Minggu, 21 Oktober 2007

Sejumlah Pimpinan Cabang Ikuti Lakut PP IPNU di Jatim

Gresik, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pimpinan Pusat IPNU terus maraton melakukan kaderisasi. Setelah melaksanakan Latihan Kader Utama (Lakut) di wilayah tiga Cirebon dan khusus pengurus pimpinan pusat, PP IPNU bersama PW IPNU Jawa Timur menggelar lakut wilayah pantura Jawa Timur.?

Kegiatan yang diikuti oleh PC IPNU Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Babat ini berlangsung selama empat hari, Kamis-Ahad (9-12/2).

Sejumlah Pimpinan Cabang Ikuti Lakut PP IPNU di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Pimpinan Cabang Ikuti Lakut PP IPNU di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Pimpinan Cabang Ikuti Lakut PP IPNU di Jatim

Ketua PP IPNU Bidang Kaderisasi Dwi Syaifullah mengatakan, bahwa lakut Jawa Timur wilayah Pantura ini diselenggarakan guna menata kaderisasi.

“Lakut Jatim wilayah pantura ini bentuk ikhtiar kami dalam menata kaderisasi, setelah sukses kita selenggarakan di Jawa Barat wilayah tiga Cirebon. Ke depan, mohon doa dan kerjasamanya dalam perbaikan kaderisasi khususnya setelah ini akan kita fokuskan di luar Jawa,” ujarnya saat pembukaan di gedung Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jumat (10/2).

Pada kesempatan lain, Wakil Ketua PW IPNU Jatim bidang kaderisasi Winarto Eka Wahyudi mengingatkan pentingnya kader IPNU dan IPPNU meneladani pendiri organisasi. Meskipun IPNU sebagai kaum sarungan, tapi pendiri IPNU KH Tolchah Manshur memberikan contoh semangat berpendidikan tinggi. Ia tercatat sebagai ahli hukum tata negara pertama Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lakut yang diikuti oleh 30 peserta ini dikawal oleh tim instruktur nasional, antara lain Wakil Ketua Umum PP IPNU Imam Fadli dan Wakil Sekretaris Umum PP IPNU Bidang Kaderisasi Abdullah Muhdi.?

Hadir pula Ketua PW IPNU Jawa Timur Haikal Atiq Zamzami dan beberapa pengurus pimpinan cabang sekitar, di antaranya Sidoarjo. (Syakir/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru PonPes, Berita Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 15 Agustus 2007

Khofifah Minta Mahasiswa Ikut Menjaga Kondisi Bangsa

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sekitar 3000 mahasiswa dari 350 perguruan tinggi se-Indonesia mengikuti Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta), Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (4/2).

Kegiatan bertema Meneguhkan Komitmen Menjaga Indonesia itu berlangsung hingga Senin (6/4). Ketua panitia acara Septian mengatakan, kegiatan ini menjadi sejarah baru bagi pergerakan mahasiswa.

"Karena pada hari ini, kita dapat berkumpul dalam satu forum. Sebelumnya tidak pernah ada kegiatan rembug bersama mahasiswa se-Indonesia seperti ini," kata Septian dalam sambutannya, Sabtu (4/2) siang.

Khofifah Minta Mahasiswa Ikut Menjaga Kondisi Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Mahasiswa Ikut Menjaga Kondisi Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Mahasiswa Ikut Menjaga Kondisi Bangsa

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang itu menambahkan, isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) semakin mengkhawatirkan. Karenanya, mahasiswa harus mampu menyikapi permasalahan tersebut.

"Indonesia ini identik dengan keberagamannya. Perguruan tinggi adalah potret dari keberagaman itu. Maka, sudah saatnya mahasiswa bisa hadir untuk menangani permasalahan tersebut," tambahnya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, harmoni keindonesiaan harus lahir dari pergerakan mahasiswa.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang hadir saat ini. Semoga dari kegiatan ini, Indonesia menjadi negeri yang harmoni," ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Khofifah juga mengingatkan agar silaturahmi ini tetap terjaga. Ia berharap para peserta dapat membantu bangsa Indonesia dari beragam permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bersama. (Aru/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, AlaSantri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 27 Juli 2007

Sulthanah Shafiatuddin, Nakhoda Perempuan Pertama Kerajaan Aceh Darussalam

Sejarah Aceh tidak terlepas dari peran hebat para perempuan sehingga masyarakat Indonesia lekat dengan nama sejumlah pahlawan nasional perempuan lebih banyak dari Aceh. Jauh sebelum muncul pejuang-pejuang perempuan seperti Cut Nyak Dien, Laksamana Malahayati, dan Cut Muetia, Aceh memiliki Sulthanah Shafiatuddin, pemimpin atau nakhoda perempuan pertama di Kerajaan Aceh Darussalam.

Kemunculannya sebagai pemimpin tidak lepas dari kontroversi di Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan pada 1496 itu, ketika sang suami, Sultan Iskandar Tsani mangkat. Saat itu sulit sekali mencari pengganti Sultan Iskandar Tsani karena dari keluarga terdekat tidak ada seorang laki-laki.

Sulthanah Shafiatuddin, Nakhoda Perempuan Pertama Kerajaan Aceh Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)
Sulthanah Shafiatuddin, Nakhoda Perempuan Pertama Kerajaan Aceh Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)

Sulthanah Shafiatuddin, Nakhoda Perempuan Pertama Kerajaan Aceh Darussalam

Muncul pertimbangan untuk mengangkat sang istri, Ratu Shafiatuddin Syah sebagai Sulthanah di Kerajaan Aceh Darussalam yang dulu pernah dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636), sang ayah Shafiatuddin Syah. Dia merupakan putri tertua Raja yang memimpin Kerajaan Aceh Darussalam di era 1636-1641 tersebut.

Sultan Iskandar Muda yang wafat pada 1636 tidak mempunyai putra mahkota dan digantikan oleh Sultan Iskandar Tsani, menantunya. Iskandar Tsani adalah putra Sultan Ahmad Syah, Sultan Pahang (kini wilayah Malaysia) yang menikah dengan Shafiatuddin Syah setelah Sultan Iskandar Muda menaklukkan Pahang pada 1617.

Era Sultan Iskandar Tsani tidak lama, yaitu 1636-1641 yang juga merupakan tahun kematiannya. Situasi politik yang mendesak saat itu kemudian menempatkan Shafiatuddin sebagai pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam berikutnya dengan gelar Paduka Sri Sultanah Ratu Safiatuddin Tajul-’Alam Syah Johan Berdaulat Zillu’llahi fi’l-’Alam binti al-Marhum Sri Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam Syah.

Debat soal boleh tidaknya pemimpin perempuan dalam pemerintahan Islam ternyata sudah terjadi ketika Ratu Shafiatuddin diajukan untuk memimpin Kerajaan Aceh Darussalam. Ada sejumlah kalangan yang tidak setuju atas naik tahtanya Ratu Safiatuddin. Terjadilah beberapa kali aksi pemberontakan juga upaya pengkhianatan untuk mendongkel kepemimpinan sang ratu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kondisi saat itu bertambah rumit bagi dirinya karena Sulthanah Shafiatuddin juga harus menghadapi ancaman eksternal seiring menguatnya pengaruh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) setelah berhasil merebut Malaka dari Portugis pada awal tahun 1641.

Berangkat dari penguatan adat istiadat

Sejumlah kalangan di Kerajaan Aceh Darussalam bukan tanpa pertimbangan matang dalam memilih Ratu Shafiatuddin. Dia dinilai pantas menduduki tahta kerajaan yang ditinggalkan suaminya karena dia memiliki visi cemerlang dalam menyebarkan Islam serta mengembangkan kebudayaan dan seni dalam masyarakat Islam di Aceh.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Potensi memimpinnya pun terbilang tak kalah dengan raja-raja sebelumnya yang notabene seorang laki-laki. Terbukti ketika tahun 1639 terjadi Perang Malaka, Sulthanah Shafiatuddin membentuk sebuah barisan perempuan untuk menguatkan benteng istana. Banyak kebijakan bernilai positif yang dilakukan oleh ratu yang mempunyai nama asli Putri Sri Alam ini.

Ia terbilang sukses membangkitkan kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam yang mengalami periode gemilang pada era kepemimpinan sang ayah, Sultan Iskandar Muda, dan sempat redup semasa dipimpin oleh sang suami, Sultan Iskandar Tsani.

Salah satu yang terkenal adalah tentang tradisi pemberian hadiah berupa tanah untuk pahlawan perang. Masa pemerintahan Sulthanah Shafiatuddin pun dinilai sangat bijak, di mana menyoal hukum serta adat istiadat dijalankan dengan baik. Dari visi infrastruktur adat istiadat inilah muncul pengembangan seni, budaya, dan ilmu pengetahuan di era kepemimpinanya.

Selain itu, Ratu Shafiatuddin berhasil mempertahankan hubungan diplomasi dengan kerajaan-kerajaan lain sehingga nama besar Kesultanan Aceh Darussalam tetap terjaga. Tak hanya itu, di masa kekuasaannya, Aceh Darussalam mengalami kemajuan pesat dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, agama, hukum, seni dan budaya, hingga ilmu pengetahuan seperti dijelaskan sebelumnya.

Sulthanah Safiatuddin bertahta selama 34 tahun hingga wafat pada 1675. Sepeninggal sang ratu pertama itu, Kesultanan Aceh Darussalam masih dipimpin oleh para perempuan tangguh sampai 24 tahun setelahnya, yaitu berturut-turut Sulthanah Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678), Sultanah Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688), sampai masa pemerintahan Sultanah Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699).

Perihal pengangkatan ketiga perempuan tersebut, uniknya hal itu merupakan gebrakan baru dalam kerajaan Islam. Dikarenakan Sulthanah Shafiatuddin tidak memiliki keturunan, sang ratu akhirnya mengangkat tiga orang perempuan tersebut untuk meneruskan tahtanya. Ketiga perempuan itu justru bukan berasal dari keturunan ningrat atau bangsawan Aceh, melainkan kalangan biasa. Setelah Shafiatuddin, Aceh pun dipimpin oleh ketiga sosok perempuan itu.

Kendati tidak semua ratu sanggup membawa Kesultanan Aceh Darussalam merasakan era emas seperti pada masa Sultan Iskandar Muda dan Sulthanah Shafiatuddin, Serambi Mekkah yang menerapkan syariat Islam pernah memiliki rekam sejarah gemilang di bawah kepemimpinan perempuan. Ini merupakan fakta sejarah yang tidak terbantahkan.

Bahkan, Aceh punya banyak lagi tokoh-tokoh pemimpin perempuan yang tidak melulu bertahta dengan label ratu atau sulthanah. Para wanita hebat asli tanah rencong ini bahkan tampil sebagai panglima perang dan memimpin perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah Belanda, yakni Laksamana Malahayati, Cut Meutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, Cutpo Fatimah, hingga tentunya Cut Nyak Dien yang masyhur itu.

Seorang penulis 

Pada masa kepemimpinan Sulthanah Safiatuddin perkembangan sastra bisa dikatakan sangat pesat. Hal ini tidak lain karena sang ratu merupakan sosok yang cinta terhadap bacaan. Dia banyak mengarang sajak dan cerita-cerita pendek.

Wujud nyata yang telah dilakukan oleh Sultanah Safiatuddin untuk mencerdaskan rakyatnya ketika itu adalah mendirikan perpustakaan. Tak banyak pemimpin yang perhatian dengan hal-hal semacam ini, namun Sultanah Safiatuddin melakukannya dengan sangat baik.

Pada masa pemerintahan Ratu Safiatuddin, perpustakaan negara didirikan dan diperluas. Selain itu, sang ratu juga memberikan dukungan penuh kepada para sastrawan dan kaum intelektual untuk mengembangkan keilmuannya. 

Di masa-masa inilah lahir para cendekiawan macam Hamzah Fanshuri, Nuruddin Ar-Raniry, dan Syekh Abdurrauf Singkel. Ketiga orang yang disebut terakhir itu merupakan para ulama yang berhasil meletakkan pondasi kuat di bidang ilmu keislaman melalui sejumlah karya-karya monumentalnya.

Hamzah Fansur banyak melahirkan syair dan prosa, di antaranya Syair Burung Unggas, Syair Dagang, Syair Perahu, Syair Si Burung pipit, Syair Si Burung Pungguk, Syair Sidang Fakir. Sedangkan prosa yaitu Asrar al-Arifin dan Sharab al-Asyikin.

Nuruddin Ar-Raniry mengarang Kitab Bustanus Salatin (Taman Raja-raja), dan Kitab Shiratal Mustaqim (jalan yang lurus). Sedangkan Abdurrouf Singkel menulis Mirat al-Thullab fî Tasyil Mawaiz al-Badîrifat al-Ahkâm al-Syariyyah li Malik al-Wahhab (karya di bidang fiqh atau hukum Islam, yang ditulis atas permintaan Sulthanah Shafiatuddin) dan Kitab Tarjuman al-Mustafid, merupakan naskah pertama Tafsir Al-Quran berbahasa Melayu.

Meski tidak banyak arsip yang mencatat sejarah tentang Sulthanah Shafiatuddin, tapi usahanya dalam memimpin kerajaan besar dalam sejarah Islam di Nusantara patut jadi teladan. Tercatat selama 58 tahun atau setengah abad lebih semenjak Sulthanah Shafiatuddin, Kerajaan Aceh Darussalam dipimpin oleh para perempuan atau sulthanah. 

Saat ini, nama Sulthanah Shafiatuddin diabadikan menjadi nama sebuah taman budaya di Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh. Taman ini menjadi pusat seni dan kebudayaan dari 23 kebupaten/kota di Aceh yang mempunyai ciri khas masing-masing. Setiap lima tahun sekali, di taman seluas 9 hektar ini diadakan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang menampilkan beragam seni, budaya, kuliner, musik, dan lain-lain dari masing-masing kabupaten/kota. (Fathoni Ahmad)

*) Diolah dari berbagai sumber.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 17 Mei 2007

Hadapi Ujian Nasional, Rajin Belajar Saja Tidak Cukup

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Ibu Nyai Hj Mundjidah Wahab selaku Wakil Bupati Jombang memberikan wejangan kepada siswa dan siswi yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Menurut dia, belajar yang rajin saja tidak cukup, tapi juga harus dibarengi dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meminta restu orang tua.

"Belajar saja kurang," kata Ibu Mundjidah, sapaan akrabnya. Para pelajar harus juga berdoa, mendekat kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menjalani UN, lanjutnya di hadapan ribuan pelajar yang berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Kota Jombang, Selasa (29/3).

Hadapi Ujian Nasional, Rajin Belajar Saja Tidak Cukup (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Ujian Nasional, Rajin Belajar Saja Tidak Cukup (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Ujian Nasional, Rajin Belajar Saja Tidak Cukup

Bagi Ketua PC Muslimat NU Jombang ini, istigatsah maupun doa bersama sangat mendukung kesiapan mental dalam menghadapi UN. "Tapi doa dan istigatsahnya jangan berhenti sampai di sini, tapi nanti dilanjutkan di rumah, sukur rutin shalat malam," kata putri KH Abdul Wahab Chasbullah tersebut.

Yang juga harus dilakukan pelajar adalah mohon ampun dan minta doa restu kepada kedua orang tua. Karena ridla Allah bergantung kepada ridla orang tua. "Jadi kalau orang tua sudah mendoakan dan memberikan restu kepada kita, maka Allah akan memberikan kemudahan dalam segala hal termasuk menghadapi UN," kata politisi PPP ini.  

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

UN di Jombang digelar secara serentak 4 hingga 6 April dengan menggunakan dua model, yakni UN berbasis komputer yang diikuti 19 sekolah. Rinciannya, 12 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), 5 SMA (Sekolah Menengah Atas), dan 2 MA (Madrasah Aliyah). Sementara 162 sekolah lainnya, menggelar UN berbasis kertas atau manual.

Sedangkan untuk jumlah peserta UN tahun ini sebanyak 20.141 orang. Mereka berasal dari 58 lembaga SMK sebanyak 8.477 peserta, 46 lembaga SMA dengan 5.997 peserta, dan 77 lembaga MA yakni 5.667 peserta. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Jadwal Kajian, Pertandingan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 19 Februari 2007

Pesantren Tambakberas Peringati Kemerdekaan dengan Luncurkan Buku

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur, meluncurkan buku baru, Kamis (17/8). Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pengasuh dan ratusan guru dari lembaga pendidikan formal yang ada di pesantren setempat. Acara diawali dengan istighatsah dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ke-72 RI.

"Peluncuran buku ini memang bersamaan dengan hari kemerdekaan," kata Ainur Rofiq al-Amin usai kegiatan.

Pesantren Tambakberas Peringati Kemerdekaan dengan Luncurkan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Peringati Kemerdekaan dengan Luncurkan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Peringati Kemerdekaan dengan Luncurkan Buku

Menurut dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut, memang kahadiran buku ini adalah sebagai semangat perjuangan yakni membangun negeri dan membangun umat muslim yang moderat, lanjutnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Buku setebal 500 halaman tersebut berjudul “Tambakberas: Menelisik Sejarah Memetik Uswah” dan ditulis oleh dzurriyah atau keluarga pesantren. "Mereka berjumlah 8 orang yakni Heru Najib, Syifa Malik, Nidaus Saadah, Basyiratul Hidayah, Abdul Jabbar Hubbi, Wafiyul Ahdi, Khalid Masud dan saya sendiri," kata Gus Rofik, sapaan akrabnya.

Sebagai gambaran, Gus Rofik mengemukakan bahwa buku itu berisi seputar biografi, sejarah sepak terjang perjuangan, sejumlah kisah, dan beragam sisi dari sosok para ulama dan kiai di Pesantren Tambakberas. "Tentu saja dengan tokoh pentingnya adalah KH Abdul Wahab Chasbullah," terangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kelebihan buku ini ditulis dengan acuan dari puluhan saksi sejarah, dan referensi utama yang berbicara tentang NU dan buku kuno lainnya. "Karena itu penulisnya adalah dzurriyah Tambakberas yang memiliki latarbelakang sebagai kiai, akademisi, hingga peneliti," kata salah seorang penulis, Heru Najib.

Sebenarnya, peluncuran buku tersebut sebagai percobaan untuk mengetahui tanggapan pasar. "Alhamdulillah hari ini bisa terjual hingga seribu eksemplar," kata Gus Heru, sapaan akrabnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru IMNU, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 29 Januari 2007

Hari Santri, Santri Diniyah Rembang Arak Sang Saka Merah Putih

Rembang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Tiga ratusan santri madrasah diniyah awaliyah di Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memperingati hari santri dengan jalan sehat. Mereka berjalan sambil mengarak bendera NU dan sang saka merah putih mengelilingi jalanan di kecamatan setempat.

Peserta arak-arakan berasal madrasah diniyah aliyah (MDA) se-Kecamatan Rembang Kota. Ihsan Muhadi, koordinator lapangan, menjelaskan, kegiatan yang berlangsung Sabtu sore (17/10) itu dilakukan dalam rangka memperingati hari santri dan tahun baru hijriyah.

Hari Santri, Santri Diniyah Rembang Arak Sang Saka Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, Santri Diniyah Rembang Arak Sang Saka Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, Santri Diniyah Rembang Arak Sang Saka Merah Putih

Menurut Ihsan, bulan Muharram memiliki arti istimewa di kalangan para santri dikarenakan banyaknya keramat para nabi yang terjadi pada bulan pertama dalam kalender hijriyah ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Nah santri harus tahu sejarah tahun baru hijriyah, selain kembali mengenang perjuangan para santri dan peranan-paranannya di era perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya. Ihsan berharap, kegiatan sejenis dapat dilakukan para santri di belahan bumi Indonesia lain. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Berita, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 25 Januari 2007

Cukur Al-Mubarok 3-0, Darussalam FC Juara LSN Jatim V

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Darussalam FC akhirnya menjadi jawara Liga Santri Nasional ? (LSN) Region V Jawa Timur ? menyusul kemenangannya 3-0 atas Al-Mubarok FC ? dalam laga final yang digelar di lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blok Agung, Banyuwangi, Senin (5/9).

Sejak wasit meniup pluit tanda dimulainya babak pertama, Darussaam FC langsung menggebrak. Permainan dari kaki ke kaki sangat lancar diperagakan oleh personil Darussalam FC. Sementara Al-Mubarok yang ? diperkirakan akan memberikan perlawanan yang sengit menyusul keberhasilannya membungkam juara bertahan Nuris United FC kemarin, justru permainannya kurang berkembang.?

Cukur Al-Mubarok 3-0, Darussalam FC Juara LSN Jatim V (Sumber Gambar : Nu Online)
Cukur Al-Mubarok 3-0, Darussalam FC Juara LSN Jatim V (Sumber Gambar : Nu Online)

Cukur Al-Mubarok 3-0, Darussalam FC Juara LSN Jatim V

Mendapat serangan bertubi-tubi, membuat pemain belakang Al-Mubarok menerapkan sistem sapu bersih. Di babak ini, wasit mengeluarkan 2 kartu kuning untuk pemain Al-Mubarok FC, dan satu kartu kuning untuk pemain Darussalam FC.

Pada menit ke 22, Hilmi Najib akhirnya memecah kebuntuan dengan menyarangkan si kulit bundar ke gawang Al-Mubarok FC. ? Semenit kemudian Tri Marta Yoga berhasil menggandakan keunggulan Darusalam FC. Skor 2-0 menyudahi babak pertama.

Di babak kedua, Refa Nur Cahya menambah gol untuk kemenangan Darussalam FC. Skor 3-0 tetap bertahan hingga babak kedua berakhir. Dengan demikian, Darussalam FC berhak mengikuti putaran nasional LSN 2016.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu, di pertandingan sebelumnya, Nuris United FC tampil trengginas. Tak tanggung-tanggung, tim yang bermarkas di Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember itu menenggelamkan Al-Qodiriyah FC dengan angka telak; 12-0. Babak pertama, Nuris United FC berhasil mencetak setengah lusin gol. Dua gol diantaranya disumbang oleh sang kapten tim, Richard Rahmad. Di babak kedua, Richard Rahmad ditarik keluar, digantikan pemain lain.?

Tanpa Richard, Nuris United FC masih tetap produktif. Buktinya enam gol tambahan berhasil diciptakan. Dengan demikian, Nuris United FC keluar sebagai juara tiga. Juara satu, dua dan tiga berhak mengikuti turnamen sepak bola piala Gubernur Jawa Timur.

Dalam LSN Region V Jawa Timur 2016 ini, Muhammad Jefri (Al-Mubarok FC) terpilih sebagai pemain terbaik. Sedangkan top skor diraih oleh Richard Rahmad dengan 7 gol. "Alhamdulillah, penyelengaraan LSN usai, berjalan lancar. Soal ada kekurangan sedikit-sedikit, itu jadi PR kami," ucap ketua panitia, Saifuddin.? (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Internasional Ustadz Felix Siauw Terbaru