Jumat, 23 Oktober 2015

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus

Makassar, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Segenap petinggi Rektorat Universitas Islam Makassar menziarahi sejumlah makam pendiri kampus bersangkutan. Dipimpin Rektor UIM Andi Majdah M Zain, rombongan menziarahi makam H Kalla ayah H Jusuf Kalla, Anregurutta Muhiddin Zain, Kiai Busairi, dan istri Kiai Sanusi Baco.

“Dalam harlah ke-14 UIM, kita ini ingin mengenang para pendiri dengan ziarah ini,” kata Andi Majdah M Zain.

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus

Selain menziarahi pendiri UIM, Andi Majdah M Zain beserta rombongan bersilaturahmi dengan anak-anak yatim di panti Al-Kautsar dan Nahdiyat, Jumat (6/6).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tradisi ziarah kubur dan silaturahmi dengan anak yatim ini sengaja dilakukan tiap tahunnya sebagai bentuk syukur atas harlah UIM setiap tahunnya. Setiap tahun, UIM memberikan beasiswa pendidikan bagi anak yatim yang berminat melanjutkan pendidikan. (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah, News Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 22 Oktober 2015

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan

Depok, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kunjungan tiga hari Sri Paus Fransiscus ke Turki, sejak Jumat (28/11) hari ini hingga Ahad (30/11), disinyalir hendak mempengaruhi kebijakan luar negeri Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) Universitas Indonesia (UI), Dr. Abdul Mutaali,? MA, MIP, menyatakan kedatangan Sri Paus Fransiskus bertujuan mempengaruhi Presiden Erdogan agar tidak mengintervensi konflik Palestina-Israel.

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan

"Sri Paus Fransiskus ingin agar Turki menjaga sikap netralnya dan tidak melakukan intervensi dalam konflik Palestina-Israel. Termasuk konflik internal faksi Fatah dan Hamas," tutur Mutaali di kampus UI Depok, Kamis (4/12) malam.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kompensasinya, lanjut Mutaali, ialah dukungan Paus Fransisus agar Turki bisa bergabung dalam Uni Eropa. Secara simbolis, kedatangan Sri Paus Fransiskus menyiratkan dukungan itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jadi, ungkapnya, Sri Paus Fransiskus hendak meminta maaf secara tersirat kepada Presiden Erdogan.

Pasalnya, pendahulu Paus Fransiskus, Paus Benediktus, pernah menyatakan Turki mustahil bergabung dalam Uni Eropa karena berpenduduk mayoritas Muslim, meskipun menganut sekulerisme.

"Turki berbeda dengan Uni Eropa, mereka Muslim dan Uni Eropa Kristen. Jadi, Turki mustahil bergabung dengan Uni Eropa," ujar Mutaali menirukan pernyataan Paus Benediktus ketika itu.

Menurutnya, Sri Paus Fransiskus memandang penting peran turki dalam geopolitik Timur Tengah karena Turki memiliki dua kartu truf di pentas politik internasional.

Pertama, Turki merupakan anggota "North Atlantic Treaty Organization (NATO)" jauh sebelum berupaya menjadi anggota Uni Eropa. Jadi, Turki merupakan negara sekuler berpenduduk mayoritas Muslim.

Kedua, Turki merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-20 di dunia. Itu sebabnya Turki masuk menjadi anggota G-20 bersama dua negara Muslim lainnya, Indonesia dan Saudi Arabia.

Jika Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-10 terbesar di dunia, jelas Mutaali, maka Saudi Arabia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Dengan kondisi ini, Turki berperan penting dalam geopolitik Timur Tengah.

Faktor pendukung lainnya, paparnya, Iran tidak bisa diharapkan untuk bekerjasama dengan "Barat" karena tidak adanya hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan ideologi kultural yang berbeda dengan negara-negara Timur Tengah lainnya.

"Jadi, Turki sebagai negara tetangga Iran sangat diharapkan oleh Sri Paus Fransiskus untuk menjaga netralitas sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina, termasuk konflik internal faksi Hamas dan Fatah," papar Mutaali.

Mutaali pun menilai Turki merupakan negara yang cukup lihai dan fleksibel dalam pentas politik internasional. Khususnya, dalam menjaga keseimbangan antara negara "Barat" dan Timur (Islam).

Apalagi, tambahnya, relasi diplomatik antara Vatikan dan Turki sudah dimulai sejak Turki masih berbentuk Kekhalifahan Usmani. Jadi, umurnya sudah ribuan tahun. (Muhammad Ibrahim Hamdani/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pahlawan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 21 Oktober 2015

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah Profesor Bambang Pranowo mengatakan polemik terkait pesantren radikal seharusnya tidak terjadi.

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

"Pondok pesantren di Indonesia hampir 50 ribu, sedangkan yang terlibat terorisme mungkin belasan. Itu sangat kecil. Apa yang terjadi kemarin itu sebenarnya soal bahasa dan pengemasan saja," kata dia di Jakarta, Selasa.

Bambang mengemukakan itu menanggapi polemik yang dipicu pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution pada tanggal 2 Februari lalu soal 19 pesantren terindikasi paham radikal.

"Sebenarnya ini psikologis saja. Kalau pernyataan terkait radikalisme ini keluar dari Kementerian Agama, reaksinya biasa saja. Beda kalau lembaga lain seperti BNPT," katanya.

Menurut Bambang, pernyataan Kepala BNPT itu seharusnya dipahami sebagai bagian dari pencegahan terorisme. Sebagai lembaga negara yang bertugas melakukan pencegahan terorisme, BNPT memang harus melakukan program pencegahan di segala lini masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Apalagi, lanjut Bambang, Kepala BNPT hanya menyebut segelintir orang santri dan guru yang terindikasi radikalisme itu.?

"Ini tidak usah dimasalahkan lagi karena tugas pencegahan terorisme kedepan sangat berat," kata dia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ke depan, kata Bambang, soft approach di dalam pencegahan terorisme harus lebih ditingkatkan.?

Untuk itu, BNPT harus lebih erat bergandengan tangan dengan NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, selain ormas lokal yang bertebaran di seluruh Indonesia.

Ketua Rabithah Mahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren NU Abdul Ghofarrozin Sahal Mahfud mengatakan dari puluhan ribu pesantren di Indonesia hampir semuanya berbasis kultural dan kedaerahan, hanya 19 pesantren yang terindikasi radikalisme.

"Pesantren selalu berhasil untuk berdampingan dengan budaya dan masyarakat setempat. Jadi, kalau ada pesantren terindikasi radikalisme, itu jelas telah menyalahi tujuan dan hakikat keberadaan pesantren," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru IMNU, AlaNu Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 20 Oktober 2015

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kehidupan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak hanya berkesan di kalangan umat Islam. Sebuah pujian pun datang dari rohaniawan Katolik Prof Dr Mudji Sutrisno. Ia menilai, Gus Dur sanggup mengayomi semua golongan.

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur

“Gus Dur mengemas Islam menjadi Islam yang ramah, humanis, dan humoris. Bahkan, menurut saya, (jabatan) presiden itu terlalu kecil bagi seorang Gus Dur, mestinya ya tetap jadi guru bangsa, sebab itu melebihi status apapun,” ujar budayawan ini.

Pernyataan tersebut Mudji lontarkan pada acara peluncuran buku “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam di Function Room, Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Ahad (22/9). Selain penulis buku, Hadir pula? Ketua PP Lebumi Zastrouw al-Ngatawi sebagai narasumber.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mudji berpendapat, kelebihan Gus Dur yang lain adalah komitmennya dalam memperjuangkan demokrasi sebagai sistem politik yang mampu melindungi minoritas maupun mayoritas.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam kesempatan yang sama, Zastrouw menyebut Gus Dur sebagai komunikator ulung yang mampu memahamkan pemikiran keagamaan yang sebetulnya rumit menjadi mudah, dan menjelaskan permasalahan yang dianggap sederhana oleh orang lain secara ilmiah dan rasional.

“Gus Dur kalau dalam istilah saya itu Amfibi Sosial, yaitu mampu hidup dan menyesuaikan diri dan meloncat-loncat di beberapa alam, dari alam bawah ke alam atas, dari alam imajiner ke alam empirik,” imbuhnya.

Zastrouw menilai, Gus Dur merupakan sosok yang tidak pernah mendikotomikan antara tradisionalitas dengan modernitas. “Modernitas yang dianggap superior, di mata Gus Dur adalah sesuatu yang biasa, tradisionalitas yang dipandang secara pegoratif dan seolah-olah disepelakan diangkat oleh Gus Dur ke permukaan,” katanya. (Fathoni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pahlawan, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru