Kamis, 31 Agustus 2017

Kang Said: Wahabi Tidak Besar

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj kembali menekankan pentingnya umat Islam, khususnya Nahdliyin, untuk terus mengimbangi penyebaran madzhab Wahabi di tengah masyarakat. 

"Secara kekuatan Wahabi itu sebenarnya tidak besar, tapi dananya yang sangat besar. Oleh karena itu mengimbangi Wahabi tetap harus dilakukan, bahkan tanpa mengenal lelah," ungkap Kiai Said di Jakarta, Selasa (15/1). 

Kang Said: Wahabi Tidak Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Wahabi Tidak Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Wahabi Tidak Besar

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menambahkan sikap pembiaran terhadap penyebaran faham Wahabisme dapat mengikis kekuatan Islam, khususnya madzhab Ahlussunah wal Jamaah. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kalau setiap hari di televisi, radio, dan dakwah-dakwah masyarakat selalu diracuni kata-kata tahlil bidah, ziarah kubur haram, dan lain-lainnya, lama kelamaan pasti akan percaya. Makanya NU yang selama ini meyakini tradisi itu benar harus mempertahankan dan memperjuangkannya," tambah Kang Said. 

Sikap tegas menentang Wahabi, masih kata Kang Said, ditekankannya harus menjadi salah satu nafas perjuangan NU di saat sekarang dan masa akan datang. Pendirian NU salah satunya didorong oleh semangat menetang sikap Wahabi. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Saat makam Rasulullah akan dihancurkan, Kiai Hasyim (Asyari) mengirimkan utusan untuk menemui Raja Arab, yang mana itu disebut Komite Hijaz, untuk menyampaikan penolakan. Itu juga bagian dari sejarah pendirian NU, sehingga menentang Wahabi tetap harus kita lakukan sekarang dan seterusnya," pungkas Kang Said. 

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Olahraga, Nahdlatul Ulama, RMI NU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 24 Agustus 2017

Sukseskan Pilkada Serentak, Ansor Kraksaan Siapkan Aplikasi Berbasis Android

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Dalam rangka turut serta menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 mendatang, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan sedang menyiapkan aplikasi berbasis android. Aplikasi ini nantinya memuat informasi seputar tahapan pelaksanaan Pilkada tahun 2018 yang mudah diakses oleh masyarakat.

“Dengan aplikasi ini maka masyarakat akan dengan lebih mudah untuk mencari data apakah dirinya sudah tercatat sebagai pemilih pada Pilkada 2018 mendatang. Aplikasi ini merupakan salah satu upaya GP Ansor untuk menyukseskan Pilkada 2018,” kata Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq, Jum’at (10/11) sore pada sejumlah awak media.

Sukseskan Pilkada Serentak, Ansor Kraksaan Siapkan Aplikasi Berbasis Android (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Pilkada Serentak, Ansor Kraksaan Siapkan Aplikasi Berbasis Android (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Pilkada Serentak, Ansor Kraksaan Siapkan Aplikasi Berbasis Android

Menurut Taufiq, pembuatan aplikasi ini semakin menegaskan posisi GP Ansor Kota Kraksaan ingin berpartisipasi dalam pelaksanaan Pilkada 2018.

“Inilah aplikasi persembahan dari GP Ansor Kota Kraksaan untuk Kabupaten Probolinggo. Terutama demi kesuksesan pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang,” tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Taufiq menerangkan bahwa pembuatan aplikasi tersebut saat ini sedang dilaksanakan dan diproses oleh tim yang dipimpin oleh Imron Hamzah. Saat ini proses pembuatan aplikasi ini sedang berlangsung dan dikebut pengerjaannya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Tim kami sedang memproses aplikasi itu. Intinya nanti masyarakat hanya perlu memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) di kolom yang tersedia. Setelah itu akan muncul data diri bahwa pengguna aplikasi ini sudah tercatat sebagai pemilih pada Pilkada 2018,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nusantara Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 23 Agustus 2017

H M. Rozy Munir Meninggal Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga menjabat Duta Besar RI untuk Qatar, H M. Rozy Munir meninggal dunia di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat, Senin (22/2) pada pukul 07.50 WIB. Almarhum meninggal dunia pada usia 67 tahun.

Usai dimandikan di RS Pelni pada sekitar pukul 09.00 WIB jenazah akan diberangkatkan ke rumah duka Kompleks Dosen UI, Nomor 73, Ciputat untuk disemayamkan. Jenazah putra pertama Kiai Munasir Ali ini akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Mojokerto, Jawa Timur.

H M. Rozy Munir Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
H M. Rozy Munir Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

H M. Rozy Munir Meninggal Dunia

Informasi yang diterima Ustadz Felix Siauw Terbaru, jenazah almarhum akan diterbangkan dari Ciputat ke Mojokerto pada pukul 17.00 WIB.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rozy Munir lahir di Mojokerto pada 16 April 1943. Ia meninggal akibat penyakit kangker hati. “Penyakit kangker hati ini baru dideteksi sebulan yang lalu,” kata seorang kerabat di RS Pelni.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Beberapa kerabat dan dan pengurus PBNU tampak melawat ke RS Pelni, seperti  pengasuh pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Ketua PBNU H Abbas Muin, Wakil Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan (LPK) NU H Bina Suhendra, Ketua PP Lakpesdam NU Nasihin Hasan, dan Wakil Ketua PP Lembaga Bahtsul Masail H M. Cholil Nafis.

Semasa hidup, almarhum Rozy Munir pernah menjabat sebagai Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan Badan Usaha Milik Negara pada zaman Presiden Gus Dur, dan anggota Panwaslu pusat.

Almarhum pernah menjabat sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, anggota Lembaga Sensor Film, anggota Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, staf ahli Menteri Tenaga Kerja, dan Kepala Pusat Penelitian Pembangunan Infrastruktur UI.

Di lingkungan PBNU, Rozy Munir adalah sosok di balik sukses penyelenggaraan International Conference of Islamic Scholars (ICIS). Ia menjadi ketua panitia penyelenggara ICIS I dan II pada 2004 dan 2006. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani

Oleh: Muhammad Idris Masudi* Hingga tulisan ini dikerjakan, mungkin sudah puluhan tulisan terkait tema Islam Nusantara bertebaran di berbagai media baik cetak maupun elektronik, baik pro maupun kontra. Melejitnya isu ini ditengarai disebabkan oleh sejumlah faktor. 

Konon, tema yang awalnya “adem-ayem” ini, menjadi buah bibir perbincangan masyarakat luas, terutama di dunia sosial-media, mencapai momentumnya pasca acara di Istana Presiden, setelah munculnya pembacaan al-Quran dengan menggunakan “langgam Jawa”. 

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani

Perlu ditegaskan di sini bahwa sebelum ramainya diskursus Islam Nusantara, pada tahun 2012, STAINU Jakarta telah mendapatkan izin dari kementerian Agama untuk membuka prodi Pascasarjana Sejarah Kebudayaan Islam dengan konsentrasi Islam Nusantara. Pembukaan prodi “baru” ini bahkan meminjam istilah Kiai Said, “jurusan Islam Nusantara ini merupakan jurusan satu-satunya di dunia dan akhirat”. 

Sejumlah kalangan akademisi “mencibir” dengan mengatakan bahwa Islam Nusantara terlalu “jawa sentris”. Karena perbincangan tentang Nusantara yang ditulis oleh sejumlah kalangan yang pro terhadap istilah ini lebih banyak membicarakan soal Islam Jawa.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tulisan pendek di bawah ini hendak mencoba menepis anggapan “miring” di atas dengan menyuguhkan sebuah ijtihad yang –sepanjang pembacaan penulis- hanya pernah dilakukan oleh ulama Nusantara. Yaitu ijtihad yang dilakukan oleh Syeikh Abdus Shamad al-Palimbani tentang keutamaan jihad di lautan dalam kitabnya berjudul “Nashihatul Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sekilas tentang Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani

Syeikh Abdusshamad al-Falimbani dilahirkan pada tahun 1116 H/ 1704 M,[1] di Palembang. Ayahnya, Syeikh Abdul Jalil bin Syeikh Abdul Wahab bin Syeikh Ahmad al-Mahdani adalah seorang ulama yang berasal dari Yaman dan dilantik menjadi Mufti di Kedah (sekarang daerah Malaysia) pada awal abad ke 18M. Sementara ibunya adalah wanita Palembang yang diperistri  oleh Syeikh Abdul Jalil setelah sebelumnya menikahi puteri Dato’ Sri Maharaja Dewa di Kedah.

Perjalanan Intelektual

Syaikh Abdushamad hidup dalam keluarga yang mencintai ilmu tasawuf.[2] Sebagai anak dari seorang mufti, Abdushamad kecil dididik langsung oleh ayahnya, Syeikh Abdul Jalil di Kedah. Kemudian Syeikh Abdushamad di bawah ayahnya untuk mendalami ilmu agama di negeri Patani; di antaranya adalah Pondok Bendang Gucil di Kerisik atau Pondok Kuala Berkah dan Pondok Semala yang kesemuanya berada di daerah Patani, Thailand. 

Pengembaraan intelektualnya tidak hanya berhenti di Patani, melainkan ke India[4], hingga sampai ke Madinah dan Makkah. Sebagaimana dijelaskan Azra dalam bukunya berjudul Jaringan Ulama Nusantara, Madinah dan Makkah (Haramayn) pada masa itu menjadi sebuah pusat intelektual dunia Islam. Sehingga wajar, bila Abdushamad memilih untuk singgah dan belajar di Haramayn.

Guru-Gurunya:

1. Muhammad bin Abdul Karim Al-Sammani

2. Muhammad bin Sulayman al-Kurdi

3. Abdul Mun’in al-Damanhuri

4. Ibrahim al-Rais, Muhammad Murad

5. Muhammad al-Mashri

6. Athaullah al-Mashri

Karya-Karyanya:

1. Zahratul Murid fi Bayani Kalimat al-Tauhid, 1178/1764 M.

2. Risalah Pada Menyatakan Sebab Yang Diharamkan Bagi Nikah, 1179 H/ 1765

3. Hidayat al-Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin, 1192 H/1780

4. Siyar al-Salikin ila Ibadat Rabb al-Alamin, 1194 H/ 1780

5. al-Urwat al-Wutsqa wa Silsilat Waliyil Atqa

6. Ratib Syeikh Abdushamad al-Falimbani

7. Nashihat al-Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujtahidin fi Sabilillah.

8. Al-Risalat fi Kayfiyat Ratib Laylat al-Jum’ah

9. Mulhiqun fi Bayan Fawaid al-Nafi’ah fi Jihad fi Sabilillah

10. Zadul Muttaqin fi Tawhid Rabbil ‘Alamin

11. Ilmu Tasawuf

12. Mulkhishut Tuhbat Mafdhah Min al-Rahmat al-Mahdhah ‘Alayhi al-Shalat wa al-Salam

13. Kitab Mi’raj

14. Anis Muttaqien

15. Puisi Kemenangan Kedah

Kontekstualisasi Keutamaan Hadis-Hadis Jihad Maritim

Bagi penulis, yang salah satu kontek menarik dalam karya Syeikh Abdus Shamad ini adalah bagaimana cara beliau mengkontekstualisasikan hadis-hadis nabi. Syaikh Abdus Shamad tentunya menyadari betul bahwa nusantara adalah Negara maritim yang memiliki luas lautan yang lebih besar ketimbang daratan (dua pertiga lautan dan sepertiga daratan). 

Hal ini menjadi salah satu poin penting untung menyerukan jihad di lautan. Melihat potensi ini, Syaikh Abdushamad mendasarkan seruan tersebut dengan mengutip sejumlah hadis tentang keutamaan jihad perang di laut yang di dalam teks hadisnya mencantumkan bahwa pahala perang di lautan lebih besar ketimbang jihad di daratan. Hemat penulis, apa yang dilakukan oleh Syaikh Abdushamad ini menjadi menarik karena dalam kitab-kitab fikih konvensional, jarang- untuk tidak menemukan tidak sama sekali- ditemukan pembahasan tentang jihad di lautan. Salah satu hadis yang dikutip oleh Syaikh Abdushamad dalam menjelaskan tentang keutamaan jihad di lautan adalah hadis riwayat  al-Thabrani:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?[3] 

Artinya: Keutamaan jihad di jalur lautan disbanding jihad di daratan sebagaimana keutamaan jihad di daratan dibandingkan orang yang tidak ikut berperang dan tidak menginfakkan hartanya untuk perang. 

Hadis lain (riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Hilyat al-Awliya’) yang cukup “kontroversial” (ditilik dalam cara penukilan hadis yang tidak menggunakan kitab-kitab hadis kanonik) dalam ranah hadis namun dikutip oleh Syaikh Abdushamad untuk memicu semangat jihad di jalur lautan adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [4] 

Artinya: Semua dosa orang yang mati syahid yang bertempur di daratan diampuni oleh Allah kecuali dalam masalah hutang (materi) dan amanah, sementara semua dosa orang mati syahid, bahkan hutang (hutang yang bersifat haqqullah, bukan haq adami, pent) dan amanah sekalipun.

Penutup

Dari pemaparan singkat ini, kita bisa mengambil banyak faidah dan teladan dari Syaikh Abdus Shamad dalam upayanya membumikan hadis-hadis Nabi dengan melihat pada konteks kekinian dan kedisinian. Sebagaimana para sarjana klasik sering kali mengatakan bahwa “al-Nash mutanahi wal waqa’i’ la tatanaha”, teks-teks al-Quran dan hadis Nabi terbatas sementara realitas terus menerus berjalan sesuai perkembangan zaman. 

Oleh karena itu, ijtihad-ijtihad kreatif harus tetap dilakukan untuk merespon tantangan zaman. Di sisi lain, tulisan ini juga menegaskan bahwa yang dimaksud Islam Nusantara di sini bukan “jawa sentris”, melainkan meliputi seluruh wilayah nusantara. Dan Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani ini salah satu contoh terbaik dari deretan ulama nusantara yang non-Jawa.  

*) Staff bidang Akademik Pascasarjana Islam Nusantara di STAINU Jakarta 

Sumber Bacaan:

[1] Sejumah sumber sejarah yang mengulas biografi Syaikh Abdushamad tidak menyebutkan tahun kelahirannya, konon, kata Azyumardi Azra, hanya dalam buku Tarikh Salasilah Negri Kedah yang memberikan angka tahun kelahiran dan wafatnya. Lihat, Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVII (Jakarta; Kencana, 2007)cet.3, h.306 

[2] Ahmad Luthfi, Muqaddimah Tahqiq Nashihat al-Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah, (Jakarta; Wuzarat al-Syuun al-Diniyyah Lil Jumhuriyyah al-Indunisiyah, 2009) cet.1, h.8

[3] Sanad hadis ini oleh al-Munawi dalam Fayd al-Qadir dinilai hasan, lihat Ahmad Luthfi dalam catatan kaki kitab Nashihat al-Muslimin, h. 80. 

[4] Hadis ini menurut muhaqqiqnya, Ahmad Luthfi, terdapat dalam kitab silsilat al-ahadits al-dhaifah wa al-Mawdhu’atnya al-Albani

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian, PonPes, Nasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 22 Agustus 2017

Puluhan Warga Donorkan Darah di LAZISNU Kudus

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Aksi donor darah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kudus dan Palang Merah Indonesia di Kantor PCNU Kudus, Selasa (8/10), mendapat respon baik masyarakat. Selain aktivis, pengurus hingga kader NU, warga dengan sukarela mendonorkan darahnya pada aksi kemanusiaan ini.

Puluhan Warga Donorkan Darah di LAZISNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Warga Donorkan Darah di LAZISNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Warga Donorkan Darah di LAZISNU Kudus

Warga Undaan Kudus, Abu Hasan Asyari mendukung aksi yang diinisiasi LAZISNU Kudus ini. “Kegiatan sosial ini sangat bermanfaat bagi orang lain. Mereka yang membutuhkan darah, memahami betul arti aksi kemanusiaan ini.”

Menurut Kades Demangan Alek Fahmi, donor darah tidak hanya sekedar membantu orang lain tetapi mampu menyehatkan tubuh bagi yang menyumbangkan darah. "Di sini, saya ikut donor ke-54, tubuh sehat tidak terkena penyakit," katanya usai diambil darahnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua LAZISNU Kudus Syakroni menyatakan, program donor darah ini akan rutin digelar dengan waktu yang telah ditentukan PMI, selama 73 hari sekali. "Alhamdulillah, baru pertama kali 37 dari 47 pendaftar diambil darahnya. Semoga ke depan nanti semakin banyak," kata Syakroni singkat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

LAZISNU, kata Syakroni, akan terus mendorong kesadaran masyarakat memiliki kepedulian sosial berbagi antarsesama baik berupa amal zakat, infaq, darah, maupun shodaqoh. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hadits Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 20 Agustus 2017

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Bagi NU pemilihan umum (Pemilu) yang akan berlangsung 9 April mendatang hendaknya dimaknai sebagai implementasi ibadah. Karenanya, menciptakan pemilu yang bersih dengan menjaganya dari perilaku yang menodai adalah hal tidak terhindarkan.

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah

Setidaknya inilah beberapa pesan yang disampaikan PWNU Jatim menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) yang tinggal beberapa hari ini. Ada enam poin seruan dari PWNU Jatim kepada Nahdliyin terkait pemilu.  

"Menggunakan hak pilih hakikatnya keikutsertaan kita menentukan pemimpin, atau nasbur riasah, yang dalam pandangan agama adalah wajib. Maka bila dilakukan dengan niat dan cara yang benar termasuk ibadah," kata Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar saat jumpa pers, Rabu (2/4) siang di kantornya, Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sikap tersebut, lanjut Kiai Miftah, juga sesuai dengan khittah Nahdlatul Ulama tentang politik. Dalam berpolitik, warga NU diminta melakukannya secara bertanggungjawab, sehingga akan terbentuk pemerintahan dan negara yang demokratis, konstitusional dan taat hukum

Ustadz Felix Siauw Terbaru

NU Jatim juga menyerukan anggotanya untuk tidak golput. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Miftahus Sunnah Surabaya ini, tidak menggunakan hak suara pada pemilu merupakan sikap tidak bertanggungjawab seorang warga negara.

“Agar pilihan bertanggungjawab, lima kriteria calon harus dipilih warga NU," lanjutnya. Di antaranya calon harus berakhlakul karimah, setia pada Pancasila, jujur, bertanggungjawab, cerdas, kapabel dan cakap.

Seruan ini nantinya akan dikirim ke Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur untuk disebarkan kepada kepengurusan di bawahnya.

 

Dalam konferensi  pers tersebut, Kiai Miftah didamping Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif, Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, serta Ketua PP ISNU Muhammad Koderi  dan Wakil Bendahara PWNU Jatim Muhammad Rosyidi. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Cerita, Doa, Tegal Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 19 Agustus 2017

Cipasung Parameter Pesantren Jawa Barat

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Eskpedisi Islam Nusantara dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendatangi berbagai tempat yang menjadi sentra peradaban Islam di sekitar Tasikmalaya. 

Cipasung Parameter Pesantren Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cipasung Parameter Pesantren Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cipasung Parameter Pesantren Jawa Barat

Setelah mengunjungi situs Lingga Yoni di Indihiang, Masjid Agung Manonjaya dan makam Syekh H. Abdul Muhyi Pamijahan, tim Ekspedisi Islam Nusantara singgah di Pondok Pesantren Cipasung, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna Rabu (27/4) siang. 

Kedatangan Tim Ekspedisi Islam Nusantara ini disambut Pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, KH Abun Bunyamin Ruhiat. Tampak hadir pula pengurus PCNU Kabupaten Tasikmalaya dan segenap dewan pengurus Pondok Pesantren Cipasung.

Ketua rombongan Ekspedisi Islam Nusantara Imam Pituduh mengatakan keberadaan Pondok Pesantren Cipasung sangat vital. Eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan salafiyah memiliki peran penting dalam perjalanan membangun peradaban umat Islam.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Jika berbicara NU di Jawa Barat, Pondok Pesantren Cipasung adalah salah satu corong atau parameternya," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU ini.

Tim Ekspedisi Islam Nusantara sendiri, lanjut Imam, merasa harus dan wajib untuk menggoreskan rekan jejak perjalanan Pondok Pesantren Cipasung. Sebab keberadaannya merupakan salah satu warisan terpenting dalam khazanah kekayaan Islam di Nusantara.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Ekspedisi Islam Nusantara ini sebuah perjalanan jurnalistik. Maka Pondok Pesantren Cipasung adalah satu yang menjadi bagian di dalamnya," kata Imam. (Imam Mudofar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Cerita Ustadz Felix Siauw Terbaru

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

Gresik, Ustadz Felix Siauw Terbaru. PC LP Gresik berhasil menyelenggarakan Pemilihan Pelajar Teladan 2013. Acara yang dihelat pada 25-26 Mei 2013 di SMA Hidayatussalam, Lowayu, Dukun, Gresik itu diikuti 442 peserta dari 16 MWC Ma’arif di Kabupaten Gresik dari berbagai jenjang pendidikan.

Peserta yang mengikuti PPT ke-35 ini adalah hasil seleksi dari siswa terbaik yang diadakan oleh pengurus MWC LP Ma’arif di setiap kecamatan. Dalam seleksi itu, setiap MWC Ma’arif memilih 3 pelajar putra putri dari setiap jenjang pendidikan mulai dari MI/SD, SMP/MTs dan MA/SMK/SMA.

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

”Jadi PPT ini adalah pemilihan tingkat kabupaten yang diikuti wakil terbaik dari masing-masing MWC,” kata Ketua PC LP Ma’arif Gresik H Ismail Syarif.

Kegiatan PPT tingkat kabupaten yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 25 dan 26 Mei 2013. Pada hari pertama diadakan seleksi tes tulis untuk peserta dari lembaga pendidikan formal (MI/SD, MTs, SMP, SMA/SMA, MA). Materi tes tulis yang dimulai pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WIB itu mengujikan 4 kompetensi, yaitu agama, ke-Nu-an, bahasa dan pengetahuan umum. Pada hari pertama itu, acara PPT ke-35 ini dimeriahkan kirab dengan diiringi drumband. Selain itu ada juga bazar Fatayat Ranting Lowayu, Dukun.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pada malam harinya, diselenggarakan pembukaan yang dihadiri Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU. Pada acara itu juga hadir, Ketua PCNU Kab. Gresik, H Khusnul Chuluq, Kepala Dispendik Gresik Nadlif. Dewan Pakar LP Maarif Gresik Chusaini Mustas dan  Ketua LP Maarif Gresik Ismail Syarif, serta semua pengurus MWC Ma’arif NU se-Kabupaten Gresik.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pada hari kedua, acara bertambah padat, karena seleksi PPT diikuti oleh seluruh peserta baik untuk pendidikan formal maupun non formal (TPQ dan Madin). Untuk pendidikan formal mengikuti tes pidato, KIR, presentasi dan kreatifitas sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Redaktur: Mukafi Niam 

Reporter : Choiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru News, Aswaja Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 17 Agustus 2017

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanulhaq mengungkapkan bahwa penetapan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Jokowi harus disertai perhatian negara untuk pesantren.

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren

Hal itu dikemukakan oleh Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat ini saat memberikan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) RUU Madrasah dan Pondok Pesantren, Rabu (19/10) di Hotel Lumire Jakarta Pusat.

Dalam FGD yang digelar LP Ma’arif NU, FPKB DPR RI, dan Kementerian Agama tersebut, kiai yang akrab disapa Kang Maman ini menuturkan bahwa menurutnya, selama ini seolah hari santri hanya sebatas arak-arakan, kirab, dan seremonial.

“Oleh negara, kita seolah sudah cukup bergembira dikasih hari santri. Pengakuan negara terhadap santri mestinya disertai perhatian mereka bahwa pesantren selama ini memberikan kontribusi luar biasa terhadap pembangunan bangsa sejak sebelum kemerdekaan,” papar Anggota DPR RI FPKB ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sebab itu menurutnya, momen penting Hari Santri harus dimanfaatkan oleh NU untuk mem-breakdown gagasan-gagasan demi kepentingan pesantren dari sudut pandang alokasi anggaran tetap APBN untuk pesantren dan madrasah.

Karena menurut penulis buku Fatwa dan Canda Gus Dur ini, tidak terpungkiri bahwa selama ini pesantren dan madrasah terutama swasta masih mengalami diskriminasi alokasi anggaran negara. Tidak seperti pendidikan umum yang terbiayai oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah sekaligus.

“Maka dari itu, pengguliran RUU Madrasah dan Pondok Pesantren ini semoga bisa memperkuat payung hukum yang ada selama ini sehingga eksistensi penting madrasah dan pesantren tidak terabaikan secara regulatif,” terangnya.

Senada dengan Kang Maman, Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan juga menerangkan bahwa warga NU jangan hanya gegap gempita dengan Hari Santri. Tetapi juga harus mendorong pemerintah atau negara agar melakukan rekognisi (pengakuan) sehingga pesantren terperhatikan dalam alokasi anggaran negara.

“Kita sekarang masih gegap gempita dengan Hari Santri, tetapi bagi saya, ekstrim saya katakan, percuma ada Hari Santri kalau pesantren masih hanya dianggap sebagai pemadam kebakaran. Negara belum hadir di sana,” ujar Nur Kholis.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Karena menurutnya, kita tidak mungkin berargumentasi bahwa guru-guru dan ustadz-ustadz pesantren harus mendapatkan penghargaan negara. “Sama sekali belum bisa. Sebab selama ini, pesantren hanya masuk nomenklatur pendidikan non-formal,” tutur Nur Kholis. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 16 Agustus 2017

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Jakarta menyelenggarakan Musyawarah Wilayah di masjid lantai dasar kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (15/11) kemarin, bertepatan dengan Turba Pengurus Himasal Pusat.? Hadir dalam acara tersebut para pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Para pengasuh dan dzuriyah yang hadir antara lain KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. Ahmad Reza Zahid (Gus Reza), KH. Zainal Abidin (Gus Bidin). Beberapa? alumni senior hadir antara lain KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), KH. Mujib Qulyubi (Wakil Katib Syuriah PBNU), KH. Baijuri Khotib (Ketua MUI Kota Tangerang), KH. Abdul Ghofur (PKB Jakarta), KH. Munsorun (MUI Jakarta Selatan) dan para alumni pondok pesantren lirboyo se Jabodetabek. ?

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU

Dalam sambutannya, KH Said Aqil menekankan peran penting santri dan alumni dalam berkiprah di masyarakat untuk memperkuat ahulussunnah wal jama’ah an-nahdilyyah melalui beragam media. Diantaranya adalah berperan aktif melalui organisasi Nahdaltul Ulama.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kiai Said juga menekankan pentingnya trilogi ukhuwah atau persaudaraan, yaitu ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia), wathaniyyah (persaudaraan sebangsa) dan diniyyah (persaudaraan seagama) dengan acuan? ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyyah. ?

Muswil Himasal Jakarta III juga memilih dan menetapkan KH. Baijuri Khotib sebagai ketua Himasal periode 2014-2019. Ketua MUI dan Pengurus NU Kota Tangerang ini menekankan pentingnya konsolidasi dengan pengurus cabang Himasal se-Jabodetabek, dan berkoordinasi dengan Himasal wilayah dan pusat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Disampaikan bahwa peran alumni Lirboyo sangat dinanti oleh masyarakat, terutama dalam gerakan radikal dan khilafah seperti yang diusung oleh Hizubut Tahrir Indonesia (HTI).

Gus Reza, panggilan akrab KH Agus Reza, pengurus Himasal Pusat dan Ketua RMI Wilayah Jawa Timur menyampaikan beberapa hal; pertama Pengurus Himasal Pusat ssat ini sedang melaukan Turba atau road show ke seluruh wilayah dan cabang di Indonesia hingga petengahan Desember 2014.

Kedua; para alumni harus memperkuat dan meyebarkan faham Aswaja di tengah masyarakat, Ketiga; pelaksanaan Munas Himasal akan diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2015 mendatang di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Acara ini ditutup dengan tausiyah dari KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, yang menekankan peran pesantren salafiyyah seperti Lirboyo, Sidogiri dan lainnya yang mampu memproduksi pemimpin bangsa dan Negara.

Oleh karena itu, keberadaan pesantren modoel ini jangan sampai hilang, melalui peran aktif dari para alumni dalam bersikap dan bertindak yang menunjukkan sebagai ulama waritsatul anbiya? di tengah masyarakat.

Kiai Kafabih megaharapkan semakin banyak pesantren salaf yang didirikan oleh para alumni untuk meyebarkan dan memantapkan faham ahussunah waljama’ah. Peran pesantren inilah yang akan terus mendukung apa yang dilakukan oleh Nahldatul Ulama, papar beliau di akhir dengan pembierian ijazah Hirz Jausan, Hadis Musalsal dan beberapa ijazah lainnya.? (Idris Mesut/Edon/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kyai Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 15 Agustus 2017

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren

Lombok Barat, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jaringan Gusdurian Lombok menggelar halaqah bertema “Siasat Pesantren dan Nahdliyin dalam Menghindari Jebakan Korupsi” di Pondok Pesantren Al-Halimy Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (13/4).

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren

Hadir sebagai pembicara Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, Direktur Dikyanmas KPK Sujanarko.

Koordinator Jaringan Gusdurian Lombok Fairuz Zabadi menyebutkan, pondok pesanten di Lombok Barat menjadi pilihan tempat acara lantaran banyaknya lembaga pendidikan Islam itu di Lombok Barat. Pemerintahan Lombok Barat juga mempunyai rekam jejak yang kelam. Dua kali berturut-turut bupati Lombok Barat terjerat kasus korupsi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Alissa mengatakan, pesantren memiliki kontribusi tinggi terhadap pembanguan bangsa di banding sekolah-sekolah negeri yang satu desa hanya ada satu SD. Apalagi sekolah model dengan biaya mahal, menurut adik kandung putri Gus Dur ini, tidak semua masyarakat bisa mengakses karena mahal.

"Oleh karena itu, pesantren penting mengetahui haknya di negara namun harus tidak terjebak dengan permainan koruptor," harapnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Alissa juga banyak menyanpaikan seputar komitmen almarhum Gus Dur dalam melawan dan memberantas korupsi. Gerakan antikorupsi berbasis pesantren, menurutnya, penting dilakukan warga NU khususnya di Lombok Barat.

Turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Al-Halimy TGH Munajib Khalid, perwakilan badan otonom NU, lembaga NU, dan puluhan perwakilan dari pesantren se-Lombok Barat. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nusantara, Syariah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menjaga Keseimbangan Ilmu Fiqih NU

Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) yang pertama kali di Indonesia, hadir di Pondok Pesantren Annawawi di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten. Secara resmi Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syeikh Nawawi Tanara (STIF SYENTRA) yang digagas Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin tersebut, diluncurkan di Kampus Kompleks Pesantren Annawawi Tanara di Serang, Sabtu (4/9) lalu.

Apa dan bagaimana, dengan ilmu fiqih sehingga Kiai Ma’ruf mendirikan sekolah tinggi ilmu? khusus ilmu tersebut. Juga bgaimana dinamika ilmu fiqih di NU saat ini. Abdullah Alawi dari Ustadz Felix Siauw Terbaru berhasil mewawancarainya di gedung PBNU, beberapa waktu lalu. Berikut penjelasannya.



Menjaga Keseimbangan Ilmu Fiqih NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Keseimbangan Ilmu Fiqih NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Keseimbangan Ilmu Fiqih NU

Kenapa Kiai Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih?


Biasanya syariah, tapi itu terlalu luas. Makanya saya meminta izin mendirikan institut fiqih. Baru pertama membuat naskah akademik, memproses, agak lama. Tapi alhamdulillah kemudian lahirlah sekolah tinggi ilmu fiqih itu. Kenapa ilmu fiqih? Karena menurut saya, fiqih itu sifatnya kan menyelesaikan masalah, solutif, baik di bidang ekonomi, di bidang sosial budaya, politik, itu penyelesaiannya kan fiqih. Solusinya itu fiqih. Fiqih itu, menyangkut bagaimana dengan kaidah-kaidahnya, ushul fiqihnya, itu bisa menyelesaiaknya. Fiqih itu kan cara berpikir menyelesaikan masalah sehingga menurut saya, kalau tafsir itu kan sangat lebih tekstualis. Hadits lebih tekstualis.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tapi fiqih itu sangat kontekstual menyelesaikan masalah, menyelesaikan masalah itu tergantung alasannya, argumennya, ilatnya, padahal masalah yang kita hadapi sekarang itu, terutama di bidang muamalah. Kita lebih ke fiqih muamalah. Muamalah itu soal ekonomi, sosial budaya, politik. Lebih soal-soal ekonomi, perbankan, pasar modal. Kemudian juga berbagai sistem keuangan itu memerlukan jawaban-jawaban bagaimana syariah itu bisa memberikan solusi-solusi.



Ustadz Felix Siauw Terbaru

Metode mengkontekstulasisasi yang akan dikembangkan di Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih tersebut bagaimana?



Mereka akan diajarkan fiqih kontemporer, yaitu fiqih kekinian. Kemudian juga kaidah-kaidah ushul fiqih muamalatnya. Kemudian juga tentang berbagai keputusan-keputusan di dalam semua aspeknya, baik soal ekonomi, soal sosial budaya dari forum-forum fiqih dunia. Fiqih kita Indonesia, baik di majelis ulama, kemudian Dewan Syariah Nasional tentang masalah ekonomi, maupun forum fiqih OKI, kemudian majmaul fiqh Rabithah Alam Islami.

Jadi, kita berikan mereka bagaimana cara-cara ijtihad yang dilakukan cara merespon berbagai persoalan. Mereka kemudian kita ajar untuk bagaimana memecahkan persoalan melalui kaidah-kaidah fiqh disamping yang pendapat-pendapat, tapi bagaimana juga memberi jawaban dengan qawaid-qawaid fiqih. Kemudian juga mereka kita ajar agar mereka pandai artikel-artikel yang menyangkut masalah-masalah, berbagai kasus.

Kalau begitu, hal-hal yang terjadi bisa didekati dengan fiqih?



Iya, ilmu fiqih itu kan ilmu duniawi, ilmu untuk bisa menyelesaikan persoalan. Fiqih itu kan ijtihadi, istinbati, bagaimana membuat ijtihad dan istinbat dari nash-nash yang ada maupun dari pendapat-pendapat yang sudah ada.

Kurikulumnya bagaimana?



Iya, dan terus disempurnakan. Kita ambil contoh dari berbagai contoh, kemudian kita olah sendiri.



Angkatan pertama sudah dimulai?



Sekitar 50.

Kenapa menggunakan Syekh Nawawi?



Karena pesantrennya bernama Syekh Nawawi di tempat lahirya Syekh Nawawi. Dan juga kita mengambil tokoh keilmuannya.

Perkembangan fiqih di Indonesia, khususnya di NU itu bagaimana?



Sebelum tahun 1990-an di NU mandeg.

Apa faktornya?



Karena kita berpikir tekstual pada ibarat kitab sehingga ketika ada persoalan baru, tidak mau, mereka merasa tidak punya hak untuk menjawab persoalan itu. Maka terjadilah tawakuf. Semua ditunda, pending. Nah, tahun1992, kita mulai melakukan dinamisasi pemikiran, saya menyebutnya tathwirul fikrah an-nahdliyah, kita buka, bahwa disamping pendapat-pendapat yang sudah ada, ketika tidak ada pendapat, maka kita melakukan istinbat jama’i. Ketika ada pendapat, tapi sudah tidak relevan lagi, kita melakukan telaah ulang.

Tokoh-tokohnya dinamisasi siapa?



Banyak. Saya waktu itu Katib Aam. Waktu itu melakukan halaqoh-halaqoh, banyak, kiai-kiai Jawa Timur Kiai Hasan Wafi, Kiai Wahid Zaini, Kiai Imron, kebanyakan sudah tidak ada.

Kemudian setelah itu fiqih di NU mulai dinamis?



Mulai dinamis, tapi terkadang juga dinamisnya kebablasan juga, mengarah ke liberalisasi sehingga kita jaga supaya tetap on the track. Masih juga ada yang sangat tekstual. Padahal kita sudah mengarah kepada kontekstual, dinamis, sehinga kita tidak terus berpegang kepada pendapat-pendapat, kalau tidak ada pendapat tidak berani mengambil membuat pendapat, sehingga kita masuk kepada Muktamar kemarin itu mengenai manhajul istinbat. Jadi, bagaimana kita melakukan istinbat itu. Jadi, bagaimana kita rumuskan. Kalau kita masuk, metode istinbat itu seperti apa.

Pernah mandeg juga. Setelah kita mengadakan cara berpikir NU tidak statis, tetapi dinamis, tapi belum ada kelanjutannya. Kemudian terjadi kemandegan tidak berani masuk.

Penyebabnya apa?



Ketika itu memang, apa ya, belum terumuskan. Sekarang udah terumuskan. Di NU itu masih ada yang tekstual, ada yang ibarat kitab saja. Tidak mau masuk ke wilayah ijtihadi atau istinbati, tapi ada juga yang kebablasan. Oleh karena itu kita tetap menjaga keseimbangan di jalur tengah. Ini perlu disosialisasi kepada dua belah pihak supaya tidak terlalu ke kanan atau ke kiri. NU itu ya itu tengah, tawasuthiyah, moderat, tapi dinamis. Saya menyebutnya tawashutiyan watathowuriyan, wamanhajiyan, moderat, tidak tekstual, tidak liberal, tapi dinamis, tidak statis.? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 14 Agustus 2017

Mustasyar PBNU: Malas Berinfak Termasuk Golongan Tertipu

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sya’roni Ahmadi mengajak umat melaksanakan dengan harta. Sebab, harta benda seisinya adalah titipan dari Allah yang pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

“Bila manusia sudah mati, harta benda dari bumi dan langit seisinya menjadi kekuasaannya Allah. Makanya mumpung masih hidup, berinfaklah untuk sabilillah,” katanya saat melanjutkan keterangan ayat 10-15 Surat Al-Hadid dalam pengajian Tafsir Al-Qur’an di Masjid al-Aqsha Menara Kudus, Selasa (23/7) pagi.

Mustasyar PBNU: Malas Berinfak Termasuk Golongan Tertipu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: Malas Berinfak Termasuk Golongan Tertipu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: Malas Berinfak Termasuk Golongan Tertipu

Di depan ribuan jamaah, ulama kharismatik tersebut menjelaskan, berinfak kepada sabililah adalah menyumbangkan harta benda untuk kepentingan menegakkan agama Allah. Kategori sabilillah itu berupa untuk pembangunan masjid, musholla, pondok pesantren, madrasah, tempat-tempat pengajian, dan bentuk kebaikan lainya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Berinfak, terang Mbah Sya’roni, akan mendapat pahala (balasan) dari Allah. Orang berinfak pahalanya berbeda-beda antara besar dan kecil sesuai kadar infaknya. Diceritakan dalam ayat ini, beinfak sebelum kota Makkah dikuasai Nabi Muhammad itu lebih besar pahalanya setelah Makkah dikuasai.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Meskipun berbeda-beda pahalanya, semua yang berinfak mendapat pahala di surga. Pahala itu tergantung amalannya, namun meski berinfak banyak maupun sedikit tetap ada balasannya,” jelasnya.

Orang yang tidak mau berinfak, kata Mbah Sya’roni, termasuk golongan yang tertipu. Dengan mengutip syair Ba’dhul Fudhola’, ia menerangkan orang yang selalu mengumpulkan dan memikirkan harta benda untuk angan-angan yang belum diketahui waktunya.

“Misalnya, orang berlimpah harta sudah merancang membuatkan rumah untuk cucunya padahal belum jelas lahirnya seorang cucu. Orang yang demikian tertipu oleh angan terlalu tinggi, ini tidak baik,” terangnya.

Pada penjelasan ayat lainnya, Mbah Sya’roni menerangkan hidup di dunia pasti akan selalu ribut (rekoso) sebagaimana nash Al-Qur’an. “Oleh karenanya, kita harus selalu bersabar,” imbaunya.

Mbah Sya’roni melanjutkan, barang siapa yang mau mengutangi Allah maka bakal dibalas berlipat-lipat oleh Allah. Kata utang merupakan kiasan menyuruh berinfak yang pada akhirnya nanti Allah akan mengganti.

Kenapa Allah tidak memberikan balasan sekarang? Mbah Sya’roni menerangkan Allah memberikan balasan di surga supaya manusia tidak kaget dan disibukkan dengan balasan-Nya tersebut.

“Bayangkan saja, bila balasan Allah dengan gedung berupa emas diberikan langsung di dunia, manusia pasti sibuk ngrumati pemberian-Nya. Jadi, Allah menyimpannya untuk di akhirat nanti,” terangnya.

Pengajian tafsir yang berlangsung tiap hari selama bulan Ramadhan ini,diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah Kudus,Jepara dan sekitarnya.Saking membludaknya jamaah, pihak pengurus masjid menyediakan layar lebar di tempat parkir dan jalan depan Menara Kudus.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama, Pahlawan, Quote Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dikukuhkan, Ketua PWNU Jakarta Minta Semua Lembaga Langsung Bekerja

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar pengukuhan pengurus lembaga-lembaga masa bakti 2016-2021. Acara yang berlansung di Hotel NAM Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat sore (3/6) ini merupakan ajang silaturahim seluruh lembaga, sekaligus bagian awal safari Ramadhan yang akan diselenggarakan di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Dikukuhkan, Ketua PWNU Jakarta Minta Semua Lembaga Langsung Bekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, Ketua PWNU Jakarta Minta Semua Lembaga Langsung Bekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, Ketua PWNU Jakarta Minta Semua Lembaga Langsung Bekerja

Ketua PWNU DKI Jakarta, Saefullah menegaskan, pengukuhan ini menjadi tanda dimulainya pelaksanaan setiap program kerja yang sudah mulai dicanangkan. “Tidak ada lagi alasan untuk tidak melaksanakam program-program kerja untuk menunjukkan keberadaan NU di Jakarta,” ujar Saefullah yang juga menjabat sebagai Sekda DKI.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Saefullah mengungkapkan, banyak personel pengurus lembaga PWNU DKI Jakarta yang merupakan lulusan S1, S2 bahkan ada yang berhasil menyelesaikan program doktor. Dari situ diharapkan sisi intelektualitas para pengurus dapat diabdikan untuk memajukan NU.

“NU DKI Jakarta ibarat air terjun yang akan menyirami dan memberikan kesejukan bagi masyarakat DKI Jakarta,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Terkait safari Ramadhan yang akan dimulai awal puasa nanti, Saefullah berharap kegiatan tersebut sebagai bukti kekuatan NU DKI Jakarta, sekaligus untuk membuktikan bahwa NU bisa menjadi payung di Kota Jakarta.?

Dalam safari nanti PWNU Jakarta tidak hanya mengelar ibadah bersama tetapi membuka dialog dengan warga terkait persoalan yang dihadapi, termasuk mencari solusi dari permasalan tersebut. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Halaqoh, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Terbaru

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

90 persen siswa sekolah atau madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) pada Ujian Nasional (UN) tahun ini dinyatakan lulus.

“Berdasarkan laporan dari wilayah-wilayah, angka kelulusan Ujian Nasional siswa sekolah yang berada di bawah naungan Ma’arif mencapai 90 persen,” kata Ketua Umum PP LP Maarif NU, Najid Muchtar kepada wartawan di kantornya Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman Timur, Jakarta, Kamis (29/6)

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN (Sumber Gambar : Nu Online)
90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN (Sumber Gambar : Nu Online)

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN

Nadjid yang dalam kesempatan itu didampingi sejumlah pengurus PP LP Ma’arif NU, di antaranya Mamad Salamet dan Aceng Abdul Azis, menyatakan, data tersebut menunjukan bahwa jumlah siswa yang tidak lulus pada tahun ini masih cukup besar.

Ditambahkan Nadjid, sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam bidang pendidikan di lingkungan NU, LP Ma’arif NU, saat ini sedang berusaha mencari solusi untuk mengatasi para siswa yang dinyatakan tidak lulus, yang jumlahnya mencapai 10 persen. LP Ma’arif NU, katanya, tetap pada sikap semula, yaitu menuntut pemerintah untuk menyelenggarakan UN ulang.

”Sekarang kami sedang berpikir bagaimana mereka yang tidak lulus ini. Kami tetap pada sikap kami, yakni pemerintah harus menggelar UN ulang,” ungka Nadjid.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Banyaknya jumlah siswa yang tidak lulus, lanjut Nadjid, terutama yang berada dalam naungan LP Ma’arif NU, bukan semata kesalahan siswa, melainkan juga kesalahan pemerintah yang tidak memberikan fasilitas pendidikan merata pada setiap sekolah. Kualitas sekolah, katanya, tidak bisa disamaratakan.

“Ujian Nasional itu tidak adil. Banyak yang tidak lulus itu bukan kesalahan siswa. Kualitas sekolah tidak bisa disamaratakan, karena pemerintah belum memberikan fasilitas kepada sekolah. Jadi, Ujian Nasional ulang adalah jalan terbaik untuk mengatasi masalah ini,” jelasnya.

Najid menegaskan, sejak awal LP Ma’arif NU tidak setuju pada pelaksanaan Unas, jika itu untuk menjadi ukuran kelulusan siswa. Unas, kata Najid, seharusnya hanya dijadikan sebagai pengukur standar kualitas pendidikan, bukan untuk standar kelulusan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

”Inti pendidikan tidak hanya pada Ujian Nasional itu saja. Ada aspek-aspek lain yang harus dijadikan ukuran. Pihak sekolah sebenarnya yang punya hak untuk meluluskan siswa, karena sekolah yang memantau siswa setiap hari. Masa pemerintah nggak ikut mendidik, kok ikut meluluskan,” katanya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Santri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 12 Agustus 2017

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik

Waykanan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pada diklatsar dan PKD di Blambangan Umpu, Selasa (25/4), Gerakan Pemuda Ansor Waykanan menandatangani sembilan sikapnya menghadapi pemilu April mendatang. Sembilan poin ini menjadi pedoman politik kader GP Ansor dan Banser Waykanan.

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik

Dalam Sembilan poin itu, GP Ansor Waykanan menyatakan, memegang teguh Khittah NU 1926, mengajak warga menciptakan perdamaian, mengawal dan mewujudkan Pemilu damai 2014, ? menjamin kebebasan hak asasi setiap anggota untuk menggunakan hak pilih sesuai kehendak hati, tidak memihak calon atau partai peserta Pemilu 2014.

Kecuali itu, GP Ansor Waykanan mengimbau kader dan warga menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2014, mengharapkan kadernya untuk menjadi pemilih cerdas, memilih caleg berdasarkan rekam jejak dan kapasitasnya, mengimbau warga menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan NKRI, dan mengimbau kader dan warga menolak politik uang demi menciptakan Pemilu 2014 yang bersih.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua PC GP Ansor Waykanan mengatakan, “GP Ansor sebagai elemen kepemudaan perlu terlibat konkret dalam Pemilu ini, sebagai bagian pengawalan jalannya demokrasi di NKRI.”

Sembilan sikap ini merupakan nota kesepahaman antara GP Ansor dan KPU Waykanan di pesantren Roudhotul Mutaqin. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kiai, Humor Islam, Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 11 Agustus 2017

Meneguhkan Kembali Spiritualitas NU

Tanpa terasa pada 2017 ini, usia Nahdlatul Ulama telah mencapai 91 tahun, jika dihitung dalam penanggalan Masehi. Selama perjalanan tersebut, estafet kepemimpinan NU sudah berganti dari generasi ke generasi yang masing-masing menghadapi situasi dan tantangan zaman yang berbeda. Generasi muda melalui beberapa badan otonom NU seperti IPNU-IPPNU, Ansor-Fatayat NU dan jalur-jalur nonformal melalui pendidikan pesantren yang menjadi basis penjaga nilai-nilai keagamaan NU juga terus disiapkan untuk melestarikan perjuangan NU. Spirit awal untuk menjadi jam’iyyah diniyah ijtimaiyah inilah yang harus tetap dijaga dan terus diteguhkan mengingat berbagai tantangan terus menghadang.

Upaya untuk mencapai keadilan, kesejahteraan, pencerahan, dan tujuan-tujuan mulia lainnya selalu menjadi dasar berdirinya sebuah organisasi. Tetapi situasi yang berbeda memerlukan pendekatan yang berbeda. Pada 1926 ketika NU didirikan, wilayah Nusantara masih berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda. Kini, Indonesia telah merdeka yang secara politik diperintah oleh bangsa sendiri. Jika pada zaman kolonial NU bersikap nonkooperatif sebagai bentuk perlawanan, kini banyak kader NU yang menduduki posisi strategis dalam pemerintahan yang ikut menentukan nasib bangsa ini di masa mendatang. Gus Dur, salah satu ketua umum PBNU, bahkan menjadi presiden keempat Indonesia.

Meneguhkan Kembali Spiritualitas NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneguhkan Kembali Spiritualitas NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneguhkan Kembali Spiritualitas NU

Dengan kesederhanaan dan kebersahajaan, NU mampu melawan penjajah. Para santri secara konsisten mengobarkan perlawanan, dari waktu ke waktu dan di manapun kepada kolonialis Belanda. Apa yang diperjuangkan dengan kucuran darah dan keringat ini akhirnya menghasilkan Indonesia yang merdeka, yang proklamasi kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 juga menginspirasi bangsa-bangsa lainnya untuk lepas dari penjajahan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Di zaman yang sudah serba mudah ini, tantangan baru pun muncul. Jika dulu ujiannya adalah keterbatasan dalam berbagai hal, kini harta yang melimpah juga merupakan ujian. Jika pada zaman dahulu para kiai hanya bersepeda onthel untuk berdakwah dari satu tempat ke tempat lainnya, kini mereka sudah pada bermobil, bahkan banyak yang sudah memiliki mobil mewah. Jika dulu memiliki sepeda sudah dianggap sebagai golongan kaya, kini memiliki motor dianggap sebagai kelompok miskin.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tetapi yang patut untuk disadari adalah, mobil dan perangkat lainnya yang canggih hanyalah wahana untuk menjalankan misi kemanusiaan, untuk menjalankan dakwah. Beberapa ustadz sudah menggunakan manajemen tersendiri untuk mengelola kapan dan di mana dia harus naik panggung. Mereka secara terang-terangan mengenakan tarif dengan jumlah yang besar agar bisa mengundangnya. Gaya hidupnya sudah mirip pesohor dalam dunia hiburan dengan hobi mengoleksi motor besar atau hal-hal lain yang membikin masyarakat pada umumnya hanya bisa menonton dan membayangkan saja. Mereka berargumen, kalau penyanyi atau artis tampil di panggung dibayar puluhan juta rupiah, kenapa ustadz tidak?

Tentu sah-sah saja menikmati kekayaan yang mereka miliki. Islam juga mengajarkan umatnya untuk kaya karena mereka? yang kaya memiliki pengaruh lebih besar daripada yang miskin. Tetapi jika kekayaan tersebut dikumpulkan dari hasil dakwah, rasanya kurang elok untuk dibuat bermegah-megahan sementara masih banyak sekali umat yang membutuhkan pertolongan. Biaya untuk mendatangkan dai, seringkali diperoleh dari iuran masyarakat. Jika gaya hidup mentereng dikarenakan dari usaha sendiri sebagai seorang wirausahawan, akan lebih pantas. Ini bisa menginspirasi masyarakat untuk mencontoh bahwa mereka yang berusaha keras bisa mendapat hasil atas yang mereka lakukan.

Dengan meningkatnya kecenderungan hedonisme dan materialisme di kalangan masyarakat, yang menganggap kesuksesan dan citra diri ditentukan oleh apa yang mereka pakai dan miliki, menjadi penting dalam momen harlah ke-91 NU ini untuk mengingatkan kembali pentingnya meneguhkan kembali spirit spiritualitas. Semangat inilah yang membuat masyarakat mematuhi petuah-petuah para ulama NU, menjaga sikap moral dengan berperilaku hidup sederhana. Sikap baru yang dimunculkan bahwa kekayaan dan kekuasaan merupakan puncak kesuksesan telah menyebabkan korupsi besar-besaran. Masih ada 28 juta penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan, masih banyak sekali sarana sekolah yang belum layak untuk belajar.

Spiritualitas sebagai tujuan, akan menumbuhkan kerelaan melakukan banyak hal untuk membantu sesama. Dan jika hal tersebut dilakukan dengan jumlah yang massif, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dalam perjalanan bangsa ini. Tujuan besar NU tercapai dengan cerminan kemampuannya dalam melayani umat dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, menjaga kebinekaan, dan hal-hal besar lainnya. Kesejahtaraan secara personal dari para pengurus NU tidak berarti mencerminkan keberhasilan tujuan NU. Dengan menjaga nilai-nilai spiritualitas inilah, kita akan mampu menghadapi berbagai godaan, terutama yang kini dihadapi adalah materialisme dan hedonisme. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah, AlaSantri, Internasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 10 Agustus 2017

Politik Sehat Menghasilkan Pemimpin yang Sehat

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Politik Sehat Akan Menghasilkan Pemimpin yang Sehat. Demikian dikatakan Wakil Ketua PCNU Pringsewu H Hambali saat ditemui disela sela kesibukan harian dikediamannya, Rabu (28/4).

Politik Sehat Menghasilkan Pemimpin yang Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Sehat Menghasilkan Pemimpin yang Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Sehat Menghasilkan Pemimpin yang Sehat

Pernyataan ini terkait dengan akan digelarnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada Februari 2017 di Kabupaten Pringsewu. Suasana perpolitikan dalam rangka menghantarkan menuju Kursi Bupati dan wakil sudah mulai menghangat. Berbagai macam cara dan strategi dilakukan oleh para calon dan tim suksesnya untuk memuluskan langkah menuju kemenangan.

Terkait hal ini H Hambali berharap strategi dan cara yang dilakukan haruslah sesuai norma dan peraturan yang ada. Jangan sampai terjadi kecurangan seperti black Campaign (Kampanye Gelap) ataupun Money Politic (Politik Uang).

"Agar Pemilukada terhindar dari kecurangan dan politik uang KPU dan BAWASLU harus bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan kesadaran berpolitik sehat kepada masyarakat dan khususnya kepada para calon Bupati dan Wakil yang berkompetisi," anjurnya.

Yang tak kalah penting menurutnya adalah pengawasan yang ketat kepada para Tim sukses yang secara teknis melakukan kegiatan lapangan dalam mensukseskan calonnya masing masing. Jika terjadi kecurangan haruslah diproses dengan tuntas dan tegas dengan berdasar peraturan yang ada.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Jika ada calon yang melakukan politik uang pada warga maka harus ditindak dengan tegas. Dan jika sudah benar benar melanggar peraturan calon yang melanggar tersebut harus di anulir sebagai bentuk komitmen ketegasan, pendidikan politik dan memberi efek jera agar hal serupa tidak terulang kembali," tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dengan kesadaran dari semua pihak dengan berpolitik secara sehat, Ia yakin akan muncul sosok yang sehat untuk melanjutkan Pembangunan Kabupaten Pringsewu 5 tahun kedepan. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 08 Agustus 2017

Rapat Pleno PBNU Bahas Sejumlah Isu Penting

Wonosobo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Rapat Pleno PBNU di Kompleks Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (7-8/9) akan membahas sejumlah persoalan internal NU dan beberapa rekomendasi terkait isu-isu penting nasional dan internasional.

Para peserta rapat Pleno PBNU berjumlah sekitar 130 orang yang terdiri dari pengurus PBNU dari jajaran syuriyah, tanfidziyah, mustasyar dan a’wan, serta ketua-ketua lembaga, lajnah dan badan otonom di tingkat pusat.

Rapat Pleno PBNU Bahas Sejumlah Isu Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Bahas Sejumlah Isu Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Bahas Sejumlah Isu Penting

Para peserta rapat dibagi ke dalam empat komisi, yakni organisasi, program, penataan aset dan rekomendasi. Masing-masing komisi beranggotakan unsur syuriyah, tanfidziyah, mustasyar dan a’wan, serta ketua-ketua lembaga, lajnah dan badan otonom.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Usai pembukaan Sabtu (7/9) besok, para peserta rapat akan mendengarkan laporan perkembangan NU pasca-Munas Cirebon 2012 oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Rapat kemudian dilanjutkan dengan sidang-sidang komisi.

Pada komisi program akan dievaluasi sejumlah program PBNU pasca Munas Cirebon yang dilaksanakan oleh lembaga, lajnah, serta beberapa program badan otonom.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Untuk Komisi Organisasi, menurut Ketua Panitia Rapat Pleno PBNU H Arvin Hakim Thoha, akan dibahas konsep Ahlul Halli wal Aqdi, atau model pemilihan baru Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk disahkan dalam Muktamar mendatang.

“Sudah disiapkan draftnya nanti insyaallah akan dibahas. Pengennya nanti di Muktamar 2015, kita tidak lagi memakai model pemilihan langsung,” katanya.

Selain itu, lanjut Arvin, akan dibahas seputar kedudukan cabang dan wilayah. Sementara ini, kepengurusan cabang dan wilayah NU masih mengikuti administrasi kepemerintahan.

“Yang sekarang ada, berapa pun jumlah warga di PWNU maupun PCNU dan sepadat apapun programnya tetap saja suaranya sama di Muktamar,” katanya.

Pada komisi rekomendasi, Rapat Pleno antara lain akan membahas sikap NU terkait pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2014. “Untuk Capres nanti NU tidak akan menitipkan aspirasinya pada satu parpol saja. Tapi nanti ini kan dibahas dalam komisi,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Foto:Dok. Ustadz Felix Siauw Terbaru: Dari kiri Ketua PBNU H Arvin Hakim Thoha, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Khutbah, Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 07 Agustus 2017

102 Pemuda Ikuti Diklat Terpadu Dasar Zona Utara Ansor Pringsewu

Pringsewu, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pimpinan Cabang GP Ansor Pringsewu, Lampung merekrut anggota baru melalui kegiatan Diklat Terpadu Dasar (DTD) zona Utara yang meliputi Kecamatan Sukoharjo, Adiluwih, Banyumas dan Pagelaran Utara. DTD ini dilaksanakan selama tiga hari, Selasa-Kamis (26-28/12) yang dipusatkan di Kompleks Masjid Al-Munawir Pandansari Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua GP Ansor Pringsewu, M. Sofyan ini merupakan kegiatan DTD Angkatan VII. Dalam sambutannya, Sofyan menyampaikan bahwa Ansor itu selalu welcome kepada siapapun dan dari kalangan manapun.

102 Pemuda Ikuti Diklat Terpadu Dasar Zona Utara Ansor Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
102 Pemuda Ikuti Diklat Terpadu Dasar Zona Utara Ansor Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

102 Pemuda Ikuti Diklat Terpadu Dasar Zona Utara Ansor Pringsewu

"Kalau mau bergabung menjadi Ansor itu tidak harus dari kalangan santri ataupun anaknya kiyai. Anak punk, anak jalanan, lulusan Perguruan Tinggi bahkan sampai yang hanya lulusan SD pun, boleh dan bisa menjadi Ansor," ujar Sofyan, Selasa (26/12) malam di lokasi kegiatan.

Ia menegaskan, siapa lagi yang mau peduli terhadap mereka, terutama kalangan yang bawah kalau bukan Nahdlatul Ulama. Yang penting mau diarahkan dan dibimbing untuk berakhlak mulia. Karena tujuan utama GP Ansor adalah bagaimana para generasi muda, khusunya pemuda Nahdliyin bisa berakhlak mulia meski dari kalangan yang berbeda-beda.

Kemudian kegiatan dibuka secara resmi dengan penyematan tanda peserta DTD. Peserta Diklat Terpadu Dasar ini berasal dari empat Kecamatan yang ada di zona Utara. Sebelumnya DTD dilaksanakan di zona Timur dan Selatan dan berjalan baik. Untuk jumlah peserta ada 102 orang, terdiri dari 9 orang calon Fatser dan selebihnya adalah calon Banser.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

102 peserta diklat terpadu tersebut tampak semangat dan antusias mengikuti materi-materi yang disampaikan oleh para pemateri. 

Seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya, para peserta DTD diberikan materi pemahaman tentang ke-NU-an, keaswajaan, ke-Ansor-an, kepemimpinan, kewirausahaan dan pendidikan militer dasar (permildas) untuk menggembleng mental dan fisik para peserta. (Henudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 06 Agustus 2017

Mbah Kuwu Sangkan, Tokoh Babad Alas Islam Cirebon

Cirebon merupakan salah satu daerah sentral penyebaran Islam di Jawa Barat. Selama ini masyarakat masyhur hanya mengenal Syarif Hidyatullah atau Sunan Gunung Jati sebagai tokoh utama penyebar Islam di Jawa Barat, salah satunya di Cirebon.

Tetapi jika ditelusuri lebih jauh, tokoh babad alas Islam di Cirebon atau orang yang pertama kali membangun pondasi keislaman adalah Mbah Kuwu Sangkan (lahir sekitar 1423 masehi). Atas peran sentralnya itu, Tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta bergerak menelusuri jejak Mbah Kuwu di daerah Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin (23/1/2017).

Mbah Kuwu Sangkan, Tokoh Babad Alas Islam Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Kuwu Sangkan, Tokoh Babad Alas Islam Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Kuwu Sangkan, Tokoh Babad Alas Islam Cirebon

Menurut Peneliti Pusat Kajian Cirebon (Cirebonesse) IAIN Syekh Nurjati Mahrus el-Mawa, Mbah Kuwu merupakan paman dari Syarif Hidayatullah. “Masyarakat mengenal Mbah Kuwu sebagai uwa-nya Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati,” ujar Mahrus yang juga Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.

Dalam berbagai literatur menurut Mahrus, Mbah Kuwu mempunyai 5 nama yaitu Pangeran Cakrabuana, Walang Sungsang, Haji Abdullah Iman, Syekh Somadullah, dan Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang itu sendiri.

Mbah Kuwu Sangkan terlahir tiga bersaudara, yakni Mbah Kuwu Sangkan, Raden Kiansantang, beserta Nyai Rarasantang dari pasangan Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sebagai Putra Mahkota, Mbah Kuwu mewarisi sifat kepemimpinan ayahandanya, Prabu Siliwangi. Hal ini terbukti dari pencapaiannya yang berhasil menduduki takhta Cirebon di bawah Kerajaan Pasundan yang saat itu dipimpin Raja Galuh, dan Mbah Kuwu merupakan raja pertama.

Perjuangan Mbah Kuwu membangun Cirebon dan menyebarkan Islam dimulai pada usianya yang kala itu masih menginjak 25 tahun. Ia mulai berdakwah, hingga mencapai puncaknya saat ia menduduki singgasana kerajaan Cirebon, dari situ ia memiliki kekuatan untuk memperluas wilayah dakwahnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Semasa hidup, Mbah Kuwu memiliki dua istri, yakni Nyi Endang Golis dan Nyai Ratna Lilis. Dari pernikahannya dengan Nyi Endang Golis dianugerahi keturunan Nyi Pakung Wati yang kelak menjadi salah satu pendamping Syekh Syarif Hidayatullah.

Syekh Syarif ? Hidayatullah sendiri merupakan putra dari Nyai Rarasantang, adik Mbah Kuwu Sangkan. Sedangkan dari pernikahannya dengan Nyai Ratna Lilis dianugerahi seorang putra bernama Pangeran Abdurrokhman.

Menurut beberapa catatan sejarah, Mbah Kuwu Sangkan menyukai sejumlah hewan, yakni kucing Candra Mawa, Macan Samba, dan Kebo Dongkol Bule Karone. Ketiga hewan tersebut diyakini sudah punah dan sekarang menurut kepercayaan orang setempat ketiga hewan itulah yang menjaga makam Mbah Kuwu.

Bentuk dari ketiga hewan tersebut dapat dilihat pada patung-patung hewan yang ada di sekitar lokasi makam. Mbah kuwu menetap di daerah Cirebon Girang, Talun sampai akhir hayatnya pada tahun 1500-an Masehi atau abad 16 awal. Sumber sejarah lain menyebut, Mbah Kuwu Sangkan wafat tahun 1529 Masehi.

Pelopor kebudayaan Pasundan Islami

Selain Panglima Ulung, Mbah Kuwu Sangkan adalah Pelopor Kebudayaan pasundan Islami. Dalam masa 4 abad lamanya yaitu menaklukkan Pajajaran, Keraton Ayahandanya yang Hindu. Karena itu ia diberi gelar kehormatan Pangeran Cakrabuwana.

Pangeran Cakrabuwana mulai memerintah Cirebon pada 1 Suro tahun 1445 Masehi. Waktu itu ia belum mencapai usia 22 tahun. Memang masih terlalu muda, tetapi ia mampu memegang kendali pemerintahan selama 38 tahun sejak tahun 1445 Masehi hingga tahun 1479 Masehi.

Mbah Kuwu juga memiliki kriteria kepeloporan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Peradaban yang sangat tinggi. Ia senantiasa menaruh perhatian besar terhadap berbagai macam Ilmu Pengetahuan, Sastra dan Seni Budaya, melestarikan dan mengembangkannya.

Ayahnya, Prabu Siliwangi telah mencurahkan perhatian dan mendidiknya dengan Ilmu kemiliteran, politik dan kesaktian sejak kecil. Demi mencerdaskan anaknya, ia diserahkan kepada ulama-ulama besar pada zamannya yang menguasai bidang kajian Ilmu Agama Islam, Sastra, Falak dan Kesaktian. Mereka adalah Syekh Qurotullain, Syekh Nurjati, Syekh Bayanillah, Ki Gde Danuwarsi, Ki Gde Naga Kumbang, dan Ki Gde Bango Cangak.

Dakwah Islam mulai menyebar luas di daerah Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu, Subang, Sumedang, Purwakarta, Karawang, Priangan, Bogor yang kemudian mengalir ke Banten.

Dari proses dakwah tersebut, wilayah Keraton Cirebon menjadi satu antara bagian utara dan selatan, antara Cirebon dan Banten. Kemudian, Ibu Kota Kerajaan Cirebon dipindahkan ke Lemah Wungkuk. Di sana lalu didirikan Keraton baru yang dinamakan Keraton Pakungwati.

Beberapa sumber setempat menyebut, pendiri Keraton Cirebon adalah Pangeran Cakrabuwana. Namun, orang yang berhasil meningkatkan statusnya menjadi sebuah Kesultanan adalah Syekh Syarif Hidayatullah yang oleh Babad Cirebon dikatakan identik dengan Sunan Gunung Jati. Sumber ini juga mengatakan bahwa Sunan Gunung Jati adalah keponakan dan pengganti Pangeran Cakrabuwana atau Mbah Kuwu Sangkan.

Di depan makam sebelum memasuki gerbang, ada bangunan bernama Palinggihan Ichsanul Kamil. Bangunan berwarna merah dan dikelilingi oleh pagar bercorak khas Islam di wilayah Cirebon itu merupakan tempat meditasi Mbah Kuwu Sangkan untuk berinteraksi dengan Tuhannya. Palinggihan sendiri berasal dari kata lungguh yang berarti "duduk".

(Fathoni Ahmad)

Sumber:

1. Wawancara dengan Mahrus el-Mawa

2. Penulusuran langsung ke Makam Mbah Kuwu Sangkan, Senin, 23 Januari 2017.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Cerita, Doa, Tegal Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 05 Agustus 2017

Madrasah NU di Sukoharjo Ajari Siswa Peduli Korban Bencana

Sukoharjo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Raudlotul Athfal Kalimosodo dan Madrasah Ibtidaiyah Walisongo Desa Kalangan, Kecamatan Bendosari, yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukoharjo mengajari siswa-siswanya untuk ikut peduli korban bencana.

Madrasah NU di Sukoharjo Ajari Siswa Peduli Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU di Sukoharjo Ajari Siswa Peduli Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU di Sukoharjo Ajari Siswa Peduli Korban Bencana

Kegiatan peduli korban bencana dilaksanakan di halaman sekolah, Selasa (11/2), yang dipandu para staf pengajar dengan mengumpulkan donasi yang berupa uang dan mi instan.

“Masing-masing anak membawa amplop yang berisi uang dan mi instan, kemudian siswa mengantri dan masing-masing amplop dan mi tersebut dimasukkan dalam kardus,” ujar Imam Gozali, salah satu staf pengajar.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lebih lanjut Gozali menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ini juga sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa empati para siswa terhadap korban bencana alam,” imbuhnya.

Gozali berharap dengan kegiatan ini setidaknya siswa sudah belajar untuk bermasyarakat dan belajar merelakan apa yang mereka punya untuk orang lain yang membutuhkan. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Warta, Pondok Pesantren, IMNU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 04 Agustus 2017

Vnet Center Padang Serahkan Bantuan Korban Gempa ke PAUD Maarif Sintuak

Padang, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Vnet Center Padang  serahkan bantuan kepada korban gempa di Padang dan Padangpariaman. Di Padang bantuan diberikan kepada anggota Vnet Center Padang, sedangkan di Padangpariaman kepada murid dan orang tua PAUD Ma’arif NU Sintuak Kecamatan Sintuak Tobohgadang.

Bantuan diserahkan Manager Marketing Vnet Center Jakarta Bardio Novianto, Selasa (27/10), didampingi Pimpinan Vnet Center Padang Ori Elfianto dan Pimpinan Vnet Center Bengkulu Afrina Yosi, SKM. Demikian dilaporkan Kontributor Ustadz Felix Siauw Terbaru Bagindo Armaidi Tanjung di Padang.

Vnet Center Padang Serahkan Bantuan Korban Gempa ke PAUD Maarif Sintuak (Sumber Gambar : Nu Online)
Vnet Center Padang Serahkan Bantuan Korban Gempa ke PAUD Maarif Sintuak (Sumber Gambar : Nu Online)

Vnet Center Padang Serahkan Bantuan Korban Gempa ke PAUD Maarif Sintuak

Bantuan berupa paket sembako sebanyak 80 paket berisikan susu, mie, sardines, roti, susu, baju layak pakai.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedangkan bantuan di PAUD Ma’arif Sintuak diberikan empat kardus lebih pakaian bekas layak pakai, kaos Vnet 100 pcs, susu, sardines, mie. Bantuan ini diterima Sekretaris Pengelola PAUD Sintuak Muhammad Zein didamping Ketuanya Zeki Ali Wardhana.

Muhammad Zein menyampaikan terima kasih atas bantuan Vnet Center. "Kami sangat terbantu dengan bantuan ini. Apalagi pakaian yang diantara korban gempa banyak yang hancur rumahnya, termasuk pakaian yang tidak bisa diselamatkan lagi," kata Muhammad Zen.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Bantuan korban bencana gempa ini merupakan sumbangan dari anggota Vnet seluruh Indonesia melalui tembak deposit Vnet di hp masing-masing. Walaupun jumlahnya tidak banyak, tapi inilah salah satu bentuk kepedulian mereka kepada saudara-saudaranya yang terkena korban gempa di Sumatera Barat,” kata Bardio.

Afrina Yosi menambahkan, kita sudah merasa lega karena Padang dan sekitarnya sudah mulai tersenyum kembali. Selaku Bintang 2 Vnet yang ikut mengantarkan dompet amal anggota Vnet ini, Yosi berharap korban yang ditimpa musibah tetap ikhlas, kuat dan sabar menghadapi ini.

“Kita berharap teman-teman tetap bersemangat dan bangkit lagi dalam menjalankan aktifitasnya,” kata Yosi yang pernah juga mengalami bencana gempa di Bengkulu beberapa waktu lalu.

Kepada anggota Vnet, Bardio menambahkan, saat ini Vnet sudah meluncurkan produk Vnet mobile yang perlu dikembangkan. Karena dengan Vnet mobile banyak kemudahan, lebih murah dan berbagai transaksi bisnis. Hanya dengan kartu Vnet mobile seharga Rp 40.000,- berbagai kemudahan akan diperoleh, kata Bardio. (arm)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Meme Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 02 Agustus 2017

Depag Manfaatkan Teropong Hilal Secara Online

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Departemen Agama (Depag) akan memanfaatkan teropong hilal yang tersebar di berbagai tempat secara online sehingga perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan bisa diatasi bersama supaya umat Islam pun tak gelisah dalam mengawali puasa Ramadhan.

"Setiap tahunnya kerap terjadi perbedaan menentukan hari pertama bulan suci, sehingga tak jarang memunculkan kegelisahan antarumat Muslim," kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni di Jakarta, Senin (3/9).

Pernyataan ini merupakan penegasan terhadap pernyataan yang disampaikan di Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu. Pemerintah selalu berupaya mencari cara agar setiap tahun umat Muslim Indonesia bisa memulai ibadah puasa Ramadhan pada hari yang sama, katanya usai membuka Muktamar As’adiyah di Sengkang.

Depag Manfaatkan Teropong Hilal Secara Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Manfaatkan Teropong Hilal Secara Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Manfaatkan Teropong Hilal Secara Online

"Untuk itu, mulai tahun ini pemerintah melalui Depag akan menyambungkan secara online teropong pencari hilal ke semua stasiun televisi dan website," ungkap Maftuh.

Dengan tersambungnya teropong hilal yang diletakkan di lima titik berbeda di wilayah Indonesia, ia melanjutkan, masyarakat bisa menyaksikan langsung keberadaan hilal di rumah masing-masing melalui siaran televisi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Proses pencarian hilal akan dimulai pada tanggal 11 September mendatang. Bila pada malam harinya (selepas Maghrib) hilal sudah bisa terlihat, kata Maftuh, maka umat Islam Indonesia akan memulai puasa pada tanggal 12 September.

"Tapi kalau tanggal 11 September itu belum terlihat hilal, maka kita lanjutkan tanggal 12," kata Menag.

Ia menambahkan pada tanggal 12 September, masyarakat masih bisa menyaksikan secara langsung proses pencarian hilal tersebut.

Dikatakan, perbedaan cara atau metode menentukan permulaan Ramadhan hendaknya jangan sampai menimbulkan perpecahan di kalangan umat. Semua warga hendaknya menghormati perbedaan sebagai bentuk rahmat dari Allah SWT .

Ketika ditanya bagaimana sikap pemerintah terhadap organisasi masyarakat yang sudah menentukan lebih dulu awal bulan puasa sebelum penglihatan hilal, Menteri menegaskan, hal itu termasuk perbedaan yang tetap layak dihormati.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kendati demikian, Maftuh mengingatkan, sebenarnya perbedaan tersebut tak perlu terjadi apabila semua warga kembali kepada prinsip dasar pelaksanaan ajaran agama.

Menurut Maftuh, Islam sudah menegaskan kepada umatnya agar mematuhi aturan-aturan Allah, Rasulullah, dan para pemimpin atau pemerintah (ulil amri )dalam menjalankan syariat agama.

"Yah, kalau semua umat mengikuti keputusan pemerintah tentu tidak akan ada perbedaan menentukan awal puasa," ucap Menag.

Di bagian lain, Maftuh mengimbau umat Islam Indonesia agar mampu memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan keimanan mereka.

Ramadhan, katanya, merupakan bulan penuh berkah dan ampunan Allah yang diperuntukkan untuk umat Islam setiap tahunnya. "Jadi, manfaatkanlah bulan mulia ini untuk membentuk kepribadian yang lebih baik, sehingga kita keluar dari Ramadhan sebagai pribadi yang fitrah dan berakhlak lebih baik," imbau Maftuh. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Boyolali, Ustadz Felix Siauw Terbaru


Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali, menyerahkan sejumlah bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC GP Ansor dan Kasatkorcab Banser Boyolali, kepada perwakilan Ansor-Banser setempat yang ikut menjadi relawan.

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Bantu Warga Korban Banjir di Sukoharjo

Kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, mengatakan pemberian bantuan terwujud dari upaya bersama dari para kader Ansor dan Banser di Boyolali. “Semoga dapat meringankan beban mereka yang tertimpa musibah," ujar Choiruddin, Sabtu (24/12).

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan, dari seluruh sahabat Ansor, termasuk dari Anak Cabang. “Sebagian dari mereka bahkan ada yang mengadakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir ini,” kata dia.

Choiruddin menambahkan, dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Budaya, Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

PSSI Probolinggo Lirik Pesepakbola Pesantren

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Probolinggo menerjunkan tim pemandu bakat untuk memantau potensi pemain bola yang ikut Liga Santri Nusantara (LSN) Regional Jatim III yang dilangsungkan di tiga lapangan di Kota Probolinggo, Rabu hingga Senin (23-28/8).

PSSI Probolinggo Lirik Pesepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PSSI Probolinggo Lirik Pesepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PSSI Probolinggo Lirik Pesepakbola Pesantren

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi PSSI Kota Probolinggo Haris Nasution saat menghadiri pembukaan LSN Regional Jatim III di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo, Rabu (23/8).

“Saya sudah bilang ke Pak Haryono sebagai pemandu bakat untuk memantau. Terutama pemain dari pesantren wilayah di Probolinggo. Nantinya pemain yang potensial akan direkrut klub dibawah PSSI,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Nasution, LSN berperan dalam menunjang PSSI dalam mengelola sepak bola di lingkungan pesantren. Karena itu sudah selayaknya PSSI mengakomodir liga yang berlangsung sejak 2015 ini. “Ini akan kami sampaikan ke Asprov Jawa Timur,” terangnya.

Pembukaan LSN Region Jatim III yang mempertemukan klub Pesantren Ummul Quro Kecamatan Bantaran melawan klub Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan ini dihadiri Asisten Pemerintahan Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, anggota DPR RI Fraksi PKB Hadi Zainal Abidin serta sejumlah pejabat di Pemkot Probolinggo.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Koordinator LSN Regional Jatim III Abd. Azis mengatakan, LSN di Region III ini diikuti oleh 32 tim dari pondok pesantren mulai dari Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi.

Dalam pertandingan pembuka LSN Regional Jawa Timur III ini, Tim Pesantren Zainul Hasan Genggong menang telak 5-0 atas Tim Pesantren Ummul Quro. Kemenangan dari Pesantren Zainul Hasan Genggong ini akan semakin mempermudah langkah pada pertandingan selanjutnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sunnah, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru