Jumat, 20 Juli 2012

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII

Depok, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pelatihan Kader Dasar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Komfaka) Cabang Ciputat? berlangsung hangat di tengah udara dingin Sawangan, Depok Kamis-Ahad (15-18/1).

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII

PKD yang diadakan oleh Komfaka ini, diadiikuti 35 mahasiswa dari berbagai cabang ini menekankan pentingnya membangun kesadaran kader dalam berbudaya dan berbangsa.

Ketua pelaksana Hifni mengatakan kegitatan PKD sejak Jumat (15/1) hingga Ahad (18/1) merupakan angkatan III. Kegiatan bertema “Membangun Kembali Jati Diri Kader: Refleksi Kritis Kesadaran Kader dalam Berbudaya dan Berbangsa” diikuti peserta dari komisariat-komisariat Ciputat berjumlah 21 orang, Bogor 4 orang, Bandung 8 orang, dan Surabaya 2 orang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Peci hitam dan batik menjadi simbol PKD kali ini, sesuai dengan tema berbudaya dan berbangsa, “Selama PKD berlangsung, peserta diwajibkan memakai songkok hitam (putra) dan batik, sebagai wujud membangun kesadaran berbangsa dan berbudaya” kata Kaula Fahmi selaku ketua instuktrul PKD ini.

Kaula Fahmi berharap kepada para peserta PKD menjadi kader yang ulul albab, “Semoga setelah pelatihan ini para peserta menjadi kader yang ulul albab.”

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ungkapan serupa disampaikan, Ketua Umum PMII Cabang Ciputat, Ahmad Cusanuddin seraya berharap kepada para kader menjadi kader mujahid, yang bisa menyebarkan virus-virus kebaikan Aswaja dan PMII.

“Harapan saya, kalaian bisa menjadi kader mujahid, yang bisa menyebarkan virus-virus kebaikan Aswaja dan ideologi PMII ke seluruh elemen yang berada di kanan-kiri, depan-belakang, dan atas-bawah,” ujarnya ketika penutupan acara PKD, Ahad. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, Sholawat Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 19 Juli 2012

Surat Santri untuk Presiden Baru

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Dibekali teori dan wawasan seputar penulisan kreatif, 22 santri hasil seleksi dari pesantren-pesantren di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Banten, diminta praktik menulis surat untuk presiden baru.

“Mereka menulis harapan dan pandangan mereka sebagai santri kepada presiden baru. Gaya dan panjang-pendeknya halaman kita serahkan ke mereka. Karya mereka itu didiskusikan bersama dan disempurnakan,” terang Alamsyah M. Dja’far, Program Officer the Wahid Institute, Sabtu siang (13/7) di Jakarta.

Surat Santri untuk Presiden Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Santri untuk Presiden Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Santri untuk Presiden Baru

Ditambahkan Ahmad Nurcholis, fasilitator kegiatan dua hari ini, tulisan mereka itu juga akan dipublikasi di website resmi WI www.wahidinstitute.org dan dibukukan. Hasilnya akan disampaikan kepada presiden baru yang akan dilantik Oktober mendatang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Di Negara kita ini, Indonesia masih banyak permasalah yang mencekik rakyat secara perlahan. Mulai dari produktivitas ekonomi yang anjlok. Angka kemiskinan semakin hari semakin parah,” tulis Mohammad Fahminuddin santri asal As-Sa’adah Banten.

Syifa fauziah, santri kelas tiga Pesantren Al-Falak Bogor menyorot soal pentingnya pengembangan sumber daya manusia. “Saya berharap bapak menjadi pemimpin yang mampu mengembangkan SDM. Saya tidak ingin Bapak menjadi seorang penguasa. Kata KH Abdurrahman Wahid, pemimpin dan penguasa adalah dua hal berbeda,” katanya dalam surat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Soal menjaga keragaman juga mendapat sorotan. “Saya sadar menjadi Presiden di Republik ini bukanlah hal yang mudah dengan keberagaman agama, suku, adat, bahasa, dan budaya. Tapi saya meyakini bahwa semua perbedaan itu bukanlah penbghambat. Malah itu menjadi suatu suatu penguatan persatuan, dalam agama yang saya anut, perbedaan adalah rahmat,” kata Syifa Husnul Ummah dari Pesantren Qathratul Falah.        

Praktik menulis ini merupakan satu rangkaian dalam Pelatihan Penulisan Kreatif

santri se-jabodetabek bertajuk “Pesantren untuk Peradaban Dunia”. Pelatihan digelar The Wahid Institute bekerjasam dengan Kedutaan Kanada, pada Sabtu – Minggu (12-13/07) di Jakarta.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan santri dari Pesantren Ashidiqiyah Jakarta Barat, Pesantren Tapak Sunan Jakarta Timur, Pesantren Motivasi Nurul Mukhlisin Bekasi, Pesantren Al-Falak Pagentongan Bogor, Al-Inayah Bogor, Miftahul Huda Tangerang, Qatrathul Falah Banten, As-Saa’dah Banten, dan Malnu Menes Banten.

Sepanjang dua hari mereka berdiskusi dan mendapat motivasi dari sejumlah ahli seputar pesantren dan dunia penulisan: Direktur WI Yenny Zannuba Wahid, Sekretaris Kedua Bidang Politik dan Hubungan Masyarakat kedutaan Kanada Huy Nguyen, sastrawan AS Laksana dan Acep Zamzam Noor, dewan redaksi majalah sastra Surah dan redaktur Ustadz Felix Siauw Terbaru, dan pendiri Menara Hati International M. Najmi AF.

Dalam sambutan dan motivasinya, Yenny Wahid menegaskan pentingnya kontribusi santri mengembangkan sikap kerterbukaan dan mempromosikan wajah Islam yang damai.

“Untuk menjadi orang hebat seperti Gus Dur misalnya, hanya bisa dilakukan dengan pikiran dan sikap yang terbuka terhadap setiap gagasan dan informasi dari manapun. Jangan mudah menutup diri. Gus Dur banyak membaca buku dari Timur dan Barat. Setelah itu baru mencerna dan mengnalisis informasi dan gagasan tersebut. Dengan sikap ini, kita sangat bisa berkontribusi bagi dunia. Di samping itu modal utama menjadi santri yang hebat di bidang penulisan adalah semangat dan pantang menyerah,” tandasnya.

Semangat itu, kata Yenny, yang membuat dirinya lolos seleksi dan menjadi wartawan The Sydney Morning Herald and The Age. Sebagai wartawan harian ini ia banyak meliput wilayah konflik di Indonesia. Ia juga berhasil mewawancari Xanana Gusmao, kini Perdana Menteri Timor Leste, saat menjadi tahanan pemerintah Indonesia di era tahun 90-an. Hasil liputannya pernah diganjar penghargaan. “Modalnya semangat dan pantang menyerah,” ungkapnya lagi.

Sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren banyak melahirkan tokoh di bidang penulisan yang levelnya mendunia. Selain KH. Abdurrahman Wahid, ada Mahbub Djunaidi, putera Betawi yang kesohor sebagai penulis esai yang andal, lincah, dan jenaka. Di dunia sastra, ada sejumlah tokoh seperti KH. Mustofa Bisri asal Rembang, KH Dzawawi Imron dari Madura, Acep Zamzam Noor dari Cipasung.

“Pesantren telah memainkan peran penting bagi dunia dalam mengembangkan Islam rahmatan lil alamin,” kata Nguyen dalam sambutannya. [Red: Abdullah Alawi]

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Cerita, Santri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 14 Juli 2012

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan kebebasan warga NU menentukan pilhannya pada Pemilu 2014 mendatang. PBNU mengimbau warga menggunakan hak pilih alias tidak golput agar bisa memengangkan calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan NU.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru usai memberikan taushiyah dalam acara pengajian maulidur rasul dan Haul Syech abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli (Muallif Dalailul khairat) di Pesantren Darul  Falah Jekulo Kudus, Jum’at (17/1) lalu.

Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Caleg NU Harus Menang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Caleg NU Harus Menang

Kiai yang biasa disapa Kang Said ini menekankan warga NU harus menyukseskan pemilihan umum 9 April mendatang dengan menggunakan hak pilihnya. “Pemilu harus sukses, warga NU jangan golput,” tegasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam ceramahnya, ia menegaskan perjuangan melalui politik harus menggunakan kekuatan yang cukup sehingga bisa menang dan meraih kekuasaan.

“Meskipun bagi NU perjuangan siyasah (politik) bukan yang utama, namun orang NU terutama yang jadi caleg harus menang,” ujar Kang Said sambil menyebut salah seorang caleg yang hadir.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kegiatan yang diadakan pesantren Darul Falah ini diikuti santri putra-putri dan alumni pesantren setempat. Diantara tokoh dan kiai yang hadir, Pengasuh pesantren API Magelang KH Yusuf chudhori, Pengurus RMI bidang Media Wakil Mahfud dan sejumlah caleg partai politik baik pusat maupun daerah. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh Ustadz Felix Siauw Terbaru