Kamis, 23 April 2015

Disayangkan, Perjuangan NU Hilang Dalam Sejarah

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Peran Nahdlatul Ulama sebelum dan sesudah kemerdekaan sesungguhnya sangat besar baik dalam skala nasional maupun regional dalam hal ini Pekalongan, akan tetapi sebagaimana yang dicatat dalam sejarah perjuangan bangsa, tak satupun yang dilakukan NU tercatat dengan baik, meski hal itu bukan tujuan NU.

Demikian ditegaskan H Asif Qolbihi, ketua DPRD Kabupaten Pekalongan yang bertindak sebagai keynote addres pada acara "Napak tilas kebangkitan dan kemimpinan NU Kabupaten Pekalongan" yang berlangsung di Gedung PCNU setempat Jumat (25/1).

Disayangkan, Perjuangan NU Hilang Dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Disayangkan, Perjuangan NU Hilang Dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Disayangkan, Perjuangan NU Hilang Dalam Sejarah

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pra konferensi cabang NU Kabupaten Pekalongan sebagai upaya untuk mendokumentasikan paparan dan bukti bukti sejarah yang muncul baik yang disampaikan oleh pelaku sejarah maupun pemerhati dengan bukti bukti yang dimiliki saat ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Asif, salah satu bukti bahwa Nahdlatul Ulama Pekalongan telah berdiri sebelum kemerdekaan ialah ditunjuknya Pekalongan menjadi salah satu tempat muktamar NU sebanyak 2 kali sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal ini bukan kebetulan, akan tetapi sebagai bentuk pengakuan, dimana NU Pekalongan memiliki andil yang cukup besar terhadap berkembangnya Nahdlatul Ulama hingga seperti sekarang ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Saat ini sedang kami lakukan merunut kembali sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama sebelum dan sesudah kemerdekaan di Pekalongan berdasarkan bukti bukti sejarah yang ada, dan kini sedang dalam proses yang dilakukan oleh tim," ujarnya.

Salah satu dokumen sejarah NU ialah dalam pertempuran 3 Oktober 1945, para tokoh ulama NU terlibat aktif mengusir penjajah, akan tetapi anehnya, tak satupun para tokoh NU yang terlibat dalam pertempuran itu tercatat dalam sejarah pertempuran 3 Oktober 1945.

Dikataan Asif, jika NU tidak berupaya meluruskan kembali sejarah yang bengkok, dikawatirkan kepada generasi muda NU tidak bisa membaca secara jelas fakta fakta sejarah yang telah dilakukan NU yang nampaknya memang disengaja dihilangkan, agar NU tidak dianggap ikut berjuang dan mempertahankan kemerdekaan RI.

Jika NU Pekalongan sebelum tahun 1962 masih menjadi satu wilayah dengan Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, maka setelah Muktamar ke 19 yang berlangsung di Palembang, NU Pekalongan dipecah menjadi 3 wilayah mengikuti wilayah administrasi, yakni berubah menjadi NU Kabupaten Batang, NU Kabupaten Pekalongan dan NU Kota Pekalongan.

Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH Muslih Khudlori mengatakan, acara menapak tilas perjuangan NU menjadi sangat penting dilakukan dan penting diketahui oleh generasi muda NU. Pasalnya, jangan sampai anak anak muda NU tidak tahu sejarah perjuangan NU khususnya di Kabupaten Pekalongan.

Dengan kegiata ini, harap KH Muslih yang masih diharapkan memimpin NU Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun ke depan ini, dapat dilacak kembali kesejarahan NU di Kabupaten Pekalongan termasuk mengembalikan nama nama jalan yang dahulu pernah diberi nama nama pejuang NU dan sekarang hilang entah kemana. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz PKL

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Olahraga, Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 16 April 2015

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran

Pada masa lebaran masyarakat biasa mengunjungi sesamanya. Mereka melakukan ramah-tamah satu sama lain. Mereka juga saling berjabat tangan sebagai tanda kelapangan dada mereka untuk menerima kekurangan sesama. Malah sebagian orang mencium bolak-balik tangan kiai.

Islam menganjurkan umatnya untuk mencium tangan orang-orang saleh, orang berilmu, dan tentu saja orang tua. Mereka semua itu adalah orang-orang mulia di hadapan Allah SWT.

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Orang yang Tangannya Layak Dicium ketika Lebaran

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Artinya, “Dianjurkan mengecup tangan orang lain karena kesalehannya dari aspek keagamaan seperti karena ilmu agamanya, kezuhudannya. Dan makruh mencium tangan orang kaya atau faktor duniawi lainnya seperti kekuasaannya atau jabatannya.

Kita juga dianjurkan berdiri untuk menghormati orang-orang berakhlak mulia atau memiliki keutamaan lainnya secara agama, tanpa niat riya atau niat mengagungkannya,” (Lihat Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, juz 3, halaman 305).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kalau kepada orang tua yang membesarkan raga kita dianjurkan untuk mencium tangan, apalagi terhadap para kiai, guru agama, dan orang-orang saleh yang mendidik akhlak kita kepada Allah dan makhluk-Nya. Para kiai adalah pembimbing rohani. Hal ini disinggung oleh Syekh Rasyidi dalam Syarah Sittin Masalah-nya Syekh Ramli dalam dua larik berikut ini.

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

Artinya, “Dialah pembimbing rohani # rohani adalah mutiara

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Dialah pembimbing jasmani # jasmani layaknya cangkang kerang.”

Mencium tangan para kiai dan orang-orang saleh dianjurkan kapan saja, terlebih di masa lebaran seperti ini. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Amalan, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siauw Terbaru