Selasa, 31 Oktober 2017

Sertifikasi Aset NU Digalakkan

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama LWPNU Jawa Timur H Mustain mengharapkan seluruh warga nahdliyin secara sadar mendaftarkan aset wakaf yang peruntukan kepada NU agar disertifikasi menggunakan badan hukum NU. Hal ini dilakukan untuk mengurangi perselisihan antara ahli waris maupun dengan organisasi lain yang mempunyai kepentingan tertentu kepada NU.

Mustain menyampaikan hal itu di tengah-tengah peserta Seminar? Nasional yang dihadiri oleh jajaran pengurus NU, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) KH Maftuh Basuni, dan segenap pengurus cabang LWP NU se-Jawa Timur, dengan tema "Gerakan nasional? Penyelamatan Aset-Aset Nahdlatul Ulama"? di Graha Bir Ali, Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (06/06).

Sertifikasi Aset NU Digalakkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sertifikasi Aset NU Digalakkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sertifikasi Aset NU Digalakkan

"Kebanyakan dari kita, ketika ditanya apa ini milik NU mereka menjawab, ya ini milik NU. Tapi ketika ditanya kembali masalah surat-surat dan legalitasnya mereka kebingungan," jelas pria yang juga menjabat Kepala Kantor Kemenag Jatim Ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lebih lanjut dia juga mengatakan, bahwa prosentase sertifikasi aset kelembagaan masih sangatlah rendah, dari total tiga belas ribu (13000) aset yang dimiliki oleh NU Jatim baru lima ribu (5000) saja aset yang sudah berbadan hukum NU.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kira-kira kalau diprosentasekan baru sekitar 40 persen saja dan sisanya masih atas nama perseorangan, oleh karena itu perlu kita tunjukkan bahwa LWP NU bisa menjadi taring NU. Dan mewarnai muktamar dengan hasil yang maksimal, " terangnya.

Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siradj yang hadir dalam forum tersebut juga menyampaikan keprihatinan yang sama dalam sambutannya, bahkan PBNU sendiri juga telah kehilangan beberapa asetnya karena masalah sertifikasi tersebut.

"PBNU memiliki tanah sekitar empat hektar di daerah Puncak? Bogor yang diakuisisi oleh Kemenag dan setelah diurus tetap saja tidak bisa karena kita tidak memiliki bukti legalnya,"jelas Kiai Said dihadapan para hadirin.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Ferry Mursyidan Baldan yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, bahwa lembaga negara yang berada dalam kawasan komandonya ini siap bersinergi dalam usaha melindungi aset-aset milik NU ini. "Sebagai sebuah gerakan kami akan menyiapkan diri dengan program khusus dan tim khusus untuk memberikan service excelent kepada NU," ujar menteri yang juga politisi Partai Nasdem ini.

Selain itu, Menteri Ferri juga memberikan target dalam upaya revitalisasi aset ini. Ia menginginkan seluruh aset NU sudah berbadan hukum sebelum idul adha. "Namun? paling tidak pada saat muktamar nanti sudah bisa disampaikan ke muktamirin dalam bentuk laporan hasil kerja yang telah sukses dilaksanakan," ungkap pria berkacamata ini.

Setelah sambutan selesai acara pun dilanjutkan dengan penandatanganan MOU antara PBNU dengan Kementrian Agraria yang dalam hal ini dimaksudkan untuk melakukan percepatan sertifikasi tanah wakaf. Yang kemudian dilanjutkan dengan materi seminar oleh beberapa pemateri yang terdiri dari unsur Kementrian Agama, BWI dan Kementrian Agraria. (Rofi’i/Anam)

Foto: Gedung PWNU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hikmah, Anti Hoax, Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 29 Oktober 2017

Usai Dilepas Wagub Jatim, Kirab Resolusi Jihad Ziarahi Makam KH As’ad Syamsul Arifin

Situbondo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Tim Kirab Resolusi Jihad NU dalam rangka menyambut Hari Santri diberangkatkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur H Syaifullah Yusuf, Kamis (13/10) siang. Sebelum diberangkatkan tak lupa tim mendengarkan pembacaan Ikrar Santri yang dilakukan Koordinator Kirab Resolusi Jihad, Isfah Abidal Aziz.

Usai Dilepas Wagub Jatim, Kirab Resolusi Jihad Ziarahi Makam KH As’ad Syamsul Arifin (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilepas Wagub Jatim, Kirab Resolusi Jihad Ziarahi Makam KH As’ad Syamsul Arifin (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilepas Wagub Jatim, Kirab Resolusi Jihad Ziarahi Makam KH As’ad Syamsul Arifin

Suasana meriah mengawal berlangsungnya upacara ? pemberangkatan yang dilaksanakan di Lapangan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan sejumlah tokoh turut hadir.

Mendekati pukul sepuluh, rombongan kirab bergerak ke arah Situbondo. Tim kali ini dibagi dalam lima bus, setelah ada penambahan peserta dari Jawa Timur.

Para santri, siswa sekolah, dan masyarakat umum mengawal keberangkatan tim dengan lambaian tangan dan pertunjukan marching band di beberapa titik yang dilalui tim, hingga tim memasuki Kabupaten Situbondo.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mengawal tim hingga MWCNU Wongsorejo di perbatasan Banyuwangi-Situbondo. Seremonial sederhana, namun penuh khidmat terjadi saat bendera pataka (panji tanda kebesaran) diestafetkan dari PCNU Banyuwangi kepada PCNU Situbondo. Ini sekaligus menjadi tanda bahwa tim kirab selanjutnya dikawal PCNU Situbondo.

Tak lama setelah dilepas PCNU Banyuwangi di Wongsorejo, armada bus yang membawa tim, membelah hutan jati Baluran. Tujuan tim ? berikutnya adalah Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo. Grup hadrah pondok pesantren yang kini berusia 102 tahun, menyambut kedatangan tim yang tiba bersamaan dengan masuknya waktu salat ashar.

Setelah shalat ashar, tim melakukan ziarah ke makam KH Asad Syamsul Arifin. Prosesi tahlil dipimpin PCNU Situbondo dengan sambutan pembuka oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, KH Soleh Ahyat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

KH Soleh Ahyat menceritakan ada beberapa peninggalan penting dari sosok KH Asad Syamsul Arifin. Di antaranya, KH Asad adalah penghubung pesan KH Cholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asyari menjelang pendirian NU pada 1926. Pesan tersebut dikirim dengan perantara tongkat. Bila NU akhirnya berdiri dan berkembang maju seperti saat ini, tidak bisa mengabaikan peran KH Asad muda.

Selain itu, KH Asad pada masa perjuangan 1945 terlibat memimpin Laskar Hisbullah yang bergerilya di daerah Besuki. Selesai ziarah, selanjutnya tim beramahtamah dengan keluarga pengasuh pesantren. KH Afifudin Muhajir berkenan memberikan kata sambutan mewakili tuan rumah.

KH Afifudin menyampaikan rasa terima kasih karena tim kirab menjadikan Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo sebagai salah satu tempat yang dikunjungi. Menurutnya memang banyak pihak yang datang ke sana dengan berbagai tujuan. Hal tersebut wajar, mengingat Situbondo merupakan satu sudut dari segitiga emas, selain Bangkalan dan Jombang.

KH Afifudin juga menceritakan peran berharga yang dilakukan almarhum KH Asad Syamsul Arifin. Menjelang Munas NU 1983, KH Asad menemui Presiden Soeharto yang kala itu berwacana menjadikan Pancasila sebagai agama. Menirukan KH Asad, KH Afifudin mengatakan "Kalau (Soeharto) ingin menjadikan Pancasila sebagai agama, kami (NU) berpisah sampai di sini (dengan Pemerintah)."

Dapat dibayangkan, pada masa itu mungkin tidak ada orang yang berani kepada Soeharto, namun KH Asad tidak takut menegaskan itu. Tetapi karena itulah, KH Asad sangat tepat dikatakan telah menyelamatkan bukan hanya NU dan NKRI dari keporak-porandaan.

Ramah tamah dengan keluarga Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo berlangsung hingga Maghrib tiba. Selepas Maghrib, tim meneruskan perjalanan ke tujuan berikutnya, yakni Pondok Pesantren Walisongo, yang masih berada di Kabupaten Situbondo. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah, Warta Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 28 Oktober 2017

Peringati Harlah Ke-62, IPNU Probolinggo Ziarah Wali

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam rangka memperingati hari lahir ke-62, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo menggelar study tour ziarah wali Madura sekaligus silaturahim ke Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur, Sabtu dan Ahad (12-13/3).

Peringati Harlah Ke-62, IPNU Probolinggo Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah Ke-62, IPNU Probolinggo Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah Ke-62, IPNU Probolinggo Ziarah Wali

Ziarah wali ini diikuti oleh 15 orang anggota PC IPNU Kota Probolinggo. Kegiatan diawali di Mbah Hamid Pasuruan, dilanjutkan ke Mbah Kholil Bangkalan serta berakhir di Sunan Ampel Surabaya.

“Kegiatan itu kita isi dengan ziarah, tahlil dan doa bersama dalam rangka Harlah ke-62 IPNU. Harapannya ke depan IPNU di Kota Probolinggo bisa lebih baik lagi sambil lalu dengan kita ziarah ke para makam ulama yang telah mendirikan NU,” kata Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Jalal, ziarah ini diharapkan dapat mengukuhan cinta para pengurus IPNU terhadap NU dan ulama. Dimana sambil lalu melakukan kunjungan ke PW IPNU Jawa Timur untuk koordinasi perkembangan organisasi.

“Terkait pengembangan kader IPNU di Kota Probolinggo, kami tidak melupakan cirri khas seorang pelajar, karena kita organisasi pelajar yang senantiasa selalu belajar dalam garis ikatan dan tidak mudah terpropokasi kepentingan kelompak dan kepentingan sesaat politik praktis,” jelasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jalal menambahkan, IPNU Kota Probolinggo selalu di tengah berproses dalam pengkaderan karena IPNU adalah gerbang utama kaderisasi NU di masa yang akan datang. “Dengan adanya ziarah kita mengharapkan barokah dari ulama yang sudah menyiarkan NU dan membawa Islam hingga bisa kita nikmati dan rasakan sampai saat ini,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris PC IPNU Kota Probolinggo Joni Setiawan. Menurutnya, ziarah ini dimaksudkan untuk memperkuat solidaritas persaudaraan pengurus serta bersama-sama memohon, berdo’a agar diberikan kemudahan serta kelancaran dalam melaksanakan program sampai konfercab (konferensi cabang) IPNU Kota Probolinggo.

“Kami pun berdoa untuk regenerasi pengurus berikutnya benar-benar amanah dalam mengemban amanah nanti serta menjadikan PC IPNU Kota Probolinggo lebih baik ke depannya meski kami tidak akan pernah kemana-mana,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hikmah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Adzan pun Terdengar Tanpa Pengeras Suara

Tunisia semakin banyak dikunjungi orang asing pasca terjadinya revolusi pada tahun 2011 kemarin. Pelajar asing  yang menimba ilmu di sini bertambah. Wisatawan pun semakin banyak, dan salah satu tempat yang sering dikunjungi adalah masjid Az Zaituna, masjid yang tertua kedua di Tunisia setelah Masjid Kiarowan.

Tidak seperti masjid-masjid lainnya yang sekarang semakin modern. Bahkan untuk memperindah bangunan tak segan-segan orang-orang di negeri Ibnu Kholdun mengeluarkan biaya yang cukup lumayan.

Adzan pun Terdengar Tanpa Pengeras Suara (Sumber Gambar : Nu Online)
Adzan pun Terdengar Tanpa Pengeras Suara (Sumber Gambar : Nu Online)

Adzan pun Terdengar Tanpa Pengeras Suara

Namun berbeda dengan Masjid Az zaituna Tunisia. Masjid ini bisa cukup unik, sebab untuk adzan saja sang muadzin masih menggunakan "cara manual". 

Setiap waktu shalat tiba, muadzin naik ke menara yang tingginya kurang lebih mencapai 15 sampai 20 meter. Ia pun mengumandangkan adzan tanpa pengeras suara.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tradisi seperti ini dilakukan mulai dari dibangunnya Masjid ini sekitar tahun 79 H sampai sekarang. Tempatnya di tengah-tengah pasar, dan selalu selalu ramai pengunjung. Masjid ini pun  menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi warga asing.

Walau pun tidak memakai pengeras suara, anehnya adzan masih terdengar sampai beberapa kilo meter. Unik memang.  

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Konon, menurut warga setempat, menara masjid Az zaituna ini dulunya sebagai tempat dakwah imam Abu Hasan Assyadhili. Seorang ulama sufi yang terkenal yang lahir di Tunisia. Di Indonesia sendiri namanya cukup populer dengan Tarikhatnya Assyadiliyah. Disitulah ia berceramah sehingga bisa terdengar sampai ke tempat yang jauh dari lingkungan masijid.

Untuk melestarikan kebiasaan ulama-ulama dulu dalam siar Islam, sampai sekarang  para tokoh-tokoh dan pengurus masjid enggan untuk memasang pengeras suara di menara masjid tersebut. Nuansa klasiknya masih begitu akrab kalau kita melihat secara langsung di masjid ini.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Sukirno ibn Tarwad (Mahasiswa S1 Az Zaituna Tunisia) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah, Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 26 Oktober 2017

Daniel Dhakidae: Peran Negara Tidak Bisa Dikecilkan

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Undang Undang Dasar (UUD) 1945 perlu diubah karena beberapa isinya memang tidak sesuai lagi. Namun perubahan jangan sampai menjurus kepada sistem demokrasi liberal yang melupakan peran penting negara, hubungannya dengan swasta.

”Tentu saja kita tetap hormat dengan Bung Karno, Hatta, Supomo dan lain lainnya. Saya pikir satu hal yang jadi persoalan dengan UUD 1945 adalah terlalu kuatnya Jepang di baliknya,” kata peneliti senior Daniel Dhakidae dalam diskusi ketiga tentang amandemen UUD 1945 di gedung PBNU, Senin (13/8).

Jepang belajar dari Jerman mengenai konsep organic state, atau sistem korporat, atau di Indonesia sering disebut integralistik, yakni negara diibaratkan sebagai orang atau individu. ”Di mana presiden menjadi kepalanya, lalu tangannya siapa lagi, otaknya siapa, dan seterusnya,” kata Daniel.

Daniel Dhakidae: Peran Negara Tidak Bisa Dikecilkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Daniel Dhakidae: Peran Negara Tidak Bisa Dikecilkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Daniel Dhakidae: Peran Negara Tidak Bisa Dikecilkan

”Bung Karno waktu kembali ke UUD 45 dengan jelas bahwa mengatakan ’Hentikan politik!’ karena yang menjadi wakil adalah wakil dari sistem kerja. Jadi ada wakil guru, petani, nelayan dokter, wartawan. Tidak ada wakil rakyat. Saya pikir ini memang terjemahan yang sangat lurus dari sistem korporat yang waktu itu mendapat pertentangan serius. Banyak yang menuntut negara dikembalikan ke individu, ” katanya.

Karena itu, lanjut Daniel, pada saat timbul keinginan untuk melakukan amandemen UUD, semua yang bersifat korporat atau organik itu harus dicairkan. Para reformis memunculkan isu mengenai hak individu atau civil right.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Namun perubahan yang dilakukan sampai empat kali itu memang tidak berdasar pada konsep yang jelas, hanya tambal sulam dan tidak dilihat dalam satu pergeseran yang bagus dari organic state ke konsep negara yang demokratis.

Kenyataanya, amandemen mengarah kepada liberalisasi. Peran negara dikurangi sampai sekecil-kecilnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

”Padahal itu nonsense. Mana ada di Amerika yang mengatakan cabut subsidi petani pasti akan kalah baik di Partai Demokrat maupun Republik. Artinya peran negara masih kuat di Eropa; apalagi Amerika; apalagi Jepang,” kata Daniel.

Peran negara yang harus direduksi sampai nol tidak mungkin ada. Danil mencontohkan, pada saat perundingan di Hongkong mengenai perdagangan bebas mulai menyentuh produk pertanian, Presiden Prancis Jacques Chirac mengancam keluar dari organisasi perdagangan dunia (WTO). ”Negara Prancis tetap merasa harus memberi subsidi kepada petani,” katanya.

Sistem ekonomi yang ”menyangkut hajat hidup orang banyak" tidak boleh dikuasakan kepada swasta. Negara harus berperan karena tidak ada swasta manapun bisa mengatasi soal pembangunan infrastruktur, misalnya, terutama di Indonesia bagian Timur.

Maka amandemen harus dirumuskan hati-hati karena agar kita kita akan memiskinkan hingga 90 persen dengan berdalih bahwa negara lepas tangan karena campur tangan negara telah dibatasi oleh sistem demokrasi yang telah dileberalkan.

”Kita ngomong di sini demokrasi dalam pengertian yang liberal mengenai penghargaan individu dan seterusnya. Padahal di sini individu tidak berharga; mati berapa tidak masalah. Lapindo misalnya, satu tahun masih belum selesai,” pungkas Daniel.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Makam, Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 25 Oktober 2017

Puluhan Ribu Orang Saksikan Pawai Panjang Jimat

Pekalongan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Puluhan ribu masyarakat Pekalongan dan sekitarnya Selasa siang (12/2) menyaksikan pawai panjang jimat yang digelar panitia peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H Kanzus Sholawat Pekalongan.

Aneka atraksi ditampilkan oleh peserta pawai, antara lain sepeda onthel kuno, atraksi pagar nusa, atraksi egrang bernuansa batik, barongsai dan ratusan busana batik aneka warna khas Pekalongan tidak ketinggalan menyemarakkan pawai panjang jimat yang digelar rutin tahunan panitia maulid.

Puluhan Ribu Orang Saksikan Pawai Panjang Jimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Orang Saksikan Pawai Panjang Jimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Orang Saksikan Pawai Panjang Jimat

Selain itu, ratusan bendera merah putih sebagai pembuka pawai diarak kembali oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Polri, Banser, Satpol PP dan puluhan pelajar, setelah sebelumnya juga diadakan pawai merah putih dengan start dari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dan finish alun alun Kota Pekalongan.

Habib Luthfy bin Yahya selaku Khodimul Maulid mengatakan, pawai panjang jimat sengaja ditampilkan setiap menjelang kegiatan peringatan maulid yang diadakan Kanzus Sholawat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dirinya menginginkan Pekalongan memiliki budaya khas seperti di Solo dan Yogya ada sekaten dan Cirebon ada panjang jimat. Pekalongan sebagai kota batik seharusnya juga memiliki kekhasan yang menjadi tradisi budaya, yang tiada lain diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata di Kota Pekalongan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Momentum peringatan maulid di samping untuk meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah, juga meningkatkan rasa kebersamaan dalam kedamaian sesama ummat manusia di muka bumi ini," ujarnya.

Habib Luthfy yang juga Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah berharap kegiatan pawai panjang jimat ini jangan dilihat dari nilai efektifitasnya, akan tetapi jauh dari semuanya adalah kerukunan ummat dan antar ummat beragama dapat berjalan dengan baik.

"Coba dilihat, yang ikut pawai ini bukan hanya dari kelompok ummat Islam saja, akan tetapi non muslim dan etnis Tionghoa juga berpastisipasi dengan mengirimkan peserta Barongsay," tandasnya.

Simbol simbol budaya yang ditampilkan dalam pawai ini adalah sebagai perekat kerukunan ummat, sehingga kita tidak mudah dicerai beraikan oleh kepentingan kelompok yang menginginkan Indonesia pecah, kata Habib Luthfy.

Pawai yang dimulai sejak pukul 1 siang dengan start dari Stadion Kraton menyusuri Jalan Kemakmuran, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Hayamwuruk, Jalan dr. Cipto dan berakhir di Jalan dr. Wahidin Pekalongan.

Ikut mendampingi Habib Luthfy di panggung kehormatan, Kapolres Pekalongan Kota, Dandim 0710 Pekalongan, para tamu undangan serta pejuang veteran dengan rasa bangga menyaksikan pawai hingga usai acara.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Amalan, Meme Islam, Kyai Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 24 Oktober 2017

Semangat Jihad Kerap Disalahgunakan

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru?

Semangat jihad selama ini kerap disalahgunakan oleh kelompok tertentu. Demikian terungkap dalam Bedah Buku berjudul Jihad Paling Syari yang digelar PC GP Ansor di Royal Plaza, Surabaya, Rabu (7/11).

Hadir dalam bedah buku tersebut penulis buku Jihad Paling Syari, Gugun el Guyani dan Riyadi Ngasiran dari Lesbumi NU.

Semangat Jihad Kerap Disalahgunakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Jihad Kerap Disalahgunakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Jihad Kerap Disalahgunakan

Gugun el Guyani? menyebutkan, semangat jihad banyak diartikan dengan perbuatan anarkis untuk memerangi sesuatu yang tidak perlu. Padahal, Revolusi Jihad yang dikeluarkan ulama pada perang kemerdekaan (10 November 1945) memiliki relevansi dengan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurutnya, sebelum dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) oleh Ir Soekarno dan Bung Hatta, para ulama NU telah lama menggelorakan perlawanan terhadap kaum penjajah di negeri ini.

“Saya bisa katakan bila dalam kurun waktu 67 tahun lebih, sejarah yang dipelajari masyarakat Indonesia adalah salah fatal. Namun semangat itu kemudian disalahgunakan kelompok-kelompok tertentu untuk memerangi orang atau kelompok yang tidak sepaham, tegas Gugun.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Untuk itu, kata dia, spirit jihad NU perlu dikobarkan kembali di tengah rapuhnya kedaulatan bangsa sehingga maka kolonialisasi gaya baru yang belakang muncul di tanah air dapat dicegah.

Ketua Panitia Bedah Buku, H Hasyim Asyari mengatakan, pada dekade tahun 2000 terdapat banyak aliran yang menyalahgunakan makna dan maksud kata jihad. Padahal, kata dia, jika penempatan jihad itu salah akan memiliki efek negatif yang luar biasa. Masyarakat bisa seenaknya melakukan jihad dengan mengatasnamakan agama.

"Jihad yang dimaksudkan oleh NU beda dengan jihadnya para teroris. Hal inilah yang akan dikupas dalam buku resolusi jihad paling syari siang ini," papar pria yang juga menjadi Wakil Ketua GP Ansor Surabaya itu.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah, Kyai, Budaya Ustadz Felix Siauw Terbaru

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Asep Irfan Mujahid menjelaskan bahwa ada tiga yang akan menjadi titik pijak dalam memimpin IPNU selama tiga tahun ke depan.?

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

“Melaksanakan apa yang menjadi mandat kongres, itu yang pertama. Yang kedua, menjabarkan visi misi saya (ketika menjadi calon Ketua Umum IPNU dulu), dan merangkum masukan dari rekan-rekan pusat dan daerah,” tutur Asep kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru saat diwawancarai di Kantor IPNU Lantai 5 Gedung PBNU.

Menurutnya, ketiga hal tersebut akan diwujudkan ke dalam beberapa agenda seperti penguatan organisasi dan kaderisasi. Ia berupaya untuk menerbitkan beberapa regulasi untuk mendorong adminsitrasi yang tertib dan menjadi pedoman tata kelola administrasi di berbagai tingkatan. ? ?

“Adapun untuk membangun disiplin organisasi, kita menekankan kepada seluruh unsur pimpinan untuk senantiasa melakukan penguatan dan pengembangan sayap-sayap IPNU,” katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain itu, laki-laki asal Ciamis tersebut akan memperkuat dan membangun kembali tata nilai kaderisasi. Ia akan menekankan pada format pelaksanaan kaderisasi yang berbasis pada doktrin Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah menerapkan nilai-nilai aswaja pada kader-kader IPNU. ?

“Kalau berbicara doktrin itu tidak ada tawar menawar. Ini qunut, ini tahlil, faidahnya dan dalilnya ini. Berbeda kalau bicara pada tataran ideologi ideologi. Kalau ideologi kan kerangkanya, kenapa ini bisa qunut? jadi akan semakin mengembang kajiannya,” papar Asep.

“Doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah ini menjadi nafas besar, landasan besar dari pelaksanaan kaderisasi IPNU selama tiga tahun ke depan,” lanjutnya.

Asep menilai bahwa kaderisasi secara formal adalah tugas dan tanggungjawab bersama pengurus baik tingkat pusat maupun daerah. Ia menyerukan kepada pimpinan IPNU yang ada untuk mengadakan dan memperkuat sektor kaderisasi. ?

“Jadi ini (kaderisasi formal) bukan hanya tugas pusat atau daerah saja. Ini tugas kita semua,” pungkasnya. ? ?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Agenda terdekat yang akan dilaksakan PP IPNU adalah Rakornas (Rapat Kordinasi Nasional) organisasi dan kaderisasi. Tujuan dari agenda ini adalah untuk merapihkan kembali metode yang berkaitan dengan tata kelola organisasi dan kaderisasi serta mensinkronisasikan program-program antar Bidang dan Lembaga IPNU. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jangkrik ABRI

"Kang, Apa Sampeyan sudah dengar cerita orang Madura jual Jangkrik?" tanya D. Zawawi Imron pada saya.

"Penjual Jangkrik ada di mana-mana, bukan monopoli orang Madura, Kiai?" jawab saya.

Jangkrik ABRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangkrik ABRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangkrik ABRI

"Lho, ini istimewa, Kang. Karena yang dijual Jangkrik ABRI," tukas Zawawi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Bagaimana ceritanya?" saya penasara.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Jangkrik-jangkrik.. Jangkrik ABRI menangan, Jangkrik ABRI menangan," cerita Zawawi dengan logat Madura yang kental.

Datang calon pembeli, dan segera berminat.

"Jangkrik ABRI? Maksud Sampeyan apa?" tanya calon pembeli.

"Jangkrik ABRI, karena menangan, Cak. Ayok beli, Jangkrik ABRI menangan," jelas penjual jangkrik.

Tak menunggu lama, orang tadi langsung beli seekor Jangkrik ABRI. Tapi seminggu kemudian, si pembeli Jangkrik ABRI balik lagi, dan langsung marah-marah.

"Cak, gimana Sampeyan, Jangkrik ABRI menangan Jangkrik ABRI menangan? Ini langsung keok, terbanting dengan Jangkrik tetanggaku.

Penjual Jangkrik ABRI tidak terima dibilang jualannya kalah. Dia minta dipertemukan dengan jangkrik yang mengalahkan Jangkrik ABRI. Ketemulah mereka.

"Mana jangkrik yang ngalahin Jangkrik ABRI?" tanya penjual.

"Ini! Ini jangkriknya" langsung nyodorin jangkrik.

"weeeehhhhh... Pantesan menang. Jangkrik teman Sampeyan pangkatnya kapten. Sementara jangkrik yang Sampeyaan beli dari saya kan cuma kopral," jelasnya (Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Meme Islam, Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Cegah Radikalisme Harus Ada Bekal Antisipatif

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Radikalisme, hingga kini menjadi perhatian penting bagi warga nahdliyin dalam mengantisipasi massifnya ideologi gerakan tersebut terhadap lapisan umat di tanah air Indonesia ini.

Cegah Radikalisme Harus Ada Bekal Antisipatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Radikalisme Harus Ada Bekal Antisipatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Radikalisme Harus Ada Bekal Antisipatif

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Isrofil Amar menegaskan bahwa untuk mencegah radikalisme terlebih dahulu harus menganalisa kelemahan serta kelebihan paham tersebut. "Warga NU tak boleh tergesa-gesa dalam mengantisipasi gerakan itu, namun harus memahami terlebih dahulu apa paham radikal dan bagaimana pengaruh paham radikal itu kepada masyarakat," katanya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru saat ditemui di kediamannya, Kamis (15/9/2016).

Sikap demikian menurut Kiai Isrofil akan lebih tepat sasaran daripada harus tergesa-gesa menyikapi gerakan tersebut tanpa ada bekal khusus dalam merumuskan sikap penolakan atau antisipatif makarnya radikalisme. "Masyarakat harus diajak pro aktif dan satu pemahaman tentang bahaya radikalisme kepada bangsa dan negara," ujar dia.

Penting juga mengetahui sejumlah tokoh paham radikal. Hal ini untuk lebih mewaspadai berbagai pola atau cara mereka dalam mengintervensi masyarakat. "Kalau sudah tahu maka otomatis mengetahui persamaan dan perbedaannya, juga berbagai pola yang diterapkan," lanjutnya.

Salah seorang dosen Unipdu itu menambahkan, setelah masyarakat sudah mengetahui berbagai pola, sejumlah tokoh, juga keunggulan paham radikal itu, maka perlu dipahamkan tentang akidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. "Kita isi dengan akidah Aswaja, akidah itu tidak hanya ibadah namun juga muamalah dan akhlak, selama ini yang kita pelajari tentang akidah hanya dari sisi ubudiayah saja," tuturnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Namun demikian perbandingan paham itu hendaknya juga diartikan sebagai media untuk membangun kekuatan di tubuh NU, baik secara struktural juga sisi kulturalnya. "Tapi perbandingan aliran itu perlu untuk kita, agar NU lebih kuat, orang NU harus tahu aliran-aliran yang lain," tandasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hadits, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 23 Oktober 2017

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah

Oleh Aswab Mahasin

Dalam hidup yang terus berkembang, perubahan akan selalu terjadi—pada semua aspek: alam, lingkungan, budaya, politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya. Perubahan bisa dikonotasikan pada dua makna, berkembang ke arah positif atau negatif. Akhir-akhir ini kita digegerkan oleh perubahanArab Saudi, di mana putra Raja Salman menggalangkan Islam Moderat. Sebagian orang menyambutnya dengan gembira, sebagian lagi menyambutnya nestapa. Ada pula yang mengatakan bobolnya benteng wahabi dan ada juga yang mengatakan, ‘semua akan Islam Nusantara pada waktunya’. 

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah

Namun, dalam hal ini kita tidak akan membahas Arab Saudi. Tetapi, kita akan membahas hakikat dari perubahan itu sendiri. Kita sebagai manusia terus mengalami perubahan, dari mulai dalam kandungan, lahir ke dunia, tumbuh menjadi dewasa, menua, dan kemudian menghadapi kematian. Perubahan tersebut dibarengi juga dengan perubahan fisik, rambut memutih, kulit keriput, dan kondisi fisik yang melemah. Proses itu adalah keniscayaan yang pasti terjadi dalam kehidupan kita.

Tidak sedikit pula dari kita yang mencoba membendung perubahan, namun tetap saja perubahan tidak akan pernah membohongi waktu. Walaupun ‘satu kodi’ dokter kecantikan/kegantengan kita datangkan, perubahan tidak akan pernah bisa dielakkan (apalagi perubahan dari hidup ke mati).

Begitupun dengan peradaban sebuah bangsa, mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Indonesia, di awali dengan pra-sejarah, Hindu-Budha, Kerajaan Islam, penjajahan, kemerdekaan, orde lama, orde baru, reformasi, dan saat ini. Setiap fase mempunyai psikologi sosialnya masing-masing.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Seperti fenomena historis, jatuhnya peradaban Cina Kong Hu Cu sejak perang candu dan bangkitnya peradaban Cina baru ketika ajaran Kong Hu Cu digantikan komunisme; runtuhnya peradaban Mesir Fir’aun dan peradaban Yunani-Romawi sekaligus pergantiannya oleh peradaban baru yang diilhami ajaran Kristen dan Islam. Begitu pula dengan runtuhnya komunisme di Uni Soviet.

Perubahan juga terjadi pada politik Indonesia, dari mulai politik orde baru yang mengekang kebebasan rakyat, masuk kepada politik reformasi yang memberikan ruang terbuka, dan sekarang masuk pada politik mediakrasi di mana media menjadi supirnya. 

Secara fundamental, perubahan juga terjadi pada gerakekonomi kita, banyak yang awalnya miskin jadi kaya, yang kaya jadi miskin. Hidup seperti roda berputar, begitupun dengan “dunia terbalik” sebuah fenomena yang akhir-akhir ini salah kaprah. Hal tersebut juga bagian dari perubahan, dengan kebiasaan masyarakat yang tidak lagi membuang sampah pada tempatnya, melainkan membuang tempatnya pada sampah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Perubahan pada hakikatnya merupakan esensi dari kehidupan itu sendiri, tidak ada satupun elemen kehidupan yang tidak mengalami perubahan. Perubahan adalah hidup itu sendiri. Hidup tanpa perubahan—kemustahilan karena identik dengan mati. Seperti yang digambarkan Herakleitos, ia menggambarkan perubahan dengan dua cara, pertama, ia mengatakan seluruh kenyataan merupakan arus sungai yang mengalir, dan kedua, ia mengatakan seluruh kenyataan adalah api.

Arus sungai sebagai lambang perubahan terdapat dalam fragmen yang terkenal, “Engkau tidak bisa turun dua kali ke dalam sungai yang sama”. Maksudnya, sungai selalu mengalir, sehingga air sungai selalu berbeda. Orang yang turun ke dalam sungai dua kali tidak turun ke dalam sungai yang sama seperti semula. Semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tinggal menetap (panta rhei kai uden menei).(Prof. Dr. K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, [Yogyakarta: Kanisius, 1999], hlm. 55-56)

Herakleitos juga menyatakan seluruh kenyataan adalah api, baginya api sebenarnya tidak merupakan suatu anasir yang dapat menerangkan kemantapan di belakang perubahan-perubahan dalam alam, melainkan api melambangkan perubahan itu sendiri. Tidak sulit untuk mengerti mengapa Herakleitos memilih api. Nyala api senantiasa memakan bahan bakar yang baru. Dan bahan bakar itu senantiasa berubah menjadi abu dan asap. Namun, api itu tetap api yang sama. Karenanya, api cocok sekali untuk melambangkan kesatuan dalam perubahan. Kata Herakleitos, “Ada suatu pertukaran: semua benda ditukar dengan api dan api ditukar dengan semua benda, seperti barang dengan emas dan emas dengan barang.” (Prof. Dr. K. Bertens: 1999)

Dalam era serba media ini, perubahan yang terjadi sangat kompleks, kita tidak bisa mengikuti begitu saja kehendak perubahan. Mau tidak mau, perubahan mempunyai dua wajah, baik dan buruk. Karena itu, kita harus bersikap selektif terhadap perubahan. Perlu diingat, kita tidak bisa menerima sepenuhnya perubahan, kenapa? Akan terjadi ke-blur-an pemahaman—maksudnya, kita tidak lagi mengetahui secara jelas nilai-nilai mana yang harus dianut. Begitupun dengan menolak seluruhnya—tidak bisa juga, efeknya—kita menjadi kagetan dan radikal setiap memandang perubahan yang terjadi.

Dengan demikian, perubahan secara mikro atau makro yang kita alami, harus kita fungsikan ke arah meningkatnya kualitas hidup; menjadi lebih manusiawi, lebih spiritual, dan lebih baik. Bukan perubahan yang menghancurkan, apalagi mencabut status kemanusiaan seseorang. Allah Berfirman, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi....” (QS. Al-A’raaf: 56), “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu....” (QS. Huud: 112).

Di sini kita membutuhkan kerendahan hati dan kearifan untuk membangun kesadaran, karena manusia tidak akan pernah mampu menyaring semuanya—al-insan mahal khata wa nisyan—manusia adalah tempatnya kesalahan dan kelupaan. Itu menandakan bahwa manusia tidak berada pada posisi yang mutlak, apalagi menggenggam kemutlakan.

Menghadapai perubahan yang fundamental ini, mau tidak mau, kita harus mengingat kembali makna kehadiran di dunia ini dan membaca penuh kesadaran mengenai kekuasaan sang waktu. Karena, al-waqtu kas saif, waktu seperti pedang, kalau kita tidak mampu menggunakannya maka akan dapat mencelakakan diri sendiri.

Dalam pada itu, waktu diciptakan supaya segala sesuatunya tidak terjadi bersamaan, ketika semuanya terjadi bersamaan, itu bukan kehidupan. Waktu tidak bisa ditunda, ia terus berputar, dari berputarnya waktu—artinya, waktu memerintahkan kita untuk berproses dan mengisi, tidak hanya berdiam diri, melainkan dari proses itu juga oleh waktu dijanjikan sebuah hasil.

Pembiaran terhadap waktu sama saja kita menikam diri sendiri, menyia-nyiakan hidup yang terus berjalan, berkembang, dan berubah. Karena itu, semua yang ada di dunia ini, entah manusia, bangsa, dan apapun bentuknya selalu berkembang bersama waktu, sekaligus mendapatkan porsi waktunya masing-masing, karena waktu memberikan isyarat adanya sebuah ‘giliran’.

Dalam kaitannya dengan masalah waktu, maka hakikatnya, setiap manusia ataupun bangsa mempunyai jadwal waktu pergiliran. Di antara esensi pergilirian, Al-Qur’an, surat al-Hasyr ayat 7 menegaskan: “...supaya kekuasaan (kekayaan) itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya di antara kamu.” Pergiliran, pergantian, dan pergeseran adalah bagian dari realitas kehidupan. Bahkan menjadi satu aturan kehidupan itu sendiri dan karenanya dapat dipandang sebagai sunnatullah-karenanya akan berlaku pasti. Persoalannya hanya terletak pada waktu. (Prof. Dr. Musya Asy’ari, Dialektika Agama untuk Pembebasan Spiritual, [Yogayakarta: LESFI, 2002]. Hlm. 108-109)

Pesan al-Qur’an surat al-‘Ashr ayat 1-3, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan nasihat-menasihati supaya menetapi kebenaran dan kesabaran.”

Biarkan saja perubahan berjalan, menentukan arahnya—yang pasti komitmen kita terhadap kesadaran semesta harus dibangun, kesadaran ini meliputi segala aspek kehidupan—bahwa kita adalah subjek dan objek kehidupan, kita bukan penindas atau perusak. 

Penulis adalah Pembaca Setia Ustadz Felix Siauw Terbaru.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Quote, Aswaja, Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 22 Oktober 2017

Untuk Jadi Pengusaha, Uang Bukan Segalanya

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Umumnya orang menjadikan uang sebagai faktor utama ketika akan memulai usaha. Bila tidak ada modal berupa uang tunai, maka kesempatan berwiraswasta dianggap tidak mungkin dijalankan. Padahal uang bukanlah satu-satunya modal untuk berusaha, yang terpenting adalah kemauan kuat untuk berusaha.

Inilah pesan yang disampaikan H Muhammad Yasin, Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Wilayah Jawa Timur saat mengadakan silaturrahim ke Jombang, Senin (7/1)..

Untuk Jadi Pengusaha, Uang Bukan Segalanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Jadi Pengusaha, Uang Bukan Segalanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Jadi Pengusaha, Uang Bukan Segalanya

Gus Yasin -sapaan akrabnya- justru sangat mengeapresiasi beberapa santri yang berkeinginan kuat untuk menjadi pengusaha. "Modal utamanya adalah tekad dan jaringan," katanya. Tekad adalah merupakan keinginan kuat dari seseorang untuk terus mencoba dan berusaha berbagai peluang yang bisa diraih.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Memang harus banyak belajar dan jangan gampang putus asa," kata pengelola Pesantren Al-Qurthuby, Pujer Bondowoso ini. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Namun demikian, jangan terlalu membayangkan usaha yang akan dilakukan. "Langsung dikerjakan saja," katanya buka rahasia. Sebab kalau segala masalah yang berhubungan dengan usaha terlalu dipikirkan dengan detail, maka dapat dipastikan tidak dapat berjalan sesuai harapan. "Apalagi belum-belum sudah berfikir soal rugi," katanya. "Bagaimana mungkin kita bicara rugi kalau usaha belum dijalankan?" katanya balik bertanya.

Oleh sebab itu hal mendesak yang harus ditumbuhkan khususnya kepada para santri adalah keinginan kuat untuk berusaha.

Yang juga tidak kalah penting adalah memanfaatkan jaringan. "Terkadang dalam usaha tidak perlu memiliki modal uang, andai jaringan telah kita kuasai," ungkap suami dari Hj Zuhrotun Nikmah ini.

Dengan jaringan para pengusaha, maka dapat saja antara anggota hanya memberikan informasi peluang yang dimiliki. "Soal ketersediaan barang dan modal dapat menggunakan usaha dan modal orang lain," katanya. Dan inilah yang nantinya akan membedakan mereka yang memiliki jaringan dengan yang kurang punya koneksi. "Jaringan itu dapat dijalin dengan silaturahim," ungkapnya.

Karena itulah dengan terbentuknya HIPSI, maka diharapkan silaturahim antara pengusaha santri bisa terjalin dengan baik. "Dengan demikian, keinginan untuk menumbuhkan kesadaran berwirausaha dapat terealisir dalam waktu yang tidak lama," pungkasnya.  

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Meme Islam, RMI NU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 20 Oktober 2017

Dua Hal Ini Sebabkan Pengguna Media Sosial Jadi Korban Hoax

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Ketua Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia Septiaji Eko Nugroho menyebut setidaknya dua penyebab seseorang menjadi korban informasi palsu atau hoax. Para korban umumnya kurang guyon dan kurang piknik.

"Seperti yang belum lama ini menimpa PT Pertamina. Ia merespon serius meme bahwa BBM gratis pada tanggal 29 dan 30 Februari," kata Septiaji saat menjadi pembicara dalam "Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama Media, OKP, dan Ormas" di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (23/3).

Dua Hal Ini Sebabkan Pengguna Media Sosial Jadi Korban Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Hal Ini Sebabkan Pengguna Media Sosial Jadi Korban Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Hal Ini Sebabkan Pengguna Media Sosial Jadi Korban Hoax

Mereka yang menjadi korban menunjukkan kurang guyon, sehingga jadi korban hoax dan dibully secara massif oleh netizen. Apalagi, responnya ditayangkan di website resminya.

"Untuk yang kurang piknik, lazimnya kurang banyak memahami keragaman di lain daerah. Akibatnya, cara pandangnya menjadi sempit," tegas Septiaji.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Saat ini konten provokatif cukup marak. Hal tersebut kerap dilakukan oleh orang-orang yang tidak siap keberagaman.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Lepas dari itu, literasi yang rendah berbanding lurus dengan polarisasi masyarakat dan penggunaan medsos secara massif. Hoax pun mudah merebak," sesalnya.

Rendahnya literasi membuat masyarakat jarang melakukan pencekan atau klarifikasi berita, sebagian masyarakat yang menggunakan aplikasi WhatsApp, BBM, telegram, dan lain-lain tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengklarifikasi berita, ditambah polarisasi akibat proses politik, SARA, maka merebaklah berita palsu.

"Karenanya, edukasi literasi cukup penting. Bisa dimulai dengan tidak mudah men-share informasi. Hadirnya masyarakat kritis mesti kita upayakan. Dapat dimulai dari level SMA," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Daerah, Ulama, Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Isi Liburan, Pelajar NU Madiun Gelar Pendidikan Medsos dan Jurnalistik

Madiun, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Madiun menggelar Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik untuk mengisi liburan sekolah. Kegiatan kali ini mengusung tema “Citizen Journalism di Era Digital Sebagai Media Dakwah Pelajar Berazaskan Ahlus Sunnah Wal Jamaah”.

Menurut Ketua IPNU Hendrik Sulaksono, pelatihan ini menjadi bagian dari dakwah di era digital dewasa ini. Pemahaman media sosial dan jurnalistik, katanya, akan jadi filter bagi para pelajar NU dalam mengonsumsi sajian yang disuguhkan.

Isi Liburan, Pelajar NU Madiun Gelar Pendidikan Medsos dan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Liburan, Pelajar NU Madiun Gelar Pendidikan Medsos dan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Liburan, Pelajar NU Madiun Gelar Pendidikan Medsos dan Jurnalistik

“Banyak hal yang dibawa oleh Medsos, baik yang positif maupun negatif, bahkan suguhan-suguhan palsu,” kata Hensu, sapaan akrab Hendrik Sulaksono.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Geger tersebut mengatakan pihaknya juga menekankan pelajar NU tidak bisa menghindar dari perdaban digital yang sedang berlangsung saat ini, sehingga perlu sikap arif dalam menghadapinya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu, Sekertaris PCNU Kabupaten Madiun KH Mabrur mengatakan, sudah jamak dimengerti bahwa pengaruh tulisan sangat efektif mempengaruhi tautan memori masyarakat. Dan orang bisa berubah pola pikir dan perilakunya akibat membaca tulisan, apalagi era medsos yang semakin menggurita dengan serba-serbinya.

Ia mendorong kepada para pelajar agar segera cancut taliwondo ke dunia kepenulisan, dan tetap percaya diri. “Jadilah diri sendiri dengan tulisan kalian sendiri, bukan seperti orang lain yang hanya tiruan belaka, karena kalau kalian ikut-ikutan saja berarti kalian sedang bermimpi, maka bangunlah dan mulailah dari sekarang,” pungkas kiai asal Dagangan ini.

Dalam kegiatan tersebut turut menghadirkan Pimpinan Redaksi Radar Madiun, Hadi Winarso. Ia mengatakan, NU merupakan pasar potensial buat meraih kekuatan finansial organisasi. Sudah saatnya generasi muda NU memaksimalkan peluang ekonomi di bidang media sosial cetak maupun online dalam mendorong kemandirian organisasi.

Kegiatan yang berlangsung di Aula NU Center Kabupaten Madiun Munggut Kecamatan Wungu, Kamis (29/12) ini dihadiri Ketua Fatayat NU Madiun Nurul Hidayati dan sebanyak 30 pelajar dari seluruh PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Madiun (Ali Makhrus/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Aswaja Ustadz Felix Siauw Terbaru

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Muslim di Indonesia merupakan jumlah terbanyak di dunia dalam sebuah negara. Kenyataan ini diikuti oleh jumlah lembaga pendidikan Islam yang angkanya juga mencapai jumlah terbanyak dibanding dengan negara-negara dengan mayoritas penduduk Islam di seluruh dunia.?

“Namun kenyataan yang terjadi, hingga saat ini lembaga Pendidikan Islam di Indonesia belum menjadi tujuan utama bagi masyarakat dunia,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin saat memberikan materi dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat Dunia di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Pendidikan Islam Moderat

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam ini, Kamaruddin juga menerangkan karakter moderatisme Islam Indonesia harus menjadi perhatian serius para guru agama Islam dengan mengembangkan pemikiran moderat kepada generasi muda.

“Cita-cita menjadi rujukan pendidikan moderat untuk warga dunia harus diikuti oleh peningkatan kualitas, baik sumber daya maupun infrastruktur,” tutur Kamaruddin di depan sekitar 400 stakeholder Pendidikan Agama Islam (PAI), meliputi guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurutnya, potensi sumber daya dan infarastruktur bangsa Indonesia sangat besar. Bangsa Indonesia saat ini sudah mempunyai kesadaran kolektif untuk mewujudkan Islam yang ramah dan toleran. Selai itu, lanjut Kamaruddin, Indonesia juga mempunyai infrastruktur sosial dengan hadirnya ormas-ormas Islam yang mempunyai visi sama terhadap tujuan bangsa dan negara.

Lebih jauh, Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menegaskan kepada para stakeholder Pendidikan Agama Islam untuk merawat generasi muda dari penetrasi paham agama yang ekstrem dan radikal.?

“Sebab, kantong-kantong kegiatan siswa di bidang keagamaan seperti Rohis di sekolah menjadi sasaran empuk paham ekstrem. Hal ini menjadi perhatian serius agar pemahaman Islam yang baik, ramah, toleran, dan damai dapat terus terawat,” tegas Kamaruddin. (Fathoni) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 18 Oktober 2017

Gus Durian Yogyakarta Luncurkan Majalah Santri Gus Dur

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Komunitas Gus Durian Yogyakarta meluncurkan Majalah Santri Gus Dur di Pendopo Hijau Yayasan LKiS, Sorowajan, Yogyakarta, Jumat (22/1) malam. Penerbitan majalah ini didorong oleh kehendak untuk memasyarakatkan pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Pimpinan redaksi Agung Hidayat mengatakan, acara peluncuran ini adalah "sempalan" dari agenda rutinan Kajian Bulanan Gus Durian Jogja (KBGJ). "Karenanya, kami sebenarnya hanya numpang pada kegiatan rutinan malam ini" katanya.

Gus Durian Yogyakarta Luncurkan Majalah Santri Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Durian Yogyakarta Luncurkan Majalah Santri Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Durian Yogyakarta Luncurkan Majalah Santri Gus Dur

Majalah ini, lanjutnya, berangkat dari motivasi sederhana, ikhtiar kami untuk turut menyebarluaskan pemikiran Gus Dur. Untuk majalah edisi pertama ini kami mengusung tema Pribumisasi Islam karena memang majalah ini memuat pemikiran Gus Dur.

"Jadi alangkah baiknya jika tema ini berangkat dari pemikirian Gus Dur pula. Selain itu majalah Santri Gus Dur juga sudah barang tentu memuat rubrik-rubrik lainnya yang menunjang pembaca dapat lebih menikmati dalam membaca pemikiran Gus Dur," ungkapnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ditanya soal publikasi majalah Santri Gus Dur, Agung mengatakan, majalah yang notabene formatnya digital ini dapat diunduh secara gratis di situs santrigusdur.com. Majalah Santri Gus Dur ini juga hadir dalam bentuk dwi bahasa.

Ia berharap kehadiran majalah ini dapat melengkapi khazanah bagi semua kalangan yang ingin tahu tentang Gus Dur.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Majalah ini ke depannya akan hadir dengan tema-tema yang menarik. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Aswaja, Kiai Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 16 Oktober 2017

PKB Deklarasikan Majelis Pecinta Shalawat Nusantara

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sebagai upaya untuk mendakwahkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamiin, Partai Kebangkitan Bangsa membentuk Majelis Pecinta Shalawat Nusantara atau disingkat Pesona. Deklarasi majelis ini diselenggarakan sekaligus dengan menggelar Shalawat dan Tahlil untuk Bangsa di halaman kantor DPP PKB Jakarta, Selasa.

PKB Deklarasikan Majelis Pecinta Shalawat Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB Deklarasikan Majelis Pecinta Shalawat Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB Deklarasikan Majelis Pecinta Shalawat Nusantara

Ketua Pesona H Helmy Faishal Zein menjelaskan majelis ini untuk membentuk kelompok Islam yang selama ini gampang membid’ah-bid’ahkan amaliah warga NU. “Kami akan membentuk majelis ini sampai di tingkat propinsi di seluruh Indonesia,” katanya.?

Hadir dalam pembukaan tersebut KH Said Aqil Siroj, para menteri yang berasal dari PKB, KH Cholil As’ad, KH Miftahul Ahyar, KH Aziz Masyhuri, KH Munif Zuhri, dan lainnya.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Acara shalawatan dipimpin oleh Habib Anis Shahab yang melantunkan berbagai jenis shalawat diiringi dengan rebana yang membuat suasana menjadi syahdu.

Dalam acara yang digelar selepas shalat tarawih ini, sebagian besar jamaah mengenakan pakaian putih-putih. KH Munif Zuhri dalam ceramahnya menjelaskan, shalawat merupakan doa kepada Allah yang dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan. Dihadapan jamaah, ia mengajak hadirin mengumandangkan shalawat Badar yang merupakan shalawat khas NU.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kiai Said dalam tausiyahnya juga menjelaskan keberadaan budaya sangat penting dalam menjaga agama. Islam di Indonesia didakwahkan secara damai dan masyarakat berislam secara bertahap, tidak diancam pakai pentungan yang memaksa semuanya haram dan masuk neraka.?

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan permohonan maafnya kepada para kiai karena kondisi perekonomian saat ini belum membaik meskipun semua pihak di jajaran pemerintah sudah bekerja keras.?

Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan dukungannya atas keputusan MK yang menolak Judicial Review UU Perkawinan yang tetap mempertahankan aturan pernikahan harus seagama.

“Kita mendukung keputusan MK atas UU Perkawinan yang dibuat oleh KH Bisri Syansuri,” paparnya.

Ia juga berharap Presiden Jokowi tetap mendukung pengembalan amaliah Islam ahlusunnah wal jamaah di Indonesia. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Khutbah, Anti Hoax, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru

LPBI NU DKI Jakarta Gelar Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta menggelar pelatihan dasar-dasar penanggulangan bencana di Jakarta, Ahad (9/10). Pengurus LPBI NU DKI Jakarta membekali peserta dengan berbagai teknik dasar penanganan bencana.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pengurus LPBI NU DKI tentang penanggulangan bencana.

LPBI NU DKI Jakarta Gelar Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Gelar Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Gelar Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana

“Pelatihan ini merupakan amanah Rapat Kerja Nawa Karya program LPBI NU DKI Jakarta,” kata Ketua Panitia Pelatihan Asep Sabar Utama.

Narasumber yang hadir pada pelatihan ini antara lain Sekretaris PP LPBI NU Yayah Ruchyati dan Tenaga Ahli Bidang Bencana Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi yang juga Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Materi yang disampaikan pada pelatihan ini, kata Asep, mencakup peran NU dalam penanggulangan bencana, dasar-dasar penanggulangan bencana, konsepsi dasar penanggulangan bencana, sistem nasional penanggulangan bencana, siklus penanggulangan bencana, dan tindakan pengurangan risiko bencana.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Peningkatan kapasitas pengurus ini diadakan mengingat DKI Jakarta memiliki permasalahan kebencanaan yang kompleks seperti banjir. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Humor Islam, Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 13 Oktober 2017

Afganistan Berisiko Jadi Produsen Narkoba Dunia

Wina, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Afghanistan berisiko menjadi negara produsen narkoba jika tidak ada dukungan internasional untuk membantu penciptaan lapangan kerja di negara tersebut, demikian kepala Kantor PBB untuk Obat-Obat Terlarang dan Kriminal (UNODC) Yury Fedotov pada Rabu.

Afganistan Berisiko Jadi Produsen Narkoba Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Afganistan Berisiko Jadi Produsen Narkoba Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Afganistan Berisiko Jadi Produsen Narkoba Dunia

Fedotov menggambarkan masa depan suram persoalan narkotika di Afghanistan satu tahun sebelum penarikan pasukan NATO pada tahun depan, lapor Reuters dan dikutip Antaranews.

Dia mengatakan bahwa kehadiran pasukan NATO telah menciptakan sepertiga total investasi dan lapangan kerja di Afghanistan. Dengan demikian Fedotov berpendapat bahwa pemerintah setempat harus segera bertindak sebelum pasukan NATO mengakhiri tugasnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Penelitian tahunan UNODC yang akan dilakukan pada akhir bulan ini akan menunjukkan seberapa banyak peningkatan pembibitan dan produksi opium dibandingkan pada tahun 2012, demikian Fedotov kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Afghanistan saat ini merupakan produsen nomor satu opium (bahan utama untuk membuat heroin) di dunia. Dari situlah Taliban mendapatkan pendanaan untuk gerakan gerilyanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Keadaan saat ini semakin memburuk dan ini sangat mengecewakan," kata Fedotov.

Dia mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan sebuah kemunduran yang harus disikapi sebagai tantangan.

Pemerintah Afghanistan akan membutuhkan lebih banyak bantuan untuk menghentikan penanaman opium saat sebagian besar tentara asing pulang ke negaranya masing-masing.

Obat-obatan terlarang telah menjadi sumber pendanaan utama pemberontakan dan mengancam stabilitas keamanan kawasan. Selain itu, angka kecanduan di Afghanistan merupakan yang terbesar di dunia.

"Afghanistan juga merupakan lahan yang subur untuk korupsi dan berkembangnya organisasi kriminal transnasional," kata dia.

Setelah hampir 12 tahun pasukan NATO menginvasi Afghanistan, masih banyak wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Taliban dan pasukan lokal masih bergantung dengan dukungan unit udara luar negeri, terutama di wilayah terpencil.

Fedotov mengatakan bahwa memang terdapat niat politik di kalangan pejabat Afghanistan untuk mengakhiri persoalan narkoba. Namun upaya penangkapan dan penyitaan selama ini masih gagal membendung naiknya produksi opium.

Menurut Fedotov, petani-petani Afghanistan membutuhkan infrastruktur yang lebih baik dan pasar-pasar baru untuk menjual produk-produk legal. Lapangan kerja baru di sektor pertanian dan industri dibutuhkan untuk mengubah ekonomi yang bergantung pada produksi narkoba.

"Kita masih belum bisa membangun model ekonomi alternatif di Afghanistan," kata dia. 

Pada akhir tahun lalu, Afghanistan mensuplai 75 persen pasar heroin dunia.

“Diasumsikan, tahun ini akan mencapai 90 persen, kata Jean-Luc Lemahieu, pejabat tinggi PBB untuk kontra-narkotika di Afghanistan seperti dilaporkan servingdrope.

Produksi opium semakin menguntungkan ketika harganya naik sejak 2010 ketika terjadi pemberantasan penanaman opium. Petani dapat memperoleh $203 setara 2.250.000 rupiah per kilo ketika memanen opium, dibandingkan hanya $43 sen (Rp4800) per kilo gandung atau $1.25 (Rp14.000) beras.

Secara keseluruhan, produksi opium bisa mencapai angka seperti tahun 2008, ketika 388,000 hektar lahan ditanami opium. (mukafi niam)  

Foto: servingdrope

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri, Lomba, Olahraga Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan

Islamabad, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sekalipun tidak berlebaran di Indonesia dan berada jauh dari tanah air, masyarakat Indonesia yang berada di Pakistan tetap merayakan Idul Fitri dengan suka cita. Hal ini karena KBRI Islamabad melaksanakan berbagai kegiatan selama bulan Ramadhan sampai dengan perayaan Idul Fitri tahun 1437 H.

"Tahun ini sangat istimewa, pasalnya Lebaran di Pakistan jatuh pada hari yang sama dengan di Indonesia yaitu tanggal 6 Juli 2016," tutur Budiarto Kurniawan selaku Ketua Panitia. Idul Fitri di Pakistan biasanya lebih lambat satu bahkan dua hari setelah Indonesia.

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan

Untuk memfasilitasi warga Negara Indonesia (WNI) yang merayakan Lebaran, KBRI menggelar shalat Idul Fitri di Aula Budaya Nusantara KBRI setempat. Bertindak sebagai khatib, Ustadz Hendro Risbiantoro, mahasiswa Pasca Sarjana di IIU Islamabad. Dan sebagai Imam, Dhia Ul-Haque, cucu almarhum KH Nur Ali, pahlawan nasional dari Bekasi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam khutbahnya Hendro mengingatkan hadirin untuk tetap bersatu dan saling menguatkan serta berpegang teguh pada tali agama Allah, khususnya dalam menghadapi berbagai isu global akhir-akhir ini. "Kita harus optimis bahwa umat Islam akan mencapai kejayaannya, selama tetap pada jalan Allah SWT dan berorientasi memberikan manfaat bagi kemaslahatan manusia," tuturnya.

Duta Besar RI, Iwan Suyudhie Amri dalam sambutannya menilai penting apa yang disampaikan oleh khatib seraya mengajak seluruh WNI di Pakistan untuk meningkatkan kewaspadaan, kehati-hatian, dan tidak mudah terpancing dengan berbagai stimulasi yang ditunggangi kepentingan tertentu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Hendaknya nilai-nilai Ramadhan yang baru berlalu tetap dapat dipertahankan dan dipelihara dalam meniti kehidupan warga Indonesia di Pakistan," tutur Dubes kepada para hadirin. "Jauh dari tanah air bukan berarti tradisi-tradisi Lebaran di tanah air tidak bisa dihadirkan di Pakistan," sambung Dubes. Untuk meyakinkan para warga Indonesia, Dubes menggelar open house di Wisma Duta pukul 12.00 pada hari yang sama.

 

Obat Kangen

Para tamu yang mayoritasnya adalah mahasiswa, santri Jamaah Tabligh, dan mereka yang menikah dengan warga Pakistan tampak senang ketika mendapatkan menu open house adalah makanan yang biasa dihidangkan di Indonesia saat Lebaran. Sebut saja rendang, semur ayam, daging tunjang, sambal ijo, sambal kentang ati, soto padang, asinan bogor, sup buah, kue nastar, stick bawang, kroket, sampai dengan tape uli Betawi, dan lain-lain.

"Kangen saya terobati karena sudah lama tidak menemukan menu seperti ini di Pakistan," tutur salah seorang WNI yang menikah dengan warga Pakistan.

Tidak itu saja, nuansa Lebaran kali ini juga dimeriahkan dengan bagi-bagi angpau oleh Dubes Iwan kepada para anak kecil yang ikut open house. Suasana riuh dan penuh sorak anak-anak pun tidak dapat dihindari saat menerima angpau berisi uang dari Dubes. Para orang tua yang melihat pun turut senang dan sesekali turut mengantre untuk mewakili anaknya. "Wah, jadi ingat masa kecil dulu semangat Lebaran karena bakal dapat angpau dari sanak saudara," ungkap salah satu warga.

Tahun 2016 ini KBRI Islamabad telah menyelenggarakan berbagai kegiatan yakni, shalat dzuhur dan tadarus berjamaah, buka puasa bersama, shalat maghrib berjamaah, kultum/ siraman rohani menjelang berbuka, shalat Isya dan shalat tarawih berjamaah, peringatan nuzulul qur’an, takbiran berjamaah, serta ditutup dengan open house Dubes. Kegiatan tersebut telah mendekatkan komunikasi dan interaksi antara KBRI dan masyarakat Indonesia, serta memupuk hubungan baik antara elemen masyarakat Indonesia di Pakistan. (Muladi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 12 Oktober 2017

Kenapa Situs Radikal Lebih Bahaya Daripada Situs Porno?

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebutkan alasan kenapa situs radikal patut diwaspadai dibandingkan situs porno. Menurut Kang Said, semua orang langsung sepakat atas kandungan mudhorot yang ditimbulkan situs porno. Sementara tidak semua orang dapat mencermati mudhorot dari muatan-muatan situs radikal.

Kenapa Situs Radikal Lebih Bahaya Daripada Situs Porno? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Situs Radikal Lebih Bahaya Daripada Situs Porno? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Situs Radikal Lebih Bahaya Daripada Situs Porno?

“Semua orang mengerti situs porno itu berbahaya. Artinya siapa pun tanpa melibatkan pemerintah akan mencegah orang lain mengakses situs porno,” kata Kang Said saat diskusi bertajuk “Media Islam, Demokrasi, dan Gerakan Terorisme: Respon NU Terhadap Situs Radikal” di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (10/4) siang.

Muatan kedua situs ini sejatinya sama, berisi hasutan untuk melakukan sesuatu yang negatif. Hanya bedanya, bahaya situs porno sangat jelas di depan mata. Sedangkan situs radikal  mengandung bahaya laten yang tidak banyak orang curiga.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Pokoknya asal ada ayat al-Quran dan haditsnya, orang langsung termotivasi. Padahal situs radikal itu tidak lain mentransfer konflik di Timur Tengah. Konflik Suni-Syiah diperbesar. Dulu di zaman para kiai sepuh kita masih hidup, tidak konflik karena pertentangan madzhab,” ujar Kang Said.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kalau diperhatikan, situs-situs radikal justru malah meninggalkan aspek dakwah yang rahmatan lil alamin dan nilai-nilai substansial dalam agama Islam. Muatan pokok ini yang justru dilewatkan situs-situs radikal itu.

Kang Said menegaskan bahwa NU akan menentang kelompok manapun yang membawa konflik di belahan dunia manapun ke Tanah Air Indonesia yang damai. “Sekarang ini, jelas ada pihak ketiga yang mendanani dan mengadu domba sesame warga Indonesia.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Quote, Aswaja, Lomba Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 09 Oktober 2017

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sistem dan konsep kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) masih perlu perbaikan. Fakta riil Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan organisasi pemuda justru banyak diisi kader berusia di atas 40-an.

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto hal itu menyebabkan kesenjangan antara kader tua dan yang muda. Dan banyak kader Ansor maupun Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang enggan masuk ke NU.

Ia mengusulkan pada Kongres nanti ada pembahasan dan setrategi khusus dalam menyelesaikan kondisi demikian. Setidaknya dengan menghidupkan Pandu Ansor dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan kesenjangan kaderisasi tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Pandu Ansor dapat menjadi magnet sendiri di kalangan para pemuda untuk tertarik masuk ke dalam Ansor atau NU. Pandu Ansor juga termasuk salah satu organisasi kepanduan di Indonesia yang diakui, bahkan pernah menjadi kontingen dalam Jambore Pandu Dunia,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Senin pagi (23/11). ?

Menurut pandangan Gus Antok, sapaan akrabnya keberlangsungan organisasi selain ditunjang oleh kekuatan ideologisasi juga ditunjang oleh adanya sistem kaderisasi yang peka zaman dan tertib. Kaderisasi adalah upaya regenerasi secara sempurna, organisai tanpa regenerasi akan mengalami stagnasi dan entropi (pembusukan).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Maka harus ada upaya untuk membenahi permasalahan-permasalahan kaderisasi itu. Sistem kaderisasi di Ansor yang sudah ada sudah cukup baik, hanya perlu ada penekanan kembali pada kader muda yang baru hadir di Ansor, agar semangatnya tetap menggelora dan Ansor menjadi wadah yang menarik untuk diikuti dan beraktualisasi diri,” ungkapnya.

Sampai saat ini PC GP Ansor Jombang tengah merumuskan beberapa upaya untuk menghidupkan Pandu Ansor dengan intensif, mereka bertekad menyampaikan dan memperjuangkan buah hasil pikirannya mengingat organisasi kepanduan sangat dibutuhkan ke depan.

“Bahwa Pandu Ansor, juga merupakan gerakan yang sadar dan bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Upaya menghidupkan Pandu Ansor ini untuk mengembalikan kaderisasi Ansor pada jenjang-jenjang usia tertentu. Hal ini dirasa sangat efektif menjawab permasalahan kaderisasi di tubuh Ansor.

“Pandu Ansor merupakan sebutan bagi kader dan anggota GP Ansor, yang meliputi usia? 18-25 tahun. Pada kelompok kader atau anggota usia di atas 25 tahun dapat tersebar dalam struktural Ansor maupun Banser di semua tingkatan,” terangnya.

Sementara proses pendidikan kepanduan Ansor ini mulai dikenalkan di lingkungan sekolah, kampus dan masyarakat umum sebab Pandu Ansor adalah sistem kaderisasi untuk pemula yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat.

Terahir Gus Antok menegaskan bahwa Pandu Ansor adalah jawaban atas problematika anak-anak muda kita, mengembalikan pada jati diri keislaman dan keindonesiaan, agar tidak tergerus pengaruh arus idelogi liberal, Wahabi, komunisme dan ideologi yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara kesatuan republik Indonesia. (Syamsul/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Berita Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 04 Oktober 2017

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik

Sumenep, Ustadz Felix Siauw Terbaru. KH Ahmad Basyir Abdullah Sajjad memunyai kebiasaan unik. Pengasuh sepuh pondok pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep ini secara istiqomah setiap tahun mengundang makan bersama santri-santri kecilnya.

Ritual tahun ini berlangsung Jumat (29/10) pagi. Dengan wajah sumringah, para santri cilik masuk ke kediaman Kiai Basyir secara tertib. Kiai Basyir menyambutnya dengan wajah berseri-seri. Selanjutnya, para santri cilik ini menuju dapur. Di sanalah mereka sarapan pagi.

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik

Selama ini, putra pejuang kemerdekaan KH Abdullah Sajjad itu memang dikenal penyayang kepada siapa pun, terutama terhadap anak kecil.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Di samping itu, kiai yang berumur lebih 80 tahun itu dikenal istiqomah dalam beribadah dan mendidik masyarakat. Sering ia mengalami kurang sehat, tetapi tetap semangat mengimami santrinya sholat lima waktu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selain tetap menggelar kajian kitab kuning yang diikuti santri, ia juga semangat hadir ke undangan kajian kitab kuning yang digelar alumni maupun masyarakat di luar pesantren.

"Subhaanallah. luar biasa pola asuh KH A Basyir AS. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan panjang umur. Amin," ujar cendekiawan muda Sumenep yang alumnus Annuqayah Mohammad Khalili Ken. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Khutbah, Kajian Sunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 03 Oktober 2017

Hukum Istri Ambil Uang Suami Tanpa Izin

Memenuhi kebutuhan istri merupakan kewajiban utama seorang suami. Kebutuhan yang dimaksud tidak hanya kebutuhan materi, tapi juga kebutuhan nonmateri. Selain mencukupi kebutuhan istri, seorang suami juga mesti menafkahi anaknya sampai mereka dewasa dan mandiri. Kedua hal ini sudah menjadi tanggung jawab suami dan konsekuensi berumah tangga.

Perjalanan roda rumah tangga tentu tidak selamanya mulus. Sesekali terdapat rintangan dan halangan yang menyebabkan suami marah, istri merajuk, dan anak yang nakal. Semua tantangan ini perlu dihadapi dengan penuh ketabahan dan keseabaran.

Hukum Istri Ambil Uang Suami Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Istri Ambil Uang Suami Tanpa Izin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Istri Ambil Uang Suami Tanpa Izin

Salah satu problem rumah tangga yang kerap kali dihadapi ialah problem nafkah. Kaum wanita (istri) berada di garda depan untuk membela urusan nafkah tersebut karena terkadang mereka suka ditelantarkan. Nafkahnya kurang, dan tidak cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Di saat berada dalam posisi ini, seorang istri terpaksa harus mengambil uang suami tanpa izin darinya. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lahiriahnya. Bagaimana hukumnya?

Kasus ini pernah menimpa pasangan suami-istri, Hindun dan Abu Sufyan. Abu Sufyan diceritakan sebagai suami yang pelit, sehingga pada suatu hari Hindun terpaksa mengambil diam-diam uang suaminya. Karena merasa bersalah dan tidak tahu hukumnya, Hindun bertanya kepada Nabi SAW. Berikut penggalan kisahnya:

Ustadz Felix Siauw Terbaru

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?.

Artinya, “Aisyah RA menceritakan bahwa Hindun pernah bertanya kepada Nabi SAW. ‘Wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya Abu Sufyan suami yang pelit. Nafkah yang diberikannya kepadaku dan anakku tidak cukup sehingga aku terpaksa mengambil uang tanpa sepengetahuannya,’ kata Hindun. ‘Ambil secukupnya untuk kebutuhanmu dan anakmu,’” jawab Nabi SAW, (HR Al-Bukhari, Ibnu Majah, dan lain-lain).

Seharusnya seorang suami mengerti kondisi dan kebutuhan istri dan anaknya. Apabila ia tidak memberi nafkah yang cukup, sementara uangnya banyak, maka seorang istri diperbolehkan mengambil harta suami meskipun tanpa izin darinya sekedar untuk mencukupi kebutuhan harian.

Para ulama semisal Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menafsirkan kata “bil ma’ruf” dalam hadis ini dengan standar umum yang berlaku di daerah masing-masing. Jadi, kendati diperbolehkan mengambil uang suami tanpa izin, tapi tidak boleh berlebih-lebihan. Sekadarnya saja. Di sini istri juga mesti berhati-hati untuk menggunakan uang, terlebih lagi pengguna kartu kredit yang tagihannya dilimpahkan ke suami. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Santri, Hadits Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 02 Oktober 2017

Rektor UIN Malang: Dikotomi Ilmu sebagai Awal Kemunduran Islam

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Kalau membuka sejarah awal umat Islam, maka akan ditemukan para ulama dengan multidisiplin. Mereka memahi secara mendalam ilmu keagamaan, juga mampu memadukan dengan sains. Jadilah umat Islam kala itu menguasai peradaban lantaran tidak mendikotomikan ilmu pengetahuan.

Penjelasan ini disampaikan Mudjia Rahardjo, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang saat mengisi seminar nasional di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Sabtu (28/5) akhir pekan lalu. ?

Rektor UIN Malang: Dikotomi Ilmu sebagai Awal Kemunduran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UIN Malang: Dikotomi Ilmu sebagai Awal Kemunduran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor UIN Malang: Dikotomi Ilmu sebagai Awal Kemunduran Islam

"Kita dapat sebut ada Al-Kindi, Al-Farabi, Ibu Sina, serta sejumlah ulama kenamaan yang mampu membaca ayat qauliyah dan kauniyah dengan baik," kata Mudjia. Kemampuan mereka memadukan disiplin pengetahuan tersebut membuat khazanah pengetahuan kala itu demikian membanggakan.

Jika umat Islam mau mengejar ketertinggalan tersebut, maka tidak ada pilihan kecuali mempelajari ilmu keagamaan dan sains secara bersamaan. "Dan saya merasa, apa yang sudah dipelajari di pesantren adalah jawaban bagi masa depan kejayaan Islam di masa mendatang," katanya.

Harapan terhadap masa depan umat Islam ini semakin menemukan relevansinya ketika Mudjia melakukan kunjungan ke sejumlah negara. "Saat bertemu dengan sejumlah mufti di Rusia, Aljazair, Sudan serta negara dunia lainnya, harapan kebangkitan Islam tersebut dipercayakan kepada Indonesia," tuturnya. Karena di negeri ini, yang dikembangkan adalah Islam ramah, lanjutnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mudjia berharap para santri termasuk dari pesantren ini dapat mengisi kesempatan tersebut. "Betapa membanggakannya ada dokter yang hafal Al-Quran," ungkapnya. Demikian pula para astronot, ahli biologi dan seterusnya justru lahir dari pesantren.

Karenanya, Mudjia berharap tidak ada lagi dikotomi ilmu pengetahuan apakah agama atau umum. "Para santri yang ahli agama, juga harus pandai dalam penguasaan sains dan teknologi," harapnya. Model generasi Islam di masa mendatang, lanjut Mudjia diharapkan dari Indonesia yang di dalamnya termasuk pesantren.

Seminar nasional ini sebagai rangkaian dari peringatan Satu Abad Madrasah, dan 191 Tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Hadir sebagai narasumber ? Guru Besar UIN Sunan Ampel yang juga Ketua PW LP Maarif NU Jatim, Abdul Haris, serta Ida Fauziyah, Ketua FKB DPR RI. (Ibnu Nawawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pesantren, Cerita, AlaNu Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 01 Oktober 2017

Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba

Tulungagung, Ustadz Felix Siauw Terbaru



Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Batangsareng Kecamatan Kauman mengadakan pelatihan relawan antinarkoba pada Ahad, 3 Desember 2017 pukul 08.00 WIB sampai 13.00 WIB. Kegiatan itu dikerjasamakan dengan Badan Narkotika Nasional atau BNN Kabupaten Tulungagung,

Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba

Kegiatan berlangsung di balai desa setempat tersebut diikuti 50 peserta dari kalangan pelajar. Bahkan sejumlah tokoh berkenan hadir dan mendampingi peserta hingga kegiatan selesai.

Pelatihan yang difasilitasi Pemuda Mandiri Membangun Desa binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah desa setempat. 

"Kegiatan yang diadakan IPNU IPPNU seperti ini sangat penting untuk mengembangkan desa," tutur Ir. Ripangi. 

Kepala Desa Batangsaren tersebut juga berterimakasih kepada sejumlah peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Usai pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi oleh Tri Arief. Kasi P2M BNN Kabupaten Tulungagung menyampaikan tentang jenis dan dampak penyalahgunaan narkoba, serta kasus narkoba di kawasan tersebut. 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Salah satu kasus yang diceritakan adalah penangkapan pengedar narkoba di kecamatan Ngunut. Melalui cerita tersebut, diharapakan seluruh peserta pelatihan bisa waspada terhadap gerak mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Saya sangat senang karena materi yang saya dapat di pelatihan ini menyadarkan untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba," ujar Nimah, salah satu Pengurus Ranting IPPNU Batangsaren yang mengikuti pelatihan.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta dikukuhkan sebagai relawan anti-narkoba. Mereka memiliki tugas menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba dan kampanye menolak peredaran bahan berbahaya tersebut di desa dan sekolah. (Puspita Hanum/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Status Eyeliner dalam Hukum Islam

Hampir semua wanita ingin tampil cantik dan sedap dipandang mata. Kosmetik adalah solusinya. Salah satu kosmetik wanita yang digunakan untuk mempercantik dan menegaskan bentuk mata adalah celak atau eyeliner (penggaris mata). Eyeliner ini sangatlah eksis dan ngetrend di kalangan wanita dengan berbagai fungsi dan tujuannya, terlebih bagi wanita yang bermata sipit dan sayu.

Sebenarnya kosmetik untuk mempertajam mata telah ada sejak zaman Rasulullah SAW bahkan sejak zaman Mesir kuno. Celak yang bagus pada saat itu adalah celak itsmid yang terbuat dari batu hitam kemerahan dengan fungsi menajamkan mata dan menumbuhkan rambut mata sebagaimana di dalam hadits riwayat Al-Tirmidzi disebutkan.

Status Eyeliner dalam Hukum Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Status Eyeliner dalam Hukum Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Status Eyeliner dalam Hukum Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Artinya, “Dari Ibnu Abbas bahwasannnya Nabi SAW berkata, ‘Hendaklah kalian bercelak dengan itsmid, karena sungguh ia dapat memperjelas pandangan dan menumbuhkan rambut (mata). Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi SAW memiliki botol tempat celak, yang biasanya beliau memakainya setiap malam, tiga kali di bagian mata ini (kanan) dan tiga kali di bagian mata ini (kiri).’”

Tetapi menilik perkembangan zaman modern ini telah muncul berbagai jenis dan model eyeliner, bahkan tidak hanya dipakai di bawah mata tetapi dipakai di atas mata seperti layaknya ratu Cleopatra pada zaman Mesir kuno. Eyeliner itu adakalanya berupa pensil, dan jenis ini mudah hilang bahkan terhapus apabila terkena air. Ada pula eyeliner yang berbentuk liquid (cair), jenis ini termasuk tahan lama dan tidak mudah luntur kecuali jika terkena air. Bahkan ada juga jenis eyeliner yang sangat tahan lama dan tidak akan luntur meskipun terkena air, jenis ini disebut dengan eyeliner waterproof.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Melihat jenis eyeliner tersebut, maka timbul pertanyaan bagaimana hukum wudhu seorang wanita memakai eyeliner yang dalam kategori jenis ketiga, yakni memakai eyeliner jenis waterproof (tahan air)?

Secara fiqih, sebagaimana dalam kitab Al-Fiqhul Manhaji alal Madzhabis Syafi’i dijelaskan bahwa wajib meratakan basuhan ke seluruh rambut dan kulit bagian anggota wudhu. Jika di bawah kuku-kukunya terdapat kotoran yang menghalangi sampainya air, atau cincin (yang dipakai dapat menghalangi sampainya air) maka tidak sah wudhunya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? -? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? -? ? ? ?- « ? ? ? ? ? ? ».

Artinya, “Dari Abdullah bin Amr RA, ia berkata, ‘Kkami kembali bersama Rasulullah SAW dari Kota Mekkah menuju Madinah sampai ketika kami menemukan air di tengah perjalanan, maka sekelompok orang (kaum) segera bergegas shalat ashar, mereka pun berwudhu dengan tergesa-gesa, sampai kami berakhir sedangkan tumit mereka jelas sekali masih kering tidak tersentuh air. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Celakalah bagi tumit-tumit itu karena api neraka. Sempurnakanlah wudhu kalian.”

Ada pula hadits yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa terdapat laki-laki yang berwudhu dan meninggalkan tempat kuku-kukunya atas tumitnya. Nabi yang melihatnya mengatakan, “Ulangi lagi! Perbaiki wudhumu.” Maka ia kembali berwudhu dan shalat. Dua hadits ini menunjukkan bahwa tidaklah cukup wudhu jika bagian anggota yang wajib dibasuh tidak terkena basuhan.

Oleh karena itu jika eyeliner itu tahan air sehingga menghalangi air wudhu sampai anggota wajah yang tertutup eyeliner tersebut, maka wudhunya tidak sah sehingga bagi wanita ingin tampil cantik dengan pilihan eyeliner waterproof, hendaknya menghapus eyeliner itu terlebih dahulu sebelum berwudhu, atau memakainya ketika sedang menstruasi saja. Sedangkan eyeliner yang dapat terhapus dengan mudah ketika berwudhu, maka tidaklah masalah dengan catatan tetap memperhatikan semua anggota tubuh yang wajib dibasuh ketika berwudhu agar tidak termasuk dalam golongan yang diancam neraka oleh Nabi SAW karena sembrono dalam masalah wudhu. Wallahu a’lam. (Annisa Nurul Hasanah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sejarah, AlaNu Ustadz Felix Siauw Terbaru