Kabar tersebut langsung tersebar di ragam media sosial Nahdliyin. Termasuk di grup-grup Watshapp. Ketika dikonfirmasi kepada pengurus Lembaga Bantsul Masail PBNU H Mahbub Ma’afi di Jakarta, ia membenarkan wafatanya kiai tersebut.?
KH Mas Subadar sangat dikenal di kalangan jam’iyyah umat Islam terbesar di Indonesia ini. Ia sering mengemban tugas-tugas khusus di organisasi tersebut. Di forum kiai, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Besuk, Pasuruan, Jawa Timur sering ditunjuk sebagai juru bicara. Sikapnya yang teguh dan senantiasa berpegang teguh pada koridor kajian fiqh klasik itulah yang menyebabkan sering dilibatkan dalam bahstul masa’il ? yang diselenggarakan NU.
| Kabar Duka, Kiai Mas Subadar Wafat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kabar Duka, Kiai Mas Subadar Wafat
Tutur katanya juga halus, argumentatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan bahasa masyarakat yang dihadapi. Ini membuat masyarakat di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur sering mendatangi pengajian yang diisinya. Mereka tertegun menyimak ceramah dan orasinya.?Ia lahir pada 1942 di sebuah desa Besuk, Kejayan, Pasuruan dari pasangan KH Subadar dan Hj. Maimunah. Pada usia 3 bulan (1942), ia telah yatim karena ditinggal wafat sang ayahanda, KH Subadar. Sehingga ia banyak belajar mandiri dengan diasuh oleh ibundanya yakni Hj Maimunah. (Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar