Senin, 28 Mei 2012

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

Tangerang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Curug dan Ranting NU Kelurahan Binong, Kabupaten Tangerang, Banten menggelar taklim bulanan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kelurahan Binong pada Sabtu (17/9).

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)
Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

"Taklim bulanan ini merupakan kerja sama antarulama dan umara di wilayah kecamatan Curug," tutur Ketua MUI Curug H. Ahyani yang hadir menyampaikan sambutannya. Kegiatan ini, lanjut Ahyani, perlu ditingkatkan dan kita apresiasi atas inisiatif dan kerja sama antara MUI dan Camat Curug.

Senada dengan itu, Camat Curug Wahyuni menyampaikan sinkronisasi dan kerja sama antara ulama dan umara sangat dibutuhkan di tiap tingkatan pemerintahan agar lingkungan kita bisa tetap kondusif dan aman.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu, H. Samsudin Boaya dalam tausiyahnya menyampaikan salah satu hadis Nabi yang perlu menjadi renungan kita bersama bahwa akan datang suatu masa atau zaman yang penuh kebohongan dan fitnah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Orang jujur, katanya, dicurigai sementara orang yang tidak paham dengan ilmu agama dijadikan panutan dan dipecaya ceramahnya. Fenomena maraknya media sosial salah satu tanda dan gejala ahir zaman itu, banyak yang antara tulisan dan perbuatanyan tidak sinkron.

Pada kesempatan itu, hadir perwakilan dari seluruh unsur Muspika dan pengurus MUI Kecamatan Curug. Hadir pula para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Curug dari tingkat kelurahan, hadir para Ketua RW, takmir masjid dan mushala serta jajaran Pengurus Ranting Nahlatul Ulama Kelurahan Binong. (mks/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Lomba, News Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 26 Mei 2012

Lomba Aneh Agustusan

Haji Mukidin yang terkenal kaya raya di kelurahannya suatu kali didatangi Makaryo, pemuda karang taruna desa setempat, dalam rangka meminta sumbangan. “Untuk lomba Agustusan, Pak Haji,” katanya.

Pak Haji segera mengeluarkan uang 500 ribu.

Lomba Aneh Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Aneh Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Aneh Agustusan

Tak berselang lama, rekan Makaryo bernama Jo Kribo juga pergi ke rumah Haji Mukidin dengan agenda yang sama. “Lomba Agustusan sangat unik, Pak Haji. Yang terlibat nggak cuma orang kampung kita tapi juga kecamatan sebelah,” katanya berusaha meyakinkan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pak Haji pun memberinya sumbangan.

Esok harinya, Makaryo datang lagi minta sumbangan. Disusul kemudian Jo Kribo. Untuk kedua kalinya Pak Haji memberikan masing-masing sejumlah uang. Memasuki hari ketiga, peristiwa minta sumbangan itu terjadi lagi.

Haji Mukidin pun heran campur kesal.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Bentar… Bentar!” Kata Pak Haji. “Kalian ini sebenarnya mengadakan lomba apa? Dari kemarin kok nggak beres-beres?”

“Lomba minta sumbangan, Pak Haji,” sahut keduanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 03 Mei 2012

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Temanggung, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Temanggung sebenarnya telah membudaya. Pada praktik kehidupan sehari-hari, kerukunan antar umat beragama sudah menjadi kebiasaan. Hal tersebut harus terus dipupuk untuk mengantisipasi konflik dengan latar belakang agama.

Hal tersebut disampaikan Bupati Temanggung, Bambang Sukarno pada resepsi HUT RI ke-68, yang diselenggarakan Jaringan GUSDURian dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung, Selasa petang (27/8). 

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

“Temanggung sudah terjalin dengan baik. Harus kita pupuk dan kembangkan,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi, Dandim 0706/Temanggung, Letkol Inf Ganardyto Herry, Wakapolres Kompol Suwandi, Wakil Ketua DPRD Temanggung, Muhammad Amin, Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Abdul Arif. 

“Dialog ini adalah salah satu cara untuk menjalin kerukunan tersebut,” paparnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam kegiatan yang dimoderatori Abaz Zahrotien ini, menghadirkan dua pembicara, masing-masing Pendeta Darmanto Lemuel dan Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid.

Ketua panitia kegiatan, Andreas Kristianto, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan hubungan antar agama yang harmonis. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan seluruh agama yang ada di daerah penghasil tembakau ini.  

“Ini langkah awal menjalin toleransi,” papar pria yang calon pendeta GKI ini.

Alissa mengatakan, Indonesia diancam dengan adanya gerakan intoleransi yang semakin menguat dan masuk ke masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan pendampingan dan pengawalan yang kuat terhadap keragaman yang ada. 

“Indonesia dibangun atas keragaman, untuk itu harus dijaga dengan kuat, bagaimanapun caranya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menjaga keragaman merupakan tanggungjawab bersama seluruh unsur masyarakat. Dalam menjaga keragaman tersebut, peran serta masyarakat sangat dominan untuk membentuk tatanan sosal berdasarkan Pancasila. 

“Ancaman terbesar adalah perpecahan, untuk itu harus dijaga,” tandas putri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid ini. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nahdlatul Ulama, Tegal Ustadz Felix Siauw Terbaru