| Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ulama Madura, KH Mu’afa Asy’ari Wafat
Wafatnya Mustasyar PCNU Pamekasan ini, bersamaan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hujan lebat mengiringi kepergian suami Ny Hj Nur Awaliyah Mawardi.Saat Ustadz Felix Siauw Terbaru tiba di Pondok Pesantren yang dihuni sekitar 1.300 santri tersebut, masyarakat dari berbagai penjuru Madura sudah mulai menyemut. Para ulama pun merapatkan barisan guna menyembahyangi sekaligus mendoakan kelangsungan masa depan Kiai Muafa di akhirat.
Ustadz Felix Siauw Terbaru
Saudara almarhum, RKH Misbahul Munir, Lc, menuturkan bahwa Kiai Muafa didera penyakit komplikasi sejak tiga bulan terakhir. Selama itu, pihak keluarga sudah membawanya ke berbagai rumah sakit yang ada di Madura maupun di luar Madura.Ustadz Felix Siauw Terbaru
"Dan beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Ponpes Kebun Baru, setelah sebelumnya rawat inap di rumah sakit Graha Merta Dr Soetomo Surabaya. Rumah sakit ini, angkat tangan sejak H-3 dari wafatnya beliau," tegasnya dengan wajah sayu.Rusdiyanto, salah seorang guru di Kebun Baru, menyatakan bahwa selama hidupnya, Kiai Muafa dikenal sangat berwibawa sehingga disegani banyak kalangan.
Kiai Muafa memiliki dua saudara. "Selain Kiai Misbahul Munir, Kiai Muafa juga bersaudarakan Ny Hj Robiatul Adawiyah Asyari. Dan Kiai Muafa meninggalkan anak angkat sematawayangnya, R Abu Saadad Nurul Ulum," terang H Muhammad Ali Wafa, Ketua II Bidang Madrasiyah Kebun Baru.
Diakui, selama hidupnya, perjuangan Kiai Muafa dalam menebarkan paham Aswaja cukup tinggi. "Bisa dikata, selama hidupnya diperjuangkan untuk NU," terang KH Ahmad Asir, Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Pamekasan.
Untuk diketahui, Kiai Muafa mengawali perjalanan hidupnya dengan mengaji kepada ayahandanya, KH Moh Asyari. Setelah itu, ia melanjutkan petualangannya dalam mencari ilmu dengan masuk Sekolah Dasar dan madrasah milik ayahandanya. Itu, ditempuhnya selama 6 tahun.
"Setelah tamat SD dan MI, dalam sejarahnya, beliau ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah umum, tetapi sang ayah tidak merestui. Lalu, Pesantren Sidogiri menjadi pilihan dalam pelabuhan ilmu agama bagi beliau," tutur Jailani, salah seorang santri.
Dikatakan, awal mula Kiai Muafa menginjakkan kaki di Sidogiri ialah tahun 1973 M. Ketika itu, ia diterima di kelas enam Ibtidaiyah, setelah mengikuti tes layak masuk. Setamatnya kelas enam Tsanawoyah, ia menjadi utusan reguler mengajar setahun di Desa Baddian Tamanan Bondowoso, sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari selama di Sidogiri.
Setelah menjalankan tugas di Baddian, Kiai Muafa masih melanjutkan pendidikannya di Sidogiri dengan masuk Kuliah Syariah. Dalam menjalankan kewajiban sebagai santri, Kiai Muafa sangat antusias dalam segala bidang.
"Sehingga, tak selang beberapa lama, beliau diangkat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Santri Madura (IKSMA) pada 1981-1982. Kemudian pada 1983-1984, beliau diangkat menjadi wakil kepala MMU Ibtidaiyah," beber KH Ahmad Asir.
Pada 1984, Kiai Muafa boyong dari Sidogiri dan langsung ke Mekkah, tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu untuk melanjutkan pendidikannya.
"Selama di Mekkah, beliau menetap di kediaman Syaikh Ismail Al Yamani sekitar tujuh tahun," tekannya.
Setiap hari, Kiai Muafa mengaji kitab Hadits Kutub as-Sittah (Shohih Bukhari, Muslim, Sunan Abu Daud, Thurmudzi, Ibnu Majah, dan An-Nasai. Selain mendalami hadits-hadits Nabi, beliau juga mengaji kitab Ihya Ulumuddin setiap Hari Jumat yang ditempuh selama tiga tahun.
Dalam usaha menggapai cita-cita yang luhur, selama di Mekkah, tambahnya, Kiai Muafa juga berguru kepada Syaikh Mohammad Alawi Al-Maliki. Dari Syaikh inilah, Kiai Muafa mendapat ijazah plus Sanad Kitab Kutub as-Sittah.
"Selain itu, beliau juga berguru kepada Syaikh Abdullah al-Lahji, Syaikh Abdullah Dardum dan Syaikh Yasin Al-Fadani. Dari ketiga ulama tersebut, beliau lebih banyak mengambil ilmu gramatika arab (ilmu nahwu)," tukasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Hairul Anam
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Terbaru Hikmah, Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar