Tompokan berasal dari bahasa Madura yang artinya tumpukan. Maksudnya dengan ikut arisan tompokan, anggota dapat setumpuk daging komplet, yang terdiri dari daging, tulangan, hati, dan sebagainya menjadi satu tumpuk. Berat atau banyaknya daging yang didapat anggota sama, karena daging murninya ditimbang sebelum dibagi di masing-masing tumpukan.
| Mengenal Tompokan, Tradisi Khas Jember Sambut Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online) |
Mengenal Tompokan, Tradisi Khas Jember Sambut Idul Fitri
Arisan tompokan itu awalnya hanya kegiatan sambilan dari arisan Yasinan atau sarwa’an (tahlilan). Di satu lingkungan biasanya digelar Yasian setiap malam Jumat, atau sarwa’an setiap malam Selasa. Kegiatan? Yasinan biasanya menetap di mushala. Sedangkan sarwa’an tempatnya bergilir di setiap rumah jamaah.“Nah di akhir acara biasanya ada tarikan iuran untuk arisan tompokan itu. Begitu seterusnya hingga mencapai jumlah tertentu i akhir tahun atau menjelang Ramadhan. Setelah uangnya terkumpul semua maka dibelikan sapi oleh ketua arisan.” ujar Ustadz? Misbahul Munir, pengurus Ranting NU Antirogo, Kecamatan Sumbersari kepada Ustadz Felix Siauw Terbaru di Jember, Selasa (5/7).
Ustadz Felix Siauw Terbaru
Ustadz Felix Siauw Terbaru
Menurutnya, arisan tompokan cukup diminati karena jika dibandingkan dengan beli daging secara cash di pasar, sistem tompokan masih jauh lebih murah. Misalnya setiap anggota? tompokan, jumlah uang arisannya mencapai Rp. 350.000/tahun, ia bisa dapat daging? murni 2,5 kilogram. Belum daging serabutan lainnya.? “Jadi sampai saat ini tompokan masih diminati, apalagi sekarang daging begitu mahal,” tambah Ustadz Misbah.Sekedar diketahui, menjelang lebaran? harga daging sapi di Jember mencapai Rp120.000 hingga Rp130.000,- Sedangkan harga daging ayam? Rp50.000.
Dalam pengamatan Ustadz Felix Siauw Terbaru,? sepanjang hari ini, cukup banyak warga yang mengikuti arisan tompokan. Sebab, sapi tompokan lumrah disembelih satu hari menjelang Lebaran. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siauw Terbaru Nusantara, Jadwal Kajian, Anti Hoax Ustadz Felix Siauw Terbaru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar