Kamis, 29 Juni 2017

Ratusan Kader Ansor Pamekasan Ikuti Diklatsar Banser

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Raturan kader Gerakan Pemuda Ansor berkumpul di Pesantren Sekar Anyar, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Kamis (22/12). Mereka sedang mengikuti Diklatsar Banser IX hingga Ahad (25/12) mendatang.

Ketua panitia Mahrus Miyanto mengungkapkan, peserta merupakan perwakilan dari 13 Pimpinan Anak Cabang GP Ansor di Kabupaten Pamekasan. Selama 4 hari, mereka akan digembleng tentang kedisiplinan, keagamaan, dan yang berkaitan dengan sosial-kemasyarakatan, serta materi lainnya.

Ratusan Kader Ansor Pamekasan Ikuti Diklatsar Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Kader Ansor Pamekasan Ikuti Diklatsar Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Kader Ansor Pamekasan Ikuti Diklatsar Banser

"Selain dari PAC GP Ansor, mereka juga ada yang utusan MWCNU dan pesantren-pesantren di Kabupaten Pamekasan," tegas Mahrus yang kini juga mengemban amanah sebagai Ketua Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang GP Ansor Fathorrahman menegaskan, selama kepemimpinannya, GP Ansor akan difokuskan pada kaderisasi dan konsolidasi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Makanya selama saya memimpin PC GP Ansor Pamekasan, nyaris tidak pernah mengadakan kegiatan yang bersifat seremonial. Kami fokus pada PKD, Diklatsar, turba, dan seterusnya," ujar Dosen Universitas Madura tersebut.

Pihaknya menginstruksikan kepada segenap peserta untuk betul-betul serius dalam menjalani Diklatsar Banser. Sebab, merekalah yang akan meneruskan estafet kepengurusan di tubuh Banser Kabupaten Pamekasan. (Hairul Anam/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Meme Islam, Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Siswa Sekolah NU ini Bikin Aplikasi E-Voting

Lamongan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Mencoblos dan mencontreng adalah hal yang biasa dalam pemilu. Ada yang tidak biasa diterapkan oleh MA Matholi’ul Anwar Simo. Lembaga pendidikan yang didirikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan beralamatkan di Simo Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan ini melakukan pemilu raya dengan sistem E-Voting atau pemilihan langsung dengan sistem elektronikdalam rangka memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS, IPNU-IPPNU, dan Dewan Ambalan Pramuka.

Siswa Sekolah NU ini Bikin Aplikasi E-Voting (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Sekolah NU ini Bikin Aplikasi E-Voting (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Sekolah NU ini Bikin Aplikasi E-Voting

Yang luar biasa, program aplikasi E-Voting disiapkan dan dibuat sendiri oleh Siswa Unggulan IPA Program Teknologi Informatika yang bekerja sama dengan PIKTI-ITS Surabaya.? Program ini dibuat dengan menggunakan platform VB.NET dengan database Microsoft Access.

Sistem pemilu ini dinilai lebih efisien dibanding dengan pemilihan langsung dengan cara manual. Untuk proses pemilihan dengan jumlah hak pilih 1422 dengan model tiga pemilihan yakni pemilihan OSIS, IPNU-IPPNU, dan Pramuka hanya membutuhkan waktu 90 menit. Pemilihan yang berlangsung 2 Oktober lalu ini dimulai pukul 09.00 itu selesai pukul 10.30. “Lebih cepat dan lebih hemat,” tegas Waka Kesiswaan MA Matholi’ul Anwar Simo, Ahmad Fauzan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Proses pelaksaan E-Voting ini terbilang mudah dan sederhana. Setiap siswa yang datang ke bilik suara tinggal memasukkan nomor induk siswa sesuai dengan gendernya. Jika cocok, maka akan terlihat gambar calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, dan IPNU-IPPNU di dalam komputer. “Setiap siswa diberi kartu panggilan yang berisi nomor induk dan gender (jenis kelamin)”. kata salah satu panitia, Mudzakir.

Dalam E-Voting ini, ada sepuluh bilik suara. Setiap bilik ada satu komputer, dan setiap komputer yang ada di dalam bilik itu, terhubung ke satu komputer yang menjadi server, yang dihubungkan dengan menggunakan jaringan LAN (Lokal Area Netwrork),” ujar Fachri (Siswa Kelas XI.3 yang menjadi Ketua tim pembuat Aplikasi E-Voting).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Meskipun pagi itu di MA Matholi’ul Anwar Simo terkesan tidak ada aktifitas belajar-mengajar, tapi justru di sinilah proses pembelajaran aktif-implemetatif telah terjadi. Siswa diajak mengimplementasikan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, tentang demokrasi. Ini juga sebagian dari latihan menyuarakan hak suara tanpa didasarkan pada tendensi apapun, terutama money politic. Inilah gambaran pemilu yang baik dan benar yang seharusnya dipraktikkan oleh semua warga negara. Pemilu tanpa money politic dan hanya berdasar pada hati nurani. (Ahmad Ubaidillah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Humor Islam, Sholawat Ustadz Felix Siauw Terbaru

Aksi Teror Hancurkan Reputasi Umat Beragama

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Di sela kesibukan melayani wali santri yang sowan dalam rangka Harlah Ke-75 Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Aengbajaraja Bluto Sumenep, KH Imam Hasyim menyempatkan waktunya untuk memberikan pesan penting kepada umat Islam saat ini, khususnya warga NU agar tidak terpengaruh dengan perkembangan pemikiran yang tidak moderat yang kini semakin pesat.

"Kita sebagai umat Islam jangan sampai terkooptasi oleh pemikiran yang liberal. Karena, satu-satunya pemikiran yang moderat itu adalah Nahdlatul Ulama. Karena, NU selalu berpegang teguh pada Surat Ali Imran ayat 159 yang artinya, ‘Dengan sebab rahmat dari Allah, engkau (Muhammad SAW) menjadi lembut terhadap mereka. kalau engkau bengis dan keras hati, niscaya mereka lari dari sekitarmu.’”

Aksi Teror Hancurkan Reputasi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Teror Hancurkan Reputasi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Teror Hancurkan Reputasi Umat Beragama

Menurutnya, NU itu sejuk, tidak menampakkan kekerasan. Sebagaimana yang menjadi pegangan warga Nahdliyyin Tawasut, Tatsamuh. Itu semua semata-mata yang menjadi pegangan NU ala thariqati Ahlussunnah wal Jamaah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menolak keras aliran-aliran yang selalu menonjolkan kekerasan yang saat ini marak terjadi, bahkan sangat merugikan keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Saya sangat tidak setuju dengan adanya kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini. Kita justru harus keras melawan mereka yang saat ini gencar menyusup kepada generasi-generasi bangsa ini. Mereka bahkan tidak pernah menggunakan cara yang halus, dan target mereka adalah menghancurkan reputasi umat Islam," jelasnya. (Fauzi E/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Bahtsul Masail, Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 27 Juni 2017

Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menghadapi derasnya arus teknologi informasi, para orang tua diimbau mengawasi anak-anaknya terutama yang masih pelajar sekolah dasar dalam menggunakan internet melalui telepon pintar atau smartphone. Pasalnya, usia anak sekolah dasar belum mampu memfilter konten-konten yang bertebaran di dunia maya.

"Sebisa mungkin orang tua harus selalu mendampingi dan menggarahkan anaknya menggunakan penggunaan smartphone android. Ajarkan pemanfaatan smartphone yang berguna lebih baik," kata Ali Maghfuri, guru Madrasah Ibtidaiyah NU Al Azhariyah Jurang Gebog Kudus kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru Rabu (27/7).

Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Diimbau Awasi Anak Gunakan Internet

Maghfuri mengatakan, pengawasan dalam memanfaatkan internet oleh orang tua sangat diperlukan supaya anak-anak seusia siswa madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar di rumah tidak mengakses informasi yang membawa mudarat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Mereka ini belum mengerti namun rasa ingin tahunya tinggi. Karenanya berikanlah HP android pada anak yang sudah cukup umur," tandas sekretaris Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gebog, Kudus ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Diakuinya, internet membawa manfaat untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan. Tetapi mudaratnya lebih besar untuk anak-anak karena terdapat konten-konten ynag tidak pantas dikonsumsi oleh mereka, semisal pornografi.

"Bila hal ini dikonsumsi mereka, dampaknya akan mempengaruhi perilaku menyimpang yang tidak sesuai norma-norma agama," jelas Maghfuri.

Manakala ada tugas sekolah menggunakan internet, sebaiknya jangan biarkan siswa melakukannya sendiri melainkan harus dibantu oleh guru atau orang tua. "Karenanya, orang tua harus paham penggunaan baik manfaat maupun madharat internet. Jangan sampai orang tua kalah dalam penguasaan teknologi dengan anak-anaknya," pinta Maghfuri. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama, RMI NU, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 24 Juni 2017

Jalan Santai Santri Meriahkan Kota Banjar

Banjar, Ustadz Felix Siauw Terbaru 

Ribuan masyarakat Kota Banjar, Jawa Barat tumpah ruah mengikuti jalan santai dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang berlangsung di Kota Banjar, Ahad (29/10).

Acara dipusatkan di gedung PC NU Kota Banjar di Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, juga diiringi istighosah kubro yang dipimpin langsung Rais Syuriah PCNU Kota Banjar  KH Muin Abdurrohim.

Jalan Santai Santri Meriahkan Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Santai Santri Meriahkan Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Santai Santri Meriahkan Kota Banjar

Kiai Mu’in menyampaikan, acara yang tersebut diharapkan menjadi doa Nahdliyin agar proses pembangunan bisa berjalan lancar dan bisa dinikmati oleh semuanya untuk kegiatan-kegiatan yang positif. 

"Ini merupakan bentuk syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan PC NU kemampuan membeli tanah untuk pembangunan gedung PCNU. Semoga pada peringatan HSN dan sumpah pemuda ini proses pembangunan semakin lancar," ujarnya. 

KH. Muin menambahkan, peringatan HSN merupakan refleksi warga Nahdliyin terhadap perjuangan para ulama, khususnya Syekh Hasyim Asyari yang mendeklarasian Resolusi Jihad sebagai tonggak semangat para santri melawan penjajah. 

"Mudah-mudahan ke depan peringatan HSN dan sumpah pemuda semakin menambah keberatan bagi kita, terutama kedamaian Indonesia," kata dia. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Berdasarkan informasi yang diterima Ustadz Felix Siauw Terbaru, gedung PC NU Kota Banjar akan kembali dilanjutkan proses pembangunanannya setelah istighosah, tepatnya sekitar bulan Desember 2017 atau Januari 201 dengan bantuan yang telah diterima sejumlah Rp500 juta. 

Sementara itu, Ketua Panitia, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad, menyampaikan, acara tersebut diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat Kota Banjar, seperti santri pondok pesantren, Madrasah Diniyah, DKM, mahasiswa, banom NU, pemerintah maupun tokoh masyarakat setempat. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kegiatan jalan santai santri ini para peserta mendapatkan berbagai hadiah dari panitia setelah diundi usai istighosah. 

“Mudah-mudahan antusias masyarakat Kota Banjar dalam memperingati Hari Santri Nasional ini menjadi motivasi untuk senantiasa terus menggelorakan ajaran ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyyah serta semangat menjaga keutuhan NKRI," tegasnya. (Muhafid/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri, Kyai Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 23 Juni 2017

PMII Pacitan Adakan Mapaba

Pacitan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kanjeng Jimat Pacitan melaksanakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Kegiatan ini sebagai bentuk pengenalan terhadap PMII sekaligus perekrutan anggota baru. Bagi mahasiswa yang ikut Mapaba telah dinyatakan sebagai anggota PMII akan dikader ke jenjang berikutnya.

PMII Pacitan Adakan Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pacitan Adakan Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pacitan Adakan Mapaba

Ketua Panitia Mapaba, Amrudin, Ahad (2/12/12) mengatakan, acara tersebut dipusatkan di Balai Desa Purworejo Pacitan. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 30 November  hingga 2 Desember 2012.

Dikatakannya, Mapaba bertujuan membentuk kader militan yang Kritis Transformatif serta memiliki akhlakul karimah yang bernafaskan Islam sesuai dengan ajaran Ahlusunah wal Jamaa’ah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Diharapkan kegiatan ini dapat memberi motivasi karena merupakan awal pengenalan terhadap PMII sehingga organisasi berbasis mahasiswa melahirkan keintelektualan, berwawasan luas dan berperan sebagai sosial kontrol bagi pemerintahan kabupaten Pacitan khususnya dan umumnya pada bangsa Indonesia ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Semoga kegiatan ini menjadikan kader yang terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab mengamalkan ilmunya,” katanya.

Dalam Pembukaan Mapaba yang  bertemakan “Implementasi Potensi Intelektual Kader Dalam Mencetak Generasi Yang Kritis Transformatif” itu di buka oleh Wakhuri, salah satu Majelis Pembina Cabang PMII Pacitan. 

Dalam sambutanya ia menekankan kepada peserta Mapaba pada nantinya benar-benar menjadi keder militan yang multi talenta serta mau dan mampu memperjangkan nilai-nilai Ahlusunah Wal Jamaa’ah sebagai Manhaj (landasan) untuk berdzikir, berfikir dan beramal sholeh.

Mantan Aktifis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sekarang juga menjadi Kepala Seksi Pekapontren di Kementrian Agama Kabupaten Pacitan itu juga menegaskan bahwa PMII adalah organisasi yang berbasis kaderisasi yang mampu melahirkan Tokoh-tokoh yang besar. Setiap kader yang sudah siap secara Intelektual, Emosional, dan Spiritual harus kembali kepada masyarakatnya dan mengimplementasikan apa yang sudah dimiliki, karena hal itu adalah bentuk dari aktualisasi Nilai Dasar Pergerakan (NDP).

Acara pembukaan Mapaba ini juga dihadiri Ketua Lembaga Kajian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Cabang Pacitan, Muhammad Munaji, Direktur Komunitas Insan Peduli Anak Sekolah (Kipas) Muhammad Zafri Wicaksana, dan sejumlah Majelis Pembina Cabang PMII Pacitan diantaranya Dodik Prasetyo, yang juga Direktur Prasetya Institute.

Materi yang disampaikan dalam Mapaba sesuai dengan  kurikulum kaderisasi yang dirumuskan PB PMII yang garis besarnya tentang Mahasiswa, Islam Indonesia (Aswaja), dan Ke Indonesiaan. Sedangkan pemateri dari Pengurus Komisariat Kanjeng Jimat Pacitan, Pengurus Cabang PMII Pacitan, dan Alumni PMII dari berbagai kota yang berdomisili di Pacitan.

Kegiatan diikuti oleh puluhan peserta itu berasal dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Pacitan, diantaranya STAI NU Pacitan, STKIP PGRI Pacitan, dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pacitan berakhir dengan pembacaan Sumpah Mahasiswa Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Umum PMII Komisariat Kanjeng Jimat Pacitan Sapto Pitoyo dan dilanjutkan pengukuhan (pembaiatan) yang dipimpin oleh Ketua Umum PMII Cabang Pacitan Agus Salim. Acara pembaiatan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru IMNU, Khutbah, Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 19 Juni 2017

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Arziqi Mahlil dan Munzir, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil meraih Juara II dalam festival film pendek dokumenter Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung 1-5 Agustus 2015 di Jombang Jawa Timur.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU

Pengumuman juara festival film ini dipublikasikan melalui situs resmi NU (nu.or.id), Sabtu (1 agustus 2015), disebutkan, juara pertama diraih M. Iskandar Tri Gunawan dengan judul Bulan Sabit di Kampung Naga karya dan berhak menerima hadiah 20 juta, film ini mengungkap Islam pembawa misi rahmatan lil alamin, bukan hanya rahmatan lil muslimin. Untuk juara kedua dengan hadiah 15 juta dimenangkan oleh Arziqi Mahlil & Munzir dengan judul Dalae (dalail khairat), film ini menceritakan pemuda di desa berusaha melestarikan yang tumbuh dan berkembang Dalail di Aceh, sebaliknya dengan pemuda kota, sementara juara ke tiga Vedy Santoso dengan judul Al Ghoriib, ini mengisahkan seorang mualaf dari Jerman yang mondok di pesantren.

Arziqi Mahlil mengungkapkan, keikutsertaannya bersama Munzir pada festival film pendek dokumenter NU ini bersama yayasan Aceh Documentary, dari Aceh ada sekitar lima film yang ikut pada festival itu, dan semuanya masuk nominasi 15 karya terbaik film pendek Muktamar NU ke-33 tahun 2015.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kami memilih tema tentang Dalae, ini menurut kami sangat penting, karena merupakan salah satu budaya di Aceh yang sangat kental dengan masyarakat, selama ini kami melihat budaya meudalae di Aceh sudah pudar, sudah jarang sekali, padahal budaya ini dapat mempersatukan masyarakat dan salah satu media dakwah," ujar Arziqi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ditambahkan, pembuatan film ini dilakukan di gampong Lamhui Kuta Cot Gli Aceh Besar dan diproduksi oleh Yayasan Aceh Documentary (ADC), ini dibawah bimbingan Adoc dalam ajang ADC pada tahun 2014.  

"Kita berharap, dengan lahirnya karya film ini dapat menginspirasi para pemuda di Aceh untuk terus menggalakkan dalae di malam hari, selain sebagai nilai ibadah, ini juga dapat dijadikan sebagai ajang silaturrahmi dan pemersatu masyarakat di gampong-gampong," ujar Mahasiswa semester VIII jurusan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Hamzah Sahal, koordinator tim kreatif Muktamar ke-33 NU mengatakan, panitia menerima 69 karya film yang didaftarkan oleh peserta dari seluruh Indonesia, ke-69 judul film tersebut melibatkan tidak kurang 75 sutradara muda yang berasal dari 13 provinsi, Jawa Tengah, Tawa Timur, DI Jogjakarta dan Aceh paling banyak mengirimkan karya.

"Dewan juri memilih tiga film di atas sebagai juara karena cukup menarik secara ide, cukup matang dalam eksekusi gagasan, cukup dalam teknis penyajian," kata Sahal. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 15 Juni 2017

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam

Bandung, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Lembaga Talif Wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Barat melaksanakan Rapat Koordinasi LTNNU se-Jawa Barat dan Pesantren Kilat Digital Marketing untuk memperkuat jaringan media Islam.?

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung PWNU Jawa Barat di Bandung dihadiri oleh 52 pengurus LTN dari 21 PCNU Kab/Kota se-Jawa Barat serta 8 utusan dari PW Ansor Jabar, PW Fatayat Jabar, PW IPNU-IPPNU Jabar.?

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam

Acara dibuka oleh Wakil Ketua PWNU Jabar sekaligus pembina LTNNU PWNU Jabar Prof Dr KH Ali Ramdhani. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (2-3/6).?

Ketua LTNNU Jawa Barat Husnul Qodim dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat jaringan media Islam rahmatan lil alamin.?

Hal ini dipertegas dalam tema kegiatannya yaitu optimalisasi konten dan literasi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat jaringan media Islam rahmatan lil alamin.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain itu Husnul juga mengatakan, LTNNU merupakah sebuah lembaga di NU yang mempunyai tugas menyampaikan informasi, komunikasi, dan publikasi. Oleh karena itu mengoptimalkan dakwah NU di media itu merupakan salah satu bagian tugas LTNNU.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Disamping, memperkuat publikasi dan informasi khazanah NU dan pesantren terkait khazanah diniyah, wathaniyah dan ijtimaiyah, LTNNU juga bertugas sebagai cyber army untuk mengkonter konten-konten negatif, radikalisme dan ujaran kebencian yang memecah belah NKRI.?

“Semoga para peserta kegiatan ini bisa mengikuti kegiatan sesuai dengan agenda acara dan bisa menghasilkan sesuatu yang direncanakan sesuai dengan tema kegiatan ini,” tutup Husnul. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba, Ulama, Aswaja Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 13 Juni 2017

Kiai Saifuddin Zuhri dan Palestina

Sebagai sesama umat Islam, Nahdlatul Ulama memiliki kecintaan yang sangat tinggi pada bangsa Arab Palestina. Bahkan, jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka, NU telah memberikan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina dari kungkungan zionis Israel yang dibantu oleh para sekutunya itu. 

Kecintaan NU pada Palestina tersebut, tidak hanya secara institusi. Tapi juga menyublim kepada para pengurus dan warga Nahdliyin secara keseluruhan. Salah satu tokoh NU yang memiliki kecintaan yang cukup mendalam terhadap Palestina adalah KH Saifuddin Zuhri.

Bentuk kecintaan Kiai Saifudin dengan Palestina dituangkan dalam bentuk buku yang berjudul Palestina dari Zaman ke Zaman. Buku ini berisi tentang perjuangan rakyat Palestina dalam upaya mencapai kemerdekaan dan kegigihannya dalam melawan pasukan Zionis. Dengan buku tersebut, Kiai Saifuddin ingin menggugah solidaritas para pembacanya akan perjuangan bangsa Palestina.

Kiai Saifuddin Zuhri dan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Saifuddin Zuhri dan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Saifuddin Zuhri dan Palestina

Penulisan buku tersebut, berawal dari kunjungan Mohammad Abdul Munim selaku Konsul Jendral Mesir untuk India ke Solo, pada Maret 1947. Kedatangannya guna menyampaikan kabar dari Liga Arab kepada Presiden Soekarno. Pesan tersebut, berupa pengakuan negara-negara Arab, seperti Palestina dan Mesir atas kemerdekaan bangsa Indonesia. Tentu saja, pengakuan bangsa Arab tersebut, merupakan kabar gembira bagi kemerdekaan Indonesia yang memang membutuhkan pengakuan dunia Internasional sebagai prasyaratnya. 

Keberanian Mohammad Abdul Munim tersebut, menginspirasi Kiai Saifuddin untuk membalas kebaikan bangsa Arab. Salah satu upaya untuk membalas kebaikan itu, adalah dengan menuliskan buku tentang perjuangan salah satu bangsa Arab yang juga masih berada dalam kungkungan penjajahan, yakni Palestina.

Di tengah berkecamuknya Agresi Militer Belanda itu, Kiai Saifuddin tekun mempelajari sejarah perjuangan bangsa Arab. "Aku mulai mempelajari lebih tekun tentang perjuangan bangsa-bangsa Arab menghadapi kaum imperialisme Inggris dan Prancis, juga tentang cita-cita Palestina merdeka menghadapi kaum Zionisme," tulis Kiai Saifuddin dalam autobiografinya, Berangkat dari Pesantren.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Saat itu, Kiai Saifuddin bukanlah seorang yang hidup tenang di bilik-bilik perpustakaan untuk menyelesaikan proses penulisan bukunya itu. Ia adalah seorang pimpinan Partai Masyumi sekaligus seorang komandan Hizbullah. Dimana ia memiliki tanggung jawab untuk berkeliling di daerah-daerah di seputar Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk memberikan komando sekaligus menyampaikan informasi-informasi penting kebijakan partai maupun kebijakan Nahdlatul Ulama. Lebih-lebih saat itu, Kiai Saifuddin juga diminta menjadi salah satu pejabat di Kementerian Agama oleh KH Masjkur yang saat itu menjabat menjadi menteri. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kesibukan yang demikian penat serta ancaman dan tekanan dari pihak penjajah yang bisa mengancam nyawa kapanpun, Kiai Saifuddin berhasil menyelesaikan bukunya tersebut. Sekitar Desember, 1947, ia berhasil menyelesaikan naskah buku Palestina dari Zaman ke Zaman tersebut.

Buku itu, terdiri dari 84 halaman. Diterbitkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang saat itu, telah berpindah kantor dari Surabaya ke Pasuruan karena desakan Belanda. Percetakannya sendiri adalah "Persatuan" dari Yogyakarta, atas sponsor dari Pemimpin Perpustakaan Islam di Yogyakarta, Haji Abubakar.

Sedangakan kata pengantar buku tersebut, ditulis oleh Ismail Banda, MA. Ia adalah seorang diplomat muda yang menjadi duta besar Indonesia untuk Afganistan. Ia juga seorang mantan pemimpin pergerakan mahasiswa Indonesia di Cairo, Mesir.

Dalam buku itu, Kiai Saifuddin menguraikan sejarah panjang Palestina yang telah terbentang jauh sejak 13 Abad lamanya. Dimulai dari masa kekhalifahan Umar bin Khattab, kemudian masa perang Salib, hingga pada akhir perang dunia pertama. Dimana Turki yang mengusai Palestina takluk kepada Inggris dan menyerahkannya ke negara Ratu Elizabeth tersebut.

Di bawah kekuasaan Inggris itulah, Palestina mulai dihuni oleh sekolompok orang Yahudi yang tergabung dalam gerakan Zionisme. Dalam sebuah pengumuman yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Sir Arthur James Balfour pada 2 Nopember 1917, dimulailah praktik Zionisme di Palestina. Sebuah negara nasional Yahudi (Jewish National State) dinyatakan berdiri. Dikemudian hari, pengumuman tersebut, dikenal sebagai Balfour Declaration.

Dalam buku tersebut, juga ditulis respon bangsa Indonesia terhadap Zionisme di Palestina. Seperti halnya respon NU dengan pekan rajabiyah-nya. Dimana NU mengutuk keras penguasaan Palestina oleh Zionis Yahudi. 

Namun, buku yang ditulis penuh ketegangan itu, berakhir dengan nestapa. Buku itu tak sempat beredar. Sebelum tahap akhir di percetakan selesai, Agresi Militer Belanda pada 19 Desember 1948 yang meluluhlantakkan Yogyakarta, turut menghancurkan buku yang hampir selesai itu. 

Sampai saat ini, buku tersebut, tak lagi ada. Hanya berupa ikhtisar yang kembali ditulis oleh Kiai Saifuddin dalam buku Berangkat dari Pesantren. Itu pun ikhtisar yang tak seberapa banyak. Meski demikian, ada satu kutipan hadist yang ditulis oleh Kiai Saifuddin dalam buku tersebut, yang amat berkesan. Hadist yang memang harus dipegang teguh oleh umat Islam dimanapun dalam konteks membela kebenaran, seperti halnya kebenaran rakyat Arab atas tanah airnya, Palestina.

"Segolongan daripada umatku akan terus menerus berjuang mempertahankan kebenaran, mereka akan mengalahkan musuh-musuh dan lawan-lawannya, sehingga golongan yang terakhir daripada mereka akan mengalahkan Dajjal." (HR. Abu Dawud).(Ayung Notonegoro)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Santri, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 04 Juni 2017

LP Ma’arif Pringsewu Gelar Perkemahan Maarif Cabang Perdana

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Dalam rangka meningkatkan apresiasi kaum muda terhadap Gerakan Pramuka serta mengembangkan nilai spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisikal para generasi muda, LP Maarif Kabupaten Pringsewu mengadakan Perkemahan Maarif Cabang (Permacab) untuk pertama kalinya.

LP Ma’arif Pringsewu Gelar Perkemahan Maarif Cabang Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Pringsewu Gelar Perkemahan Maarif Cabang Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Pringsewu Gelar Perkemahan Maarif Cabang Perdana

Kegiatan bertema ‘Satu Hati, Satu Janji Pramuka Maarif Terwujud dalam Satya Darma Bhakti’ Dibuka secara resmi oleh Bupati Pringsewu H Sujadi Saddad selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Pringsewu, Jumat (9/10). Dalam amanatnya, Bupati Pringsewu memberikan apresiasi kepada Pramuka Maarif Kabupaten Pringsewu yang telah menambah hasanah Kepramukaan di Kabupaten Pringsewu dengan kegiatan Permacab ke 1 ini.

"Saya mengharapkan kegiatan ini akan terus dilaksanakan berkala dengan melibatkan lebih banyak peserta seperti dari Pondok Pesantren sehingga kegiatan ini akan dapat menjadi contoh bagi Pramuka Maarif di Kabupaten lain di Provinsi Lampung dan Para Pramuka Maarif Pringsewu akan menjadi ikon di Provinsi Lampung," harapnnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Disela sela Acara Pembukaan, Ketua Pelaksana Kegiatan, Mas Mustain, S.Pd mengatakan, bahwa Permacab Ke-1 ini akan dilaksanakan selama 3 hari, 9-11 Oktober 2015 di Komplek Gedung NU Kabupaten Pringsewu dan diikuti oleh seluruh Madrasah yang berada di bawah naungan LP Maarif Kabupaten Pringsewu. "Ada 72 Regu atau Tenda yang berpartisipasi pada Permacab ini dengan jumlah peserta sebanyak 870 Peserta," Terangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mustain menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan pada Permacab ini meliputi Kegiatan non-lomba yaitu : Upacara Pembukaan dan Penutupan, Apel Bendera Pagi dan Sore, Apel Tenda Pagi dan Malam, Senam Pagi, Shalat Berjamaah, Bakti Masyarakat, Api Unggun dan Penyampaian Materi Aswaja, Kesehatan dan Kepramukaan.

Sementara untuk Kegiatan Lomba yang akan memperebutkan piala dan trofi dari Bupati Pringsewu para peserta akan bersaing dalam Lomba PBB, Pionering, Hasta Karya, Penjelajahan dan Halang rintang, Pidato Islami, MTQ, Tahlil, Karnaval, Pentas Budaya Seni serta Syarhil Quran.

Selain itu, Pada Perkemahan ini juga dilaksanakan Pelantikan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif Kabupaten Pringsewu. "Sako Maarif adalah Gerakan Pramuka yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Gerakan Pramuka Nasional," Jelas Mustain yang juga merupakan Ketua Sako Maarif Kabupaten Pringsewu.

Nampak hadir pada Upacara Pembukaan tersebut Ketua Sako Maarif Pusat H Muhsin Ibnu Juhan, Ketua LP Maarif Provinsi H Fauzi Semkomakt, Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim, Ketua Kwarcab Pramuka Pringsewu H Heri Iswahyudi, dan Ketua LP Maarif Pringsewu Ahmad Rifai. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Doa Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 02 Juni 2017

Pelajar NU Cirebon Rekrut Ratusan Kader Baru

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Cirebon kembali melantik ratusan pelajar yang tengah menuntut ilmu di Yayasan Pesantren An-Nashuha, Kalimukti, Cirebon, Kamis-Jumat (28-29/4). Mereka melantik peserta Makesta raya selama dua hari itu di MAN Kalimukti, yang sekarang berganti nama dengan MAN 5 Cirebon.

Peserta Makesta raya terdiri atas beberapa komisariat yang ada di bawah naungan Yayasan An-Nashuha seperti komisariat IPNU-IPPNU MAN 5 Cirebon, komisariat IPNU-IPPNU MTs An-Nashuha Kalimukti, dan komisariat IPNU-IPPNU SMP Ma’arif NU Pabedilan.

Pelajar NU Cirebon Rekrut Ratusan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Rekrut Ratusan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Rekrut Ratusan Kader Baru

Menurut Ketua pelaksana Muhammad Rifqi Bustomi, Makesta raya ini merupakan kaderisasi formal pertama dari IPNU-IPPNU sebelum Lakmud. Diharapkan adanya Makesta ini dapat mencetak kader-kader IPNU-IPPNU yang baru, inovatif, dan kreatif.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua IPNU Kabupaten Cirebon Ayub Al-Ansori mengatakan, Makesta merupakan pintu gerbang memasuki IPNU-IPPNU bahkan NU itu sendiri khususnya bagi pelajar dan santri. Makesta juga merupakan standar bagi para pelajar dan santri sebagai anggota IPNU dan IPPNU.

“Sebelum dilantik dan dikukuhkan sebagai pengurus komisariat di sekolah masing-masing, adanya Makesta minimal mereka memahami dasar-dasar ke-IPNU dan ke IPPNU-an juga ke-NU-an dan Aswaja,” jelas Ayub.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara Ketua IPPNU Cirebon Nur Aida Fajriyanti mengatakan, adanya kaderiasasi Makesta ini menyambung generasi muda masa depan NU agar tidak terputus, karena akan terus berganti dan mencetak kader-kader muda NU yang nantinya akan menggantikan dan memimpin kepengurusan selanjutnya. Dengan demikian estafet kepemimpinan di tubuh NU dan IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon akan terus berjalan. (Nurjannah Al-Kendal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nahdlatul, Santri, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Terbaru

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui program NUpreneur, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) mengadakan pelatihan pembuatan nasi goreng daun mengkudu khas Betawi, Ahad, 2 Juni 2013 di gedung Ki Ageng Serang, Kuningan Jakarta.

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara LAZISNU, Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dan Rassa Indonesia. Hadir dalam acara pembukaan Ketua LKB Tatang Hidayat, Nur Rohman Suwardi, dari Lazis NU dan Markus Benno, dari Rassa Indonesia. Pelatihan ini dibuat dalam format kelompok, yang masing-masing terdiri dari 5 orang. 

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu

Tatang Hidayat menyatakan dukungannya atas program ini karena seniman harus berdaya dan mandiri supaya budaya bisa terjaga dengan baik. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Program NUpreneus menargetkan 1000 usahawan di bidang UKM sebagai entrepreneur yang tangguh dan berakhlak mulia. 

Sebelumnya Ketua LAZISNU KH Masyhuri Malik menyatakan program ini akan difokuskan pada pemberdayaan potensi lokal. Untuk di Jakarta, potensi kuliner Betawi merupakan salah satu yang dibidik dan memiliki pasar yang luas untuk dikembangkan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kami ingin lebih fokus pada upaya mendidik masyarakat dengan pola mengembalikan dana program kepada kelompoknya,” kata Kiai Masyhuri Malik.

 

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri Ustadz Felix Siauw Terbaru