Jumat, 21 Desember 2012

Penghormatan Kiai Ishaq untuk Muridnya

Tahun 1972, mobil masih tergolong barang langka. Dalam satu kampung, pemilik mobil bisa dihitung dengan jari. Kampung jenis apa saja bisa, kampung di desa maupun di kota. Tentu saja, pasti ada kekecualiannya. Dengan kata lain, ada kampung yang warganya pada punya mobil. Tapi silakan cari sendiri, kampung mana yang banyak mobilnya.

Gandaria, sebuah kampung di Jakarta Selatan, ada seorang yang terkenal gara-gara punya mobil, lebih terkenal lagi, karena ia seorang ulama, Kyai Ishaq Yahya namanya. “Wah, hebat nih ulama kite, bukan hanya punya ilmu agama, tapi juga punya ilmu lari kenceng,” begitu orang berdecak pada Kyai Ishaq. Maksudnya punya ilmu lari kenceng adalah punya mobil.

Penghormatan Kiai Ishaq untuk Muridnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Penghormatan Kiai Ishaq untuk Muridnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Penghormatan Kiai Ishaq untuk Muridnya

Ishaq terbilang kiai kondang Jakarta di zamannya. Tentu saja, popularitasnya hadir jauh sebelum masyarakat mendengar nama KH Zainuddin MZ, yang juga asal Gandaria. Karena mobilnya itu, sebuah sedan yang sudah berumur, rutin menyambangi sejumlah titik di Jakarta. Sedan itu membuat kyai kita ini mudah ke mana-mana, bahkan tampak sigap dan cepat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain mendatangi majelis taklim, Kiai Ishaq juga guru agama di sejumlah yayasan pendidikan agama, dan tentu saja ceramah di acara yang diadakan masyarakat, entah itu kawinan, maulidan, dan lain-lain. Dan penguasaannya yang baik dalam “bahasa orang sekolah”, membuatnya sering diundang ke sekolah-sekolah.

Namun, itu semua tidak berlaku untuk kasus berikut. Satu malam, Hasbullah mengadakan kenduri pertemuan (upacara pelepasan naik haji). 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Hasbullah seusia dengan kiai Ishaq. Meski begitu, Hasbullah tetap berguru dan menaruh takzim kepadanya. Hasbullah pernah mengaji dua kitab pada Kyai Ishaq, Riyadlus Shalihin dan Mawahibus Shamad.

Mendengar kabar murid mengadakan kenduri, ia langsung menjulurkan tangan. Kunci mobil diraihnya. Mobil pun melesat cepat dari Gandaria menuju Pondok Pinang Bletan (Timur), kediaman Hasbullah. Tidak jauh, kedua desa ini hanya dipisahkan oleh aliran sungai. Namun, perjalanan akan lama ditempuh dengan jalan kaki karena medan persawahan dan rawa-rawa. Karenanya, Kyai Ishaq memilih mobil, meski harus memutar sedikit jauh.

Sampai di tujuan, masyarakat menghentikan sejenak rangkaian wirid untuk menyongsong kiai. Hasbullah tidak menyana kiai Ishaq datang. Keguggupan Hasbullah sedikit reda setelah menemukan tempat bagi gurunya.

“Ah Ente, kenapa kagak bilang-bilang ada acara?” tanya Kiai kepada muridnya usai pembacaan wirid.“Bukan begitu Kiai, ane khawatir Kiai kerepotan, teganggu,” tanggap Hasbullah sambil menyuguhkan teh pahit.

“Jangan begitu dong. Ente kan ama ana bukan orang lain?” jawabnya enteng sambil merenggut pisang rebus.

Pertemuan ditutup dengan saling mendoakan antara kiai dan muridnya.

Kilasan Kyai Ishaq Yahya

Ishaq Yahya lahir pada 28 April 1928 di Jakarta. Ia mendirikan Pondok Pesantren Miftahul Ulum di halaman rumahnya. Waktunya dihabiskan untuk mengajar dan berorganisasi.

Sejak kecil, ia sangat gemar menuntut ilmu. Tamat di Jamiatul Khair 1949, ia melanjutkan pendidikannya di Mekkah. Di tanah suci, ia menahan diri selama 8 tahun untuk menimba ilmu. Dari kota ini, ia banyak mengambil ilmu dan pengalaman.

Lembaga pendidikan yang dimasukinya adalah Darul Ulum. Nama ini pula yang mengilhami nama pesantrennya di Jakarta. Di lembaga ini, ia belajar kepada banyak guru ahlusunnah wal jamaah. Mereka antara lain Syekh Yasin Alfadani, Guru Muhajirin asal Bekasi, Guru Abdurrazak Makmun asal Mampang, Kiai Ali Syibromalisi asal Mampang, Sayyid Alwy Almaliki, dan lain-lain.

Ia pun aktif dalam NU. Baginya, kiai mesti melek banyak hal, termasuk organisasi. Keorganisasian yang menunjang kekuatan umat, adalah perihal penting. Pendidikannya di Mekkah, menautkannya dengan NU. Karena, banyak kiai NU berjejaring ke Mekkah. Ia Wafat di Jakarta, 28 September 1980 (AlHafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, News, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 03 September 2012

Menguatnya Radikalisme, Ini Masukan Kiai Said untuk Jokowi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ideologi transnasional yang bersifat ekstrim-radikal semakin menguat seiring perkembangan teknologi informasi lewat media sosial sebagai instrumen penyebarannya. Terbukti dengan tindakan intoleransi dan terorisme yang terjadi di beberapa waktu lalu di Indonesia.

Menguatnya Radikalisme, Ini Masukan Kiai Said untuk Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menguatnya Radikalisme, Ini Masukan Kiai Said untuk Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menguatnya Radikalisme, Ini Masukan Kiai Said untuk Jokowi

Hal tersebut menjadi pembicaraan serius antara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Presiden RI Joko Widodo, Rabu (11/1) di Istana Negara Jakarta. Kiai Said dijamu makan siang oleh Jokowi sembari membicarakan kondisi terkini bangsa dan negara. Obrolan berlangsung santai dan penuh keakraban.

Kepada Kiai Said, Jokowi mengemukakan beberapa persoalan terkait radikalisme dan intoleransi yang kerap kali dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan merapuhkan pondasi kebangsaan yang selama ini telah terjalin kuat.

“Presiden menyampaikan, bagaimana caranya untuk menangkal itu semua. Saya jawab, pertama faktor pemahaman agama yang kurang sempurna, dangkal, dan tidak mendalam” jelas Kiai Said kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru.

Maka, menurut Doktor lulusan Universitas Ummul Qurra Mekkah ini, langkah jangka panjang dalam sudut pandang pendidikan Islam yaitu dengan meneguhkan pendidikan pesantren. Lewat pemahaman kurikulum Islam ramah dan moderat, hal ini juga bisa diterapkan di sekolah dan madrasah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kurikulum merupakan langkah jangka panjang untuk memahamkan generasi muda akan sejarah dan lahirnya NKRI ini. Juga menegakkan kembali pendidikan Pancasila,” terang Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Sedangkan langkah jangka pendek, menurutnya, mengisi masjid dan musholla dengan pengajian-pengajian yang menyejukkan. Di sini dibutuhkan peran ulama, kiai maupun ustadz yang mempunyai komitmen terhadap Islam rahmatan lil alamin.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Pendidikan dan pengajian yang dilakukan oleh kiai-kiai kampung selama ini menyejukkan. Mereka mengajarkan bagaimana hidup rukun, berbuat baik kepada tetangga, perilaku sopan santun dan ramah kepada siapa pun,” urai kiai asal Kempek Cirebon ini.

Kiai Said pun jengah terhadap orang atau kelompok tertentu yang menyampaikan Islam dengan marah-marah dan eksklusif (tertutup) sehingga membuat wajah Islam terkesan kaku dan garang.?

Dia juga menyoroti eskalasi radikalisme di media sosial yang semakin meningkat. Bahkan medsos dijadikan alat untuk memfitnah dan menyebarkan berita bohong (hoax). Karena itu, mengampanyekan Islam ramah dan toleran di medsos merupakan langkah mendesak saat ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Berita Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 19 Agustus 2012

Mahasiswi Malaysia Minati Karya Syekh Ramadan Al-Buthy di NU Expo

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Perhelatan NU Expo 2016 di Jatim Expo International Surabaya yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) membawa berkah bagi para penerbit yang terhimpun dalam Asosiasi Penerbit Nahdlatul Ulama (Asbitnu). Perhelatan yang digelar sejak Rabu hingga Sabtu (21-24/12) ini menyediakan ratusan judul buku dan kitab termasuk karya Syekh Said Ramadan Al-Buthy.

Banyaknya stan buku dan kitab ini menjadi daya tarik sejumlah kalangan untuk berkunjung sekaligus membeli sejumlah karya beraliran Ahlussunah wal Jamaah itu. "Kami tertarik dengan kitab karangan Syekh Said Ramadan Al-Buthy karena pemikirannya banyak dikaji di Malaysia," kata Nurul Maziah binti Mohammad Nur, Kamis (22/12) malam.

Mahasiswi Malaysia Minati Karya Syekh Ramadan Al-Buthy di NU Expo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Malaysia Minati Karya Syekh Ramadan Al-Buthy di NU Expo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Malaysia Minati Karya Syekh Ramadan Al-Buthy di NU Expo

Mahasiswi University of Malaya yang kini mengikuti pertukaran di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga Surabaya ini hadir bersama sejumlah mahasiswi lain ke NU Expo 2016 dan tertarik dengan koleksi di stan Asbitnu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Karya dan pemikiran Syekh Said Ramadan Al-Buthy sangat sesuai dengan isu kekinian," katanya memberikan alasan. Karena itu sejumlah kitab karya ulama Suni kelahiran Buthan Turki itu demikian menjadi rujukan di Malaysia.

Sejumlah judul kitab seperti Dhawabitul Mashlahah fis Syariatil Islamiyyah, Wa Hadzihi Musykilatuna, juga Min Sunanillahi fil Ibadah menjadi incaran para mahasiswi tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Judul kitab yang ada kami informasikan kepada dosen di University of Malaya," katanya. Selanjutnya yang sesuai dengan kajian akan dibeli untuk dikirim ke salah satu kampus ternama di negeri Jiran tersebut.

A Firdaus dari Pustaka Compas yang juga menjaga stan Asbitnu sangat mengapresiasi perhatian mahasiswa dari Malaysia tersebut. "Alhamdulillah bila stan kami dapat memberikan informasi sekaligus menjembatani kebutuhan pengunjung terkait literatur berhaluan Aswaja," katanya.

Selanjutnya kegiatan pameran buku dan kitab seperti ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pameran yang digagas Asbitnu dalam kesempatan mendatang. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaNu, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 20 Juli 2012

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII

Depok, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pelatihan Kader Dasar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Komfaka) Cabang Ciputat? berlangsung hangat di tengah udara dingin Sawangan, Depok Kamis-Ahad (15-18/1).

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII

PKD yang diadakan oleh Komfaka ini, diadiikuti 35 mahasiswa dari berbagai cabang ini menekankan pentingnya membangun kesadaran kader dalam berbudaya dan berbangsa.

Ketua pelaksana Hifni mengatakan kegitatan PKD sejak Jumat (15/1) hingga Ahad (18/1) merupakan angkatan III. Kegiatan bertema “Membangun Kembali Jati Diri Kader: Refleksi Kritis Kesadaran Kader dalam Berbudaya dan Berbangsa” diikuti peserta dari komisariat-komisariat Ciputat berjumlah 21 orang, Bogor 4 orang, Bandung 8 orang, dan Surabaya 2 orang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Peci hitam dan batik menjadi simbol PKD kali ini, sesuai dengan tema berbudaya dan berbangsa, “Selama PKD berlangsung, peserta diwajibkan memakai songkok hitam (putra) dan batik, sebagai wujud membangun kesadaran berbangsa dan berbudaya” kata Kaula Fahmi selaku ketua instuktrul PKD ini.

Kaula Fahmi berharap kepada para peserta PKD menjadi kader yang ulul albab, “Semoga setelah pelatihan ini para peserta menjadi kader yang ulul albab.”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ungkapan serupa disampaikan, Ketua Umum PMII Cabang Ciputat, Ahmad Cusanuddin seraya berharap kepada para kader menjadi kader mujahid, yang bisa menyebarkan virus-virus kebaikan Aswaja dan PMII.

“Harapan saya, kalaian bisa menjadi kader mujahid, yang bisa menyebarkan virus-virus kebaikan Aswaja dan ideologi PMII ke seluruh elemen yang berada di kanan-kiri, depan-belakang, dan atas-bawah,” ujarnya ketika penutupan acara PKD, Ahad. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, Sholawat Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 19 Juli 2012

Surat Santri untuk Presiden Baru

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Dibekali teori dan wawasan seputar penulisan kreatif, 22 santri hasil seleksi dari pesantren-pesantren di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Banten, diminta praktik menulis surat untuk presiden baru.

“Mereka menulis harapan dan pandangan mereka sebagai santri kepada presiden baru. Gaya dan panjang-pendeknya halaman kita serahkan ke mereka. Karya mereka itu didiskusikan bersama dan disempurnakan,” terang Alamsyah M. Dja’far, Program Officer the Wahid Institute, Sabtu siang (13/7) di Jakarta.

Surat Santri untuk Presiden Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Santri untuk Presiden Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Santri untuk Presiden Baru

Ditambahkan Ahmad Nurcholis, fasilitator kegiatan dua hari ini, tulisan mereka itu juga akan dipublikasi di website resmi WI www.wahidinstitute.org dan dibukukan. Hasilnya akan disampaikan kepada presiden baru yang akan dilantik Oktober mendatang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Di Negara kita ini, Indonesia masih banyak permasalah yang mencekik rakyat secara perlahan. Mulai dari produktivitas ekonomi yang anjlok. Angka kemiskinan semakin hari semakin parah,” tulis Mohammad Fahminuddin santri asal As-Sa’adah Banten.

Syifa fauziah, santri kelas tiga Pesantren Al-Falak Bogor menyorot soal pentingnya pengembangan sumber daya manusia. “Saya berharap bapak menjadi pemimpin yang mampu mengembangkan SDM. Saya tidak ingin Bapak menjadi seorang penguasa. Kata KH Abdurrahman Wahid, pemimpin dan penguasa adalah dua hal berbeda,” katanya dalam surat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Soal menjaga keragaman juga mendapat sorotan. “Saya sadar menjadi Presiden di Republik ini bukanlah hal yang mudah dengan keberagaman agama, suku, adat, bahasa, dan budaya. Tapi saya meyakini bahwa semua perbedaan itu bukanlah penbghambat. Malah itu menjadi suatu suatu penguatan persatuan, dalam agama yang saya anut, perbedaan adalah rahmat,” kata Syifa Husnul Ummah dari Pesantren Qathratul Falah.        

Praktik menulis ini merupakan satu rangkaian dalam Pelatihan Penulisan Kreatif

santri se-jabodetabek bertajuk “Pesantren untuk Peradaban Dunia”. Pelatihan digelar The Wahid Institute bekerjasam dengan Kedutaan Kanada, pada Sabtu – Minggu (12-13/07) di Jakarta.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan santri dari Pesantren Ashidiqiyah Jakarta Barat, Pesantren Tapak Sunan Jakarta Timur, Pesantren Motivasi Nurul Mukhlisin Bekasi, Pesantren Al-Falak Pagentongan Bogor, Al-Inayah Bogor, Miftahul Huda Tangerang, Qatrathul Falah Banten, As-Saa’dah Banten, dan Malnu Menes Banten.

Sepanjang dua hari mereka berdiskusi dan mendapat motivasi dari sejumlah ahli seputar pesantren dan dunia penulisan: Direktur WI Yenny Zannuba Wahid, Sekretaris Kedua Bidang Politik dan Hubungan Masyarakat kedutaan Kanada Huy Nguyen, sastrawan AS Laksana dan Acep Zamzam Noor, dewan redaksi majalah sastra Surah dan redaktur Ustadz Felix Siauw Terbaru, dan pendiri Menara Hati International M. Najmi AF.

Dalam sambutan dan motivasinya, Yenny Wahid menegaskan pentingnya kontribusi santri mengembangkan sikap kerterbukaan dan mempromosikan wajah Islam yang damai.

“Untuk menjadi orang hebat seperti Gus Dur misalnya, hanya bisa dilakukan dengan pikiran dan sikap yang terbuka terhadap setiap gagasan dan informasi dari manapun. Jangan mudah menutup diri. Gus Dur banyak membaca buku dari Timur dan Barat. Setelah itu baru mencerna dan mengnalisis informasi dan gagasan tersebut. Dengan sikap ini, kita sangat bisa berkontribusi bagi dunia. Di samping itu modal utama menjadi santri yang hebat di bidang penulisan adalah semangat dan pantang menyerah,” tandasnya.

Semangat itu, kata Yenny, yang membuat dirinya lolos seleksi dan menjadi wartawan The Sydney Morning Herald and The Age. Sebagai wartawan harian ini ia banyak meliput wilayah konflik di Indonesia. Ia juga berhasil mewawancari Xanana Gusmao, kini Perdana Menteri Timor Leste, saat menjadi tahanan pemerintah Indonesia di era tahun 90-an. Hasil liputannya pernah diganjar penghargaan. “Modalnya semangat dan pantang menyerah,” ungkapnya lagi.

Sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren banyak melahirkan tokoh di bidang penulisan yang levelnya mendunia. Selain KH. Abdurrahman Wahid, ada Mahbub Djunaidi, putera Betawi yang kesohor sebagai penulis esai yang andal, lincah, dan jenaka. Di dunia sastra, ada sejumlah tokoh seperti KH. Mustofa Bisri asal Rembang, KH Dzawawi Imron dari Madura, Acep Zamzam Noor dari Cipasung.

“Pesantren telah memainkan peran penting bagi dunia dalam mengembangkan Islam rahmatan lil alamin,” kata Nguyen dalam sambutannya. [Red: Abdullah Alawi]

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Cerita, Santri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 14 Juli 2012

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan kebebasan warga NU menentukan pilhannya pada Pemilu 2014 mendatang. PBNU mengimbau warga menggunakan hak pilih alias tidak golput agar bisa memengangkan calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan NU.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru usai memberikan taushiyah dalam acara pengajian maulidur rasul dan Haul Syech abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli (Muallif Dalailul khairat) di Pesantren Darul  Falah Jekulo Kudus, Jum’at (17/1) lalu.

Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Kiai yang biasa disapa Kang Said ini menekankan warga NU harus menyukseskan pemilihan umum 9 April mendatang dengan menggunakan hak pilihnya. “Pemilu harus sukses, warga NU jangan golput,” tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam ceramahnya, ia menegaskan perjuangan melalui politik harus menggunakan kekuatan yang cukup sehingga bisa menang dan meraih kekuasaan.

“Meskipun bagi NU perjuangan siyasah (politik) bukan yang utama, namun orang NU terutama yang jadi caleg harus menang,” ujar Kang Said sambil menyebut salah seorang caleg yang hadir.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kegiatan yang diadakan pesantren Darul Falah ini diikuti santri putra-putri dan alumni pesantren setempat. Diantara tokoh dan kiai yang hadir, Pengasuh pesantren API Magelang KH Yusuf chudhori, Pengurus RMI bidang Media Wakil Mahfud dan sejumlah caleg partai politik baik pusat maupun daerah. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 22 Juni 2012

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Innalillahi wainna ilaihi raajiuun, ulama kharismatik yang juga Pengasuh Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus , Jawa Tengah, KH Ahmad Basyir wafat Selasa (18/3), pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Islam  Kudus. 

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat

Menurut rencana, jenazah Mustasyar PCNU Kudus tersebut akan dimakamkan Selasa hari ini pukul 14.00 di pemakaman umum Dusun Kauman, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo. 

Saat berita ini ditulis, ribuan pelayat sudah memenuhi kediaman almarhum di Dukuh Mbareng, Jekulo Kudus. Bahkan sejak  Selasa pagi ini, para pelayat sudah menshalati jenazah almarhum secara bergelombang di komplek pesantren Darul Falah setempat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sekretaris MWCNU Kecamatan Jekulo H Zusni Anwar mengatakan, KH Ahmad Basyir merupakan sosok ulama kharismatik yang memiliki ribuan santri. Ulama yang sering disapa Mbah Basyir ini juga dikenal sebagai guru dan pemberi ijazah (mu’jiz) Dalailul Khairat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Banyak para santri kudus dan luar kudus yang nyantri di situ. Beliau sangat dikenal sebagai guru dan mu’jiz dalailul khoirat,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru.

Mbah Basyir adalah sosok teladan yang dapat kita contoh. Semasa hayatnya, beliau sangat ta’dhim dan tawadhu terhadap para gurunya.

“Beliau juga sangat ramah terhadap masyarakat sekelilingnya termasuk menyambut para para tamu. Beliau tidak membeda-bedakan latar belakang setiap tamu yang datang,”ujar Zusni memberi kesan.

Kabar wafatnya mbah Basyir menjadikan duka semua kalangan. Dalam dunia maya, semua pengguna jejaring sosial menyatakan  turut berduka dan mendoakan ayahanda penasehat RMI Jateng KH Ahmad Badawi Basyir itu. (Qomarul Adib/Mahbib)

 

 

Foto: KH Ahmad Basyir (kanan) bersama Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid dalam sebuah acara (syathooriyah.wordpress.com)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ubudiyah, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 12 Juni 2012

Marsudi Syuhud: Islam Agama Kemanusiaan, tapi Tak Selalu Sama dengan HAM

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua PBNU H Marsudi Syuhud mengatakan Islam dam konsep hak asasi manusia memiliki banyak kesamaan, tetapi dalam hal tertentu, memiliki pandangan yang berbeda. Salah satu contohnya adalah dalam hal perlakuan terhadap homoseksual.

Marsudi Syuhud: Islam Agama Kemanusiaan, tapi Tak Selalu Sama dengan HAM (Sumber Gambar : Nu Online)
Marsudi Syuhud: Islam Agama Kemanusiaan, tapi Tak Selalu Sama dengan HAM (Sumber Gambar : Nu Online)

Marsudi Syuhud: Islam Agama Kemanusiaan, tapi Tak Selalu Sama dengan HAM

Menurut Islam, homoseksual adalah tindakan tercela dengan kategori dosa besar karena melanggar fitrah manusia. HAM ala Barat, memandang bahwa menjadi heteroseksual atau homoseksual adalah pilihan pribadi.?

Demikian diantara diskusi yang berlangsung di pesantren Al Uchwah ketika H Marsudi Syuhud menerima rombongan tamu dari The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) yang terdiri dari Yudha Akbar, Sofia Giannini, dan Sivaia Batello, Selasa (15/12).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Marsudi menjelaskan, dalam konsep Islam, manusia tidak sepenuhnya memiliki hak atas dirinya karena Allah telah mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh manusia yang tujuannya untuk kebaikan manusia sendiri. Hal ini berbeda dengan konsep HAM ala Barat bahwa manusia memiliki hak sepenuhnya atas diri mereka.

“Meskipun berbeda, kita harus menghargai perbedaan masing-masing pandangan,” katanya.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Agama kemanusiaan

Dalam kesempatan tersebut juga diputar film tentang Islam Nusantara kepada para santri pesantren Al Uchwah. Dalam kesempatan tersebut, Marsudi menjelaskan Islam bisa berkembang di Indonesia karena menggunakan pendekatan nilai-nilai kemanusiaan, bukan menekankan formalitas keagamaan. Karena itulah, Islam dengan mudah diterima oleh masyarakat lokal di Nusantara. Mereka tersentuh dengan nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam Islam.

Islam, katanya, tidak pernah memaksakan seseorang untuk masuk dalam agama ini karena ada konsep hidayah, yaitu orang masuk Islam karena mendapat petunjuk dari Allah. Ia mencontohkan, Paman Nabi yang tidak mau masuk Islam karena tidak mendapat hidayah.?

“Sekarang ini ada orang yang memaksakan orang lain masuk Islam dengan cara-cara kekerasan. Kalau tidak ikut mereka dianggap kafir dan kalau kafir, boleh dibunuh. Ini tidak sesuai dengan ajaran Islam,” paparnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Fragmen, Pondok Pesantren, Makam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 28 Mei 2012

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Curug dan Ranting NU Kelurahan Binong, Kabupaten Tangerang, Banten menggelar taklim bulanan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kelurahan Binong pada Sabtu (17/9).

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)
Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

"Taklim bulanan ini merupakan kerja sama antarulama dan umara di wilayah kecamatan Curug," tutur Ketua MUI Curug H. Ahyani yang hadir menyampaikan sambutannya. Kegiatan ini, lanjut Ahyani, perlu ditingkatkan dan kita apresiasi atas inisiatif dan kerja sama antara MUI dan Camat Curug.

Senada dengan itu, Camat Curug Wahyuni menyampaikan sinkronisasi dan kerja sama antara ulama dan umara sangat dibutuhkan di tiap tingkatan pemerintahan agar lingkungan kita bisa tetap kondusif dan aman.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu, H. Samsudin Boaya dalam tausiyahnya menyampaikan salah satu hadis Nabi yang perlu menjadi renungan kita bersama bahwa akan datang suatu masa atau zaman yang penuh kebohongan dan fitnah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Orang jujur, katanya, dicurigai sementara orang yang tidak paham dengan ilmu agama dijadikan panutan dan dipecaya ceramahnya. Fenomena maraknya media sosial salah satu tanda dan gejala ahir zaman itu, banyak yang antara tulisan dan perbuatanyan tidak sinkron.

Pada kesempatan itu, hadir perwakilan dari seluruh unsur Muspika dan pengurus MUI Kecamatan Curug. Hadir pula para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Curug dari tingkat kelurahan, hadir para Ketua RW, takmir masjid dan mushala serta jajaran Pengurus Ranting Nahlatul Ulama Kelurahan Binong. (mks/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba, News Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 26 Mei 2012

Lomba Aneh Agustusan

Haji Mukidin yang terkenal kaya raya di kelurahannya suatu kali didatangi Makaryo, pemuda karang taruna desa setempat, dalam rangka meminta sumbangan. “Untuk lomba Agustusan, Pak Haji,” katanya.

Pak Haji segera mengeluarkan uang 500 ribu.

Lomba Aneh Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Aneh Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Aneh Agustusan

Tak berselang lama, rekan Makaryo bernama Jo Kribo juga pergi ke rumah Haji Mukidin dengan agenda yang sama. “Lomba Agustusan sangat unik, Pak Haji. Yang terlibat nggak cuma orang kampung kita tapi juga kecamatan sebelah,” katanya berusaha meyakinkan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pak Haji pun memberinya sumbangan.

Esok harinya, Makaryo datang lagi minta sumbangan. Disusul kemudian Jo Kribo. Untuk kedua kalinya Pak Haji memberikan masing-masing sejumlah uang. Memasuki hari ketiga, peristiwa minta sumbangan itu terjadi lagi.

Haji Mukidin pun heran campur kesal.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Bentar… Bentar!” Kata Pak Haji. “Kalian ini sebenarnya mengadakan lomba apa? Dari kemarin kok nggak beres-beres?”

“Lomba minta sumbangan, Pak Haji,” sahut keduanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 03 Mei 2012

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Temanggung, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Temanggung sebenarnya telah membudaya. Pada praktik kehidupan sehari-hari, kerukunan antar umat beragama sudah menjadi kebiasaan. Hal tersebut harus terus dipupuk untuk mengantisipasi konflik dengan latar belakang agama.

Hal tersebut disampaikan Bupati Temanggung, Bambang Sukarno pada resepsi HUT RI ke-68, yang diselenggarakan Jaringan GUSDURian dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung, Selasa petang (27/8). 

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

“Temanggung sudah terjalin dengan baik. Harus kita pupuk dan kembangkan,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi, Dandim 0706/Temanggung, Letkol Inf Ganardyto Herry, Wakapolres Kompol Suwandi, Wakil Ketua DPRD Temanggung, Muhammad Amin, Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Abdul Arif. 

“Dialog ini adalah salah satu cara untuk menjalin kerukunan tersebut,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam kegiatan yang dimoderatori Abaz Zahrotien ini, menghadirkan dua pembicara, masing-masing Pendeta Darmanto Lemuel dan Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid.

Ketua panitia kegiatan, Andreas Kristianto, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan hubungan antar agama yang harmonis. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan seluruh agama yang ada di daerah penghasil tembakau ini.  

“Ini langkah awal menjalin toleransi,” papar pria yang calon pendeta GKI ini.

Alissa mengatakan, Indonesia diancam dengan adanya gerakan intoleransi yang semakin menguat dan masuk ke masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan pendampingan dan pengawalan yang kuat terhadap keragaman yang ada. 

“Indonesia dibangun atas keragaman, untuk itu harus dijaga dengan kuat, bagaimanapun caranya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menjaga keragaman merupakan tanggungjawab bersama seluruh unsur masyarakat. Dalam menjaga keragaman tersebut, peran serta masyarakat sangat dominan untuk membentuk tatanan sosal berdasarkan Pancasila. 

“Ancaman terbesar adalah perpecahan, untuk itu harus dijaga,” tandas putri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid ini. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nahdlatul Ulama, Tegal Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 20 Maret 2012

PMII Bahas Pemerataan Pembangunan di Muspimnas

Ambon, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun ini diselenggarakan di Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (18/11). Aktivis PMII dari pelbagai cabang mencoba mengevaluasi soal distribusi pembangunan yang dijalankan pemerintah.

PMII Bahas Pemerataan Pembangunan di Muspimnas (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bahas Pemerataan Pembangunan di Muspimnas (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bahas Pemerataan Pembangunan di Muspimnas

Pembukaan musyawarah ini dihadiri ratusan pimpinan cabang dari seluruh kota dan kabupaten serta delegasi pengurus wilayah dari tiap provinsi. Tampak hadir salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda. Sementara Muspimnas PMII dibuka oleh perwakilan Gubernur Maluku, Rabu jam 15:00 Wita.

Musyawarah ini mengambil tajuk "Pemerataan Pembangunan untuk Kedaulatan NKRI". Menurut Ketum PB PMII Aminudin Maruf, PMII sengaja memilih Maluku sebagai tuan rumah Muspimnas kali ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ini merupakan bentuk dorongan kepada pemerintah supaya pembangunan negara tidak hanya terpusat di pulau Jawa. Di Pulau Jawa, pembangunan sudah penuh sehingga pembangunan hari ini harus merata," sambut Amin.

Sedikitnya tiga menteri dijadwalkan akan menghadiri kegiatan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Mereka antara lain Menteri Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, Mensos Khofifah Indah Parawansa serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi," kata Ketua Panitia Muspimnas PMII 2015 Kaka Hanifa di Ambon, Selasa (17/11). (Muhafidz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Khutbah, Sholawat Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 18 Februari 2012

Wapres: Ormas Terbesar Dunia, NU Pikul Tanggung Jawab Berat

Lombok Barat, Ustadz Felix Siauw Terbaru 

Indonesia menjadi negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, maka otomatis Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia, otomatis juga menjadi organisasi terbesar di dunia. 

Demikian disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia H Muhammad Jusuf Kalla pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2017 di Pesantren Darul Quran Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/11).

Wapres: Ormas Terbesar Dunia, NU Pikul Tanggung Jawab Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Ormas Terbesar Dunia, NU Pikul Tanggung Jawab Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Ormas Terbesar Dunia, NU Pikul Tanggung Jawab Berat

Menurut Jusuf Kalla, dengan jumlah warga NU yang banyak, maka beban dan tanggung jawab yang diemban NU juga berat. 

"Artinya bagaimana besarnya tanggung jawab dan amal ibadah daripada Nahdlatul Ulama sejak hampir seratus tahun yang lalu yang telah memberikan pembinaan, pengetahuan dan juga tentu bimbingan sampai kepada umat hari ini," terang pria berumur 75 tahun ini. 

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini pun menyampaikan terima kasih atas hasil dari Munas-Konbes NU. Menurutnya, Munas-Konbes NU telah memberi pedoman dalam menyelesaikan masalah bangsa Indonesia ini. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Hadir Rais Aam KH Maruf Amin, Wakil Rais Aam KH Miftahul Ahyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Ketua PBNU Bidang Investasi dan Luar Negeri H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU Bidang Hukum H Robikin Emhas, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, Berita, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 06 Februari 2012

Pra-Muktamar di Jawa Timur Dimulai dari Kota Blambangan

Banyuwangi, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Muktamar ke-33 NU yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang di Jombang sudah mulai disosialisasikan di beberapa daerah di Jawa Timur. Sosialisasi dan konsolidasi pra muktamar di mulai dari kota Blambangan, Banyungawi, Selasa (28/4). Menurut panitia daerah, matahari terbit dari timur, maka dari itu kita mulai pra muktamar ini dari kota ujung timur di Jawa Timur ini, Banyuwangi.

Pra-Muktamar di Jawa Timur Dimulai dari Kota Blambangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Muktamar di Jawa Timur Dimulai dari Kota Blambangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Muktamar di Jawa Timur Dimulai dari Kota Blambangan

Panitia daerah sangatlah pas kalau pra muktamar di mulai dari banyuwangi ini sebab kata Ketua PCNU Banyungawi KH Masykur Ali mengatakan, "Kalau Pra Muktamar di Banyuwangi ini sukses maka muktamar ke depannya juga sukses," jelasnya. 

Atas nama PCNU Banyungawi, Kiai Masykur mengucapkan selamat datang kepada seluruh warga NU di kota Blambangan. Khususnya kepada rombongan dari Wilayah NU Jatim. Terlihat pula Rais, Ketua PCNU Situbondo, Bondowoso, Jember. Ada juga Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto, SH dan Wakil Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin. Acara itu juga menyunguhkan penampilan dari Ki Ageng Ganjur dan Fadli Padi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Di tanah Banyungawi ini, dulu juga pernah menjadi tempat muktamar ke-9 NU pada tahun 1934. Dulu NU sebelum bermuktamar di Banyuwangi, administrasi NU belum tertib. Setelah NU mengadakan Muktamar di Banyuwangi, mulailah administrasi terbenah. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Maka dari itu, dari tanah blambangan inilah NU sudah mulai berbenah dan dimulai dari administrasinya. Untuk itu, NU kalau ingin besar maka benailah administrasi tersebut," ungkap Kiai Masykur di hadapan Ketua PWNU Jatim dan Ketua Panda.

Dalam jadwal pra Muktamar ke depannya, Ketua Panda menjelaskan bahwa ada Sembilan kota dan kabupaten di Jatim yang akan menjadi tempat sosialisasi dan konsolidasi. Dimulai dari Kabupaten Banyungawi. Kemudian Pasuruan, Sidoarjo, Malang, Tulungagung, Madiun, Nganjuk, Pamekasan hingga di Tuban pada tanggal 9 Mei 2015 mendatang. (Rofii Boenawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian, Kajian Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 05 Januari 2012

Puisi Nadirsyah Hosen: Bisik

Apa bisikmu kali ini, oh Sayyidi?

Akankah kau minta aku kembali bergerak

Sementara kakiku masih mencari pijakan kokoh pada jejakmu.

Puisi Nadirsyah Hosen: Bisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi Nadirsyah Hosen: Bisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi Nadirsyah Hosen: Bisik

Apa bisikmu kali ini, oh Sayyidi?

Belum selesai sedu-sedanku, namun kau begitu cepat berkilatan dan aku pun terengah-engah mengejarmu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Apa bisikmu kali ini, oh Sayyidi?

Pesonamu meruntuhkan tembok tebal yang ku bangun di jiwaku, dan bisikanmu menembus semuanya.

Apa bisikmu kali ini, oh Sayyidi? Bagaimana kalau kau kembali memelukku saja? Agar kutumpahkan air mata ini pada bahumu yang penuh berkah.

Apa bisikmu kali ini, oh Sayyidi? Aku mencintaimu. Sungguh. Oh Muhammadku. Bawa aku bersama langkahmu.

Kuala Lumpur, akhir Juli 2017

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Santri, Nusantara Ustadz Felix Siauw Terbaru