Puluhan peserta forum bahtsul masail terdiri atas perwakilan MUI, Kemenag Jombang dan kiai beberapa pesantren di Jombang dan sekitarnya.
| RMI dan LBMNU Jombang Bahas Stiker Sholat Tiga Waktu (Sumber Gambar : Nu Online) |
RMI dan LBMNU Jombang Bahas Stiker Sholat Tiga Waktu
Ketua LBM PCNU Jombang Muhammad Shaleh mengatakan, “Selain MUI dan Kemenag Jombang, kami juga mengundang utusan dari tujuh pesantren. Lima di antaranya dari Paculgowang sendiri, Denanyar, Tambakberas, Rejoso, dan Lirboyo,” katanya.Ustadz Felix Siauw Terbaru
Menurut Shaleh, forum ini membahas perihal hukum penyebaran stiker tersebut dan penanganan atau sikap para sesepuh NU. “Hari ini kami mengkaji terkait bagaimana hukum menfatwakan stiker itu dan penyikapan kita atas tersebar luasnya stiker tersebut,” tuturnya kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru.Dari literatur-literatur klasik rujukan pada pembahasan saat itu, peserta forum bahtsul masail menyepakati untuk menangguhkan (mauquf) isi stiker tersebut karena khawatir membuat resah masyarakat.
Ustadz Felix Siauw Terbaru
“Kami sepakat untuk meng-counter isi stiker itu. Karena, dalam kitab-kitab salaf dan tafsir klasik tidak ada shalat tiga waktu atau shalat jama’ tanpa ada persyaratan-persyaratan khusus,” tambah Shaleh.Kemudian pihaknya juga mengambil sikap untuk menghentikan peredaran stiker dari pesantren yang bersangkutan.
“Kita mendorong pihak yang berwajib untuk menghentikan stiker itu dari sumbernya. PCNU Jombang mengamanahkan MUI dan Kemenag untuk mengusulkan MUI pusat perihal rumusan-rumusan yang dihasilkan forum ini. Demikian juga Kemenag,” ujarnya. (Syamsul/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Terbaru AlaSantri, Kajian Sunnah, Kajian Ustadz Felix Siauw Terbaru