Jumat, 22 Juni 2012

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Innalillahi wainna ilaihi raajiuun, ulama kharismatik yang juga Pengasuh Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus , Jawa Tengah, KH Ahmad Basyir wafat Selasa (18/3), pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Islam  Kudus. 

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Kharismatik Kudus KH Ahmad Basyir Wafat

Menurut rencana, jenazah Mustasyar PCNU Kudus tersebut akan dimakamkan Selasa hari ini pukul 14.00 di pemakaman umum Dusun Kauman, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo. 

Saat berita ini ditulis, ribuan pelayat sudah memenuhi kediaman almarhum di Dukuh Mbareng, Jekulo Kudus. Bahkan sejak  Selasa pagi ini, para pelayat sudah menshalati jenazah almarhum secara bergelombang di komplek pesantren Darul Falah setempat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sekretaris MWCNU Kecamatan Jekulo H Zusni Anwar mengatakan, KH Ahmad Basyir merupakan sosok ulama kharismatik yang memiliki ribuan santri. Ulama yang sering disapa Mbah Basyir ini juga dikenal sebagai guru dan pemberi ijazah (mu’jiz) Dalailul Khairat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Banyak para santri kudus dan luar kudus yang nyantri di situ. Beliau sangat dikenal sebagai guru dan mu’jiz dalailul khoirat,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru.

Mbah Basyir adalah sosok teladan yang dapat kita contoh. Semasa hayatnya, beliau sangat ta’dhim dan tawadhu terhadap para gurunya.

“Beliau juga sangat ramah terhadap masyarakat sekelilingnya termasuk menyambut para para tamu. Beliau tidak membeda-bedakan latar belakang setiap tamu yang datang,”ujar Zusni memberi kesan.

Kabar wafatnya mbah Basyir menjadikan duka semua kalangan. Dalam dunia maya, semua pengguna jejaring sosial menyatakan  turut berduka dan mendoakan ayahanda penasehat RMI Jateng KH Ahmad Badawi Basyir itu. (Qomarul Adib/Mahbib)

 

 

Foto: KH Ahmad Basyir (kanan) bersama Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid dalam sebuah acara (syathooriyah.wordpress.com)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ubudiyah, Humor Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 12 Juni 2012

Marsudi Syuhud: Islam Agama Kemanusiaan, tapi Tak Selalu Sama dengan HAM

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua PBNU H Marsudi Syuhud mengatakan Islam dam konsep hak asasi manusia memiliki banyak kesamaan, tetapi dalam hal tertentu, memiliki pandangan yang berbeda. Salah satu contohnya adalah dalam hal perlakuan terhadap homoseksual.

Marsudi Syuhud: Islam Agama Kemanusiaan, tapi Tak Selalu Sama dengan HAM (Sumber Gambar : Nu Online)
Marsudi Syuhud: Islam Agama Kemanusiaan, tapi Tak Selalu Sama dengan HAM (Sumber Gambar : Nu Online)

Marsudi Syuhud: Islam Agama Kemanusiaan, tapi Tak Selalu Sama dengan HAM

Menurut Islam, homoseksual adalah tindakan tercela dengan kategori dosa besar karena melanggar fitrah manusia. HAM ala Barat, memandang bahwa menjadi heteroseksual atau homoseksual adalah pilihan pribadi.?

Demikian diantara diskusi yang berlangsung di pesantren Al Uchwah ketika H Marsudi Syuhud menerima rombongan tamu dari The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) yang terdiri dari Yudha Akbar, Sofia Giannini, dan Sivaia Batello, Selasa (15/12).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Marsudi menjelaskan, dalam konsep Islam, manusia tidak sepenuhnya memiliki hak atas dirinya karena Allah telah mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh manusia yang tujuannya untuk kebaikan manusia sendiri. Hal ini berbeda dengan konsep HAM ala Barat bahwa manusia memiliki hak sepenuhnya atas diri mereka.

“Meskipun berbeda, kita harus menghargai perbedaan masing-masing pandangan,” katanya.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Agama kemanusiaan

Dalam kesempatan tersebut juga diputar film tentang Islam Nusantara kepada para santri pesantren Al Uchwah. Dalam kesempatan tersebut, Marsudi menjelaskan Islam bisa berkembang di Indonesia karena menggunakan pendekatan nilai-nilai kemanusiaan, bukan menekankan formalitas keagamaan. Karena itulah, Islam dengan mudah diterima oleh masyarakat lokal di Nusantara. Mereka tersentuh dengan nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam Islam.

Islam, katanya, tidak pernah memaksakan seseorang untuk masuk dalam agama ini karena ada konsep hidayah, yaitu orang masuk Islam karena mendapat petunjuk dari Allah. Ia mencontohkan, Paman Nabi yang tidak mau masuk Islam karena tidak mendapat hidayah.?

“Sekarang ini ada orang yang memaksakan orang lain masuk Islam dengan cara-cara kekerasan. Kalau tidak ikut mereka dianggap kafir dan kalau kafir, boleh dibunuh. Ini tidak sesuai dengan ajaran Islam,” paparnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Fragmen, Pondok Pesantren, Makam Ustadz Felix Siauw Terbaru