Sabtu, 18 Februari 2017

Ribuan Santri Antar Kiai Warsun Munawwir

Yogyakarta, Ustadz Felix Siauw Terbaru. 18 April, Kamis Sore, jam 16.00, ribuah santri dan pelayat mengantarkan janazah KH Ahmad Warsun Munawwir menuju Dongkelan, makam keluarga besar Pesantren Krapyak Yogyakarta. Semua saling berjubel untuk ikut menandu keranda jenazah dari Pesantren Krapyak menuju Dongkelan yang jaraknya lumayan jauh.?

Banser siap siaga, mengatur jalan dan keamanan. Para kiai tak mau kalah, ikut serta berebut keranda. Bahkan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) juga ikut menandu keranda jenazah Kiai Warson.

Ribuan Santri Antar Kiai Warsun Munawwir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Antar Kiai Warsun Munawwir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Antar Kiai Warsun Munawwir

Saat acara menjelang pemakaman, KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, memberikan sambutan ? atas nama keluarga. Sedangkan atas nama masyarakat diwakili KH A Malik Madany, Katib Aam PBNU. ? Adapun doa dipanjatkan oleh KH Zainal Abidin Munawwir dan KH Musthofa Bisri.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

Salah satu santri Kiai Warsun, KH Habib Syakur, merasa sangat kehilangan dengan kepergian beliau. Kiai Habib merasa sangat diperhatikan Kiai Warsun, bahkan sampai urusan rumah tangga sekalipun.

“Karena saya merasa bahwa saya adalah salah satu santri yang sangat diperhatikan oleh beliau. Mulai dari urusan kerumahtanggaan hingga hal-hal yang bersifat akademis,” kenangnya.

Ustadz Felix Siauw Terbaru

“Bermula dari saya mulai mondok di PP Al-Munawwir Krapyak, Hari Jumat Wage, 6 Desember 1976, saya langsung ndherek di ndalem beliau, yang saat itu masih bersama almarhumah mbah Nyai (Nyai Hj. Sukis, istri almaghfurlah al-marhum KH M. Moenawwir, ibu beliau), al-Mukarram Romo KH Zainal Abidin Munawwir, dan al-marhumah Ibu Nyai Hj. Jamalah Munawwir (kakak beliau). Momong putra pertama beliau (Gus H. Muhammad Fairuz atau Gus Nanang) adalah salah satu pekerjaan harian saya,” lanjutnya.

Salah satu santri yang lain, KH Munawir AF, Musytasyar PWNU DIY, juga merasa sangat kehilangan. Untuk mengantarkan sang guru tercinta, Kiai Munawir menulis sebuah sajak yang sangat menyentuh. ?

GURU..

kalau tdk keliru...?

sdh 53 tahun aku kenal denganmu

sdh 53 tahun Aku menjadi muridmu

dan seterusnya aku adalah santrimu

Kau isi sungsum balungku

Kau kupas jiwa benakku

Kau ikuti tangis dan tawaku

Sampai kurang seminggu kau meninggalkanku

Kau cad hijau kalbuku

kau batik kuning coklat benakku

kau lukis wajahku?

aku jadi begini...

kau pernah kau tandingkan aku

kau pernah marahi daku?

kau pernah perintahkan aku menulis

tetapi pernah juga kau perintahkan aku menangis

aku kacau

aku galau

kau tinggalkan daku sendiri

setelah 53 tahun aku tegak berdiri..

Allahu Yarham19/4/13

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim-Yusuf

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siauw Terbaru IMNU Ustadz Felix Siauw Terbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar