebih berkuasa daripada legislatif, sehingga eksekutif bisa dengan mudahnya mengontrol tugas dan wewenang legislatif.

Wilayah eksekutif menjadi lebih istimewa daripada legislatif itu tidak bisa dipungkiri pada waktu orde lama dan orde baru berkuasa, karena pada waktu itu pemerintah menganut faham negara integral, kekuasaan terpusat. Keistimewaan ini terjadi dibanyak hal, termasuk dalam ranah “pendapatan”. Mahbub Junaidi seorang intelektual muda saat itu pernah menyindir melalui tulisannya yang berjudul “Demokrasi: Martabat dan Ongkosnya”. Tulisan ini menceritakan tentang lemahnya organ legislatif di Indonesia.?

Tolhah merupakan ahli hukum tatanegara yang berani menyuarakan adanya ketidakberesan sistem tatanegara Indonesia. Dalam hal menyuarakannya, Tolhah lebih memilih melalui jalur akademik, salah satunya melalui karya disertasinya yang berjudul “Pembahasan Beberapa Aspek tentang Kekuasaan-kekuasaan Eksekutif dan Legislatif Negara Indonesia”.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, disertasi Tolhah itu lahir di tengah-tengah gelombang liberalisasi politik dan otoritarianisme eksekutif yang “menyelimuiti” wajah sistem pemerintahan di Indonesia memberikan daya tarik tersendiri bagai para kalangan akademisi hukum tatanegara masa kini, karena dirasa mampu menjaga orisinalitas pemikiran, tidak condong mengikuti arus yang digelontorkan oleh bangsa barat ke Indonesia, juga tidak menjadi legitimasi akademik bagi pemerintahan otoriter pada waktu itu.

Keunikan karya yang dibuat oleh Tolhah tersebut mampu menjadi daya tarik bagi ahli hukum tatanegara saat ini untuk merujuknya. Jimly Asshiddiqie dan Mahfud merupakan tokoh atau ahli hukum tata negara kekinian yang sering merujuk karya Tolhah.

Pemikiran Tholhah dalam sistem ketatanegaraan ini, seolah-olah menjadi jembatan antara ilmu tatanegara sebelum prokalamasi dengan perkembangan ilmu tatanegara pasca proklamasi. Hal itu bisa terjadi karena karyanya lahir di tengah-tengah peralihan pemerintahan orde lama ke pemerintahan orde baru.

Soepomo dan Muhammad Yamin Ahli apa?

Tholhah bersama Ismail Suny (Fakultas Hukum Universitas Indonesia) merupakan generasi awal munculnya ahli hukum (murni) tatanegara di Indonesia semenjak proklamasi dikumandangkan. Sebelum Ismail Suny dan Tolhah, Indonesia belum pernah mempunyai sosok ahli hukum yang memang murni bergerak dalam hukum tatanegara.?

Bisa jadi gelar tersebut (ahli hukum tatanegara murni) dianggap berlebihan, karena sebelum era Tolhah dan Ismail Suny sudah ada orang-orang yang mempunyai peran (lebih daripada Tolhah dan Ismail Suny) dalam membangun sistem negara Indonesia, yakni Soepomo dan Muhammad Yamin.

Tidak bermaksud merendahkan Soepomo dan Muhammad Yamin, kedua punggawa ini merupakan ahli hukum tatanegara yang dilahirkan bukan dari rezim ilmu hukum tatanegara. Soepomo merupakan ahli hukum yang lahir dari rezim ilmu hukum adat. Soepomo ditasbihkan sebagai ahli hukum tatanegara, karena ada unsur “keterpaksaan”. Pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), Soekarno tidak mempunyai ahli hukum lain yang mampu membuat draff Undang-Undang Dasar (UUD) kecuali Soepomo. Demi percepatan, maka dengan isidental Soekarno menyuruh Soepomo untuk membuat UUD. Dari peristiwa ini jadilah nama Soepomo dikenang sebagai penata sistem ketatanegaraan Indonesia, sehingga banyak kalangan yang melabelinya sebagai ahli hukum tatanegara juga.

Sedangkan Muhammad Yamin mempunyai cerita lain. Tidak bisa dipungkiri peran Yamin dalam menata sistem pemerintahan republik Indonesia sangat terasa, terutama dalam hal merumuskan sistem unitaris di Pemerintahan Indonesia. Adanya pemerintahan pusat sampai dengan pemerintahan daerah tidak bisa dilepaskan dari usulannya. Meskipun demikian, sistem-sistem tersebut bukanlah murni dari dirinya sendiri.

Di dalam karyanya Yamin yang berjudul “Sapta Parwa”, dirinya lebih banyak menceritakan sistem pemerintahan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Bagi Yamin, sistem pemerintahan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya itu akan cocok diterapkan sebagai sistem pemerintahan. Jadi, pemikiran Yamin berisikan anjuran untuk meniru, meskipun ada beberapa inovasi yang telah dibuat oleh Yamin. ?

Dari sinilah kemudian banyak orang yang menyebut Yamin sebagai ahli sejarah, bukan hanya itu saja, Yamin juga dijuluki sebagai ahli bahasa, karena peranannya dalam menata bahasa Indonesia. Kedua gelar ini mampu menyisihkan pemikiran ketatanegaraan yang dimiliki oleh Yamin.

Supaya tidak terkesan membandingkan pemikiran Tolhah dengan Soepomo dan Yamin maka, penulis memberikan gelar kepada Tolhah sebagai ahli hukum tatanegara pasca proklamasi. Sedangkan Soepomo dan Yamin merupakan tokoh hukum yang lahir sebelum Proklamasi.***

Penulis adalah Alumni Ponpes Al-Barokah, Penggaron Kidul, Semarang; Dosen Ilmu Hukum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru News Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 17 Maret 2015

Pemberian Your Leader Award Bagi Para Calon Pemimpin

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Penyelenggaraan Global Peace Festival yang diselenggarakan di Jakarta 15-17 Oktober mendatang salah satunya mengagendakan pemberian Young Leader Award bagi para calon pemimpin di masa depan.

Salah satu kriteria yang diberikan adalah mampu menggerakkan komunitasnya dalam puncak kampanye perdamaian yang diselenggarakan di Gelora Bung Korno, Ahad, 17 Oktober mendatang.

Pemberian Your Leader Award Bagi Para Calon Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberian Your Leader Award Bagi Para Calon Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberian Your Leader Award Bagi Para Calon Pemimpin

“Award ini tidak diberikan karena anda telah berprestasi, tetapi sebagai stimulus dalam mengembangkan apa yang sudah dilakukan. Mari kita buktikan bahwa perhatian pemuda Indonesia, pelajar Indonesia terhadap cita-cita perdamaian terwujud,” kata Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf ketika memberikan pengarahan pada para mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan ini di Jakarta, Selasa (5/10).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menegaskan, upaya menciptakan perdamaian ini merupakan upaya kemanusiaan. Manusia dilahirkan dengan berbagai perbedaan, agama, etnis, kebangsaan dan lainnya, tetapi semuanya harus mendorong perbedaan bukan untuk menciptakan konflik.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bukan hanya melulu wacana saja, kampanye perdamaian ini juga melalui tindakan kongkrit dengan memberikan sumbangan dalam kotak-kotak yang nantinya menjadi tiket untuk masuk dalam Gelora Bung Karno yang nantinya diberikan kepada orang yang akan membutuhkan.

“Kebhinekaan untuk perdamaian dan perdamaian tidak bsa tercipta jika masih terjadi ketidakadilan, ada yang mendominasi dan didominasi. Membangun masyarakat yang baik adalah membantu mereka yang membutuhkan,” katanya. 

Indonesia saat ini masih menghadapi problema kemiskinan yang sangat besar. Ia berharap agar Indonesia menghasilkan para pemimpin muda yang memahami problema kebangsaan, yang mampu menggerakkan lingkungannya untuk memecahkan problem secara kongkrit, tidak sekedar berteriak-teriak saja.

Mantan anggota DPR RI ini mengaku prihatin dengan cara-cara demonstrasi saat ini yang penuh dengan nuansa kekerasan seperti membakar ban, merusak pagar atau bentrok dengan aparat keamanan, padahal demonstrasi seharusnya menunjukkan aspirasi dengan cara-cara yang santun. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tegal, Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 16 Maret 2015

NU Belanda Dakwah untuk Komunitas Muslim di Italia

Milan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Karena ketidaktahuan, suatu kali pernah ada seorang Muslim asal Indonesia dimakamkan dengan cara Nasrani sebagaimana mayoritas penduduk di Milan, Italia. Atas dasar ini Komunitas Islam Muslim Indonesia Milano (KMIM) pun dibentuk.?

KMIM yang diresmikan pada 17 Juli 2016 menjadi wadah memperdalam pengetahuan agama dan ajang silaturahim masyarakat Muslim Indonesia di Italia.

NU Belanda Dakwah untuk Komunitas Muslim di Italia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Belanda Dakwah untuk Komunitas Muslim di Italia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Belanda Dakwah untuk Komunitas Muslim di Italia

Menurut Ahmad Basshofi Habieb, salah satu pengurus KMIM, anggota pengajian terdiri dari ekspatriat Indonesia dan mahasiswa Muslim Indonesia yang tinggal di Milan dan beberapa kota lain di Italia.

KMIM pada awal april 2017 ini memutuskan untuk mengundang perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda untuk memberikan ceramah di Milan, Italia pascagelaran Konferensi Internasional Islam Nusantara di Amsterdam dan Den Haag akhir Maret lalu.?

Wakil Ketua PCINU Belanda Ustadz Syahril Siddiq yang membidangi pengembangan riset, kajian, pengembangan sumber daya manusia, sistem kaderisasi dan konsolidasi eksternal hadir dan menyampaikan ceramahnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mengusung "Tema Takwa dan Solidaritas Kemanusiaan", Syahril menyampaikan dasar-dasar ketaqwaan yaitu iman, islam dan ihsan dan hubungannya dengan persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah islamiyah), sesama warga negara (ukhuwah wathaniyyah), dan sesama manusia (ukhuwah basyariyyah).

Hidup dalam masyarakat baru, katanya, pasti akan menemui tradisi-tradisi baru yang berbeda dengan tradisi-tradisi di negara asal. Dengan demikian, tradisi-tradisi negara asal yang baik harus dipertahankan. Jika ada tradisi-tradisi baru dimana kita tinggal sekarang, maka harus diambil selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. “Ini sesuai dengan prinsip al-muhafadhatu ‘alal al-qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah,” ujar Syahril.

Ia menegaskan, sebagai Muslim terutama yang hidup sebagai minoritas harus berpegang teguh pada ajaran Islam walaupun tantangan muncul dalam kehidupan sehari-hari.?

Selain itu, diaspora Muslim Indonesia merupakan peluang dakwah kepada masyarakat Italia bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang (rahmatan lil ‘alamin) sehingga bisa menghapus stigma negatif yang dipropagandakan oleh media-media di Barat. “Oleh karena itu, Muslim Indonesia di Milan harus menjunjung tinggi toleransi dan hormat menghormati dengan pemeluk agama lain agar mereka dihormati juga sebagai Muslim,” tutur kandidat doktor di Leiden University ini.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut KMIM, Islam adalah agama kedua terbesar setelah Katolik di kota Milan. Selain diaspora muslim Indonesia, di Milan terdapat beberapa masjid yang dikelola oleh komunitas Turki dan Maroko. (Red: Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 01 Maret 2015

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara

Ambon, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Arkeolog Wuri Handoko menilai Kerajaan Loloda di wilayah Maluku Utara kurang dikenal karena sedikitnya catatan dan referensi sejarah kerajaan kuno di Maluku Utara itu.

"Karya-karya tulis mengenai perjalanan sejarah Loloda sejauh ini masih sangat sulit ditemukan, karena itu Loloda tidak banyak diketahui dan jarang disebutkan," katanya di Ambon, Selasa (25/7).

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara

Ahli kepurbakalaan Islam dari Balai Arkeologi Maluku itu mengatakan Kerajaan Loloda adalah salah satu wilayah yang menjadi bagian dari kepulauan rempah-rempah, yang terletak di sebuah tanjung di Pulau Halmahera bagian barat dan bagian utara.

Dalam banyak referensi yang tersebar dan terpisah-pisah, Kerajaan Loloda kurang diketahui dibandingkan dengan empat kerajaan utama lainnya di Maluku Utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan (Makian) dan Jailolo (Moti).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Oleh beberapa sumber, menurut dia, Loloda dianggap kerajaan yang sudah didirikan sejak abad ke-13 sebagai bekas kerajaan pertama, tertua serta terbesar di kawasan laut dan kepulauan Maluku bagian utara.

Beberapa sumber asing dan lokal yang keberadaannya sudah sangat langka, dikemukakannya menyebutkan setelah abad ke-17 kerajaan itu sudah hilang, sehingga sudah sangat jarang disebut-sebut dalam banyak referensi sejarah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam buku yang ditulis Leonard Y. Andaya pada 1993 tercatat bahwa pada masa lalu Kerajaan Loloda adalah sebuah wilayah yang cukup kuat dan mengakui kekuasaan Ternate sebagai wilayah pusat, sehingga Loloda adalah wilayah taklukan atau wilayah vassal dari Ternate.

Antonio Galvao, tentara yang yang pernah menjadi Gubernur Portugis di Maluku, dalam sebuah catatannya menuliskan bahwa Loloda adalah sebuah desa kecil yang kacau, dan masa lalunya hanya tinggal kenangan.

Pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1686 menyebut Loloda sebagai desa yang terletak di tepi sungai dengan air payau. Loloda merupakan kampung muslim, disitu raja dan ibunya tinggal dan lima desa Alifuru yang terletak di pedalaman.

Meskipun pernah dikenal sebagai kerajaan Islam, namun tidak terkonfigurasi ke dalam Motir Staten Verbond (persekutuan raja-raja Maluku) pada 1322-1343, dan Loloda juga tidak pernah terdengar sebagai kerajaan Islam dengan raja yang bergelar sultan.

Tahun 1908 terjadi perang Loloda yang berakibat pada kekalahan yang diderita oleh masyarakat Loloda. Kerajaan yang terletak di tepi Sungai Soasio atau sering dikenal juga Sungai Loloda kemudian ditinggalkan kosong begitu saja oleh penduduknya.

Mereka pindah dan menyebar menempati tempat-tempat baru, baik di sepanjang pesisir Pantai Loloda utara ataupun Loloda kepulauan.

"Tampaknya dalam berbagai penulisan sejarah Loloda memang banyak diabaikan. Kerajaan ini dianggap hilang tak berbekas sekitar tahun 1900-an akibat kalah bersaing dengan pihak kolonial," ucap Wuri.

Menurut dia, Loloda secara mitologis dan geohistoris adalah bagian dari kehadiran atau kemunculan raja dan kerajaan-kerajaan awal di Maluku.

Loloda memiliki luas wilayah yang mencakup hampir separuh Kepulauan Halmahera, bahkan bisa dikatakan seluruh pulau itu dahulunya adalah bagian dari miliknya, tetapi sejarah tentang itu sejauh ini masih sangat sulit ditemukan.

"Banyak ungkapan yang kemudian muncul mengenai Loloda sejauh ini, diindikasikan sebagai kata atau konsep yang terabaikan, tersingkirkan, hilang, dan terlupakan dalam sejarah Lokal Maluku Utara dan sejarah nasional Indonesia," ucapnya.

Berdasarkan letak geografisnya saat ini, Loloda berada di Pulau Halmahera di bagian utara dan Barat, yang secara umum terbagi menjadi Loloda Utara di Halmahera Utara dan Loloda Selatan di Halmahera Barat.

Tipologi geografis Loloda terdiri dari Loloda daratan, Loloda kepulauan, Loloda teluk, dan Loloda pegunungan.

Wilayah kerajaan Loloda, kata Wuri lagi, diperkirakan adalah wilayah Kecamatan Loloda di Kabupaten Halmahera Barat, Kecamatan Loloda Utara dan Loloda Kepulauan yang termasuk wilayah administratif Kabupaten Halmahera Utara.

"Banyak ungkapan yang kemudian muncul mengenai Loloda sejauh ini, diindikasikan sebagai kata atau konsep yang terabaikan, tersingkirkan, hilang, dan terlupakan dalam sejarah Lokal Maluku Utara dan sejarah nasional Indonesia," ujar Wuri Handoko. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ubudiyah, Pesantren, Olahraga Ustadz Felix Siauw Terbaru