Senin, 05 Maret 2018

Kontras Pesimis Masa Depan Toleransi Beragama di Indonesia

Bandung, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Dari data yang diperoleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), angka kasus pelanggaran toleransi di Indonesia mengalami lonjakan dan penurunan. Tahun 2010 ada 34 peristiwa, tapi 2011 melonjak lima kali lipat hingga 174 kasus. Lalu tahun 2012 mengalami penurunan menjadi 117 kasus, sementara tahun 2013 terdapat 118 kasus, dan 116 kasus di tahun 2014.

Fenomena ini menunjukkan persoalan toleransi beragama bukanlah persoalan yang timbul tahap demi tahap, tapi persoalan yang awalnya adem, damai, tenang, tiba-tiba terbakar begitu saja. Ada hal yang perlu diperhatikan untuk melihat lonjakan drastis tentang perubahan apa yang terjadi di negeri ini sehingga menimbulkan permasalahan toleransi beragama yang terjadi hingga saat ini.

Kontras Pesimis Masa Depan Toleransi Beragama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontras Pesimis Masa Depan Toleransi Beragama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kontras Pesimis Masa Depan Toleransi Beragama di Indonesia

Demikian disampaikan Satrio Wiratanu, Divisi Hak Sipil dan Politik Kontras, sebagai pemateri dalam acara Diskusi Publik bertajuk "Masalah dan Masa Depan Toleransi Beragama di Indonesia" yang berlangsung di aula fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat siang (13/3).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Satrio menjelaskan, pelanggaran toleransi beragama pada tahun 2011 motifnya cenderung berbentuk kekerasan, penganiayaan, pengrusakan harta benda, penutupan hingga pembekaran tempat ibadah, bahkan sampai pembunuhan terhadap kelompok-kelompok minoritas.

"Setelah tahun 2011, pelanggaran lebih cenderung pada bentuk ucapan atau seruan penyesatan yang secara akademis dinamakan hate speech (syiar kebencian). Misalnya memvonis kafir atau sesat yang disertai dengan pernyataan (fatwa) layak dibunuh atau halal darahnya," sambungnya dalam acara yang bekerja sama dengan PC PMII Kota Bandung itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam konteks internasional, mengutip data yang diperoleh Kontras, Satrio mengungkapkan hasil penelitian tentang kadar konflik keagamaan di suatu Negara. Dari 198 negara pada tahun 2012, Indonesia menempati posisi kesepuluh dalam hal konflik keagamaan. Sedangkan Pakistan berada di posisi pertama, disusul Afghanistan dan India di tempat kedua dan ketiga. Sementara tahun 2013, Indonesia turun pada posisi ketiga belas.

Sedangkan dalam hal pembatasan praktik keagamaan yang dilakukan Pemerintah, tahun 2012 Indonesia tercatat posisi kelima, di bawah Mesir, China, Iran dan Saudi Arabia. Namun Indonesia naik di peringkat kedua pada tahun 2013, dan China menduduki posisi pertama.

“Tapi saya ragu, misalkan (posisi) kita akan turun pada tahun-tahun setelahnya. Karena melihat pada tahun 2014, banyak bermunculan peraturan-peraturan syariah yang sifatnya banyak membatasi praktik-praktik atau hak-hak keagamaan. Dalam posisi kita, bagaimana cara memperbaikinya?” ujarnya di hadapan puluhan mahasiswa yang memenuhi diskusi tersebut.

Usai pemateri menyampaikan paparannya, peserta diskusi publik yang didominasi kader-kader PMII Kota Bandung itu menanyakan berbagai hal terkait fenomena inteloransi beragama, cara menangani konflik keagaman, maupun soal pengalaman Kontras dalam mengadvokasi kelompok minoritas yang mengalami diskriminasi. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 03 Maret 2018

Rakyat Tidak Bisa Terlalu Lama Dibohongi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rakyat Thailand sebenarnya mendukung kudeta militer atas pemerintahan Thaksin Shinawatra. Hanya sedikit kalangan yang tidak setuju adanya kudeta militer itu karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip demokrasi, yakni kalangan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mahasiswa.

Demikian disampaikan KH. Abdurrahmad Wahid (Gus Dur) saat berbicara di hadapan para santri dan masyarakat sekitar pesantren dalam Pengajian Rutin Ramadlanan di Pesantren Ciganjur yang dipimpinnya, bertempat di Masjid Al-Munawwarah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (25/9).

Para aktivis LSM dan mahasiswa tidak terlalu mendalam dalam memahami demokrasi. “LSM di sana ya kayak LSM sini lah! Padahal rakyatnya adem ayem saja. Itu tandanya mereka mendukung kudeta militer dan percaya kepada raja,” kata Gus Dur.

Rakyat Tidak Bisa Terlalu Lama Dibohongi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakyat Tidak Bisa Terlalu Lama Dibohongi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakyat Tidak Bisa Terlalu Lama Dibohongi

Namun khusus untuk Thailand, wilayah ini sangat rentan dengan aksi militer. Dikatakan Gus Dur, Thailand adalah wilayah daratan sehingga mobilitas pasukan untuk melakukan tindakan-tindakan militeristik seperti penangkapan para penentang pemerintahan mudah sekali dilakukan.

“Di Indonesia terlau sulit karena negara kepulauan. Memang, sering terjadi upaya sistematis untuk mengkotak-kotakkan orang melalui militer. Dan dalam soal ini kita belum jelas masalah lampau kita sendiri,” kata Gus Dur sembari menyinggung kesimpangsiuran sejarah pemberontakan Partai Komunis Indoensia (PKI) pada tahun 1960-an.

Terkait peristiwa penting menjelang kudeta militer di Thailand, menurut Gus Dur, kudeta itu disebabkan karena sebagai Perdana Menteri Thaksin telah melakukan kesalahan besar. Raja Thailan bersama Jenderal Sonthi (pemimpin kudeta: Red) mempunyai pendapat bahwa demokrasi bisa ditegakkan jika semua orang bayar pajak, tanpa kecuali.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mentang-mentang punya suara banyak, perusahaan dijual kepada Singapura, Thaksin nggak mau bayar. Padahal itu minimal 200 juta dolar pajeknya,” kata Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kesalahan Thaksin yang lain, ia juga terus melakukan penganiyaan terhadap kelompok muslim di Thailand Selatan. Padahal Raja Thailand menghendaki adanya negoisasi dan bukan cara kekerasan. “Dibilangin berkali-kali tetap ngawur ya dikudeta saja,” kata Gus Dur.

Sementara itu beberapa pengamat menilai komentar-komentar Gus Dur atas kudeta militer di Thailand mengisyaratkan dukungannya atas adanya kudeta militer yang sama di Indonesia.

“Mereka menyimpulkan begitu ya terserah saja. Itu kan cuma penafsiran. Tapi yang penting untuk menjadi pelajaran bagi Indonesia adalah bahwa rakyat itu tidak bisa lama-lama dibohongi,” pungkas Gus Dur. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, AlaNu Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 27 Februari 2018

8 Kepengurusan MWCNU di Probolinggo Dilantik Bersamaan

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedikitnya 8 (delapan) kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dilantik secara bersamaan di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo, Jum’at (18/3) malam. Kepengurusan ini dilantik oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Syaifullah.

8 Kepengurusan MWCNU di Probolinggo Dilantik Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
8 Kepengurusan MWCNU di Probolinggo Dilantik Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

8 Kepengurusan MWCNU di Probolinggo Dilantik Bersamaan

Ke-8 kepengurusan MWCNU ini berasal dari Kecamatan Dringu, Tegalsiwalan, Bantaran, Kuripan, Sumber, Tongas, Lumbang, dan Sukapura. Pelantikan ini dilakukan di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus Koperasi Amanah Barokah Sejahtera (ABS) milik PCNU Kabupaten Probolinggo. Dimana dalam kepengurusan itu, Bambang Lasmono dipercaya sebagai ketua.

Hadir dalam kesempatan tersebut Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri serta sejumlah pengurus lembaga dan badan otonom (Banom) PCNU Kabupaten Probolinggo.  

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam sambutannya KH Abdul Hadi menyampaikan pelantikan 8 kepengurusan MWCNU ini dilantik secara bersamaan sebagai bukti kebersamaan pada pengurus NU di Kabupaten Probolinggo. “Indahnya kebersamaan malam ini sebagai bukti bahwa pengurus NU terus menjalin kerja sama dalam melaksanakan tugas kerjanya,” katanya.

Sementara H Hasan Aminuddin berharap kepengurusan ini nantinya mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan tetap berpegang teguh kepada aqidah Islam sesuai syari’at Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Semoga kepengurusan ini mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, keberadaan NU benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Berita, Jadwal Kajian, PonPes Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 26 Februari 2018

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. KH Syaifuddin Amsir, Rais Syuriyah PBNU mengatakan bahwa sebenarnya anak Betawi banyak yang menjadi kiai-kiai besar. Tetapi keulamaan mereka biasanya tidak diketahui oleh orang pada umumnya.

“Orang baru tahu kalau dia seorang kiai besar setelah ulama-ulama Jawa menemuinya,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di lantai tiga gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/11) sore.

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keulamaan Kiai Jakarta

Kiai asal Berlan, Matraman Jakarta Pusat ini menunjuk pada sebuah peristiwa di mana Gus Dur menghentikan perjalanannya hanya untuk mendatangi rumah seseorang di bilangan Paseban Jakarta Pusat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut KH Syaifuddin Amsir, masyarakat setempat tidak menduga sebelumnya kalau Gus Dur akan mengunjungi rumah orang tersebut. Padahal masyarakat sekitar hanya mengenal orang yang bersangkutan hanya sekadar mengajar alif-ba-ta.

Orang alim di Jakarta umumnya tidak mengajar kitab fiqih yang tinggi, tambahnya. Mereka hanya mengajarkan pengetahuan hukum agama yang sederhana sekadar untuk memenuhi kebutuhan praktik ibadah keseharian masyarakat Jakarta. Namun, hal ini tidak mengindikasikan bahwa pengetahuan agama kiai di Jakarta sangat minim.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Masyarakat umumnya baru mengerti keulamaan setelah jaringan kiai setempat itu ternyata cukup luas. Para kiai Jakarta ini biasanya berjejaring dengan para kiai lain di Jakarta, Sunda, Jawa, Lombok, bahkan Mekkah.

Keulamaan kiai Jakarta mungkin saja tersembunyi mengingat kondisi keduniaan di Jakarta cukup dominan, meskipun semangat keagamaan lumayan tinggi. Semangat keagamaan yang tinggi tanpa dibarengi semangat menuntut ilmu agama, membuat keulamaan sejumlah kiai tertutup, tandasnya.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tegal, Cerita Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 25 Februari 2018

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah

Purwakata, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menetapkan jam kerja yang berbeda dengan aturan yang ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Jam kerja di Kabupaten Purwakarta itu mengacu pada sunah Rasulullah.

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah

Surat Edaran Men PAN dan RB No 03/2016 menetapkan jam kerja bagi pegawai negeri sipil, TNI, dan Polri selama bulan Ramadan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB. Namun tidak semua pemerintah daerah mematuhi aturan dalam surat edaran itu. Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu di antaranya. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengumumkan jam kerja selama Ramadan bagi PNS dimulai pukul 06.30 WIB dan berakhir pukul 13.30 WIB.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Dedi, langkah pemerintah kabupaten ini mengacu pada sunah Rasulullah yang menyebut bahwa setelah menjalankan makan sahur dan salat Subuh seyogianya tidak tidur lagi, tapi segera bersiap menjalani aktivitas seperti biasa. Dedi menegaskan agar aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta ditaati oleh semua pegawai.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kultur kita, kan, berbeda. Sudah seharusnya setiap tata aturan birokrasi itu mengacu pada kultur dan tidak boleh digebuk rata. Anda boleh hitung jarak rumah ke kantor. Toh tidak terlalu jauh dan tidak akan terjebak macet. Alasan lain yang harus diperhatikan adalah jangan pernah kita membangun kebiasaan tidur setelah salat Subuh. Selain mengundang penyakit, ini tidak sesuai dengan sunah Rasulullah," kata Dedi dalam rangkaian acara silaturahmi menjelang Ramadan yang dilanjutkan dengan olahraga bersama dengan segenap PNS eselon II, III, dan IV di Taman Maya Datar, Jumat (3/6).

Menurut Bupati, jam kerja yang berakhir pukul 13.30 memberikan ruang bagi pegawai untuk mempersiapkan menu berbuka yang sehat bagi seluruh keluarganya. "Ibadah puasa bagi kami di Purwakarta bukan sekadar ibadah personal, tetapi momentum untuk mendidik semua anggota keluarga kami. Ada ruang waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan itu semua dengan pulang pukul 13.30," ujar Dedi.

Dedi mengimbau kepada semua pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta agar fokus menjalankan ibadah puasa dan ibadah?ibadah yang lain. Ia menilai seharusnya semua pegawai diliburkan selama bulan Ramadan kecuali pegawai yang berada pada sektor pelayanan publik seperti puskesmas, rumah sakit, dan layanan kependudukan.

?

"Jika semua libur, tentu tidak akan dipusingkan dengan orang?orang yang datang meminta THR ke kantor. Semua fokus berkontemplasi dalam ibadah," ujar Dedi. (Novianty/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 24 Februari 2018

Mengikuti Upacara Pemakaman di Maqbaroh para Syuhada (4/Habis)

Madinah, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sejak masa pemerintahan Dinasti Umawiyyah dengan pusat pemerintahan di Damaskus, Suriah, makam Baqi yang menampung lebih dari 10.000 sahabat, telah mengalami beberapa kali perbaikan dan perluasan. Hingga pada masa Abdul Aziz dari keluarga Saud berkuasa di hijaz yang memerintahkan untuk meruntuhkan kubah-kubah (cungkup/jawa) di makam Baqi pada tahun 1344 H. /1925 M. Tentu kita ingat, peristiwa ini melatarbelakangi dibentuknya Komite Hijaz oleh para ulama Jawa, yang kemudian disebut-sebut sebagai Embrio berdirinya Nahdlatul Ulama. Perluasan terakhir, seperti kondisinya saat ini, dilakukan oleh Raja Fahd bin Abdul Azis.

Dengan kondisi dan peraturan penguasa sekarang, jamaah perempuan tidak diperkenankan untuk memasuki area pemakaman Baqi. Karenanya, semua pengiring perempuan hanya dapat mengantarkan jenazah, suami, ibu, anak atau saudara-saudara mereka hanya sampai depan pintu gerbang. Bahkan sebenarnya mereka sudah tertahan sejak sebelum memasuki pintu gerbang. Bila ada perempuan yang mencoba nekad masuk areal makam, maka mereka akan berhadapan dengan askar/penjaga.

Mengikuti Upacara Pemakaman di Maqbaroh para Syuhada (4/Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengikuti Upacara Pemakaman di Maqbaroh para Syuhada (4/Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengikuti Upacara Pemakaman di Maqbaroh para Syuhada (4/Habis)

<br /> Begitu juga pun Askar-askar ini, melarang orang-orang berlama-lama di pekuburan. Bahkan para pengiring dari keluarga jenazah yang baru saja dikubur pun dilarang berlama-lama di sana. Begitu upacara pemakaman selesai, para askar akan segera mengusir para pelayat yang masih enggan beranjak.

Jadi jangan pernah Anda membayangkan dapat berlaku seperti di Indonesia, dapat sekaligus berziarah ke makam keluarga pada saat mengantarkan/melayat jenazah baru, sama sekali tidak akan bisa. Maka begitu pun pada beberapa keluarga yang sedang malayat itu, saya melihat mereka harus bersitegang dengan askar-askar sebelum akhirnya terusir dengan mata yang masih basah oleh air mata. Sementara saya, hanya bisa memandangi "pemandangan aneh" itu dengan senyum kecut saja. Kukira semua orang Arab Saudi tidak suka berlama-lama di pemakaman.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara udara malam mulai terasa dingin dan jam di Handphone menunjukkan pukul 10.15 malam waktu setempat. Dalam remang kegelapan, saya hanya bisa memandang beberapa pondasi batu membentuk semacam kotak atau pola-pola tertentu. Di bawah sinar lampu-lampu hotel berjarak sekitar 200 meter di luar pagar makam Baqi ini, saya hanya bisa menduga-duga, mungkin ini bekas-bekas cungkup/kubah makam para sahabat agung dan tokoh-tokoh Islam yang telah berjasa besar untuk agamanya. Atau bahkan mungkin di antara mereka yang berada di balik pondasi-pondasi itu, kemungkinan adalah para ummul mukmnin (isteri-isteri Rasulullah SAW) yang telah mendampingi Rasulullah hingga akhir hayatnya.

Tidak ada lagi seorang pun kini yang tahu, di mana letak persisnya jasad-jasad keluarga dan para sahabat Rasulullah SAW dikebumikan di Baqi. Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bisa ditanyai. Para penjaga hanya akan mengatakan, "Baz/Sudahlah, ruh/pergilah, wallahi maa arif/Saya tidak tahu," jika kita tetap nekat bertanya dengan detail. Hal yang paling mungkin terjadi selanjutnya adalah, para penjaga ini akan menunjuk ke enam papan pengumuman besar yang dipasang di depan gerbang Baqi. Papan yang sama persis seperti yang juga terdapat di Makam Syuhada Uhud. Papan ini berisi peringatan dan tata tertib ziarah kubur versi pemerintah Arab Saudi, lengkap dengan larangan merokok dan memotret dengan gambar dan simbol-simbol larangan yang sangat besar dan berwarna merah mencolok.  

Padahal pada masa-masa menjelang akhir hayatnya, Rasulullah SAW sering berziarah makam yang terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi ini. Saat itu malam telah menapaki separoh perjalanannya. Malam itu Rasulullah Saw. sedang berada di rumah Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq. Mengira sang istri tercinta telah tidur pulas, tiba-tiba beliau mengambil jubahnya dan mengenakan kedua sandalnya pelan-pelan, lalu membuka pintu dan kemudian keluar pelan-pelan. Melihat hal itu, sang istri tercinta, yang ternyata belum tidur, dengan diam-diam bangun karena merasa cemburu, jangan-jangan beliau akan pergi ke rumah istri beliau yang lain, keluar rumah, dan mengikuti jejak langkah beliau yang sedang menapakkan kaki menuju Makam Baqi‘.

 

Setibanya di makam tersebut, Rasulullah Saw berdiri lama. Lalu, beliau berdoa dengan mengangkat kedua tangannya tiga kali. Ketika beliau membalikkan tubuh dan mulai menapakkan kaki menuju ke arah rumah, Aisyah pun kembali dan mendahului beliau. Dan, begitu beliau kembali ke rumah, Aisyah pun “menginterogasi” beliau, mengapa larut malam begitu pergi ke Makam Baqi‘.

“Aisyah!” jawab Rasulullah Saw. “Sesungguhnya Jibril a.s. datang kepadaku ketika engkau melihatku tadi. Dia lalu memanggilku dengan suara pelan, agar tidak engkau ketahui. Maka, aku menjawab dengan suara pelan agar tidak engkau ketahui. Dia tidak mau masuk ke dalam rumah, karena engkau melepas pakaianmu. Kukira engkau telah tidur pulas, sehingga aku tidak ingin membangunkanmu dan aku khawatir engkau terkejut. JibrĂ®l mengatakan kepadaku bahwa Allah Swt. menyuruhku untuk mendatangi penghuni Makam Baqi‘ dan memohonkan ampunan bagi mereka.”

“Bagaimana semestinya yang harus kuucapkan kepada mereka, wahai Rasul?” tanya Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq. “Ucapkanlah, ‘Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepada penghuni makam, kaum mukmin dan muslim. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yang selepas kami. Dan jika Allah menghendaki, maka sungguh kami akan menyusul kalian.’” jawab Rasulullah Saw.

Imam Muslim ketika meriwayatkan dalam sahihnya dari Aisyah r.a. berkata: Pada suatu saat di larut malam Rasulullah saw. keluar dari rumahnya menuju ke Baqi’ dan bersabda, "Assalamu’alaikum wahai orang-orang mukmin pasti datang apa yg dijanjikan dan ditentukan kelak dan kami insya Allah menyusul kalian di belakang. Ya Allah ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad’.

Nama Baqi‘ diambil dari nama akar tetumbuhan yang tumbuh di makam itu. Sedangkan Al-Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang juga banyak terdapat di makam itu. Selain sering mengunjungi makam itu pada masa-masa menjelang akhir hayatnya, beliau juga pernah menyatakan, barang siapa berpulang di Madinah dan dikebumikan di makam itu, beliau akan memberi syafaat kepadanya.

Baqi juga berarti tanah yang lembut. Artinya bebas dari batu dan kerikil. Model tanah seperti ini dinilai amat cocok untuk pemakaman. Dan karenanya, sejak dahulu, Baqi dijadikan pemakaman bagi warga Madinah. (min/selesai/Laporan langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi).Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Bahtsul Masail, Internasional, Budaya Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 22 Februari 2018

Peserta Diklatsar Ansor Kedungbanteng Membludak

Banyumas, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kedungbanteng menggelar pendidikan pelatihan tingkat dasar (Diklatsar) bagi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Sabtu hingga Senin, 23-25 Desember 2017.

Peserta Diklatsar Ansor Kedungbanteng Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Diklatsar Ansor Kedungbanteng Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Diklatsar Ansor Kedungbanteng Membludak

Diklatsar bertempat di lapangan Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas diikuti 292 peserta. 

"Sebetulnya peserta kami targetkan 250 orang. Alhamdulillah, target jumlah peserta terlampaui," kata Ketua Panitia, Ibnu Rusli, Sabtu (23/12).

Peserta diklat tidak saja para utusan dari PAC GP Ansor di wilayah Kabupaten Banyumas, namun juga ada beberapa peserta dari Kabupaten Brebes dan Pemalang. 

Sebelum upacara pembukaan, peserta melakukan Pawai Taaruf bersama tokoh NU Kecamatan Kedungbangteng. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Iring-iringan pawai dipandu tiga penunggang kuda, diikuti 700-an orang. Pawai dimulai dari lapangan Desa Baseh dan berakhir di lapangan Desa Kalisalak.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Berbeda dengan diklat lain yang biasanya berlangsung di dalam ruangan kelas, diklat kali ini menempati tenda yang didirikan di lapangan. Untuk istirahat dan tidur, peserta menempati barak-barak yang disediakan oleh panitia. 

Kurikulum Diklat

Diklatsar dimaksudkan antara lain untuk membangun loyalitas kepada kiai dan ulama melalui materi Ahlussunnah wal Jamaah. Materi lain adalah Keorganisasian; Sejarah dan Visi Misi NU, Ansor dan Banser. 

Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, juga masuk kurikulum diklat. Untuk materi ini menghadirkan narasumber dari Kepolisian. Sedangkan materi Bela Negara dan Tata Upacara Bendera (TUB) menghadirkan narasumber TNI dari Koramil terdekat. 

"Peserta diklat juga dibekali materi lalu lintas. Nantinya, setiap anggota Banser diharapkan dapat menjadi pelopor tertib lalu lintas," kata Kepala Sekretaris Markas Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Banyumas, Sarwono. 

"Materi lain yang lebih spesifik adalah Bela Diri Banser, Caraka Malam, dan Pembaretan," kata Sarwono. 

Terkait implementasi bela negara, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah final. Jadi, siapa pun yang akan mengutak-atik NKRI, menurut Sarwono, maka ia akan berhadapan langsung dengan Banser.

"Jika ada yang mencoba-coba mengganti NKRI dengan model khilafah, Banser pun akan tampil di garda terdepan untuk membela dan mempertahankan NKRI," kata Sarwono. 

"Bagi kami, Resolusi Jihad yang pernah dicanangkan KH Hasyim Asyari, bahwa membela Tanah Air itu hukumnya wajib ain, tetap berlaku," pungkasnya. (Akhmad Saefudin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru