Jumat, 29 September 2017

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan warga NU dibebaskan memilih calon presiden dalam pemilu mendatang.

“Silakan pilih capres siapapun, bebas, karena semuanya datang ke sini,” katanya, dalam peringatan hari lahir ke-91 NU digedung PBNU, Jumat (16/5).

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas

Sejak khittah 1926, NU menjadi organisasi massa, tetapi sebagai organisasi besar, memiliki resonansi politik yang besar, yang digunakan untuk menjaga NKRI.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ia menegaskan, semua partai berhutang budi terhadap suara dari NU, belum lagi dalam pilpres, kontribusi NU dengan sendirinya akan sangat besar, dalam penentuan penentuan kemenangan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Tetapi sumbangan terbesar NU adalah menjaga stabilitas nasional,” tandasnya.  

Ditambahkannya, politik NU bukan untuk merebut kekuasaan, tetapi untuk menggerakkan. Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan seperti sistem politik yang masih rapuh, kesenjangan ekonomi, keadilan dan persoalan lainnya. 

Dalam waktu sembilan tahun lagi, NU berusia seabad, tetapi berusaha bisa berperan lebih besar lagi, di tataran masyarakat dan negara. Kehidupan sosial bisa terus dijaga sehingga terus harmonis, NU menjadi pusat pertemuan organisasi Islam. 

“Inilah bentuk politik kebangsaan NU, berpolitik untuk mengarahkan haluan negara, mengajukan konsep perubahan yang mengarahkan pada kemajuan, inilah kiprah yang ingin diwujudkan NU menyongsong usianya yang ke satu abad.”(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ubudiyah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 28 September 2017

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo

Kediri, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Pasar Rakyat Indonesia tiba giliran di Kediri, Jawa Timur. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Pengurus Cabang (PCNU) Kota Kediri ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirbyo, Kediri, Sabtu-Ahad (2-3/2).

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo

Pasar rakyat kali ini dipusatkan di komplek Aula Muktamar Pesantren Lirboyo. Disebut Aula Muktamar karena aula ini dibangun dan ditempati pertama kali untuk penyelenggaraan Muktamar NU 1999 pada saat Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat Presiden ke-4 RI.

Pembukaan Pasar Rakyat diadakan pada Sabtu (2/2) kemarin. Beberapa jenis produk ditawarkan dengan harga murah, mulai dari sembako dan barang-barang kebutuhan lain. Produk andalan pasar rakyat ini berlabel “Bintang Sembilan”.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pasar rakyat juga membuka beberapa stand untuk umum. Ustadz Felix Siauw Terbaru juga sempat mengunjungi stand Pesantren Lirboyo sendiri yang antara lain menyediakan buku, suvenir dan poster.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pasar rakyat juga diisi dengan Workshop Kewirausahaan dan Broadcasting. Kegiatan ini diadakan di Aula Muktamar Lirboyo, Sabtu pagi menghadirkan Setyo Hadi, ketua Lembaga Perekonomian NU Kota Kediri.

Sementara Broadcasting dipandu oleh Harry Pantja. Sang Dunia Lain ini adalah narasumber tetap dalam setiap Workshp Broadcasting yang mengiringi kegiatan Pasar Rakyat di berbagai daerah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Zakki

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 24 September 2017

GP Ansor Bali Sediakan Takjil Pemudik ke Jawa

Jembrana, Ustadz Felix Siauw Terbaru?

Untuk memudahkan para pemudik berbuka puasa, Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali bekerjasama dengan GP Ansor Ranting Gilimanuk Jembrana, membagi bagikan makanan ringan untuk berbuka puasa (takjil) bagi pengendara motor di pelabuhan Gilimanuk, Jumat (23/6).

GP Ansor Bali Sediakan Takjil Pemudik ke Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bali Sediakan Takjil Pemudik ke Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bali Sediakan Takjil Pemudik ke Jawa

Penyeberangan laut di ujung barat pulau Bali ini selalu ramai dan padat menjelang Idul Fitri. Pada puncak arus mudik, untuk menyeberang ke pulau Jawa, pemudik harus mengantre berjam-jam karena volume kendaraan yang terus meningkat.?

Wakil Ketua GP Ansor Kecamatan Gerokgak Baiturrahman menjelaskan bahwa kegiatan ini semata-mata demi membantu pemudik agar tidak kesusahan mencari makanan ketika berbuka puasa.

"Pelabuhan Gilimanuk ini secara administratif bukan masuk wilayah Buleleng, namun secara geografis kami berdekatan," ujarnya.

Sehingga, Baiturrahman melanjutkan, kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting GP Ansor Gilimanuk, yang sejak awal memang telah bersama kepolisian turut membantu arus mudik.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pada kegiatan itu, GP Ansor membagikan sedikitnya 700 paket makanan pada pemudik. Selain dibantu oleh Banser Gilimanuk, kegiatan ini juga didukung oleh Kinaara Resort Pemuteran. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru News, Tegal, Olahraga Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 23 September 2017

PCNU Cilacap Bahas Peningkatan Peran Syuriyah NU

Cilacap, Ustadz Felix Siauw Terbaru. PCNU Cilacap Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan halaqah “Peningkatan Peran Syuriyah NU” gelombang I untuk wilayah Cilacap Timur meliputi tujuh kecamatan atau Majelis Wakil Cabang NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kroya.

Sedangkan untuk gelombang II (8 MWC wilayah Cilacap Tengah) dan gelombang III (9 MWC wilayah Cilacap Barat) akan dilakasanakan pada Bulan Desember ini.

PCNU Cilacap Bahas Peningkatan Peran Syuriyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cilacap Bahas Peningkatan Peran Syuriyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Cilacap Bahas Peningkatan Peran Syuriyah NU

Pada kuliah pembuka halaqah gelombang I ini berlangsung 29-30 Nopember 2014 itu Rois Syuriyah PCNU Cilacap KH Su’ada, mengawalinya dengan mengutip pangendikan KH. A. Wahab Chasbullah.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut dia, banyak pemimpin NU di daerah-daerah dan juga di pusat yang tidak yakin akan kekuatan NU, mereka lebih meyakini kekuatan golongan lain. Orang-orang ini terpengaruh oleh bisikan orang yang menghembuskan propaganda agar tidak yakin akan kekuatan yang dimilikinya.

Kekuatan NU, masih mengutip Kiai Wahab, itu ibarat senjata adalah meriam, betul-betul meriam. Tetapi digoncangkan hati mereka oleh propaganda luar yang menghasut seolah-olah senjata itu bukan meriam, tetapi hanya gelugu alias pohon kelapa sebagai meriam tiruan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pemimpin NU yang tolol itu, sambung dia, tidak akan sadar siasat lawan dalam menjatuhkan NU melalui cara membuat pemimpin NU ragu-ragu akan kekuatan sendiri.  

Kiai Su’ada menjelaskan bahwa secara tegas Mbah Wahab menunjukkan kepada kita adanya kekuatan dan potensi besar yang dimiliki NU. Sekumpulan potensi dan kekuatan yang apabila semua itu dikelola dan digerakkan sebaik-baiknya akan mengantarkan NU mencapai apa yang menjadi tujuan dan cita-cita organisasi.

Rais Syuriyah juga mengatakan bahwa semestinya potensi dan kekuatan itu dapat dikelola secara serius sehingga apa yang menjadi tujuan dan cita-cita NU bisa tercapai. Dan untuk mengelola itu semua dibutuhkan sebuah kerangka yang harus dipahami, disepakati dan dikawal secara bersama-sama oleh semua elemen di Nahdlatul Ulama.

Penting sekali, kata dia, menyertakan kata “bersama-sama” dalam hal ini demi tercapainya tujuan dan cita-cita NU. Semua elemen NU juga harus mengedepankan kepentingan NU dan masyarakat secara umum ketimbang kepentingan kelompok-kelompok kecil, terlebih kepentingan pribadi.

Masih kata Rais Syuriyah, pernyataan Mbah Wahab itu juga menegaskan bahwa NU butuh kepemimpinan yang memiliki kriteria yang memadai untuk mengelola organisasi. Artinya selain kekuatan dan potensi itu kata kunci berikutnya adalah pemimpin. Syuriyah sebagai sebuah institusi membutuhkan figur-figur yang mampu mengelola potensi-potensi NU.

Idealnya, figur-figur syuriyah adalah sosok yang di samping memiliki pengetahuan agama yang memadai dia juga orang yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang ke-NU-an dan ke-Indonesia-an, mempunyai sikap dan kepribadian yang baik, serta memiliki keterampilan tambahan berupa kemampuan memimpin, mampu mengayomi dan membimbing, mampu menggerakkan masyarakat, mampu mengidentifikasi masalah, mampu mengambil keputusan yang tepat, dan mampu menyelesaikan konflik.

Secara umum halaqah ini terbagi dalam tiga materi utama yaitu: orientasi organisasi, khidmah jama’ah atau pelayanan warga dan taqwiyah jam’iyah atau penguatan organisasi. Meski tetap menggunakan pola ceramah tetapi secara keseluruhan pola kegiatan lebih banyak dilaksanakan dengan model diskusi, penugasan personal maupun kelompok dan presentasi.

Hadir dalam kegiatan itu Dr. KH Fadlolan Musyaffa’, Katib PWNU Jawa Tengah, yang diminta mengisi materi orientasi dengan cakupan materi khittah nahdliyah, fikrah nahdliyah, mabadi khaira ummah dan kulliyatul khams. Yang patut membuat panitia lebih bersyukur adalah beliau menyatakan berkenan hadir pada dua kegiatan berikutnya.

Dari kegiatan ini diharapkan akan lahir atau teridentifikasi kader-kader syuriyah yang memiliki kriteria cukup di masing-masing MWC maupun ranting. Selain itu dengan pola mengelompokkan peserta sesuai MWC pada sesi Rencana Tindak Lanjut diharapkan masing-masing institusi Syuriyah MWC memiliki program yang akan meningkatkan peran syuriyah di masing-masing MWC. (Abdal Malik/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Bahtsul Masail, Kajian, Tegal Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 22 September 2017

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan

Tuban, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran penting untuk mencetak pemimpin masa depan dan mampu menekan kenakalan remaja.

"Saya bangga, Pramuka di LP Maarif NU itu maju, karena kalau Pramuka maju, maka kenakalan remaja akan dapat ditekan dan akan menjadi media pembelajaran untuk mencetak pemimpin masa depan," katanya saat membuka perkemahan LP Maarif se-Jatim di Alun-Alun Tuban, Sabtu.

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan

Didampingi Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, Bupati Tuban Fathul Huda, dan Wakil Bupati Noor Nahar, ia menyampaikan penghormatan kepada LP Maarif NU Jatim yang mampu menyelenggarakan Perkemahan Pramuka Penggalang Antar-Gugus Depan di lingkungan LP Maarif NU (Pergama) VII di Tuban, 30 Juni - 3 Juli 2012.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Pramuka itu merupakan media antara rumah dan sekolah. Kalau di rumah ada orang tua dan di sekolah ada guru, sehingga para remaja akan beres, tapi antara rumah dan sekolah itu ada kekosongan sehingga menimbulkan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan sejenisnya. Nah, LP Maarif mengisi kekosongan itu dengan Pramuka," katanya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam pembukaan perkemahan yang diikuti 2.240 siswa, 184 pendamping, 150 panitia, dan beberapa "peserta istimewa" dari LP Maarif NU NTB, serta dihadiri Wakil Ketua DPRD Jatim H Abdul Halim Iskandar itu, Gus Ipul sempat memberi nilai 9,9 setelah menyaksikan penampilan sejumlah anggota Pramuka se-Jatim dari lingkungan LP Maarif NU itu.

"Ada rasa bangga, karena penggalang gugus depan LP Maarif NU Jatim itu termasuk salah satu Pramuka yang terbaik di Jatim. Artinya, anggota Pramuka LP Maarif itu dibina dan dibimbing instruktur, diarahkan guru, dan diberi ketrampilan memadai, sehingga nggak kalah dari gugus depan dari sekolah lain. Saya beri nilai 9,9," katanya, disambut applaus hadirin.

Menurut dia, apa yang dilakukan LP Maarif NU Jatim itu akan menjadi modal untuk mencetak pemimpin masa depan. "Gus Dur sendiri sewaktu menghadiri perkemahan di Purwokerto, Jateng penah mengatakan Pramuka itu makin hari makin tidak dikenal orang, bahkan bangsa Indonesia mungkin sudah tidak mengenalnya," katanya.

Padahal, katanya mengutip almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pramuka itu mengajarkan hal penting dalam kehidupan yakni mencintai sesama dan mencintai alam melalui gotong royong, disiplin, saling tolong menololong, berbuat baik kepada sesama dan lingkungan.

Dalam perkemahan yang dibuka di Alun-Alun Kota Tuban dan diselenggarakan di lapangan belakang STIT Machdum Ibrahim, Tuban itu, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah sempat menyerahkan 23 medali dan sertifikat "Maarif Award" untuk 13 perintis Pergama, tiga penyelenggara rintisan Pergama, dan tujuh penyelenggara Pergama (I-VI).

Penerima "Maarif Award" antara lain KH Choiron Syakur, KHA Gaffar Rahman, H Warry Zein, HA Saerozi, H Suharbillah, HM Muchit Syarief, KH Abdullah Shomadi, H Achmad Marzuqi, HM Tsalis Fahmi, H Abdul Hamid Wahid Zaini, dan sebagainya.

Secara terpisah, Sekretaris Panitia Pelaksana Pergama VII-2012, Khoirul Badri mengatakan perkemahan pelajar SMP/MTs se-Jatim itu untuk pertama kalinya diisi berbagai kegiatan kepramukaan dan pembinaan mental dan spiritual dengan sistem evaluasi berbasis internet atau IT.

"Evaluasi berbasis IT itu digunakan empat kepentingan yakni evaluasi soal-soal yang diberikan secara online (soal kepramukaan dan keagamaan), evaluasi administrasi (surat izin, surat kesehatan, dan sebagainya), peserta juga bisa melakukan komplain secara online, dan pemberitaan tentang kegiatan Pergama VII-2012," katanya.

Untuk keperluan itu, panitia menyiapkan tiga server di Pusat IT (Kesekretariatan), menyiapkan satu wifi "standby" (diam) yang bekerja sama dengan Telkom, tiga wifi "mobile" (gerak) yang bekerja sama dengan Pemkab Tuban, menyiapkan 18 komputer (mobile) dan lima komputer (di Pusat IT), dan menyiapkan website/laman beralamat maarif-jatim.or.id.?

Redaktur: Mukafi Niam

sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Santri Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ada Gerakan Shalat di Senam Islam Nusantara

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru?

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama kini memiliki senam tersendiri untuk sarana kebugaran murid-muridnya. Senam tersebut bernama Senam Islam Nusantara. Semula diberi nama senam NU, tapi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengusulkan Senam Islam Nusantara. Usul tersebut diterima.

Pencipta Senam Islam Nusantara, Muslih, senam itu memiliki beberapa gerakan. “Gerakan ini meliputi tiga tahapan mulai gerakan pemanasan, gerakan inti, dan gerakan pendinginan,” katanya di kantor Redaksi Ustadz Felix Siauw Terbaru, gedung PBNU, Jakarta pada Kamis (8/12).

Ada Gerakan Shalat di Senam Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Gerakan Shalat di Senam Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Gerakan Shalat di Senam Islam Nusantara

Ia menambahkan, pada pemanasan meliputi gerakan kepala, leher, bahu, tangan, dada, perut dan kaki. Pada gerakan inti, ada gerakan membasuh muka, membasuh tangan, membasuh kaki, yang terakhir gerakan awal shalat.

Visual gerakan awal shalat, kata dia, terdiri dari takbiratul ihram sampai ruku’. “Ini yang membedakan senam ini dengan senam-senam lain,” kata Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Ranting Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.?

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut dia, mengambil gerakan awal shalat adalah upaya LP Ma’arif NU untuk mengingatkan anak-anak atau siapa saja melakukan senam tersebut akan kewajiban shalat lima waktu.

Senam tersebut diiringi dengan nyanyian tentang NU oleh vokalis top Didi Kempot. “Lirik tersebut mengatakan lambangnya NU bumi, buntang sembilan yang ada talinya," tambah Ketua Lembaga Perekonomian NU Kabupaten Semarang ini.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Adapun iringan musiknya, kata dia, merupakan campuran dari alat musik rebana, unsur musik Melayu, dan musik tradisi Jawa atau campursari.

Senam Islam Nusantara diluncurkan di Ambarawa, Jawa Tengah pada Ahad (25/9). Peluncuran yang dihadiri? Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi tersebut mempraktikkan senam itu bersama ribuan masyarakat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 20 September 2017

Peduli Lingkungan, Pelajar NU Bersih-bersih Pantai

Purworejo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Puluhan anggota Corp Brigade Pembangunan (CBP) Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Purworejo membersihkan sampah-sampah di obyek wisata alam pantai Jatimalang Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa (22/10).

Peduli Lingkungan, Pelajar NU Bersih-bersih Pantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Lingkungan, Pelajar NU Bersih-bersih Pantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Lingkungan, Pelajar NU Bersih-bersih Pantai

Ketua PC IPNU Kabupaten Purworejo, Sofyan Rizali Zain mengatakan, CPB ini merupakan badan semi otonom dibawah organisasi IPNU yang fokus terhadap permasalahan-permasalahan kemanusiaan, kepedulian lingkungan dan kegiatan-kegiatan sosial.

“Kami sifatnya hanya mewadahi para pelajar yang memiliki minat pada bidang lingkungan. Kegiatan-kegiatan seperti ini, tentu menjadi alternatif bagi mereka untuk beraktifitas secara positif,” terangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait dengan kegiatan kemanusiaan pihaknya mengaku juga turut berpartisipasi terhadap penanggulangan gunung Merapi di Magelang serta longsor di Bruno beberapa waktu yang lalu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Hal tersebut tentu menjadi program organisasi untuk turut serta membantu masyarakat yang mengalami kesusahan. Pada saat terjadi letusan Merapi kita melakukan aksi galang dana di Purworejo kemudian menyalurkannya ke Magelang melalui PC IPNU Magelang,”imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan seperti ini cukup efektif untuk menanamkan kepakaan sosial terhadap para anggota CBP yang rata-rata merupakan pelajar ini.

Selain itu, kata dia, guna meningkatkan kemampuan serta ketrampilan saat terjun di lapangan, pihaknya juga membekali anggota CPB dengan melakukan pelatihan-pelatihan terkait penanganan bencana, pertolongan pertama serta ketrampilan lainnya.

“Sejak masuk para anggota ini kita diklat selama tiga hari dan kita bekali dengan berbagai materi yang mereka butuhkansaat menjalankan tugas-tugas di lapangan. Kami juga terus mengajak para pelajar agar mau bergabung dengan kegiatan-kegiatan kami,”tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan bakti lingkungan bersih bersih Pantai Jatimalang, Anis Makhrus mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang.

“Ada dua agenda yang akan kita lakukan pada peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, yakni bersih-bersih Pantai Jatimalang serta bersih-bersih jalur pendakian Gunung Merbabu 27 hingga 28 Oktober besok,” ujarnya.

Anis menambahkan, alasan dipilihnya pantai Jatimalang ini sebagai lokasi bakti lingkungan karena pantai ini merupakan salah satu obyek wisata alam andalan di Kabupaten Purworejo.

Namun, dia berpendapat, kepedulian pengunjung untuk menjaga kebersihan pantai masih cukup minim. Selain itu, menurutnya pihak pemerintah juga terlihat kurang serius mengelola obyek wisata ini.

“Ini merupakan wujud keprihatinan kami terhadap kondisi pantai yang kotor ini. Kita juga tidak sepenuhnya menyalahkan pengunjung karena pihak pengelola juga tidak menyediakan tempat pembuangan sampah,” katanya.

Anis berharap, melalui kegiatan ini menjadi bisa memberikan contoh kepada pengunjung yang lain untuk peduli terhadap permasalahan kebersihan lingkungan. “Pada kegiatan ini kami juga mengkampanyekan budaya bersih lingkungan kepada pengunjung yang lain,” pungkasnya. (Lukman Hakim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Pahlawan, Amalan Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 17 September 2017

Ini Makna Gunungan Jaler-Estri di Grebek Mulud Surakarta

Solo, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Puncak perayaan Sekaten ditandai dengan acara Grebek Mulud di halaman Masjid Agung Surakarta, Kamis (24/12). Ribuan warga yang hadir, ikut memperebutkan gunungan yang menjadi simbol prosesi ini.

Digelar sejak abad ke-14, tradisi Grebek Mulud Keraton Solo seakan tak lekang oleh zaman. Grebek untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW itu tetap menjadi magnet bagi masyarakat.

Ini Makna Gunungan Jaler-Estri di Grebek Mulud Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Makna Gunungan Jaler-Estri di Grebek Mulud Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Makna Gunungan Jaler-Estri di Grebek Mulud Surakarta

Dua pasang Gunungan Jaler-Estri dan empat Gunungan anakan dikirab mulai dari Keraton Solo melewati Sithinggil menuju Masjid Agung Solo. Kirab Gunungan itu keluar dari Keraton melalui Kori Kamandungan sekitar pukul 10.30 WIB.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pengageng Kusumawa Wandawa Keraton Solo, KGPH Puger mengatakan, kirab Gunungan Jaler-Estri dalam Grebek Mulud menggambarkan keberadaan laki-laki dan perempuan yang kemudian melahirkan keturunan. “Maknanya, laki-laki dan perempuan ini menggambarkan kelahiran Nabi Muhammad SAW.” terang Puger.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sebelum acara gunungan sekaten dimulai, masyarakat sudah memenuhi depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka menunggu acara puncak gunungan Sekaten di depan Masjid Agung.

Puger menambahkan, pengunjung yang hadir tidak hanya datang dari kalangan warga desa, tetapi juga golongan menengah ke atas. “Tadi pagi saya banyak menemui orang dari kalangan berbeda-beda, sekarang sekaten mulai digandrungi ? kembali, dukungan masyarakat diperlukan untuk nguri-uri budaya adat Jawa ini,” kata dia.

Grebek Mulud merupakan tradisi yang diadakan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad saw. Selain di Solo, tradisi ini juga diadakan di Yogyakarta dan Demak. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sholawat, Halaqoh, Warta Ustadz Felix Siauw Terbaru

Jumat, 15 September 2017

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Yeongcheon, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ditengah cuaca musim dingin yang begitu ekstrim di Korea Selatan (Korsel), PCINU Korsel begitu semangat dan antusias mengadakan musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang dibarengi dengan digelarnya Haul Ke-6 Gus Dur serta Haul Ke-2 Mbah Sahal Mahfudz akhir pekan lalu. Acara berlangsung begitu khidmat dengan dihadiri oleh para pengurus PCINU Korsel dan warga Nahdliyin.

Acara Haul Gus Dur dan Mbah Sahal dimulai dengan tahlil dan istighotsah. Diadakannya haul kedua tokoh besar NU ini diharapkan menjadi momentum untuk mengingat sejarah hidup Gus Dur dan Mbah Sahal. Pemikiran, ilmu, dan karya-karya mereka semoga bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Setelah acara haul selesai dilanjutkan dengan Muskercab rutin PCINU Korsel. Hadir sebagai pembicara, Ketua PCINU Korsel yang baru terpilih beberapa bulan lalu, Zaenal Arifin.

Zaenal berpesan kepada para pengurus NU di Korsel untuk tetap menjaga NU. "Bukti kita cinta Rosulullah yakni dengan mencintai ulama, dan NU adalah wadah berkumpulnya para ulama Ahlussunah Wal Jamaah,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Kalau ada yang mengaku cinta Nabi tetapi tidak cinta ulama, maka dia telah berbohong besar," imbuhnya.

Dalam Muskercab tersebut, PCINU Korsel menghasilkan tiga ? program strategis diantaranya:

1. Mengadakan pelatihan kepemimpinan dasar, mencakup kepemimpinan, keaswajaan, manajemen masjid dengan tujuan memperkuat akidah dan sarana dakwah, serta benteng dari paham-paham radikal.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

2. Menerbitkan buku-buku saku yang berisi tentang dasar-dasar amaliyah warga NU yang akan dibagikan gratis untuk jamaah masjid dan musholla diseluruh Korea Selatan.

3. Pendatangan para dai NU dalam safari Ramadhan.

“Semoga acara tersebut dapat bermanfaat sebagai wadah silaturrahim antarwarga Nahdliyin di Korsel dan meningkatkan pelayanan PCINU Korsel dalam berkhidmah untuk umat melalui kegiatan-kegiatan tersebut. (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Nahdlatul Ulama, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 13 September 2017

Santri Walisongo Berlatih Menulis Bahasa Inggris untuk Majalah

Sragen, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Setiap Jumat, para santri Pondok Pesantren Walisongo asuhan KH. Ma’ruf? Islamuddin berlatih bahasa Inggris. Pesantren yang terletak di Dusun Sungkul Desa Plumbungan Kecamatan Karangamalang Kabupaten Sragen berusaha menguasai bahasa itu dalam bahasa jurnalistik untuk menerbitkan majalah.

Program ini dimaksudkan untuk menunjang kecakapan para santri dalam berbahasa Inggris terutama untuk menyiapkan para santri menjadi seorang penulis handal yang mampu menguasai beberapa bahasa asing.

Santri Walisongo Berlatih Menulis Bahasa Inggris untuk Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Walisongo Berlatih Menulis Bahasa Inggris untuk Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Walisongo Berlatih Menulis Bahasa Inggris untuk Majalah

“Kami sedang belajar bahasa Inggris untuk jurnalistik agar. Dalam waktu dekat, kami juga akan menerbitkan buletin dan majalah Walisongo Speaking Club,” ujar Mr. Adi salah satu guru di LPI Walisongo dalam rilisnya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru, Jumat (23/5).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Adi mengatakan, tidak hanya bahasa Inggris, majalah itu juga menggunakan bahasa Arab dan Indonesia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Lebih lanjut Adi menjelaskan, kemampuan menulis para santri yang ada adalah salah satu aset yang sangat berharga, namun perlu diketahui untuk dapat menulis dalam Bahasa Inggris diperlukan pembelajaran khusus.

Pesantren Walisongo berdiri sejak tahun 1995. Awalnya merupakan pesantren salaf yang fokus pada kajian kitab-kitab kuning . Baru pada tahun 2006 mendirikan lembaga pendidikan formal yang bernama Lembaga Pendidikan Islam (LPI ) Sunan Walisongo. Dan ke depan, diproyeksikan pesantren akan menerapkan program bilingual. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru RMI NU, Hadits Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Cirebon, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Pengurus harian Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon terus berupaya melebarkan organisasi di sekolah dan pesantren. Mereka membentuk komisariat di MTs dan MA Manbaul Hikmah dan SMP, SMK, dan MA As-Shighor Pondok Pesantren Gedongan, Pangenan, Cirebon, Sabtu (11/2).

IPNU dan IPPNU yang berbasis pesantren dinilai cocok untuk membentuk komisariat di sekolah tersebut. Terbentuknya komisariat di sekolah itu diharapkan mampu merangkul sekolah-sekolah yang berada dalam naungan pesantren.

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Pengasuh Pesantren Gedongan KH Mamad Sugiarto berharap, siswa dan siswi sekolah itu dapat aktif dan menjadi anggota IPNU dan IPPNU yang loyal, massif, dan progresif. Dia mengatakan, sudah banyak sekali kader IPNU dan IPPNU di Kabupaten Cirebon yang menjadi tokoh penting.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ketua IPNU Kabupaten Cirebon Muhammad Mumin melalui Wakil Ketua Kaderisasi Hamdan Tsani Tyo mengatakan, IPNU dan IPPNU dinaungi berkah ulama sehingga siapapun yang ikhlas berkhidmat di IPNU dan IPPNU niscaya akan menjadi seorang tokoh dan mendapat keberkahan.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Menurut Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nurjannah, pembentukan komisariat-komisariat di sekolah bertujuan untuk regenerasi tunas NU dan keberlanjutan roda pergerakan di organisasi NU ke depannya. Untuk itu, Nurjannah bertekad membentuk sedini mungkin komisariat di setiap sekolah demi keberlanjutan organisasi NU ke depannya.

“Proses regenerasi pimpinan NU dimulai dari sekolah-sekolah. Kalau kami berhenti melakukan pengkaderan, maka proses regenerasi pemimpin NU akan terputus,” ujarnya.

Namun, untuk membentuk komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah, menurutnya, butuh perjuangan keras. Hal itu dikarenakan ada sebagian pelajar yang masih belum mengerti dan tidak memahami apa dan bagaimana IPNU dan IPPNU. Namun, pihaknya berjanji untuk terus melakukan sosialisasi mengenai organisasi pelajar NU itu.

“Apapun yang terjadi kami akan terus membentuk komisariat IPNU-IPPNU di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (M Syakir Niamillah/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru PonPes Ustadz Felix Siauw Terbaru

PB KOPRI PMII Gelar SKKN Angkatan Ketiga

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru?



Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) memperingati Hari Kartini dengan menggelar Sekolah Kader KOPRI Nasional (SKKN) angkatan ketiga di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Jalan Penganten Ali No. 71 A Ciracas Jakarta Timur, Jumat (21/04).

PB KOPRI PMII Gelar SKKN Angkatan Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)
PB KOPRI PMII Gelar SKKN Angkatan Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)

PB KOPRI PMII Gelar SKKN Angkatan Ketiga

Ketua PB KOPRI Ai Rahmayanti mengungkapkan pengalaman perempuan harus menjadi suasana bersama yang dapat menjadi kebijakan. Ini sebabnya organisasi perempuan harus ada. "Organisasi perempuan, KOPRI, harus tetap ada," tegasnya.

Keberadaan KOPRI tidak hanya cukup melahirkan elite-elite kepemimpinan perempuan. Namun, menjadi figur yang bagus. Lebih dari itu, anggota KOPRI dapat memberikan kebermanfaatan bagi orang banyak.

"KOPRI tidak hanya berorientasi menjadi pemimpin, tapi harus cari kebermanfaatan kepada banyak orang," lanjut perempuan asal Garut itu.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kegiatan yang dijadwalkan dari tanggal 20-23 April ini diikuti 30 peserta dari berbagai provinsi.

Masih di dalam forum yang sama, salah seorang pemateri, Nihayatul Wafiroh, mengatakan gerakan perempuan masa kini perlu mengedepankan intelektual. "Langkah awal generasi maju, kunci kalian perbanyak membaca dan menulis," ujarnya. (Robiatul Adawiyah/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Ustadz Felix Siauw Terbaru Sholawat, Meme Islam Ustadz Felix Siauw Terbaru

Gelar Baksos, LKNU Madiun Terjunkan Ahli Bekam

Madiun, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) di Dusun Mlaten, Desa/Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Baksos tersebut diwujudkan dengan membuka pengobatan alternatif berupa layanan bekam.

Pada kegiatan yang berlangsung Ahad (22/1) ini, sebanyak tujuh ahli bekam yang dimiliki LKNU didatangkan. Sementara untuk memperoleh informasi terkait keluhan kesehatan, dua orang herbalis juga digandeng demi kelancaran layanan bekam.

Gelar Baksos, LKNU Madiun Terjunkan Ahli Bekam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Baksos, LKNU Madiun Terjunkan Ahli Bekam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Baksos, LKNU Madiun Terjunkan Ahli Bekam

“Pengobatan Bekam sangat baik bagi kesehatan tubuh. Hal tersebut, menurutnya, selain suatu sunnah yang diajarkan Nabi, juga memperlancar penyumbatan-penyumbatan dalam pembuluh darah,” kata Anwar, salah satu ahli bekam. Menurutnya, dengan dibekam darah-darah kotor terangkat ke permukaan. Hal ini membantu proses pembaharuan darah.

Sulamsri, seorang Herbalis dan pemeriksa kesehatan, mengingatkan kepada para warga agar mengurangi konsumsi makanan ataupun minuman kemasan secara berlebihan. Berdasar hasil data pemeriksaan, banyak dari warga yang tubuhnya mengandung banyak kimia berbahaya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara pengurus LKNU setempat, Maryono mengatakan, kegiatan baksos ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam menjalani hidup sehat, sesuai dengan tema yang diangkat kali ini, yakni ‘Memelihara Kesehatan dan Menanggulangi Ancaman Secara Optimal. “Masyarakat sudah tidak lagi ada halangan untuk menjaga dan mensyukuri kesehatan,” pungkasnya.

Puluhan warga berbondong bondong menjalani cek kesehatan dan bekam, baik laki-laki ataupun perempuan. Turut terlibat, PAC GP Ansor, Rijalul Ansor, Banser, dan pihak takmir Masjid Baitus Sholihin. (Ali Makhrus/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Terbaru



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru PonPes, Halaqoh Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 11 September 2017

PWNU NTB: Sudah Kenyang, Baru Persoalkan Halal-Haram Pancasila

Mataram, Ustadz Felix Siauw Terbaru - Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansur menyampaikan bahwa kita semua yang tinggal di Indonesia berutang budi kepada para pejuang dan perumus dasar Negara Indonesia. Ia menyatakan heran atas kelompok yang kini mempertanyakan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia setelah ia menikmati keberkahan hidup di dalamnya.

"Kita sekarang ini diajak apakah menerima pembubaran HTI atau ormas yang tidak berafiliasi pada Pancasila," sebutnya saat memberikan kata pengantar deklarasi dukungan terhadap Perppu Nomor 2 tahun 2017 bersama sejumlah tokoh dan pimpinan OKP di Hotel Fave Jalan Langka, Kota Mataram, Senin (24/7).

PWNU NTB: Sudah Kenyang, Baru Persoalkan Halal-Haram Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTB: Sudah Kenyang, Baru Persoalkan Halal-Haram Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTB: Sudah Kenyang, Baru Persoalkan Halal-Haram Pancasila

Menurutnya, pandangan NU jelas, yaitu tidak akan pernah kerja sama dan sependapat dengan siapapun yang akan mengganggu Pancasila.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Bahkan pimpinan pondok pesantren NU Al-Mashuri Bonder di Lombok Tengah ini menyatakan, pihaknya melihat kenapa ada orang yang mempermasalahkan Pancasila? Itu karena mereka tidak paham.

Ia mengibaratkan orang yang sudah kenyang makan tetapi baru menanyakan tentang halal atau haram.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Kenapa sekarang baru dibicarakan sesuatu yang membuat kenyang, tapi baru sekarang dibicarakan tentang makanan itu halal atau haram?" ujarnya tegas. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Hadits, Quote, Ahlussunnah Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sabtu, 09 September 2017

Syekh Salim Al-Husaini: Wahabi Bukan Pengikut Salafus Shalih

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Amin ‘Aam (Sekretaris Umum) Darul Fatwa Australia Syekh Salim Alwan Al-Husaini menyatakan bahwa kelompok Wahabi Takfiri yang selama ini menamakan dirinya kaum salafi, pengikut para Salafus Shalih tetapi perilaku jauh dari ajaran para Salafus Shalih. Mereka bukan salaf, baik dari segi zaman maupun keyakinan.

Hal ini disampaikan Syekh Salim sesaat sebelum memberikan ijazah sanad Kitab “Matan Fiqhul Akbar” karangan Imam Abu Hanifah (80-150 H), Jumat (26/2/2016) di lantai 5 Gedung PBNU Jakarta.

Syekh Salim Al-Husaini: Wahabi Bukan Pengikut Salafus Shalih (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Salim Al-Husaini: Wahabi Bukan Pengikut Salafus Shalih (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Salim Al-Husaini: Wahabi Bukan Pengikut Salafus Shalih

Di hadapan ratusan kader NU yang memadati ruangan rapat lantai 5 untuk mendapatkan ijazah sanad kitab tersebut, Syekh Salim mengatakan bahwa kelompok wahabi juga telah menuduh Abu Hanifah sesat dan kafir.

“Padahal sesungguhnya akidah Abu Hanifah tidak ada bedanya dengan ulama bermadzhab Asy’ari, karena Abu Hanifah sendiri mengikuti Imam Maturidi yang secara akidah adalah sama dengan Imam Abu Hasan Al-Asy’ari,” jelas Syekh Salim.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Mufti Australia yang mengaku banyak belajar kepada kiai dan ulama yang mempunyai sanad kepada KH Hasyim Asy’ari ini menerangkan, mengapa kitab Matan Fiqhul Akbar yang diijazahkan. Di sini dia menjelaskan, karena Abu Hanifah adalah seorang Salafus Shalih. Salah satu imam madzhab empat ini adalah ulama yang fokus pada akidah dan tauhid. Dan risalah Abu Hanifah tentang tauhid dan akidah ini adalah Kitab Matan Fiqhul Akbar.

“Melalui ijazah sanad kitab ini yaitu agar bisa menjelaskan kepada banyak orang bahwa Abu Hanifah tidak ada bedanya dengan ulama bermadzhab Asy’ari, karena Maturidi dan Asy’ari hanya berbeda dalam menjelaskan, secara makna sama,” ujarnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Ahlussunnah wal Jamaah merupakan mayoritas umat Nabi Muhammad SAW, dan kelompok ini merupakan Firqotun Najiyah, yaitu kelompok yang selamat karena benar-benar para penguikut Salafus Shalih yang sesungguhnya,” tambahnya.

Di dalam pengenalan dirinya, Syekh Salim sering mengunjungi Indonesia. Dia mengaku sudah 20 tahun mengunjungi Indonesia tetapi baru kali ini datang ke Indonesia untuk memberikan ijazah sanad kitab.

Dia juga memilih Gedung PBNU karena mayoritas warga NU adalah golongan Ahlussunnah wal Jamaah dengan jumlah yang sangat besar. Mereka juga, terangnya, mempunyai ulama yang luar biasa seperti KH Hasyim Asy’ari yang tak lain adalah pendiri NU. 

“Maka siapapun yang berafiliasi dengan NU, hendaknya juga berafiliasi dengan ilmu-ilmunya (KH Hasyim Asy’ari, red),” tegas Syekh Salim. 

Program yang digelar atas kerja sama dengan Yayasan Syahab Ahlussunnah wal Jamaah tersebut diikuti peserta pria dan wanita yang merupakan peserta aktif Pendidikan Kader Dakwah LD PBNU.

Wakil Ketua LD PBNU Syamsul Ma’arif mengatakan seperti yang telah diberitakan sebelumnya, ngaji model talaqqi merupakan bagian dari tradisi keilmuan NU yang kerap dipraktikkan antara santri dan kiai. Menurutnya, tradisi ini penting dihidupkan terus di tengah banyak orang kehilangan sandaran keilmuan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Syariah, Aswaja, Habib Ustadz Felix Siauw Terbaru

Kamis, 07 September 2017

AJI Indonesia: Sangat Membahayakan Media Provokator Antikeberagaman

Jakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam media-media yang tidak mengedepankan toleransi dan keberagaman lantaran bertentangan dengan kode etik jurnalistik, demikian disampaikan Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia, di Jakarta, Ahad (1/5).

AJI Indonesia: Sangat Membahayakan Media Provokator Antikeberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
AJI Indonesia: Sangat Membahayakan Media Provokator Antikeberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

AJI Indonesia: Sangat Membahayakan Media Provokator Antikeberagaman

"Antidiskriminasi seharusnya dibangun karena kode etik jurnalistik jelas. Kita harus mengedepankan toleransi terhadap seluruh pihak. Jurnalis itu independen, tidak boleh berpihak hanya kepada satu pihak," ujar Suwarjono.

Ketua Umum AJI Indonesia itu menilai, sangat membahayakan jika ada media kemudian jurnalis menjadi partisan dengan satu kelompok dan menjadi pengompor atau pengobar semangat kebencian terhadap kelompok lain.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

"Itu yang kita kecam, karena ada kecenderungan di beberapa tahun terakhir ini, isu intoleransi dan diskriminasi itu menguat, antikeberagaman itu menguat, berbeda sedikit saja mereka serang," kata dia lagi.

Sikap AJI, menurut Suwarjono, segaris dengan Pancasila. "Kita mendorong namanya kebhinekaan sebagaimana yang ada dalam Pancasila. Tapi bukan? hanya sekadar itu, soal dasar Pancasila sebenarnya sudah final, dan seharusnya penyelenggara negara juga bisa menjamin," demikian Suwarjono. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Aswaja, Santri, Internasional Ustadz Felix Siauw Terbaru

Rabu, 06 September 2017

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan

Tegal, NU Onlie

Dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan 1438 Hijriyah dan upaya membentuk karakter siswa, SMK Nahdlatul Ulama 01 Slawi Tegal mengadakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan berlangsung mulai Senin (29/5) hingga dua minggu kedepan di Gedung PCNU Kabupaten Tegal.

Kepala SMK NU 01 Slawi, H Ali Saefudin mengatakan, pesantren ramadhan ini merupakan agenda rutin setiap tahun di bulan Ramadhan. Kegiatan pesantren diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI.

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan

"Pesantren Ramadhan ? ini dilaksanakan dengan sistem bergilir, sehingga bagi siswa yang tidak ikut pesantren masih bisa mengikuti pelajaran reguler," katanya.

Menurut Ali, kegiatan pesantren ini merupakan suatu kegiatan yang sangat positif untuk dilakukan dalam rangka membentuk karakter islami kepada anak didiknya.?

Selain itu juga untuk meningkatkan akhlakul karimah para siswa. "Pada prinsipnya kegiatan ini sebagai upaya kami untuk membentengi akhlak dan moral anak, agar tidak terpengaruh pada budaya global yang negatif," ujar Ali

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dalam kegiatan pesantren, imbuhnya, setiap harinya diawali dengan tahlil dan istighosah bersama siswa dan guru. Selanjutnya baru diisi dengan sejumlah materi seperti tadarus Al Quran, sejarah islam, khitobah dan fiqih puasa.

"Selain diisi oleh guru setempat, Pesantren Ramadhan juga menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono dan KH Lutful Hakim," pungkasnya.

Kegiatan Pesantren Ramadhan SMK NU 01 Slawi akan berlangsung hingga 10 Juni 2017 mendatang. (Hasan / Muslim Abdurrahman)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaNu, Fragmen Ustadz Felix Siauw Terbaru

Senin, 04 September 2017

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah

Pamekasan, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Para pengusaha garam mengancam tidak akan membeli garam hasil jerih payah petani Madura. Pasalnya, para pengusaha geram karena pemerintah cenderung abai dalam menyikapi bukti serap kaitannya dengan hasil garam di Madura khususnya di Pamekasan. Para petani pun memarahi pemerintah.

Hal itu mengemuka dalam hearing antara petani garam dengan pemerintah Pamekasan di Lantai II Gedung Pemkab Pamekasan, Rabu (16/1). Hearing tersebut dikomandani oleh Asosiasi Petani Garam Rakyat (APGAR), Faisol, dan dihadapi langsung oleh Kadisperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto.

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah

Pertemuan tersebut cukup alot, dari sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.09. Ketua Komisi Garam Pamekasan yang tercatat Rektor Unira, Amiril, juga terlibat aktif dalam pertemuan tersebut.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Awalnya, pertemuan tersebut berlangsung datar. Tidak ada persetegangan. Namun, setelah bergulir beberapa jam kemudian, nuansa ketegangan mulai terasa. Faisol selaku Ketua APGAR, bahkan berani mengatakan bahwa pemerintah selama ini suka membuat peraturan garam untuk kemudian dilanggar sendiri.

“Kami katakan dilanggar sendiri, karena pemerintah tidak mampu mengeksekusi atau menghukum para pengusaha yang rakus dan membuat petani garam menjerit,” tegas Faisol sembari enggan menyebutkan para pengusaha yang mengancam tidak akan membeli garam.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Sementara itu, Bambang Edy Suprapto menegaskan, setidaknya terdapat 53 ribu total serapan yang diajukan oleh pihaknya. Dan bukti serap yang dipersoalkan penguasaha, hakikatnya tidak berdasar.

“Pemerintah daerah akan berupaya untuk tetap melingdungi petani garam,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ditegaskan, para petani masih merasakan dampak tataniaga garam yang masih rendah, akibat banyaknya garam impor mengalir ke madura.

Dikatakan Faisol, kondisi garam rakyat saat ini kian pelik. Sekalipun telah ada HPP garam konsumsi, harga garam rakyat justru merosot, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan harga tahun lalu.?

“Pemerintah juga telah menetapkan pembatasan impor garam, tetapi muncul indikasi rembesan garam impor yang memukul harga garam petani. Petani garam rakyat akan mati kalau terus dibiarkan bertarung dengan pengusaha, petani, dan arus garam impor. Petani tidak akan berdaya dan pasti kalah menghadapi kondisi pasar yang tidak sehat,” kata Faisol geram.

Bahkan Menurut Faisol, harga garam rakyat saat ini sulit terangkat karena masih ada produsen yang merusak pasar dengan memasarkan garam berharga rendah. Garam geo yang diproduksi PT Garam saat ini dipasarkan seharga Rp 600 per kg.

Padahal, katanya, garam merupakan komoditas strategis sebagai bahan pangan dan bahan baku industri sehingga kegiatan produksi, penyediaan, pengadaan, dan distribusi garam menjadi sangat penting dalam rangka menunjang masyarakat melalui program iodisasi dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani garam ataupun dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Untuk itu, para petani berharap ? pemerintah tegas untuk memberikan sanksi kepada pengusaha yang memaksa membeli garam impor, jika produksi garam rakyat masih mencukupi.

Siswadi, petani garam Galis yang hadir, menyatakan bahwa sinar matahari, air laut, dan angin adalah sangat dibutuhkan oleh petani garam. Tahun 2010, katanya, tidak ada sinar matahari sehingga tidak panen garam. “Tahun 2013 ini, setidaknya pemkab membantu dengan pengadaan mesin pemompa angin atau kincir angin,” tekannya.

H Fathorrahman, Petani Garam Pandan, Galis, menekankan bahwa pemerintah kurang serius menangani impor garam. Selama ini, pemerintah sebatas membuat peraturan saja. Tidak berani mengeksekusi perusahaan yang melanggar peraturan tersebut.?

Bambang Edy Suprapto, berkali-kali berdalih akan menyeriusi persoalan garam tersebut.

Sementara itu, Agus Sumantri, salah seorang aktivis asal Desa Pandan, Galis, yang getol menyuarakan hak petani garam, menyatakan bahwa pertemuan di atas hanyalah bagian dari strategi sok peduli kepada petani garam.

“Kita bisa lihat saja nanti, apakah pertemuan tersebut ada tindak lanjutnya atau tidak,” ujarnya dengan nada sinis saat berjumpa dengan Ustadz Felix Siauw Terbaru di Jalan Kabupaten di depan Kantor DPRD Pamekasan.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Habib, Pendidikan, Aswaja Ustadz Felix Siauw Terbaru

Minggu, 03 September 2017

Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Maraknya tindakan ? intoleransi dan kekerasan antarumat beragama yang berkembang saat ini membuat Forum Pengasuh Pesantren Muda (FP2M) Jawa Timur mengadakan kunjungan dan Dialog Lintas Iman dengan tema “Bersama dalam Keberagaman untuk Membangun Bangsa” ke Komunitas Gusdurian Yogyakarta.?

Acara tersebut bertempat di Forest Kitchen & Gelato, Kamis (18/8). Hadir dalam acara tersebut antara lain Pengasuh Muda dari Jawa Timur, Gusdurian Jogja, dan Delegasi lintas Iman, Gus, pendeta, dan Pastur Yogyakarta.?

Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Membangun Bangsa dalam Keberagaman

“Tujuan dilaksanakan acara ini yang pertama adalah silaturahim dan menjalin hubungan hati-ke hati antarumat beragama,” kata Zahrul Azhar As’ad.?

Gus Han, sapaan akrabnya menambahkan bahwa komunikasi antarumat beragama yang ada di Indonesia diharapkan menjadi panutan bagi keberagaman dan keberagamaan di seluruh dunia.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Banyak sekali kasus intoleransi antarumat beragama yang terjadi. Bisa jadi yang melakukan malah bukan dari orang yang beragama dan tidak memiliki pengetahuan agama yang dalam. Tetapi memanfaatkan agama untuk kepentingan mereka dan mendapatkan keuntungan,” lanjut Gus Han.

Robertus Triwidodo PR, Pastur Gereja Katholik Santrobetus Paulus menjelaskan bahwa di Jogja sendiri yang kita kenal sebagai ? The City Of Tolerance belakangan ini juga marak laku intoleransi antar umat beragama. Beberapa kasus misalnya penutupan tempat ibadah, pelarangan aktivitas ibadah dan lain sebagainya.?

“Ini adalah tantangan kita bersama, bagaimana membangun kerukunan di dalam masyarakat di tengah keberagaman ini. Kalau kita kuat dalam membangun kerukunan, seperti rumput kalau akarnya sudah kuat dan rekat meskipun ada provokasi pasti akan kuat juga,” tegasnya.

Indrianto Adiatmo selaku pendeta di GKJ Solo Berharap bahwa para pemuda di indonesia memiliki sikap keterbukaan dan toleransi yang sama seperti yang dilakukan oleh Forum Pengasuh Pesantren Muda dan juga Gusdurian.?

“Satu yang menjadi pedoman agama Islam khususnya NU dan Insyaallah agama lain juga sepakat bahwa mari kita eratkan tali persaudaraan kita dan janganlah kita berpecah belah. Mari kita bersama mengembalikan semangat dan kesadaran untuk menghargai kebhinekaan dan tidak terjebak dalam gerakan-gerakan intoleransi sampai pada perilaku kekerasan,” jelas Misbakhul Munir pengasuh Pesantren Pare Kediri. (Muhlisin/Fathoni)

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Tokoh, Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Jombang, Ustadz Felix Siauw Terbaru. Para santri dan pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren nantinya diharapkan menjadi penerus Nahdlatul Ulama (NU). Karenanya membekali mereka dengan materi Aswaja dan NU adalah jawaban nyata agar kelak menjadi kader andalan.

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Irfan Sholeh merasa prihatin kalau kemudian ada pelajar yang terlibat dalam gerakan Islam garis keras ataupun kiri.?

"Kami sangat tidak ingin bila ada santri maupun pelajar alumni pesantren ini yang keluar dari Nahdlatul Ulama," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, Sabtu (4/4).

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Apalagi seperti diketahui para pimpinan dan pengasuh pesantren Tambakberas adalah aktivis NU. Bahkan KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene salah seorang pengasuh pesantren ini adalah di antara pendiri NU bersama sejumlah kiai lain.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Karenanya mengenalkan NU sejak dini adalah sebuah jawaban bagi ketersediaan kader dan penerus NU di masa mendatang. "Saya sangat bangga kalau sejak dini para pelajar di sekolah ini bisa dikenalkan keberadaan NU," tegaskanya. Karenanya Gus Irfan sangat berterima kasih atas itikad baik kepengurusan IPNU dan IPPNU Jombang yang telah mendirikan kepengurusan komisariat IPNU dan IPPNU di MTsN Bahrul Ulum.

Hal yang sama disampaikan Kepala MTsN Bahrul Ulum Muhammad Syuaib. Baginya, NU identik dengan pesantren Tambakberas. "Karena pendiri NU adalah dari pesantren ini," terangnya. Selaku pimpinan sekolah, ia merasa sangat berdosa kalau para siswa dan siswinya tidak kenal dengan baik keberadaan NU. "Karena itu para pelajar di MTsN Tambakberas harus aktif di IPNU dan IPPNU," ungkapnya.

Apa yang disampaikan KH Irfan Sholeh dan Muhammad Syuaib sebagai mata rangkai dari kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di MTsN Bahrul Ulum. Kegiatan berlangsung dua hari yakni hari Kamis (2/4) serta Sabtu (4/4) diikuti sedikitnya 680 pelajar di GOR pesantren setempat.?

Hadir sebagai pemateri antara lain KH Taufiq Abdul Jalil yang mengupas tentang Aswaja NU, juga Dr H Ainur Rofiq yang menyampaikan materi ke-NUan. Sedangkan rekan dari IPNU dan IPPNU Jombang memberikan materi seputar organisasi pelajar tersebut, organisasi serta kepemimpinan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru Fragmen, Internasional Ustadz Felix Siauw Terbaru