Jumat, 31 Maret 2017

Puluhan Siswa SMA Progresif Bumi Sholawat Jalani Tes Urine

Sidoarjo, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Sekitar 55 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Progresif Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo, menjalani tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sidoarjo di halaman sekolah setempat, Selasa (17/1). Tes urine ini bertujuan untuk mengantisipasi dan memberantas penyalahgunaan segala jenis narkoba di kalangan pelajar.

Satu per satu siswa menjani tes urine dengan terlebih dahulu mengisi data yang disediakan oleh BNN. Hal ini dilakukan agar hasil tes urine yang diberikan ke BNN nantinya tidak tertukar.

Puluhan Siswa SMA Progresif Bumi Sholawat Jalani Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Siswa SMA Progresif Bumi Sholawat Jalani Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Siswa SMA Progresif Bumi Sholawat Jalani Tes Urine

M Qorin, salah satu siswa, mengatakan, seseorang yang mengonsumsi narkoba bisa menjadi tidak sadar.

"Beberapa jenis narkoba seperti sabu-sabu, ganja, dan pil koplo itu bisa bikin orang ketagihan bahkan tak sadarkan diri bila mengonsumsinya," kata Qorin.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Salah satu guru SMA Progresif Bumi Sholawat, Laili Agustin, mengatakan, pihak sekolah berencana akan melakukan tes urine ini secara berkala, terutama saat pendaftaran siswa baru agar peredaran narkoba di kalangan pelajar bisa dicegah sejak dini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Tes urine ini untuk mengantisipasi peredaran narkoba dan komitmen kita bersama untuk memberantas narkoba. Tes urine ini diawali oleh siswa SMA, dan nantinya akan kita berlakukan untuk siswa baru dan semua santri Bumi Sholawat. Tak hanya tes narkoba, kita juga melakukan tes ganja dan sabu," kata Lalili Agustin.

Kasi Rehabilitasi BNN Sidoarjo Abdul Mukhlis mengimbau para siswa untuk melaporkan ke BNN jika ada pelajar yang menggunakan narkoba.

"Alhamdulillah, setelah dilakukan tes urine semua hasilnya negatif," ucapnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 24 Maret 2017

Hari Santri, Maarif NU Jombang Gelar Lomba Madrasah dan Sekolah Challenge

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru 

Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) tanggal 22 Oktober mendatang, Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, Jawa Timur meriahkan dengan menggelar lomba Madrasah dan Sekolah  Maarif Challenge Jumat-Ahad (13-15/10).

Kegitan yang dipusatkan di lapangan Megaluh, Jombang ini diikuti oleh ribuan siswa tingkat MI se-Kabupaten Jombang.

Hari Santri, Maarif NU Jombang Gelar Lomba Madrasah dan Sekolah Challenge (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, Maarif NU Jombang Gelar Lomba Madrasah dan Sekolah Challenge (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, Maarif NU Jombang Gelar Lomba Madrasah dan Sekolah Challenge

Sementara untuk kegiatan yang dilombakan pada acara ini terdiri dari 13 cabang lomba. 7 lomba diantaranya berisi ke-NUan dan 6 lomba yang lain berisi materi kepramukaan. 

"Dalam rangka menyemarakkan HSN, kita ada 13 cabang lomba. Diantaranya materi-materi ke-NUan juga tradisi-tradisi ke-NUan seperti lomba tahlil dan semacamnya," kata Ketua PC LP Maarif Jombang, Nur Chozin, Minggu (15/10/2017).

Nur Chozin menyebutnya, lomba Madrasah dan Sekolah Maarif Challenge ini bertujuan untuk meningkatkan mental dan kreatifitas para siswa dan santri Jombang. Dengan sejumlah materi yang diberikan panitia kepada para peserta, imbuhnya, diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kreatifitas dan pengetahuan kegamaannya di lingkungan mereka masing-masing.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Dari berbagai lomba itu juga untuk menyiapkan gernerasi yang qurany, yang memberi manfaat kepada yang lainnya," imbuh Chozin. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Banyumas, Ustadz Felix Siauw Terbaru



Pengurus Pusat Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nadhlatul Ulama (LAZISNU) melakukukan lawatan ke tiga kantor Pengurus Cabang LAZISNU di Jawa Tengah pada Selasa (11/7). ? Rombongan terdiri dari Ketua LAZISNU Syamsul Huda dan Direktur Penyaluran Slamet Tuhari Ng.?

Tempat pertama yang dikunjungi adalah LAZISNU Cilacap. Rombongan diterima di Kantor PCNU Cilacap pada Selasa sore. Rombongan lalu meneruskan perjalanan ke Purbalingga dan Banyumas pada malam harinya. Di Purbalingga, rombongan disambut di Kantor PCNU Purbalingga. Sementara silaturahim di LAZISNU Banyumas dilangsungkan di Kantor LAZISNU di Perumahan Sumampir, Purwokerto.

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZISNU Kunjungi 3 PC di Jawa Tengah

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan lawatan tersebut selain sebagai ajang silaturahim dengan pengurus LAZISNU di daerah, juga untuk mengetahui kinerja LAZISNU daerah, serta mensosialisaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan secara nasional.

“Ini sebagai bentuk perhatian dari pengurus pusat, maka kami sengaja datang bersilaturahim ke pengurus cabang LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas,” kata Syamsul.

Dalam kunjugan tersebut, diisi dengan laporan dari PC LAZISNU Cilacap, Purbalingga dan Banyumas, serta dialog dengan Pengurus Pusat.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman pengurus LAZISNU di tingkat cabang. Seperti di Cilacap, kami menerima laporan kegiatan KOIN NU sudah berjalan. Demikian juga di Banyumas dan Purbalingga. Di Banyumas kegiatan KOIN NU sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan, dengan dana yang terkumpul rata-rata mencapai 50 juta rupiah. Ini semangat yang harus kita dukung dan terus kita sebarkan,” tambah Syamsul.

Menurutnya ada sejumlah hal yang harus terus diperkuat terkait dengan kinerja LAZISNU di seluruh cabang, salah satunya adalah pengembangan ekonomi melalui zakat produktif. Ia menilai ketiga cabang memiliki potensi yang besar baik dalam pengumpulan dan pengelolaan dana ZIS, maupun pengembangan zakat produktif. Ia menegaskan, melalui LAZISNU, NU dapat berkiprah untuk kebaikan bersama. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Habib Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 17 Maret 2017

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB

Mataram, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua PBNU yang juga Ketua Panitia SC Muktamar KH Slamet Efendy Yusuf mengunjungi Kantor PWNU Nusa Tenggara Barat, Jum’at (20/3), dalam rangka menyiapkan agenda pra muktamar yang rencananya akan dipustkan NTB untuk wilayah Indonesia bagian tengah.

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Kegiatan Pra Muktamar di NTB

Agenda pra muktamar? akan digelar di empat wilayah yang ada di indensia di antaranya Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat.

“Agenda pramuktamar di NTB akan di gelar nanti pada 9-10 April mendatang, khusus akan membahas tentang ahlul halli wal Aqdi,” kata Slamet dalam arahannya di hadapan peserta di Aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan No 6 Mataram

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ahlul halli wal aqdi dalam memilih pimpinan baru PBNU ditempuh sebagai upaya untuk mengubah pola demokrasi negatif yang lebih cendrung dikuasai oleh pemodal. “Siapa yang memiliki sponsor kuat itu yang memimpin,” terangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia optiomis? dengan sistem ahlul halli wal Aqdi bisa memotong gerakan-gerakan pemodal. "Tidak hanya dalam pemilihan pimpinan NU, tetapi juga? termasuk pemilihan Ketua GP Ansor," tandasnya yang langsung di sambut dengan tempuk tangan pengurus NU, badan otonom serta lembaga dan lajnah PWNU NT yang hadir.

Lebih lanjut Slamet menyebutkan dengan cara ahlul halli wal Aqdi? ia yakin bisa melahirkan pemimpin NU yang betul-betul memahami NU.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiuddin Mansur, Mantan Ketua PWNU NTB Prof. H. Muslim, dan Rais Suriyah PWNU NTB TGH Munajib Khalid, TGH. Shaimun Faesal serta sejumlah pimpinan badan otonom NU yang ada di lingkup PWNU NTB. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Bahtsul Masail, Daerah, Cerita Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 15 Maret 2017

Tak Ada Perbedaan, Idul Adha 26 Oktober

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menetapkan Idul Adha jatuh pada Jumat, 26 Oktober 2012. Tidak ada perbedaan yang muncul dalam Sidang Isbat Penentuan awal Dzulhijjah 1433 H di Kantor Kementerian Agama Jakarta, Senin (15/10) malam kemarin yang dihadiri oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan perwakilan Ormas Islam lainnya.

Sidang dipimpin Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar. Setelah sidang dibuka, Wamenag Nasaruddin Umar minta Direktur Urusan Agama Islam dan Syarih Muhtar Ali untuk melaporkan hasil pemantauan hilal.

Tak Ada Perbedaan, Idul Adha 26 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Perbedaan, Idul Adha 26 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Perbedaan, Idul Adha 26 Oktober

Hasilnya, dari berbagai daerah tak terlihat hilal (bulan sabit). Posisi hilal menurut berbagai metode hisab yang dilaporkan dalam sidang itsbat itu juga masih berada di bawah ufuk sehingga tak bisa dilihat. Karena itu wakil menteri agama menetapkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1433 H jatuh pada Rabu 17 Oktober 2012.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Maka Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1433 H secara otomatis jatuh pada Jumat 26 Oktober 2012. Pada sidang yang berlangsung kurang dari 10 menit itu, Wamenag minta persetujuan dari perwakilan Ormas Islam yang hadir.

"Apakah dapat disetujui," tanya Nadaruddin. Para peserta pun menyatakan setuju.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Setelah ketetapan ini, umat Islam di Indonesia dipastikan akan merayakan Idul Adha atau hari raya qurban secara bersamaan. Kecuali kelompok kecil pengikut tarekat di Sumatera dan Sulawesi seperti tahun-tahun sebelumnya yang mempunyai cara penetapan awal bulan sendiri dan tidak mengikuti ketentuan pemerintah bersama Ormas Islam lainnya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Warta, AlaNu, Ulama Ustadz Felix Siauw Terbaru

Selasa, 14 Maret 2017

Selain Dzikir, Rais Syuriyah Minta GP Ansor Kaji Kitab

Jember, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Memasuki tahun ke IV masa khidmahnya, PC GP Ansor Kencong menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab IV) yang dilaksanakan di PP Al Hasani Dusun Sambileren Desa Purwoasri Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (15/3).

Selain Dzikir, Rais Syuriyah Minta GP Ansor Kaji Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Dzikir, Rais Syuriyah Minta GP Ansor Kaji Kitab (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Dzikir, Rais Syuriyah Minta GP Ansor Kaji Kitab

Kegiatan yang dilaksanakan di pesantren asuhan KH Abdul Ghofur yang juga ketua IPS NU Pagar Nusa Cabang Kencong ini diikuti oleh 100 peserta dari seluruh Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting yang ada di Cabang Kencong. Disamping itu, hadir juga jajaran Dewan Penasihat Pimpinan Cabang GP Ansor Kencong, HM Imam Ghozaly Aro, S.IP, KH Idris Sholeh dan Agus Widiyanto, SE.

Dalam kegiatan yang berlangsung sampai tengah malam tersebut banyak diisi dengan saran dan masukan terkait Ansor ke depan, khususnya pasca kepengurusan Abd. Rohim, selaku ketua PC GP Ansor masa khdmah 2010-2014.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam taushiyahnya KH Khoir Zad Maddah, Rais Syuriah PCNU Kencong menekankan agar GP Ansor ke depan tetap menekankan pada perjuangan melestarikan dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, khususnya di kalangan generasi muda.

“Saya berharap kegiatan majlis dzikir dan shalawat yang selama ini dilaksanakan GP Ansor Kencong setiap Jum’at paing ba’da isya tidak hanya diisi dengan dzikir dan shalawat saja, tetapi juga diisi dengan kajian kitab salaf,” pesan Gus Ya’, panggilan KH Khoir Zad Maddah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedangkan Ustad Idris, panggilan akrab KH Idris Sholeh mengharap agar pengurus GP Ansor ke depan pintar dan mampu melakukan berbagai terobosan seperti yang selama ini dilakukan Rohim. Sedangkan Agus Widiyanto sangat berharap ke depan GP Ansor bisa bersinergi dengannya, terutama dalam melakukan hubungan dengan lembaga pemerintah.

Sementara itu, HM Imam Ghozaly Aro, menekankan perlunya Ansor kembali memiliki semangat perjuangan yang tinggi seperti dulu, dan saya siap menfasiliti apa yang diperlukan GP Ansor. Sebagai mantan wakil ketua PW GP Ansor Jawa Timur, saya paham betul dengan kebutuhan Ansor, kata HM Imam Ghozaly Aro yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Jatim.

Dalam sambutannya Abdul Rohim banyak menyinggung soal perlunya persiapan jauh-jauh hari dalam menghadapi Konperensi cabang. “Saya berharap sahabat-sahabat yang akan maju dalam konpercab yang akan datang bisa mulai melakukan pendekatan kepada para ranting dan PAC, tentunya harus tetap berpedoman pada aturan yang telah digariskan oleh Pimpinan Pusat, minimal sudah pernah ikut PKL,” katanya.

Walaupun masih jauh, kurang enam bulan lagi, ia berharap anggot yang ingin maju bisa siap-siap. Ia  tidak ingin ada anggapan kalau saya mengulur-ulur konperensi karena kuatir kehilangan jabatan. “Separo lebih umur saya sudah saya abdikan di GP Ansor sejak menjadi sekretaris ranting di tahun 1989,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya menfasilitasi anggota GP Ansor untuk ikut PKL, PKN , Susbalan dan juga kegiatan lain yang diadakan oleh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat, “Bahkan saya antar sendiri sampai ke lokasi kegiatan,” sambung Rohim.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pondok Pesantren Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 12 Maret 2017

Presiden Terpilih Diperingatkan Tak Langgar Janji Kampanye

Surabaya, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Katib Syuriah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif mengingatkan, pasangan yang menang dalam pemilihan umum presiden 2014 untuk mengendalian diri untuk tidak sombong dan mengingat betul semua janji yang disampaikan selama masa kampanye.

“Karena pada hakikatnya, semua (janji) itu adalah amanah yang harus dijalankan selama lima tahun memerintah negeri ini,” katanya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Ahad (20/7).

Presiden Terpilih Diperingatkan Tak Langgar Janji Kampanye (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Terpilih Diperingatkan Tak Langgar Janji Kampanye (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Terpilih Diperingatkan Tak Langgar Janji Kampanye

Ia juga mengingatkan, berbagai pihak berkewajiban menciptakan suasana babak akhir pilpres yang kondusif dan berharap akan terpilih pemimpin yang memahami aspirasi warga.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sedangkan untuk pasangan yang kalah diharapkan mampu menerima kenyataan dengan besar hati dan tidak melakukan sejumlah usaha yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. “Kalau ada ketidakpuasan, hendaknya dapat dilakukan dengan cara-cara yang telah dijamin oleh konstitusi,” harapnya.

Menurut Kiai Syarif, bila tahapan dan sejumlah kalangan yang berlibat dalam pilpres ini memegang komitmen sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, maka diharapkan prosesi memilih presiden dan wakil dapat terlampaui dengan baik.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Di samping itu, hal penting dari tahapan pilpres adalah agar masyarakat juga bisa menjaga keamanan dan ketentraman agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Perbedaan adalah sebuah keniscayaan, tinggal bagaimana masyarakat bisa lebih dewasa dengan pilihan yang berbeda tersebut,” katanya.

Yang juga tidak kalah penting dalam menjaga suasana kondusif adalah para tim sukses. “Para tim sukses hendaknya jangan melakukan intimidasi serta segala hal yang mencederai pesta demokrasi yang ending-nya dapat terpilih para pemimpin yang diharapkan rakyat,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur ini bersyukur pilpres kemarin selain berlangsung relatif aman juga mengundang banyak partisipasi warga. Baginya, memilih pemimpin itu adalah wajib kifayah dan pahalanya sangat besar. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pondok Pesantren, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 11 Maret 2017

LDNU Gelar Simposium Formulasi Dakwah dan Kebangsaan

Pasuruan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pimpinan Lembaga Dakwah NU (LDNU) Jawa Timur segera menerbitkan buletin tentang Islam yang rahmatan lil alamin. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membendung faham garis keras yang saat ini sedang mewarnai wajah Islam Nusantara ini sehingga mengesankan bahwa Islam itu, radikal dan suka berdarah-darah.

Rencana diatas merupakan hasil rekomendasi dari Simposium selama dua hari yang berlangsung di Hotel Tanjung, Jl. Wilis Tretes, Pasuruan, 2-5 Januari 2013 lalu.

LDNU Gelar Simposium Formulasi Dakwah dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Gelar Simposium Formulasi Dakwah dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Gelar Simposium Formulasi Dakwah dan Kebangsaan

Selain penerbitan buletin, acara yang bertemakan, Formulasi Dakwah Aswaja dan Simposium Kebangsaan, itu juga sepakat akan membuat website Aswaja Annahdliyah dan buku khutbah, yang berisi tentang hakekat jihad dan Islam yang rahmatan lil alamin.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ada tiga rekomendasi mendesak yang harus segera kita lakukan. Pertama pembuatan buletin Aswaja Annahdliyah. Web Aswaja dan Buku Khutbah tentang Islam rahmatan lilalamin,” ujar Ketua LDNU Jatim KH Ilhamulloh Sumarhan, tadi siang.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Agar kegiatan ini segera sampai ke tingkat akar rumput dan umat, lanjut Kiai Ilhamulloh, hendaknya kegiatan serupa juga dilaksanakan di tingkat cabang di Jawa Timur.

“Kegiatan serupa juga akan digelar di masing-masing cabang, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini,” tandasnya.

Ikut memberikan pengarahan dalam acara itu, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, KH Ali Maschan Musa atas nama Komisi ? VIII DPR RI dan Prof Dr KH Abdul A’la, rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Kiai Hasyim, saat itu banyak mengupas masalah perkembangan teroris internasional. Menurutnya, munculnya teroris–teroris baru lantaran adanya ketidakadilan global. Sehingga muncul gerakan radikal.

Sementara itu, Kiai Ali Maschan, pada kesempatan banyak mengupas masalah kebijakan pemerintah, terkait dengan masalah teroris dan gerakan radikal. Sedangkan, Profesor Abdul A’la, menyampaikan masalah tafsir jihad ditinjau dari aspek hukum Islam.

Simposiaum ? ini diikuti ? 120 orang peserta. Mereka datang dari perwakilan Cabang LDNU se Jatim dan da’i penyuluh.Turut hadir pada acara itu, Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftachul Ahyar, Wakil Ketua PWNU yang membidangi da’wah Drs H Abdul Wachid Asa.?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Humor Islam, Jadwal Kajian, Kyai Ustadz Felix Siauw Terbaru

GP Ansor Tapteng Gelar Kejuaraan Sepak Takraw

Tapanuli Tengah,Ustadz Felix Siauw Terbaru. Sebanyak 19 tim sepak takraw memperebutkan piala bergilir PCNU Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sembilan belas tim tersebut berasal dari kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Pinang Sori dan Kota Sibolga. Kegiatan yang diselenggarakan Gerakan Pemuda Ansor Tapanuli Tengah tersebut berlangsung di Pantai Pemandangan kelurahan Hajoran Kecamatan Pandan akhir pekan lalu.

GP Ansor Tapteng Gelar Kejuaraan Sepak Takraw (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tapteng Gelar Kejuaraan Sepak Takraw (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tapteng Gelar Kejuaraan Sepak Takraw

Ketua PAC Kecamatan Pandan Sawaluddin Bugis menjelaskan melalui siaran pers yang diterima Ustadz Felix Siauw Terbaru (14/9), tujuan dari pelaksanaan turnamen ini adalah untuk merangsang para pemain pemula, serta untuk tergalinya potensi-potensi olahragawan sepak takraw.

Guna menumbuhkembangkan olahraga sepak takraw di kalangan generasi muda, sambungnya, dan mendukung serta membantu program-program pemerintah dan Pemkab Tapanuli Tengah di bidang olahraga.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Diharapkan melalui turnamen tersebut, masyarakat dan pemuda dapat mempererat persatuan dan kesatuan di lingkungan masing-masing. “Kegiatan olahraga sebagai sarana dan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat, berkembangnya minat dan bakat generasi muda sesuai dengan bidangnya masing-masing khususnya olahraga takraw,” jelasnya. ?

Ia juga berharap dengan kegiatan tersebut terjalinnya hubungan silaturrahim antarsesama umat demi terciptanya masyarakat yang aman dan tentram serta lahirnya kebersamaan dan solidaritas pada kader Ansor agar dapat berkontrubusi moral dan sosial kepada masyarakat luas.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu, ketua panitia Aidil Adha Sinaga mengatakan, selama turnamen berlangsung sebanyak 19 tim yang turut berlaga dilaksanakan 21 Agustus higga 10 September. “Untuk final bejalan lancar. Tim yang masuk ke final adalah Pondok Saro Senior Kelurahan Sibuluan Indah melawan Tim GP Ansor dan dimenangkan olehTim pondok saro Senior sebagai juara I dan GP Ansor juara II, Sibolga Aster juara III,” bebernya.

Untuk juara I, kejuaraan bertema "Membangun kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah dengan mewujudkan solidaritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas" tersebut, mendapat piala bergilir yang akan diperebutkan kembali pada tahun depan.

Sekretaris PCNU Tapanuli Tengah H Alfan Surya Hutagalung didampingi sekretaris PC GP Ansor Munawar Sigalingging dan Wakil Sekretaris Abdul Hamid beserta panitia menyerahkan piala bergilir kepada juara I, II, dan III.

“Turnamen yang baru kita selenggarakan ini merupakan agenda tahunan, makanya untuk di tahun mendatang kita akan mengundang tim takraw dari kabupaten Tapanuli Selatan dan Padang Sidempuan. Tujuannya agar olahraga ini akan dapat lebih berkembang, disamping untuk mempeerat tali silaturahim antara GP Ansor dan masyarakat Tapteng pecinta takraw pada umumnya,” jelasnya. (Bung SB/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Budaya, Khutbah, Nahdlatul Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 10 Maret 2017

GP Ansor Probolinggo Prioritaskan Lima Program untuk Setahun ke Depan

Probolinggo, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pimpinan GP Ansor Probolinggo menggelar rapat kerja cabang (rakercab) I tahun 2016 di Wisma Ucik Bromo Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, Sabtu dan Ahad (23-24/1). Rakercab yang diikuti oleh semua pengurus GP Ansor dan anak cabang GP Ansor se-Kabupaten Probolinggo merumuskan setidaknya prioritas program.

Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis mengatakan, rakercab ini bertujuan untuk mengevaluasi program setahun berlalu serta merumuskan bersama program setahun yang akan datang untuk meningkatkan sinergitas dan produktivitas pengurus di semua tingkatan.

GP Ansor Probolinggo Prioritaskan Lima Program untuk Setahun ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Prioritaskan Lima Program untuk Setahun ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Prioritaskan Lima Program untuk Setahun ke Depan

“Ada lima prioritas program tahun ini yang akan dilakukan oleh GP Ansor di semua tingkatan di Probolinggo, kaderisasi, ekonomi, sosial, keagamaan, dan kebanseran,” kata Muchlis.

Menurutnya, kaderisasi dilakukan untuk memastikan bahwa pengurus anak cabang sampai ranting solid dan menyelenggarakan minimal PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) sekali dalam setahun.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ekonomi dilakukan dengan mengembangkan koperasi Serba Usaha BMT Ansoruna yang sudah terbentuk dan berjalan serta membuat badan-badan usaha ekonomi di tingkat anak cabang yang nantinya akan menjadi penopang kewirausahaan dan peningkatan ekonomi pengurus serta organisasi,” jelasnya.

Untuk sosial jelas Muchlis, pihaknya akan berkiprah melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah dibentuk supaya semakin efektif dengan menyisir, mengumpulkan serta mendistribusikan baju layak pakai serta mainan bekas yang layak kepada mereka yang berhak menerima.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Untuk program sosial, kami juga akan melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah untuk bangsa setiap satu bulan sekali di setiap anak cabang, kerja sama dengan PMI Probolinggo,” terangnya.

Selanjutnya untuk keagamaan akan difokuskan kepada Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor yang dibentuk istiqomah dari segi jadwal. “Kegiatan ini dilakukan untuk mensyiarkan shalawat sampai ke tingkat ranting dan semua elemen agar pemuda lebih cinta berdzikir dan bershalawat,” tambahnya.

Hal lain terang Muchlis adalah mencegah serta mengantisipasi aliran-aliran di luar Aswaja NU yang ingin menghancurkan NKRI seperti Gafatar, ISIS dan yang lain dengan cara meminta pemerintah serta pihak terkait Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

“Tujuannya untuk ikut serta melakukan pengawasan dan pembinaan serta membuat program yang bersinergi untuk menangkal masuknya aliran-aliran di luar Aswaja NU di Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru News Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 04 Maret 2017

Serap Permasalahan Nahdliyin, LTMNU Pati Rutin Nahar Ijtima

Kudus, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Guna menyerap permasalahan umat nahdliyyin, Pengurus Cabang Lembaga Tamir Masjid Nahdaltul Ulama (LTMNU) Kabupaten Pati menggalakkan kegiatan Nahar ijtima secara rutin. Program ini diadakan setiap bulan sekali bergiliran di masjid-masjid se-kabupaten Pati.

 

Ketua LTMNU Pati K.Muhammad Faeshol mengatakan, kegiatan Nahar Ijtima diadakan siang hari dengan tujuan membangun sebuah media pertemuan antara pengurus NU dan nahdliyin. Selain itu,  untuk menyampaikan informasi ke-NU-an dan kemasjidan sekaligus menyerap dan memecahkan permasalahan umat.

Serap Permasalahan Nahdliyin, LTMNU Pati Rutin Nahar Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
Serap Permasalahan Nahdliyin, LTMNU Pati Rutin Nahar Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

Serap Permasalahan Nahdliyin, LTMNU Pati Rutin Nahar Ijtima

 

"Nahdliyyin bebas mengajukan pertanyaan perihal hukum agama apa saja, permasalahan yang muncul dijawab langsung oleh romo-romo kiai yang hadir termasuk Rois PCNU Pati," katanya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di sela-sela acara Bahtsul Masail LBMNU Jateng di Hotel Gryptha Kudus, Selasa (25/11).

 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

K.Faeshol mengatakan, pertemuan Nahar Ijtima ini juga dalam rangka menjalin jaringan pengurus masjid, menggali data potensi mulai data-data takmir maupun program kegiatannya.

Dengan begitu, kata dia, LTMNU sangat mudah mengkoordinasikan dalam pembinaan maupun pengelolaan masjid dari persoalan kebersihan sampai managemennya agar menjadi lebih baik.

 

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pengasuh Pondok Kulon Banon Kajen ini mengharapkan masjid bisa sebagai penghubung Nahdlatul Ulama dengan nahdliyin sehingga informasi bisa langsung tersebar. Ia mencontohkan satu masalah yang dipecahkan dalam keputusan bahtsul masail NU bisa disampaikan kepada umat melalui mimbar khutbah Jumat dan pertemuan kegiatan masjid.

 

"Makanya kita berupaya seluruh  masjid di Pati terkoneksi jaringaannya guna memudahkan penyampaian informasi NU secara langsung dan cepat," imbuh Faesol.

 

LTMNU Pati, katanya, akan berupaya menerbitkan materi khutbah jumat yang sesuai moment setiap bulan maupun seminggu sekali yang dikirm kepada takmir atau para khotib. Dengan demikian, materi khutbah yang disampaikan khatib betul-betul kontekstual dan aktual.

 

"LTMNU juga sedang tengah menyelesaikan penulisan buku fikh masjid sebagai panduan bagi pengurus masjid dalam mengelola maupun merawat masjid. Saat ini, LTMNU baru membagikan jadwal shalat kepada masjid yang ditempati," imbuh Faishol.

 

Ia menjelaskan, kegiataan Nahar Ijtima ini diikuti semua pengurus cabang NU dan warga nahdliyin dan didihadiri langsung oleh Rais Syuriah PCNU Pati KH Aniq Muhammadun. "Pada bulan November kemarin dilaksakan 14 Nofember lalu di masjid Jami Ketip Juwana," pungkasnya. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Warta, Pendidikan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kasatkorwil Banser Jateng Nilai Sistem Pemilu Belum Ideal

Semarang, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Tengah Hasyim Asyari menilai revisi kedua atas Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) Nomor  1/2015 tentang Pilkada yang telah menjadi UU Nomor 1/2015 menjadi UU Nomor 8/2015 belum akan membuat sistem Pemilu di Indonesia menjadi ideal.

Saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik bertajuk "Problematika Revisi UU Pilkada Dalam Pelaksanaan Pilkada Serentak" di Kantor DPD RI Jateng Semarang, belum lama ini ia  mengatakan, UU Pilkada dibahas oleh DPR selaku kepanjangan tangan parpol. Sedangkan parpol cenderung membuat sistem yang menguntungkan mereka, sekaligus menghindari hal yang menyulitkannya dalam Pemilu.  

Kasatkorwil Banser Jateng Nilai Sistem Pemilu Belum Ideal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkorwil Banser Jateng Nilai Sistem Pemilu Belum Ideal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkorwil Banser Jateng Nilai Sistem Pemilu Belum Ideal

"Pilkada dan pemilu lainnya didesain oleh parpol. Revisinya dibahas oleh DPR. Idealnya diserahkan pada para ahli independen seperti di Perancis," ujar Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng yang pernah jadi komisioner KPU Jateng dan kini memimpin lembaga kajian bernama Rumah Pemilu ini

Dosen Hukum Tata Negara Undip bergelar Doktor ini menyatakan, banyak pasal di dalam UU 8/2015 tersebut yang memberi kesempatan adanya pelanggaran, sekaligus membuat sulit pengawas pemilu maupun penegak hukum untuk memberi sanksi.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia sebutkan, pasal 187A menempatkan peserta dan pemilih di Pilkada sebagai subyek pelaku politik uang yang sama bersalahnya. Pada ayat 1 dan 2 menyebutkan pemberi dan penerima uang dihukum terendah dua tahun dan denda paling sedikit Rp 500 juta. Sanksi yang terlalu berat tersebut akan sulit diterapkan sebab syarat-pembuktiannya tidak mudah dan penegak hukum akan dilanda kebingungan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Aturan itu jelas tidak efektif mengatasi politik uang. Karena penegak hukum bingung menerapkan sanksi yang terlalu berat sehingga suap politk akan jadi kewajaran," tutur pria kelahiran Pati yang semasa sekolah di Kudus aktif di IPNU ini.

Sementara itu, Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ahmad Muqowwam yang paparannya menyampaikan, UU Pilkada memang harus direvisi karena dari 269 Pilkada serentak di tahun 2015 ada banyak masalah.  Diantaranya pembiayaan melalui APBN, bukan APBD masing-masing daerah.

"Kami punya pandangan sama dengan DPR dalam hal identifikasi masalah Pilkada. Namun di DPR, tidak ada satu fraksi pun yang mengusulkan Pilkada serentak dibiayai APBN padahal menjadi penting jika ingin keserentakan," kata tokoh nahdliyin yang semasa mudanya aktif di IPNU dan Ansor Jawa Tengah ini.

Ia berpendapat idealnya APBN yang membiayai seluruh Pilkada sehingga KPU dan Panwas tidak terganggu oleh subjektifitas lokalitas daerah.

"Jika dana dari APBD, pengaruh petahana, keluarga petahana dan DPRD sangat besar," papar mantan anggota DPR dari PPP ini.

Ia mengusulkan, seorang calon kepala daerah harus menjadi penduduk daerah tersebut minimal satu tahun. Itu agar tidak terjadi lagi orang luar daerah tiba-tiba datang nyalon, lalu kembali ke tempat tinggal asalnya ketika kalah.

"Mestinya orang nyalon Bupati atau Walikota itu sudah ber-KTP setempat minimal satu tahun. Agar dia mengenal dan dikenal warganya dengan baik," tutur senator yang berharap revisi selesai Juli nanti.  

Pembicara ketiga, Ketua KPU Jateng Djoko Purnomo memaparkan, KPU berharap pasal tentang pelanggaran diperbanyak sanksi administratifnya. Sebab selama ini sanksi pidana tidak pernah bisa diterapkan karena melibatkan penegak hukum lain seperti polisi, jaksa dan hakim. Prosesnya terlalu pajang dan sering mentah di pengadilan akibat kurangnya alat bukti atau saksi, atau kasus kadaluarsa oleh karena batasan waktu penyelesaian yang terlalu singkat.

"Harapan kami, revisi UU Pilkada banyak memuat sanksi administratif. Misal, pelaku politik uang didiskualifikasi oleh KPU atau Panwaslu. Prosesnya cepat dan efektif," ujarnya.

Djoko melanjutkan, sengketa di MK dalam ajang Pilkada serentak tahun 2015 kemarin  juga memberikan pelajaran perlunya penyederhanaan penyelesaian sengketa agar tidak menumpuk di MK. Maka dia setuju adanya usulan penguatan peran Bawaslu sebagai pemutus perkara. [ichwan/abdullah]

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pertandingan, Daerah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 03 Maret 2017

Kang Said: Pengabdi di NU Harus Paham Tawasut dan Tasamuh

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menegaskan bahwa Islam bukan hanya akidah dan syariah. Islam juga adalah agama budaya, peradaban, kemajuan, dan kemanusiaan. Untuk ke sana para pengurus NU harus menjalankan misi tawasut dan tasamuh.

Demikian disampaikan oleh Kang Said pada peluncuran Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta di Kampus UNU Yogyakarta Jalan Lowanu 47, Sorosutan, Umbulharjo, Jum’at (10/3).

Kang Said: Pengabdi di NU Harus Paham Tawasut dan Tasamuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Pengabdi di NU Harus Paham Tawasut dan Tasamuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Pengabdi di NU Harus Paham Tawasut dan Tasamuh

“Itu butuh kecerdasan. Oleh karena itu, aktif dan mengabdi di NU harus cerdas karena membawa misi tawasut dan tasamuh,” kata Kang Said.

NU Yogyakarta sudah menyusul wilayah lain. UNU di sini segera hadir untuk mendukung madinatul ilmu wat tsaqafah, kota ilmu dan peradaban, Yogyakarta. “Apa pun jurusannya, jurusan syariat, jurusan akidah atau jurusan apa saja, harus bersikap tawasut moderat,” tegas Kang Said.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pada kesempatan ini Kang Said mengucapkan selamat kepada PWNU DIY yang sudah melahirkan Universitas Nahdlatul Ulama.

“Saya ucapkan selamat kepada NU wilayah DIY yang sudah melahirkan UNU yang akan membawa misi besar Islam ahlusunnah wal jamaah berpikir tawasut fis syariah, fil aqidah fis siyasah. Selalu moderat dalam berteologi, dalam beribadat, berakhlak dan berpolitik. Tidak mengenal radikal dan terorisme,” kata Kang Said.

Tampak hadir Kemenristekdikti H Mohammad Nasir, Wakil Gubernur Yogyakarta Paku Alam X, Bupati Sleman Sri Purnomo, Kapolda DIY Ahmad Dofiri, Rais Syuriyah KH Mas’ud Masduqi, Ketua PWNU DIY Nizar Ali, Katib Syuriyah KH Hasan Abdullah, Wakil Katib KH Hilmy Muhammad serta pengurus harian PWNU DIY. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Pendidikan, Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru