Rabu, 26 Oktober 2016

Pelajar NU Sampang Rekrut Kader dari Sekolah Umum

Sampang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Membendung invasi gerakan Islam garis keras di kalangan pelajar, IPNU dan IPPNU Sampang mengadakan “Pelatihan Kepemimpinan dan Aswaja NU” selama tiga hari, Jumat-Ahad (13-15/6). Pelatihan di pesantren Al-Faizin ini, diikuti pelajar asal sekolah-sekolah negeri di Sampang.

Pelajar NU Sampang Rekrut Kader dari Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sampang Rekrut Kader dari Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sampang Rekrut Kader dari Sekolah Umum

Ketua IPNU Sampang Bustomi mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk mengantisipasi masuknya ajaran kelompok Islam garis keras yang saat ini begitu deras menyerang para pelajar. Mereka lazimnya menjadikan sekolah-sekolah umum sebagai basis gerakannya.

“Target pendirian komisariat  IPNU-IPPNU di sekolah-sekolah umum dalam waktu dekat Insya Allah tercapai karena peserta pelatihan yang notabene pelajar sekolah umum sangat antusias dan sangat bersedia untuk membentuk komisariat di sekolahnya masing-masing,” ujar Bustomi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pelatihan kaderisasi kali ini menarik perhatian sejumlah pihak. Salah satu pemateri pelatihan Yulis Juwaidi mengatakan, pelatihan ini istimewa. Sebab, selama ini IPNU-IPPNU hanya merekrut kader-kader pelajar dari sekolah berbasis agama dan pesantren.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Pelatihan ini sebuah langkah besar yang sangat strategis bagi perkembangan IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Kabid Bakesbangpol Sampang ini. (Ali Imron/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 22 Oktober 2016

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

Gunung Kidul, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Warga Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta menggelar "Syawalan dan Pengajian", Ahad (9/8) malam. Penceramah dihadirkan, KH Arif Gunadi menyampaikan sejumlah taushiah, antara lain manusia kuat versi Islam.

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Desa di Gunung Kidul ini Gelar Syawalan dan Pengajian

"Manusia kuat bukan yang sanggup mengangkat besi dua kuintal dengan sekali jinjing. Namun yang mampu menyingkirkan selimut ketika mendengar adzan subuh.  Ash-Shalaatu khairum minan naum. Sholat lebih baik daripada tidur," papar Kiai Arif.

Adapun manusia gagah perkasa, menurutnya, ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya sebagaimana disampaikan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Bulan Ramadhan lalu kita dilimpahi umat yang rajin ke masjid. Tapi setelah itu, setan dibebaskan lagi, dan masjid jadi sepi lagi. Seharusnya iman kita semakin meningkat," ujar Kiai Arif pada kegiatan dihadiri Suyanto, Kepala Desa Dengok, peserta Civic Education For Future Indonesian Leadership (CEFIL) III Yayasan Satunama Yogyakarta, dan penduduk setempat itu pula.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menambahkan, ada enam perkara merusak amal. Pertama Al istighlal bi’uyubil kholqi atau sibuk mebicarakan aib orang lain.

Selanjutnya Qaswatul qulub atau keras hati. Contohnya tidak mau mengakui eksistensi orang lain, tidak mau mengakui kebhinekaan seperti perbedaan agama dan lain-lain.

"Lalu Hubbun dunya atau cinta mati terhadap dunia. Saking cintanya dengan dunia, akhirnya melupakan akhirat," ujar dia lagi.

Selanjutnya, Qillatul haya’ atau sedikit rasa malunya. Kemudian Thulul ‘amal atau panjang angan-angan dan Dhulmun la yantahi atau kezaliman yang tak pernah berhenti.

Sebelum pengajian berlangsung di balai desa setempat dimulai, mengalun sholawat nabi dan syiir tanpo waton yang didaraskan hadirin yang ikut kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah, Meme Islam, Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 14 Oktober 2016

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kelompok-kelompok yang mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila tampaknya kian berani menampilkan diri. Kalau ini tidak diantisipasi oleh semua pihak, maka potensi desintegrasi bangsa dan konflik horizontal dikalangan masyarakat sangat mungkin terjadi.?

Hal itu dikemukakan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang, Khoirun Huda disela-sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor yang dilaksanakan di SDIT Al-Itqon Balaraja, Sabtu (21/5).?

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Lebih lanjut Huda menyampaikan bahwa PKD ini dimaksudkan untuk mencetak para pemimpin muda yang memiliki wawasan dan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah Waljama’ah yang kuat serta nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dikalangan pemuda. “Penanaman nilai-nilai islam Rahmatalil ‘alamin dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat insyaallah dapat menangkal penetrasi faham-faham transnasioanal yang secara masif dilakukan oleh kelompok-kelompok anti pancasila,” tambahnya.

Pengurus Wilayah GP Ansor Provinsi Banten, KH. Ahmad Imron yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, kader GP Ansor juga harus memiliki ? nilai-nilai kebangsaan dan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang selama ini dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU) yakni toleran (tasammuh), seimbang dalam segala hal (tawazzun), Tawassuth (sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan), iktidal (tegak lurus).

Sementara Ketua PC NU Kabupaten Tangerang KH. Encep Subandi memberikan amanat bahwa Ansor harus lebih intens melakukan kegiatan-kegiatan pengkaderan. Dia mengingatkan bahwa tantangan dan ancaman terhadap NKRI juga menjadi tantangan bagi GP Ansor. “Ansor harus lebih siap dan waspada, karena ancaman terhadap Islam Ahlussunnah Waljamaah, NKRI dan Pancasila tidak hanya datang dari kelompok-kelompok radikalisme kanan, tapi juga dari kelompok radikalisme kiri,” tuturnya.

Pelatihan yang berlangsung hingga Selasa (24/5) ini diisi dengan berbagai pengetahuan dan wawasan tentang keNUan, Aswaja, kepemimpinan dan materi-materi yang bersifat kebangsaan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pelatihan yang mengambil tema “ Menciptakan Kader Muda NU yang Handal, Profesional dan Militan untuk Mengawal Keutuhan NKRI” tersebut diikuti tidak kurang 150 peserta yang terdiri dari Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kabupaten Tangerang. (Huda/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru PonPes, Warta Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 13 Oktober 2016

Arisan Qurban Apakah Termasuk Qurban Nadzar?

Assalamualaikum. Di lingkungan kami ada arisan bulanan untuk qurban yang setiap tahunnya dibelikan seekor sapi untuk tujuh orang. Pertanyaan saya: Apakah qurban dengan sistem arisan yang seperti ini termasuk qurban nadzar yang mana kita tidak boleh memakan dagingnya? (Nurgianto, Lampung Barat).

Wa’alaikumsalam wa rahamatullah wa barakatuh. Saudara penanya yang terhormat Menyembelih hewan qurban merupakan salah satu anjuran yang sangat ditekankan oleh ajaran Islam terhadap pemeluknya yang berkecukupan serta ada kelebihan rizki pada saat yang ditentukan, yakni bulan Dzulhijjah mulai tanggal 10 sampai dengan tanggal 13.

Bahkan imam Malik berpendapat bahwa menyembelih hewan Qurban bagi mereka yang berkecukupan hukumnya adalah wajib. Pendapat ini mengacu pada salah satu firman Allah:

Arisan Qurban Apakah Termasuk Qurban Nadzar? (Sumber Gambar : Nu Online)
Arisan Qurban Apakah Termasuk Qurban Nadzar? (Sumber Gambar : Nu Online)

Arisan Qurban Apakah Termasuk Qurban Nadzar?

? ? ?. Artinya: maka shalatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah hewan qurban. (Al-Kautsar ayat 2).

Saudara Nurgianto yang dimuliakan Allah. Anjuran untuk berqurban yang oleh madzhab Syafii dihukumi sunnat ini sekarang mulai mendapatkan sambutan serta apresiasi yang cukup menyenangkan di tengah kehidupan masyarakat mengingat subtansi qurban adalah semangat berbagi demi perbaikan gizi di kalangan kaum muslimin. Oleh karena itu tidak sedikit diantara mereka yang menghimpun dana dengan cara mengadakan arisan demi melaksanakan ibadah yang mulia ini.

Dalam forum halaqah yang diselenggarakan oleh sebuah pesantren di Rembang pada tahun 1997, permasalahan ini pernah dibahas dengan keputusan bahwa qurban yang dilaksanakan oleh seseorang karena arisan tidak otomatis dihukumi sebagai nadzar. Dengan demikian qurban tidak menjadi qurban wajib. Salah satu rujukan yang digunakan adalah Hasyiyah Sulaiman Jamal Ju V Hal. 251 karya Sulaiman bin Umar bin Manshur al-‘Azili al-Azhari:

Ustadz Felix Siauw Terbaru

?-? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya; kesimpulan yang ada dalam kitab ar-Raudh menjelaskan bahwasannya hewan (yang dibeli) tidak otomatis menjadi hewan sembelihan (qurban) berdasarkan transaksi dan niat semata. Dengan demikian, hewan dapat diketahui statusnya (sebagai hewan qurban atau yang lain) dengan ungkapan pemiliknya setelah jual beli dilakukan.

Saudara penanya yang kami hormati, dari rujukan ini, dapat kita pahami bahwa hewan dapat berstatus sebagai hewan qurban nadzar manakala si pemilik memang mengungkapkan niatnya secara jelas, dan bukan karena menanggapi sebuah pertanyaan dari orang lain.

Mudah-mudahan jawaban ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. (Maftukhan)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

 

Informasi program qurban dan donor darah LAZISNU dapat dilihat diklik di link berikut ini. (Red)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sholawat, IMNU, Budaya Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 09 Oktober 2016

Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Masyarakat Madura diliputi duka yang amat mendalam. Pasalnya, ulama kesohor yang Pengasuh Pondok Pesantren Kebun Baru, Kacok, Palengaan, KH Ach. Muafa Asyari menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (24/1) sekitar pukul 09.30. 

Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat

Wafatnya Mustasyar PCNU Pamekasan ini, bersamaan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hujan lebat mengiringi kepergian suami Ny Hj Nur Awaliyah Mawardi.

Saat Ustadz Felix Siauw Terbaru tiba di Pondok Pesantren yang dihuni sekitar 1.300 santri tersebut, masyarakat dari berbagai penjuru Madura sudah mulai menyemut. Para ulama pun merapatkan barisan guna menyembahyangi sekaligus mendoakan kelangsungan masa depan Kiai Muafa di akhirat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Saudara almarhum, RKH Misbahul Munir, Lc, menuturkan bahwa Kiai Muafa didera penyakit komplikasi sejak tiga bulan terakhir. Selama itu, pihak keluarga sudah membawanya ke berbagai rumah sakit yang ada di Madura maupun di luar Madura.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Dan beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Ponpes Kebun Baru, setelah sebelumnya rawat inap di rumah sakit Graha Merta Dr Soetomo Surabaya. Rumah sakit ini, angkat tangan sejak H-3 dari wafatnya beliau," tegasnya dengan wajah sayu. 

Rusdiyanto, salah seorang guru di Kebun Baru, menyatakan bahwa selama hidupnya, Kiai Muafa dikenal sangat berwibawa sehingga disegani banyak kalangan.

Kiai Muafa memiliki dua saudara. "Selain Kiai Misbahul Munir, Kiai Muafa juga bersaudarakan Ny Hj Robiatul Adawiyah Asyari. Dan Kiai Muafa meninggalkan anak angkat sematawayangnya, R Abu Saadad Nurul Ulum," terang H Muhammad Ali Wafa, Ketua II Bidang Madrasiyah Kebun Baru.

Diakui, selama hidupnya, perjuangan Kiai Muafa dalam menebarkan paham Aswaja cukup tinggi. "Bisa dikata, selama hidupnya diperjuangkan untuk NU," terang KH Ahmad Asir, Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Pamekasan.

Untuk diketahui, Kiai Muafa mengawali perjalanan hidupnya dengan mengaji kepada ayahandanya, KH Moh Asyari. Setelah itu, ia melanjutkan petualangannya dalam mencari ilmu dengan masuk Sekolah Dasar dan madrasah milik ayahandanya. Itu, ditempuhnya selama 6 tahun.

"Setelah tamat SD dan MI, dalam sejarahnya, beliau ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah umum, tetapi sang ayah tidak merestui. Lalu, Pesantren Sidogiri menjadi pilihan dalam pelabuhan ilmu agama bagi beliau," tutur Jailani, salah seorang santri.

Dikatakan, awal mula Kiai Muafa menginjakkan kaki di Sidogiri ialah tahun 1973 M. Ketika itu, ia diterima di kelas enam Ibtidaiyah, setelah mengikuti tes layak masuk. Setamatnya kelas enam Tsanawoyah, ia menjadi utusan reguler mengajar setahun di Desa Baddian Tamanan Bondowoso, sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari selama di Sidogiri.

Setelah menjalankan tugas di Baddian, Kiai Muafa masih melanjutkan pendidikannya di Sidogiri dengan masuk Kuliah Syariah. Dalam menjalankan kewajiban sebagai santri, Kiai Muafa sangat antusias dalam segala bidang.

"Sehingga, tak selang beberapa lama, beliau diangkat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Santri Madura (IKSMA) pada 1981-1982. Kemudian pada 1983-1984, beliau diangkat menjadi wakil kepala MMU Ibtidaiyah," beber KH Ahmad Asir.

Pada 1984, Kiai Muafa boyong dari Sidogiri dan langsung ke Mekkah, tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu untuk melanjutkan pendidikannya.

"Selama di Mekkah, beliau menetap di kediaman Syaikh Ismail Al Yamani sekitar tujuh tahun," tekannya.

Setiap hari, Kiai Muafa mengaji kitab Hadits Kutub as-Sittah (Shohih Bukhari, Muslim, Sunan Abu Daud, Thurmudzi, Ibnu Majah, dan An-Nasai. Selain mendalami hadits-hadits Nabi, beliau juga mengaji kitab Ihya Ulumuddin setiap Hari Jumat yang ditempuh selama tiga tahun.

Dalam usaha menggapai cita-cita yang luhur, selama di Mekkah, tambahnya, Kiai Muafa juga berguru kepada Syaikh Mohammad Alawi Al-Maliki. Dari Syaikh inilah, Kiai Muafa mendapat ijazah plus Sanad Kitab Kutub as-Sittah.

"Selain itu, beliau juga berguru kepada Syaikh Abdullah al-Lahji, Syaikh Abdullah Dardum dan Syaikh Yasin Al-Fadani. Dari ketiga ulama tersebut, beliau lebih banyak mengambil ilmu gramatika arab (ilmu nahwu)," tukasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hikmah, Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru