Senin, 31 Juli 2017

Tatang Siap Mundur dari Banser

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kasatkornas Banser menolak dimasukkannya unsur eksternal aparat TNI AL atau marinir dalam pelaksanaan Kongres XIV di Surabaya 13-18 Januari 2011 sebagai pengendali utama keamanan Kongres. Karena itu kalau protes ini tidak direspon maka Ketua Satkornas Banser H. Tatang Hidayat dan ketua-ketua Banser se Indonesia siap mundur dari Banser.



Tatang Siap Mundur dari Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatang Siap Mundur dari Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatang Siap Mundur dari Banser

“Kalau Kongres itu di bawah kendali marinir berarti, GP Ansor di bawah marinir. Karena itu kita menolak keterlibatan marinir tersebut dan meminta agar Ketua Umum PP GP Ansor H. Saifullah Yusuf mengembalikan hak kami. Kami juga tidak akan mengganggu kedaulatan kongres,”kata Ketua Banser Tatang Hidayat pada wartawan di Jakarta, Senin (10/1).

Hadir antara lain Kasatkorwil Banten H Rois, DKI Jakarta Ir H Syakur Mustofa, Jawa Barat H Hartono, DI Yogyakarta M Chozen, Jawa Tengah H Ali Mahfudz, Jawa Timur Drs H Mujib Sadzili, Kepri mewakili Sumatera Drs Sunardi, Sulawesi Selatan Nurdin Tajeri dan Kasatkorwil Kaltim mewakili Kalimantan Henry.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Yang pasti lanjut Tatang, Banser adalah kader inti yang kebradaannya melekat pada struktur organisasi sesuai AD/ART GP Ansor Bab IV pasal 18. Bahwa Banser memiliki fungsi kaderisasi, dinamisator dan stabilisator di mana Banser menjadi pintu masuk bagi generasi muda NU untuk menjadi anggota Banser disamping proses rekruitmen yang dilakukan oleh GP Ansor.

Selain itu Banser menjadi motor penggerak sekaligus pelaksana di semua lini program kerja GP Ansor terutama di bidang ideology, social kemasyarakatan, mengawal komitmen pluralism, pemberdayaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selanjutnya menurut Tatang, Banser menjadi pengendali utama setiap kegiatan internal organisasi sesuai kompetensi dan keterampilan yang dimilikinya. “Untuk stabilisator ini Banser kerjasama dengan Polri. Karena itu tidak benar jika Banser melakukan pelatihan dengan unsure marinir,”tambah Tatang.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 28 Juli 2017

Dandim Bandar Lampung Minta PMII Atasi Radikalisme pada Mahasiswa

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung mengunjungi Komando Distrik Militer setempat, Selasa (7/2), di Bandar Lampung, Lampung. Agenda ini sebagai ajang untuk mempererat jalinan tali silaturahim antara PMII Bandar Lampung dengan salah satu lembaga negara.

Dalam kunjungan ini, PMII Bandar Lampung menyampaikan keluh kesahnya terdahap situasi dan kondisi nasional, juga tentang kekhawatiran mereka terhadap mengenai ancaman proxy war.

?

Dandim Bandar Lampung Minta PMII Atasi Radikalisme pada Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim Bandar Lampung Minta PMII Atasi Radikalisme pada Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim Bandar Lampung Minta PMII Atasi Radikalisme pada Mahasiswa

“Kondisi Indonesia saat ini terbilang carut marut, apalagi menjelang momen pilkada ini banyak sekali berita-berita hoax, radikalisasi agama yang terkadang dipolitisasi, dan masalah masalah lainnya,” ujar Budi Setiawan selaku ketua PC PMII Bandar Lampung.

Budi berharap hal ini tidak sampai di Lampung, khususnya Bandar Lampung. Oleh karenanya ia berharap PMII Bandar Lampung dan Kodim setempat dapat mencegah hal tersebut. “Kami PC PMII Bandar Lampung juga akan melakukan komunikasi dengan lembaga pemerintah yang lain untuk menangkal kisruh di Lampung, khususnya Bandar Lampung,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara Komandan Distrik Militer Bandar Lampung Didik H mengatakan bahwa permasalahan-permasalahan seperti radikalisme agama, hoax, serta indikasi politisasi agama semakin mencuat menjelang pilkada, terutama di daerah Jakarta. “Kisruh yang terjadi di Jakarta menjelang pilkada ini jangan sampai terbawa sampai Lampung, khususnya Bandar Lampung,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Didik juga mengatakan bahwa akan selalu menjaga Bandar Lampung untuk tetap aman. “Bandar Lampung akan kita jaga sebisa mungkin agar tetap aman, kita juga mengharapkan bantuan dari adik-adik PMII untuk bisa menjaga keamanan, khususnya mahasiswa. Karena masalah radikalisasi agama paling banyak dari kalangan mahasiswa,” imbuh Didik H selaku Dandim Bandar Lampung. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Fragmen, Nusantara Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 25 Juli 2017

STAINU Sukseskan Pagelaran Budaya Indonesia di Maroko

Rabat, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta yang sedang mengikuti Program Kelas Internasional di Universitas Ibnu Thufail, Kenitra,? ikut memeriahkan dan menyukseskan pagelaran seni dan budaya khas Indonesia di Maroko.

STAINU Sukseskan Pagelaran Budaya Indonesia di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Sukseskan Pagelaran Budaya Indonesia di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Sukseskan Pagelaran Budaya Indonesia di Maroko

Acara ini berlangsung di auditorium universitas Hassan II Casablanca kerjasama antara Universitas Hassan II dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat , Ahad (17/3) kemarin.

Acara ini dibuka oleh Duta Besar ? Republik Indonesia Untuk ? Kerajaan Maroko H Tosari Widjaja. Ia mengatakan, hubungan Indonesia-Maroko telah lama terjalin.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurutnya, beberapa saat yang lalu juga diadakan kegiatan seminar bersama Prof Dr. Mariam Ait Ahmed selaku Presiden Asosiasi Persaudaraan Maroko-Indonesia dengan tema Indonesia dan Maroko di masa depan dalam membangun jembatan peradaban.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Tujuan diadakanya pagelaran budaya ? oleh pihak universitas adalah untuk mempererat hubungan antara Maroko dan Indonesia dalam berbagai bidang seperti bidang politik, keilmuan, budaya, peradaban, ekonomi dan lain sebagainya," katanya.

Adapun seni dan budaya yang ditampilkan dalam pagelaran adalah musik rebana, tari saman, tari payung, tari merak dan pencak silat yang mana semuanya itu dimainkan oleh para pelajar Indonesia di Maroko yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko berkolaborasi dengan para pelajar STAINU Jakarta di Maroko.

Tidak hanya itu, para pelajar dari universitas Hassan II juga tak mau ? ketinggalan dengan menampilkan fashion show batik khas Indonesia. Para pengunjung juga disuguhi dengan aneka kuliner tradisional Indonesia

Acara ini juga dihadiri oleh local staff dan home staff KBRI Rabat, rektor universitas Hassan II, para pelajar Indonesia di Maroko dan mahasiswa universitas Hassan II Casablanca beserta warga setempat.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nizar Presto*

* Mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti Program Kelas Internasional di universitas Ibn, Thufail, Kenitra-Maroko.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Internasional, Sejarah, Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lembaga PBNU Diukur Kinerjanya Berdasarkan Key Performance Indicator

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Untuk meningkatkan kinerja lembaga-lembaga NU yang totalnya berjumlah 18, PBNU akan menggunakan parameter keberhasilan Key Performance Indicator. ? Setiap enam bulan, nantinya akan dilaporkan kinerja lembaga-lembaga tersebut kepada ketua umum PBNU.

“Nanti akan ketahuan, mana yang nilainya merah, kuning dan hijau. Lalu dari situ kita bisa melakukan penanganan lebih lanjut,” kata PBNU Helmy Faishal Zaini.

Bukan hanya di lingkungan PBNU, ia berharap model ini bisa menjadi prototype yang dilaksanakan di tingkat Wilayah dan Cabang NU.?

Lembaga PBNU Diukur Kinerjanya Berdasarkan Key Performance Indicator (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga PBNU Diukur Kinerjanya Berdasarkan Key Performance Indicator (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga PBNU Diukur Kinerjanya Berdasarkan Key Performance Indicator

“NU merupakan organisasi perkhidmatan, tetapi juga harus dikelola dengan baik,” tegasnya.

Kita harapkan ini bisa menjadi prototype sehingga wilayah dan cabang bisa meniru. Dengan pengelolaan organisasi yang baik, ini akan membantu memperkaya khazanah yang ada. Jadi nanti khazanah yang dimiliki akan terpublish dengan baik.?

Pada periode sebelumnya, lembaga dan badan otonom di lingkungan NU hanya dimintai laporan menjelang pelaksanaan musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) yang pelaksanannya sekitar dua tahun setelah muktamar. Ini menyebabkan evaluasi berjalan lambat. (Mukafi Niam)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru RMI NU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 24 Juli 2017

Kiai Maruf: Kelompok Intoleran dan Takfiri Bahayakan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan, tugas utama santri adalah mendalami ilmu agama. Sementara tugas pesantren ialah menyiapkan orang yang memahami agama. Di samping itu, pesantren juga harus menyiapkan orang sesuai dengan tuntutan zaman.

“Jadi, kalau dulu itu, selain menjadi ulama yang pandai, maka yang digembleng adalah menjadi mujahid, pejuang-pejuang karena tantangannya adalah bagaimana memerdekakan bangsa ini dari penjajah,” kata Kiai Maruf Amin pada acara peluncuran dan konferensi pers Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

Kiai Maruf: Kelompok Intoleran dan Takfiri Bahayakan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Kelompok Intoleran dan Takfiri Bahayakan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Kelompok Intoleran dan Takfiri Bahayakan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sementara hari ini, katanya, selain menguasai ilmu agama Islam, santri juga harus menjaga negara yang telah dianggap final ini daripada upaya-upaya kelompok radikal, intoleran, dan takfiri yang ingin merusak dan mengganti tatanan yang ada. Kelompok-kelompok seperti ini dapat menimbulkan kegaduhan-kegaduhan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Oleh karena itu, adanya kelompok intoleran sangat berbahaya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini tugas utama (santri) selain menguasai agama,” katanya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Islam, Lomba, PonPes Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 23 Juli 2017

PCNU Kepulauan Seribu Diminta Jaga Faham Aswaja

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Marsyudi Syuhud berpesan kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama agar mampu melindungi ideologi NU serta menjaga persatuan umat. Hal ini disampaikan saat melantik PCNU Kabupaten Kepulauan Seribu, di Gelanggang Olahraga Tidung, Pulau Seribu, Rabu (02/12).

PCNU Kepulauan Seribu Diminta Jaga Faham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kepulauan Seribu Diminta Jaga Faham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kepulauan Seribu Diminta Jaga Faham Aswaja

Kiai Marsyudi mengatakan orang NU harus mampu, minimal menjaga ideologi NU dari arus ekstrimisme baik Barat maupun Timur. Lebih-lebih, para pengurus mampu memberikan solusi terkait masalah keagamaan kepada masyarakat sekitar.

“Di era perang ideologi yang saling menuding kelompok lain, NU harus hadir memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait persoalan agar masyarakat tidak keliru mengambil langkah,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lebih lanjut Kiai Marsyudi mengatakan bahwa dalam memilih program harus mampu memberi manfaat. Sehingga keberadaan Nahdlatul Ulama bisa dirasakan oleh masyarakat. “Misalnya, kalaulah belum ada sekolah keagamaan, buatlah di sini. Jangan hanya meminta jabatan tetapi miskin kinerja,” tambah Kiai Marsyudi, yang juga pengasuh Pesantren Darul Uchwah, Kebon Jeruk, Jakarta.

Ia menambahkan selain menjaga ideologi dari kelompok ekstrim, pengurus harus mampu menjaga persatuan umat. Pasalnya, karut marut yang ada di sekitar baik dari persoalan agama, ekonomi, pilkada serta lainnya adalah untuk saling mengadu domba. Sehingga, pandangan masyarakat sengaja dibentuk berbeda agar saling memusuhi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Jangan mudah terprovokasi, hindarkanlah perpecahan dan jaga keutuhan umat,” imbuhnya.

Turut hadir wakil sekretaris PBNU, Ishfah Abidal Aziz, pengurus PWNU DKI Jakarta, KH Rahimin. Selain melantik PCNU Kabupaten Kepulauan Seribu, juga dilantik pengurus para banom; Fatayat NU, Muslimat NU serta GP Ansor. (Faridurrahman/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 22 Juli 2017

Kader IPNU-IPPNU Kaji Profil KH Hasyim Asy’ari

Tegal, Ustadz Felix Siauw Terbaru 

Mungkin semua orang sudah mafhum bahwa Kiai Haji Hasyim Asy’ari adalah pendiri Nahdlatul Ulama, tapi tidak banyak orang tahu profil lengkap dan ketokohan Mbah Hasyim? Karenanya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dukuhwaru Tegal menggelar kegiatan study khusus tentang KH Hasyim Asy’ari.

Kegiatan diselenggarakan pada Ahad (30/12) lalu di di SMK  Baitun Nur Al maktubiyah Kalisoka dengan narasumber Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tegal HMuslikh

Kader IPNU-IPPNU Kaji Profil KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU-IPPNU Kaji Profil KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU-IPPNU Kaji Profil KH Hasyim Asy’ari

Dalam pengantarnya Muslikh menjelaskan bahwa mbah Hasyim itu merupakan keturunan orang-orang besar dan mulia diantaranya adalah Raja Pajang yaitu JokoTingkir atau mas Karebet. Mbah Hasyim juga merupakan keturunan dari salah satu wali songo yaitu sunan Giri atau raden Ainul Yaqin . 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Nampaknya dari keturunan orang-orang hebat ini sampai juga kepada kakek dan ayahnya yang merupakan para pemimpin pesantren. Kakekya Kiai Ustman adalah pendiri pesantren Nggedang sebelah utara Jombang dan ayahnya adalah pemimpin pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Dua orang inilah yang menanamkan nilai dan dasar Islam secara kokoh kepada Hasyim,” jelasnya.

Dikatakan Muslikh, dalam pengembaraan ilmu Kiai Haji Hasyim Asy’ari atau yang sering biasa disebut Mbah Hasyim atau Hadrotus Syaikh juga pernah seguru dengan pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan ketika perguru dengan Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau. Diantara guru mbah Hasyim adalah Syaikh Mahfudz at Tarmasi, Syaikh  Ahmad Amin Aththar, Syaikh Ibrahim Arab, Syaikh Said Yamani, Syaikh Rahmatullah, Sayyid Abas Maliki dan banyak lagi guru yang lainya. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam makalahnya Muslikh juga menulis tentang dialog yang berlangsung antara dua ulama besar yaitu KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dengan KH. Mohammad Cholil. Kata Kiai Cholil, begitu kiai dari Madura inii populer  dipanggil, “Dulu saya memang mengajar tuan. Tapi hari ini , saya nyatakan bahwa saya adalah murid Tuan.” 

Kiai Hasyim menjawab, “Sungguh saya tidak menduga kalau Tuan Guru akan mengucapkan kata-kata yang demikian. Tidaklah Tuan Guru salah raba berguru kepada saya, murid Tuan Guru sendiri, murid Tuan Guru dulu, dan juga sekarang. Bahkan akan tetap menjadi murid Tuan Guru selama-lamanya.”. 

Tanpa merasa tersanjung, Mbah Cholil bersikeras dengan niatnya. “Keptusan dan hati kami sudah tetap, tiada ditawar atau diubah lagi, bahwa kami akan turut belajar disini, menampung ilmu-ilmu Tuan, berguru kepada Tuan,” katanya. Karena sudah hafal dengan watak gurunya, tak bisa berbuat lain selain menerima sebagai santri. 

Melihat kejadian-kejadian ajaib itu, kata Muslikh, tidak salah bahwa kaia Hasyim pantas sekali menjadi maha guru panutan kita sebagai warga NU.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Dukuhwaru Faizal Ali mengatakan, sengaja seminar dan temu alumni digelar mengambil Tema mengkaji Profil Kiai Hasyim Asy’ari. Hal ini dilakukan agar kader-kader muda NU lebih dekat lagi dengan sang guru.

“Kami juga beranggapan bahwa kader-kader pemula di NU itu perlu didekatkan dengan oarang yang mendirikan NU itu sendiri jadi mereka lebih tahu bagaimana figurnya patut kita tauladani dan jadikan rujukan berfikir,” katanya. 

“Ini merupakan bagaian dari penguatan aqidah Ahlusunah waljamaah sehinngga kader-kader ini nantinya akan tetap setia terhadap cita-cita luhur para pendahulunya,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PAC. IPPNU Kecamatan Dukuhwaru Evi Mastuti mengatakan, pengurus ingin membuka mata ideologi kader dengan menggelar seminar kajian Tokoh ini. Diharapkan, para kader IPNU-IPPNU dapat meresapi apa yang berlangsung dalam diskusi seminar.

Koordinator kegiatan Ahmad Tobi’in  mengungkapkan, peserta yang mengikuti seminar ini berasal dari perwakilan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Kecamatan Dukuhwaru dan Aumni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang telah digelar beberapa waktu lalau. 

“Ini sengaja dilakukan selain menyukseskan program juga sebagai tindaklanjut dari hasil inisiasi alumni Makesta. Peserta yang hadir ada 70 peserta dan program seminar ini akan secara simultan atau berkesinambungan,” katanya singkat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz Tg.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Internasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 21 Juli 2017

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam

Sleman, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Dalam Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama, tertulis bahwa tujuan didirikannya NU adalah terlaksananya syariat Islam Ahlusunnah wal Jamaah di NKRI untuk mencapai kemasalahatan umat manusia. NU tidak pernah punya cita-cita mendirikan negara Islam. Itulah yang membedakan NU dengan organisasi yang akhir-akhir ini begitu gencar mengkampanyekan berdirinya negara Islam.

Demikian disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU DIY, Drs KH. M Syakir Ali, M.Si ketika memberikan sambutan atas nama PWNU DIY dalam acara pelantikan pengurus baru PCNU Sleman, di Pesantren Ar-Robithah, Krapyak Lor, Wedomartani, Sleman, Ahad (21/02).

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam

“NU tidak akan seperti Gavatar dan kelompok-kelompok ekstrem lainnya yang akan mendirikan negara Islam di sini. Jadi tidak usah khawatir Pak TNI dan Pak Polri,” ujar Kiai Syakir yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Selanjutnya, Kiai Syakir, sapaan akrabnya, berpesan agar para pengurus NU Sleman yang dilantik hari itu untuk senantiasa berpegang teguh pada jalan yang telah ditempuh oleh NU.

“Kalau Pengurus NU tidak mampu berkhidmah di jalur yang benar, lebih baik keluar dari kepengurusan.? Jadi pengurus NU harus serius, jangan hanya ramai saat pelantikan seperti ini. Kalau pelantikan ramai, sampai panggungnya penuh, tapi saat rapat, yang datang cuma sedikit.” kata Kiai Syakir yang dikenal kerap melontarkan kritik pedas pada pengurus-pengurus NU yang hanya numpang nama saja.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pengurus NU, lanjutnya, harus tahu Qanun Asasi yang ditulis Kiai Hasyim Asy’ari. Itu bimbingan moral bagi para pengurus NU. ? Itu pegangan penting.





“Pengurus NU juga harus tahu Fikroh Nahdiyah, Mabadi Khairu Ummah, Al-Kulliyat al-Khams atau hak asasi manusia,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Diponegoro.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kita harus belajar dari mereka yang jumlahnya minim, tapi mampu berbuat banyak. Banyak persoalan umat yang harus segera kita selesaikan, misalnya soal perekonomian.” tandas Kiai Syakir. ?

Sebagaimana diketahui, selama lima tahun mendatang, kepemimpinan PCNU Kabupaten Sleman dipimpin ? KH Mas’ud Masduki dan Ismail S Ahmad. Keduanya terpilih dalam konferensi cabang yang digelar di Kompleks Pendidikan Al-Azhar, Ringroad Utara, Desember tahun lalu.? (Nur Rokhim/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Budaya, Lomba, Quote Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 20 Juli 2017

Ketegasan Kiai Zainal

Saat mengaji di Krapyak (1983-86), saya masih bocah berusia belasan. Gus Hilmi yang saat ini sudah menjadi salah satu pemangku pesantren, adalah adik kelas saya. Level saya adalah menamatkan bacaan Al-Quran bin nazhor kepada Kiai Zaini.

Saya belum masuk kelas Kiai Zainal yang terbilang tinggi. Namun, beruntung saya masih mendapatkan kesempatan sorogan setiap pagi (wajib bagi semua santri) kepada Kiai Ali Maksum yang saat itu masih menjadi Rais Aam PBNU.

Ketegasan Kiai Zainal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegasan Kiai Zainal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegasan Kiai Zainal

Saat kelas 3 Mts, semua siswa dikumpulkan di asrama B bersebelahan dengan siswa kelas 3 MA. Nah, letak asarama B ini (waktu itu) persis di sebelah kediaman Kiai Zainal. Dengan demikian, sekalipun saya tidak sempat mengaji langsung, interaksi fisik dengan beliau hampir setiap hari. Tutur katanya yang santun, hidupnya yang bersahaja kemana-mana naik sepeda, dan membujang, tak luput dari amatan saya. Waktu itu ibundanya masih ada dan tinggal bersama beliau.

Konon, beliau baru akan menikah jika Sang Ibu sudah wafat karena tidak ingin istrinya kelak "bentrok", yang akan mengakibatkan ibunya sakit hati. Ingat kisah Uwais Al-Qarny, kan? Dan memang benar, setelah Sang Ibunda wafat, beliau menikah setelah "dijodohkan" oleh Kiai Ali. Hajatan besar saat itu dan kami semua ikut menyaksikannya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ada dua peristiwa yang masih kuat dalam ingatan saya tentang Kiai Zainal. Suatu hari, beliau meminta saya membelikan obat nyamuk ke warung. Satu hal yang paling membahagiakan santri adalah menjalankan dawuh kiai. Saya menerima uang 100 rupiah yang beliau berikan. Saya bergegas pergi ke warung terdekat dan segera mengantarkan pesanan bersama uang kembaliannya.

"Dzulkifli, kok kembaliannya lebih 25 rupiah? Tempo hari seingat saya harganya 100," Kiai Zainal "protes" dan meminta saya mengembalikan kelebihan uang itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Saya agak bingung. "Harganya memang 75 rupiah kok, Kiai."

"Ooh ya sudah, ini ambil buat kamu," ujar beliau sambil memberikan uang kembalian itu.

"Kelebihan" 25 perak saja ternyata beliau nggak mau.

Lain waktu, di mata saya yang masih bocah, terjadi peristiwa yang luar biasa di masjid Krapyak, pada suatu hari Jumat yang bertepatan dengan giliran Kiai Ali memberikan khutbah. Awalnya khutbah berjalan lancar dan Kiai Ali sudah sampai pada doa penutup khutbah kedua.

Sebelum beliau turun, Kiai Zainal berdiri dan menyampaikan sesuatu. Lalu Kiai Ali kembali pada posisi khatib dan mengulangi dua khutbah Jumat secara cepat. Rupanya, pada khutbah kedua yang awal tadi beliau kelewat membaca "ittaqullah" yang merupakan rukun khutbah.

Tentu saja "keberanian" Kiai Zainal mengingatkan Kiai Ali dengan cara yang santun itu sangat mengesankan bagi saya. Beliau benar-benar ahli fiqh yang menerapkan fiqh dalam kesehariannya yang dibarengi jalan hidup zuhud yang sangat langka dipraktikkan lagi.

Alhamdulillah ... saya berkesempatan berinteraksi dengan Kiai Zainal. Sekalipun dalam segala keterbatasa usia saya waktu itu, saya masih bisa mendapatkan hikmah dari kehidupan beliau. Lahul fatihah ...

IIP DZULKIFLI YAHYA, warga NU tinggal di Australia, pernah nyantri di Krapyak

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Internasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 17 Juli 2017

Ini Sejumlah Atraksi Spektakuler dalam Kirab Resolusi Jihad di Sidoarjo

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Rombongan kirab Resolusi Jihad NU dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2016 tiba di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jumat (14/10) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Rombongan yang berjumlah sekitar 75 orang ini disambut oleh ratusan Nahdliyin Sidoarjo, mulai dari Rais PCNU, Ketua PCNU, Banom dan Lembaga NU, Wakil Bupati Sidoarjo beserta jajarannya dan Forkopimda Sidoarjo.

Rombongan kirab yang sebelumnya diberangkatkan dari Banyuwangi, Kamis (13/10) kemarin dan sempat singgah di Malang ini tiba di Sidoarjo disambut dengan iringan lagu Yalal Wathan dan musik seni hadrah Ishari. Setiba di Pendopo Delta Wibawa, rombongan kirab Resolusi Jihad NU disuguhkan dengan atraksi pencak dor, yang menampilkan pesilat Pagar Nusa dalam posisi tengkurap dan di atas punggungnya dinyalakan petasan ukuran jumbo.

Ini Sejumlah Atraksi Spektakuler dalam Kirab Resolusi Jihad di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sejumlah Atraksi Spektakuler dalam Kirab Resolusi Jihad di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sejumlah Atraksi Spektakuler dalam Kirab Resolusi Jihad di Sidoarjo

Tak ayal, petasan yang ditaruh di atas punggung pendekar Putri Pagar Nusa ini sempat membuat ratusan warga yang menyaksikan takjub dan sempat merasa ketakutan. Pasalnya, mercon itu tidak membuat luka sedikitpun, justru pesilat tersebut baik-baik saja dan warga pun kemudian memberikan aplous.

"Atraksi ini tidak untuk ditiru. Ini hanya dilakukan oleh yang berpengalaman. Saya sendiri takut dan kaget mendengar mercon itu meledak," ujar Yuli salah satu pemandu acara kirab Resolusi Jihad NU di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Jumat (14/10).

Usai atraksi dilanjutkan dengan prosesi penyerahan pataka kirab. Penyerahan dari peserta kirab PBNU ke tuan rumah, yakni bendera merah putih diberikan ke Wakil Bupati, Nur Ahmad Syaifuddin dan bendera NU diserahkan kepada Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf. Sedangkan panji kirab R esolusi Jihad NU diserahkan pada Kapolresta Sidoarjo AKBP Muh Anwar Nasir dan Dandim 0816 Letkol Andre Julian.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengaku bangga karena Sidoarjo dilalui rombongan kirab. Menurutnya, apa yang dilakukan itu adalah bentuk sinergitas antar Pemkab Sidoarjo dengan Nahdlatul Ulama.

"Kami bangga karena Sidoarjo dilalui, semoga ini bisa memotivasi kepada masyarakat bahwa NU selalu berada di depan serta menjadi pencerahan pada semua elemen masyarakat. Dengan resolusi jihad, pada saat itu, wajib mempertahankan NKRI. Kita aktualisasikan pada situasi dan kondisi pada saat ini," ucap pria yang akrab disapa Cak Nur ini sembari tersenyum gembira.

Cak Nur berharap, rombongan kirab Resolusi Jihad NU yang akan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dan Bangkalan serta rute yang ditentukan tetap semangat dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kita tidak boleh menyepelekan negara ini, karena bangsa Indonesia multi etnis, suku dan sebagainya, untuk itu NKRI harga mati," pungkas Cak Nur. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 16 Juli 2017

Hasyim Muzadi: Urus NU dengan Baik, Tanggung Jawab, dan Ikhlas

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo hasil Konferensi Cabang (Konfercab) akhirnya resmi dilantik, Ahad (1/3) siang. Jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah dilantik oleh Sekretaris PWNU Jawa Timur Akhmad Muzakki.

Hasyim Muzadi: Urus NU dengan Baik, Tanggung Jawab, dan Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Urus NU dengan Baik, Tanggung Jawab, dan Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Urus NU dengan Baik, Tanggung Jawab, dan Ikhlas

Pelantikan yang dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Probolinggo ini terasa sangat istimewa karena dihadiri oleh Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi. Turut mendampingi Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, M.Si dan Wakil Bupati Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko, jajaran Forkopimda, Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya KH Hasyim Muzadi meminta para pengurus NU untuk bisa dan mau mengurus NU dengan baik, penuh tanggung jawab dan ikhlas. Karena saat ini banyak yang menggunakan NU sebagai kepentingan pribadi dan golongannya. Padahal NU bertujuan untuk kemaslahatan seluruh umat manusia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Pengurus NU harus mau untuk mengurus NU dengan baik. Sebab banyak yang berebut jabatan di NU tetapi malah menjadi politis. Mohon untuk memegang amanah yang sudah diberikan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara Sekretaris PWNU Jawa Timur Akhmad Muzakki dalam sambutannya meminta supaya para pengurus NU selalu waspada terhadap aliran-aliran yang ingin membenturkan NU dengan warga NU itu sendiri.?

Hal senada juga disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin. Anggota Komisi VIII DPR RI ini meminta supaya NU lebih rasional terhadap warganya, berintegrasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga dan menumbuhkembangkan amaliyah Nahdliyah.

“NU sebagai jami’yah harus kembali menjadikan wadah kebangsaan yang tetap mempertahankan tradisi keumatan dan berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” ungkapnya.

Kegiatan ini disaksikan oleh PCNU se-Tapal Kuda, MWCNU dan Ranting NU se-Kabupaten Probolinggo, Gerakan Pemuda Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU se Kabupaten Probolinggo.

Dalam Konfercab PCNU Kabupaten Probolinggo yang digelar Oktober 2014 kemarin, KH Jamaluddin Al Hariri dipercaya sebagai Rais Syuriyah dan KH Abdul Hadi sebagai Ketua Tanfidziyah untuk lima tahun mendatang. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 15 Juli 2017

KH Mas Subadar Tak Mendukung NU Tandingan

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru
Salah seorang kiai sepuh NU (ulama senior) KH Mas Subadar yang selama ini dikenal dekat dengan Gus Dur (mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid) menyatakan dirinya tidak mendukung NU tandingan, baik dalam muktamar maupun forum lain.

"Saya kira, warga NU harus bersatu dan menjadi satu, karena muktamar (muktamar ke-31 NU di Solo pada 28 Nopember-2 Desember 2004) merupakan forum tertinggi," kata pengasuh Pesantren Roudlotul Ulum, Besuk, Pasuruan, Jatim itu di Surabaya, Senin.

Menurut kiai yang mendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pemilihan presiden (pilpres) yang lalu itu, dirinya mendukung atau tidak bukan didasarkan person (orang), melainkan didasarkan pada kebenaran prosedur.

"Muktamar di Solo itu merupakan lembaga/forum tertinggi yang harus diterima, asalkan berjalan secara sah dan tak ada yang menyimpang dari AD/ART (aturan organisasi). Jadi, bukan saya mendukung Gus Dur atau Hasyim, tapi saya mendukung prosesnya sudah benar atau tidak, apa sudah sesuai AD/ART atau tidak," katanya.

Ditanya tentang dukungan pada keputusan kiai sepuh NU yang mendukung NU tandingan di muktamar yang juga mencantumkan namanya, ia mengaku dirinya tak pernah ikut pertemuan dan tak pernah ikut tandatangan.

"Saat itu, saya di hotel, jadi saya tak pernah ikut tandatangan, saya punya keputusan yang asli. Kalau dikatakan, saya juga ikut pertemuan di Buntet untuk pembentukan NU tandingan pada? 6 Desember juga tidak benar, karena saya tak mendapat undangan," katanya.(an/mkf)
? ? ?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hikmah, Kajian Sunnah, Pesantren Ustadz Felix Siauw Terbaru

KH Mas Subadar Tak Mendukung NU Tandingan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Mas Subadar Tak Mendukung NU Tandingan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Mas Subadar Tak Mendukung NU Tandingan

Senin, 10 Juli 2017

Siapakah HM Laily Mansur? Pendiri PMII Asal Alabio

Bagi para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) namanya sering disebut, khususnya pada momentum Hari Lahir (Harlah) Banom Mahasiswa NU tersebut. Laily Mansur, demikian namanya tertera pada 13 tokoh yang ikut dalam proses pendirian PMII pada tahun 1960. Namun, siapakah sebenarnya HM Laily Mansur?

Dari penelusuran Ustadz Felix Siauw Terbaru, baik melalui penuturan salah seorang kawannya, ketika ia kuliah di Perguruan Tinggi Islam Nahdlatul Ulama (PTINU, kini menjadi UNU Surakarta) Kota Surakarta, maupun dari sumber lainnya ketika ia berkiprah di Kanwil Depag Kalsel dan IAIN Antasari, tokoh yang memiliki nama lengkap H Muhammad Laily Mansur ini berasal dari Desa Pematang Benteng Alabio, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Siapakah HM Laily Mansur? Pendiri PMII Asal Alabio (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapakah HM Laily Mansur? Pendiri PMII Asal Alabio (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapakah HM Laily Mansur? Pendiri PMII Asal Alabio

“Saya masih ingat, Laily Mansur, asli Kalimantan, orangnya semangat sekali saat berpidato,” kenang salah satu sahabatnya di Kulliyatul Qadla PTINU tahun 1958, Hj Aminatun, kala Ustadz Felix Siauw Terbaru menyambangi rumahnya di Laweyan Surakarta.

Jalan hidup Laily Mansur yang lahir pada 6 Juni 1937 dalam meraih kesuksesan penuh dengan kisah tragedi. Ayah Laily, H Mansur bin H Seman bin Abu Kasim, seorang ulama (tuan guru) terkenal di Alabio yang hidup tahun 1845 sampai 1959. H Mansur dikaruniai tujuh anak, yaitu: Siti Sapura, HM Afenan, Zubaidah, Adawiyah, Salahuddin, Muhammad Ali, dan terakhir Laily Mansur. H Mansur dikenal sebagai ulama yang terkenal hidup sederhana atau bahkan tergolong ekonomi lemah.

Semangat menimba ilmu

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Meski demikian, kondisi lemah ekonmi tersebut tak mengurangi semangat Laily untuk menuntut ilmu pengetahuan. Hal ini terlihat dengan kemauannya mencari ilmu sejak di kampung halaman, hingga ke luar daerah kendati tanpa dukungan dana yang memadai dari orang tuanya.

Sebelum ia kuliah di Solo, pendidikan yang pernah ia tempuh bermula dari Sekolah Rakyat yang ada di kampungnya ketika ia berusia enam setengah tahun. Setelah menempuh kurang lebih 6 tahun ia pun menamatkan sekolah ini tahun 1952. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Islam Pertama (SMIP) di Alabio.

Setelah tamat SMIP di Alabio, ia berkeinginan meneruskan sekolah ke luar daerah yakni ke Jawa. Walaupun dana dari orang tua sangat minim untuk menunjang keinginannya itu, namun berkat bantuan dari beberapa anggota keluarga dan juga masyarakat yang berkemampuan, keinginan itupun akhirnya dapat terealisasi. Laily Mansur dengan bekal seadanya berangkat ke Semarang dan memasuki pendidikan di Sekolah Menengah Atas Bagian C (ekonomi).

Pada tahun 1958, ia meneruskan pendidikan di Fakultas Hukum Islam atau Kuliyatul Qadla di UNU Surakarta. Pada masa ini pula, Laily menorehkan sejarahnya sebagai salah satu dari 13 pendiri PMII.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menjelang berdirinya PMII tahun 1960, Laily ikut aktif bersama Mustahal Ahmad dan kawan-kawannya di PTAINU dalam perkumpulam Keluarga Mahasiswa NU Surakarta. Sebelumnya, komunitas tersebut dirintis Mustahal Ahmad, seorang mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Cokroaminoto Surakarta, pada tahun 1955.

Bersama Nuril Huda Suaidi, Laily Mansur menjadi utusan dari Surakarta untuk mengikuti musyawarah mahasiswa NU se-Indonesia di Surabaya pada April 1960, yang kelak menghasilkan keputusan terbentuknya PMII.

Ketika PMII benar-benar lahir, Solo menjadi salah satu deklarator, ada juga tiga universitas yang ikut menyokong berdirinya PMII di Solo, yaitu Universitas Cokroaminoto (Pada tahun 1975 dileburkan menjadi AAN sebelum menjadi Universitas Sebelas Maret atau UNS), PTAINU, dan Universitas Islam Indonesia (sekarang SMA al-Islam Solo). PMII Solo akhirnya dideklarasikan di Loji Wetan pada akhir November 1960.

Pengabdian hingga akhir hayat

Pada tahun 1962, Laily Mansur berangkat kuliah di Jurusan Filsafat Fakultas Ushuluddin Universitas al Azhar Mesir. Setelah belajar beberapa tahun ia pun dapat menyelesaikan kuliahnya dan memperoleh gelar Lission of Philosofi (L.Ph) pada tahun 1967.

Setelah berhasil menempuh pendidikan di Mesir tahun 1967, ia pun kembali ke kampung halaman. Setelah berada di kampung halaman, beberapa bulan kemudian, Laily menikah dengan gadis yang masih tergolong tetangganya, yaitu Siti Asiah puteri K.H. Baderun, seorang ulama terkemuka di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang juga mantan Qadli di Amuntai, dan karenanya masyarakat sering menyebut beliau dengan gelar “Tuan Qadli”. Dari perkawinannya itu, ia dikaruniai enam orang anak yang terdiri atas tiga putra dan tiga putri yaitu Hadiannor, Muzainah, Irfannoor, Nida Fitria, Mona Rahmawati, dan Ahmad Zaki.

Laily mengabdikan diri di masyarakat dengan mengajar di Madrasah Tsanawiyah Swasta di desa Sungai Tabukan Alabio. Selain itu, ia juga mengajar di PGA Alabio dan sekarang diubah namanya menjadi Pesantren Asy-Syafi’iyah. Pada kedua sekolah/madrasah ini, Laily mengajar selama dua tahun yaitu tahun 1968 dan 1969. pada tahun kedua ia juga mulai ikut memberi kuliah di Fakultas Ushuluddin di Amuntai.

Pada tahun 1971, ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada Fakultas Ushuluddin Amuntai. Dengan diangkatnya sebagai pegawai, Laily pun domisili ke Amuntai dan berhenti mengajar pada kedua madrasah tadi. Kemudian dengan tak diduga sebelumnya, pada tahun 1973, Laily diangkat menjadi pejabat Kepala Kantor Perwakilan Departemen Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara, walaupun pangkatnya baru Penata Muda (III/a). jabatan ini tidak lama dipegangnya sekitar satu tahun.

Sebagai tokoh ulama, HM Laily Mansur juga aktif mengisi ceramah di berbagai forum. Hal ini didukung oleh kedalaman ilmu keislamannya dalam beberapa aspek terutama ilmu kalam, filsafat dan tasawuf. Performa sebagai ulama merupakan paduan antara ulama tradisional dengan modern. Sebagai ulama tradisional ditandai kedekatannya dengan pengajian kitab-kitab kuning (klasik) dan tidak asing memakai sorban dan jubah jika diperlukan, dan beliau pakarnya dalam faham dan pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Pada tahun 1974 ia diangkat menjadi Dekan Fakultas Ushuluddin Amuntai. Jabatan ini berlangsung hingga tahun 1977. Karirnya dalam pemerintahan terus meningkat. Laily kemudian diangkat menjadi Wakil Rektor II IAIN Antasari Banjarmasin. Jabatan ini membidangi masalah kepegawaian dan keuangan. Ia dipercaya menjabat Wakil Rektor II ini dari tahun 1977 sampai tahun 1983. Kemudian menjadi Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari Banjarmasin. Jabatan ini dipegangnya selama dua periode yaitu dari 1983 sampai 1990.

Setelah masa jabatan Dekan tersebut berakhir, ia pun hanya menjadi dosen. Kemudian tahun 1996, Departemen Agama di Jakarta memberi kepercayaan mengangkat Laily menjadi Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Kalimantan Selatan. Jabatan ini dipegangnya dua tahun, sampai tahun 1997. inilah jabatannya yang terakhir, karena beberapa bulan kemudian ia berpulang ke rahmatullah.

Laily meningal dunia pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 1988 sekitar pukul 11.00 WITA siang. jemazahnya dimakamkan di pemakaman Alkah Kerukunan Warga Amuntai Banjarmasin (KWAB) di Jalan A. Yani km. 22 Banjarbaru. (Ajie Najmuddin)

Dari berbagai sumber.

Penggalian data: wawancara dengan Hj Aminatun, 11 Mei 2015 di Sondakan, Laweyan, Surakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ubudiyah, Nahdlatul, Pahlawan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 07 Juli 2017

Pelajar NU Purworejo Raih Juara Lomba Film Pendek IPNU-IPPNU se-Jateng

Purworejo, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo memenangkan lomba film pendek dalam acara Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU XV-IPPNU XIV Jawa Tengah yang diselenggarakan di Pesantren As-Salafiyah, Luwungragi, Kabupaten Brebes, (11-13/12). Sementara posisi pemenang kedua direbut oleh pelajar NU Kebumen. IPNU-IPPNU Pemalang mengambil posisi juara ketiga.

Sutradara film dari IPNU Purworejo Muhammad Hidayatullah (Dayat) mengaku senang atas prestasi tersebut. Pasalnya film yang dilombakan itu hanya diselesaikan dalam waktu singkat, yakni empat hari untuk pembuatan naskah sampai editting.

Pelajar NU Purworejo Raih Juara Lomba Film Pendek IPNU-IPPNU se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Purworejo Raih Juara Lomba Film Pendek IPNU-IPPNU se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Purworejo Raih Juara Lomba Film Pendek IPNU-IPPNU se-Jateng

Ketua IPNU Purworejo Dayat periode 2015-2017 itu menyatakan bahwa judul Unlimitime itu sendiri dari kata “unlimitted” dan “time”. Amanat film itu menegaskan bahwa kesibukan bukan alasan untuk orang tidak mau belajar dan bersosialisasi. Mengingat kecenderungan pola individual semakin menjamur dengan dalih tak punya waktu.

"Di dalam film ini ada Rani Pranita. Di samping sebagai Ketua IPPNU Purworejo, Rani juga seorang teknik sipil yang aktif di lapangan. Hana, dia pengajar di SD Guyangan, hampir setiap sore dia mampir ke base camp dulu sebelum pulang. Yasin Yazidi itu dia peternak bebek. Sementara si Damar itu seorang barista dan pemilik usaha sablon, semuanya punya kesibukan di luar organisasi, tapi mereka juga aktivis di organisasi ini," terang Dayat, Jumat (16/12).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kata Dayat, keseharian empat orang ini dirasa mampu menyampaikan pesanya. Pasalnya di balik semua kesibukan, mereka masih menyempatkan berorganisasi.

Dayat berharap mereka yang menonton film itu mampu menghargai waktu. Mereka bisa memanfaatkan tiap detik, menit, dan jamnya. (Cet/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tegal, Habib, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 05 Juli 2017

Terbitkan Buku, Habib Luthfi Apresiasi Ketua Lesbumi Tegal

Tegal, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kerja kreatif Ketua Lembaga Seni Budaya Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Tegal, Jawa Tengah, Drs Atmo Tan Sidik dengan menerbitkan buku karyanya mendapat apresiasi dari Rais Aam Idarah Aliah Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Terbitkan Buku, Habib Luthfi Apresiasi Ketua Lesbumi Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitkan Buku, Habib Luthfi Apresiasi Ketua Lesbumi Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitkan Buku, Habib Luthfi Apresiasi Ketua Lesbumi Tegal

“Lanjutkan, Bang Atmo, dengan buku-buku lainnya,” pesan Habib saat menerima silaturahmi Atmo ke kediaman Habib di Pekalongan Ahad (24/2).

Habib Luthfi memberikan pujian kepada Atmo tentang konsistensinya pada dunia kebudayaan Pantura. Termasuk membukukan hasil pemikirannya dalam sebuah buku. Apalagi dengan menggunakan bahasa Brebesan yang menyentuh masyarakat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Buku berjudul “Dikendangi Wong Edan, Aja Njoged” diluncurkan di Kampung Seni kawasan Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, Jumat (21/2). Menurut Atmo, buku tersebut sengaja dirilis pada 21 Februari, karena bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Buku “Dikendangi Wong Edan, Aja Njoged” berisi kumpulan kolom tulisan lama Atmo yang pernah diterbit di berbagai media dan majalah. Buku ini berisi esai-esai dalam bahasa brebes-tegal yang menyinggung kehidupan sosial kemasyarakatan, termasuk sentilan-sentilan politik.

Budayawan Pantura ini sudah lama malang melintang di dunia penulisan, termasuk mengasuh “Lha Kiyeh”, kolom berbahasa brebes-tegal yang terbit secara reguler di majalah Berita Berhias milik Pemkab Brebes.

Buku berisi 38 kolom dengan 180 halaman ini mencantumkan komentar sederet tokoh, mulai dari nama ulama kharismatik, Habib Lutfi bin Yahya dari Pekalongan; musisi sekaligus budayawan, Emha Ainun Najib; sastrawan Ahmad Tohari; hingga penulis sekaligus pengasuh pesantren, Hj. Masriyah Amva.

Saat luncuran buku tersebut, turut hadir Wali Kota Tegal Ikmal Jaya, Wakil Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Budayawan Internasional Ahmad Tohari, Ketua PCNU Kota Tegal Abdal Hakim dan sejumlah pegiat seni dan budaya Brebes Tegal Slawi serta undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru RMI NU, Kajian Islam, Santri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 04 Juli 2017

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kehidupan damai, rukun, guyub, saling membantu di masyarakat tingkat bawah antara yang anti PKI dan yang PKI sudah berjalan nyaris tanpa kikuk. Sebab, dendam di masyarakat tidak parah, mereka tidak paham politik.

Selain itu, mereka saling tahu kehidupannya sehar-hari, karena bertetangga.

Demikian disampaikan Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir pada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Rabu (3/9), di ujung telepon. Menurutnya, "Tingkat masyarakat bawah relatif tidak bermasalah, mereka tidak banyak tahu politik."

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ulama Mendamaikan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ulama Mendamaikan Bangsa

Lalu Kiai Saifuddin bercerita bahwa jamaah pengajiannya tahun 80an sampai 90an banyak bekas anggota PKI. "Ngaji mereka. Ngurus mesjid mereka. Habis ngaji, namanya orang Betawi, ya makan bareng, ngobrol gayeng," ujar Kiai Saifuddin.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut pengakuannya, ketika orang luar menyerbu PKI yang ada di kampungnya, dengan alasan kemanusiaan, warga kampung membendungnya. Kampung kiai yang sehari-hari padat dengan mengisi pengajian ini adalah Kebon Manggis-Matraman, sebelah Berlan, masuk wilayah Jakarta Timur. Di kampung itulah dirinya dilahirkan, pada tanggal 31 Januari 1955.

"Saya masih ingat, ibu-ibu di kampung saya, ketika ada penyerbuan berteriak-teriak, jangan dilempari itu, jangan dilembari itu. Itu orang baik, itu orang baik. Terbendung juga itu orang-orang, tidak nerusin nyerbu. Terbendung oleh suara ibu-ibu. Ini suara kemanusiaan."

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Saya mau cerita lagi. Tetagga saya orang PKI, namanya Bebas Pati Mulya, aslinya Medan, agamanya Kristen, punya anak nakal ndak ketulungan. Duit orang tuanya dicuri, pulang malam. Pokoknya nakal sekali. Itu Pak Bebas ngundang kami, untuk tahlilan dan mendoakan agar anak itu jadi bener. Dan namanya diganti tuh,? jadi Muhammad Soleh. Ya kami datang."

"Yang ingin saya katakan adalah, secara kemanusiaan tanpa diminta pun para warga sudah saling memaafkan. Banyak hal yang kami lakukan. Itu upaya warga melakukan rekonsiliasi. Itu perintah agama."

Namun, Kiai Saifuddin Amsir menyatakan dengan tegas bahwa Partai Komunis Indonesia tidak bisa dimaafkan secara politik. "Sudah betul itu PKI ditumpas. Jangan sampai hidup lagi. Trauma kita. Untuk perdamaian bangsa, ubah saja pikiran, bangun satu sikap baru. Pandang ke depan, jangan ada sejarah macam begitu. Kalau saling memaafkan, jangan. Jangan sampai ada. PKI itu terjepit saja bisa berkelit, apalagi diberi jalan."

Saifuddin masih ingat, betapa pahitnya omongan Aidit yang bilang ulama itu tanpa kerjaan, kitabnya yang banyak, yang bisa buat bendung kali Ciliwung tidak berguna, Indonesia tak butuh ulama.

"Siapa yang ndak sewot dihina-hina begitu? Lha? Jangankan kite orang pesantren, kan? Mochtar Lubis saja dongkol saat Pram dianugerahi penghargaan Ramon Magsaysay tahun 1995. Mochtar kan sempat mau banting penghargaan yang sama yang lebih awal diterimanya.? Tidak main-main PKI. Mereka punya semboyan rawe-rawe rantas malang-malang putung," ujarnya.?

Bisa dipahami jika Saifuddin tidak rido pada PKI. Bagaimana tidak, partai berlambang palu-arit itu menghina para ulama yang mendidikan dirinya sedari kecil. Ia sangat dekat dan mencintai para gurunya yang antara lain Muallim Abdullah Syafi’i, Muallim Syafi’i Hadzami, Habib Abdullah bin Husein Syami Al-Attas, dan Guru Hasan Murtoha. Dan bapaknya, Amsir Naiman, sendiri adalah guru ngaji di Kebon Manggis.

Saifuddin kecil menyaksikan bahwa PKI mengancam orang-orang Islam di Jakarta secara terbuka, bahkan dia melihat sumur-sumur sudah dipersiapkan di sanggar Lekra yang ada di kampungnya.

"Kampung saya kecil, tapi itu sanggar terbesar Lekra di Jakarta dipimpin langsung Profesor Bakri Siregar. Di sanggar mereka memang membuat sumur. Saya melihat sendiri. Anak-anak muda dari pelbagai kampung dilatih secara militer."

Saifuddin mengenang, anak-anak muda, khususnya perempuan, dilatih sebisa mungkin untuk menari. Pelatihnya dari Ansor. Lagunya berjudul "Mencuci Pakaian" yang diciptakan oleh bapaknya: Amsir Naiman. Makna lagu tersebut adalah orang harus mencuci dirinya dari kotan-kotoran yang disebarkan orang-orang PKI.?

Menari merupakan kegiatan yang jauh dari kehidupan sehari-hari warga Kebon Manggis, yang biasanya hanya mengaji. Tapi mereka melakukannya agar bisa melawan tarian dan nyanyian seniman Lekra yang punya kekuatan Prof Bakri Siregar, yang seniman betulan.

Saifuddin bangga anak-anak kampungnya yang bukan seniman bisa melawan Lekra yang seniman. Dia juga senang Orde Baru mampu menyabet PKI secara tuntas. Tapi dia menyayangkan, sabetan Soeharto mengenai banyak sembarang orang.?

Lulusan IAIN Ciputat jurusan Akidah dan Filsafat itu memberi catatan, "Anak PKI yang tidak mengerti PKI mendapatkan hukuman berat juga. Orang-orang yang cuma ikut-ikutan kena juga. Kasihan mereka. Pak Harto tidak cermat. Pak Harto pakai juga tuh semboyan PKI rawe-rawe rantas malang-malang putung."

Cara Ulama

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Daerah Istimewa Yogyakarta M. Jadul Maula menyatakan bahwa perdamaian bangsa ini dapat terlaksana dengan cara dan ilmu ulama.

"Jalan dengan cara ulama adalah memutus mata rantai dendam kebencian dan kekerasan. Menyiram api amarah dengan air dingin yang menyejukkan, berupa iman kepada Allah Yang Maha Kuasa. Begitulah cara dan ilmu ulama menyelesaikan konflik antarsesama," terang M. Jadul Maula, saat dihubungi Ustadz Felix Siauw Terbaru melalui telepon, Rabu (3/10).?

Dia menyebutkan, jalan dan cara para ulama adalah mengikuti Rasulullah.?

"Ketika beliau (Rasulullah, red.) sebagai pemimpin tertinggi umat, di dalam masjid berbicara langsung pada rakyat adakah di antara kalian yang hak-haknya telah aku ambil dan tidak rela? Silakan ambil kembali hak itu dan hukum qishos aku, supaya aku dapat menemui Tuhanku, terbebas dari belitan beban hak-hak anak Adam. Itu teladan panutan kita dalam menyelesaikan urusan dengan sesama. Kita wajib mengikutinya," papar Jadul yang juga pengasuh Pesantren Kaliopak, Bantul.

Jiwa bangsa ini, tegas Jadul, perlu dikembalikan lagi pada jalan rahmat atau kasih sayang, jiwa yang takut melanggar, dan mengambil hak-hak orang lain. "Menurut para ulama kita, tujuan mendirikan bangsa adalah juga untuk menjaga hak-hak manusia tersebut. Itu yang kita kenal dengan al-masholihul ammah, kemaslahatan-kemaslahatan umum. Inilah bagian dari khittah Indonesia 1945 yang kita suarakan di Munas Cirebon itu," tegasnya.

Khusus terkait PKI, Jadul berpendapat bahwa peristiwa 65 serta rangkaian sebelum dan sesudahnya, telah merenggut paksa keseluruhan masholih itu, dan ironisnya pemerintah tidak bisa menjaganya. "Para ulama NU yang ikut mendirikan negara ini, saya yakin menangisi keseluruhan peristiwa 65 tersebut. Karena betapapun, korban-korbannya adalah semua, NU korban, juga saudara-saudara sebagangsa," ujarnya.

"Gus Dur ketika minta maaf atas persitiwa 65, saya yakin mewakili spirit ulama, dan beliau kan ulama juga, spirit para pendiri bangsa dan ingin mengembalikan jiwa bangsa pada fitrahnya, menegakkan kembali negara atas tujuan pendiriannya. Dasarnya rahmat, tujuannya adalah kesejahteraan seluruh rakyat, terlindunginya kemaslahatan bersama,"

Ketika ditanya soal tentang para aktivis PKI, dia menjawab, "Apa PKI masih ada? Kalau masih ada, mereka juga harus meminta maaf. Jangan bilang PKI tidak bersalah. Peristiwa Madiun 1948 itu PKI. Kita harus saling meminta maaf dan memaafkan."?

"Mari, semua elemen bangsa mencontoh Gus Dur yang telah minta maaf sebagai pemimpin agama atau ulama, dan sebagai pemimpin bangsa. Dengan meminta maaf, yang tampak dari Gus Dur adalah kebenaran, kekuatan dan kebesarannya," pungkasnya.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Islam, Amalan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 01 Juli 2017

Usai DIlantik, PCNU Kota Malang Rumuskan Program Kerja

Malang, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Setelah sehari sebelumnya, Sabtu (18/2), mengadakan pelantikan yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU Dr KH Maruf Amin dan Ketua PWNU Jawa Timur KH M Hasan Mutawakkil Alallah, Pengurus Cabang NU Kota Malang melaksanakan Musyawarah Kerja (Musker) di Gedung DPRD Kota Malang, Ahad (19/2).

Acara ini dibuka oleh Ketua DPRD Kota Malang Arif Wicaksono. Arif menyampaikan, "NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia telah menempatkan kader-kadernya di semua posisi struktural baik di legislatif, eksekutif, yudikatif, dan jajaran TNI dan Polri. Karenanya, sudah menjadi kewajiban bagi DPRD untuk membuka selebar-lebarnya ruang untuk bagi ormas-ormas."

Usai DIlantik, PCNU Kota Malang Rumuskan Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai DIlantik, PCNU Kota Malang Rumuskan Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai DIlantik, PCNU Kota Malang Rumuskan Program Kerja

Ia berharap, kehadiran para kiai-kiai di gedung DPRD akan menjadikan gedung ini sejuk dan menyejukkan. "Gedung ini sering panas (rapat gaduh, red). Semoga kehadiran kiai-kiai membawa berkah untuk semua wakil rakyat yang ada di sini agar semakin bersih," imbuhnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqun Najah (Gus Is) mengatakan, rangkaian pelantikan dan musyawarah kerja PCNU Kota Malang ini difasilitasi oleh Ketua DPRD.

"Karena NU Kota Malang tahun ini mengusung agenda ketahanan umat. Begitu juga struktur yang disediakan juga menyesuaikan dengan agenda-agenda penting kenegaraan seperti pembinaan spiritual, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sumberdaya," kata Gus Is.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam musyawarah kerja pertama (Musker I) ini, beberapa agenda yang akan dibahas di antaranya adalah konsolidasi organisasi, penyiapan kerangka dasar manajemen dalam pengelolaan potensi dan program, membangun jaringan internal dan eksternal, strategi dakwah dunia maya, serta penguatan ekonomi dan usaha kelambagaan NU Kota. (Moh Fauzan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kiai Ustadz Felix Siauw Terbaru