Kamis, 21 Oktober 2010

100 Tahun, NU Tetap Bermanfaat untuk Bangsa

Semarang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siraj mengatakan pada 100 tahun nanti eksistensi Nahdlatul Ulama akan tetap bermanfaat bagi bangsa manakala mampu mensinergikan ukhuwah wathaniyah (tanah air) dan Islamiyah

100 Tahun, NU Tetap Bermanfaat untuk Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Tahun, NU Tetap Bermanfaat untuk Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Tahun, NU Tetap Bermanfaat untuk Bangsa

“Artinya, kita  menjalankan ibadan juga harus  membela tanah air. Begitu juga, membela tanah air juga untuk melaksanakan ibadah,” katanya dalam  acara pembukaan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Majelis Alumni IPNU di Hotel Semesta Semarang, Jum’at (22/3) kemarin.

Kang Said mengajak menyelamatkan dan mempertahankan tanah air, caranya, dengan mempersiapkan kekuatan jihad ilmu pengetahuan, kesejahteraan ekonomi dan keadilan. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Menyelamatkan tanah air bukan dengan bom melainkan dengan mempersiapkan kekuatan ilmu pengetahuan, budaya, intelektual dan keadilan. Karena Semua itu merupakan bentuk jihad,” ujarnya.

Kang Said memiliki ide mendahulukan membela tanah air (wathaniyah) dibanding islamiyah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Karena  kita memperjuangkan Islam di tanah air, jadi kuatkan dulu tanah airnya baru Islamnya,” tandas Kang Said.

Di depan ratusan alumni IPNU seluruh Indonesia, Kang Said juga menyoroti tantangan globalisasi. Menurutnya, era globalisasi telah menunjukkan indikasi menjadi era yang  harus terbuka, berdasarkan fakta, kemajuan teknologi informasi dan pasar bebas.

“Meski begitu, indikasi tersebut sangat cocok dengan NU kepentingan berdakwah dan melaksanakan pendidikan. kita jangan minder  karena kita sudah memiliki pendirian,” imbuhnya.

Memasuki era yang harus terbuka ini, ujar Kang Said, menuntut adanya keterbukan maupun transparan dalam pengelolaan segala hal termasuk organisasi. NU sudah mampu mengelola organisasi secara terbuka dan transparan.

Terkait kemajuan teknologi informasi, menurutnya, mampu menambah kekuatan untuk bersilaturrahim antar sesama dan kesempatan berdakwah sangat efektif membimbing masyarakat.

“Namun sekarang ini kecanggihan TI telah menjadi masdarul fitnah (sumber fitnah). Orang menggunakannya untuk menteror ataupun memfitnah.Padahal seharusnya tidak demikian,” sindir kang Said.

Indikasi era globalisasi ini, kata dia, telah menciptakan ketidakberdayaan pemerintah dalam mengendalikan harga. Harga kebutuhan seperti bawang telah ditentukan oleh pasar bebas, sedangkan pemerintah hanya bisa menyesuaikan.

“Oleh karenanya,warga NU tidak perlu kuatir. NU terus menggalakkan pendampingan dan bimbingan kepada petani supaya produksi semakin meningkat,” tandas KH Said.

Kegiatan Silatnas ini akan berakhir pada hari Ahad (23/3) ini mengagendakan pembahasan isu-isu strategis. Tidak kurang dari 250 alumni IPNU dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti secara seksama.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 19 Oktober 2010

Para Teroris Itu Bukan Syuhada

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru,? ?

Para teroris itu bukan syuhada. Pernyataan ini disampaikan Katib Syuriyah PCNU Jember, Kiai MN Harisudin dalam pengajian kitab Irsyadul Ibad di Masjid Agung Al-Baitul Amien Jember pada Ahad, 16 April.?

Hadir tidak kurang 200 jama’ah muslimin dan muslimat se Kabupaten Jember. Pernyataan Kiai Harisudin yang juga dosen pascasarjana IAIN Jember ini berbeda secara frontal dengan umat Islam garis keras yang memandang bahwa para teroris itu mati syahid.?

Qala Rasulullah Saw.: Umirtu an uqatilan nas hatta yashadu an la ilaha illah wa anni rasulullah. Faiddza qaluha ashamu minni dima’ahum wa amwalahum illa bihaqqiha. Wa hisabuhum alat taqwa.? Hadits ini merupakan perintah untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat bahwa Allah Swt. adalah Tuhan mereka dan Muhammad Saw. adalah utusan Allah Swt,” tutur Kiai MN Harisudin yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember mengawali pengajian Subuh di setiap Hari Ahad.

Para Teroris Itu Bukan Syuhada (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Teroris Itu Bukan Syuhada (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Teroris Itu Bukan Syuhada

Namun, Kiai MN Harisudin juga mewanti-wanti agar tidak memahami secara leterlek. Karena pemahaman leterlek hadits hanya akan memunculkan sikap radikal dalam beragama. Misalnya karena ingin menerapkan hadist ini, maka setiap orang yang ditemui di jalan-jalan kemudian ditanya apakah sudah bersyahadat pada Allah dan Rasul-Nya. Kalau tidak bersyahadat, maka orang ini akan dipenggal lehernya. Demikian ini, kata Kiai MN Harsiudin, adalah pemahaman yang keliru dalam memaknai jihad.?

Lebih lanjut, Kiai MN Harisudin mengoreksi pendapat-pendapat yang mengatakan para teroris itu seorang yang berjihad dan kalau mati disebut syahid.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Haditsnya dalam kitab Irsyadul Ibad ini kan bunyinya, man qaatala litakuna kalimatullahi hiyal ulya fahuwa fi sabilillahi. Artinya ukuran jihad fi sabilillah adalah tujuan menegakkan kalimat Allah Swt. agar tinggi dan mulia. Kalau para teroris, justru membuat agama seperti direndahkan dan tidak mulia. Bagaimana dikatakan mulia agama, karena menyuruh membunuh orang-orang yang tidak berdosa. Makanya mereka tidak bisa disebut syahid,” tukas Kiai MN Harisudin yang juga Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember.?

Oleh karena itu, contoh orang yang disebut syahid, menurut Kiai MN Harisudin adalah para syuhada yang gugur melawan penjajah Portugis, Belanda dan Jepang di Indonesia.?

“Kalau di masa sekarang, mereka yang syahid adalah para pejuang yang melawan orang-orang Yahudi di Palestina. Jadi merekalah yang disebut syahid, kalau meninggal tidak perlu dimandikan, tidak dikafani dan tidak dishalati karena bajunya yang berlumuran darah karena perang menjadi saksi di akhirat kelak,” tukas Kiai MN Harisudin yang juga Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wan-Nasyr NU Jawa Timur tersebut. (Anwari/Mukafi Niam) ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Bahtsul Masail, Olahraga, Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru